Sinopsis Uttaran Episode 221 - 230 (ANTV)

Film "Uttaran" merupakan film yang berasal dari Negara India dengan genre Drama. Film ini disutradarai oleh Ketan Dubey dan diproduseri oleh Pintoo Guha bersama Rupali Guha. Film ini dibintangi oleh artis cantik Rashmi Desai, Tina Dutta, dan Tina Dutta. Film ini akan tayang di Channel AnTv.Serial TV Uttaran ini sementara sudah ditayangkan pada tahun 2008 lalu di Colors Tv India, namun baru kali ini akan ditayangkan di Indonesia. Melihat jadwal tayang nya yang mencapai 1549 episode, bisa ditebak kalau jadwal main 1 episodenya akan begitu lama juga.Dalam film Uttaran ini,anda akan di hibur dengan aksi-aksi yang romantis dan kisah cinta yang romantis.


Dibawah ini adalah sinopsis "Drama Uttaran episode 221 sampai 230"

Sinopsis "Uttaran Episode 221" kamis 28 aprli 2016 menceritakan tentang,Gunvanti berkata,"Sesudah dia melahirkanmu, apa dia pernah datang untuk menanyakan kabarmu?", "Bagaimana mungkin ini terjadi nek? Aku pernah menemuinya bersama ayah, ayah memperkenalkannya sebagai ibu guru. Jika wanita ini adalah ibuku,lalu mengapa dia tak mengatakan yang sebenarnya dan membuat ingatan ayah kembali?","Karena dia sedang mempermainkan perasaan ayahmu dan dia juga tau ayahmu sudah kehilangan ingatannya. Disisi lain, ia mengancamku agar tidak memberikanmu uang sama sekali, karena dimatanya, kau adalah seorang anak yang manja","itu bohong"kata Ichcha.

Gunvanti melanjutkan kata-katanya,"Dia juga sudah menghasut ayahmu, itulah mengapa ayahmu tidak datang untuk membebaskanmu. Dia memanfaatkanmu untuk membalaskan dendam kepadaku".Ichcha berkata kepada Yuvraj,"Dia tidak memberitahumu cobaan dan ujian yang aku alami ketika aku meninggalkanmu dan ayahmu","Lalu kenapa tak kau katakan kepadanya ujian apa yang sudah kau lewati itu?" Jawab Gunvanti.Ichcha terdiam. "Kau tidak bisa mengatakannya kan? Aku akan memberitahunya. Yuvi, dia mencoba menukar posisimu dengan anak yang bukan miliknya ketika kau masih kecil, Dia menempatkan nyawamu dalam bahaya demi menyelamatkan nyawa Kanha

tapi ayahmu berhasil menyelamatkanmu, jika tidak, kau tak mungkin masih hidup sekarang","Aku mohon bu, jangan membuat drama tentang kebenaran seperti ini.Kau tau betul kebenaran yang sesungguhnya"kata Ichcha.Yuvraj angkat bicara,"Baiklah, kebenaran, kebenarannya kau adalah ibuku kan?Kau yang melahirkan ku. Maka katakanlah yang sebenarnya kepadaku. Kau bahkan tak kembali untuk melihat apakah aku masih hidup atau sudah mati! Di masa kecilku aku tak ingat apakah aku mendapatkan kasih sayang seorang ibu, tapi selain itu apa kau pernah datang sekali saja untuk mengobati luka dihatiku? Dimana kau? Dimana?".Yuvraj berkata,"Sekarang kau datang untuk memberitahu apa yang benar dan salah? Apa kau tau apa saja yang sudah kulewati selama bertahun-tahun ini?",

"Aku tau, jika aku tidak tau,siapa lagi? Karena aku adalah ibumu. Aku juga merasakan kepedihan yang sama" Jawab Ichcha.Yuvraj mendekati Ichcha dan berkata, "Hanya untuk sekali dalam hidupku,aku ingin menemuimu, kau tau kenapa? Aku ingin berdiri di hadapanmu dan berkata,'Ibu..'", Ichcha tersenyum mendengarnya. Yuvraj melanjutkan,"Aku benci padamu", Ichcha lalu menangis. Yuvraj berteriak,"Aku benci padamu!! Pergi dari sini!". Gunvanti tersenyum senang.

Yuvraj berkata, "Kau tidak pernah datang untuk menjadi pelindungku, Seorang ibu yang tidak bisa memenuhi kewajiban2nya sekarang datang untuk menceramahiku? Aku akan membencimu sampai akhir hayatku karena kau tak pernah memberikanku alasan untuk menyayangimu! Jika aku menjadi anak yang nakal, kasar dan manja, siapa yang harus bertanggungjawab untuk itu? Kau!",Ichcha menjawab, "Yuvi, tolong maafkanlah ibumu ini, Apapun yang terjadi di hotel itu, aku tak sengaja melakukannya, aku tidak berdaya",

"Aku tak ingin mendengarkan kisah tentang ketidakberdayaanmu. Aku hanya akan membencimu sampai akhir hayatku. Aku tidak akan pernah memaafkanmu!!".Gunvanti berkata kepada Ichcha,"Ichcha, apa kau dengar yang dikatakan putramu? ","Aku mendengarkannya. Selamat! Karena kau mampu mempertahankan jarak antara ibu dan anak","Sekarang, sekeras apapun kau mencoba, putramu tetap tak akan memaafkan dirimu",

"Kau lupa bu, dia bukan hanya putraku, dia juga putra dari putramu. Selama dia tidak bisa memaafkan diriku, dia juga tidak akan memaafkan ayahnya. Selama dia masih membenciku, dia juga tak akan bisa menyayangi ayahnya. Lupakan saja tentang diriku, tapi fikirkanlah, mencoba untuk menunjukkan diriku sebagai orang yang jahat kepadanya, mencoba untuk memisahkan diriku dari Yuvraj&Veer, yang akan menjadi semakin buruk karena itu hanyalah Yuvraj","Sudah cukup bicaramu,sekarang pergi dari sini. Tidak ada tempat untukmu didalam kehidupan kami. Pergi!".

(Awal kemunculan suami Meethi di masa depan). Seorang pria mengikuti Meethi diam2. Ketika Meethi berjalan didekat sekumpulan preman, pria itu melindungi Meethi tanpa sepengetahuannya. Meethi sedang mendengarkan musik sambil berjalan,ia tidak mendengarkan pembicaraan disekelilingnya.Preman itu berkata kepada pria yang melindungi Meethi, "Jangan melakukan hal bodoh seperti ini, akan fatal akibatnya jika kami kehilangan gadis itu.. Apa kau ingin berbagi dengan kami?","Aku adalah pelindung nya, bukan pemangsa nya" jawab pria itu, ia kemudian menghajar seorang preman dan merobohkan pondok tempat mereka berkumpul.

Mereka semua lari ketakutan. Meethi berjalan dengan tenang tanpa tau apa yang terjadi dibelakangnya, pria itu memandangi Meethi dari belakang dan berkata,"Aku adalah seorang pelindung, bukan pemangsa".Ditempat lain, Nenek menghampiri Mukhta ketika Mukhta sedang menyesali kesalahannya terhadap Ichcha. Nenek bertanya,"Mukhta, apa yang kau lakukan disini? Sedang ada badai, ayo masuk". Mukhta berfikir, "Badai tak hanya ada diluar, tapi juga didalam diriku, didalam hatiku sedang ada perang batin".

Nenek berkata, "Aku tau anak kampung itu sudah melakukan sesuatu padamu. Aku tau benar, tidak ada yang bisa merebut Mukku ku dariku. Selain itu, berapa lama seseorang sanggup menjerumuskanmu ke dalam kegelapan?","Ya nek, berapa lama seseorang sanggup menjerumuskanku ke dalam kegelapan? Sekarang aku sudah bisa melihat semuanya dengan sangat jelas,apa itu kebohongan dan apa itu kebenaran", Kata Mukta.

Dengan bersemangat, Nenek menambahkan, "Lihat, aku sudah mengetahuinya, kau tak akan bisa dipengaruhi oleh anak kampung itu seperti Tappu-ku. Sekarang lupakanlah, mari kita rencanakan strategi baru untuk memberi pelajaran anak kampung itu","Cukup nek! Cukup. Jangan mengulanginya lagi dan jangan pernah berfikir untuk melakukan hal itu kepadanya","Apa yang kau katakan?","Hari ini,aku memberi peringatan padamu.Ingatlah, dia tidak boleh merasakan penderitaan lagi, karena dia sudah seperti ibuku sendiri",

"Kau memberiku peringatan? Dan lagi, karena anak kampung itu?Apa yang kau lihat dari dirinya?","Sesuatu yang tak bisa kau lihat dari dirinya. Kebenarannya, kebaikannya, segalanya. Pengaruh dari semua kebohonganmu sudah berakhir dan aku sudah melihat cahaya kebenaran. Satu2nya yang aku anggap sebagai musuhku sudah melindungiku. Jika dia adalah musuh ibuku, lalu mengapa dia melindungiku? Kau sudah mengatakan kebohongan kepadaku. Aku sudah mengambil jalan yang salah, papaku mengatakan hal yang benar,kau lah satu2nya orang yang menuntun ibuku ke jalan yang salah. Kau lah satu2nya orang yang bertanggungjawab karena sudah menghancurkan kehidupan ibuku!

Kau kembali membuka luka yang lama,karena itu kau tidak akan membiarkan diriku dan Meethi menjadi sahabat.Menyembunyikan kebenarannya dariku.Kau tidak pernah memberitahuku,karena bibi Ichcha lah aku masih hidup sampai saat ini!Dia memberikanku kehidupan yang baru,dan aku ingin menghancurkan kehidupan putrinya?"Mukhta berkata, "Papaku benar, nenek tak peduli padaku. Nenek hanya peduli pada kebencianmu sendiri!", Nenek berteriak, "Ya! Aku sangat membenci Ichcha dan Damini! Tapi aku tak pernah menyembunyikan kebencianku dari siapapun. Kau belum cukup dewasa. Apa yang sudah kau lihat sejauh ini? Mata ku sudah melihat banyak kelicikan yang sudah dilakukan Ichcha dan Damini di rumah ini!",

"Mereka tidak licik nek, nenek yang licik","Aku ingin tertawa mendengarnya, apa aku licik? Aku tak licik..Aku hanya terlalu peka. Mataku bisa melihat yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Aku kasihan padamu. Rumah ini, keluarga ini, kita semua tau apa tujuan mereka membeli rumah ini","Satu lagi kebohonganmu, kebenarannya adalah pelayan itu sudah menjual rumahnya untuk menyelamatkan rumah kita dan nenek meragukan niat baik mereka? Aku sudah mengerti sekarang betapa besar hati mereka".

Mukhta lalu teringat ketika ia meminjam gaun milik Meethi. Mukhta berkata, "Nenek ingat? Aku memaksa ingin memakai gaun bekas milik Meethi, bahkan neneknya Meethi melarangku dan berkata bahwa aku tidak boleh memakai pakaian bekas. Tapi ketika aku pulang ke rumah, nenek menceritakan kepadaku kisah tentang barang bekas. Nenek tak melihat cinta di dalam pakaian yang mereka berikan dengan penuh kasih sayang, yang nenek lihat hanyalah barang bekas",

"Aku tak cukup peka dan aku terpengaruh dengan kata2mu. Kisah tentang barang bekas yang nenek ceritakan itu adalah kebohongan. Kebenarannya adalah hanya orang sombong yang memberikan barang2nya sebagai barang bekas dan orang itu masih tinggal di rumah ini seolah dia adalah pemilik dari rumah ini. Aku tidak tau banyak tentang ibuku, tapi nenek pasti sudah menceritakan kisah tentang barang bekas kepadanya dan dia juga terpengaruh olehmu! Berhenti menebarkan kebencian dari kisah barang bekas, nek!".Tuan Takhur melihat mereka dari belakang, ia terharu dengan kata2 Mukhta. Tuan Takhur berkata kepada nenek,"Ibu dengar itu?".

Tuan Takhur melihat mereka dari belakang, ia terharu dengan kata2 Mukhta. Tuan Takhur berkata kepada nenek,"Ibu dengar itu? Hari ini adalah generasi baru dari kisah barang bekas dan kebencianmu. Aku tak ingin melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan kepada Pushkar (mengusirnya) karena aku masih menghormatimu. Ibu membawa banyak masalah kedalam hidup putriku, aku melihatnya dengan mata kepala ku sendiri. Aku senang kau tidak bisa melakukannya kepada cucuku, apa yang tak bisa dikatakan Tapasya kepadamu sudah dikatakan oleh putrinya. Hari ini, aku sangat bahagia, akhirnya Mukhta menyadari sifat aslimu",

Tuan Takhur berkata kepada Mukhta,"Tapasya ku sudah mengambil jalan yang salah, aku merasa sangat terluka setiap kali memikirkannya. Aku menyalahkan diriku sendiri. Sepanjang hidup Tapasya, nenek buyutmu menuntunnya ke jalan yang salah dan menghasutnya, Tapasya yang malang.. Nenek buyutmu mencoba melakukan hal yang sama padamu, tapi aku senang akhirnya kau mengetahui kebenaran dan kebohongannya".

Mukhta berkata kepada nenek, "Aku sudah menghina kakek karena dirimu. Sekarang aku tidak punya kata2 lagi untuk meminta maaf kepadanya. Dia sudah kehilangan banyak hal. Aku memohon dengan menangkupkan kedua telapak tanganku dan memintamu untuk tidak meracuni kehidupanku, kehidupan Meethi dan kehidupan bibi Ichcha lagi!".Tuan Takhur berkata, "Ibu, Mukhta sudah mengambil keputusannya, sekarang apapun keputusanmu, kau harus memutuskannya sendiri". Nenek pergi meninggalkan mereka dengan wajah kesal.

Sesudah nenek pergi, Mukhta bertanya kepada Tuan Takhur,"Boleh aku bertanya 1 hal? Mengapa bibi Ichcha tak tinggal bersama keluarganya? Aku ingin tau seluruh kebenaran tentang ibuku dan bibi Ichcha.Tolong beritahu aku". Tuan Takhur menceritakan seluruh kisah hidup Tapasya&Ichcha, ia lalu berkata kepada Mukhta, "Aku tak mengerti mengapa semua ini terjadi kepada putriku, jika dia sangat menyayangiku, mengapa dia pergi tanpa mengatakan apapun kepadaku? Kita hanya akan mengetahui jawaban dari pertanyaan ini ketika Tapasya kita kembali."Demikianlah Sinopsis atau jalan cerita Uttaran Episode 221 yang tayang kamis 28 April 2016.

Sinopsis "Uttaran Episode 222" jumat 28 aprli 2016menceritakan tentang ,Inspektur Polisi menunjukkan foto pernikahan Wisnu dan Meethi dengan orang cyber. Dia mengidentifikasi Wisnu dan mengatakan gadis pernah datang. inspektur menampar ia dan meminta alamatnya. Orang mengatakan ada 4 desa di sini.Shaktigarh, Vridagarh, 1 dan Aatishgarh. Rathore mengatakan kepadanya untuk mencari 3 semua dan yang lainnya sementara ia dan Jogi akan pergi ke Aatishgarh.Kajri berkata kepada Akash, dapatkah aku katakan satu hal? Aku melihat cinta sejati mu untuk istri mu itu bagaimana ia mendapat keberanian untuk menjangkau ia. Hari itu bagaimana kamu menghentikan massi dari membuat Meethi makan Prashad. Karena aku melihat bahwa kamu khawatir untuk Meethi. dan kamu sangat mencintainya.Akash balasan apa pun yang kamu katakan adalah kesalah pahaman mu. Aku tak mencintai Meethi.

Mengatakan begitu, ia cepat melihat sisi lain. ia bertanya apakah ia sampai, ketika ia akan berbohong kepada dirinya sendiri. ia harus menerima kebenaran untuk beberapa hari.Pavitra menyela obrolan mereka bertanya apa yang kamu coba untuk mengajarinya. Kajri kaget dan berhasil mengatakan nyeri Meethi dapat meningkat. Pavitra berharap bahwa hal itu meningkatkan sehingga keluarga mereka merasa kebahagiaan besar. anak yang tepat? ia tak memiliki pilihan lain selain mengangguk setuju.Dia mengambil kadha dan meninggalkan kamarnya. Kajri senang sementara Pavitra berpikir tentang Akash.

Akash datang ke kamarnya untuk melihat Meethi tidur nyenyak. dia ingat kata-katanya untuk mama ji. Jika terjadi sesuatu dengan Wisnu maka aku akan merawatnya. Dan aku bisa bertaruh jika sesuatu terjadi padaku, ia akan mengurus ku seperti apa. Meri bebasi ka bayaan lagu bermain di latar belakang, karena Akash merasa sedih dengan terus melihat Meethi. Kemudian membelai kepalanya / luka.Meethi berbicara dalam mimpinya. tak perlu takut. Wisnu berada dengan ku.Akash menepuk kepalanya untuk membangunkannya. ia menatapnya dan tersenyum manis. ia mencoba untuk bangun namun teriakan aduh. ia berharap meethi bisa sembuh pagi nanti. dia mengatur bantal di belakangnya untuk membuat ia duduk dengan nyaman.Meethi berkata ma datang dalam mimpinya. ia sangat takut untuk melihat ku terluka dan terus bertanya padaku bagaimana dan mengapa. aku mengatakan kepadanya untuk tak takut karena Wisnu berada dengannya.

Akash kaget.Dia kemudian memegang kadha nya. ia merasa itu pahit. ia mengatakan padanya untuk memilikinya sehingga luka menyembuhkannya dengan cepat. Meethi tersenyum melihat ia merawatnya begitu banyak. kamu tau aku selalu bermimpi bahwa suami ku membawa teh untuknya di pagi hari. Setidaknya ia mulai dengan kadha. tak buruk. ia mengangguk padanya. ia tersenyum mengatakan ia hanya bercanda.Meethi melihat ia pergi ke suatu tempat dan bertanya kepadanya tentang hal yang sama. ia mengatakan dia memiliki beberapa pekerjaan penting. dia pergi dan menyuruhnya untuk mengurusnya. dia akan segera kembali. dia menyebut ia dari suniye kembali, aku mencintaimu. Datang dengan cepat. Meethi tersenyum sementara Akash pergi dengan terburu-buru.

Inspekturi, Jogi dan Rathore tiba di cyber cafe. Inspektur menunjukkan foto pernikahan Wisnu dan Meethi dengan kepada orang cyber. dia mengenali Wisnu dan mengatakan gadis itu pernah datang. Rathore memintanya, ia harus mengambil fotokopi ID nya untuk verifikasi. Orang tertawa itu mengatakan siapa yang memeriksa itu di desa seperti ini dan pada gilirannya akan ditampar oleh inspektur. dia mengatakan kepadanya untuk memeriksa ID di waktu berikutnya dan ia setuju untuk itu.Orang itu mengatakan ada 4 desa di sini. Shaktigarh, Vrindagarh, Phoolgarh dan Aatishgarh. Inspektur mengarahkan anak buahnya ke 3 desa pertama. Orang itu mengatakan hanya ada satu haveli besar di Aatishgarh, semua orang buta huruf. tak ada gunanya pergi ke sana. Rathore mengatakan kepadanya untuk mencari semua dan 3 lainnya sementara ia dan Jogi akan pergi ke Aatishgarh.

dia tak ingin mengambil kesempatan apapun. Jika kamu mengenal sesuatu kemudian memberitahu kami dan sebaliknya. Semua berangkat ke desa masing-masing.Rumah Sakit Kota, Mumbai:Dr. Murthy memeriksa Tapasya dan mengatakan, kamu memiliki perkebangan yang cepat. Sekarang kamu harus mencoba untuk berjalan perlahan-lahan. kamu akan mendapatkan kembali rasa percaya diri mu segera. Aku tau itu sulit untuk melupakan operasi tetapi kamu kuat. ia tersenyum mendengarkannya. Divya, Mukta, Nani dan Rohini mendesaknya untuk mencoba untuk berjalan.Dia bangun dengan rasa sakit dan mencoba berjalan satu atau dua langkah. Nani mengatakan kepadanya untuk beristirahat karena ia masih lemah.

Damini duduk di luar dan mengenang masa lalu menghabiskan waktu dengan Iccha. Meninggalkan masa lalu dan berpikir tentang masa depan sekarang. Lihat, Iccha mu senang. Air mata jatuh di pipinya.Divya, Nani bertanya kepada dokter ketika Tapasya baik-baik saja dan seberapa cepat mereka bisa membawanya kembali ke rumah. dia menjawab bahwa tapasya akan baik-baik saja di kira-kira 2 minggu waktu. Plus, ia perlu melakukan beberapa tes dan ia akan dapat memberitahu mereka lebih baik sesudah itu saja. Divya mengatakan kepada Tapasya untuk menjaga kesehatannya karena ia akan berbicara dengan dokter.Tapasya memanggilnya dan berkata, aku tau Iccha tak bisa datang namun setidaknya menghubunginya bisa. Divya kehilangan kata. Nani mengatakan tak seperti itu. Mengapa  ia tak  datang? dia akan datang. Mukta mengatakan padanya untuk bersantai.

Divya pergi untuk berbicara dengan Damini. Damini bertanya tentang bayi ji. Divya mengatakan ia baik-baik saja tetapi sampai saat ia tak akan bertemu dengannya. Damini mengatakan tak tau apakah ia akan mampu menahan air matanya atau tak. dia sangat takut. Bagaimana jika dia mengatakan sesuatu yang membuat ia ragu-ragu tentang kita bahwa kita menyembunyikan sesuatu darinya? Tapasya tak benar-benar baik sampai sekarang.Divya meyakinkan dirinya bahwa tak akan terjadi seperti yang dia katakan. dia akan memiliki lebih banyak pertanyaan jika kamu tak akan pergi. Apa yang akan aku katakan padanya? Pergi menemuinya. Kami harus pulang juga karena pandit ji akan datang bersama dengan nya. . dia terdiam dan menjadi terharu. dia pergi menemui Dr. Murthy sementara Damini merasa takut.

Akash berjalan di jalan semua hilang. ia memiliki kilas balik kata-kata Kajri ini. Aku melihat cinta sejati mu untuk istri mu itu,  bagaimana ia mendapat keberanian untuk menyelamatkan dia. Hari itu bagaimana kamu menghentikan massi untuk membuat Meethi makan Prashad bali. Karena aku melihat bahwa kamu khawatir untuk Meethi.dan kamu sangat mencintainya. ia memiliki kilas balik lain Meethi meyakinkan ibunya dalam mimpi bahwa Wisnu berada dengannya.Ia berpikir bagaimana jika apa yang Kajri bhabhi katakan adalah benar. Apa yang terjadi padaku? Tiba-tiba, Meethi,  setiap kata, kepercayaan, cinta berkedip di depan ku.

Mereka membuat ku menyadari bahwa ku sudah hidup dalam kebohongan. dia bahkan tak tau aku bukan wishnu - aku Akash Chatterjee. perempuan yang aku sebut Daima aku adalah ibu kandung ku. ia hanya memiliki kebencian untuknya dalam dirinya. ia tak pernah bisa mencintainya.Rathore dan Jogi berasal dari arah yang sama di mana Akash akan pergi. Sopir berpikir tentang seseorang di haveli. Mereka melihat seorang perempuan dengan anak laki-laki di ladang dan sopir pergi untuk memeriksa dengannya. ia menjawab bahwa dia baru ke desa dan sudah datang untuk menghadiri pernikahan saja.

Sinopsis "Uttaran Episode 223" menceritakan tentang ,Sinopsis atau jalan cerita Uttaran Episode 222 yang tayang jumat 29 April 2016 selengkapnya dimulai dari ,Ichcha berbalik, ia merasa bingung, Ichcha berkata, "Maaf, saya tidak mengenalimu","saya adalah Vishnu, saya tau, kamu tidak ingat denganku. Kita pernah bertemu 14 tahun yang lalu, kamu menunjukkan jalan yang benar kedalam hidupku","Artinya kamu pernah berada di penjara Satara?","Ya, berkat dirimu, inilah saya sekarang","saya benar2 minta maaf, saya sama sekali tidak mengenalimu, mungkin karena saya terlalu sibuk memikirkan kehidupanku sendiri","saya bisa mengerti dan saya juga punya sedikit saran, kamu mencemaskan Meethi bukan?".

Ichcha bertanya,"kamu mengenal Meethi?","Sebenarnya saya lah orang yang menyelamatkannya dari musibah kebakaran pada malam itu","saya tidak bisa membalas kebaikanmu ini. kamu telah melakukan kebaikan besar kepadaku","Jangan berkata seperti itu. Apapun yang saya lakukan, saya tidak bisa membalas apa yang telah kamu berikan kepadaku bertahun2 yang lalu. Bagaimanapun, saya tidak bisa membalas hutang budiku kepadamu. Malam itu saya melihat Meethi dan menyadari dia adalah putrimu. Ibu guru, kamu selalu menginginkan yang terbaik untuk semua orang, tapi mengapa hal buruk bisa terjadi padamu?".

BACA JUGA : Sinopsis Uttaran 221 - 230

Ichcha lalu mengundang Vishnu untuk berkunjung ke rumahnya, Vishnu bersedia dengan senang hati. Vishnu memberitahu Ichcha,"saya adalah pelayan di kuil ini, pendeta memberiku kamar di belakang kuil. Kita akan sering bertemu mulai saat ini" .Pulang dari kontes busana yang diadakan kampusnya, Meethi memisahkan diri dari Mukhta dan duduk sendirian di suatu tempat. Vishnu menghampiri Meethi, ia menahan tangan Meethi ketika Meethi ingin meminum minuman kaleng (sepertinya kaleng bir).

Meethi berkata, "Beraninya kamu menyentuhku, lepaskan tanganku!","saya akan menghentikanmu setiap kamu melangkah ke arah yang salah" jawab Vishnu. Vishnu lalu meremukkan minuman kaleng Meethi dan membuangnya.Meethi semakin marah dan berkata, "Beraninya kamu membuang minumanku! Siapa yang memberikanmu hak untuk melakukan itu?",

"Ini bukan masalah hak, saya akan menghentikanmu setiap kamu melakukan hal yang salah. Ini telah larut malam, pulanglah. saya akan membawamu seperti kemarin, tapi kali ini tanpa kobaran api".Meethi teringat musibah yang ia alami kemarin dan berkata, "Maksudnya, kamu yang menyelamatkanku hari itu? Terimakasih, tapi lebih baik lagi jika kamu tidak menyelamatkanku hari itu".Vishnu tetap berdiri ditempatnya, Meethi bertanya, "Mengapa kamu masih berdiri didepanku seperti ibuku? saya telah bilang terimakasih, jadi pergi sekarang!",

"kamu sangat marah kepada ibumu? Mengapa?","Dengar bung, tidak perlu ikut campur dengan kehidupan pribadiku. Tinggalkan saya sendiri!".Meethi beranjak meninggalkan tempat itu, Vishnu menarik tangan Meethi. Meethi meronta2 sampai menangis. Vishnu berkata, "Ikutlah denganku, saya akan mengantarkanmu pulang". Meethi akhirny menyerah dan menuruti kata2 Vishnu. Sejak saat itu, Meethi dan Vishnu semakin sering bertemu.

Ditengah jalan sepulang dari kontes busana yang diadakan kampusny, taksi yang ditumpangi Mukhta tiba2 mogok. Sopir taksi meminta Mukhta untuk menunggu sementara ia mencoba memeriksa kerusakanny, mukhta keluar dari taksi dan bertany,"Ada masalah apa? Berapa lama lagi selesainy?","saya tidak mengerti apa yang salah, saya akan mencari pertolongan dari bengkel disekitar sini".

Hujan turun deras ketika Mukhta menunggu diluar taksi, dia ingin masuk ke dalam taksi tapi pintuny terkunci, ponselny tertinggal didalam. Mukhta basah kuyup berdiri diluar taksi, sebuah mobil melewatiny, Mukhta lalu melambaikan tangan berusaha mencari pertolongan. Mobil tersebut berhenti, Tej Singh Bundela turun dari dalam mobil sambil memegangi payung.

Tej terpesona melihat Mukhta, ia membayangkan Mukhta berlari kearahny dan memelukny diiringi lagu "Dream girl", Setelah Tej tersadar dari imajinasi kotorny,ia melihat Mukhta sedang menatapny dengan tatapan tidak suka. Tej bertany kepada Mukhta,"Apa kamu butuh bantuan?","Tidak, terimakasih","kamu sendirian,Ini sudah malam dan sedang hujan deras. Ambillah payungku".

Payung Tej tiba - tiba diterbangkan angin, Tej berkata, "kamu menatapku dengan tatapan marah, payungku jadi terbang. Boleh saya mengantarmu pulang? saya ada mobil","saya telah katakan kepadamu, saya tidak butuh bantuanmu".Setelah hujan reda, sopir taksi datang bersama seorang mekanik, sopir taksi bertany, "Ada masalah apa nona?","kamu meninggalkan seorang gadis sendirian disini. kamu lah masalahny!"

Tej memarahi sopir tersebut mencari simpati Mukhta. Mukhta masuk ke dalam taksi, ia tidak mau menjawab ketika Tej menanykan siapa namany.Tej telah menemukan gadis impianny, baginy tidak ada kata "terlalu tua" untuk menikahi seorang gadis. Setelah kematian Baldev Singh Bundela, Tej harus menikah untuk mendapatkan setengah dari harta warisan Baldev, Tej bertekad untuk menikahi Mukhta bagaimanapun carany.

Sinopsis "Uttaran Episode 224" menceritakan tentang ,Gunvanti bertindak setelah sebelumnya Mukhta datang ke kantor Veer untuk memberitahu Veer segalanya tentang Ichcha, tapi Kanha datang menyusul Mukhta dan berhasil menghentikannya.Gunvanti turun dari mobil, Mukhta bertanya, "Mengapa kamu ada disini?",saya datang untuk memberikanmu hadiah. Baca ini",

Gunvanti memberikan surat kabar kepada Mukhta. Mukhta melihat judul berita utama di surat kabar tersebut, 'Cucu Jogi Takhur - Seorang gadis lugu atau si cantik yang licik?', Mukhta melanjutkan membaca beritanya, 'Skandal ini disembunyikan dari media tanpa alasan yang jelas, mengapa dia datang sendirian ke hotel itu?',isi berita tersebut memfitnah Mukhta sebagai gadis yang licik, dan Yuvraj yang tak bersalah menjadi korbannya.

Mukhta bertanya,"Mengapa kamu melakukan ini? Semua yang tertulis disini adalah kebohongan. Mengapa kamu merusak kehidupanku dan keluargaku?","Jika kebohongan ini sudah dicetak, maka apa yang tertulis disana akan jadi kebenaran. Baca selanjutnya, artikel ini akan menjelaskan bagaimana kamu memanfaatkan Yuvi dan apa yang telah kamu lakukan kepadanya. saya bahkan punya fotomu saat sedang berada di klub malam",

Gunvanti melanjutkan : "Foto itu akan menunjukkan kalau kamu sering datang ke klub malam bersama Yuvi dan bagaimana malam itu kamu menjebak Yuvi untuk datang ke kamar hotel itu. Memberikannya alkohol lalu kamu berteriak 'tolong! Tolong! Kemudian Ichcha datang menolongmu. Pertanyaannya, apa yang dilakukan Ichcha larut malam di hotel yang sama? Jawab saya".Mukhta berkata, "kamu tau yang sebenarnya, kamu tau segalanya",

"Kebenarannya adalah sesuatu yang disukai masyarakat untuk dibaca di surat kabar. Butuh waktu bertahun2 jika kamu ingin bertarung tentang kebenaran dan kebohongan di pengadilan. saya bisa memulai dan mengakhiri pertarungan itu disini sekarang juga, lalu kamu dan ibumu (Ichcha) tidak akan sanggup menghadapi dunia",

"Mengapa kamu melakukan ini semua?","saya sudah katakan kepadamu dan ibumu Ichcha, dia tidak bisa lagi menjadi menantu di rumahku, lalu kamu datang lagi ke kantor Veer,saya juga akan mengatakan di artikel itu kalau kamu dan ibumu Ichcha menginginkan uangku dan Veer, itulah mengapa kamu tetap datang ke rumah kami dan ke kantor Veer","Hanya karena saya datang ke kantornya, kamu melakukan ini semua?".Gunvanti berteriak,"Beraninya kamu datang ke kantor Veer! Apa yang kamu fikirkan?saya akan tetap diam sementara kamu bisa berbuat sesukamu?",

"saya tidak mengatakan apapun kepadanya","Itulah mengapa saya membawa surat kabar ini sebagai contoh kepadamu, untuk memberimu peringatan kalau kamu harus menghentikan kasus ini dan dan jangan ikut campur urusan keluarga kami. Jika tidak,surat kabar akan menerbitkan berita ini besok!"Gunvanti melanjutkan: " saya akan mengeluarkan uangku seperti air untuk melakukannya! kamu belum tau kekuatan dari keluarga Bundela.saya bisa pastikan, kamu dan keluargamu tidak akan sanggup keluar dari rumah".Gunvanti memberikan surat kabar tersebut kepada Mukhta dan berkata, "Ini peringatan terakhirku kepadamu".

Kali ini nenek berusaha mengambil hati Meethi dengan mengantarkan bekal untuk Meethi ke kampusnya. Nenek turun dari bajai, dibelakangnya, Tej turun dari mobil untuk mencari gadis impiannya (Mukhta).Tej menaiki tangga sambil bernyanyi,"Dream girl... Dream girl..".Nenek dan Tej berpas-pas an di lantai 2, mereka saling memandang dengan tatapan jijik lalu mereka kembali fokus dengan tujuannya masing2,mencari Meethi dan Mukhta. Nenek masuk ke dalam sebuah kelas yang penuh dengan mahasiswa/i, nenek berdiri di depan kelas dan berkata,

"saya ingin menemui Meethi Bharty",Nenek melihat ke seluruh ruangan, tapi tidak dapat menemukan Meethi. Nenek mencari ke kelas lain, ia masih belum bisa menemukan Meethi.Nenek merasa jengkel, ia berjalan sambil ngomel2 di lorong kampus tanpa memperhatikan jalannya. Tiba2 Tej datang dari arah berlawanan, mereka bertabrakan, bekal yang dibawa nenek terjatuh.Nenek memarahi Tej,"Apa kamu tidak bisa melihat? Ambilkan bekal itu!","kamu saja ambil sendiri","saya tidak pernah menundukkan kepalaku didepan siapapun. Ambilkan bekal itu!".Nenek melepas kacamata hitam yang dipakai Tej dan berkata, "Lelaki tua" sambil menatap jijik.

Tej akhirnya mengambilkan bekal nenek yang terjatuh. Setelah nenek pergi meninggalkan Tej, Tej berkata kepada dirinya sendiri, "Dia sendiri sudah tua dan dia mengatakan saya tua?!".Nenek melihat Mukhta sedang duduk sendirian di taman, nenek memutuskan untuk menitipkan bekal Meethi tersebut kepada Mukhta. Nenek berjalan menghampiri Mukhta. Mukhta bertanya, "Mengapa nenek ada disini?".Nenek melihat Mukhta sedang duduk sendirian di taman, nenek memutuskan untuk menitipkan bekal Meethi tersebut kepada Mukhta. Nenek berjalan menghampiri Mukhta. Mukhta bertanya, "Mengapa nenek ada disini?",
"saya ingin mengantar bekal",

"saya sudah bawa bekalku","Bukan untukmu tapi untuk Meethi. kamu sudah punya ibu baru untuk membuatkan bekalmu".Tej melihat nenek dan Mukhta dari lantai atas dan berfikir, "Apa yang dibicarakan wanita tua itu dengan gadis impianku?".Nenek bertanya kepada Mukhta,"Dimana Meethi?","saya tidak tau. Mungkin dia tidak datang ke kampus. saya tidak melihatnya dimanapun hari ini","Beritahu dia kalau saya membawakan bekalnya hari ini, atau kamu harus minta izin dulu kepada ibumu Ichcha untuk mengatakan itu kepada Meethi?".Nenek menitipkan bekal Meethi kepada Mukhta. Dari lantai atas, Tej melihat nenek memberikan bekal kepada Mukhta, ia berfikir,

"Wanita tua itu membawakan makanan untuk gadis impianku, mereka pasti ada hubungan keluarga. Mungkin neneknya?".Sebelum meninggalkan Mukhta, nenek berkata, "Mukhta, saya sudah melakukan banyak hal untukmu","Ya, nenek sudah melakukan banyak hal untukku, tapi jangan lakukan itu lagi. saya sudah mengerti sekarang, siapa yang benar dan siapa yang salah. Sekarang saya sudah memiliki ibu Ichcha dan nenek Damini".Tej mulai menyanyikan lagu dream girl dan memberi kecupan jarak jauh kepada Mukhta.Meethi dan teman2nya bolos kuliah dan bersenang2 di mall. Temannya bertanya kepada Meethi,"Apa ada yang kamu sukai?",

"Tidak,saya datang kesini bukan utk berbelanja,saya tidak punya uang lagi untuk dihabiskan","Serahkan saja pada kami,kamu ambillah yang kamu suka".Meethi mulai bingung dan bertanya,"Apa kalian punya voucher belanja?","Apapun yang kamu suka,ambil saja dan masukkan ke dalam tas mu.Kami selalu melakukannya setiap akhir pekan","Tapi itu salah! Itu namanya mencuri!Dlm hal ini saya tidak mendukung kalian,dan jika kalian melakukannya saat bersamaku,aku pastikan kalian akan ditangkap!".

Meethi meninggalkan mereka menuju toilet.Temannya berkata,"Dia tidak akan bisa membuat kita tertangkap!Sekarang tunggu dan lihat saja,saya akan beri dia pelajaran!".Setelah Meethi kembali dari toilet,temannya diam2 memasukkan aksesoris yang dijual di toko itu ke dalam tas Meethi, alarm toko berbunyi ketika Meethi melangkah keluar dari dlm toko.Tas Meethi pun digeledah,manager toko menemukan kalung didalam tas Meethi. Meethi tersudutkan dan panik krn dituduh mencuri.Ketika Meethi akan dibawa ke ruang security, Vishnu(saat ini dipanggil Vishnu dulu ya, Namanya Akash, tapi nanti setelah terbongkar supaya nggak bingung) datang dan berkata,"saya tau apa yang sebenarnya terjadi".

Meethi teringat kata2 Vishnu,"saya akan menghentikanmu setiap kamu melangkah ke arah yang salah".Vishnu memberikan ponselnya kepada manager toko dan berkata,"saya sudah merekam semuanya di ponsel ini,kamu bisa melihatnya".Manager toko kemudian memperlihatkan rekaman video tersebut kepada Meethi,Meethi sangat kecewa dengan teman2nya dan berkata, "Bagaimana bisa kalian melakukan hal ini kepada teman sendiri?". Teman2 Meethi pun dibawa security, manager meminta maaf kepada Meethi.Sebelum Meethi pergi,Vishnu berkata,"Terimakasih!"Meethi menoleh kebelakang melihat Vishnu, Vishnu melanjutkan,"Itu yang seharusnya kamu katakan padaku",
"Makasih!" Jwb Meethi sambil berlalu pergi.Vishnu melanjutkan,"saya tau yang ingin kamu katakan tapi tidak kamu katakan.kamu ingin mengatakan jika saya tidak ada disini sekarang, maka kamu akan difitnah. saya membuatmu menyadari sifat asli teman2mu hari ini!"."Maaf? saya sama sekali tidak ingin mengatakan itu, kamu salah paham. kamu selalu datang ketempat dimana saya berada,mengapa kamu selalu datang setiap saya terkena masalah? Itu artinya kamu membuntutiku kan!","saya tidak membuntutimu, kenyataannya adalah kamu selalu ada dimanapun saya berada. kamu harus kembali ke kampusmu, saya akan mengantarkanmu",

"saya tidak mau!".Vishnu menahan ponsel milik Meethi dan berkata, "Kalau kamu ingin ponselmu kembali, kamu harus pergi ke kampus", Meethi berlari mengejar Vishnu.Vishnu duduk diatas motornya, Meethi masih berusaha meminta ponselnya dikembalikan. Vishnu bertanya, "Apa kamu mau kembali ke kampus?","Tidak!","Duduk dibelakangku, kamu akan mendapatkan ponselmu kembali setelah sampai di kampus".Meethi akhirnya menyerah dan duduk dibelakang Vishnu. Meethi menggerutu sepanjang perjalanan ke kampus. Sesampainya di kampus, Meethi kembali meminta ponselnya.

Vishnu berkata, "Masuk ke kelasmu, baru kamu akan mendapatkan kembali ponselmu","kamu sudah melakukan banyak kebaikan untukku, sekarang lakukan 1 kebaikan lagi dan kembalikan ponselku!".Vishnu mengembalikan ponsel Meethi, bukannya langsung kembali ke dalam kelas, Meethi malah mengolok2 Vishnu dan berkata, "kamu fikir saya akan masuk ke dalam kelas yang membosankan? Anda kurang beruntung".Vishnu turun dan kembali merampas ponsel Meethi.Vishnu berkata,"Jika saya bisa mengambil ponselmu satu kali maka saya bisa mengambilnya lagi. Sekarang pergilah masuk ke dalam kelasmu",

Vishnu menarik tangan Meethi mengantarkannya masuk ke dalam kelas. Setelah mereka sampai di depan kelas, dosen Meethi bertanya,"Kemana saja kamu beberapa hari ini? Jika kamu terlalu banyak alfa kamu tidak akan bisa mengikuti ujian!".Vishnu pun tersenyum ketika Meethi masuk ke dalam kelasnya.Sebelum hari persidangan tiba, Tej membayar uang jaminan pembebasan Yuvraj, hubungan mereka pun semakin dekat. Yuvraj merasa dirinya senasib dengan Tej, mereka sama-sama memiliki ayah yang tidak memikirkan perasaan putranya. YuvrajdanTej memutuskan untuk bersenang-senang di sebuah tempat kasino.

Tej bertanya kepada Yuvraj,"Bagaimana penampilanku?","Keren!" puji Yuvraj.Disaat yang sama, Mukhta masuk ke dalam tempat kasino tersebut untuk mencari Mr.rathore, Mukhta ingin meminta bantuan dari papa nya untuk menangani kasusnya dengan Yuvraj.Tej berkata kepada Yuvraj,"Jika seseorang bertanya, katakan saya abangmu. Jangan bilang kalau saya adalah kakekmu!".Mukhta berjalan dibelakang mereka, ia menemui manager di lantai 2 untuk menanyakan keberadaan papanya. Manager menjawab,"Beberapa hari ini tuan Rathore pergi keluar kota untuk urusan bisnis",

Mukhta meminta nomor ponsel milik Mr.rathore yang lain, tapi manager hanya memiliki 1 nomor ponsel milik Mr.rathore, nomor tersebut tidak aktif sejak kemarin.Sementara itu dilantai bawah, Tej sangat gembira memenangkan permainan poker, Yuvraj tertawa melihat tingkah kakeknya. Ketika Yuvraj mengalihkan pandangannya ke lantai atas, mood nya langsung berubah drastis, ia melihat Mukhta.Yuvraj berkata, "Apa yang dia lakukan disini? Pasti dia sedang mencari petunjuk!",

"Mengapa kamu terlihat sangat ketakutan? Kita sudah menang!" kata Tej.Tej kemudian melihat ke arah Mukhta. Yuvraj memberitahu Tej,"Dia lah satu-satunya gadis yang menyebabkan diriku terlibat kasus dengan polisi".Tej tersenyum dan berkata kepada dirinya sendiri, "Dia adalah gadis impianku..".Tej bertanya kepada Yuvraj, "Apakah itu gadis yang kamu maksud? ","Ya, dialah satu-satunya, Mukhta Rathore!",

"Wow, kakek dan cucunya ternyata menginginkan gadis yang sama!" Jawab Tej.Yuvaj menerima telfon dari Gunvanti, ia tidak bisa mendengar suara Gunvanti dan pergi keluar untuk bicara lewat telfon. Tej kemudian mendekati Mukhta, ia menghalangi jalan Mukhta dan berkata, "Selamat malam".Mukhta teringat kejadian saat pertama kali melihat Tej. Tej memberikan bunga mawar kepada Mukhta, Mukhta melihat Tej dengan tatapan jijik dan melanjutkan langkahnya. Tej kembali menghalangi Mukhta dan berkata,"Malam itu berbeda dengan malam sekarang",

"Jangan bersikap tidak sopan kepadaku! ","saya tidak akan bersikap tak sopan kepadamu. Tidak akan pernah, saya ingin menghabiskan waktu bersamamu, maka malamku akan jadi lebih menyenangkan".Tej memotong-motong lalu menaburkan kelopak bunga mawar ke lantai dan meminta Mukhta untuk berjalan diatasnya. Mukhta berkata, "Apa kamu tidak mengerti? saya katakan kepadamu, jangan bersikap tidak sopan terhadapku!","kamu sudah mengatakannya, lalu kamu semakin marah, wajahmu menjadi merah, mau kah kamu meminum minuman berwarna merah bersamaku?". Mukhta kehilangan kesabarannya dan menampar Tej.

Manager menghampiri mereka dan bertanya, "Apa semuanya baik-baik saja?","Tidak. Dia tamu mu tapi dia melupakan jalan untuk keluar" jawab Mukhta.Setelah Mukhta pergi, Tej berfikir, "Setidaknya dia telah menyentuhku, walau dalam keadaan marah".Yuvraj kembali dan bertanya,"Apa yang telah terjadi?","saya telah mengatasi gadis itu. Apapun yang dia katakan, dia menyampaikannya dengan sangat baik dan penuh rasa hormat","Tolong jelaskan dengan singkat","saya bisa menenangkan siapapun!",

"Ngomong-ngomong, nenek menelfonku terus menerus. Kita harus segera pulang! Kita akan pulang ke rumah dan memberitahu nenek kalau kamu sudah bicara dengan Mukhta","Ini adalah rahasia, kamu tidak bisa membawa namaku dalam masalah ini! Oya, dimana gadis itu tinggal?","Kenapa? Apa kamu ingin memata2inya?".Tej tertawa mendengarnya, Yuvi kemudian menulis alamat Mukhta dan memberikannya kepada Tej.Tej datang ke rumah Takhur ketika nenek sedang mencari gelangnya yang tidak sengaja dibuang Rohini di tempat pembuangan sampah di depan rumah. Tej mendekati nenek dan memberi salam.

Nenek terkejut melihat Tej, Tej berkata,"Jangan salah paham nyonya..",Tej "kamu bahkan datang ke rumahku? kamu benar-benar tidak punya rasa malu!" Jawab nenek sambil memukuli Tej menggunakan kayu.Tej menangkis pukulan nenek setelah dipukuli beberapa kali. Tej berkata, "kamu fikir siapa diriku? Romeo pinggir jalan? saya adalah bagian dari keluarga Bundela. Namaku adalah Tej Singh Bundela!".Nenek terkejut mendengar nama Tej. Tej melanjutkan, "Mengapa kamu terdiam setelah mendengar namaku?saya datang kesini bukan untukmu. saya datang untuk menemui gadis impianku, Mukhta",

"Beraninya kamu bawa2 nama Mukhta! Apa kamu datang untuk mengancam kami?","Tidak, saya datang untuk urusan pribadi. Tolong panggilkan dia!","saya akan panggilkan kakeknya, Jogi Takhur. Lihatlah apa yang akan terjadi! Nak jogi! Jogi!".Tej langsung kembali ke mobilnya dan pergi meninggalkan rumah Takhur.Malamnya, nenek memikirkan kedatangan Tej ke rumah Takhur, nenek berfikir, "Tej adalah anggota keluarga Bundela yang tidak diakui. Apa yang dia inginkan dari Mukhta?".Meethi mencari Vishnu untuk meminta ponselnya kembali, ia terkejut melihat Vishnu sedang memberi makan fakir miskin.Vishnu berkata, "Lepaskan sandalmu dan letakkan diluar kuil, apa kamu lapar? kamu juga mau makan?",

"saya tidak lapar! Cepat kembalikan ponselku!".Vishnu mengabaikan Meethi dan melanjutkan tugasnya memberi makan fakir miskin. Vishnu berkata, "Lepaskan dulu sandalmu itu",Meethi akhirnya melepaskan sandal dan meminta Vishnu mengembalikan ponselnya. Vishnu berkata, "Tolong bantu saya","saya tidak mau". Vishnu kembali mengabaikan Meethi.Meethi akhirnya menyerah dan menolong Vishnu, Vishnu tersenyum melihatnya. Meethi terlihat sangat lelah setelah selesai membantu Vishnu, ia kemudian berteriak kepada Vishnu,"Sekarang cepat kembalikan ponselku! ",

"Prosesnya belum selesai, kita harus meletakkan makanan ini kedalam kuil, setelah itu baru selesai".Meethi semakin marah dan berkata, "Ambil saja ponsel itu untukmu! Anggap saja sebagai hadiah, saya tidak menginginkannya!","siapa yang bisa menolak hadiah?" Jawab Vishnu. Vishnu tersenyum melihat Meethi .Di rumah keluarga Bundela, Gunvanti berkata kepada Yuvraj,"Nenek menelfonmu berkali2 tadi malam, tapi kamu tidak punya waktu","Nenek, saya sedang sakit kepala","Bagaimana tidak sakit kepala, kamu minum-minum semalaman!".

Yuvi meletakkan kepalanya dipangkuan Gunvanti dan berkata,"Maafkan saya nek,sekarang beritahu saya kenapa nenek terus menerus menelfonku?","Nenek ingin memberitahu kalau nenek sudah menutup mulut Mukhta!".Yuvi duduk kembali di sofanya dan bertanya, "Bagaimana bisa nenek melakukannya?","Nenekmu bisa melakukan apapun!".Gunvanti tersenyum, ia memberikan surat kabar yang berisi fitnah tentang Mukhta kepada Yuvi,"Bacalah..".Gunvanti kemudian menceritakan kedatangannya ke kampus Mukhta. Yuvraj memuji Gunvanti, "kamu adalah nenek terbaik! saya sangat menyayangimu.Sekarang, Mukhta Rathore akan mengetahui siapa itu Yuvraj Singh Bundela!",

"Mukhta Rathore tidak akan punya keberanian melangkah ke pengadilan","Nenek benar!". Nenek dan cucu ini tersenyum atas kemenangan mereka.Tej datang kembali ke rumah Takhur, kali ini ia berhadapan langsung dengan Tuan Takhur. Tuan Takhur melihat Tej turun dari mobilnya dan bertanya, "Apa tujuanmu berkeliaran di sekitar rumahku?","saya sedang mengumpulkan keberanian untuk membicarakan sesuatu padamu,Tuan","Apa itu?","saya ingin menikahi cucumu, Mukhta","Jangan membuat lelucon seperti itu denganku!".Tuan Takhur mendorong Tej. Tej hampir mengeluarkan pistolnya, tapi ia berusaha mengendalikan diri dan berkata,

"saya jatuh cinta kepada Mukhta, kamu dan cucumu sangat beruntung, kami akan menjadi pengantin, dia akan dijemput dengan mobil yang mewah! saya adalah putra dari Baldev Singh Bundela, saudara tiri Umed. saya salah seorang yang memberikan berkat kepada putrimu ketika ia datang ke rumah keluarga Bundela dan sekarang saya datang untuk menikahi cucumu Mukhta".Tuan Takhur mengamuk, ia memaksa Tej masuk ke dalam mobil dan mengusirnya. Tuan Takhur tidak habis fikir, bagaimana mungkin lelaki tua itu berniat untuk menikahi gadis yang seperti cucunya sendiri.

Sinopsis "Uttaran Episode 225" 2 mei 2016 menceritakan tentang ,Meethi bangun tepat jam 12 malam, dia meletakkan kado hadiah ulangtahun Mukhta diam-diam. Meethi mengucapkan selamat ulangtahun dan kembali keatas tempat tidur melanjutkan tidurnya. Paginya, Mukhta tersenyum bahagia melihat kado spesial dari Meethi beserta kartu ucapan, Mukhta memanggil-manggil nama Meethi namun tidak ada jawaban, Mukhta berfikir mungkin Meethi sudah lebih dulu berangkat ke kampus.Mukhta bersiap-siap dan turun ke bawah, dia memanggil-manggil kakeknya namun tidak ada siapapun dibawah. Tuan Takhur dan yang lainnya sedang bersembunyi, mereka ingin memberi kejutan di hari ulangtahun Mukhta.

Tuan Takhur dan yang lainnya keluar dari persembunyian sambil menyanyikan lagu 'happy birthday', Mukhta tersenyum bahagia dan meminta berkat dari mereka semua. Divya menutup mata Mukhta, Kanha lalu membawakan kue ulangtahun untuk Mukhta. Mukhta terlihat sangat senang, dia meminta maaf kepada Tuan Takhur dan Divya karena kali ini potongan kue pertamanya akan diberikan kepada Ichcha.Ichcha tersenyum, dia mengambil potongan kue yang diberikan Mukhta dan berkata,"Ini adalah hari ulangtahunmu. kamu lah yang harus memakan potongan kue pertama".

Nenek tiba-tiba datang dan melempar tangan Ichcha ketika Ichcha ingin menyuapi kue ke mulut Mukhta. Semua orang terkejut. Nenek berkata, "Beraninya kamu mengambil posisiku dan menyingkirkanku! Selama bertahun-tahun ini sayalah orang pertama yang memberikan manisan di hari ulangtahun Mukhta!","Nenek buyut, tidak ada yang namanya orang pertama dan orang kedua dalam kasih sayang, mengapa nenek merasa terhina jika saya memakan manisan nenek sesudah saya memakan kue dari tangan ibuku (Ichcha)?" Jawab Mukhta.

Nenek bertanya kepada Mukhta,"Sesudah semua kasih sayang yang saya berikan kepadamu, inikah balasanmu dengan cara berpihak kepada Ichcha?".Mukhta meminta nenek menghentikan dramanya, dia berbalik dan meminta maaf kepada Ichcha atas sikap buruk nenek buyutnya.Ichcha menjawab,"Jangan bersikap seperti itu kepada nenek buyutmu, saya tidak apa-apa".Damini berkata kepada nenek,"Semua orang juga tau siapa yang ingin menyingkirkan siapa","Kalian mengulangi hal yang sama seperti yang sudah kalian lakukan terhadap Tappu!" Jawab nenek.

Kanha meminta nenek untuk berhenti merusak suasana bahagia ini. Nenek malah melecehkan Kanha dan bertanya, "Lalu apa yang akan terjadi? Apa kamu akan mengusirku? Itu kan yang kamu inginkan? Itu kan alasanmu membeli rumah mewah ini, untuk mengusir kami satu persatu?".Kesabaran Kanha sudah habis, dia melawan nenek dan berkata,"Memang itu yang ada difikiranku sekarang. Generasi sebelumnya mungkin sudah memaafkan sifat licikmu yang seperti iblis itu tapi generasi baru tidak akan memaafkanmu semudah itu. Mulai sekarang kamu bukanlah anggota keluarga ini!".

Ichcha mencoba menghentikan Kanha tapi Kanha tetap pada pendiriannya. Tuan takhur membuang muka, nenek mencoba mencari pembelaan dari Divya tapi Divya tidak bisa membantu karena dia sadar posisinya di rumah itu. Kanha melanjutkan, "kamu bisa pergi sekarang, tidak ada seorangpun yang mau membelamu". Nenek berdiri membatu.Di rumah keluarga Bundela, Gunvanti sedang berbicara dengan pengacaranya lewat telfon. Gunvanti bertanya, "Apa Mukhta sudah menarik laporannya?","saya mendapat telfon dari pengacara Mukhta Rathore" jawab pengaca Gunvanti. Gunvanti tertawa, dia berfikir bahwa keinginannya sudah tercapai.

Gunvanti berkata, "Datanglah ke rumahku secepatnya, saya akan memberikanmu manisan","Bukan seperti itu Nyonya, pengacaranya ingin menemuimu","Ada apa?","saya tidak tau, tapi dari apa yg pengacara Mukhta Rathore katakan, tidak ada tanda2 mereka akan mencabut laporannya","Baiklah, suruh dia datang kesini jam 4 sore, tapi pastikan dulu apa keinginan mereka!".Gunvanti menutup telfon dan bertanya2,"Apa yang mereka fikirkan? saya fikir mereka akan mencabut laporannya?!".Gunvanti berjalan ke ruang tamu, dia melihat Tej sedang tidur di lantai. Gunvanti membangunkan Tej,Tej Mabuk"Tej Singh, pergi tidur di kamarmu sendiri!".Tej bangun dan meminta maaf,"Maaf saya ketiduran disini".

Tej melihat Amla membawakan teh dan bertanya,"Apa dia membawakan teh untukku?","Dia membawakannya untukku! kamu hanya minum minuman beralkohol siang dan malam! Pergi ke kamarmu!","saya satu2 orang yang tidak punya istri di rumah ini dan jika saya tidak menikah secepatnya, seluruh warisan milikku akan jatuh ke tanganmu. Jawab pertanyaan ku, saya juga bagian dari keluarga Bundela.. Dengan penampilan menarik, tubuh yang sehat, banyak uang, dari 50% harta warisan Bundela..",Gunvanti memotong, "Jika memiliki darah yang kotor, siapa yang mau menyerahkan gadis dari keluarga baik2 kepadamu?". Gunvanti pergi meninggalkan Tej.

Tej berfikir,"Baldev Singh, kamu sudah menikmati hidupmu dan memberikan cap (anak tidak sah) yang tidak bisa dihapus kepadaku..".Amla melihat Tej dan bertanya, "Jika kamu adalah keturunan Bundela, kenapa tidak kamu ajak saja seorang gadis kawin lari denganmu?","Ide bagus! Mau kah kamu kawin lari denganku?"Tej menggerlingkan matanya menggoda Amla. Amla berteriak,"Tidaaaaak", dia lari meninggalkan ruangan itu. Tej tertawa dan berkata, "saya akan membuat Mukhta ku kawin lari denganku".Kembali dikeluarga Takur, Nenek mengemasi barang2nya dan turun kebawah. Rohini menangis, dia tidak ingin ikut dengan nenek, dia hanya mendoakan agar nenek tetap bahagia hidup diluar sana. Nenek berjalan ke arah patung dewa didalam rumah. Nenek menangkupkan kedua telapak tangannya,

dan berkata, "Dewa, saya akan pergi dari rumah ini, tapi sebelum saya pergi, saya akan berdo'a untuk kedamaian dan ketenangan di rumah ini. saya hanya menginginkan berkatmu untuk rumah ini".Divya mendekati nenek. Nenek berkata, "Jangan hentikan saya, saya tidak ingin kamu juga ikut dihina. Jangan hentikan saya!","saya tidak ingin menghentikanmu, ibu" jawab Divya. Nenek shock mendengarnya.Divya berkata, "Hari ini saya tidak akan menghentikanmu".Divya memeluk nenek,"Kemanapun ibu akan pergi, tolong jaga dirimu sendiri",

"Luar biasa Divya, beruntungnya saya memiliki putri seperti dirimu! Bahkan kamu menjadi bagian dari keluarga seorang pelayan hari ini. kamu lupa, demi keluargamu, demi putrimu dan cucumu, saya sudah memberikan hidupku. kamu tau benar, saya selalu berpihak pada Tappu, dan hari ini tidak ada seorangpun yang membelaku","saya selalu mendukungmu, bu.. Tapi tidak ada yang tau kapan seseorang akan mendukungmu atau meninggalkanmu sendirian. Tidak ada yang tau. Ketika Tapasya diusir dari rumah ini karena kesalahannya, ibu lupa saat itu ibu juga meninggalkannya".

Nenek mengingat kejadian saat Tapasya diusir, dan Tuan Takhur menawarkan jika nenek mau, nenek bisa ikut pergi dari rumah ini bersama Tapasya, tapi nenek malah melepaskan genggaman tangannya dari lengan Tapasya. Divya melanjutkan kata2nya,"Tapasya sudah menjalani hukumannya sendirian, ibu juga harus menjalani hukuman atas kesalahan ibu sendiri. Jagalah dirimu baik2".Ichcha memberi kode kepada Mukhta. Mukhta lalu mendekati nenek dan berkata, "Nenek, jika nenek mau, nenek bisa tetap tinggal disini bersama kami".Ichcha tersenyum. Mukhta melihat ke arah Kanha dan berkata, "Jika kakak tidak keberatan, bolehkah saya meminta hadiah kecil di hari ulangtahunku? Kakak tidak akan menolaknya kan?".

Nenek kembali besar kepala dan berkata, "Sudah kuduga. saya sudah tau, Mukku ku tidak akan membiarkanku pergi, dia akan menghentikanku","Ya nek, saya tidak akan membiarkan nenek pergi karena ini adalah keinginan ibuku Ichcha" jawab Mukhta. Nenek melihat ke arah Ichcha dengan tatapan marah.Mukhta bertanya kepada Ichcha,"Ibuku Ichcha, ini kan yang ibu inginkan? saya sudah melakukannya","Oh, jadi ini taktik dari anak kampung itu?","Ini bukan rencana dari ibuku(Ichcha)! saya ingin nenek minta maaf kepadanya, sesudah itu baru nenek bisa tetap tinggal di rumah ini".

Nenek menolak syarat yang diberikan Mukhta dan pergi meninggalkan rumah. dia menarik kopernya keluar dan berhenti sebentar didekat pagar, menoleh kebelakang mengenang saat dia pertama kali datang ke rumah itu.Nenek berjalan tergopoh2 menarik kopernya, tidak ada satupun bajai yang mau berhenti. Nenek lalu melihat sebuah kedai teh dan memutuskan untuk beristirahat sebentar disana. Di kedai teh yang sama, Tej turun dari mobilnya, dia melihat nenek, Tej lalu menghampiri nenek dan berkata, "Dalam masa yang sulit, lebih baik bekerjasama dengan musuh".

Tej lalu mentraktir nenek di sebuah cafe, Tej memberikan burger kepada nenek dan berkata,"Makanlah, saya ini bukan orang yang pelit","saya tidak pernah berhutangbudi sebelumnya, saya juga tidak mau hidup dari kebaikan hati orang lain. saya akan mengembalikannya padamu suatu hari nanti. Demi dewa, percayalah padaku","Nenek, apapun yang diberikan, hanya diberikan dari dewa, mengapa darahmu mendidih? Seseorang yang menolongmu saat kamu sedang dalam masalah adalah satu2nya orang yang kamu miliki".

Tej mnyodorkan minuman dingin kepada nenek. Nenek berfikir, "Orang seperti dia tidak mungkin mnolongku dengan gratis. Apa yang dia inginkan dariku??".Semntara itu, Tuan Takhur bersama pengacaranya datang ke rumah keluarga Bundela, dia mmberitahu Gunvanti,"Drama surat kabar yang kamu tunjukkan kepada Mukhta ini tidak akan mnghentikan cucuku untuk mlanjutkan kasus ini, cucuku mndapat dukungan dari seluruh keluarga. saya juga bisa mmberitahu Veer kalau dia akan hancur karena sikapmu ini tapi saya tidak ingin mnghancurkan hubungan antara ibu dan anak, saya peringatkan kamu untuk tidak mngambil langkah seperti ini karena kamu mnghadapi kasus yang bukan hanya demi dirimu sendiri tapi demi semua wanita yang ada di dunia!".

Tuan Takhur lalu mninggalkan rumah keluarga Bundela tanpa mmberikan Gunvanti kesempatan untuk mnjawab.Meethi mrasa sedih dengan kepergian nenek, dia berfikir,"Nenek adalah satu2nya orang yang mndengarkan saya dan mnolongku. Bahkan dia sudah pergi dari rumah, sekarang saya tidak punya siapa2 lagi!".Vishnu mndekati Meethi. Tanpa mnoleh kebelakang, Meethi berkata, "kamu sudah datang?","Dengan siapa lagi kamu bertengkar? ","Apa kamu fikir saya akan terkejut setiap mlihatmu?","Itu artinya kamu sudah mnerima kenyataan bahwa saya selalu ada dimanapun kamu berada","Tidak, saya tau tidak ada orang yang bisa bersama denganku selamanya, saya percaya itu","Dimana temanmu? Kaleng bir nya? saya tidak mlihat nya ditanganmu","Itu bahkan tidak bisa mringankan kepedihanku","Apa masalahnya? kamu sudah mmiliki segalanya dalam hidupmu","Setidaknya jangan ceramahi saya. Kata2mu tidak bisa mringankan kepedihanku!",

"kamu fikir semua kepedihan dan penderitaan hanya ada dalam hidupmu? Tidak ada dikehidupan orang lain? Ayo kita pergi dan lihat!". Vishnu berjalan kearah motornya."saya tidak ingin pergi kemanapun" jawab Meethi."Ayo pergi denganku!","Asal kamu tau kampus ku sudah tutup jam segini","Ada satu kampus yang selalu terbuka, dimana kamu bisa banyak belajar tentang arti kehidupan. saya akan mnunggumu, saya tidak akan mmaksamu seperti sebelumnya. saya hanya mnunggumu disini".

Vishnu naik keatas motornya, tidak lama lalu Meethi ikut naik keatas motor Vishnu. mreka pergi ke suatu tempat yang dijanjikan Vishnu.Tej mnyewakan sebuah kamar hotel murah untuk nenek. Nenek mnutup hidungnya dan berkata, "saya tidak bisa tinggal disini. Tempat ini sangat kotor","kamu ingin tinggal di Taj Mahal? Apa saya harus buatkan 1 untukmu?","saya tidak bisa tinggal disini!","saya pernah tinggal di tempat yang lebih buruk dari ini. saya sudah mmbayar sewa kamar ini untuk 3 hari kedepan. kamu bisa makan apapun yang kamu inginkan. Semuanya tersedia disini",

"mngapa kamu mmbantuku dan mlakukan ini semua untukku? saya tau persis orang sepertimu bahkan tidak akan mnolong ibunya sendiri tanpa kepentingan pribadi".Tej tertawa dan berkata,"kamu benar2 sangat mngenalku. Seseorang akan sangat mngenal orang lain yang sama persis seperti dirinya","Tej Singh! saya bukan anggota keluarga Takhur yang tidak diakui seperti dirimu! Jangan pernah bersikap tidak sopan terhadapku dan katakan apa yang kamu inginkan?","Sekarang kamu mmbicarakan tentang bisnis, mmberi dan mnerima, Nyonya Takhur?","Katakan apa yang kamu inginkan!".

Tej bicara tidak jelas seperti orang gagap, nenek semakin marah,"mngapa kamu tergagap? Beritahu apa yang kamu inginkan! ","saya ingin mnikahi Mukhta!","saya akan mnarik lidahmu keluar jika berani mnyebut nama Mukhta!".Tej mmegang tangan nenek dan berkata,"saya butuh bantuan dan berkat darimu dalam niat baik ini!".Tej mletakkan tangan nenek diatas kepalanya, nenek terdiam. Tej bertanya, "Apa yang kamu fikirkan?","Pergi dari sini atau saya akan..","atau apa? kamu lupa bahwa ini bukanlah kamarmu? Ini kamar yang sudah saya sewakan untukmu!","kamu mulai kehilangan akal. Dimana akal sehatmu? kamu ingin mnikahi Mukhta? Pernahkah kamu mlihat wajahmu dicermin?!".

Tej bertanya,"Apa yang salah denganku? Para gadis akan mngantri untuk mnikah denganku. Tapi hati ini hanya mncintai Mukhta","Lupakan tentang hatimu. kamu sudah mulai pikun!","Laki2 tidak pernah mnjadi tua. saya akan mnikahinya, saya akan mnjaganya dengan penuh kasih sayang. Pernikahan ini akan terjadi. Pikirkanlah baik2, sekarang putuskanlah apakah kamu akan mnolongku atau tidak?","Itu tidak akan terjadi selama saya masih hidup","kamu sudah hidup dalam waktu yang lama dan sekarang tidak ada yang mnjagamu? Jika kamu mnolongku, saya akan mnolongmu","Jika kamu mngatakan ini didepan Jogi, dia pasti akan langsung mncekikmu!",

"saya sudah bertemu dan bicara langsung dengannya. Dia benar2 laki - laki yang sangat bijaksana. Dia tidak mnembakku dengan peluru","kamu harusnya mrasa malu, mnyukai gadis berusia 19-20 tahun","saya tidak ingin mndengarkan pendapatmu. saya berdiri dihadapanmu untuk mlamar cucumu. Beritahu saya jika kamu setuju, jika tidak, semoga dewa mnyertaimu"Tej mnangkupkan kedua telapak tangannya. Nenek juga mnangkupkan kedua telapak tangannya penuh emosi dan berkata, "Semoga dewa mnyertaimu juga!".

Sebelum Tej pergi,ia berkata,"Pernahkah kamu mlihat mainan per-per an? Semakin kamu mmbengkokkannya, semakin cepat per-nya kembali ke tempatnya semula. Hatiku juga sama seperti itu, semakin kamu bilang TIDAK, TIDAK. semakin hatiku bilang YA, YA. Itu lah mngapa dengan sangat sopan saya mmintamu untuk berfikir, tidak perlu terburu2. Apa kamu ingin makan sesuatu? ",Tej mnambahkan, "Kepala tidak akan bisa berfikir jika perut kita kosong".Sesudah Tej mninggalkan kamarnya, nenek berfikir, "Bagaimana caranya agar saya bisa terbebas dari setan ini?".Vishnu mngajak Meethi ke suatu tempat dimana banyak anak2 bermain. Meethi bertanya,"Tempat apa ini?",
"Ikut saya berkeliling tempat ini".

Meethi tersenyum mlihat anak-anak bermain. Vishnu berkata,"mreka adalah anak-anak yatim piatu tapi kamu tetap bisa mlihat senyuman diwajah mreka. mreka hidup serba kekurangan tapi mreka tetap mmiliki keinginan untuk hidup. Masih banyak anak-anak yang tidak bisa mndapatkan kasih sayang dari orangtua mreka, tapi didalam hati mreka, mreka tidak mmbenci siapapun. Siapapun yang mnggenggam tangan mreka dengan penuh kasih sayang adalah ibu bagi mreka".

Meethi dan Vishnu mlihat anak2 di kelompok yang lain. Seorang anak laki-lski mmberikan bunga kepada Meethi, Meethi tersenyum dan mengucapkan terimakasih. Vishnu bertanya, "kamu kagum pada mereka? Bukan berarti mereka tidak merindukan orangtua mereka, mereka sangat merindukannya karena sesungguhnya tidak ada yang bisa menggantikan posisi orangtua kandung, tapi anak2 ini sudah menemukan kebahagiaan kecil didalam hidup mereka karena seseorang sudah menunjukkan jalan yang benar dan memberikan mereka pendidikan yang baik. kamu tau apa yang salah, nona Meethi? Terkadang kita tidak menghargai sesuatu yang kita miliki. Kita baru menyadari betapa berharganya hal tersebut sesudah kita tidak memilikinya. Anak2 ini mengajarkan bahwa kita tidak boleh menangis untuk apa yang tidak kita miliki dan bersyukur atas apa yang kita miliki sekarang".

Vishnu berkata, "Menyerah dan menyalahkan diri sendiri itu tidak bisa dikatakan kehidupan".Seorang ibu guru mendekati mereka, ia mengenali wajah Meethi dan bertanya,"kamu adalah putri dari ibu guru Ichcha kan? Senang bertemu denganmu. Ibumu sudah banyak berjasa di kampung ini. Dia sudah membangun sekolah ini dan memberikan kehidupan baru untuk anak2 di kampung ini".Meethi lalu terkejut melihat plang bertuliskan 'Sekolah Damini'. Meethi berlari meninggalkan tempat itu, Vishnu mengejarnya dan bertanya,"Ada apa denganmu?",

"kamu membawaku kemari untuk melihat ini? kamu tau bahwa wanita yang membangun sekolah ini dan wanita yang sudah melahirkanku adalah orang yang sama! kamu ingin agar saya melihat betapa hebatnya wanita yang menjadi ibu dari seluruh anak2 yang ada disini?","Tidak, saya hanya ingin agar kamu menyadari bahwa kamu sudah salah paham dengan ibumu","kamu juga? kamu juga memujanya seperti orang lain?","kamu salah paham denganku",

"saya tidak ingin mendengarkanmu lagi. Wanita itu bisa menjadi Tuhan bagi kalian semua, tapi tidak untukku. saya tegaskan,beberapa saat yang lalu saya memang benar, bahwa saya tidak memiliki siapapun dalam hidupku. Tidak ada yang tinggal untuk waktu yang lama didalam hidupku!". Meethi menangis meninggalkan Vishnu.
Divya mulai mencemaskan keadaan nenek, ia berkata kepada Tuan Takhur,"saya setuju bahwa ibu sudah melakukan banyak kesalahan, tapi dia sudah seperti ibuku sendiri, dia menyayangiku seperti anak kandungnya sendiri".Mukhta menghampiri mereka seperti ingin mengatakan sesuatu tapi Divya melarangnya untuk memotong saat orangtua sedang berbicara.

Divya melanjutkan keluhannya kepada Tuan Takhur, "saya mulai cemas, dimana dia berada sekarang","saya mengerti, karena itu saya tetap diam melihat situasi ini","Tapi dia tidak punya siapa2 selain kita. Kemana dia akan pergi diusianya sekarang? Dia punya masalah sendi dan lutut, saya tidak tau apa dia bawa uang atau tidak. Dimana dia?","Itu tidak akan terjadi","Bisakah kita menelfonnya sekali saja untuk mencari tau keadaannya?".Mukhta berkata, "Tidak masalah nek, saya akan menelfon nenek buyut, nenek bicaralah dengannya".

Mukhta menelfon ponsel nenek, disaat yang bersamaan ketika nenek mengangkat telfon dari Mukhta, seorang pelayan hotel datang ke kamar nenek membawakan makanan. Nenek memarahi pelayan hotel itu, ia lupa kalau telfon dari Mukhta masih menggantung. Divya bertanya kepada Mukhta,"Ada apa?".Mukhta lalu menyalakan speaker, mereka bertiga mendengar dengan jelas kalau nenek sedang marah2 dengan pelayan yang membawakan makanannya.Mukhta mematikan telfon dan bertanya kepada Divya,"Bisakah nenek berhenti mencemaskan keadaan nenek buyut? Nenek dengar sendiri kan? Dia baik2 saja dan berada di sebuah hotel sekarang".

Tuan Takhur tersenyum dan mnambahkan, "Dia bahkan makan es krim. Sepertinya tidak masalah baginya ada atau tidak seseorang didalam hidupnya. Mukhta benar, biarkan dia mrasakan kenyataan hidup. Sesudah ini, tidak ada yang boleh mnelfonnya dan tidak ada yang boleh mngangkat telfon darinya".Nenek mnelfon balik ke rumah, tapi Tuan Takhur mlarang Divya untuk mngangkatnya.Ia mncoba mnelfon Meethi, ponsel Meethi tidak aktif.Akhirnya nenek mnelfon ke nomor ponsel Mukhta,awalnya Mukhta m-reject panggilan nenek.Nenek berusaha mnelfon sekali lagi, Mukhta mngangkat telfon dari nenek dan mnjawab,"Apa yang nenek inginkan?mngapa nenek mnelfonku lagi?",

"kamu bicara seperti ini seolah saya mlakukan kesalahan dengan mnelfonmu. saya hanya ingin ngobrol denganmu karena itu saya mnelfonmu.kamu tau hari2ku selalu dimulai dengan mngobrol denganmu","Hari2 itu sudah berakhir nek!","Apa yg kamu katakan?kamu bahkan mrasa keberatan bicara denganku?","Sekarang saya hanya akan bicara denganmu sesudah nenek mnyadari kesalahan nenek","Sekarang anak2 berani mngajariku apa yang harus dilakukan.Apa kamu tau dimana saya berada?Bagaimana kondisiku saat ini?Apa kamu tidak mncemaskanku?",

"Tidak, saya tidak mncemaskanmu. Dimanapun kamu berada kamu sedang hidup dalam kenyamanan dan sangat bahagia.kamu mnelfonku berpura2 tidak bahagia agar saya mmintamu untuk pulang ke rumah.Tapi maaf nek,sampai nenek mnyadari kesalahanmu dan mminta maaf kepada ibu Ichcha,saya tidak akan mnelfonmu dan mmintamu pulang ke rumah ini","kamu lupa kalau saya yang sudah mmbesarkanmu.saya satu2nya orang yang mmikirkanmu dan sekarang kamu mmberitahu kalau saya harus mminta maaf kepada putri dari pelayan itu?",

"Ya nek,saya sudah berhutangbudi padamu.Tapi saya mrasa sedih karena sudah mndengarkanmu. saya tidak akan berjalan di jalan yang benar jika saya mndengarkanmu. saya matikan telfonnya sekarang","Biarkan saya bicara dengan Divya","saya tidak sedang di rumah.Tapi jika nenek mnelfon ke rumah, nenek akan mndapatkan jawaban yang sama. Kakek dan nenekku juga tidak ingin bicara denganmu. Sekarang kami hanya akan bicara denganmu sesudah kamu mnyadari kesalahanmu!".

Nenek mrasa sangat marah dan mmbakar foto Mukhta. Nenek lalu mnelfon Tej dan berkata,"Waktunya sudah tiba, datanglah dan temui saya besok pagi".Tej sangat gembira mndengarnya.Nenek berkata kepada dirinya sendiri,"Tunggu dan lihatlah bagaimana saya akan mngubah hidupmu!"

Sinopsis "Uttaran Episode 226" 3 mei 2016 menceritakan tentang ,Veer memperlihatkan berkas perkara kasus Yuvraj kepada Gunvanti dan berkata,"Baca ini, pengacaranya mengatakan kepadaku kalau kita bisa menyesal seandainya masih menakut-nakuti dan mengancam Mukhta. Mengapa ibu melakukan ini? Mengapa? Ibu ialah neneknya Yuvi. Bukannya membuat dia mengerti, ibu malah berpihak padanya?","Dia ialah cucuku","seandainya Yuvi ialah cucumu, maka Mukhta juga ialah cucu dari seseorang. seandainya Yuvi ialah anak dari keluarga ini, apa kita harus memberinya penghargaan atas perbuatannya?".

Yuvraj turun dari kamarnya, ia mendengarkan pembicaraan Veer dan Gunvanti.Veer berteriak kepada Gunvanti, "Ibu tidak boleh melakukan hal serendah ini! Ibu ialah seorang perempuan, seorang ibu dan seorang nenek, setidaknya ibu memahami apa yang gadis itu rasakan. Dengarkan saya bu, jika gadis itu menarik kasusnya karena ancamanmu, saya akan tetap mendukungnya. Dalam kasus ini saya berada dipihaknya","Apa yang kamu katakan? kamu akan menghukum putramu sendiri? Apa kamu tau dia bisa masuk ke dalam penjara selama 10 tahun? Tahun-tahun berharga dalam hidupnya akan dihabiskan bersama para penjahat. Itu tidak boleh terjadi!".

Yuvi terkejut mendengarnya. Veer berkata, "saya ialah ayahnya, tanggung jawabku menyewa pengacara untuknya dan saya telah melakukannya. namun saya tidak akan menggunakan uangku, nama baik keluargaku dan kekuatan keluarga Bundela untuk menyelamatkannya. Kali ini dia harus dihukum. Hanya dengan ini kita akan melihat perubahan yang nyata dari dirinya".Yuvraj Ketakutan akan dipenjara .Veer pergi meninggalkan Gunvanti. Yuvi benar2 panik mengetahui bahwa dia bisa masuk ke dalam penjara hingga 10 tahun.

Sementara itu, di kamarnya, Tej memakai pakaian pengantin dan berkata kepada dirinya sendiri,"Gadis impian, saya telah siap untuk pernikahan kita, sekarang kamu juga telah siap".Chanda tiba2 masuk ke dalam kamar Tej dan berkata, "Gadis impianmu telah tidak sabar untuk melihat gaun pengantinnya dan kamu telah memakai pakaian pengantinmu?" Chanda berfikir dirinya ialah gadis impian Tej.Tej berkata dalam hati,"Siapa yang akan memberitahu perempuan ini kalau dia bukanlah gadis impianku namun dia ialah seorang penyihir".Tej memberitahu Chanda,"Gaun pengantinmu akan segera datang sayang". Tej menarik Chanda ke depan cermin dan shock melihat sosok mereka berdua di cermin. Tej kemudian menggosok matanya dengan tangan dan berkata, "Ada sesuatu masuk kedalam mataku".

Setelah Chanda keluar dari dalam kamar, Tej berkata kepada dirinya sendiri,"Dia fikir dia yang akan menjadi pengantin perempuanku? Yang akan menjadi pengantin perempuanku ialah gadis impianku!".Di kampus, teman2 Yuvraj menghampirinya dan bertanya,"Yuvi, Darimana saja kamu? kamu tidak datang ke pesta. Hari ini kita tidak boleh absen karena rektor akan memberikan kuliah","Lupakan tentang absen! Hidupku sedang hancur sekarang dan kalian mencemaskan tentang pesta dan absen!". Teman2nya kemudian pergi meninggalkan Yuvi sendirian.
Yuvraj Minta maaf ke Mukta

Yuvi menghampiri Mukhta yang sedang berjalan ke gedung kampus. Yuvi meminta maaf dan berkata, "Jangan salah paham denganku, saya mau minta maaf kepadamu. saya melakukan kesalahan, kesalahan besar. Tolong maafkan saya, setelah hari ini kamu tidak akan mendapatkan masalah berada didekatku. saya janji","Terimakasih Yuvi, setelah hari ini kan? Bagaimana dengan kemarin? Haruskah saya melupakan kepedihan, penderitaan dan hinaan itu? Luka di hati seorang gadis yang mengalami kejadian seperti itu, apa kamu bisa memahaminya? Nenekmu datang untuk mengancamku karena dia sama sekali tidak memahaminya","saya minta maaf untuk semua kesalahan ini, bahkan untuk kesalahan nenekku. Tolong maafkan saya",

"kamu tidak menyadari kesalahanmu, kamu minta maaf karena kamu takut dihukum, kamu takut dikirim ke penjara. saya tidak akan pernah memaafkanmu","Kumohon cobalah untuk mengerti, hidupku akan hancur","Dan bagaimana dengan hidupku? Pengacaramu akan memberikan pertanyaan tidak pantas yang harus saya jawab. Orang2 akan mempertanyakan perilaku ku, jadi saya tidak akan pernah memaafkanmu, dan seandainya saya memaafkanmu maka semua gadis diseluruh dunia akan mengutukku. kamu harus dihukum atas kesalahanmu!".

Divya protes ketika semua anggota keluarga sedang menikmati halwa di meja makan, Divya berkata,"Orang tua telah diusir dari rumah ini, kita dengan tenangnya makan dan memuji kelezatan makanan tersebut","Mengapa kita harus menangis untuknya sementara ibu sendiri merasa tidak peduli pergi meninggalkan kita" jawab Tuan Takhur.Divya melanjutkan, "saya mau tau mengapa tidak ada seorang pun yang menangis untuknya, saya terima kalau dia telah melakukan kesalahan dan dia telah diusir karena kesalahannya itu, namun tidak ada kah yang memikirkan dimana dia berada sekarang? Apa yang dia lakukan? Kita duduk disini bergembira sambil makan halwa seolah kita telah terbebas dari hal yang buruk!",

"Mengapa kamu bicara seperti ini?" Tanya Tuan Takhur.Damini berkata, "saya mengerti kepedihannya. Nyonya besar telah seperti ibu sendiri bagi nyonya Takhur","seandainya dia ialah seorang ibu seharusnya dia bersikap seperti seorang ibu! Divya, apa yang kita minta darinya? Hanya permintaan maaf, dia tidak mau melakukannya. Apa yang dia dapatkan dengan memisahkan Ichcha dari Meethi?" Tanya Tuan Takhur.

Divya berkata,"Apa yang dilakukan seseorang didalam hidupnya akan berbalik kepada dirinya sendiri. seandainya Ichcha dan putrinya telah menjauh satu sama lain, apa yang telah dilakukan ibu? Apakah ibu yang meminta Ichcha untuk tidak memberitahukan nama ayah dari putrinya? Dan mengapa kamu hanya melihat kebaikan dari 1 orang? Orang lain tidak sebanding dengannya, apakah itu ibu ataupun Tapasya. Mengapa semua orang hanya melihat kesalahan ibu? Mengapa kalian tidak melihat kesalahan Ichcha?",

Damini menjawab, "Ichcha telah melakukan kesalahan, kesalahan besar karena dia telah memilih jalan kebaikan","Jadi dia bisa melakukan apa saja atas nama kebaikan? Apa kita tidak pernah kehilangan apapun karena kesalahan Ichcha? Kami bahkan mengirim Tapasya ke sekolah asrama karena Ichcha. Semenjak Ichcha datang ke rumah ini, kami kehilangan Tapasya",
Divya Mengungkit masalalu .Divya berdiri dari tempat duduknya dan berkata, "Kami yang selalu disalahkan! Putri kami, ibu kami, cucu kami!", Divya meninggalkan meja makan.

Divya meninggalkan meja makan. Damini menghentikan Divya dan berkata, "Ini bukan salah siapa2 namun salah Ichcha, karena janji yang dia buat ketika masih kecil, dia tetap menjaga janjinya hingga hari ini. Dia tetap menjaga kebahagiaan di rumah ini dan mengutamakan kebahagiaan Tapasya dibandingkan kebahagiaannya sendiri. Aku beritahu nyonya, Ichcha telah menghancurkan hidupnya sendiri demi kebahagiaan Tapasya. Dia telah menghancurkan seluruh hidupnya. Dia menyayangi putri Tapasya seperti putrinya sendiri, itu ialah kesalahannya. Dan kesalahan terbesar ada pada diriku, karena saya yang memintanya berjanji ketika dia masih kecil",

Damini meninggalkan ruangan itu. Divya berkata, "Harga dari pengorbanan mu dan putrimu telah lama kami balas. saya tidak tau berapa banyak lagi kami harus membalasnya". Divya kembali ke kamarnya. Tuan Takhur berfikir,"Kita tidak bisa lari dari masa kemudian, kita tidak akan pernah bisa lari darinya. Apakah Mukhta harus membayar mahal untuk masa kemudian itu sekarang? "Sesuai janji nenek, Tej datang ke hotel tempat nenek menginap untuk membicarakan masalah Mukhta.Tej berkata, "Wow nyonya besar, kamu baru menghabiskan 1 malam di hotel ini dan kamu telah membuka fikiranmu sekarang! saya sangat bahagia kamu telah menyetujuinya!",

"Tej Singh, seandainya saya memberikan apa yang kamu inginkan, apa balasan yang akan kamu berikan untukku?".Tej mengeluarkan seikat uang dan meletakkannya diatas meja.Nenek berkata,"kamu membayar seharga ini untuk masa depan Mukhta? saya fikir kamu ialah keluarga Bundela","saya ialah bagian dari keluarga Bundela, apa yang saya berikan ini ialah cinderamata, bukan harga untuk Mukhta. Mulai sekarang saya akan memberikan cinderamata seperti ini setiap kamu melangkah. Pegang kata2ku",

"Setiap menit kata2mu selalu berubah, mengapa saya harus percaya dengan kata2mu?","kamu benar2 businesswoman, ambil 20 lakh untuk uang muka","saya telah menjaga Mukhta selama 20tahun dan hanya mendapatkan 1 lakh per tahun?","Baiklah, 50 lakh","saya mengabdikan diri selama 50 tahun dikeluarga itu. Berapa harga yang akan kamu berikan untuk itu? Kita juga harus merahasiakan ini dari Chanda kan?",

"1 crore! Sekarang kita sepakati harga ini","saya bukan pengemis jalanan, karena itu saya harus membuat kesepakatan untuk cucu yang telah saya besarkan dengan kasih sayang dan menjaganya dengan uang!".Gunvanti berbicara dengan pengacaranya lewat telfon. Gunvanti berkata,"Pasti ada jalan, penjahat kelas berat saja bisa bebas dengan mudah sedangkan cucuku tidak melakukan apapun! saya telah banyak dengar tentang dirimu, namun kamu bahkan mengatakan bahwa kamu tidak bisa melakukan apapun kali ini!".Gunvanti menutup telfonnya. Yuvraj mendekati Gunvanti dan berkata, "Nenek, kamu akan melakukan sesuatu? kamu akan melindungiku kan?",

"Nenek ada disini, nenek akan melakukan yang terbaik","saya tidak mau dikirim ke dalam penjara! Hidupku akan hancur. saya akan hancur. saya telah melakukan kesalahan besar, namun tidak ada yang tau apa yang terjadi denganku. Dia yang memancingku duluan, dia memanfaatkanku sebagai sahabat, dia telah menamparku didepan banyak orang. saya telah membuat kesalahan dan saya telah minta maaf namun dia tidak mau mendengarkan saya, dia hanya akan berhenti setelah saya ditangkap dan dikirim ke penjara! Nenek akan melakukan sesuatu? Nenek akan menolongku? saya tidak mau masuk ke dalam penjara. Tolong lindungi saya nek!".

Yuvi menangis dan meletakkan kepalanya dipangkuan Gunvanti.Gunvanti menangis dan berkata, "Nenek telah melakukan yang terbaik, namun nenek tidak bisa melihat jalan keluarnya. Nenek telah berusaha sebisaku. Ibumu ialah musuh terbesar mu, dia tidak aka tenang sebelum kamu dihukum","Nenek, bicaralah padanya. Demi saya, bicaralah padanya. seandainya nenek tidak melakukannya, siapa lagi yang akan melindungiku? saya tidak punya siapa2","Bicaralah pada ayahmu, mungkin hatinya akan luluh".Mukhta membukakan pintu dan terkejut melihat nenek berdiri didepan pintu dengan kopernya. Divya terlihat senang dan bertanya kepada nenek,
"Ibu, bagaimana kabar ibu? Kami memintamu untuk pergi namun kami masih memikirkan dimana kamu berada, bagaimana kabarmu?",
Divya mempersilahkan nenek masuk dan meminta Mukhta membawakan koper nenek ke kamarnya, namun Mukhta menolak. Nenek menghentikan Divya ketika Divya hendak membawa koper nenek ke dalam.Nenek berkata, "Lupakan saja, Divya. kamu ialah putriku. saya bisa memahami kesedihanmu. Apa yang kamu fikirkan, apa yang kamu inginkan. Lebih dari itu, saya mau mengetahui apa yang Mukhta fikirkan dan inginkan. Mukhta telah melakukan apa yang belum pernah terjadi di rumah ini, yang kamu, Jogi dan Tappu tidak bisa lakukan",

Nenek Melanjutkan, "Bahkan sampai hari ini Mukhta tidak mengubah keputusannya. saya bangga padanya karena dia telah memberitahuku bahwa saya telah melakukan kesalahan. Dia membuatku menyadari kesalahan2ku, sekarang saya bisa kembali ke rumah ini setelah Mukhta memberikanku izin. saya masih merasa sombong, tinggal di hotel, tidak mencemaskan apapun, makan dengan tenang, namun saya tidak bisa tidur di malam hari.",

"Ketika saya mencoba untuk tidur, suara Mukhta membawaku kembali melihat pantulanku di cermin dan berkata 'Lihatlah perempuan tua, ini ialah wajah aslimu, sepanjang hidupmu kamu terus membenci orang2, ini ialah wajah aslimu', ketika pagi datang, saya merasakan perubahan pada diriku, saya berfikir apakah saya akan tinggal di rumah ini atau tidak, namun saya harus kembali untuk memberitahu semua orang bahwa saya akan bertanggungjawab",

"Sekarang kamu tidak boleh menghentikan apapun yang akan saya katakan dan saya lakukan, karena saya belum pernah melakukannya hingga hari ini" kata nenek kepada Divya.Nenek kemudian mendekati Tuan Takhur dan menangkupkan kedua telapak tangannya, nenek berkata, "saya meminta maaf kepadamu. Apapun yang terjadi pada Tappu,semua karena salahku". Tuan Takhur tidak merespon nenek. Nenek kemudian mendekati Damini dan melakukan hal yang sama. Nenek berkata,"Apa yang bisa saya katakan kepadamu? Dari awal saya telah melakukan kejahatan dalam hidupmu".

Nenek mendekati Damini dan melakukan hal yang sama. Nenek berkata,"Apa yang bisa saya katakan kepadamu? Dari awal saya telah melakukan kejahatan dalam hidupmu".Nenek kemudian mendekati Ichcha, Ichcha melarang nenek untuk menyentuh kakinya. Nenek berkata kepada Ichcha,"saya melakukan sesuatu yang harusnya telah saya lakukan bertahun2 yang kemudian ketika saya merebut gaun pengantinmu. saya harusnya telah melakukan ini ketika saya mendandanimu agar kamu terlihat jelek saat festival menari di sekolahmu waktu kamu kecil"

Ichcha mengingat2 kejadian yang disebutkan nenek. Nenek melanjutkan, "saya harusnya telah melakukan ini ketika Tapasya meninggalkanmu di hutan ketika kalian masih kecil dulu karena saya yang menyuruhnya. Anakku Ichcha, seandainya saya tidak meminta maaf kepadamu sebelum saya meninggal dunia, bahkan saya tidak punya tempat di dalam neraka","Tidak nek, kamu tidak harus meminta maaf, kamu ialah orangtua di rumah ini, rumah ini ialah milikmu. kamu punya hak penuh untuk tinggal di rumah ini, karena itu kamu tidak harus meminta maaf","Tidak nak, Sepanjang hidupku saya selalu mengutukmu dan lihat apa yang telah kamu lakukan hari ini? kamu telah menunjukkan jalan yang benar kepada Mukhta sedangkan saya selalu menunjukkan jalan yang salah".

Divya berusaha menenangkan nenek, nenek berkata,"Divya, saya tidak bisa tinggal disini lagi. saya datang kemari untuk meminta maaf kepada semua orang dan minta izin untuk kembali ke desa","Tidak nek, kamu tidak boleh pergi kemanapun. kamu akan tinggal disini, ini ialah rumahmu juga" sahut Ichcha.Ichcha meminta Kanha membawakan koper nenek kembali ke kamarnya. Mukhta menghentikan nenek ketika nenek berjalan ke kamarnya.Mukhta berkata, "saya sangat bahagia karena kamu telah menyadari kesalahanmu,kamu telah minta maaf kepada Ibu Ichcha, namun saya tidak tau kenapa, saya tidak percaya padamu","Mukhta, tidak sopan bicara seperti itu kepada orangtua" kata Divya.

Mukhta melanjutkan,"Nenek buyut,saya bersumpah hari ini, seandainya kamu masih berfikiran buruk tentang salah satu anggota keluarga ini, maka hanya 1 diantara kita yang bisa tinggal di rumah ini, antara kamu dan saya".Mukhta melihat nenek sedang berdoa kepada patung dewa di kamarnya, nenek berpura2 sedang berdoa untuk kebahagiaan Ichcha.Nenek berkata kepada Mukhta,"Maaf saya masuk ke kamarmu tanpa minta izin, saya mau menyentuh semua benda yang ada dikamarmu, yang pernah saya berikan dengan penuh kasih sayang kepadamu. saya akan keluar, jagalah dirimu sendiri dan ingat, nenekmu akan selalu ada setiap kamu membutuhkan pertolongan",

"Apa kamu benar2 menginginkan semua yang kamu katakan dalam doamu tadi?","Terimakasih dewa, akhirnya kamu mau bicara denganku","Semua orang akan menyayangimu seandainya kamu benar2 berubah menjadi lebih baik","kamu benar, bukti apa yang kamu butuhkan untuk mempercayaiku? seandainya saya bekerjasama denganmu untuk mengembalikan hak Ichcha, apakah kamu akan percaya bahwa saya benar2 telah berubah?","Apa kamu benar2 mau melakukannya?","Hanya ada 1 cara agar kamu bisa mendapatkan yang kamu inginkan, dengan cara itu Ichcha bisa kembali ke rumah keluarga Bundela",

"Cara apa itu? saya telah melakukan segalanya namun semua pintu tertutup untukku","Semua Cara yang kamu lakukan itu kekanak-kanakan, jalan yang akan saya tunjukkan kepadamu akan membuatmu lebih dekat dengan tujuanmu","Cara apa itu? ","Ikut bersamaku ke suatu tempat","Mengapa tidak kamu katakan disini sekarang?","Karena kamu tidak akan percaya sampai kamu melihatnya sendiri. kamu telah melakukan segalanya namun nyonya Gunvanti tidak bergeming sedikitpun, saya punya kunci rumah itu. Terserah padamu apakah kamu mau menjalaninya atau tidak",

"saya bisa melakukan sejauh apapun demi Ibu Ichcha. Katakan kepadaku kemana saya harus pergi denganmu dan apa yang harus saya lakukan? Oya, mengapa kamu tiba2 bersimpati kepada ibu Ichcha?","Karena saya telah menyadari kesalahanku dan saya mau menolongnya. seandainya hanya untuk kebahagiaannya saya mungkin tidak akan melakukan apapun. namun kebahagiaannya bisa membuatmu ikut bahagia, kamu mau membuatnya kembali ke keluarga Bundela, dengan cara menolongmu saya bisa mendapatkan kepercayaanmu kembali".

Mukhta dan nenek telah berada di tempat yang dijanjikan nenek. Nenek berkata, "Hanya 1 orang yang bisa membukakan pintu rumah keluarga Bundela untuk Ichcha, itu dia telah datang".Nenek pertemukan Mukta dan Tej .Mukhta shock melihat Tej, Tej melambaikan tangannya dengan wajah bahagia dan memberikan salam kepada nenek. Mukhta berdiri dari tempat duduknya, ia sangat marah dan berkata, "kamu membaw saya kemari untuk menemuinya? kamu tidak tau dia telah mengikutiku sejak beberapa hari yang kemudian! Setelah saya pulang dari kontes busana di kampus, dia selalu mengikuti ku sejak saat itu! saya merasa tidak nyaman melihatnya dan dia yang akan menolongku membukakan pintu rumah keluarga Bundela untuk ibu Ichcha? kamu mempermainkanku. saya tidak menyangka kamu akan melakukan ini",

"Anakku, saya melakukan ini hanya demi kamu dan Ichcha, kamu tidak bisa menilai seseorang hanya dengan melihatnya. kamu tau persis kalau nyonya Gunvanti telah menutup pintu rumahnya rapat2 untuk ibumu Ichcha, nyonya Gunvanti ialah ratu di rumah itu karena dia ialah menantu satu2nya di rumah itu.",

Nenek melanjutkan, "Ketika seseorang mempunyai posisi yang sama dengannya,seseorang yang bisa membuat keputusan atas segala yang ada di rumah itu, orang yang memiliki hak itu ialah satu2nya orang yang bisa menolong Ichcha untuk kembali ke rumah itu. Dan satu2nya orang yang memiliki hak tersebut ialah laki2 ini. Tej Singh Bundela, putra dari Baldev Singh Bundela, saudara laki2 Umed Singh Bundela, juga paman dari Veer Singh Bundela. Dia ialah pemilik dari setengah harta kekayaan keluarga Bundela",

"Laki2 ini? namun mengapa dia mau menolongku nek?","Karena kamu juga akan menolongnya","Menolong bagaimana?","seandainya kamu melakukan apa yang dia inginkan, maka semua keinginanmu akan menjadi perintah bagi dirinya","Apa yang dia inginkan dari diriku?","Dia ingin menikah denganmu!".

Nenek memberitahu Mukhta,"Dia mau menikah denganmu! kamu akan menjadi saudari ipar nyonya Gunvanti setelah menikah dengannya. Setelah itu, apapun yang kamu inginkan bisa menjadi kenyataan. Ketika kamu menjadi menantu di rumah itu, kamu bisa membuat Gunvanti menari mengikuti iramamu. kamu bisa mengembalikan hak Ichcha. Ichcha bisa kembali masuk ke rumah itu dengan penuh rasa hormat","kamu mau saya menikah dengannya? Lelaki tua ini? Bagaimana bisa kamu berfikir seperti itu? kamu menemukan cara ini untuk kebahagiaan ibu Ichcha?",

"Hanya ini jalan satu2nya yang ada dihadapanku. Jalan termudah dan tercepat. Kebahagiaanmu ada pada kebahagiaan Ichcha dan bagiku tidak ada yang lebih penting daripada kebahagiaanmu. Apa yang tidak bisa kamu dapatkan dengan berusaha selama bertahun2 bisa kamu dapatkan hanya dalam 1 hari setelah menikah dengannya. saya menunjukkanmu jalan ini setelah berfikir dengan sangat matang."

Nenek Melanjutkan, "Sekarang terserah padamu, ini ialah keputusanmu sendiri. saya tidak bisa mengambil keputusan untuk hidupmu tanpa seizinmu. Tidak perlu terburu2, Ichcha telah menghabiskan 18tahun hidupnya jauh dari keluarga Bundela, dia bisa menunggu 2 atau 3 tahun lagi. Pulanglah dan fikirkan baik2, gunakan waktumu, apapun keputusan yang kamu ambil akan mejadi keputusan yang benar. Pulanglah".

Mukhta melihat Tej dengan tatapan jijik dan pergi meninggalkan tempat itu.Tej menghampiri nenek dan berkata,"Apa yang kamu lakukan? saya hampir menangkap seekor burung dengan jaringku dan kamu melepaskannya?","Dia bukan seekor burung, namun dia ialah seekor kupu2 yang rapuh, seandainya kamu menggenggamnya dengan sangat kuat maka sayapnya akan patah, biarkan dia terbang kesana kemari kemudian ia akan datang dan duduk di bahumu dan kamu bisa menyentuhnya dengan penuh kasih sayang","saya tidak punya banyak waktu!",

"Ini ialah sebuah pernikahan, bukan permainan anak2, saya sangat yakin dia akan kembali".Dilain tempat, Vishnu menghampiri Meethi yang sedang berdoa di kuil. Vishnu memberitahu Meethi,"Ini jam istirahat di kuil".Meethi masih menutup matanya. Vishnu kemudian membuka buah kelapa dan makan disamping Meethi. Vishnu menawarkan kelapa tersebut kepada Meethi, Meethi menolaknya.Meethi bertanya, "Apa kamu benar2 tinggal disini?","Ya, kuil ini ialah rumahku","Dimana anggota keluargamu?",

"saya tidak punya siapa2. Ayah meninggal dalam insiden tragis ketika saya masih berusia 8 tahun. Ibu tidak bisa lepas dari trauma nya. Lupakan kisah tentang masa laluku. Beritahu saya, kemana saya harus mengantarmu hari ini? Perhentian bis atau ke kampus?".Vishnu berdiri, ia memberikan tangannya mengajak Meethi ikut bersamanya.Mukhta memainkan cahaya lampu di kamarnya sama memikirkan kata2 nenek tadi. Nenek tiba2 masuk ke kamarnya, Mukhta mulai marah dan meminta nenek untuk pergi dari kamarnya.

Mukhta berkata, "kamu mau agar saya menikah dengan laki2 tua itu?","Pernahkah saya berkata kalau saya yang menginginkannya?","kemudian mengapa kamu mempertemukan saya dengannya?","Karena kamu mau mengembalikan hak Ichcha dan kamu tidak punya cara lain. Ketika kamu gagal setelah mencoba segala cara,maka ada 1 cara yang tersisa yaitu pengorbanan","Permainan apa yang sedang kamu mainkan sekarang?",

"Ibumu Ichcha juga telah melakukan pengorbanan seperti ini, dia memberikan gaun pengantinnya kepada ibumu tepat sebelum upacara pernikahannya dan membiarkan dirinya menjadi janda tanpa pernikahan! Dia ialah orang yang telah memberikan seluruh hidupnya hanya untuk 1 keinginan ibumu. kamu juga bisa melakukan pengorbanan yang sama untuk ibumu Ichcha. Sebelum seseorang sepertimu bisa memiliki derajat yang sama dengan Gunvanti dalam keluarga Bundela, ibumu Ichcha tidak akan pernah mendapatkan hak nya kembali!".

Nenek meninggalkan kamar Mukhta. Mukhta menjadi semakin stres mendengar ucapan nenek, ia memegang kepalanya dan terduduk di lantai.Sementara itu, Tej dalam keadaan mabuk berat berbicara dengan foto kakek,"Gadis berusia 20 tahun tidak mau menikah denganku bahkan setelah mengetahui betapa kaya nya diriku. Mengapa?? namun Tej Singh Bundela bersumpah, menantumu itu akan segera datang, Mukhta Rathore akan segera datang! Setelah itu saya akan mengucapkan terimakasih kepadamu".Veer merasa sangat marah melihat Tej bicara dengan foto kakek dalam keadaan mabuk, ia menghampiri Tej dan memarahinya,

"Apa kamu tidak merasa malu minum alkohol didepan foto kakek?!".Veer terluka dipukul Tej .Mereka kemudian terlibat perkelahian. Tej memukul kepala Veer dari belakang menggunakan botol minuman kerasnya. Veer mulai kehilangan keseimbangan, Tej kemudian mendorong Veer dari lantai 2. Veer jatuh menimpa meja kaca dibawah hingga tak sadarkan diri. Tej hanya melihatnya tanpa merasa bersalah.

Sinopsis "Uttaran Episode 227" 4 mei 2016,menceritakan tentang ,Ichcha, Mukhta dan Tn Takhur bergegas ke rumah sakit setelah mendapat kabar dari Umed. Suster bertanya kepada mereka,"Apa kalian keluarganya?","Kami dari keluarga yang sama" jawab Ichcha.Gunvanti menyahut dari belakang, "ia tidak ada hubungan keluarga dengan kami! Pergi dari sini!","Apa yang ibu katakan? saya hanya ingin bertemu dengannya sebentar saja",

"Tidak perlu melakukan itu, kamu selalu menciptakan badai setiap datang kedalam hidup Veer. Pergi dari sini!".Tn Takhur berkata, "Jangan membicarakan masalah itu di rumah sakit ini".Ichcha kembali memohon kepada Gunvanti,"saya tidak akan bicara dengannya. saya tidak akan membiarkan ia melihatku. Kumohon, biarkan saya melihatnya. saya berjanji hanya melihatnya dari jauh".Mukhta melihat sendiri betapa kejamnya Gunvanti terhadap Ichcha, Mukhta berfikir,"Wanita ini bahkan tidak mengizinkan ibu Ichcha melihat suaminya dari jauh, bagaimana caranya agar ia menerima ibu Ichcha?".

Tn Takhur menengahi mereka dan berkata, "Nyonya Gunvanti, Veer ialah suami Ichcha, setidaknya ia juga punya hak","Hari dimana putraku kehilangan ingatannya, hari itu pula semua hak Ichcha lenyap, dan selama saya masih hidup, saya tidak akan membiarkan bayangannya mendekati putraku sedikitpun","Mengharap sesuatu darimu ialah kesalahan kami" jawab Tn Takhur.Gunvanti lalu mengusir Ichcha, "Pergi! tinggalkan keluarga kami!".

Mukhta teringat kata2 nenek, hanya orang yang sederajat dengan Gunvanti yang bisa mengembalikan hak Ichcha di keluarga Bundela, yaitu Tej Singh Bundela.Vishnu mengajak Meethi makan paratha di restoran pinggir jalan. Mereka telah mulai akrab saat motor Vishnu mogok ditengah jalan sebelumnya, Meethi telah bisa tersenyum dengan Vishnu.Di restoran itu ketika Vishnu memesan makanannya kepada seorang pelayan kecil, ia memberitahu kalau Meethi bukanlah gadis biasa, melainkan seorang Tn putri,"Apapun yang kamu bawakan untuknya harus bersih dan kamu harus mengatakan salam hormat kepadanya setiap datang dan pergi",

"Apa yang kamu katakan padanya?" Tanya Meethi,"Siapapun yang datang kemari dilayani seperti ini" jawab Vishnu.Makanan mereka akhirnya datang, Meethi berteriak ketika Vishnu mengoleskan banyak mentega ke makanannya, Meethi berkata, "Jika saya makan mentega sebanyak ini saya bisa menjadi gemuk!","Di usia segini orang2 India biasa makan seperti ini,saya yakin jika kita makan dan olahraga yang teratur, tubuh dan fikiran kita akan sehat".

Meethi memakan paratha nya dan berteriak kepedasan. Vishnu meminta maaf,"saya lupa kamu tidak tahan pedas". Para pelayan restoran datang dan meminta maaf kepada Meethi dengan sangat sopan dan penuh rasa hormat. Meethi bertanya kepada Vishnu,"Mengapa mereka semua minta maaf kepadaku? Apa yang telah kamu katakan kepada mereka?","Tidak perlu minta maaf kepada Tn putri ini. Cukup bawakan makanan pengganti yang tidak pedas" perintah Vishnu kepada para pelayan tersebut.

Meethi semakin bingung dan bertanya,"Apa maksudnya dengan Tn putri?","Apa mungkin tidak memanggil putri kepada seorang Tn putri?" Jawab Vishnu.Vishnu mengantarkan Meethi pulang setelah mereka menyelesaikan makan paratha nya. Sesampainya di rumah, Meethi mulai senyum2 sendiri setiap kali mengingat kebersamaannya dengan Vishnu.Ichcha tidak bisa menahan hasratnya untuk menemui Veer setelah mendapat info kondisi Veer semakin kritis dan membutuhkan seorang donor. Gunvanti kembali menghentikannya dan berkata,"Mau pergi kemana kamu? Apa kamu baru puas setelah putraku tiada?","Apa yang kamu katakan? Apa salahnya ia menemui suaminya?" Sahut Mukhta.

"Diam kamu!" Bentak Gunvanti.Ichcha terus memohon, ia memegang kaki Gunvanti tapi Gunvanti tidak menghiraukannya. Ichcha kembali berdiri, menangis sambil mengejar Gunvanti. Mister.rathore tiba2 datang dan menangkap Ichcha ketika Ichcha hampir jatuh pingsan.Mister.rathore lalu bicara dengan Gunvanti,"Putramu memang kehilangan ingatannya, tapi kamu tidak, saya juga tidak. Tolong beritahu ia(Amla) untuk pergi sebentar.Biarkan nyonya Ichcha menemui suaminya sekali saja",

"Itu tidak mungkin, Ichcha tidak akan pernah bisa menemui Veer sekarang","kamu lebih tua daripada saya. saya tidak ingin kehilangan rasa hormatku dan bersikap tidak pantas dihadapanmu","Apa kamu sedang mengancamku?","saya tidak mengancam, Ancaman hanya diberikan oleh orang2 yang lemah.Mungkin kamu telah lupa,saya tidak sesabar nyonya Ichcha dan setenang Tn Takhur","Apa yang akan kamu lakukan?",

"Setidaknya jangan bawa masalah ini, apa yang bisa saya lakukan? Apa yang telah dilakukan cucumu, Dalam beberapa hari lagi, pengadilan mungkin akan memberikan hukuman kepada cucumu dalam beberapa tahun.Jika ia datang kehadapanku di pengadilan, keputusan bisa dibuat hanya dalam 1 detik. Jangan memberikan pertanyaan itu sekarang, hanya saya yang tau cara mengatasi diriku sendiri. Suruh ia(Amla) pergi dari ruang ICU,saya akan membawa nyonya Ichcha. Apa kamu telah mengerti?".

Gunvanti hanya terdiam. Mister.rathore lalu mengantarkan Ichcha masuk ke dalam kamar Veer, ia berkata, "Jangan takut selama ada saya disini". Ichcha menangis dan mengucapkan terimakasih.
Ichcha duduk disamping tempat tidur Veer dan berkata,"Bagaimana bisa ini terjadi Veer? Dalam kondisimu seperti ini saya bahkan tidak bisa menjagamu, duduk disamping tempat tidurmu. saya ingin duduk disampingmu hingga kamu sadar, hingga kamu bangun. saya akan tetap berdoa kepada dewa. saya tidak berdaya, saya tidak bisa melakukan apapun walaupun saya ingin melakukannya. Bagaimana cara saya memberitahu siapa diriku ini bagimu?",Ichcha memegang tangan Veer. Veer lalu membuka matanya dan berkata,"Ichcha?".

Ichcha sangat terkejut. Veer berkata,"kamu ialah istriku, apa yang kamu fikirkan? saya tidak akan mengenalimu?","Apa kamu benar2 mengenali Ichcha mu sekarang?","Bagaimana mungkin saya tidak mengenalimu. kamu tidak percaya padaku?","saya percaya padamu Veer","Lalu mengapa kamu tetap diam? Mengapa kamu menyembunyikannya dariku? Mengapa kamu menyembunyikan kebenaran sebesar ini selama bertahun2 dariku?Mengapa Ichcha?",
"Apa yang harus kukatakan padamu?Tidak ada tempat untukku didalam hidupmu. Segalanya telah berubah","saya tidak berubah Ichcha,saya ialah Veer yang sama,saya masih mencintaimu.saya tidak dapat mengenalimu sebelumnya tetapi hatiku terus mencarimu dan kamu juga tau itu.saya tidak bisa memberitahu sebesar apa cintaku padamu","Maafkan aku Veer",

"Tidak Ichcha,ini bukan salahmu,mungkin takdir kita yang menginginkan ini, kita harus terpisah satu sama lain..tapi tidak lagi.Sekarang semuanya akan baik2 saja.Aku seperti terlahir kembali, bolehkah aku bertanya sesuatu?telah berapa tahun berlalu semenjak kita berpisah?","18 tahun,telah 18tahun berlalu, Veer".Ichcha tersadar dari lamunannya. Pada kenyataannya Veer belum sadar. Veer akhirnya membuka mata setelah Ichcha melepaskan genggaman tangannya,Veer melihat Ichcha dan berkata,"Ibu guru? Apa yang kamu lsayakan disini? Mengapa kamu menangis?".

Mister.rathore menemui Mukhta di taman depan rumah Takhur. Awalnya mereka sama2 canggung mengingat bagaimana sikap Mukhta yang menolak kehadiran Mister.rathore sebelumnya. Mereka mulai membuka pembicaraan setelah Mukhta menangis dan memeluk Mister.rathore, mereka membicarakan kejadian saat Yuvraj berusaha memperkosa Mukhta. Mukhta memohon kepada Mister.rathore untuk tidak menyakiti Yuvraj karena Yuvraj ialah putra dari Ichcha.Mukhta ragu untuk menceritakan keinginannya mengembalikan hak Ichcha di rumah keluarga Bundela dengan cara menikah dengan Tej. Mister.rathore bertanya,"Ada masalah apa?",

"Perubahan yang ayah lihat dalam diriku ialah berkat ibu Ichcha. ia memberikanku kasih sayang. Ayah, saya ingin melakukan sesuatu untuknya. saya ingin mengembalikan haknya sebagai seorang istri tapi semua pintu tertutup untukku.Bisakah ayah menolongku? Orang2 sangat menghormatimu. Bisakah kamu melakukan sesuatu untuk ibu Ichcha?","Untuk pertama kalinya putriku meminta sesuatu padaku,jika hal ini ada dibawah kendali ku, saya bisa memberikan segalanya bahkan nyawaku, tapi situasi ini lebih rumit dari yang apa yang terlihat. Saat saya kembali kemarin, saya menemui Veer di rumahnya",

Rathore melanjutkan, "Dari apa yang ia bicarakan, saya menyadari tidak ada yang menyukainya disana. Semua orang disana membenci Ichcha. Siapa yang akan mendukungnya disana? Satu2nya orang yang menjadi tulang punggungnya bahkan tidak mengenalinya.Orang2 itu tidak akan membiarkan Ichcha bernafas di rumah mereka.""saya ada untuknya saat masuk ke ruangan ICU, tapi siapa yang akan berdiri untuknya di rumah itu? Veer telah menikah dengan seorang wanita lugu, kita tidak bisa berbuat tidak adil padanya, ini bukan salahnya. saya sangat mengenal Ichcha, ia tidak akan bersikap tidak adil kepada orang lain. Jika ada 1 orang saja berada dipihaknya dan memperjuangkan haknya disana, maka saya akan pergi kesana untuk mengambil hak nya kembali, saya berjanji,tapi tidak ada seorangpun",

"Tapi ayah, pasti ada jalan, pasti ada solusinya","saya menginginkan hal yang sama denganmu, tapi tidak ada solusinya. saya masih mencari jawaban dari pertanyaan ini".ister.rathore menculik Yuvraj dan menggantungnya dgn posisi terbalik.Yuvraj berteriak,"Siapa itu? Tolong saya,turunkan saya!".Mister.rathore berdiri dihadapan Yuvraj.Yuvraj berkata,"kamu? Apa yang kamu inginkan dariku? Mengapa saya menggantung terbalik seperti ini?"Mister.rathore menampar Yuvraj. Yuvraj semakin histeris dan bertanya,"Mengapa kamu memukulku? Apa yang telah saya lakukan?".

Mister.rathore kembali menampar Yuvraj dan berkata,"saya belum mulai memukulmu.saya hanya mencoba membuatmu mengerti tentang kasih sayang. Bersikap tidak pantas terhadap seorang gadis, itu hal yang sangat buruk","Gadis yang mana?","Namanya ialah Mukhta Rathore dan namaku ialah Raghuvendra Pratap Rathore. ia ialah putriku".Yuvi sangat terkejut. Mister.rathore melanjutkan,"Apa yang kamu fikirkan? ia tidak berdaya?kamu berani menyentuhnya? Apakah tangan ini yang menyentuhnya?",

Mister.rathore memutar lengan Yuvi kebelakang.Yuvi kesakitan dan berkata,"saya telah minta maaf padanya!","Tidak ada yang mengharapkan permintaanmaafmu yg tidak berguna itu.Karena orang2 sepertimulah para gadis merasa ketakutan berada ditengah masyarakat.kamu seorang pria?Haruskah saya menunjukkan kejantananku padamu? saya tidak akan memasang rantai dileher binatang sepertimu.saya akan memotong lehernya".Mister.rathore memukuli Yuvraj dan berkata,"Hukumanmu bukan ini,tapi ini", Mister.rathore mengeluarkan pistolnya.

Yuvraj semakin panik.Mister.rathore sengaja menembakkan pelurunya melewati Yuvraj,tindakan ini hanya untuk menakut2i Yuvraj. Mister.rathore lalu melempar pistolnya dan berkata,"Sebenci apapun saya kepadamu,saya masih menghormati ibumu,kamu ialah putra dari nyonya Ichcha","Bagaimana kamu mengetahuinya? Oh,saya mengerti sekarang,ia yang mengirimmu kan? Wow,lebih baik saya tidak punya ibu daripada memiliki ibu seperti ia. saya membencinya! Apa kamu dengar yang kukatakan?saya membencinya!!","Jika kamu mengucapkan 1 kata lagi untuk melawannya,jika kamu membencinya, ingatlah hari ini seumur hidupmu,ingatlah saya melepaskanmu karena kamu putra nyonya Ichcha!".

Mister.rathore menembak tali yang mengikat kaki Yuvraj sambil berjalan meninggalkan tempat itu.
Mukhta akhirnya memutuskan untuk menerima lamaran pernikahan Tej Singh, ia tidak sanggup menceritakannya kepada Mister.rathore. Mukhta pun ditemani nenek membuat perjanjian kepada Tej, mereka akan menikah dalam waktu 5 hari. Tej seenaknya mempercepat upacara pernikahan mereka. Saat Mukhta sedang bersiap memakai gaun pengantin lengkap dengan perhiasannya, ia melihat foto Tapasya dan menangis.Mukhta berkata,"saya sangat merindukanmu ibu".

Tiba2 seseorang mengetuk pintu, Mukhta tersenyum bahagia melihat kedatangan Tapasya. Tapasya menggantikan Mukhta, ia memakai gaun pengantin yang seharusnya dipakai Mukhta dan menutupi seluruh wajahnya agar Tej tidak mengetahui bahwa ia menggantikan posisi Mukhta.Ya, Tapasya melakukannya dengan sangat baik, sama seperti ketika ia menggantikan posisi Ichcha menikah dengan Veer waktu dulu. Sesampainya di rumah keluarga Bundela, Tej masih belum menyadari pengantin wanitanya ialah Tapasya. Ia menaburkan beras di pintu masuk dengan penuh semangat.

Tapasya lalu membuka kain penutup wajahnya, Tej shock melihat Tapasya. Tapasya berkata, "saya bisa melakukan apapun yang saya inginkan. saya telah mencuri sesuatu dari seseorang, sekarang telah waktunya untuk mengembalikannya. saya akan membalas dendam kepada orang2 yang telah menyakiti Ichcha!"Nenek membawa Mukhta untuk menemui Mister.rathore ke suatu tempat. Mister.rathore menceritakan/flashback pertemuannya kembali dengan Tapasya. 19 tahun yang lalu setelah mereka berpisah, Tapasya dan Mister.rathore kembali bertemu, Tapasya meminta Mister.rathore menandatangani surat perceraian mereka.

lalu mereka kembali berpisah, 2 tahun yang lalu Mister.rathore mendapat telfon dari rumah sakit,Tapasya akan menjalani operasi, Tapasya meminta maaf kepada Mister.rathore mewakili keluarganya dan juga Ichcha mengingat ia tidak mungkin selamat setelah melakukan operasi tersebut, tapi ternyata operasi Tapasya berjalan lancar, ia lalu bekerja di sebuah lembaga kesejahteraan anak2, Tapasya telah berubah menjadi orang yang lebih baik."Tapasya benar2 menyesal dengan kesalahannya di masa lalu, ia kembali untuk memperbaiki kesalahannya" kata Mister.rathore.

Mukhta lalu mengingat/flashback bagaimana Tapasya datang menemuinya dan menggantikan posisinya tepat sebelum upacara pernikahannya dengan Tej berlangsung.Ternyata nenek lah yang memberitahu Mister.rathore setelah nenek menyadari bahwa ia tidak rela membiarkan Mukhta menikah dengan lelaki tua bangka itu, lalu Mister.rathore menyampaikannya kepada Tapasya. Mukhta bertanya kepada Mister.rathore,"Apakah ibu bisa mendapatkan hak ibu Ichcha kembali? Bagaimana ia akan memperjuangkan keadilan untuk ibu Ichcha?",

"Serahkan semuanya pada ibumu, dalam hal ini ia ahlinya, ia akan mengembalikan hak Ichcha sepenuhnya. Jangan khawatir" jawab Mister.rathore sambil tersenyum.Tidak perlu khawatir, Mister.rathore tidak akan salah paham dengan pernikahan pura2 TapasyadanTej ini, karena Mister.rathore juga menjadi bagian dari rencana itu. Tapasya dan Mister.rathore bekerjasama membalas dendam kepada keluarga Bundela sekaligus melindungi putri mereka satu2nya.

Sinopsis "Uttaran Episode 228" kamis 5 mei 2016 ,menceritakan tentang ,Mukta meminta Tapasya untuk meminum obat. ia membuat Mukta duduk di sampingnya. ia mengatakan bahwa saya mencintai dari dalam hati aku Tuhan membawanya pergi. ia teman aku dan Tuhan menyambar ia dari aku. ia meninggalkan tanggung jawab dari kedua putri aku. ia sudah mengangkat mu dengan semua cinta dan perawatan. ia akan mencintaimu dengan sepenuh hati. Sekarang Meethi dalam beberapa masalah, saya di sini duduk di tempat tidur semua tak berdaya.

Mukta mengatakan kepadanya untuk tidak khawatir. kau tahu ma Iccha terbiasa untuk memberitahu aku bahwa ibu aku sangat keras kepala. Apa pun yang ia putuskan, ia mencapai itu. Tapasya tersenyum ya. Kami berbagi ikatan persahabatan sejak kecil kami. Hanya ia tahu saya suka, tidak suka, apa yang menjengkelkan aku dan apa yang membuat aku bahagia. ia adalah salah satu teman aku yang biasa untuk berbagi semua hal-hal aku, kesedihan aku, kebahagiaan aku segalanya. kau tahu ma dan Nani tidak seperti ia sejak kecil. Begitu mereka bahkan mencoba untuk memisahkan kita. saya jatuh sakit.

ia ingat adegan kilas balik. Jogi bergegas ke Tapasya yang sakit. Tapasya meminta untuk Iccha. Jogi mengatakan padanya untuk memanggil Iccha segera. Tidak ada lagi yang penting baginya dari pada kebahagiaan putrinya.Tapasya terus tidak ada yang bisa berdiri keras kepala, saya pernah. Papa punya Iccha kembali ke rumah untuk aku. saya sudah bermain dengan teman aku sendiri sejak kecil namun hari ini. Hari ini ia meninggalkan segala sesuatu pada aku dan meninggalkan aku sendirian. ia menangis. Mukta memeluk ibunya menghiburnya.

ia mengatakan teman yang begitu banyak menyukai kenangan dengan mu ia harus melihat mu dari atas ini. ia juga akan melihat mu tersenyum ketika kau terlihat cantik ketika kau senang. Tapasya tersenyum padanya dan menciumnya di dahinya. Mukta memberinya obat dan mengatakan kepadanya untuk beristirahat.Mukta berpikir ma, bahkan Tuhan harus mengurus Meethi karna ia adalah putri ma Iccha ini. Tidak ada yang salah akan menimpa dirinya. Tidak ada!

Meethi dan Akash datang turun dengan bagasi mereka. Semua orang memandang mereka dengan penuh semangat. Keduanya mengambil berkah maiyya ini. Maiyya memberkati ia. Sekarang tidak ada lagi kesulitan yang akan menimpa mu karna kamu akan menemui ibumu. ia tersenyum. ia bertanya kepada maiyya tentang luka di tangannya. ia menjawab ini normal baginya. ia terluka saat memotong supari tersebut. Akash memeluk maiyya. ia mengatakan padanya, kau tidak boleh lupa tujuan mu. Pastikan Meethi mencapai ibunya dengan aman. Dipahami?

ia pergi ke Agarth untuk mengambil berkah darinya. kau dapat melihat mama ji di masa depan. Memberkati kita bahwa kita menghabiskan hidup kita bahagia. Agarth mengatakan padanya saya sudah melihat masa depan mu. Itu sebabnya saya mengutus kamu kembali. Ini adalah waktu yang tepat untuk bertemu ibumu. maka hanya kau yang bisa tidur nyenyak di pangkuannya.Meethi tersenyum. saya akan pergi dan bertemu mami ji. ia beralasan pada dirinya dengan mengatakan ia sudah mengirim ia ke dokter di pagi hari. ia akan kembali di malam hari saja. ia mengatakan kepadanya untuk memberikan salam padanya.
ia mengatakan masing-masing bahwa waktu berikutnya ia akan datang ia akan membawa hal-hal favorit mereka untuk mereka (permen untuk Nirbhay, saree mahal untuk Gomti dan perhiasan untuk Pavitra).Meethi mengatakan kepada Pavitra massi untuk air tanaman bunga matahari nya disimpan di kamarnya. ia akan menawarkan bunga dari tanaman yang sama kepada Tuhan saat ia akan kembali di waktu berikutnya. Pavitra gembira dan setuju. Kami akan berdoa untuk mengenang mu dengan menawarkan bunga yang sama juga.

Meethi terima kasih. ia datang ke Kajri. Keduanya terhaur. Kajri meminta ia untuk tinggal kembali untuk beberapa hari lagi. Meethi mengatakan ia bisa namun ia kehilangan ibunya begitu banyak. Kajri menangis karna ia sudah melekat padanya hanya beberapa hari. Meethi mengatakan kepadanya untuk mengurus dirinya sendiri. saya sudah menulis alamat dan nomor telepon untuk mu. kau dapat menulis surat kepada aku kapan saja yang kau mau. ia mengangguk.

Maiyya mengatakan kepadanya untuk melanjutkan ke arah mobil. Meethi mengatakan padanya saya tahu kau mencintai anakmu. saya juga akan merawatnya. Apa yang harus saya dapatkan untuk mu ?Maiyya menjawab kau tiba dengan aman. Itu sendiri akan cukup bagi aku. Para bibi tersenyum mendengarkan jiji nya. Meethi mulai bergerak maju.

Kajri memanggil keluar ke Meethi. ia pergi dan mengikat benang hitam di tangannya. Ini akan melindungi mu terhadap segala kejahatan. Orang lain mengamati mereka. Keduanya Meethi dan Kajri memiliki air mata di mata mereka. Meethi  berterima kasih. Keduanya saling bercerita untuk mengurus. Maiyya mengatakan Meethi untuk pergi.Akash melihat pisau diluar. ia ingat kata-kata maiyya ini. Biarkan ia pergi. ia mengambil pisau di dashboard atas kotak makan siang dan itu ternyata kunci.

Meethi duduk di jip. Kajri mengingatkan ia untuk makan parathas dan acar karna itu favoritnya. ia berterima kasih, untuk merawatnya. Pavitra ejekan ia tampak seperti ia akan ke rumah orangtua mu. Maiyya menambahkan ia sangat lembut hati. Meethi tiba keluar untuk lemari namun Akash memegang tangannya.Akash mengatakan padanya perjalanan akan terlalu lama. ia harus menunggu terkadang-kadang. ia tersenyum saya hanya ingin menikmati harumnya. ia mengatakan padanya ia lalu bisa menikmati itu. ia tersenyum ok, seperti yang kau katakan.

ia mengunci dashboard dan menjaga kunci dengan dirinya sendiri. Meethi mengucapkan selamat tinggal kepada semua orang dan mereka pergi.Maiyya lipatan tangannya dalam doa. Tuhan kirimkan ke ibunya. saya tidak ingin apa-apa lagi. ia begitu bersemangat untuk bertemu ibunya seolah-olah ia pergi ke surga. Mereka semua berbalik kembali ke dalam haveli sementara Kajri mengkhawatirkan Meethi.

Meethi merasa bahagia melihat sekitar hutan. Akash memberitahu karna meri bebasi ka bayaan lagu mulai diputar di latar belakang. ia terus memandanginya saat mengemudi memperhatikan sambil betapa senangnya ia untuk kembali ke rumahnya. Mereka berdua berbagi beberapa saat light sweet di jalan.Meethi mengatakan kepadanya bahwa ia sangat bahagia. Sebelumnya ketika mereka datang ke Aatishgarh ia tidak melihat keindahan tempat ini. namun sekarang ia menyadarinya. saya merasa seperti ma memanggil aku , seperti pekerjaan ia sudah menunggu aku sejak lama. ia akan sangat senang melihat kami berdua.

ia melihat pohon mangga di jalan dan dengan senang hati mengambil satu buah dari pohon itu. ia menawarkan ia namun ia menolak. ia mengambil menggigit dan relishes karna sangat asam. ia membuatnya memakannya juga dan ia tersenyum. ia berbagi bagaimana ia sudah kehilangan Kajri didi. Hal ini mengingatkan aku paratha. ia lagi-lagi meraih lemari namun Akash mengatakan kepadanya untuk menunggu sedikit lagi.

Berikutnya ia melihat beberapa bunga liar. ia memintanya untuk berhenti. ia akan pergi. namun ia mengatakan untuk tetap kembali ia akan mendapatkan mereka untuknya. ia penuh kasih mencium pipinya.ia datang kembali dengan bunga dan terus mengemudi. ia terus satu di belakang telinganya dan ia membantunya dalam melakukannya. ia tersenyum. Meethi jatuh tertidur di jalan. Akash menghentikan jip didekat danau dan keluar.

ia ingat kata-kata semua orang satu persatu. Maiyya sudah memintanya - bahwa kau ingin hidup - ibu atau putri Iccha ini? Berikutnya ia ingat bagaimana Kajri sudah mengatakan kepadanya bahwa ia akan menerima hal-hal yang mengancam bagi meethi cepat atau lambat. ia bisa melihat betapa ia peduli untuk Meethi. ia ingat Meethi bangun dan berbagi mimpi dengannya. Ma datang dalam mimpi saya dan khawatir melihat luka aku. saya bilang tidak perlu khawatir karna Wisnu berada dengan aku.Meethi bangun untuk menemukan bahwa Wisnu tidak du sisinya. ia melihat sekeliling dan memanggilnya. Episode berakhir di wajahnya!

Sinopsis "Uttaran Episode 229" jumat 6 mei 2016 ,menceritakan tentang ,Tuan Takhur kemudian memperlihatkan berita di surat kabar kepada Divya. Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa Tapasya lah yang menjadi 'gadis kurang beruntung' itu.Sementara itu di rumah Bundela, Tej sedang memandangi foto Mukhta sambil komat-kamit, ia membayangkan Mukhta dan berkata,"Gadis impian, gadis impian".

tidak tahan melihat kelakuan seperti itu, Tapasya kemudian menghampiri Tej dan menodongkan pisau ke wajah Tej.Tej terkejut dan berkata, "Apa yang kau lakukan? Apa kau telah kehilangan akal?",Tapasya mengancam, "Jika kau berani memandangi foto putriku lagi, aku akan menghancurkan matamu dan kau tidak akan bisa melihat apapun lagi, mengerti?"tapasya menambahkan, "Jika aku mati, kau akan kehilangan seluruh harta warisanmu tapi jika kau yang mati, aku akan untung besar (mendapatkan 50% kekayaan keluarga Bundela)".
Tapasya ancam Tej2,.
Tapasya kemudian melempar pisau ke arah foto Tej dan menancap tepat dibagian tengah dahi foto Tej. Hal ini membuat Tej terperanga, Tej mulai ketakutan, ia berkata kepada dirinya sendiri,"Jika Tapasya menemukan bukti kematian kakek yang ada pada Chanda maka aku akan mendapat masalah besar. Aku harus segera mengambil bukti yang ada ditangan Chanda dan menghancurkannya"Semua anggota keluarga Takhur bersedih setelah membaca berita pernikahan Tapasya dengan Tej. Tuan Takhur meminta maaf kepada Mr.rathore dan berkata,

"Aku selalu menunggu Tapasya selama 19 tahun, tidak ada sekalipun dia peduli dan datang menemuiku. Ketika dia kembali tanpa memberi kabar kepadaku, dia ternyata telah menikah dengan Tej si iblis itu dan sekarang dia telah menjadi istrinya!"Tuan Takur meminta maaf pd Rathore2, "Nama baik keluargaku telah hancur berkeping2, noda hitam dikeluargaku kali ini bahkan tidak akan bisa dihapus. Tapasya adalah putri terburuk yang pernah ada!", kata tuan takur lagi."Kita harus pergi menemuinya, setidaknya sekali saja" jawab Divya.

Tuan Takhur semakin marah dan berteriak,"Tidak ada seorangpun di rumah ini yang boleh pergi menemuinya! Ini adalah perintahku!".Ichcha berusaha menenangkan Tuan Takhur dan berkata,"Pasti ada alasan Tapasya menikah dengan tej,Tappu kita tidak akan pernah bertindak seperti ini".Nenek dan Mukta,Mukhta tidak dapat menahan keinginannya untuk memberitahu yang sesungguhnya tapi nenek menghentikannya, jika Mukhta membongkar semuanya maka rencana yang telah disusun oleh Tapasya akan jadi berantakan.

Amla sedang membuat susu di dapur, ia mengeluh kepada Paman Kasa betapa lelahnya ia bekerja siang dan malam. Tapasya masuk ke dalam dapur, ia mengambil susu hangat yang dibuat Amla dan meminumnya sampai habis.Amla melihat Tapasya dengan tatapan menyebalkan seperti biasa. Tapasya bertanya kepada Amla,"Kau tau kan siapa aku?","Kau adalah ibu mertuaku","Jadi mulai sekarang kau harus membawakan segelas susu dan sarapan untukku setiap pagi!", Amla mengangguk.

Tapasya menanyakan keberadaan Candha, Amla menjawab, "Dia telah pergi!","Semoga arwahnya beristirahat dengan tenang(Tapasya mengira Chanda telah meninggal dunia)" kata Tapasya.Paman Kasa menjelaskan,"Maksudnya, dia sedang berjalan-jalan mengunjungi kota lain".Amla mulai menggosipkan Candha kepada Tapasya,"Sejak kakek meninggal, Chanda dan Tej sangat dekat. Tej selalu memanggil Chanda dengan sebutan tuan putri Chanda, Chanda juga sangat memperhatikan Tej, tapi suatu hari Chanda pergi meninggalkan kota ini".

Aksi Tapasya3,Gunvanti tiba2 datang dan memarahi Amla,"Wanita ini adalah mata-mata! Dia ada disini dengan niat yang buruk. Kau tidak boleh menceritakan rahasia keluarga ini kepada orang lain! " Gunvanti lalu menyuruh Amla membawakan sarapan untuknya.Tapasya mulai bertanya-tanya tentang keberadaan Candha. Ketika Amla membawakan sarapan untuknya, Tapasya kembali menanyakannya kepada Amla,Amla menjawab,"Tidak ada yang tau kemana dia pergi,dia pergi tiba-tiba tanpa mengabari siapapun. Chanda adalah teman baikku. Yang aku tau Tej lah yang membelikan tiket pesawat dan menyuruhnya pergi ke kota lain".

Tapasya mulai memikirkan ada hubungan apa antara Tej dan Chanda. Tapasya kemudian menelfon nenek untuk mencari tau,nenek pun memberi info sikap aneh Tej terhadap Chanda.Tapasya memberitahu nenek,"Ada yang aneh disini, Chanda tiba2 menghilang, kita harus menemukan dia secepatnya".

Sinopsis "Uttaran Episode 230" sabtu 7 mei 2016 ,menceritakan tentang ,keadaan sebelum masuk ke dalam ruang sidang, Yuvi sedang mencoba mendekati Ichcha dan mengatakan seandainya dia merupakan seorang putra atau anak yang jahat dan terburuk sedunia.Sambil menangis di bawah kaki Ichcha, Yuvraj mengatakan kalau pihaknya sudah melakukan kesalahan yang besar dan juga hal yang kotor serta sudah menyakiti hati Ichcha yang tidak lain adalah ibunya sendiri. Pihaknya mengetahui tidak ada yang akan mau memaafkan perbuatannya tersebut.

Yuvraj meminta agar Ibunya tersebut mau untuk memaafkannya sekali itu saja. Dan dia juga berjanji akan menjadi seorang putra yang baik untuk Ichcha. Yuvraj juga ingin Ichcha memberinya kesempatan agar dapat hidup dijalan yang benar untuk memperbaiki kesalahannya.Sesudah itu, Yuvraj pun berdiri dan memasuki ruang pengadilan. Tangisan Yuvraj tadi hanyalah siasat untuk menggoyahkan hati Ichcha, yang akan bersaksi untuk Mukhta. Dalaam sidang yang sudah dimulai, Ichcha pun mengatakan semua yang sudah dia lihat dengan kejujurannya.

Ichcha juga sudah bersumpah melihat Yuvraj yang berusaha melecehkan Mukhta, namun seorang pengacara menyudutkan Ichcha. Pengacara mengatakan seandainya Ichcha yang memang dibesarkan di rumah keluarga Takhur, tentu saja akan membela Muhta.Muhta sendiri merupakan cucu dari tuan Takhur. Sambil menangis Ichcha mengakui seandainya Yuvraj tersebut adalah anak kandungnya. Namun, Ichcha tidak melakukan pembelaan terhadap anaknya melainkan membela Mukhta yang merupakan korban Yuvraj.

sesudah Ichcha, Mukhta pun bersaksi dan ditanya mengapa dirinya malam-malam menemui Yuvraj di hotel tersebut. Mukhta pun mengaku kalau pihaknya merupakan teman sekampus Yuvraj.Dan pada malam itu, Yuvraj menelpon agar menemui dirinya di hotel. Sesudah sampai disana, Yuvraj membawa Mukhta ke lantai 3, dan sambil menjelaskan Mukhta pun mulai menangis. Mukhta menjelaskan seandainya pada saat itu dia berusaha keluar dari hotel, namun Yuvraj terus menahannya.


BACA untuk : Sinopsis Uttaran Episode 1 - terakhir (ANTV)

Detail Cast and Crew Film Uttaran :

Sutradara  : Ketan Dubey
Produser  : Pintoo Guha, Rupali Guha
Penulis naskah : Ajay, Aseem Arora, Kumar Abhishek
Penulis Cerita : Mitali
Genre : Drama, Romance
Episode : 1549 episode
Channel : Colors TV dan ANTV (Indonesia)
Distributor : Film Farm India

Pemain Film Uttaran :

Rashmi Desai sebagai Tapasya Raghuvendra Pratap Rathore
Tina Dutta sebagai Ichcha Veer Singh Bundela
Ishita Panchal sebagai Tapasya cilik
Sparsh Khanchandani sebagai Ichcha cilik
Sreejita De sebagai Mukta Vishnu Kashyav
Mrunal Jain sebagai kaash Chaterji
Ajay Chaudhary sebagai Vishnu Kashyav
Nandish Sandhu / Vikas Bhalla sebagai Veer Singh Umed Singh Bundela
Ayub Khan sebagai Jogi Thakur
Pyumori Mehta sebagai Divya Jogi Thakur
Pratima Kazmi sebagai Sumitra Devi
Vaishali Thakkar sebagai Damini Ragendra Bharti
Varun Toorkey sebagai Sankrant
Saurabh Raj Jain / Bharat Chawda sebagai Yuvraj Veer Singh Bundela
Gaurav Chopra sebagai Raghuvendra Pratap Rathore
Gaurav S Bajaj sebagai Aman Verma

Subscribe to receive free email updates: