Sinopsis Fatmagul Episode 42 senin 25 april (ANTV)

Serial Drama Turki "Fatmagul" ialah Serial yang bersumber dari Turki dengan genre Drama serta Romance. Serial terakhir ANTV ini disutradarai oleh Hilal Saral serta naskahnya ditulis oleh Ece Yorenc bersama Melek Gencoglu.Serial Turki "Fatmagul" bercerita mengenai Fatmagul, Fatmagul ialah seorang gadis lugu serta cantik serta tinggal di sebuah tujuan wisata Cesme, pada bagian barat Turki. Fatmagul telah ditinggal meninggal orang tuanya serta saat ini ia hanya tinggal bersama saudaranya.Fatmagul akan segera menikah dengan seorang pria yang bernama Mustafa dalam berbagai waktu dekat. Fatmagul ingin segera cepat menikah serta sangat mencintai Mustafa supaya rasa sakit pada abang iparnya hilang.

Fatmagul Episode 42

Jalan cerita "Fatmagul Episode 42" yang tayang pada senin 25 april (ANTV) selengkapnya dimulai dari ,Endorgan yang keluar dari cafe bersama Rambut Api, Gaye. Gaye berangkat duluan serta Saat Endorgan mau masuk ke mobilnya ia ditelepon oleh kepala keamanan yang mengumumkan jika Mustafa telah dibereskan. Saat itu Rambut Api di jalan berhenti serta menelepon Munir. Saat bicara dengan Gaye, Munir kesal. Kemudian Munir menelepon Endorgan tetapi Endorgan enggan membawa serta membikin Munir terus kesal.

Sementara itu Mustafa tetap dalam kondisi pingsan. Ada truk yang hendak lewat gang itu serta mengklakson, tetapi kendaraan beroda empat Mustafa tetap diam. Akhirnya sopir truk turun serta membuka pintu kendaraan beroda empat Mustafa mereka kaget seusai tahu ada darah serta bekas tusukan di perut Mustafa. Sopir truk pribadi bilang ke kawannya serta mereka segera mencari bantuan.Fatmagul, Kerim serta Meriem tetap di restoran. Hp Kerim berbunyi. Ia mendapat telepon dari Rahmi di rumah. Lalu mereka semua bersiap untuk pulang ke rumah. Sebelum semua orang pulang, Mukades merayu Rahmi untuk ehok - ehok an ( kayak sejenis bikin anak wkwkwkwwkwk ).

Sementara itu di apartemenennya, Asude merasa cemas sebab ia berencana makan malam dengan Mustafa malam ini tetapi tidak ada berita dari Mustafa. Asude segera menelepon Mustafa serta yang membawa merupakan sopir truk tadi. Asude diberitahu jika yang punya ini baru saja menjadi korban penusukan. Asuda sangat kaget serta khawatir.

Meriem, Fatmagul serta karim akhirnya sampai rumah. Mukades di kamar berbisik dengan Rahmi. Mukades menguping perbincangan mereka dari balik pintu. Lalu Kerim berangkat ke kamarnya serta Fatmagul juga ke kamarnya. Malam itu semua akan istirahat. Fatmagul mengelus Murat yang sedang tidur. Ia tetap belum percaya jika Murad ini tidak ada kekerabatan darah dengannya. Kemudian Fatmagul membayangkan ketika Murat dilahirkan dulu. Saat itu Rahmi sangat bahagia sekali. Kemudian Fatmagul mencium kening adiknya serta istiahat.

Pagi harinya, di rumah sakit. Ayah serta bunda Mustafa tiba. Di rumah sakit telah ada Asude yang sedang mengurus Mustafa. Ayah serta bunda Mustafa berjumpa dengan Asude. Asude bilang jika Mustafa tetap dalam kondisi kritis. Ibu Mustafa sangat khawatir sekali serta panik sampai kemudian perawat menenangkannya. Sementara Asude kemudian ikut dengan polisi untuk dimintai keterangan.

Kerim telah bangun. Dia membuka tirai jendela dengan pelan sebab dari sana ia dapat menonton Fatmagul yang sedang sibuk di dapur. Fatmagul sendiri sedang menyiapkan makan pagi. Kemudian Kerim masuk ke rumah utama. Murad pribadi menyapa Kerim. Murad bilang ia mau jalan-jalan dengan Rahmi.

Setelah Rahmi serta Murad pergi, Fatmagul telah tidak dapat menahan emosi pada Mukades. Ia pun kemudian bertengkar dengan Mukades. Meriem serta Kerim segera memisahkan mereka tetapi mereka tetap berdebat. Saat itu nyatanya ada barang Rahmi yang tertinggal. Rahmi pun kembali ke rumah. Saat masuk rumah Rahmi mendengar bunyi Fatmagul dimana ia bilang jika Murad bukan anak kandung Rahmi. Rahmi kaget serta menjatuhkan vas di dekat telepon. Semua orang yang di dalam kaget nyatanya ada Rahmi. Fatmagul pribadi menemui Rahmi. Rahmi terbengong serta Mukades menangis sebab kebohongannya terbongkar.

Saat itu Murad dari luar berteriak memanggil Rahmi. Rahmi bengong sebab kaget. Kemudian Kerim segera berlari menemui Murad serta mengajaknya berangkat untuk mengalihkan perhatian Murad. Sementara yang lain  pun menemani Rahmi. Akhirnya Mukades menceritakan pada Rahmi. Sambil menangis, Mukades menerangkan kejadian yang sebenarnya. Kerim pun segera kembali seusai menyuruh Murad untuk menantikan di mobil. Semua orang yang mendengarkan Mukades juga ikut menangis tergolong Fatmagul. Rahmi sendiri sepertinya belum dapat memaafkan Murad. Ia kemudian berangkat ditemani Fatmagul serta Kerim. Mukades memanggilnya tetapi Rahmi tidak menggubris Mukades. Mereka keluar. Murad menonton ayahnya serta pribadi turun. Rahmi juga memeluk Murad. Lalu mereka berangkat naik kendaraan beroda empat Kerim.

Di mobil, semua hanya membisu serta Rahmi memeluk Murat yang bukan anak kandungnya. Sementara itu, di rumah Mukades diajak bicara dengan Meriem.Rahmi, Kerim, Fatmagul serta Murat sampai di sekolah Murad. Murad masuk diantar Fatmagul. Saat itu Rahmi pribadi menangis. Saat kembali Fatmagul memandang mata Kerim yang memberi kode mengenai kondisi kakaknya. Rahmi kemudian di papah masuk ke mobil.Di segi lain, Endorgan telah sampai ke kantor. Di depan ia berbincang dengan kepala keamanan. Kepala keamanan melaporkan soal kondisi Mustafa. Dari atas Munir menonton mereka serta emosi.

Demikian Sinopsis Fatmagul Episode 42 (ANTV) ,baca juga sinopsis sebelumnya yaitu Fatmagul Episode 41 dan tunggu cerita berikautnya Fatmagul Episode 43 yang tayang selasa 26 April 2016

Subscribe to receive free email updates: