Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 80 (ANTV)

Sinopsis dan cerita "Efsun dan Bahar Episode 80" ANTV yang tayang Senin 4 April 2016, pada episode ke 77 bercerita tentang terus efsun ke penjara untuk menjenguk ayahnya. Di ketika yang sama bahar juga datang bersama ates. Efsun serta bahar menantikan di luar sementara ates masuk. Tak lama ismail keluar serta bicara dengan bahar. Eh efsun malah marah-marah pada sersan ismail sebab menangkapnya tanpa bukti. Efsun bahkan terus meneriaki ismail ketika ismail pergi. Kemudain Ates keluar serta mengundang bahar masuk. Namun efsun tetap diluar. Ia tidak diijinkan masuk. Efsun menangis menonton bahar serta ates. Cemburu sih iya.

Efsun dan Bahar Episode 80

Di rumah attahan Hulya mencari Beyza serta menanyainuya soal efsun. Mulanya dengan bahasa halus. Beyza menggeleng kepala tidak tahu menahu soal efsun. Kemudian Hulya menekan Beyza. Ibu benya nyonya hatice juga tidak dapat berbuat banyak. Hulya menggebrak lemari terus berangkat meninggalkan Beyza yang ketakutan.

Kemudian di gilincik. Nruan sedang mengepel lantai kamarnya sambil marah-marah pada guleser serta anaknya. Anak guleser malah dimaki nuran serta ia takut. Dan datanglah Bucela..dan bilang jangan membikin anak kecil takut. Kemudian Nuran memilih keluar. Saat nuran keluar bucela menonton tasbih tergantung di dekat jendela. Bucela mengambilnya serta anak guleser bilang itu milik baginda yusuf serta guleser juga manggut manggut. Bucela rada bimbang mendengar penjelasan itu. Nuran terus masuk serta Bucela bilang akan menyimoan tasbih ini. Ia memasukannya di kantong.

Sementara itu Bahar berjumpa ayahnya di ruang jenguk penjara. Bahar menangis menonton ayahnya menjadi jaminan keleluasaan nuran serta efsun.Kemabali ke rumah gilincik. Guleser bersih-bersih kompor. terus bucela mendatanginya. Bucela celingak celingak sebentar ada nuran ga di dekat mereka. Kemudian seusai dirasa aman Bucela menanyai guleser wacana penemuan tasbih tun yusuf. terus Bucela berangkat keluar rumah. Di depan ia berpapasan dengan efsun. Efsun memanggil bibi bucela melainkan bucela terus berlangsung ga menggubirs efsun. Kemudian Nuran keluar ia bilang kita wajib hati-hati cengan bucela ini. Sekarang dirinya membawa tasbih milik baginda yusuf.

Bucela pun berangkat ke rumah sakine. Ia memberikan tasbih baginda yusuf. Sakine pun terkejut walau berusaha tenang. Sisi lain bahar serta ates lagi makan malam bersama. Kemudian ates ditelepon oleh medic. Medic memberi tahu informasi baru tentang necati. Kemudian dengan sangat terpaksa ates pun minta ijin ke bahar bahwa dirinya wajib pergi. Ates bilang percaya padaku sembari mengelus pipi bahar. terus ates pun pergi.

Sementara itu anggota ismail memberi arsip terhadap ismail di kantor polisi. Mereka kemudian menonton rekaman ketika ilyas membawa necati. Tak lama ismail ditelepon oleh bahar. Bahar bilang ates berangkat ke seuatu kawasan untuk mencari tahu siapa pembunuh necati sebenarnya.Di ketika yang sama ates telah hingga si sebuah cafe. Tempatnya remang serta tenang. Ada penari serta penyanyi perempuan yang sedang menyanyikan lagu sendu turki. bilang ke pelayan dengan menyebut nama necati. Kemudian ates disuruh duduk dahulu di kursi.

Sementara itu di rumah sakine. Sakine menyebarkan teh untu dirinya serta bucela. terus bucela menonton sakine yang agak gugup. Kemudian ia bilang sesuatu hingga sakine kaget serta tersentak hingga menyemprotkan teh yang diminumnya. Kemudian bucela bertanya pada sakine serta mendekati sakine. Sakine membisu Bucela pun membentak sakine. Dan akhirnya sakine bilang makam baginda yusuf di halaman rumah.

Di cafe seseorang berjenggot serta berambut gondrong menemui ates. Ates ga mau basa-basi ia eksklusif menanyakan soal necati. Si brewok eksklusif menyuruh pelayan mengusir semua tamu. Si brewok mengeluarkan pistol serta semua pengunjung takut. Ates pun siaga. Saat si brewok berbalik menodongkan pistol ates dengan sigap memukul tangan si brewok serta eksklusif gantian menodongkan pistol ke arah si brewok. Ates berteriak siapa yang membunuh necati. Namun tidak lama para teman-teman si brewok pun datang serta mengancam ates dengan pistol. Karena kalah jumlah jadi ates pun terpaksa meletakkan pistolnya serta angkat tangan.

Sementara Bucela pulang dari rumah sakine dengan amarah serta eksklusif menggerat nuran ke halamannya. Ia mendorong nuran hingga terjatuh di makam baginda yusuf.

Sementara efsun lagi makan di rumah hasret. Rumah hasret ini kini udah pindah lho tetanggaan dengan rumah nuran di gilincik. Kemudian efsun membuka jendela supaya udara sehingga segar. Dan ketika membuka jendela di lantai dua ia menonton bucela serta nuran di halaman cocok diatas makam baginda yusuf. Efsun pun panik. Namun ia berusahan hening supaya hasret tidak curiga serta melanjutkan makanya.

Kemudian Bucela di halaman sangat marah dengan nuran. Ia pun segera menelpon polisi. Nuran sangat terkejut serta takut. Belum tahu apakah udah nyambung alias belum. Efsun tiba-tiba telah datang. Nuran bilang bucela mau menelepon polisi. Efsun eksklusif merebut telepon Bucela.

Kemudian Hasret Rafika juga sakine datang. Efsun mencari alasan. Dan Bucela masuk rumah. Efsun menyusul Bucela serta berkata pada bucela untuk menjaga rahasia ini. Dengan nada sedikit mengancam ia pun membahas pada  bucela. Efsun bilang apabila semua terbongkar. Adikmu ilyas yang juga ayahku akan terus lama di penjara. Itulah yang kau mau? Bucela pun juga sehingga rada berpikir ketika itu. Sementara Nuran menjaga supaya guleser serta rafika tidak ikut masuk.

Sementara di cafe ates diancam oleh gerombolan mafia. Kemudian Ismail serta anak buahnya hingga di cafe sebab mendapat laporan dari bahar. Namun ketika polisi masuk ke cafe ates telah dibawa kabur. Namun polisi pernah meringkus berbagai anggota mafia. Polisi segera mengejarnya. Sementara bahar naik taksi menuju lokasi serta ia menonton kendaraan beroda empat polisi beriringan ia pun mengikuti kendaraan beroda empat polisi.

Kemudian ates dibawa ke sebuah kawasan oleh si brewok. Namun polisi suda mengepung si brewok dari segala arah dengan regu penembak jitu. Bahar hingga serta tahu ates ditodong pistol pun berteriak memanggil ates sebab sangat khawatir. Ates berteriak pada bahar untuk berangkat melainkan bahar tidak mau. Lalau ates mendorong si brewok serta DOR!!!! Suara tembakan terdengar. Semua orang terdiam juga bahar..

Itulah Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 80.  Baca juga sinopsis Sebelumnya yaitu Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 79 dan tunggu Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 81 yang tayang Selasa 5 April 2016

Subscribe to receive free email updates: