Sinopsis Uttaran Episode 212 selasa 19 (ANTV)

Sinopsis pendek film yang berserial drama yaitu "Uttaran" bercerita tentang kisah dari Ichcha. Ichcha lahir di pinggir perkotaan yang sangat kumuh, hidupnya sederhana dan keterbatasan. Namun ada seseorang yang ingin membuat Ichcha behagia dan sangat menyayangi Icha dan tidak mau Ichcha hidup dengan keadaaan seperti ini terus, dia adalah sang ibu. Dengan harapan memberika Ichcha kehidupan yang baik, Ibunya rela bekerja di rumah orang kaya sebagai pembantu.Icha bersahabat dengan Tapasnya (Putri dari ibu Majikan), namun di kemudian hari dia mengerti bahwa orang miskin tidak mungkin menjadi bagian dari keluarga itu. tidak pedulu seberapa banyak pengorbanan yang dilakukan untuk keluarga itu.Namun hal tersebut berubah ketika Mahindra, kekasih Tapasya, jatuh cinta kepada Ichcha yang cantik dan baik hati. Apakah Ichcha berani untuk membela cinta mereka dan menghrapkan Mahindra?


"Sinopsis Uttaran Episode 212" yang tayang selasa 19 April 2016 dimulai ,ketika semua orang berkumpul di tanah kremasi. Veer berdiri menonton dari atas tubuh Iccha.Pandit ji meminta anaknya untuk menyalakan tumpukan kayu nya. Veer teringat kilas balik dari Yuvi. Dia mengatakan bahwa dirinya tidak ingin berjumpa yang dipanggil ibunya serta bahkan apabila dirinya datang ke sini, dirinya mempunyai apa-apa tidak hanya kebencian baginya. Dia meninggalkan-nya sebab anak-anak sendirian ia tidak sempat mampu mencintainya.Dia memandang Panditji dengan air mata yang mengangguk kembali dengan mengatakan apabila bukan anak jadi suaminya mampu datang serta memberikan mukhagni (Ritual memberikan api untuk mayat).

Veer mengatakan bukankah anaknya di sini pandit ji. anak sulung nya di sini ia akan melakukannya.
Veer berangkat ke Kanha. Dia mengatakan, Kanha hanya kau yang sudah memenuhi tugas dari seorang putra. kau anak kesayangan-nya serta tidak hanya Iccha tapi aku juga. Hari ini, kau akan memberikan mukhagni kepadanya jadi dirinya berangkat dalam damai. kau wajib melakukannya sebagai anak.Kanha tersentuh oleh kata-katanya serta memeluknya. Dia menonton Veer kemudian Iccha serta menangis.Kanha meletakkan kayu log di tubuhnya. Ma ne kaha bermain di latar belakang ketika ia mengingat-Nya bahagia saat-saat manis dengan Iccha. kau Yahoda maiyya bagi ku na  .Maiyya! flashback lain bagaimana cintanya pada dirinya serta merawatnya. Pandit ji datang serta meminta dirinya untuk mengawali ritual.

Ritual dimulai dengan memegang panci serta pandit ji membikin celah di dalamnya untuk membiarkan ajaran air. Dia mulai berlangsung di kurang lebih tumpukan kayu. Jogi mempunyai kilas balik mengatakan terhadap Iccha bahwa kini ia mempunyai dua anak perempuan - Iccha serta Tapasya. Iccha ragu-ragu mengatakan terima kasih terhadap papa.Veer mempunyai kilas balik berjumpa dengannya di Satara seusai 18 tahun. Kemudian memperoleh kembali ingatannya serta ketika dirinya menggunakan mangalsutra itu. Bagaimana dirinya berseri-seri memegangnya.

Rathore meiliki kenangan ketika menonton Iccha dengan Yuvi (ketika ia memberinya makan untuk pertama kalinya). Satu lagi daerah ia ditebus, dirinya keluar dari penjara ditambah seusai 18 tahun Iccha menjanjikan bahwa dirinya akan mengurus Mukta semacam anaknya sendiri.Kanha melempar pot ke tanah serta Jogi menerobos masuk ke dalam. Kanha tumpukan kayu. Umed Singh mengatakan Veer untuk menjadi kuat. Rathore memegang Jogi untuk memberikan dukungan kepadanya. Veer, Jogi serta Rathore berdiri memegang satu sama lain.monitor berbunyi serta Tapasya membuka matanya terengah-engah. Dr. Murthy mengucapkan selamat padanya bahwa kau baik-baik saja sekarang. Dia akan menelepon ke rumah serta memberitahu mereka. Dia meninggalkannya dari sana.

Meethi di balkon membawa pakaian kering. Matanya meringkus pemandangan asap yang keluar dari sebuah tempat. Dia menonton semacam faktor aneh ketika menonton itu. Saat itu Akash berlangsung dengan mengatakan ia mencarinya.Meethi bertanya apakah ada kebakaran di sini (sambil menunjuk asap). Dia mengatakan padanya bahwa itu bersumber dari kremasi tanah di sini  seseorang wajib menyalakan tumpukan kayu.Meethi mengatakan, kremasi tanah! aku tidak tahu mengapa aku merasa begitu gelisah. kau tahu aku tidak menyukai apa-apa semenjak dua hari terbaru  .tidak ada yang mempesona bagiku.Dia mengatakan padanya untuk tidak berpikir banyak. Apa lagi yang akan dirinya harapkan di tanah kremasi? Turun maiyya yang menelepon mu.

Meethi mengatakan mengapa dirinya melihatnya kini  dirinya merasa sangat gelisah ketika ini. kau tahu Wisnu, aku belum sempat menonton tumpukan kayu yang menyala sebelumnya. Ini merupakan pertama kalinya ketika aku menonton Dia berbalik serta tidak menemukan dirinya di sana. Air mata jatuh dari matanya. Dia tidak mengerti apa yang terjadi dengannya. Bergabung tangannya untuk berdoa, katanya, siapa pun yang sudah meninggal wajib beristirahat dalam damai. Samar om trayambhakam mampu didengar di latar belakang.Rathore dalam bukunya berkah jantung Iccha. Dia melipat tangannya serta berpikir Tapasya selamat di masa lalu sebab dia. Terima kasih! Saat itu Dr Murthy memanggil untuk mengumumkan kepadanya mengenai Tapasya yang sadar kembali. Dia sekali lagi mengucapkan terima kasih ketika menonton api. Rathore mengatakan Jogi bahwa Tapasya selamat serta sadar sekarang. Jogi kecewa serta mengangguk. Rathore berangkat dengan mengatakan kepadanya aku akan mengurusnya.

Rumah Thakur :Divya memegang Damini serta keduanya menangiskarena sedih. Damini mengatakan apa yang wajib aku perbuat kini Thakurayin? Untuk siapa aku wajib tinggal sekarang? Dia berangkat sebelum aku. Divya membikin dirinya minum air.Surabhi dengan air mata palsunya serta berangkat di depan gambar Iccha serta mengatakan mengapa kau meninggalkan kami  apa hasil pada kita sekarang? Dia berangkat menangis dari sana.Nani mendapat telepon dari Jogi. Dia berangkat ke samping untuk mengambilnya. Dia menanyakan Divya melainkan mengatakan bahwa dirinya menangis tidak henti-henti. aku khawatir mengenai kesehatannya sekarang. Nani memberi tau pesan jogi terhadap divya untuk menjaga kesehatan-nya.

jogi share bahwa Tapasya sudah siuman. Mausiji, apa permainan hidup yang bermain dengan kami.
Di sini, aku berdiri di tanah kremasi untuk mengucapkan selamat tinggal terhadap putri ku serta di sana, putri ku mampu hidup kembali. Mengapa Tuhan memainkan permainan ini dengan kami.
Nani mengatakan kepadanya bahwa tidak ada yang mampu melawan kehendak Allah. Tapi Ram hi Rakhey, menonton satu faktor bahwa putri kami akan tinggal bersama kami. hati Iccha akan berada didalam Tapasya. Ini tutorial yang baik untuk tinggal bersama kami saja. (aku menyukai apa yang dirinya bilang  .kudos untuk Nani).Jogi setuju bahwa dirinya benar. Sekarang mereka akan menjalani hidup mereka dengan keyakinan ini saja.Surabhi datang ke kantor pos serta meminta surat. Dia menulis  kabar .Baik Mausiji. Iccha meninggal dalam kecelakaan pada hari holi. Hari yang sama! Bahkan ritual terbaru yang dilakukan dengan untuknya. aku mencoba menelepon ke rumah tapi itu tidak membawa jadi dirinya menulis dalam sebuah surat. aku mengirimkan paket permen juga. Silahkan bertanya bauji ketika aku mampu kembali.

Di tangannya tersedia paket pada orang itu serta mengatakan bahwa paketnya akan hingga besok. Dia tersenyum gembira.Meethi datang ke dapur untuk menolong Kajri serta memutuskan untuk mengupas bawang untuknya. meethi menonton dirinya merasa kehilangan serta bertanya apakah Nirbhay bhaiya membawa tangannya lagi pada dirinya.Kajri mengatakan tidak. Dia share bagaimana dirinya sudah diajarkan semenjak kecil bahwa salah satu mendapat suami sesuai dengan hidup mereka saja. Plus, seorang wanita wajib menanggung segala sesuatunya dengan cara diam-diam.Meethi sangat tidak setuju dengannya. Dia mengatakan, apabila Wisnu mempunyai kubah semacam ini kepadanya jadi dirinya akan eksklusif berangkat kantor polisi serta mengajukan laporan terhadap dirinya.

Gomti mengatakan dari belakang  .Police Station? Kajri nyatanya melihatnya serta terkejut.
Ganga bertanya siapa yang akan kau keluhan. Kajri mencoba untuk mengabaikannya, tapi Meethi mengatakan aku mengatakan bahwa apabila istri hubby sakit dengan tutorial apapun dirinya wajib eksklusif berangkat ke polisi.Gomti berpikir gadis ini dari kota akan merusak pikiran Kajri juga dengan omong kosong nya. Dia mengatakan Meethi untuk berangkat serta mengambil air dari sumur untuk jiji. Dia mempunyai keseleo di kakinya alias dirinya akan berangkat sendiri.Kajri memperkenalkan untuk berangkat tapi Gomti dengan tegas mengatakan padanya untuk melakukan pekerjaan dapur. Meethi mengatakan kepadanya bahwa tidak ada yang mampu mengalahkan dirinya dalam membikin sarapan. Dia meninggalkan dengan bahagia untuk memperoleh air dari sumur. Gomti memperingatkan dirinya untuk berada di batas serta pergi. Kajri mengangguk ji.Meethi keluar mengambil air dari sumur.

Dia mengisi pot serta mulai berlangsung kembali ke rumah. Om trayambhakam diputar di latar belakang.Dia menonton seorang pria tergeletak dalam kondisi setengah sadar meminta air. Dia berangkat ke padanya serta memercikan air pada dirinya. Dia menonton Meethi. Dia mengambil botol yang berbaring di sampingnya  aroma serta batuk.Dia memanggil namanya  Meethi serta dirinya bingung.

Demikian Sinopsis Uttaran Episode 212  ,bagi yang ketinggalan cerita sebelumnya dapat di lihat di Sinopsis Uttaran Episode 211 dan tunggu cerita selanjutnya di Sinopsis Uttaran Episode 213 rabu 20 April 2016

Subscribe to receive free email updates: