Sinopsis Uttaran Episode 221 kamis 28 April (ANTV)

Sinopsis pendek film yang berserial drama yaitu "Uttaran" bercerita tentang kisah dari Ichcha. Ichcha lahir di pinggir perkotaan yang sangat kumuh, hidupnya sederhana dan keterbatasan. Namun ada seseorang yang ingin membuat Ichcha behagia dan sangat menyayangi Icha dan tidak mau Ichcha hidup dengan keadaaan seperti ini terus, dia adalah sang ibu. Dengan harapan memberika Ichcha kehidupan yang baik, Ibunya rela bekerja di rumah orang kaya sebagai pembantu.Icha bersahabat dengan Tapasnya (Putri dari ibu Majikan), namun di kemudian hari dia mengerti bahwa orang miskin tidak mungkin menjadi bagian dari keluarga itu. tidak pedulu seberapa banyak pengorbanan yang dilakukan untuk keluarga itu.Namun hal tersebut berubah ketika Mahindra, kekasih Tapasya, jatuh cinta kepada Ichcha yang cantik dan baik hati. Apakah Ichcha berani untuk membela cinta mereka dan menghrapkan Mahindra?

Uttaran Episode 221

Sinopsis atau jalan cerita Uttaran Episode 221 yang tayang kamis 28 April 2016 selengkapnya dimulai dari ,Gunvanti berkata,"Sesudah dia melahirkanmu, apa dia pernah datang untuk menanyakan kabarmu?", "Bagaimana mungkin ini terjadi nek? Aku pernah menemuinya bersama ayah, ayah memperkenalkannya sebagai ibu guru. Jika wanita ini adalah ibuku,lalu mengapa dia tak mengatakan yang sebenarnya dan membuat ingatan ayah kembali?","Karena dia sedang mempermainkan perasaan ayahmu dan dia juga tau ayahmu sudah kehilangan ingatannya. Disisi lain, ia mengancamku agar tidak memberikanmu uang sama sekali, karena dimatanya, kau adalah seorang anak yang manja","itu bohong"kata Ichcha.

Gunvanti melanjutkan kata-katanya,"Dia juga sudah menghasut ayahmu, itulah mengapa ayahmu tidak datang untuk membebaskanmu. Dia memanfaatkanmu untuk membalaskan dendam kepadaku".Ichcha berkata kepada Yuvraj,"Dia tidak memberitahumu cobaan dan ujian yang aku alami ketika aku meninggalkanmu dan ayahmu","Lalu kenapa tak kau katakan kepadanya ujian apa yang sudah kau lewati itu?" Jawab Gunvanti.Ichcha terdiam. "Kau tidak bisa mengatakannya kan? Aku akan memberitahunya. Yuvi, dia mencoba menukar posisimu dengan anak yang bukan miliknya ketika kau masih kecil, Dia menempatkan nyawamu dalam bahaya demi menyelamatkan nyawa Kanha

tapi ayahmu berhasil menyelamatkanmu, jika tidak, kau tak mungkin masih hidup sekarang","Aku mohon bu, jangan membuat drama tentang kebenaran seperti ini.Kau tau betul kebenaran yang sesungguhnya"kata Ichcha.Yuvraj angkat bicara,"Baiklah, kebenaran, kebenarannya kau adalah ibuku kan?Kau yang melahirkan ku. Maka katakanlah yang sebenarnya kepadaku. Kau bahkan tak kembali untuk melihat apakah aku masih hidup atau sudah mati! Di masa kecilku aku tak ingat apakah aku mendapatkan kasih sayang seorang ibu, tapi selain itu apa kau pernah datang sekali saja untuk mengobati luka dihatiku? Dimana kau? Dimana?".Yuvraj berkata,"Sekarang kau datang untuk memberitahu apa yang benar dan salah? Apa kau tau apa saja yang sudah kulewati selama bertahun-tahun ini?",

"Aku tau, jika aku tidak tau,siapa lagi? Karena aku adalah ibumu. Aku juga merasakan kepedihan yang sama" Jawab Ichcha.Yuvraj mendekati Ichcha dan berkata, "Hanya untuk sekali dalam hidupku,aku ingin menemuimu, kau tau kenapa? Aku ingin berdiri di hadapanmu dan berkata,'Ibu..'", Ichcha tersenyum mendengarnya. Yuvraj melanjutkan,"Aku benci padamu", Ichcha lalu menangis. Yuvraj berteriak,"Aku benci padamu!! Pergi dari sini!". Gunvanti tersenyum senang.

Yuvraj berkata, "Kau tidak pernah datang untuk menjadi pelindungku, Seorang ibu yang tidak bisa memenuhi kewajiban2nya sekarang datang untuk menceramahiku? Aku akan membencimu sampai akhir hayatku karena kau tak pernah memberikanku alasan untuk menyayangimu! Jika aku menjadi anak yang nakal, kasar dan manja, siapa yang harus bertanggungjawab untuk itu? Kau!",Ichcha menjawab, "Yuvi, tolong maafkanlah ibumu ini, Apapun yang terjadi di hotel itu, aku tak sengaja melakukannya, aku tidak berdaya",

"Aku tak ingin mendengarkan kisah tentang ketidakberdayaanmu. Aku hanya akan membencimu sampai akhir hayatku. Aku tidak akan pernah memaafkanmu!!".Gunvanti berkata kepada Ichcha,"Ichcha, apa kau dengar yang dikatakan putramu? ","Aku mendengarkannya. Selamat! Karena kau mampu mempertahankan jarak antara ibu dan anak","Sekarang, sekeras apapun kau mencoba, putramu tetap tak akan memaafkan dirimu",

"Kau lupa bu, dia bukan hanya putraku, dia juga putra dari putramu. Selama dia tidak bisa memaafkan diriku, dia juga tidak akan memaafkan ayahnya. Selama dia masih membenciku, dia juga tak akan bisa menyayangi ayahnya. Lupakan saja tentang diriku, tapi fikirkanlah, mencoba untuk menunjukkan diriku sebagai orang yang jahat kepadanya, mencoba untuk memisahkan diriku dari Yuvraj&Veer, yang akan menjadi semakin buruk karena itu hanyalah Yuvraj","Sudah cukup bicaramu,sekarang pergi dari sini. Tidak ada tempat untukmu didalam kehidupan kami. Pergi!".

(Awal kemunculan suami Meethi di masa depan). Seorang pria mengikuti Meethi diam2. Ketika Meethi berjalan didekat sekumpulan preman, pria itu melindungi Meethi tanpa sepengetahuannya. Meethi sedang mendengarkan musik sambil berjalan,ia tidak mendengarkan pembicaraan disekelilingnya.Preman itu berkata kepada pria yang melindungi Meethi, "Jangan melakukan hal bodoh seperti ini, akan fatal akibatnya jika kami kehilangan gadis itu.. Apa kau ingin berbagi dengan kami?","Aku adalah pelindung nya, bukan pemangsa nya" jawab pria itu, ia kemudian menghajar seorang preman dan merobohkan pondok tempat mereka berkumpul.

Mereka semua lari ketakutan. Meethi berjalan dengan tenang tanpa tau apa yang terjadi dibelakangnya, pria itu memandangi Meethi dari belakang dan berkata,"Aku adalah seorang pelindung, bukan pemangsa".Ditempat lain, Nenek menghampiri Mukhta ketika Mukhta sedang menyesali kesalahannya terhadap Ichcha. Nenek bertanya,"Mukhta, apa yang kau lakukan disini? Sedang ada badai, ayo masuk". Mukhta berfikir, "Badai tak hanya ada diluar, tapi juga didalam diriku, didalam hatiku sedang ada perang batin".

Nenek berkata, "Aku tau anak kampung itu sudah melakukan sesuatu padamu. Aku tau benar, tidak ada yang bisa merebut Mukku ku dariku. Selain itu, berapa lama seseorang sanggup menjerumuskanmu ke dalam kegelapan?","Ya nek, berapa lama seseorang sanggup menjerumuskanku ke dalam kegelapan? Sekarang aku sudah bisa melihat semuanya dengan sangat jelas,apa itu kebohongan dan apa itu kebenaran", Kata Mukta.

Dengan bersemangat, Nenek menambahkan, "Lihat, aku sudah mengetahuinya, kau tak akan bisa dipengaruhi oleh anak kampung itu seperti Tappu-ku. Sekarang lupakanlah, mari kita rencanakan strategi baru untuk memberi pelajaran anak kampung itu","Cukup nek! Cukup. Jangan mengulanginya lagi dan jangan pernah berfikir untuk melakukan hal itu kepadanya","Apa yang kau katakan?","Hari ini,aku memberi peringatan padamu.Ingatlah, dia tidak boleh merasakan penderitaan lagi, karena dia sudah seperti ibuku sendiri",

"Kau memberiku peringatan? Dan lagi, karena anak kampung itu?Apa yang kau lihat dari dirinya?","Sesuatu yang tak bisa kau lihat dari dirinya. Kebenarannya, kebaikannya, segalanya. Pengaruh dari semua kebohonganmu sudah berakhir dan aku sudah melihat cahaya kebenaran. Satu2nya yang aku anggap sebagai musuhku sudah melindungiku. Jika dia adalah musuh ibuku, lalu mengapa dia melindungiku? Kau sudah mengatakan kebohongan kepadaku. Aku sudah mengambil jalan yang salah, papaku mengatakan hal yang benar,kau lah satu2nya orang yang menuntun ibuku ke jalan yang salah. Kau lah satu2nya orang yang bertanggungjawab karena sudah menghancurkan kehidupan ibuku!

Kau kembali membuka luka yang lama,karena itu kau tidak akan membiarkan diriku dan Meethi menjadi sahabat.Menyembunyikan kebenarannya dariku.Kau tidak pernah memberitahuku,karena bibi Ichcha lah aku masih hidup sampai saat ini!Dia memberikanku kehidupan yang baru,dan aku ingin menghancurkan kehidupan putrinya?"Mukhta berkata, "Papaku benar, nenek tak peduli padaku. Nenek hanya peduli pada kebencianmu sendiri!", Nenek berteriak, "Ya! Aku sangat membenci Ichcha dan Damini! Tapi aku tak pernah menyembunyikan kebencianku dari siapapun. Kau belum cukup dewasa. Apa yang sudah kau lihat sejauh ini? Mata ku sudah melihat banyak kelicikan yang sudah dilakukan Ichcha dan Damini di rumah ini!",

"Mereka tidak licik nek, nenek yang licik","Aku ingin tertawa mendengarnya, apa aku licik? Aku tak licik..Aku hanya terlalu peka. Mataku bisa melihat yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Aku kasihan padamu. Rumah ini, keluarga ini, kita semua tau apa tujuan mereka membeli rumah ini","Satu lagi kebohonganmu, kebenarannya adalah pelayan itu sudah menjual rumahnya untuk menyelamatkan rumah kita dan nenek meragukan niat baik mereka? Aku sudah mengerti sekarang betapa besar hati mereka".

Mukhta lalu teringat ketika ia meminjam gaun milik Meethi. Mukhta berkata, "Nenek ingat? Aku memaksa ingin memakai gaun bekas milik Meethi, bahkan neneknya Meethi melarangku dan berkata bahwa aku tidak boleh memakai pakaian bekas. Tapi ketika aku pulang ke rumah, nenek menceritakan kepadaku kisah tentang barang bekas. Nenek tak melihat cinta di dalam pakaian yang mereka berikan dengan penuh kasih sayang, yang nenek lihat hanyalah barang bekas",

"Aku tak cukup peka dan aku terpengaruh dengan kata2mu. Kisah tentang barang bekas yang nenek ceritakan itu adalah kebohongan. Kebenarannya adalah hanya orang sombong yang memberikan barang2nya sebagai barang bekas dan orang itu masih tinggal di rumah ini seolah dia adalah pemilik dari rumah ini. Aku tidak tau banyak tentang ibuku, tapi nenek pasti sudah menceritakan kisah tentang barang bekas kepadanya dan dia juga terpengaruh olehmu! Berhenti menebarkan kebencian dari kisah barang bekas, nek!".Tuan Takhur melihat mereka dari belakang, ia terharu dengan kata2 Mukhta. Tuan Takhur berkata kepada nenek,"Ibu dengar itu?".

Tuan Takhur melihat mereka dari belakang, ia terharu dengan kata2 Mukhta. Tuan Takhur berkata kepada nenek,"Ibu dengar itu? Hari ini adalah generasi baru dari kisah barang bekas dan kebencianmu. Aku tak ingin melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan kepada Pushkar (mengusirnya) karena aku masih menghormatimu. Ibu membawa banyak masalah kedalam hidup putriku, aku melihatnya dengan mata kepala ku sendiri. Aku senang kau tidak bisa melakukannya kepada cucuku, apa yang tak bisa dikatakan Tapasya kepadamu sudah dikatakan oleh putrinya. Hari ini, aku sangat bahagia, akhirnya Mukhta menyadari sifat aslimu",

Tuan Takhur berkata kepada Mukhta,"Tapasya ku sudah mengambil jalan yang salah, aku merasa sangat terluka setiap kali memikirkannya. Aku menyalahkan diriku sendiri. Sepanjang hidup Tapasya, nenek buyutmu menuntunnya ke jalan yang salah dan menghasutnya, Tapasya yang malang.. Nenek buyutmu mencoba melakukan hal yang sama padamu, tapi aku senang akhirnya kau mengetahui kebenaran dan kebohongannya".

Mukhta berkata kepada nenek, "Aku sudah menghina kakek karena dirimu. Sekarang aku tidak punya kata2 lagi untuk meminta maaf kepadanya. Dia sudah kehilangan banyak hal. Aku memohon dengan menangkupkan kedua telapak tanganku dan memintamu untuk tidak meracuni kehidupanku, kehidupan Meethi dan kehidupan bibi Ichcha lagi!".Tuan Takhur berkata, "Ibu, Mukhta sudah mengambil keputusannya, sekarang apapun keputusanmu, kau harus memutuskannya sendiri". Nenek pergi meninggalkan mereka dengan wajah kesal.

Sesudah nenek pergi, Mukhta bertanya kepada Tuan Takhur,"Boleh aku bertanya 1 hal? Mengapa bibi Ichcha tak tinggal bersama keluarganya? Aku ingin tau seluruh kebenaran tentang ibuku dan bibi Ichcha.Tolong beritahu aku". Tuan Takhur menceritakan seluruh kisah hidup Tapasya&Ichcha, ia lalu berkata kepada Mukhta, "Aku tak mengerti mengapa semua ini terjadi kepada putriku, jika dia sangat menyayangiku, mengapa dia pergi tanpa mengatakan apapun kepadaku? Kita hanya akan mengetahui jawaban dari pertanyaan ini ketika Tapasya kita kembali."

Demikian Sinopsis Uttaran Episode 221  ,bagi yang ketinggalan cerita sebelumnya dapat di lihat di Sinopsis Uttaran Episode 220 dan tunggu cerita selanjutnya di Sinopsis Uttaran Episode 222 jumat 29 April 2016

Subscribe to receive free email updates: