Sinopsis Drama Uttaran Episode 231 - 240 (ANTV)

Film "Uttaran" merupakan film yang berasal dari Negara India dengan genre Drama. Film ini disutradarai oleh Ketan Dubey dan diproduseri oleh Pintoo Guha bersama Rupali Guha. Film ini dibintangi oleh artis cantik Rashmi Desai, Tina Dutta, dan Tina Dutta. Film ini akan tayang di Channel AnTv.Serial TV Uttaran ini sementara sudah ditayangkan pada tahun 2008 lalu di Colors Tv India, namun baru kali ini akan ditayangkan di Indonesia. Melihat jadwal tayang nya yang mencapai 1549 episode, bisa ditebak kalau jadwal main 1 episodenya akan begitu lama juga.Dalam film Uttaran ini,anda akan di hibur dengan aksi-aksi yang romantis dan kisah cinta yang romantis.

Sinopsis Drama Uttaran Episode 231 - 240 (ANTV)
Untuk mengetahui jalan cerita sebelumnya ,baca Sinopsis Uttaran Episode 221 - 230 

Dibawah ini adalah sinopsis "Drama Uttaran episode 231 sampai 240" ,simak selengkapnya !!!!!

Sinopsis atau jalan cerita Uttaran Episode 231 yang tayang minggu 8 mei 2016 selengkapnya dimulai dari ,Sebelum masuk ke ruang sidang, Yuvi mendekati Ichcha dan berkata,"Ibu,saya benar-benar jahat kan? saya adalah putra terburuk diseluruh dunia". Yuvraj menangis di kaki Ichcha,"saya sudah melakukan kesalahan besar, saya sudah melakukan hal yang kotor,menyakiti hatimu, saya tau tidak ada yang bisa memaafkanku. ingin kah ibu memaafkanku sekali saja? Sekali saja, saya pastikan kepadamu saya akan menjadi putra yang baik. inginkah kamu memberikanku kesempatan untuk berjalan dijalan yang benar?". Yuvraj lalu berdiri dan memasuki ruang pengadilan. Yuvraj melakukan ini hanya untuk menggoyahkan hati Ichcha dalam kesaksiannya untuk Mukhta.

Sidang pengadilan kasus Mukhta dan Yuvraj pun dimulai, Ichcha diminta berdiri di tempat saksi. Ichcha mengatakan yang sebenarnya meskipun sulit, dia bersumpah melihat sendiri saat Yuvraj berusaha memperkosa Mukhta. Seorang pengacara menyudutkan Ichcha dengan mengatakan bahwa Ichcha dibesarkan di rumah keluarga Takhur, tentu saja dia membela Mukhta yang notabene nya adalah cucu dari Tuan Takhur. "Memang benar Mukhta sudah seperti putriku sendiri, namun Yuvraj adalah putraku! Darah dagingku!" Jawab Ichcha sambil menangis.

Giliran Mukhta yang berdiri ditempat saksi. Pengacara bertanya kepada Mukhta,"Mengapa kamu pergi menemui Yuvraj di hotel pada jam 8 malam? Apa tujuanmu?"saya dan Yuvraj belajar di kampus yang sama, kami adalah teman"Apa benar yang saya dengar? kalian adalah teman? Seorang gadis pergi ke hotel bersama temannya?"Malam itu Yuvi yang menelfon dan menyuruhku datang ke hotel"Apa yang terjadi selanjutnya?"Dia membawaku naik ke lantai 3. Mukhta mulai menangis. Pengacara kembali mendesak mukhta untuk mengatakan apa yang terjadi setelah itu. Mukhta menjawab,"Berkali2 saya berusaha untuk keluar namun dia menghentikanku!","Dia pasti sudah menyentuhmu! Dibagian mana dia sudah menyentuhmu?"Apa yang ingin kamu ketahui? kamu tau semua yang terjadi! saya fikir dia adalah temanku. saya hanya ingin menemui seorang teman. Apa salahku?! Polisi lalu datang menangkapnya, ini bukan salahku" jawab Mukhta.

Tapasya berdoa agar persidangan Mukhta berjalan lancar, dia berdoa di kuil tempat Vishnu tinggal, dia juga membuat janji bertemu dengan Mr.rathore disana. Tapasya menghampiri Mr.rathore dan berkata,kamu tidak berubah sedikitpun,kamu bilang ada hal penting yang ingin dibicarakan? Bisa kita bicara di suatu tempat?". Pada saat yang sama, Meethi juga berdoa di kuil itu untuk kasus yang sedang dihadapi Mukhta dipersidangan. Tapasya berkata kepada Mr.rathore,"Nasib buruk,saya kembali setelah bertahun-tahun namun tidak bisa berada didekat putriku dalam masa sulitnya. saya hanya bisa berdoa di kuil","Semua orang ada untuknya sekarang, seluruh keluargamu, nyonya Ichcha, saya juga ingin pergi kesana,namun kamu bilang ada hal penting yang ingin dibicarakan, jadi saya datang kesini dulu".

Tapasya menceritakan betapa paniknya Tej setelah Chanda kembali, dia yakin kalau Tej sedang merencanakan sesuatu untuk melawannya. Tapasya lalu melihat Meethi, dia mengira Meethi adalah Ichcha. Tapasya meneteskan air mata. Mr.rathore bertanya,Ada apa?. Tapasya melihat ke arah meethi. Mr.rathore memberitahu,"Dia adalah Meethi, putri dari nyonya Ichcha. Wajahnya sama persis dengan nyonya Ichcha namun dia sangat membenci ibunya". Tapasya terkejut mendengar ucapan Mr.rathore. Mr.rathore lalu bertanya,"Apa ada yang ingin kamu sampaikan pada Mukhta?Berikan manisan ini kepada seluruh keluargaku, namun jangan katakan ini dariku atau mereka tidak akan ingin menyentuhnya","Lalu apa yang harus saya katakan pada mereka? saya pergi ke kuil untuk mendapatkan manisan(persembahan) ini?Tidak ada yang akan menertawakanmu.

Katakan saja kamu pergi ke kuil berdoa untuk putrimu. Tidak bisakah kamu melakukan ini untuk putrimu? Mr.rathore mengambil manisan itu dan berkata,"Jagalah dirimu. Telefon saya jika kamu butuh bantuan"
Yuvi mendekati Ichcha ketika jaksa agung meminta waktu 1 jam untuk memutuskan hasil persidangan. Yuvi berkata kepada Ichcha,"Ibu.. kamu adalah ibuku. Ibu, ibu, ibu, terimakasih karena bayanganmu tidak pernah mendekati masa kecilku. Lihat apa yang kamu berikan kepadaku dari ketidakhadiranmu itu? Borgol, pengadilan, dan sekarang mungkin penjara", Ichcha menangis mendengarnya. "Lebih baik tidak punya ibu daripada punya ibu sepertimu. Pernahkah kamu berfikir mengapa putramu, suamimu dan keluargamu tidak ada untukmu? saya beritahu kamu, karena kamu tidak menghargai dan tidak peduli dengan orang-orang yang menyayangimu. kamu ingin darah dagingmu dihukum, kamu ingin mengirimku ke penjara!

Sejak kecil hingga sekarang, saya sama sekali tidak punya ibu" kata Yuvi.Mr.rathore tiba di pengadilan,dia memberikan manisan kepada Mukhta. Mr.rathore menolak ketika Mukhta mengajaknya masuk ke dalam,"Ayah akan berdiri disini dan mendengarkan dari luar,jika ayah masuk, maka akan muncul kasus baru, ayah tidak ingin melihat wajahnya(Yuvraj), semuanya akan baik-baik saja" kata Mr.rathore.Sidang pengadilan kembali dimulai, jaksa agung memuji keberanian Ichcha karena tidak berpihak pada putranya demi keadilan. Yuvraj dijatuhi hukuman 5 tahun penjara. Gunvanti menangis, sedangkan perasaan Ichcha bercampur aduk. Polisi memborgol tangan Yuvraj. Yuvraj berteriak pada Ichcha,"kamu sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan! kamu sudah puas sekarang? saya harap tidak ada lagi yang mendapatkan ibu sepertimu! saya tidak akan pernah memaafkanmu Ichcha Bharty!".

Gunvanti menghampiri Ichcha dan ingin menamparnya, namun Damini menahan tangan Gunvanti dan berkata ini semua terjadi karena Gunvanti salah mendidik Yuvraj. Gunvanti meninggalkan mereka, Umed meminta maaf atas sikap kasar Gunvanti kepada Ichcha.Ichcha lalu teringat saat dia menyusui Yuvraj ketika Yuvraj masih bayi, Ichcha terduduk dilantai dan menangis sejadi-jadi nya .Meethi  dan  Vishnu sedang boncengan diatas motor. Meethi memarahi Vishnu karena mengendarai motor terlalu kencang.Vishnu menghentikan motornya dan berkata,"kamu ajari saya bagaimana cara mengendarai motor dan bagaimana cara mengerem","Bukan begitu maksudku","kamu satu2nya orang yang mengatakan saya tidak bisa mengendarai motor.

Sekarang ajari saya"saya bilang begitu karena saya ketakutan duduk dibelakangmu.saya tidak bisa mengendarai motor,Haruskah saya mengajarimu?,Tidak.saya ingin pergi.Vishnu menarik tangan Meethi ketika Meethi berjalan meninggalkannya. Vishnu berkata,"Apa kamu tidak percaya padaku?,Baiklah, ajari saya.Vishnu duduk dibelakang dan mengajari Meethi cara mengendarai motor.Meethi terlihat sangat gembira.Damini tiba2 menelfon dan menyuruh Meethi utk segera pulang.Vishnu lalu mengantar Meethi pulang ke rumahnya.Ichcha lgsg berdoa di kuil setelah pulang dari pengadilan.Vishnu menghampirinya,Ichcha pun menceritakan kesedihannya kepada Vishnu.Vishnu berkata,"Mungkin kamu tidak percaya, tadi Meethi datang ke kuil ini utk mendoakanmu dan Mukhta.

Dia tidak sama seperti sebelumnya,kemarahannya sdh mereda.Dia banyak tersenyum","Semua ini berkat dirimu","Ini semua bukan karena saya.Suatu hari Meethi akan menghargai kasih sayangmu. Ketika saya kehilangan ayahku, saya tidak pernah berhubungan dengannya. namun ketika saya kehilangan sosoknya.saya merasa setidaknya saya harus berada didekatnya ketika dia meninggal","Sudah berapa lama sejak ayahmu meninggal?" Meethi tiba2 datang dan bertanya kepada Vishnu,"kamu mengenal wanita ini?","Sebenarnya saya ingin mengatakannya kepadamu" jawab Vishnu.Ichcha berkata, "saya tidak ingin berbohong pada putriku.saya sudah mengenal Vishnu sejak lama".Meethi menjawab,"Dengar,saya tidak ada keluhan denganmu.namun dengan pria ini,saya sangat marah.Dia sudah membohongiku!saya menganggapnya sebagai teman namun dia menipuku! Yang kamu lakukan padaku pasti karena wanita ini yang menyuruhmu.Mungkin untuk balas budi bukan?". Ichcha dan Vishnu mencoba menjelaskan kalau mereka tidak bertemu setiap hari secara rutin.Meethi berteriak,"Cukup!saya membenci kalian berdua!"

Tapasya memandangi foto Veer dan Ichcha,dia berkata,Oh dewa.Berikan kekuatan kepada Ichcha".Chanda sedang mencari kaset rekaman kematian kakek di kamarnya, dia berfikir mungkin Tej sudah mengambilnya.Tapasya masuk ke dalam kamar Chanda dan bertanya,Mengapa kamu terlihat sangat cemas?Ada yang bisa saya bantu?saya dengar kamu belum makan.Apa kamu ingin saya buatkan sesuatu?,Tidak mungkin kamu memperhatikan seseorang tanpa alasan.Apa yang kamu inginkan dariku?,saya harus menyelamatkanmu dari suamiku,Ini bukan pertama kalinya saya bertemu denganmu.Lebih baik jika kamu tidak mengkhawatirkan kehidupanku lagi,Baiklah. Haruskah saya memberikan kaset video ini kepadanya?, Tapasya mengeluarkan sebuah kaset dan menunjukkannya kepada Chanda.Chanda mulai panik dan bertanya,

"Bagaimana bisa kaset itu ada padamu?,saya melihat Tej sedang mencari kaset ini,ketika saya menemukannya saya rasa kamu sedang dalam bahaya.Jadi saya selamatkan nyawamu dulu,baru saya mengambil kaset ini". Chanda berusaha merebut kaset itu, Tapasya mengelak dan berkata,"Jika kamu menginginkan kaset ini, saya tidak akan memberikannya kepadamu atau kepada orang lain. saya akan mencari tau semua yang ada didalam dikaset ini". Chanda mulai gugup, dia bergumam,Kakek.. dia.. Tej tiba-tiba memanggil nama Chanda dan menghampiri mereka berdua. Tapasya berkata kepada Chanda,Jika kamu punya masalah dengan siapapun di rumah ini. kamu bisa mengatakannya kepadaku. Setelah Tapasya pergi, Tej bertanya kepada Chanda,"Mengapa dia datang kemari?,Mengapa kamu menanyakan segalanya kepadaku?

kamu yang telah menikah dengannya bukan? Dia sedang mencari bukti kejahatanmu,kaset rekaman yang saya sembunyikan di kamar". Tej tertawa dan berkata,"saya sudah lama menghancurkan barang bukti itu!,Apa?? Lalu kaset rekaman apa yang ada padanya?,kamu pasti sudah mengatakan sesuatu padanya?,Mulutku tidak sengaja menyebut nama kakek,Mengapa kamu mengatakannya?! Apa kamu tidak mengenal penyihir itu? Dia membuat 2+2=8, bukannya 4!. Tej Singh merasa semakin terancam dengan keberadaan Tapasya, dia mulai memikirkan rencana untuk menyingkirkan Tapasya.

Sinopsis atau jalan cerita Uttaran Episode 232 yang tayang senin 9 mei 2016 selengkapnya dimulai dari ,Tapasya berdiri didepan foto kakek dan berkata,saya hanya memanah didalam kegelapan namun panahnya tepat sasaran. Sesuatu yang diketahui Chanda dan Tej tentang kakek namun mereka sembunyikan.Apakah tentang persyaratan kakek atau yang lainnya?. Tapasya kemudian mendengar pembicaraan Amla dan Gunvanti bahwa Veer sudah sembuh dan akan segera pulang ke rumah. Tapasya kembali mengorek informasi dari Amla,dia akhirnya mengetahui bahwa pernikahan Veer dan Amla terjadi bukan atas keinginan Veer. Tej memulai aksinya untuk menyingkirkan Tapasya dengan cara diam-diem mencampurkan racun ke dalam teh yang dibuatkan Paman Kasa untuk Tapasya. Tapasya turun dari kamarnya, Tej berkata,"Terimakasih.Ini pertama kalinya saya minum teh hijau dalam hidupku.saya minum sedikit teh yang dibuatkan untukmu ini. Apa kamu ingin saya tuangkan untukmu?.Apa ada yang salah? kamu terlihat manis hari ini.saya akan menuangkan tehnya untukmu.saya merasa curiga padamu.

Jangan berprasangka buruk. Tapasya lalu mengaduk teh nya,dia memandangi Tej sebelum menyeruput teh tersebut.Tej berkata,Minumlah itu penyihir atau kamu akan terus memandangiku? Tehnya terlihat seperti obat namun rasanya benar-benar enak.saya ialah istrimu dan kamu ialah suamiku. kamu tau saya sudah pernah tinggal di rumah ini sebelumnya. Ibu (Gunvanti) berkata kalau saya meminum teh suamiku maka cinta diantara kita akan semakin kuat. Dan hari ini kamu bersikap manis terhadapku. Sekarang minumlah teh milikku. saya ingin minum teh yang sudah diminum olehmu. Tapasya memaksa Tej meminum teh nya. Tej mulai keringat dingin. Tapasya bertanya,Ada apa denganmu? kamu mudah berkeringat hari ini. kamu ingin saya panggilkan dokter atau kamu ingin meminum teh dari tanganku sendiri?. Tapasya memaksa Tej dan mendekatkan cangkir tehnya ke mulut Tej. Tej mendorong cangkir teh tersebut hingga tumpah. Mereka saling bertatapan,

Tej beranjak dari tempat duduknya, Tapasya berkata,saya memberikanmu teh dengan penuh kasih sayang,saya tidak mencampurkannya dengan racun, mungkin kamu yang melakukannya. Lain kali carilah cara yang lebih unik.Meethi tidak ingin mendengarkan penjelasan Vishnu sedikitpun. Vishnu mulai frustrasi dan mengancam akan melompat dari atas gedung kampus Meethi. kalau Meethi tidak ingin memaafkannya. Mahasiswa/i berkumpul melihat aksi Vishnu. Mukhta juga ikut menyaksikannya. Vishnu menyiram tubuhnya dengan bensin dan berkata,Katakan padaku Meethi, kamu akan memaafkanku atau haruskah saya membakar tubuhku?. Meethi berteriak,saya sudah memaafkanmu! kamu bisa turun sekarang".

 Setelah Vishnu turun, Meethi berjalan keluar dari kampus. Vishnu mengejarnya dan berkata,kamu sudah memaafkanku di depan semua orang. Kenapa kamu menghindariku lagi sekarang?.kamu fikir apa yang kamu lakukan tadi itu benar? Berdiri di tempat yang tinggi dan mengancam akan membakar tubuhmu.Apa bedanya jika saya mati?Tentu saja ada yang beda!. Meethi berhenti dan berbalik melihat Vishnu. Vishnu berkata,Akan ada yang berbeda bukan? Tadi itu air, bukan bensin.kamu membohongiku sekali lagi!.Lupakan tentang kebenaran dan kebohongan. Tatap mataku dan katakan apa yang ada didalam hatimu ketika kamu melihatku mencoba untuk bunuh diri?.saya tidak tau apa2. kamu ialah seorang pembohong dan penipu.saya tidak membohongimu. kamu tidak menjawab pertanyaanku. Apa yang ada didalam hatimu?.kamu berbohong kepadaku kalau kamu ialah seorang penjahat! .Jawab pertanyaanku.Sakit, lepaskan tanganku.Sakitnya bukan ditanganmu namun didalam hatimu.

Tatap saya dan katakan kepadaku kalau sesuatu telah terjadi dalam hubungan persahabatan ini. saya tidak membakar tubuhku, namun saya telah membuat satu nama menjadi milikku selamanya". Vishnu menunjukkan luka bekas goresan pisau dilengannya yang bertuliskan 'Meethi'. Meethi masih mengatakan kalau Vishnu ialah seorang penipu dan pembohong. Sebelum Meethi pergi meninggalkannya, Vishnu berteriak,"I love you! saya cinta padamu! Hanya kamu! Maafkan saya, Meethi"Setelah Veer kembali ke rumah Bundela. Gunvanti memperkenalkan Tapasya kepada Veer, dia berkata bahwa Tapasya ialah satu2nya orang yang bertanggung jawab atas kematian Vansh dan sekarang posisi Tapasya sebagai istri dari Tej Singh Bundela. Gunvanti meminta Veer berhati2 dengan Tapasya, dia kemudian menyuruh Veer beristirahat di kamarnya.

Tapasya mengetuk pintu kamar Veer dan berkata,"Veer, saya ingin bicara padamu.namun saya tidak ingin bicara denganmu.Apakah karena ibu yang melarangmu?Apakah kamu berfikir semua yang ibu katakan kepadamu ialah kebenaran?.Dia tidak akan berbohong kepadaku.namun dia tidak mengatakan seluruh kebenaran kepadamu.Apa maksudmu?.saya tau kamu mengingat sesuatu dari masa lalu mu, kamu ingat beberapa kenangan yang kurang jelas. namun bagaimana bisa seseorang menghapus masa lalumu dari rumahmu sendiri? Tidak pernahkah keluargamu menceritakan tentang istrimu? Maksudku, Ichcha.Mereka tidak pernah membicarakannya denganmu?". Veer menggelengkan kepala. Tapasya melanjutkan,"Lalu mengapa kamu tidak mencari tau apa tujuan mereka?Mengapa mereka bersikap seperti itu terhadap Ichcha?

Kumohon cobalah untuk mengingat. Ingatlah kembali kenangan masa lalu tentang istrimu,putramu, mungkin sedikit menyakitkan, namun cobalah, mungkin bisa kalau kamu mencoba. kalau kamu mengingat dengan jelas kamu akan tau apa yang sedang terjadi". Gunvanti membawakan susu untuk Veer dan bertanya,"Ada apa ini?", Tapasya beranjak keluar dan berkata kepada Veer,"saya akan bicara denganmu besok.Jangan kembali kesini lagi" jawab Gunvanti.Gunvanti memberikan Veer susu yang sudah dicampur dengan obat khusus dari seorang dokter, obat tersebut membuat ingatan Veer semakin lemah, Gunvati sudah mencampurkannya ke dalam minuman Veer selama 19tahun. Tapasya mengintip di depan pintu kamar Veer, dia melihat Gunvanti memaksa Veer untuk meminum susu tersebut,Tapasya pun mulai mencari tau rahasia yang disimpan Gunvanti.

Sinopsis atau jalan cerita Uttaran Episode 233 yang tayang selasa 10 mei 2016 selengkapnya dimulai dari ,Tapasya berhasil mendapatkan setengah harta warisan yang dimiliki Tej, ia membuat Tej menandatangani berkasnya saat Tej sedang mabuk berat. Tej merasa sangat marah, ia bersumpah akan membunuh Tapasya. Tej mencoba cara lain untuk melenyapkan Tapasya, ia menumpahkan minyak di tangga agar Tapasya terpeleset dan jatuh. Konyolnya, Tej sendiri yang terpeleset karena terlalu bersemangat. Tej terjatuh, hampir saja ia menabrak tiang,namun Tapasya menahan kepala Tej dengan bantal dan kembali mengolok-olok kebodohan Tej.
Tej datang ke pengadilan untuk menemui pengacaranya dan mengeluh tentang setengah harta warisan miliknya yang jatuh ketangan Tapasya, pengacara berkata bahwa Tej sendiri yang menandatangani berkasnya, mereka tidak bisa berbuat apa-apa.

Tej berbalik dan terkejut melihat Tapasya. Tej bertanya,Apa yang kamu lakukan disini?.kamu ialah suamiku. Jadi saya mengikutimu disetiap langkahmu.Dimana kamu berada, saya juga akan ada disana.kamu mengikutiku?. Tej kemudian melihat Tuan Takhur, Tuan Takhur datang ke pengadilan untuk mengurus berkas-berkas kasus Mukhta, Tej mengambil kesempatan untuk menyakiti hati Tapasya, ia memegang kaki Tuan Takhur dan berkata,saya ialah suami dari putrimu. Apa kamu tidak ingat? Putrimu satu-satunya, Tapasya Tej Singh Bundela.Tidak ada hubungan apa2 antara kamu dan saya.kamu tidak ingin menemui putrimu?. Tapasya terkejut melihat Tuan Takhur ketika ia sedang mengikuti Tej dari belakang. Tej berkata kepada Tuan Takhur,Tidak usah berkati saya,namun setidaknya kamu bisa berkati putrimu sendiri. Dia telah memulai hidup baru, setidaknya berikan dia sebuah pelukan. Lihat, dia mulai menangis dan kamu tidak melakukan apapun?. Tapasya berkata,Ayah...Jangan panggil saya ayah.

Sekarang tidak ada hubungan apa-apa diantara kita berdua jawab Tuan Takhur. Tuan Takhur meninggalkan Tej dan Tapasya yang sedang menangis. Tej berkata kepada Tapasya,Ini hanyalah contoh dari apa yang bisa saya lakukan. saya tidak bisa membunuhmu namun saya bisa memberikanmu banyak kepedihan yang membuatmu tetap hidup namun tidak bisa bernafas!Tapasya duduk dibangku taman memikirkan masa kecilnya bersama Tuan Takhur. Mukhta menghampiri Tapasya dan berkata,Ibu..bagaimana kabarmu?. Mereka berdua berpelukan. Tapasya menjawab,Ibu baik-baik saja. Bagaimana kabar semua orang di rumah? Ibu, ayah, ibu Damini dan Ichcha?.Mereka semua baik-baik saja, namun mereka sangat merindukanmu.Ibu juga sangat merindukan mereka. Maafkan ibu, ibu tidak bisa berada didekatmu saat sidang di pengadilan kemarin.

saya mendapat manisan yang ibu kirimkan melalui ayah, jadi saya sudah mendapatkan berkat darimu. Kapan ayah akan kembali?.Dia akan kembali sebentar lagi,dia bicara denganmu setiap hari, dia tidak akan bisa jauh dari putrinya. Mukhta memberikan paratha kepada Tapasya dan berkata,Paratha ini dibuat oleh ibu Ichcha.Tapasya mencicipinya dan menangis, ia berkata,Rasanya masih sama seperti waktu itu.Jangan menangis bu. Suatu hari ibu juga harus mencicipi paratha yang dibuatkan oleh kakek.Mungkin rasanya tidak begitu lezat, namun kakek akan menyuapimu dengan penuh kasih sayang.Hanya Meethi yang tidak mau mencicipi makanan yang dibuat oleh ibunya.Hidup kadang diatas kadang dibawah namun pada waktu yang tepat semuanya akan baik2 saja. Seperti jarak yang sudah hilang diantara kita berdua, dengan cara yang sama,suatu hari hubungan antara Ichcha dan Meethi akan membaik.

Ibu memintamu membawakan sesuatu, apa kamu membawanya?. Mukhta mengeluarkan album foto, mereka membukanya bersama. Mukhta berkata,Ini ialah foto2 masa kecilku.Ayah juga bermain dengan ibu ketika ibu masih kecil, dia melakukan hal yang sama kepada kita berdua. Ibu sangat menyayanginya kata Tapasya. Mukhta memeluk Tapasya dan berkata,Kakek masih sama seperti yang dulu bu. Mukhta kembali mencemaskan Meethi, Tapasya berkata,Ibu akan memenuhi janji ibu kepadamu. Semuanya akan baik2 saja.saya mencemaskanmu. Tej Singh Bundela itu sangat berbahaya.kamu tidak perlu mencemaskan semua ini. Perhatikan saja pendidikanmu dan berbahagialah. Ibu ingin melihatmu bahagia. Ibu sangat tau bagaimana cara mengendalikan Tej Singh Bundela.

Meethi akhirnya menyadari perasaannya terhadap Vishnu,ia datang ke tempat dimana Vishnu berlatih bela diri. Meethi memeluk Vishnu dan berkata,saya cinta padamu, Vishnu,Vishnu menjawab,saya juga cinta padamu. Meethi melihat luka dengan tulisan baru di lengan Vishnu. Meethi berkata,kamu melukai dirimu lagi hari ini? Berjanjilah padaku, setelah ini kamu tidak akan pernah melukai dirimu lagi.saya berjanji,namun saya ingin kamu juga berjanji padaku, kamu tidak boleh marah padaku lagi dan tidak akan pernah mengatakan kalau kamu akan meninggalkanku lagi.saya berjanji.kamu ialah milikku, hanya milikku.

Malamnya, Vishnu memeriksa motornya yang rusak. Mereka sedikit berdebat, Meethi menyuruh Vishnu memperbaiki motornya, dia akan pulang sendiri. Vishnu kemudian menirukan suara binatang untuk menakut-nakutii Meethi. Meethi pun mengurungkan niatnya untuk pulang sendiri.Meethi lalu melihat Vishnu membuat api unggun untuk menghangatkan tubuhnya dan tidur didekat api unggun tersebut. Meethi mendekati Vishnu yang sedang tertidur, ia duduk didekat Vishnu dan bernyanyi. Vishnu terbangun, ia berkata,saya ada disini.Berjanjilah kamu tidak akan pernah meninggalkankupinta Meethi,Vishnu berjanji dan berkata,Tidak akan pernah. Mereka berpelukan. Vishnu mulai membicarakan hubungan Meethi dengan Ichcha. Vishnu meminta Meethi untuk memaafkan Ichcha. Vishnu berkata,Ada 1 hubungan yg tidak akan pernah berubah,hubungan ibu dan anak.Kasih sayang seorang ibu ialah kasih sayang tanpa alasan.

Hubungan itu tidak sebanding dengan hubungan lain. Ibu. Katakan 'ibu..' dari dalam lubuk hatimu maka kamu akan mengerti. Meethi menangis dan berkata,Ibu... Vishnu memeluk Meethi dengan erat.Di peringatan ulang tahun ke-25 sekolah Damini keesokan harinya, Meethi pun meminta maaf kepada Ichcha. Dihadapan semua orang, Meethi berkata,Ibu, saya bangga karena kamu ialah ibuku. saya beruntung menjadi putrimu. Kumohon tolong maafkan saya. Maafkan saya, ibu. Ichcha menangis terharu mendengarnya.Tapasya memandangi foto kedua orangtuanya dan berkata,saya tau ayah marah padaku,namun saya juga tau ayah ingin memelukku, ngin membawaku pulang ke rumah bersamamu.saya juga tau ada kasih sayang didalam kemarahanmu.

Bahkan sampai sekarang ayah sangat menyayangiku.Tolong maafkan saya ayah.saya tidak bisa memberitahu siapapun mengapa saya ada disini, bukan hanya ayah.saya juga tau kalau Ichcha tidak pernah mendapatkan hak nya hingga sekarang.saya pastikan saya yang akan mengembalikan haknya, itulah mengapa saya datang kesini dan menyembunyikan kebenaran ini dari kalian semua. Hingga sekarang saya belum pernah memberikanmu kebahagiaan. Kenyataannya saya selalu memberikan kepedihan kepada semua orang. Mengapa putriku yang harus menderita karena kesalahanku? saya tau keputusan yang saya buat ini tidak benar ayah, namun saya tidak berdaya.

saya akan memenuhi janjiku kepada putriku, saya pastikan saya akan mendapatkan kembali semua hak sahabatku, ketika ayah mengetahui semua ini, ayah tidak akan mengatakan tidak ada hubungan diantara kita berdua, ayah tidak akan berbalik menjauhiku. Tapasya kemudian menjalankan aksi selanjutnya. Ia bertanya kepada Amla,Mengapa kamu memakai sindoor?.Apa yang kamu katakan? saya memakai sindoor karena saya sudah menikah.Sindoor dan mangalsutra ialah simbol kasih sayang dari seorang suami.kamu tidak tidak pernah menjadi seorang ibu hingga sekarang? Itu artinya simbol ini tidak berguna untukmu.

 Apakah Veer pernah berbagi masalah, kesedihan dan kebahagiaan denganmu? Pernahkah kamu berfikir mengapa ibu memberikanmu posisi menantu di rumah ini? kamu berfikir kamu ialah seorang istri,namun bagi ibu,kamu ialah sebuah 'kesepakatan'. kamu telah diperangkap dalam sebuah hubungan demi kepentingan pribadi mereka. Mengapa kamu bertahan dalam hubungan ini? Bebaskan dirimu dan bebaskan juga Veer. Mintalah cerai dari Veer. Keluarlah dari hubungan palsu ini. Tidak ada lagi yang akan menganggapmu sebagai pelayan. Kehidupan baru sedang menantimu,keputusan ada ditanganmu. Amla kemudian memikirkan kata2 Tapasya dan mulai menentang Gunvanti.

Sinopsis atau jalan cerita Uttaran Episode 234 yang tayang rabu 11 mei 2016 selengkapnya dimulai dari ,Gunvanti telah menduga, Amla bersikap aneh karena hasutan dari Tapasya. Gunvanti berkata kepada Tapasya,Beraninya kamu menghasut menantuku,saya juga ibu mertuanya. telah kewajiban untukku menunjukkan jalan yang benar kepadanya, orang-orang selalu menunjukkan jalan yang salah padanya,Jalan yang kamu tunjukkan kepada seseorang tidak akan pernah menjadi jalan yang benar,kamu lebih tua daripada saya, saya akan setuju dengan apa yang kamu katakan. Tapi bolehkah saya menanyakan sesuatu? Apa yang kamu fikirkan saat kamu mendapat menantu seperti Amla?Tidak berdaya, yatim piatu,Tidak Penting menjawab semua pertanyaanmu. Tapi jika kamu punya rasa malu, kamu akan menjawab pertanyaanku. Mengapa kamu kembali ke rumah ini sebagai istri dari Tej Singh Bundela?

 Mengapa kamu ingin menemui Veer? Apa yang kamu inginkan?,Mengapa saya kembali kemari setelah 19tahun? Sahabatku, menantumu, istrinya Veer, ibunya Yuvraj. Ichcha Veer Singh Bundela. saya pastikan dia akan mendapatkan semua haknya kembali dan Veer terbebas dari semua rencanamu. Sebelum itu, apapun yang salah di rumah ini,saya merasa saya harus membetulkannya. Putriku, Mukhta, ingin menjadi istri dari Tej Singh untuk alasan yang sama, tapi saya adalah ibunya. Bagaimana bisa saya membiarkan itu terjadi? Jadi saya yang menikahi Tej Singh dan kembali ke rumah ini dengan cara yang sama seperti dengan Veer waktu dulu,Apa yang kamu fikirkan? kamu fikir misi mu akan berhasil? Tidak, Tapasya.

Amla tidak akan pernah bercerai dari Veer dan Ichcha tidak akan pernah kembali ke rumah ini, selama saya masih hidup. Gunvanti kemudian membawa Amla ke kawasan hutan dan menurunkan Amla dari mobil. Amla menangis sambil mengejar mobil Gunvanti. Gunvanti akhirnya turun dari mobil dan berkata,kamu ingin cerai dari Veer? Setelah bercerai inilah yang akan terjadi. Jadi, kamu ingin kehidupan yang ini atau kehidupan yang lain? saya beri kamu waktu 2 menit, fikirkanlah kata-kata siapa yang akan kamu dengarkan. Tapasya atau saya?. Amla masih ragu, Gunvanti mengancam akan meninggalkannya lagi, Amla akhirnya menyerah dan berkata,saya akan mengikuti kata-kata ibu.

Veer melihat Tapasya sedang meletakkan akuarium berisi ikan di kamarnya. Tapasya berkata kepada Veer,Ikan ini menjadi awal kehadiran Ichcha didalam hidupmu. kamu memberikannya ikan seperti ini. Ikan inilah yang menjadi awal kisah cintamu dengan Ichcha. Cobalah mengingatnya Veer. Gunvanti masuk ke dalam kamar Veer membawa segelas susu, dia mengusir Tapasya dan meminta Tapasya untuk tidak mengganggu Veer lagi. Tapasya bertanya kepada Gunvanti,Kenapa kamu merasa terganggu dengan pembicaraanku dengan Veer? Apa yang kamu campurkan ke dalam susu yang kamu bawakan untuk Veer itu? saya tidak pernah melihatmu menjunjukkan perhatian dan kasih sayang sebanyak itu kepada Veer 19 tahun yang kemudian, mengapa sekarang kamu memaksanya minum susu?,Ini bukan urusanmu jawab Gunvanti. Paman Kasa kemudian datang dan memberitahu kalau Tej sedang mencari Tapasya. Gunvanti mengusir Tapasya, dia berkata, Pergi dan layani suamimu.

Tunjukkan kesombongan mu ini padanya ,kamu tidak menjawab pertanyaan ku, tidak masalah. Berapa lama lagi kamu bisa menyembunyikan rahasia ini? Kata Tapasya. Setelah Tapasya pergi, Gunvanti hendak memindahkan akuarium ikan yang dibawa Tapasya tadi keluar, tapi Veer melarangnya. Gunvanti kemudian memaksa Veer meminum susu yang dia bawa seperti biasa dan berkata,Ibu ingin kamu sembuh secepatnya. Gunvanti tersenyum licik saat Veer meminum susu tersebut.Tej masuk ke dalam kamarnya dan mengamuk kepada Tapasya. Tej berkata,Ap-apaan semua ini? kamu menjual kekayaanku?,Kekayaanmu adalah kekayaanku juga, kamu sendiri yang memberikan cap jarimu di berkas itu dan menyerahkan setengah dari kekayaanmu kepadaku,kamu menjual tanah seharga 20jt dengan harga 200rb rupee?

kamu tidak pernah berbuat baik dalam hidupmu jadi saya menjual tanah itu untuk yatim piatu,Suatu hari kamu harus membayar semua ini! saya belum menunjukkan sisi burukku. Jika saya telah melakukannya, tidak ada yang bisa berbuat apa-apa lagi, tidak kamu, tidak pula pengacara,Pertama mencampurkan racun ke dalam teh, kemudian menyiram tangga dengan minyak, kemudian apa selanjutnya?,Jangan terlalu gembira hanya karena kamu menang 2 kali!. Setelah Tej meninggalkan kamar, Tapasya kemudian memikirkan kaset video yang disembunyikan Chanda,saya harus melakukan sesuatu. Kaset rekaman apa itu? saya harus mencari tau apa yang ada didalam kaset tersebut karena kaset itu bisa menjadi senjata mematikan jika telah jatuh ketanganku. Tapasya kemudian mencari petunjuk di kamar Chanda dan menemukan foto-fota perhiasan,Tapasya mengambil foto-foto tersebut diam-diam. Tej melihat Tapasya keluar dari kamar Chanda dan bertanya,Apa yang kamu lakukan disini?

Apa kamu sedang memata-matai seseorang?,Mengapa kamu selalu berfikiran buruk denganku? Untuk apa saya memata-matai di rumahku sendiri? Chanda adalah keponakanku, saya hanya ingin melihat keadaannya, memeriksa apakah dia sedang ada masalah atau seseorang telah menculiknya lagi,Penculikan akan terjadi, tapi bukan Chanda orangnya,Diriku?,Orang lain yang terluka dan kamu yang akan tersakiti. Boneka itu berjanji akan menikah denganku. Putri duyungku, gadis impianku,Jangan coba-coba berfikir tentang putriku lagi!!,Tenanglah ibu dari gadis impianku,kamu tidak akan bisa melakukan apapun. saya akan pergi diam-diam dengannya.

Gunvanti melihat Veer sedang memberi makan ikan yang ada didalam akuarium, dia masuk dan menyuruh Veer segera tidur. Sebelum Gunvanti keluar dari kamar, Veer bertanya,Ibu, jika saya menanyakan sesuatu, apakah ibu akan menjawabnya dengan jujur?,Apa ibu pernah menyembunyikan sesuatu darimu?,Apa yang terjadi antara saya dan Ichcha? Katakan sejujurnya,Mengapa kamu bertanya tentang masa lalu? Lupakan saja,saya hanya ingin tau apa yang terjadi dengan ingatanku.saya ingin tau segalanya,Berapa kali ibu harus mengatakannya padamu? Dia tidak pantas menjadi bagian dari keluarga ini,Kenapa?,Dia adalah putri dari seorang pelayan, gadis seperti dia tidak berharga,dia ingin jadi menantu dari keluarga kaya, tapi takdir berkata lain,kemudian kamu menikah dengan Tapasya,tidak tau mengapa 2 gadis ini menentang keluarga kita. Ichcha tidak punya rasa malu, setelah menjadi janda, dia melibatkanmu dalam rencananya, kamu tidak ingin mendengarkan kami dan menikah dengannya.

Kemudian lahirlah Yuvraj, kemudian suatu hari terjadi musibah dan dia pergi,tidak pernah kembali lagi. Saat itu, kamu hilang ingatan dalam sebuah kecelakaan. Mengapa kamu mengingatnya Veer? Lupakan dia, dia tidak pantas untukmu. Veer mengangguk.Setelah Gunvanti keluar dari kamarnya,Veer pergi ke taman didepan rumahnya. Veer memandangi langit dan berkata,kamu tau semua kebenarannya. kamu adalah saksi dari semua musibah yang saya alami. saya telah mengingat semuanya sekarang, segalanya, setiap kejadian. Ichcha, kamu sering datang kehadapanku sebagai ibu guru, kamu harusnya mengatakan kalau kamu adalah Ichcha ku. Veer mengingat saat Gunvanti membohonginya berkali2, ia merasa sangat marah dan berteriak, Mengapa ibu menikahkanku dengan Amla?! saya bersumpah, saya akan membawa Ichcha ku kembali ke rumah ini.

Niat baik Vishnu untuk menikahi Meethi disambut gembira oleh Ichcha, Damini dan keluarga Takhur. Vishnu juga mendapat pekerjaan di kantor Veer setelah Ichcha memperkenalkan Vishnu kepada Veer. Meethi mengunjungi kuil untuk bertemu dengan Vishnu, pendeta memberitahu kalau Vishnu sedang ada pekerjaan diluar. Meethi kemudian berdoa kepada patung dewa. Vishnu bersembunyi dibelakang patung dewa dan bicara kepada Meethi. Meethi terkejut dan bertanya,kamu bicara padaku, dewa?,Vishnu adalah laki-laki yang baik, kamu harus menikah denganny,Dia membuatku bingung, untuk apa saya menikah dengannya? Beritahu saya tentang laki-laki yang lain, saya tidak menyukai Vishnu canda Meethi setelah ia menyadari Vishnu yang berpura2 menjadi dewa dan bicara dengannya.

Mereka kemudian menceritakan sebuah film yang adegannya mirip seperti yang mereka lakukan tadi. Kemudian Vishnu bertanya kepada Meethi,Maukah kamu menikah denganku?, Meethi malu2. Vishnu berkata,saya tidak mengerti tapi sepertinya jawabanmu 'ya' bukan?. Meethi berjalan meninggalkan kuil, Vishnu memandanginya dari belakang dan berkata,saya akan memberikan segalanya untukmu. Vishnu kemudian bicara kepada patung dewa,Dewa, dia adalah putri dari ibu guru,dia telah setuju untuk menikah denganku. Sekarang saya akan memberikan segalanya kepadanya, segala yang pantas dia dapatkan. Segalanya!! Kesedihan, kepedihan dan air mata! Semuanya bisa dilakukan untuk balas dendam atas ketidakadilan.

 Itulah mengapa saya melakukan segalanya. saya menyelamatkan Meethi dan melakukan 1 kebaikan untuknya, keluarga nya langsung mempercayaiku begitu saja. Hanya 1 tujuan dibalik ini semua, balas dendam!! saya yakin saya akan segera mencapai tujuanku. Vishnu menelfon seseorang dan berkata,saya telah dekat dengan tujuanku. Sekarang saya akan lebih menikmati permainan ini!!.

Sinopsis atau jalan cerita Uttaran Episode 235 yang tayang kamis 12 mei 2016 selengkapnya dimulai dari ,Di kediaman Takhur,Ichcha menceritakan kegelisahannya kepada Mukhta,tentang rencana pernikahan Vishnu dan Meethi. Ichcha : Ibu merasakan perasaan yang aneh
Mukhta : namun ibu mengenalnya, ibu yang memilihnya untuk Meethi
Ichcha : Ya,ibu tau,namun ada beberapa hal aneh tentangnya
Mukhta : Apa maksud ibu?
Ichcha : Vishnu berkata kalau dia tidak bisa menghabiskan banyak waktu dengan ayahnya, namun seingat ibu,ayah Vishnu telah meninggalkan ibunya sebelum dia lahir.kemudian dia berkata kalau dia menyukai coklat yang ibu berikan di penjara,ibu Sangat ingat,semua anak menyukai coklat kecuali dia. Dia tidak pernah mengambil coklat dariku
Mukhta : Ibu terlalu banyak berfikir
Ichcha : Mungkin karena Meethi adalah putriku,ibu jadi terlalu memikirkannya.Ketika ibu mengingat masa lalu,ibu teringat dengan sebuah hubungan yang lain,sahabatnya Vishnu.Saat Vishnu kembali ke rumah ini ibu akan tanyakan tentang temannya itu.

Ichcha mengeluarkan album foto dan menunjuk fotonya bersama anak-anak di penjara Satara.Ichcha menunjuk foto seorang anak laki-laki

Ichcha : Disampingku ini adalah Vishnu,dan disebelahnya adalah Gopal,dia sangat nakal. Dia lebih muda 3 tahun dari Vishnu.Gopal adalah yatim piatu dan Vishnu menyayanginya seperti adiknya sendiri.Vishnu selalu memanggilnya dengan sebutan 'ladoo' dengan penuh kasih sayang, dia selalu membela Gopal
Mukhta : Seperti ibu Ichcha dan ibuku.
Ichcha : Hubungan ibu dan Tappu lebih dekat dari siapapun, dulu ibu sangat nakal.
Ichcha kemudian flashback ketika dia melempar kue ulangtahunnya di kampung, ketika mencuri video game Tapasya dan mendapat hukuman oleh Damini. Kemudian menari bersama Tapasya dijalanan untuk mencari uang.
Ichcha : Waktu itu adalah hari-hari yang sangat menyenangkan.Ibu menjadi seperti sekarang adalah berkat Tappu.Jika Tappu tidak datang ke kehidupan ibu.Ibu pasti telah bersama orang lain. Dia satu -satunya orang yg bersikeras agar ibu tetap tinggal di rumah ini, jika tidak, ibu tidak tau entah dimana ibu berada sekarang.
Mukhta : Ibuku masih menyayangimu sama seperti sebelumnya.Sekarang berhentilah berfikir dan tidurlah bu.
Mukhta mulai menginterogasi Vishnu saat Vishnu datang ke kediaman Takhur untuk menjemput Meethi.
Mukhta: Kencan kalian berjalan lancar, namun kapan kalian akan menikah?

Vishnu: Kapanpun orangtua di rumah ini memutuskan, hari itu akan jadi hari pernikahan kami.
Mukhta: kamu benar-benar bersemangat untuk menikahi adikku. Beritahu saya kapan kamu akan memutuskan tanggal pernikahan kalian, saya harus berbelanja banyak kebutuhan dan mempersiapkan sebuah tarian untuk pernikahan adikku. saya peringatkan kamu dari sekarang,kamu yang harus membayar semua tagihannya. kamu pasti punya banyak teman, kamu tidak akan punya banyak waktu untuk mengundang mereka semua. Berikan daftar nama2 temanmu, biar saya yang mengundang mereka.
Vishnu: saya tidak punya teman.
Mukhta: namun ibu Ichcha memberitahuku kalau kamu punya seorang sahabat. saya tidak ingat namanya, namun kamu pasti ingat. kamu memanggilnya dengan sebutan yang sangat manis.
Vishnu: saya tidak ingat.
Mukhta: Ladoo (manisan), kamu memanggilnya dengan penuh kasih sayang, siapa nama aslinya?. Vishnu pura-pura berusaha mengingat, Mukhta mulai curiga dengan reaksi Vishnu.
Mukhta: Gopal.

Vishnu: Ya, namanya adalah Gopal. saya memanggilnya ladoo dengan penuh kasih sayang karena dia gemuk.
Mukhta: Gopal lebih tua 3 tahun darimu bukan?
Vishnu: Ya, dia lebih tua dariku
Mukhta: Apakah dia telah menikah sekarang?
Vishnu: Mungkin telah, saya tidak tau karena telah bertahun2 saya tidak bicara dan bertemu dengannya.
Meethi turun dari kamarnya dan mengajak Vishnu keluar untuk berkencan. Mukhta masuk ke dalam kamar, dia menulis 'Coklat','ayah','Gopal' di catatan pribadi nya. Semua jawaban Vishnu bertolak belakang dengan kata2 Ichcha, dia bahkan tidak ingat nama sahabatnya sendiri, Gopal. Mukhta berfikir,"Jika kecurigaanku ini benar. Meethi sedang dalam bahaya".
Veer menemui Ichcha di sekolah Damini, dia memandangi Ichcha dari belakang dan menyentuh setiap tempat yang disentuh Ichcha. Veer mengikuti Ichcha dan mengingat2 saat pertemuan pertama mereka. Ichcha merasakan kehadiran Veer, Ichcha berbalik dan tersenyum melihat Veer. Dalam khayalan mereka, mereka sedang mendekati satu sama lain, pada kenyataannya mereka sedang berdiri ditempatnya masing2. Mereka melepas rindu dalam lamunan masing-masing.

Ichcha: telah lama kamu tidak datang kemari.
Veer: Ya Ichcha, telah sangat lama. saya, Veer mu datang untuk melihatmu. saya telah mengingat semuanya. Lihatlah saya, Veermu telah berdiri dihadapanmu.
Ichcha tersenyum bahagia, mereka berdua berpelukan.
Sayangnya ini hanyalah khayalan mereka berdua. Pada kenyataannya mereka berdiri ditempatnya masing2. Veer berfikir,"kamu masih sama seperti dulu, kamu cantik, kamu lugu, saya berjanji akan segera mengembalikan semua hak mu".
Kembali pada adegan yang sebenarnya.
Ichcha : Bagaimana kabarmu? kamu terlihat sedang mencemaskan sesuatu? Apa kamu baik-baik saja?
Veer: saya baik-baik saja, ibu guru.
Ichcha: saya sangat bahagia karena putri kita.. Maksudku, putriku Meethi akan segera menikah.
Veer mengingat saat Ichcha hamil anak ke-2 dulu dan dia berkata kalau anaknya perempuan, maka harus diberi nama Meethi. Veer kemudian menanyakan tentang calon suami Meethi.
Ichcha: kamu sangat mengenalnya.
Veer: Vishnu?
Ichcha: Ya,Vishnu.

Veer sangat bahagia mendengarnya. Veer belum memberitahu Ichcha kalau ingatannya telah kembali. Dia masih berpura2 tidak mengenali Ichcha sebagai istrinya. Mungkin memikirkan masih ada Amla dan ingatannya belum pulih benar. Veer sedang mencari cara yang tepat untuk membawa Ichcha kembali ke rumah keluarga Bundela.
Vishnu membawa Meethi berkencan ke suatu tempat,dia bersembunyi dibalik pohon, Meethi kehilangan Vishnu, dia berjalan sambil memanggil nama Vishnu,Meethi kemudian berjalan ke arah jurang dan berteriak,"Vishnu, saya cinta padamu!",Vishnu mendekati Meethi dari belakang,dia mendorong Meethi dan langsung menariknya lagi,Meethi memeluk Vishnu ketakutan. Vishnu berfikir,"saya tidak akan membiarkanmu mati secepat ini.Ini akan menjadi awal dari ketakutan dan kepedihanmu".
Mukhta yang mengkhawatirkan Meethi mulai mencari tau tentang Vishnu,dia memperhatikan foto Vishnu yang ditunjukkan Ichcha kemarin,dia melihat bekas luka di lengan kiri Vishnu.Mukhta kemudian datang ke kuil tempat Vishnu tinggal.

Di kamarnya,Vishnu berkata kepada dirinya sendiri,"Bagi dunia saya adalah Vishnu, namun kenyataannya namaku adalah Akash Chatterjee, saya datang kemari untuk membalas dendam. Nama yang sempurna untuk bekerja di kuil.Terimakasih 'Vishnu yang asli', muridnya ibu guru, setidaknya kamu sangat berguna untukku!".Vishnu(Akash) memasukkan pistol dan pasport nya ke dalam lemari ketika seseorang mengetuk pintu kamarnya.
Vishnu: Apa semuanya baik-baik saja di rumahmu?
Mukhta: saya menelfon Meethi sejak tadi, dia tidak mengangkatnya.
Vishnu: Meethi telah pulang ke rumah sejak tadi.
Mukhta: Maaf mengganggu.
Vishnu: Jika kamu telah kemari mengapa kamu tidak masuk ke dalam? Ini pertama kalinya kamu datang kemari.
Mukhta masuk ke dalam kamar Vishnu.
Vishnu: kamu mungkin tidak begitu menyukai rumahku. Tempatnya sangat kecil.
Mukhta: kamu tidak menawariku minum?.

Vishnu kemudian mengambilkan air untuk Mukhta.Mukhta berfikir kalau dia harus mencari tau apakah di lengan kiri Vishnu ada luka atau tidak.Setelah Vishnu kembali dan membawakan minum untuknya,Mukhta pura-pura batuk,dia sengaja menumpahkan air ke baju Vishnu.Mukhta menawarkan diri untuk membersihkan baju Vishnu namun Vishnu menolak. Rencana Mukhta melihat luka di lengan kiri Vishnu pun gagal.Mukhta berfikir,"Sekarang bagaimana saya bisa melihat luka nya?saya harap kecurigaanku dan ibu Ichcha salah dan dia adalah Vishnu yang asli".
Tapasya berada di sebuah bukit,dia seperti sedang menunggu seseorang. Veer turun dari mobilnya dan menghampiri Tapasya.
Veer: Apakah benar kamu sedang memperjuangkan hak Ichcha?
Tapasya: Ya, ini hanyalah antara ibu (Gunvanti) dan saya. saya datang untuk mengambil kembali hak sahabatku, Ichcha.

Veer: Bagaimana bisa kamu melakukannya? Tapasya yang saya kenal tidak akan pernah menolong Ichcha. Dia hanya merencanakan sesuatu untuk menghancurkan kebahagiaan Ichcha.
Veer mulai menceritakan kejadian saat Tapasya merusak pernikahannya dgn Ichcha dan menggantikan posisi Ichcha sbg pengantin wanita.
Tapasya: Ya, saya memang pernah melakukannya!
Tapasya terdiam, dia baru menyadari kalau ingatan Veer telah kembali, Tapasya menangis bahagia.
Tapasya: Bagaimana bisa?
Veer: Ingatanku telah pulih semenjak saya berada di rumah sakit.
Tapasya: Jadi kamu telah mengenali Ichcha sekarang?
Veer: Ichcha adalah ibu guru itu. Apakah benar kamu datang untuk mengembalikan hak Ichcha? Bagaimana bisa kamu berubah seperti ini?
Tapasya: Ini semua karena putriku. Dia rela mengorbankan hidupnya demi Ichcha. Karena kebodohanku, saya pergi meninggalkan semua orang namun saya telah kembali untuk mengembalikan hak sahabatku dan keluarganya.
Veer: saya akan mengembalikan hak Ichcha bahkan jika harus, saya akan melawan seluruh keluargaku.
Veer dan Tapasya kemudian berjabat tangan sepakat untuk bekerjasama mengembalikan hak Ichcha sebagai menantu di rumah keluarga Bundela.

Tapasya: saya berjanji padamu. Veer, Mengapa kamu tetap diam setelah mengetahui semuanya?
Veer: Keluargaku membohongiku, terutama ibu, dia membohongi ku saat saya menanyakan tentang Ichcha. Semua orang menentang Ichcha. saya sedang memikirkan mengapa ibu sangat marah padanya. saya sangat berterimakasih atas bantuanmu.
Tapasya: saya kembali untuk memperbaiki kesalahan yang telah saya lakukan di masa lalu. saya sangat senang jika bisa menolongnya. Apa kamu siap untuk melakukannya?
Veer: saya siap untuk melawan ibu demi memperjuangkan hak Ichcha!
Tapasya dan Veer mulai menjalankan aksinya. Tapasya memberi minum kepada Gunvanti untuk berjaga2, Gunvanti mungkin akan terguncang dengan apa yang akan Veer katakan kepadanya.
Gunvanti: Hentikan drama ini! Beritahu saya apa yang ingin kamu katakan?
Tapasya: Bukan saya yang sedang bermain drama, namun kamu. Veer akan mengungkapkan segalanya kepadamu karena dia telah ingat semuanya.
Gunvanti: Apa?
Tapasya: Dia telah mengingat seluruh masa lalunya. Veer telah mengetahui semua kebohongan yang kamu katakan padanya.

Veer kemudian turun dari kamarnya.
Tapasya: Veer, beritahu dia apapun yang kamu katakan kepadaku tadi pagi. Beritahu dia kalau kamu telah mengingat segalanya.
Gunvanti: Apa kamu telah kehilangan akal Tapasya? Veer sedang tidak sehat, jangan ganggu dia. Dia tidak ingat apapun!
Veer: Ini hal yang sangat penting, ibu.
Tapasya: Tanya mengapa dia selalu membohongimu, Veer. Beritahu siapa Ichcha bagimu.
Veer: Ichcha adalah istriku.
Gunvanti: Ini yang selalu kamu ingat, tidak ada yang lain.
Tapasya: Veer, tanyakan mengapa dia memisahkanmu dari istrimu selama bertahun-tahun?

Veer: Ichcha dan saya... Veer tidak bisa menyelesaikan kata2nya, dia merasa sangat pusing.
Tapasya: Beritahu dia segalanya Veer!
Veer: saya tidak bisa mengingat apapun.. Ichcha..
Gunvanti: Dia tidak bisa mengingat apapun.
Tapasya terus meminta Veer untuk berusaha mengingat semuanya, sampai akhirnya Gunvanti menyuruh Amla membawa Veer masuk ke dalam kamar.Tapasya kemudian bertanya-tsnys mengapa ingatan Veer kembali memburuk. Tapasya mencari tau dan bertanya kepada seorang dokter, apakah obat-obstan yang diminum Veer dari rumah sakit memiliki efek samping,fikiran Tapasya terbuka setelah dokter mengatakan bahwa obat-obatan dari resep dokter itu tidak memiliki efek samping,Veer mungkin mengkonsumsi obat-obatan lain. Tapasya kemudian mencari tau jenis obat apa yang dikonsumsi oleh Veer diluar resep dokter tersebut, dia pun mulai menyelidikinya lewat Amla.

Sinopsis atau jalan cerita Uttaran Episode 236 yang tayang jumat 13 mei 2016 selengkapnya dimulai dari ,Tej pulang dalam keadaan mabuk,dia masuk ke dalam kamarnya dan mendekati Tapasya yang sedang tidur, Tapasya kemudian terbangun mendengar suara Tej.

Tapasya: Jangan mendekat!
Tej: Apa yang akan kamu lakukan? Melenyapkanku? saya bahkan bisa memberikan nyawaku padamu. kamu selalu memanggilku 'suami yang tampan', sekarang layani suamimu ini.
Tapasya melempar lampu disamping tempat tidur kearah Tej, Tej berhasil menghindar. Tapasya langsung berlari ke arah pintu, tapi Tej menangkapnya.
Tej: Wanita lebih lemah daripada laki-laki, kamu belum menyadari kekuatan dari seorang laki-laki. Wanita sepertimu akan tunduk dibawah kakiku. saya tidak mendapatkan putrinya, setidaknya saya mendapatkan ibunya.

Tapasya kemudian mendorong Tej hingga terjatuh dan mengancam akan membakar Tej.
Tapasya: Sejauh ini kamu selalu bertemu dengan wanita-wanita lemah. Hari ini kamu akan melihat seorang wanita bisa menjadi Durga (Dewi pemberantas kejahatan). Tej lari ketakutan keluar dari kamar.
Tapasya: Mengapa kamu lari? Ketakutan di matamu ialah kemenangan bagiku.
Tej terjatuh ditangga dan tersungkur didekat kaki Gunvanti.
Gunvanti: Tej Singh Bundela bersujud di kaki kakak iparnya? Apa yang tidak bisa saya lakukan telah dilakukan oleh orang lain!. Keesokan harinya, Tapasya masuk ke kamar Veer untuk melihat keadaan Veer.

Tapasya: Veer, bagaimana keadaanmu?
Veer: saya tidak mengerti apa-apa. Ingatanku bersembunyi dariku. saya hanya mengingat nama Ichcha dan semua tentang Ichcha yang pernah dikatakan oleh ibuku.
Tapasya: Itu semua ialah kebohongan.
Veer: Siapa yang bisa saya percaya? Siapa yang berkata jujur dan siapa yang berbohong?saya tidak bisa mengingat wajah Ichcha.
Tapasya: Tenanglah Veer, jangan putus asa.Ayahku pernah berkata,Semuanya akan baik2 saja pada waktu yang tepat dan waktu itu sudah tidak lama lagi.saya berjanji,saya pasti akan mencari tahu apa yang terjadi dengan ingatanmu. saya sudah bertemu dengan dokter yang merawatmu. Dia tidak memberikan obat yang melemahkan ingatanmu.
Veer: Mengapa kamu melakukan semua ini untukku?

Tapasya: Hari itu kamu juga menanyakan hal yang sama padaku. kamu harus beristirahat.
Gunvanti menyuruh Amla memberikan kunci mobil Tej kepada Tapasya ketika Tapasya mengatakan kalau dia ingin pergi keluar untuk menemui putrinya. Tej dan Gunvanti sudah bekerjasama untuk mencelakai Tapasya dengan cara memutuskan kabel rem mobil milik Tej. Tapasya sama sekali tidak menyadari dirinya dalam bahaya, dia terlalu gembira ingin segera menemui Mukhta, Tapasya memacu mobilnya dengan kencang dan baru menyadari kalau rem mobilnya tidak berfungsi setelah beberapa anak sekolah menyeberang didepannya, dia mulai panik ketakutan,mobilnya hilang kendali dan menabrak gerobak sayur,dll.Tapasya benar-benar berteriak ketakutan ketika 2 truk melaju dari arah berlawanan, tidak ada celah diantara 2 truk tersebut. Tapasya berteriak minta tolong,dia mengira kali ini tamatlah riwayatnya,tapi salah satu truk akhirnya mengerem dan memberikan celah.Karena panik,Tapasya membanting stir nya ke arah hutan.Beberapa kenangan indah dalam hidupnya melintas dibenaknya,Tapasya berfikir ini ialah akhir dari segalanya.Mobilnya kemudian jungkirbalik dan meledak.

Polisi datang ke rumah Bundela,mereka bertanya kepada Tej apakah mobil yang mengalami kecelakaan itu miliknya,polisi meminta Tej agar segera datang ke kantor polisi untuk melakukan beberapa pemeriksaan. Setelah polisi pergi,Tej melompat kegirangan,tapi beberapa saat kemudian dia terkejut melihat Tapasya berada di rumahnya dalam keadaan selamat,Tapasya hanya tergores di leher, lengan dan punggung.Juga ada perban di dahi nya. Tapasya berjalan ke arah Tej.

Tapasya: kamu pura-pura tidak tahu setelah melakukan kesalahan yang mengerikan.kamu fikir saya bercanda dengan semua rasa sakit ini?
Pengacara kemudian datang.
Tapasya:Tolong katakan kepada suamiku apa yang kita bicarakan tadi malam.
Pengacara:Tej akan kehilangan seluruh harta kekayaannya jika Tapasya terluka atau mengalami kecelakaan.
Tapasya:Tej,jika kamu mengulanginya lagi,kamu akan merasakan akibatnya.Ini ialah peringatan terakhir dariku.

Berupa flashback,Tapasya melepas sabuk pengaman dan melompat dari mobil,dia jatuh ke arah bebatuan dan shock menyaksikan mobilnya meledak.
Mukhta kembali mencari tahu tentang bekas luka dilengan Vishnu, dia datang pagi-pagi buta ke tempat Vishnu biasa berlatih bela diri setelah mendengar cerita dari Meethi. Mukhta berjalan ke arah Vishnu.Vishnu terkejut melihat Mukhta,dia meletakkan handuk dipundaknya menutupi sebagian lengan.
Mukhta: Selamat pagi.
Vishnu: Apa yang kamu lakukan disini sepagi ini?
Mukhta: Sebenarnya saya datang ke kuil, saya fikir saya juga harus mengunjungimu.
Vishnu: Baguslah, ayo, saya akan membuatkanmu secangkir teh yang enak.
Mukhta berfikir,"Apa yang harus saya lakukan? Bagaimana caranya saya melihat bekas lukanya itu?".

Mukhta: Lanjutkan saja latihan bela dirimu. saya tidak ingin mengganggumu. Adik ipar, tubuhmu sangat bagus. kamu ialah penjaga Meethi ku sekarang. Pukulanmu pasti sangat kuat. Jika saya kena pukulanmu saya pasti langsung meninggal.
Vishnu: Tapi mengapa saya harus memukulmu?
Mukhta: Karena saya memaksa untuk melihat ototmu.
Mukhta berusaha menggeser handuk dilengan Vishnu, Vishnu pura-pura merasa malu.
Mukhta: Perlihatkan padaku. Mengapa kamu merasa malu?. Tiba-tiba Meethi datang dan memanggil nama Vishnu. Mukhta dan Vishnu merasa canggung, tapi Meethi berusaha tersenyum berjalan kearah mereka.
Vishnu: Kalian berdua ingin memberikanku kejutan, bukan?
Meethi: saya datang untuk memberikanmu kejutan, tapi setelah datang kemari justru saya yang terkejut. Kami tidak datang bersama.

Meethi kemudian memberikan sebuah hadiah kepada Vishnu. Setelah Mukhta pergi, Meethi berfikir, "Mengapa Mukhta datang menemui Vishnu sepagi ini? Dan lagi, dia datang tanpa memberitahuku?". Di kamarnya,Mukhta berfikir, "Ibu Ichcha sudah lupa, dia sendiri yang mengatakan kalau dia merasakan perasaan yang aneh terhadap Vishnu dan sekarang dia malah sibuk mempersiapkan pernikahan Meethi. Sekarang saya bahkan tidak bisa mengatakan keraguanku tentang Vishnu kepadanya. Apa yang harus saya lakukan? Kepada siapa saya akan bicara? Bagaimana cara mencari tahu kebenarannya? Jika hal buruk terjadi pada Meethi, semua orang akan hancur. Oh dewa, saya harap keraguanku terhadap Vishnu ini salah!

Sinopsis atau jalan cerita Uttaran Episode 237 yang tayang sabtu 14 mei 2016 selengkapnya dimulai dari ,Di kamarnya,Mukhta berfikir, "Ibu Ichcha sudah lupa, dia sendiri yang mengatakan jika dia merasakan perasaan yang aneh terhadap Vishnu dan sekarang dia malah sibuk mempersiapkan pernikahan Meethi. Sekarang saya bahkan tidak bisa mengatakan keraguanku tentang Vishnu kepadanya. Apa yang harus saya lakukan? Kepada siapa saya akan bicara? Bagaimana cara mencari tahu kebenarannya? Jika hal buruk terjadi pada Meethi, semua orang akan hancur. Oh dewa, saya harap keraguanku terhadap Vishnu ini salah! ".

Saat itu, Meethi merasa tidak nyaman dengan tindakan Mukhta, dia mengira Mukhta sudah jatuh cinta kepada Vishnu dan ingin merebut Vishnu darinya (Biasalah yang namanya cemburu). Meethi pun memperingati Mukhta untuk menjauhi Vishnu,namun Mukhta tidak ingin menghentikan penyelidikannya begitu saja, dia tidak ingin Meethi menikah dengan laki-laki yang tidak baik.Mukhta diam-diam datang kembali ke kediaman Vishnu, saat Vishnu dan Meethi ingin keluar,Mukhta mengambil kesempatan untuk masuk ke dalam kamar Vishnu. Saat Mukhta sedang mencari petunjuk di kamar Vishnu, Meethi kembali ke kamar Vishnu untuk mengambil sesuatu. Mereka terkejut melihat satu sama lain.

Meethi: Apa yang sedang kamu lakukan di kamar Vishnu?
Mukhta: Sebenarnya saya datang untuk berdoa di kuil namun saya fikir saya juga harus bertemu dengan adik ipar, jadi saya kemari.
Meethi: Apa kamu tidak lihat pintunya terkunci? Tidak sopan masuk ke dalam rumah yang sedang terkunci
Mukhta: Pintunya sedikit terbuka,saya fikir saya bisa menunggu adik ipar disini namun adik ipar tidak kunjung kembali jadi saya mencari pena dan kertas di lemarinya untuk menulis tentang kedatanganku kemari
Meethi: kamu punya ponsel, kamu bisa mengirim pesan singkat padanya,mengapa harus menulis di kertas? Katakan yang sebenarnya Mukhta!
Mukhta: saya mengatakan yang sebenarnya, percayalah padaku,Meethi.
Mukhta memegang tangan Meethi, Meethi merasa sangat marah dan menarik tangannya. Nenek buyut tiba-tiba datang dan berjalan kearah mereka.

Nenek: saya yang menyuruh Mukhta datang kemari.saya dan Mukhta datang bersama, saya menyuruh Mukhta datang ke kamar Vishnu untuk melihat apakah dia ada disini. Mukhta,ayo kita pergi dari sini.Bahkan saat kita melakukan hal yang baik orang-orang seperti ini selalu berfikiran buruk tentang kita. Lebih baik kita pergi, Mukhta.
Nenek: Gadis ini akan segera menikah dan dia takut impiannya bisa hancur,lebih baik kita tidak mengganggunya dan impiannya tersebut.
Mukhta ingin meminta maaf kepada Meethi, namun nenek menghentikannya. Meethi hanya diam, namun dia merasa sangat cemburu dan menceritakannya kepada Vishnu.
Tak merasa puas dengan itu semua, Meethi pun membuat ulah dengan melaporkan kepada keluarga takhur.
Seluruh keluarga Takhur terkejut saat Meethi berkata bahwa dia tidak tahu apakah pernikahannya dengan Vishnu benar-benar akan terjadi atau tidak.
Seluruh keluarga Takhur terkejut saat Meethi berkata bahwa dia tidak tahu apakah pernikahannya dengan Vishnu benar-benar akan terjadi atau tidak.
Damini: Apa yang kamu katakan? Jangan main-main Meethi!

Meethi: Apa yang saya katakan itu benar. Mukhta juga punya rencana untuk menikah dengan Vishnu!
Mukhta: Kumohon Meethi, yang kamu fikirkan itu tidak benar.
Meethi: Oh,benarkah? Baiklah Mukhta, saya terima jika kamu mengatakan apa yang saya fikirkan itu tidak benar, lalu mengapa tidak kamu katakan kepada semua orang apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa kamu menyembunyikannya dari semua orang jika kamu juga jatuh cinta pada Vishnu?
Mukhta: Itu tidak benar Meethi, bukan seperti itu.
Meethi: Lalu apa masalahnya? Apa yang membuatmu tertarik dengan Vishnu?
Divya: Mukhta tidak akan melakukan hal seperti ini, dia sangat menyayangimu, kami semua percaya padanya.
Meethi: Dia sudah menghancurkan kepercayaan semua orang!
Damini: Tutup mulutmu Meethi!

Meethi: Mengapa saya harus diam? Selama ini saya selalu menutup mulutku, namun sekarang dia sudah melewati batas. Tanyakan kepadanya mengapa dia datang ke kamar Vishnu padahal pintunya tertutup.Ketika saya memergokinya,dia membuat alasan jika dia ingin menulis pesan kepada Vishnu. Dia bangun jam 6 pagi dan pergi ke kuil untuk menemui Vishnu. Dia ingin mengetahui segalanya tentang Vishnu dan siapa saja yang berteman dengan Vishnu. Tanyakan mengapa dia ingin mengetahui segalanya tentang Vishnu!
Tuan Takhur: saya akan bertanggungjawab jika cucuku membuat kesalahan. Mukhta, apakah semua itu benar?
Mukhta: Tidak kakek, Meethi salah paham denganku.
Meethi: Baiklah jika saya salah paham, namun mengapa kamu tidak meluruskan kesalahpahamanku? Mengapa kamu menemui Vishnu setiap hari?
Mukhta berfikir,"Bagaimana bisa saya mengatakan semuanya? saya tidak bisa menghancurkan kebahagiaan semua orang.saya belum bisa menjelaskan semua keraguanku.Apapun yang saya katakan akan jadi salah paham, saya harus tetap diam".
Meethi: kamu tahu,Mukhta? Apa yang dilakukan ibumu terhadap ibuku, kini kamu melakukannya juga terhadapku.kamu ingin merebut Vishnu dariku!".

Vishnu membuka lemarinya dan berfikir,"saya harap Mukhta tidak menemukan apapun. Jika dia menemukan passport ku maka seluruh rencanaku akan sia-sia. saya harus menyembunyikannya ditempat yang aman. Mulai sekarang Meethi akan membuat masalah di keluarganya. Setidaknya Mukhta tidak akan mendekatiku lagi".
Vishnu kemudian melihat foto ayahnya, Avinash. Dia mengenang masa kecilnya ketika ibunya berkata,"Ichcha Veer Singh Bundela telah mengambil seluruh warna dalam hidupku. Menghancurkan kebahagiaanmu, merenggut ayahmu darimu. Jika kamu adalah putraku, maka berjanjilah padaku jika kamu tidak akan membunuhnya dan keluarganya, namun buat mereka menderita sepanjang hidupnya. Tidak ada api, tidak ada kematian, tidak ada akhir, hanya air mata, berjanjilah padaku",

"Aku berjanji padamu ibu, saya berjanji, saya, Akash, berjanji padamu jika saya akan membuat Ichcha Veer Singh Bundela menderita karena telah membunuh ayahku. Dia akan merasakan kepedihan yang sama dengan yang dirasakan ibuku! Ichcha Veer Singh Bundela, saya akan menghancurkan hidupmu!" Jawab anak laki2 itu (Vishnu kecil, nama aslinya adalah Akash Chatterjee,putra dari pasangan Ekadashi Chatterjee dan Avinash Chatterjee yang tidak sengaja dibunuh oleh Ichcha demi menyelamatkan nyawa Veer. Sebelum Vishnu yang asli muncul, admin tetap menulis nama akash sebagai 'Vishnu' supaya nyambung dengan dialog mereka).
Tuan Takhur masuk ke kamar Mukhta untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.
Tuan Takhur: Kakek ingin bertanya padamu. Kenapa kamu hanya diam saja diluar tadi? Apa yang dikatakan Meethi tadi bukanlah masalah kecil.

Mukhta: Apa yang dikatakan Meethi itu tidak benar kek.
Tuan Takhur: Kakek percaya padamu. namun dari apa yang Meethi katakan tadi, kakek merasa seperti melihat kembali apa yang terjadi beberapa tahun yang lalu. Jadi kakek ingin tahu mengapa Meethi berkata seperti itu. Apa kamu ingin tetap diam dan tidak ingin mengatakan apapun? Apa yang bisa kakek pahami dari diammu itu? Mukhta, kakek mohon padamu jangan mempermalukan kakek.
Mukhta: Percayalah padaku, kakek. saya tidak akan mempermalukanmu. saya ingin melihat Meethi bahagia. saya ingin melihatnya menikah dengan laki-laki yang baik. saya sama sekali tidak tertarik dengan Vishnu.
Tuan Takhur keluar dari kamar ketika Meethi datang.
Mukhta: Meethi, saya benar-benar minta maaf jika kamu merasa tidak senang. saya hanya ingin melihatmu bahagia. Kumohon percayalah padaku, saya sama sekali tidak tertarik dengan Vishnu. Kumohon percayalah.

Meethi: Mengapa kamu baru bicara sekarang? Tadi kamu hanya diam. saya tidak akan lupa dengan apa yang pernah kamu lakukan terhadap Aman. saya masih ingat semuanya. kamu menyebut dirimu 'sahabat'ku bukan? Maka lakukanlah hal kecil demi sahabatmu ini, menjauhlah dariku dan Vishnu. Setidaknya kamu bisa melakukannya demi sahabatmu ini.

Mukhta menganggukkan kepalanya. Setelah Meethi keluar dari kamar, Mukhta membuka catatan pribadinya yang bertuliskan 'Ayah','Gopal','Coklat', Mukhta berfikir,"Bagaimana bisa saya tetap diam sebelum mengetahui kebenarannya? Meethi adalah adikku, putri dari Ibu Ichcha. saya harus mencari tahu siapa laki-laki itu sebenarnya?!".
Tapasya mencari tahu bagaimana bentuk botol obat yang biasa dicampurkan kedalam susu Veer itu melalui Amla,dia pun diam2 masuk ke kamar Gunvanti untuk mencari botol obat tersebut.Tapasya kemudian menukar isi botol obat itu dengan gula dan berharap agar ingatan Veer segera kembali.
Setelah itu, Tapasya masuk ke dalam kamar Veer membawa bunga2 yang baru dipetik.

Tapasya: Bagaimana keadaanmu Veer?Apa kamu bisa mengingat sesuatu jika melihat bunga ini?
Veer: Tidak,saya hanya mengingat 1 hal,sebuah nama..
Tapasya: Ichcha
Veer: Ya,Ichcha. Sayangnya saya hanya mengingat namanya,bukan wajahnya.
Tapasya: Jangan terlalu stres. Tenanglah. Coba dengarkan suara hatimu.
Tapasya melihat gelas susu dikamar Veer dan memberikannya kepada Veer.
Veer: saya tidak tahu mengapa hatiku begitu lemah?
Tapasya: Minumlah.

Tapasya berfikir,"Jika saya ingin,saya bisa menunjukkan foto Ichcha kepadamu,namun apa gunanya?Kebenaran harus datang dari ingatanmu sendiri.Tujuanku akan segera terwujud dan skrg susu ini tidak akan berpengaruh lagi terhadap ingatanmu. saya sudah menukar isi botol obatnya".Sebelum meninggalkan kamar Veer,Tapasya meminta Veer untuk mengingat masa lalunya sekali lagi,kemudian beristirahat.

Mukhta,Tuan Takhur dan Divya pergi berbelanja untuk membeli keperluan pernikahan Meethi dan Vishnu. Mukhta kemudian merencanakan sesuatu,dia ingin mempertemukan Tapasya dengan Divya, Mukhta pun meminta Tapasya menyusulnya ke mall tanpa memberitahu jika Tuan Takhur dan Divya juga ikut bersamanya.

Mukhta meminta Tapasya masuk ke dalam toko saree. Saat Tapasya masuk,Divya merasakan kehadirannya dan mulai mencari putrinya. Divya kemudian melihat Tapasya sdg bicara dgn pegawai toko,Divya mendekatinya dan menyentuh bahu Tapasya dari belakang(Adegannya mirip film kabhi khushi kabhie gham),Tapasya berbalik,dia menangis terharu melihat Divya.

Mereka pun berpelukan dan menangis.Tapasya kemudian meninggalkan Divya ketika Tuan Takhur berjalan kearah Divya.Tuan Takhur bertanya kepada Divya,"Apa belanjanya sudah selesai?".
Sebelum meninggalkan toko saree,Tapasya memandangi Tuan Takhur dari belakang dan bergumam,"saya menyayangimu ayah".Ichcha memperkenalkan Vishnu kepada Surbhi saat Vishnu mengunjungi kediaman Takhur. Vishnu berkata kepada Surbhi,"saya pertama kali bertemu denganmu, namun rasanya kita sudah saling kenal".
Surbhi kemudian pergi mengambil minuman untuk Vishnu  dan  Ichcha.

Ichcha: Sejujurnya saya merasa sangat beruntung.
Vishnu: saya lah yang sangat beruntung mendapatkan keluarga seperti kalian.saya tidak punya apa2 untuk Meethi.
Ichcha: Kami tidak melihat kekayaan dari seseorang, namun kepribadiannya. Apa yang kamu berikan kepada Meethi tidak bisa dibeli dengan uang.
Meethi turun dari kamarnya.
Ichcha: Dia adalah putri kesayanganku, tolong jaga dia.
Vishnu: Melihat kasih sayang diantara kalian berdua, saya jadi merindukan ibuku.
Ichcha: kamu bisa memanggilku ibu. Meethi, berikanlah dia kebahagiaan, selama ini dia selalu merasa kesepian.

Vishnu berfikir,"Karena kamu, ibuku menjadi seorang janda. Sekarang tunggu dan lihat saja, saya akan membalas apa yang telah kamu perbuat". Tuan Takhur, Mukhta dan Divya sudah pulang, Tuan Takhur duduk didekat Vishnu.

Mukhta: Kakek meninggalkan brosur ini di mobil.
Tuan Takhur: Meethi, apa sebelumnya kamu pernah pergi ke Switzerland?
Meethi: saya belum pernah pergi ke sana namun saya dengar tempatnya sangat indah.
Tuan Takhur: Itulah mengapa kami memutuskan kalian akan pergi bulan madu ke sana. Vishnu, kamu akan membutuhkan passport.

Meethi sangat gembira,sedangkan Vishnu terlihat tidak senang.
Vishnu: Mengapa harus menghabiskan banyak uang? Kami bisa ke suatu tempat di India.
Tuan Takhur: Hanya ini yang bisa kuberikan kepada cucuku.
Vishnu: saya tidak punya passport.
Kanha: Tidak masalah, saya akan membuatkan passport untukmu. saya hanya butuh kartu identitasmu.
Vishnu: saya dan Meethi bisa pergi ke Kashmir, tempatnya mirip Swiss, dan kita bisa menghemat biaya.
Tuan Takhur: Ini adalah permintaan Mukhta, kita tidak bisa menolaknya.kamu dan Meethi harus pergi bulan madu ke Swiss.
Mukhta: Kumohon pergilah kesana adik ipar, Swiss adalah tempat yang sangat indah.

Sinopsis atau jalan cerita Uttaran Episode 238 yang tayang minggu 15 mei 2016 selengkapnya dimulai dari ,Amla masuk ke dalam kamar Tapasya, dia mencoba menghibur Tapasya yang bersedih mengingat pertemuannya dengan Divya di toko saree.

Amla: Ada masalah apa? Kenapa kamu menangis?
Tapasya: Tidak ada apa-apa.
Amla: Apa seseorang mengatakan sesuatu padamu?
Tapasya: Tidak ada yang bilang apa-apa padaku, saya hanya merindukan ibuku. Ibuku dan ayahku. saya merindukan hari-hari dimana saya menghabiskan waktu bersama mereka. Sialnya, mereka sudah ada didekatku namun saya merasa jauh dari mereka.
Amla: kamu beruntung memiliki orang-orang yang menyayangimu. Di dunia ini tidak ada orang yang menyayangiku. saya punya suami yang sah namun dia bukan milikku. Mengapa kamu tidak pergi menemui mereka?
Tapasya: saya akan pergi namun ada yang harus saya lakukan sebelumnya. Oya, dimana kakak chanda?
Amla: Dia mulai kehilangan akal, dia pergi ke kuil siang dan malam, entah apa yang salah dengannya.

Tapasya kemudian masuk ke dalam kamar Chanda, dia berkata kepada dirinya sendiri,"saya harus menemukan kaset rekaman itu secepatnya. saya sudah kehilangan banyak waktu". Tej tiba-tiba masuk ke dalam kamar Chanda dan menyalakan lampu.

Tej: Apa kamu sedang mencari kaset rekaman itu?
Tapasya: Bukan urusanmu.
Tej: Apa kamu akan pergi dari hidupku?
Tapasya: Sesudah kaset itu jatuh ketanganku terlebih dahulu.
Tej: Chanda mungkin sangat marah padaku, namun dia tidak akan mengkhianatiku.
Tapasya: Pada waktu yang tepat kamu akan tahu siapa yang akan menolongmu dan siapa yang mengkhianatimu.
Amla mendengarkan pembicaraan Tapasya dan Tej dari luar. Sesudah Tej pergi, Amla pun mendekati Tapasya.
Amla: Kenapa kamu tidak takut dengan Tej?
Tapasy: saya tidak takut dengannya.

Amla: Apa yang sedang kamu cari? saya mendengar semua pembicaraan kalian. Oya, tolong bantu saya mempersiapkan keperluan untuk ritual pooja besok.
Saat yang bersamaan dengan ritual pooja yang dilakukan keluarga Bundela,Ichcha pergi ke kuil dan berdoa,"Putriku akan segera menikah, namun siapa yang akan melakukan khanyadan untuk putriku? Kumohon, Meethi membutuhkan ayahnya. Hanya 1 permohonanku,tolong kembalikan Veer dan biarkan Meethi mendapatkan berkat dari ayahnya",

Tapasya juga berdoa didalam hati,"Selama bertahun-tahun saya sudah melakukan hal buruk terhadap Veer dan Ichcha, saya harus memperbaiki segalanya, saya ingin Veer mendapatkan ingatannya kembali. saya berdoa padamu, tolong kabulkan keinginanku".Veer tiba-tiba mendapatkan kenangan tentang Ichcha, flashback pertemuan pertama dengan Ichcha sampai saat Ichcha membunuh Avinash demi menyelamatkan nyawanya. Wajah Ichcha terlihat sangat jelas.

Veer bergumam,"Ichcha,ibu guru itu adalah Ichcha".Tapasya melihat Veer mengatakan nama Ichcha, dia sangat gembira dan mengucapkan terimakasih pada dewa.Sesudah ritual pooja selesai, Veer berteriak,"Ibu!!", dia berjalan kearah Gunvanti.

Veer: Sampai kapan ibu akan mengatakan kebohongan tentang Ichcha? Ichcha adalah istriku! Lalu mengapa ibu menikahkan saya dengan Amla? Hanya karena saya hilang ingatan, ibu mengatakan banyak kebohongan dan menikahkan saya dengan wanita lain, mengapa kamu selalu berbohong bu? Mengapa bu? Mengapa?.
Sesudah ritual pooja selesai, Veer berteriak,"Ibu!!", dia berjalan kearah Gunvanti.
Veer: Sampai kapan ibu akan mengatakan kebohongan tentang Ichcha? Ichcha adalah istriku! Lalu mengapa ibu menikahkan saya dengan Amla? Hanya karena saya hilang ingatan, ibu mengatakan banyak kebohongan dan menikahkan saya dengan wanita lain, mengapa kamu selalu berbohong bu, mengapa? Mengapa?.

Gunvanti: Omong kosong apa yang yang kamu bicarakan? Tapasya memberikanmu informasi yang salah!
Veer: Tapasya tidak mengatakan apapun. Kebenarannya datang dari ingatanku sendiri!! Jawab pertanyaanku, jangan berbohong! Ichcha adalah istriku dan kamu tetap menikahkanku dengan Amla?! Ichcha yang menyelamatkan saat insiden itu terjadi. saya kehilangan ingatan, mengapa ibu tidak memberitahuku apa2? Mengapa?
Gunvanti: Itu semua bohong. Tapasya menghasutmu untuk melawanku?
Veer: Tidak, saya sudah mendapatkan ingatanku kembali. Ichcha adalah ibu guru itu, dia tidak mengatakan apapun padaku namun kamu tahu segalanya! Ibu tahu kalau dia adalah Ichcha, istriku!
Gunvanti: Itu semua bohong!

Tapasya kemudian mengambil botol obat yang biasa dicampurkan Gunvanti kedalam susu untuk Veer.

Tapasya: Mengapa itu tidak mungkin terjadi? Veer, tanyakan kepada ibumu obat apa yang sudah dia berikan padamu.
Amla: Itu obat untuk menjaga kesehatan agar Veer menjadi lebih kuat
Tapasya: Tidak, obat ini membuat ingatan seseorang menjadi lemah. saya punya bukti laporannya. Obat ini diberikan oleh ibu, khusus untuk Veer.
Tapasya: Dia tidak bisa memberikan obat ini saat kamu berada di rumah sakit, karena itu kamu bisa mengingat Ichcha.
Amla: Itu sebabnya ibu tidak memperbolehkan saya menyentuh obat itu?
Gunvanti: Cukup,Amla!
Tapasya: saya sudah menukar obatnya dengan gula, karena itu susu yang kamu berikan tidak berpengaruh lagi terhadap ingatan Veer.
Umed: Sekarang saya tahu yang sebenarnya, lihatlah, tidak ada yang mendapat keuntungan dari apa yang sudah kamu lakukan ini, tidak kamu, tidak Ichcha, tidak pula Amla.
Veer: Mengapa tidak ibu bunuh saja saya langsung daripada memberikan racun(kebohongan) secara perlahan?

Gunvanti menampar Veer dan berteriak,"Veer!!!".

Gunvanti: Apapun yang saya lakukan ini demi kebaikanmu!
Veer: Dulu kamu adalah ibuku, namun sekarang bagiku kamu sudah mati.

Veer pergi ke kamarnya meninggalkan mereka semua dalam keadaan shock.

Umed: Kita sudah kehilangan 1 putra dan sekarang 1 putra lagi pergi karena ulahmu.
Shraddha, teman 1 kampus Mukhta mengaku pernah melihat Vishnu, dia pun menelfon Mukhta untuk memberi informasi kalau nama laki-laki itu bukan Vishnu, namun Akash, Akash Chatterjee.
Shraddha: saya punya buktinya, Akash bukan laki-laki yang baik, dia laki-laki yang sangat berbahaya. Dia bisa menghancurkan hidup Meethi.
Mukhta: Benarkah? Bisa saya datang ke asrama mu sekarang juga?
Shraddha: Baiklah. Kamarku ada di lantai 7, kamar no.702.

Security melarang Mukhta masuk ke wilayah kampus tanpa menunjukkan kartu identitas. Pada saat yang bersamaan, seseorang mengetuk pintu kamar Shraddha, Shraddha mengira itu adalah Mukhta, namun betapa terkejutnya dia saat membuka pintu.

Mukhta dan security masih berdebat dibawah karena Mukhta tidak membawa kartu identitas, Mukhta pun berusaha menelfon Shraddha. Tiba2 terdengar bunyi benturan keras dibelakang Mukhta. Seorang wanita jatuh dari lantai atas menimpa sebuah mobil. Banyak darah keluar dari mulutnya,sepertinya wanita itu meninggal ditempat. Betapa terkejutnya Mukhta sesudah melihat wajah wanita itu, dia adalah Shraddha, temannya.

Seorang laki-laki memandang kearah Mukhta dari lantai atas, namun saat Mukhta melihatnya, dia sudah menghilang. Sosok yang dilihat oleh Mukhta itu adalah Vishnu palsu(Akash). Akash kini sudah berada dibawah, dia membuka sarung tangannya perlahan, lalu menelfon seseorang,dia berkata,"Terimakasih karena sudah memberi info tepat waktu","Kita sudah berjanji untuk selalu bersama, bagaimana mungkin saya tidak menolongmu?" Jawab wanita itu.

Mukhta masih terguncang melihat kematian temannya sendiri didepan mata, Mukhta berfikir, "Dia tidak mungkin bunuh diri, seseorang sudah membunuhnya, namun mengapa? Apakah Akash yang melakukannya?".
Amla mendengar pembicaraan Tapasya dan Veer tentang bagaimana cara mengembalikan hak Ichcha secepatnya, namun Veer tidak bisa bersikap tidak adil terhadap Amla, bagaimanapun, Amla juga korban dari keegoisan Gunvanti, takdir membawa Amla datang ke rumah ini dan menjadi istri ke-3 Veer.Amla menghampiri Veer didalam kamar.

Amla: saya menikah denganmu demi mewujudkan semua mimpiku. Kemapanan dan kekayaan, namun semua ini adalah kesalahan besar.
Veer: saya minta maaf padamu mewakili ibuku.
Amla: Mulai sekarang saya kembalikan semua hak ku di rumah ini. saya memang orang kampung, namun saya mengerti kalau kamu tidak pernah bercerai dengan Ichcha secara sah. saya akan pergi dari hidupmu, tolong maafkan semua kesalahanku.
Veer: Dalam hal ini saya tidak tahu mana yg benar mana yang salah
Amla: saya sudah memutuskan untuk pergi.
Gunvanti: kamu tidak akan pergi kemanapun Amla. Ini adalah hidupmu, rumahmu, bukan Ichcha.
Amla: Walaupun saya buta huruf namun saya tahu kalau Ichcha adalah istrinya Veer. Hari ini saya akan mengembalikan semua haknya.

Amla melepaskan mangalsutranya dan mengembalikannya kepada Gunvanti.

Veer: Amla, terimakasih untuk semua yang sudah kamu berikan kepadaku dan seluruh keluarga ini.
Ichcha sangat antusias memperlihatkan perhiasan2 untuk hari pernikahan Meethi.
Meethi: Indah sekali, saya sangat menyukainya. Terimakasih ibu.

Ichcha membuka kotak lain, dia melihat saree berwarna pink yang dia pakai saat menikah dengan Veer dan mengenang moment indah tersebut. Meethi melihat saree itu dan meminta izin untuk memakainya di upacara pernikahannya nanti.

Ichcha: Saree ini terlalu sederhana
Meethi: Ibuku memakainya saat menikah, saya juga akan memakainya nanti.

Ichcha tersenyum dan menyetujui keinginan Meethi, dia berharap semoga Veer bisa datang ke upacara pernikahan Meethi dan memberikan berkatnya.Veer datang ke kediaman Takhur untuk menemui Ichcha. Ichcha terkejut melihat Veer.

Ichcha: Apa ada sesuatu yang ini kamu bicarakan denganku? Pekerjaan di sekolah?
Veer: Bukan. saya datang untuk menemuimu.
Ichcha: saya?
Veer: Ya. sya harus datang untuk menemuimu, Ichcha ku.Veer mu sudah kembali berdiri dihadapanmu.
Ichcha: kamu sudah mengingat semuanya?

Veer kemudian menceritakan setiap kejadian yang mereka alami berdua,menguatkan fakta bahwa ingatannya sudah kembali.

Veer: kamu tidak pernah mengatakan kalau kamu adalah Ichcha ku. kamu sangat menderita karena saya? Keluarga ku sangat jahat...

Ichcha menghentikan ucapan Veer dan memeluknya. Semua orang terharu melihatnya(seperti biasa, kecuali nenek buyut). Veer dan Ichcha berpelukan sambil menangis.Damini berbisik,"Terimakasih dewa".Veer meminta berkat dari Damini dan Tuan Takhur, dia berjanji mulai hari ini tidak ada yang bisa menghentikannya membawa Ichcha kembali ke rumahnya, bahkan Gunvanti sekalipun.

Veer: Ada seseorang yang sudah kehilangan keluarganya demi menyatukan kembali saya dan Ichcha. Dia menjadikannya ambisi dalam hidupnya. Dan hari ini, saya ada disini dan mendapatkan ingatanku kembali karena dia. Coba tebak siapa dia?
Ichcha: Tappu!
Veer: Benar. Tuan Takhur, dia adalah putrimu, Tapasya.

Veer kemudian menelfon ponsel Tapasya, bunyi panggilan masuk ponsel Tapasya terdengar didepan pintu rumah Takhur. Tapasya muncul secara perlahan. Veer mempersilahkan Tapasya masuk kedalam, Tuan Takhur membalikan tubuhnya membelakangi Tapasya.

Divya: Ichcha, sahabatmu akhirnya pulang.
Ichcha: Tidak. Dia bukan sahabatku, namun orang lain. Tappu kita tidak akan sanggup jauh dari kita. Orang ini memberikan segalanya kepada orang lain namun dia sendiri tidak mengerti betapa kita menyayanginya walau dalam kemarahannya sekalipun.
Tapasya: saya membuat banyak masalah dalam hidupmu namun kamu selalu menyayangiku.
Ichcha: Bagaimanapun keadaanmu, saya selalu menyayangimu! Itulah artinya sahabat.

Tappu dan Ichcky berpelukan dan menangis, mereka mengenang masa kecil mereka yang penuh kebahagiaan.
Tapasya: saya membuat banyak masalah dalam hidupmu namun kamu selalu menyayangiku.

Ichcha: Bagaimanapun keadaanmu, saya selalu menyayangimu! Itulah artinya sahabat

.Tappu dan Ichcky berpelukan dan menangis, mereka mengenang masa kecil mereka yang penuh kebahagiaan.Tapasya menolak saat Ichcha menarik tangannya masuk kedalam rumah, dia menggelengkan kepala dan menatap kearah Tuan Takhur. Ichcha kemudian menghampiri Tuan Takhur.

Ichcha: Ayah, kumohon maafkanlah putrimu Tappu, untuk kesalahannya di masa lalu. Ayah harusnya bangga dengan apa yang dilakukannya hari ini.

Tuan Takhur masih membelakangi Tapasya. Nenek buyut, Damini dan Rohini juga melakukan hal yang sama. Mereka semua mendekati Tuan Takhur dan memohon agar Tuan Takhur ingin memaafkan Tapasya. Veer berjalan kearah Tuan Takhur.

Veer: Seingatku, ayah selalu menegakkan kebenaran dan keadilan. Sudah waktunya ayah membawa putrimu pulang.

Tuan Takhur masih belum bergeming, kemudian Divya berdiri dihadapan Tuan Takhur menangkupkan kedua telapak tangannya dan memohon...

Sinopsis atau jalan cerita Uttaran Episode 239 yang tayang senin 16 mei 2016 selengkapnya dimulai dari ,Akhirnya sang Ayah Tapasya meminta maaf kepada putri kandungnya karena telah berbuat baik dan membanggakan sang ayah. Dan semua bahagia saling berpelukan.Sementara itu Veer dan Icha memberi kejutan untuk putri kesayangan mereka (meethi) yang sedang berulang tahun. Mengetahui bahwa Veer ialah ayah kandungnya, Meethi pun sangat terkejut.

Ichcha: Ayah, kumohon maafkanlah putrimu Tappu, untuk kesalahannya di masa lalu. Ayah harusnya bangga dengan apa yang dilakukannya hari ini.

Tn.Takhur masih membelakangi Tapasya. Nenek buyut, Damini dan Rohini juga melakukan hal yang sama. Mereka semua mendekati Tn.Takhur dan memohon agar Tn.Takhur ingin memaafkan Tapasya. Veer berjalan kearah Tn.Takhur.

Veer: Seingatku, ayah selalu menegakkan kebenaran dan keadilan. telah waktunya ayah membawa putrimu pulang.

Tn.Takhur masih belum bergeming, kemudian Divya berdiri dihadapan Tn.Takhur menangkupkan kedua telapak tangannya dan memohon...

Tapasya merasa telah tidak ada tempat untuknya di rumah ini,dia berbalik hendak meninggalkan kediaman Takhur.

Tn.Takhur: saya lah yang seharusnya minta maaf, saya lah yang menutup pintu rumah ini dihadapan putriku dan berhenti menyebutnya 'anak'. Putriku itu telah menunjukkan bahwa seseorang bisa berubah seiring berjalannya waktu. saya yang harusnya minta maaf, bukan putriku.

Tapasya berbalik dan tersenyum bahagia. Tn.Takhur menghadap kearah Tapasya dan merentangkan kedua lengannya siap menyambut Tapasya kedalam pelukannya. Tapasya berlari kearah Tn.Takhur. Mereka berpelukan sambil menangis dan saling minta maaf dan mengungkapkan rasa sayang.

Divya mendekati Tapasya dan memeluknya. Tapasya kemudian mendekati satu persatu anggota keluarga Takhur berserta Damini. Tn.Takhur kembali memeluk Tapasya, Tapasya kemudian memberikan tangannya untuk Ichcha, mengajak Ichcha bergabung dengan dirinya, ayahnya dan juga Divya.

Ichcha termenung sejenak, dia teringat akan masa lalu ketika Tapasya menuduhnya telah mencuri kasih sayang kedua orangtuanya, namun kemudian Ichcha mendekati Tapasya dan Tn.Takhur. Mereka bertiga berpelukan dalam tangis bahagia.

Tn.Takhur kembali memeluk Tapasya, Tapasya kemudian memberikan tangannya untuk Ichcha, mengajak Ichcha bergabung dengan dirinya, ayahnya dan juga Divya.

Ichcha termenung sejenak, dia teringat akan masa lalu ketika Tapasya menuduhnya telah mencuri kasih sayang kedua orangtuanya, namun kemudian Ichcha mendekati Tapasya dan Tn.Takhur. Mereka bertiga berpelukan dalam tangis bahagia.

Tn.Takhur: Akhirnya keluarga ku kembali lengkap. saya sangat bahagia sekarang. Tapasya, hari ini ayah sangat bangga menyebutmu putriku.
Ichcha: Ya ayah, dia ialah sahabat terbaikku.
Tapasya: Ayah, saya rasa kita harus meninggalkan Ichcha dan Veer berdua saja agar mereka bisa melepaskan rindu setelah berpisah selama bertahun2.
Veer dan Ichcha berencana memberikan kejutan untuk Meethi karena dimasa kecilnya, Meethi tidak pernah merayakan ulang tahun bersama kedua orangtuanya.
Meethi masuk kedalam rumah dalam keadaan gelap gulita,1 lampu kemudian dinyalakan, dia melihat banyak hadiah di dalam rumah dan kartu ucapan selamat ulang tahun yang pertama, ke-2, ke-3, dst.

Veer mendekat dan berdiri dihadapan Meethi, namun Meethi tidak bisa melihat wajah Veer.

Veer: saya kehilangan saat2 untuk bisa memelukmu dan bermain denganmu saat kamu masih kecil. Bahkan saya telah pernah melihatmu namun saya tidak tahu kalau kamu ialah putriku. Hari ini saya datang menemuimu untuk mengakhiri jarak diantara kita.
Meethi: Siapa itu?
Veer: saya datang untuk memenuhi segala penantianmu selama 19tahun. saya ialah ayahmu.
Meethi: Ayah!

Lampu pun dinyalakan. Meethi bisa melihat wajah Veer dengan jelas dan menghentikan langkahnya untuk mendekati Veer.

Meethi: Tuan? saya telah pernah bertemu denganmu sebelumnya. Apa yang anda lakukan disini?
Veer: Ya, kita pernah bertemu sebelumnya, namun saat itu kita belum tahu hubungan apa yang terjalin antara kita berdua. saya ialah ayahmu. Apa kamu tidak ingin memelukku?
Meethi: Tuan? saya telah pernah bertemu denganmu sebelumnya. Apa yang anda lakukan disini?
Veer: Ya, kita pernah bertemu sebelumnya, namun saat itu kita belum tahu hubungan apa yang terjalin antara kita berdua. saya ialah ayahmu. Apa kamu tidak ingin memelukku?

Ichcha menghampiri mereka dan menganggukan kepalanya kepada Meethi. Meethi tersenyum bahagia dan langsung memeluk Veer.

Meethi: saya telah lama mencarimu namun saya tidak bisa menemukanmu.
Meethi menangis bahagia. Semua orang kemudian turun dari lantai atas.
Meethi: saya sangat menyayangimu ayah! Kak Kanha, dia ialah ayahku!
Kanha: Dan dia ialah temanku.

Meethi melihat Tapasya dan untuk pertama kalinya dia menyebut,"Ibu Tapasya". Meethi dan Tapasya pun berpelukan.Veer kemudian meminta izin kepada Tn.Takhur, upacara pernikahan Meethi  dan  Vishnu akan berlangsung di rumah Bundela.

Tapasya: Ditempat ini banyak kenangan buruk yang mengubah hidup kita.
Ichcha: Jangan mengingat hari2 yang buruk itu. Apa yang kita dapatkan jika mengenangnya?
Tapasya: saya berjanji, apa yang terjadi pada kita tidak boleh terjadi kepada putri2 kita
Ichcha: Tapasya, tinggallah di rumah ini, Mukhta pasti akan merasa senang.
Tapasya: saya harus membantumu masuk ke rumah Bundela terlebih dahulu.

Ichcha kemudian sedih memikirkan nasib Amla.

Tapasya: Fikirkan saja dirimu sendiri. Veer dan Amla telah tidak punya hubungan apa - apa lagi. Amla sendiri yang mengatakan semuanya dan Gunvanti telah menceraikan Amla dari Veer.
Ichcha: Semua yang dilakukan ibu(Gunvanti) terhadap Amla itu salah
Tapasya: Ibu (Gunvanti) selalu melakukan kesalahan, seperti memisahkanmu dari Veer.
Ichcha: Terimakasih, Tappu. kamu telah menghapuskan semua kesalahpahaman.
Tapasya: Jangan bilang terimakasih, kalau tidak..
Pergi dengan Yuvraj Karena Marah Pada Aman
Ichcha: Kalau tidak apa?

Ichchky dan Tappu mulai bertengkar seperti anak kecil. Damini bahagia melihat keakraban mereka berdua.

Damini: Ibu ingin mengatakan sesuatu padamu Tappu, bagaimana caranya ibu berterimakasih untuk semua yang telah kamu lakukan?
Tapasya: Jangan berterimakasih bu, saya tidak melakukan apa - apa. Ichcha akan berdandan seperti pengantin baru ketika kembali ke rumah mertuanya. Kedatangan Ichcha akan disambut dengan meriah!Mereka berpelukan dan tersenyum bahagia.


Sinopsis atau jalan cerita Uttaran Episode 240 yang tayang selasa 17 mei 2016 selengkapnya dimulai dari ,Veer meminta berkat dari Damini dan Tn.Takhur, dia berjanji mulai hari ini tidak ada yang bisa menghentikannya membawa Ichcha kembali ke rumahnya, bahkan Gunvanti sekalipun.

Veer: Ada seseorang yang telah kehilangan keluarganya demi menyatukan kembali saya dan Ichcha. Dia menjadikannya ambisi dalam hidupnya. Dan hari ini, saya ada disini dan mendapatkan ingatanku kembali karena dia. Coba tebak siapa dia?
Ichcha: Tappu!
Veer: Benar. Tn.Takhur, dia ialah putrimu, Tapasya.

Veer kemudian menelfon ponsel Tapasya, bunyi panggilan masuk ponsel Tapasya terdengar didepan pintu rumah Takhur. Tapasya muncul secara perlahan. Veer mempersilahkan Tapasya masuk kedalam, Tn.Takhur membalikan tubuhnya membelakangi Tapasya.

Divya: Ichcha, sahabatmu akhirnya pulang.
Ichcha: Tidak. Dia bukan sahabatku, namun orang lain. Tappu kita tidak akan sanggup jauh dari kita. Orang ini memberikan segalanya kepada orang lain namun dia sendiri tidak mengerti betapa kita menyayanginya walau dalam kemarahannya sekalipun.
Tapasya: saya membuat banyak masalah dalam hidupmu namun kamu selalu menyayangiku.
Ichcha: Bagaimanapun keadaanmu, saya selalu menyayangimu! Itulah artinya sahabat.
Tappu dan Ichcky berpelukan dan menangis, mereka mengenang masa kecil mereka yang penuh kebahagiaan.
Tapasya: saya membuat banyak masalah dalam hidupmu namun kamu selalu menyayangiku.
Ichcha: Bagaimanapun keadaanmu, saya selalu menyayangimu! Itulah artinya sahabat.
Tappu dan Ichcky berpelukan dan menangis, mereka mengenang masa kecil mereka yang penuh kebahagiaan.

Tapasya menolak saat Ichcha menarik tangannya masuk kedalam rumah, dia menggelengkan kepala dan menatap kearah Tn.Takhur. Ichcha kemudian menghampiri Tn.Takhur.

Ichcha: Ayah, kumohon maafkanlah putrimu Tappu, untuk kesalahannya di masa lalu. Ayah harusnya bangga dengan apa yang dilakukannya hari ini.
Tn.Takhur masih membelakangi Tapasya. Nenek buyut, Damini dan Rohini juga melakukan hal yang sama. Mereka semua mendekati Tn.Takhur dan memohon agar Tn.Takhur ingin memaafkan Tapasya. Veer berjalan kearah Tn.Takhur.
Veer: Seingatku, ayah selalu menegakkan kebenaran dan keadilan. telah waktunya ayah membawa putrimu pulang.

Tn.Takhur masih belum bergeming, kemudian Divya berdiri dihadapan Tn.Takhur menangkupkan kedua telapak tangannya dan memohon... *

chcha: Ayah, kumohon maafkanlah putrimu Tappu, untuk kesalahannya di masa lalu. Ayah harusnya bangga dengan apa yang dilakukannya hari ini.

Tn.Takhur masih membelakangi Tapasya. Nenek buyut, Damini dan Rohini juga melakukan hal yang sama. Mereka semua mendekati Tn.Takhur dan memohon agar Tn.Takhur ingin memaafkan Tapasya. Veer berjalan kearah Tn.Takhur.

Veer: Seingatku, ayah selalu menegakkan kebenaran dan keadilan. telah waktunya ayah membawa putrimu pulang.

Tn.Takhur masih belum bergeming, kemudian Divya berdiri dihadapan Tn.Takhur menangkupkan kedua telapak tangannya dan memohon.Tapasya merasa telah tidak ada tempat untuknya di rumah ini,dia berbalik hendak meninggalkan kediaman Takhur. Tn.Takhur: saya lah yang seharusnya minta maaf, saya lah yang menutup pintu rumah ini dihadapan putriku dan berhenti menyebutnya 'anak'. Putriku itu telah menunjukkan bahwa seseorang bisa berubah seiring berjalannya waktu. saya yang harusnya minta maaf, bukan putriku.

Tapasya berbalik dan tersenyum bahagia. Tn.Takhur menghadap kearah Tapasya dan merentangkan kedua lengannya siap menyambut Tapasya kedalam pelukannya. Tapasya berlari kearah Tn.Takhur. Mereka berpelukan sambil menangis dan saling minta maaf dan mengungkapkan rasa sayang.
Tn.Takhur: saya lah yang seharusnya minta maaf, saya lah yang menutup pintu rumah ini dihadapan putriku dan berhenti menyebutnya 'anak'. Putriku itu telah menunjukkan bahwa seseorang bisa berubah seiring berjalannya waktu. saya yang harusnya minta maaf, bukan putriku.

Tapasya berbalik dan tersenyum bahagia. Tn.Takhur menghadap kearah Tapasya dan merentangkan kedua lengannya siap menyambut Tapasya kedalam pelukannya. Tapasya berlari kearah Tn.Takhur. Mereka berpelukan sambil menangis dan saling minta maaf dan mengungkapkan rasa sayang. Divya mendekati Tapasya dan memeluknya. Tapasya kemudian mendekati satu persatu anggota keluarga Takhur berserta Damini. Tn.Takhur kembali memeluk Tapasya, Tapasya kemudian memberikan tangannya untuk Ichcha, mengajak Ichcha bergabung dengan dirinya, ayahnya dan juga Divya. Ichcha termenung sejenak, dia teringat akan masa lalu ketika Tapasya menuduhnya telah mencuri kasih sayang kedua orangtuanya, namun kemudian Ichcha mendekati Tapasya dan Tn.Takhur. Mereka bertiga berpelukan dalam tangis bahagia.
Tn.Takhur: Akhirnya keluarga ku kembali lengkap. saya sangat bahagia sekarang



BACA untuk : Sinopsis Uttaran Episode 1 - terakhir (ANTV)

Detail Cast and Crew Film Uttaran :

Sutradara  : Ketan Dubey
Produser  : Pintoo Guha, Rupali Guha
Penulis naskah : Ajay, Aseem Arora, Kumar Abhishek
Penulis Cerita : Mitali
Genre : Drama, Romance
Episode : 1549 episode
Channel : Colors TV dan ANTV (Indonesia)
Distributor : Film Farm India

Pemain Film Uttaran :

Rashmi Desai sebagai Tapasya Raghuvendra Pratap Rathore
Tina Dutta sebagai Ichcha Veer Singh Bundela
Ishita Panchal sebagai Tapasya cilik
Sparsh Khanchandani sebagai Ichcha cilik
Sreejita De sebagai Mukta Vishnu Kashyav
Mrunal Jain sebagai kaash Chaterji
Ajay Chaudhary sebagai Vishnu Kashyav
Nandish Sandhu / Vikas Bhalla sebagai Veer Singh Umed Singh Bundela
Ayub Khan sebagai Jogi Thakur
Pyumori Mehta sebagai Divya Jogi Thakur
Pratima Kazmi sebagai Sumitra Devi
Vaishali Thakkar sebagai Damini Ragendra Bharti
Varun Toorkey sebagai Sankrant
Saurabh Raj Jain / Bharat Chawda sebagai Yuvraj Veer Singh Bundela
Gaurav Chopra sebagai Raghuvendra Pratap Rathore
Gaurav S Bajaj sebagai Aman Verma

Subscribe to receive free email updates: