Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 77 (ANTV)

Sinopsis dan cerita  "Efsun dan Bahar Episode  77" ANTV yang tayang Jumat 1 April 2016, pada episode ke 77 bercerita tentang, Di penjara Ilyas memandang gambar bahar. Ia kecewa kemudian ia minum. Saat itu penyakit jantungnya kumat. Untung berbagai napi lain menolongnya. Kemudian seorang napi mengambilkan gambar bahar yang terjatuh. Ilyas pun berterima kasih lalu istirahat di kawasan tidur. Sementara Nuran serta efsun juga bersedih di sel. Efsun tidur dengan selimut di kasur atas sedangkan Nuran di bawah. Nuran bahkan memperlihatkan selimutnya terhadap efsun. Lalu Nuran mendatangi ceo napi wanita. Sang ceo napi ngobrolin soal mehmet emir attahan. Wah sobat sinopsisturki.blogspot.co.id tahu ga apabila dilihat penjara di turki ini manusiawi banget sebab kayak kamar rumah saja. Namun ya namanya penjara ya tetep penjara.

 Efsun dan Bahar Episode  77
 Efsun dan Bahar Episode  77
Di rumah attahan. Asin pulang serta hulya sedang duduk di sofa. Asin mencium Hulya. Lalu Hulya bilang kalau efsun di penjara. Setelah itu Beyza datang memperlihatkan teh hangat. Hulya pun meminta Beyza segera pergi. Lalu Fulya melanjutkan obrolannya dengan asin. Mereka ketika ini terus mesra sebab payau memegang tangan Hulya dengan lembut.Tak lama Mehmet pulang pribadi masuk ke kamar. Fulya telah menunggunya. Fulya pun turut prihatin sebab efsun masuk penjara. Kemudian Fulya bersandar di dada Mehmet.

Paginya ates datang ke penjara. Ia berpapasan dengan komisaris Ismail. Ates tetap akan berusaha membebaskan efsun serta keluarganya. Dan di rumah attahan Hulya pagi itu tiba-tiba marah-marah hingga menggebrak meja sebab ada surat kabar yang membahas keluarga attahan. Mehmet tidak tahan pribadi muntab memarahi Hulya. Ia tidak urus dengan media sebab yang ia pikirkan merupakan bagaimana sekarang efsun dapat bebas. Mehmet masuk kamar serta Fulya menyusulnya. Hulya sangat kecewa dibentak mehmet kemudian payau menenangkannya. Muge serta arda pun hanya dapat diam.

Kembali ke penjara. Ates diijinkan berjumpa efsun. Ates memperlihatkan suatu kertas supaya ditandatangani efsun. Ates bilang ke efsun supaya jujur padanya sebab faktor itu akan meringankannya dari hukuman. Kemudian setelah urusan ates pun pergi.

Di rumah gilincik bahar pun sedang ngobrol dengan bibinya. Saat itu anak guleser menjatuhkan barang. Anak guleser takut tetapi saudara nuran ini merupakan orang baik ia tidak marah pada anak guleser. Lalu Hasret datang ke gilincik. Ia kaget menonton bibi Bucela, oh namanya bibi Bucela  tow si bibi itu. Mereka pribadi berpeluk kangen. Wah.. tidak lebih tahu ni kok hasret serta bibi labla dapat saling kenal ni. Kalau bibi labla ini juga ada korelasi dengan baginda yusuf tentu Hasret kenal. Lalu siang itu mereka bergurau.Tak lama Onur datang ke gilincik. Onur udah potong rambut ni. Mereka bicara di luar lalu ates datang dengan mobilnya. Kemudian Onur pamit. Ia pun bilang ke ates kalau ia hanya mengucap prihatin dengan ditangkapnya nuran efsun ilyas serta sakine.

Tiba-tiba polisi datang dengan ceo ibrahim membawa surat penggeledahan. Setelah menunjukkan ke ates berbagai anggota polisi pun mulai masuk ke rumah nuran. Ismail masuk ke gudang bersama anak buahnya. Setelah rampung semua polisi pun segera meninggalkan gilincik.Sementara di penjara ketika apel siang nuran efsun sakine sangat kawatir. Jika polisi menggeledah rumah mereka untuk mencari barang bukti necati. Bisa maka makam yusuf terkuak.

Lalu bibi abla menjenguk ke penjara. Oh baru nyadar Bucela abla ini bukan saudara nuran tetapi merupakan abang dari ilyas. Bahar juga ikut serta ia menemui nuran. Nuran menangis ketika menonton Bahar. Bahar berkata kemarin polisi datang ke rumah serta menggeledah tetapi tidak menemukan apa-apa. Lalu bibi Bucela juga diijinkan masuk menemui Nuran. Baru aja menonton wajah Nuran, bibi Bucela pribadi marah-marah dengan nuran. Wah kayaknya korelasi Bucela dengan nuran ini kurang baik sekali. Nuran pun dengan acuh serta udah muak menonton wajah Bucela pun meninggalkannya. Ia masuk ke ke kamar serta mengundang efsun sakine keluar kamar serta ngobrol. Ia bilang abla datang marah-marah sendiri. Namun mereka malah menemukan taktik baru.

Lalu efsun masuk serta meminjam hp salah satu pimpina napi wanita. Ha ha dipenjara tidak ada yang gratis sang napi minta efsun membayar. Efsun malah ga kontrol serta marah hingga terjadi keributan di penjara. Sampai sipir wanita memisahkan mereka.Sisi lain polisi mendatangi rumah attahan. Mehmet pun keluar menemui mereka. Polisi memperlihatkan surat penggeledahan. Dan semua anggota ismail pribadi menyebar ke dalam rumah. Hulya turun serta senyam senyum saja menonton ismail datang.

Sementara ates berjalan-jalan di pinggir laut dengan medic. Mereka menuturkan efsun serta keluarganya yang ditangkap polisi. Ates juga minta bantuan medic soal kematian necati sebab medic ini kayaknya sih mantan preman yang mempunyai tidak sedikit anak buah. Kemudian medic menelepon anak buahnya serta menyuruh mencari tahu soal necati.Sisi lain ismail serta anakbuahnya mengecek cctv rumah attahan. Dan akhirnya ia menonton bahwa mayat necati diangkut serta dimasukkan ke kendaraan beroda empat oleh ilyas serta efsun. Ismail serta anak buahnya tersenyum bahagia sebab telah mendapat bukti kuat.

Hulya menjenguk efsun di penjara. Wah ini Hulya sengaja ni mau menghina Efsun. Mana ada rasa simpati dari si pirang Hulya pada efsun. Dan benar baru aja ketemu ia pribadi menyindir halus tetapi tajam. Dan Efsun pun pribadi marah. Ia segera dibawa masuk sipir serta Hulya cuma dada dada saja,Kemudian ates pun diajak menonton video ketika necati dimasukkan bagasi oleh Ismail di kantor polisi.Kemudian di rumah attahan. Asin menelepon seseorang sepertinya rahasia. Arda memergokinya tetapi Asin menyangkal. Lalu Hulya datang serta payau mencium Hulya. Setelah itu payau masuk kamar serta Arda bilang ayah menyembunyikan sesuatu tetapi Hulya tidak percaya.

Sementara efsun dalam penjara pun diijinkan berjumpa dengan ilyas. Mereka sangat bahagia dapat berjumpa serta saling berpelukan. Tak lama ayah serta anak ini melepas rindu kemudian masuklah ates. Ia pribadi marah pada mereka. Kenapa mereka tidak jujur. Ates bilang bahwa polisi telah mendapat bukti bahwa anda membawa mayat necati serta memasukannya ke mobil. Ad CCTVnya. Efsun tetap menyangkal serta Ates pribadi menggebrak meja. Sabar kak ates sabar, mereka terbukti bukan pelakukanya kok, tetapi mereka Cuma beruntung saja.. niatnya mereka juga membunuh necati tetapi necati tetap hidup. Dan hokinya efsun nyawa necati melayang sebab orang lain.

Kemudian efsun keluar ruangan serta ilyas tinggal bersama ates. Ilyas pun berkata pada ates apa adanya. Efsun lalu masuk ke selnya lagi serta berkata pada nuran serta sakine bahwa polisi telah menemukan bukti mengenai keterlibatan kita. Nuran serta sakine pun kaget serta takut. Pada akhirnya Ilyas juga kembali ke ruangannya. Ia kemudian membikin surat seperti surat tulis tangan untuk ates supaya diberikan terhadap bahar. Ilyas menitipkannya pada sipir penjara serta sipir memberikannya terhadap ates.

Sementara di gilincik bahar merasa sangat sedih. Bibi Bucela pun menghiburnya bersama dengan hasret. Lalu ates datang serta kemudian mereka keluar serta ngobrol di taman. Ates memperlihatkan surat itu serta bahar membacanya, Bahar menangis tersedu-sedu sambil memegang erat surat itu. Ates pun memeluknya.

Di rumah attahan payau berdandan rapi serta hulya habis mandi menghiburnya. Ia kemudian mencium Hulya. Hulya sangat bahagia sebab payau ketika ini kembali mencintainya (padahal payau ini punya agenda yang tidak diketahui Hulya). Lalu payau ke kamar muge serta mencium anaknya itu yang tetap tidur. Setelah itu payau kembali ke kamar sepertinya sih payau hulya gituan he he sebab udah lama kagak melakukan he he

Paginya di ruangan kamar napi wanita. Sipir masuk serta memanggil Nuran efsun sakine. Mereka bilang anda bebas. Wah efsung pribadi nggambleh gembira. Mereka berpelukan menari girang. Lalu mereka keluar serta telah ada mehmet hasret bahar diluar. Semua pun berpelukan senang. Kemudian bahar bilang bahwa ayahnya yang menjadi jaminan keleluasaan mereka sebab ilyas mengakui semua maka anda semua bebas. Bahar juga memperlihatkan surat terhadap mereka. Nuran kecewa serta efsun juga, ia pun berlari sambil menangis

Di rumah attahan Hulya bangun tetapi ia tidak menonton payau di sebelahnya. Ia menelepon tetapi hp payau tidak aktif. Hulya mondar mandir hingga kemudian payau mengirim pesan kepadanya. Ternyata ada gambar payau serta cecil di paris,. Wah maka selagi ini payau mengatur agenda dengan cecil untuk menyiasati Hulya. Setelah mendapat uang mereka berdua pun berangkat menjauh dari keluarga attahan. Hulya murka serta membanting hpnya.

Di ketika yang sama Efsun telah hingga ke rumah attahan sendiri. Ia masuk serta memanggil hulya. Ada nyonya edibe, efsun pribadi ngomel pada nyonya edibe serta memaksa nyonya edibe bergerak. Hulya tahu serta menampar efsun. Disaat yang sama Mehmet masuk rumah serta memarahi hulya. Efsun pun bilang kalau sebetulnya nyonya edibe telah sembuh tetapi Hulya merahasiakannya. Mehmet menjadi bingung. Dan efsun pun telah muak dengan keluarga attahan. Ia pun berlari keluar rumah.

Sisi lain nuran sakine telah hingga ke gilincik, Nuran masuk rumah. Ada Bucela di dalam. Nuran ini kayaknya takut dengan bucela. Ia hanya membisu serta duduk di bawah. Sampai kemudian Bucela pribadi mencak-mencak pada Nuran. Bahkan menampar Nuran. Nuran membisu tidak membalas serta mengundang bahar keluar rumah. Mereka lalu ke rumah sakine tetapi sakine juga sedang bimbang karen cecil pergi.

Efsun yang emosi ke kanto polisi dimana ates tetap bicara dengan komisaris ismail. Efsun melapor bahwa nyonya edibe sebetulnya telah sembuh. Efsun meminta ates bertindak tetapi ates tidak percaya serta marah pada efsun. Namun ates menjadi percaya sebab efsun tetap saja ngeyel serta memaksa ismail menyelidiki. Ates pun segera keluar serta efsun segera berlari menyusulnya serta ikut dengan ates.

Itulah Sinopsis Efsun dan Bahar Episode77.  Baca juga sinopsis Sebelumnya yaitu Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 76 dan tunggu Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 78 yang tayang Sabtu 2 April 2016

Subscribe to receive free email updates: