Sinopsis Uttaran Episode 224 minggu 1 mei (ANTV)

Sinopsis pendek film yang berserial drama yaitu "Uttaran" bercerita tentang kisah dari Ichcha. Ichcha lahir di pinggir perkotaan yang sangat kumuh, hidupnya sederhana dan keterbatasan. Namun ada seseorang yang ingin membuat Ichcha behagia dan sangat menyayangi Icha dan tidak mau Ichcha hidup dengan keadaaan seperti ini terus, dia adalah sang ibu. Dengan harapan memberika Ichcha kehidupan yang baik, Ibunya rela bekerja di rumah orang kaya sebagai pembantu.Icha bersahabat dengan Tapasnya (Putri dari ibu Majikan), namun di kemudian hari dia mengerti bahwa orang miskin tidak mungkin menjadi bagian dari keluarga itu. tidak pedulu seberapa banyak pengorbanan yang dilakukan untuk keluarga itu.Namun hal tersebut berubah ketika Mahindra, kekasih Tapasya, jatuh cinta kepada Ichcha yang cantik dan baik hati. Apakah Ichcha berani untuk membela cinta mereka dan menghrapkan Mahindra?

Uttaran Episode 224

Sinopsis atau jalan cerita Uttaran Episode 224 yang tayang minggu 1 mei 2016 selengkapnya dimulai dari ,Gunvanti bertindak setelah sebelumnya Mukhta datang ke kantor Veer untuk memberitahu Veer segalanya tentang Ichcha, tapi Kanha datang menyusul Mukhta dan berhasil menghentikannya.Gunvanti turun dari mobil, Mukhta bertanya, "Mengapa kamu ada disini?",saya datang untuk memberikanmu hadiah. Baca ini",

Gunvanti memberikan surat kabar kepada Mukhta. Mukhta melihat judul berita utama di surat kabar tersebut, 'Cucu Jogi Takhur - Seorang gadis lugu atau si cantik yang licik?', Mukhta melanjutkan membaca beritanya, 'Skandal ini disembunyikan dari media tanpa alasan yang jelas, mengapa dia datang sendirian ke hotel itu?',isi berita tersebut memfitnah Mukhta sebagai gadis yang licik, dan Yuvraj yang tak bersalah menjadi korbannya.

Mukhta bertanya,"Mengapa kamu melakukan ini? Semua yang tertulis disini adalah kebohongan. Mengapa kamu merusak kehidupanku dan keluargaku?","Jika kebohongan ini sudah dicetak, maka apa yang tertulis disana akan jadi kebenaran. Baca selanjutnya, artikel ini akan menjelaskan bagaimana kamu memanfaatkan Yuvi dan apa yang telah kamu lakukan kepadanya. saya bahkan punya fotomu saat sedang berada di klub malam",

Gunvanti melanjutkan : "Foto itu akan menunjukkan kalau kamu sering datang ke klub malam bersama Yuvi dan bagaimana malam itu kamu menjebak Yuvi untuk datang ke kamar hotel itu. Memberikannya alkohol lalu kamu berteriak 'tolong! Tolong! Kemudian Ichcha datang menolongmu. Pertanyaannya, apa yang dilakukan Ichcha larut malam di hotel yang sama? Jawab saya".Mukhta berkata, "kamu tau yang sebenarnya, kamu tau segalanya",

BACA JUGA : Sinopsis Fatmagul 

"Kebenarannya adalah sesuatu yang disukai masyarakat untuk dibaca di surat kabar. Butuh waktu bertahun2 jika kamu ingin bertarung tentang kebenaran dan kebohongan di pengadilan. saya bisa memulai dan mengakhiri pertarungan itu disini sekarang juga, lalu kamu dan ibumu (Ichcha) tidak akan sanggup menghadapi dunia",

"Mengapa kamu melakukan ini semua?","saya sudah katakan kepadamu dan ibumu Ichcha, dia tidak bisa lagi menjadi menantu di rumahku, lalu kamu datang lagi ke kantor Veer,saya juga akan mengatakan di artikel itu kalau kamu dan ibumu Ichcha menginginkan uangku dan Veer, itulah mengapa kamu tetap datang ke rumah kami dan ke kantor Veer","Hanya karena saya datang ke kantornya, kamu melakukan ini semua?".Gunvanti berteriak,"Beraninya kamu datang ke kantor Veer! Apa yang kamu fikirkan?saya akan tetap diam sementara kamu bisa berbuat sesukamu?",

"saya tidak mengatakan apapun kepadanya","Itulah mengapa saya membawa surat kabar ini sebagai contoh kepadamu, untuk memberimu peringatan kalau kamu harus menghentikan kasus ini dan dan jangan ikut campur urusan keluarga kami. Jika tidak,surat kabar akan menerbitkan berita ini besok!"Gunvanti melanjutkan: " saya akan mengeluarkan uangku seperti air untuk melakukannya! kamu belum tau kekuatan dari keluarga Bundela.saya bisa pastikan, kamu dan keluargamu tidak akan sanggup keluar dari rumah".Gunvanti memberikan surat kabar tersebut kepada Mukhta dan berkata, "Ini peringatan terakhirku kepadamu".

Kali ini nenek berusaha mengambil hati Meethi dengan mengantarkan bekal untuk Meethi ke kampusnya. Nenek turun dari bajai, dibelakangnya, Tej turun dari mobil untuk mencari gadis impiannya (Mukhta).Tej menaiki tangga sambil bernyanyi,"Dream girl... Dream girl..".Nenek dan Tej berpas-pas an di lantai 2, mereka saling memandang dengan tatapan jijik lalu mereka kembali fokus dengan tujuannya masing2,mencari Meethi dan Mukhta. Nenek masuk ke dalam sebuah kelas yang penuh dengan mahasiswa/i, nenek berdiri di depan kelas dan berkata,

"saya ingin menemui Meethi Bharty",Nenek melihat ke seluruh ruangan, tapi tidak dapat menemukan Meethi. Nenek mencari ke kelas lain, ia masih belum bisa menemukan Meethi.Nenek merasa jengkel, ia berjalan sambil ngomel2 di lorong kampus tanpa memperhatikan jalannya. Tiba2 Tej datang dari arah berlawanan, mereka bertabrakan, bekal yang dibawa nenek terjatuh.Nenek memarahi Tej,"Apa kamu tidak bisa melihat? Ambilkan bekal itu!","kamu saja ambil sendiri","saya tidak pernah menundukkan kepalaku didepan siapapun. Ambilkan bekal itu!".Nenek melepas kacamata hitam yang dipakai Tej dan berkata, "Lelaki tua" sambil menatap jijik.

Tej akhirnya mengambilkan bekal nenek yang terjatuh. Setelah nenek pergi meninggalkan Tej, Tej berkata kepada dirinya sendiri, "Dia sendiri sudah tua dan dia mengatakan saya tua?!".Nenek melihat Mukhta sedang duduk sendirian di taman, nenek memutuskan untuk menitipkan bekal Meethi tersebut kepada Mukhta. Nenek berjalan menghampiri Mukhta. Mukhta bertanya, "Mengapa nenek ada disini?".Nenek melihat Mukhta sedang duduk sendirian di taman, nenek memutuskan untuk menitipkan bekal Meethi tersebut kepada Mukhta. Nenek berjalan menghampiri Mukhta. Mukhta bertanya, "Mengapa nenek ada disini?",
"saya ingin mengantar bekal",

"saya sudah bawa bekalku","Bukan untukmu tapi untuk Meethi. kamu sudah punya ibu baru untuk membuatkan bekalmu".Tej melihat nenek dan Mukhta dari lantai atas dan berfikir, "Apa yang dibicarakan wanita tua itu dengan gadis impianku?".Nenek bertanya kepada Mukhta,"Dimana Meethi?","saya tidak tau. Mungkin dia tidak datang ke kampus. saya tidak melihatnya dimanapun hari ini","Beritahu dia kalau saya membawakan bekalnya hari ini, atau kamu harus minta izin dulu kepada ibumu Ichcha untuk mengatakan itu kepada Meethi?".Nenek menitipkan bekal Meethi kepada Mukhta. Dari lantai atas, Tej melihat nenek memberikan bekal kepada Mukhta, ia berfikir,

"Wanita tua itu membawakan makanan untuk gadis impianku, mereka pasti ada hubungan keluarga. Mungkin neneknya?".Sebelum meninggalkan Mukhta, nenek berkata, "Mukhta, saya sudah melakukan banyak hal untukmu","Ya, nenek sudah melakukan banyak hal untukku, tapi jangan lakukan itu lagi. saya sudah mengerti sekarang, siapa yang benar dan siapa yang salah. Sekarang saya sudah memiliki ibu Ichcha dan nenek Damini".Tej mulai menyanyikan lagu dream girl dan memberi kecupan jarak jauh kepada Mukhta.Meethi dan teman2nya bolos kuliah dan bersenang2 di mall. Temannya bertanya kepada Meethi,"Apa ada yang kamu sukai?",

"Tidak,saya datang kesini bukan utk berbelanja,saya tidak punya uang lagi untuk dihabiskan","Serahkan saja pada kami,kamu ambillah yang kamu suka".Meethi mulai bingung dan bertanya,"Apa kalian punya voucher belanja?","Apapun yang kamu suka,ambil saja dan masukkan ke dalam tas mu.Kami selalu melakukannya setiap akhir pekan","Tapi itu salah! Itu namanya mencuri!Dlm hal ini saya tidak mendukung kalian,dan jika kalian melakukannya saat bersamaku,aku pastikan kalian akan ditangkap!".

Meethi meninggalkan mereka menuju toilet.Temannya berkata,"Dia tidak akan bisa membuat kita tertangkap!Sekarang tunggu dan lihat saja,saya akan beri dia pelajaran!".Setelah Meethi kembali dari toilet,temannya diam2 memasukkan aksesoris yang dijual di toko itu ke dalam tas Meethi, alarm toko berbunyi ketika Meethi melangkah keluar dari dlm toko.Tas Meethi pun digeledah,manager toko menemukan kalung didalam tas Meethi. Meethi tersudutkan dan panik krn dituduh mencuri.Ketika Meethi akan dibawa ke ruang security, Vishnu(saat ini dipanggil Vishnu dulu ya, Namanya Akash, tapi nanti setelah terbongkar supaya nggak bingung) datang dan berkata,"saya tau apa yang sebenarnya terjadi".

Meethi teringat kata2 Vishnu,"saya akan menghentikanmu setiap kamu melangkah ke arah yang salah".Vishnu memberikan ponselnya kepada manager toko dan berkata,"saya sudah merekam semuanya di ponsel ini,kamu bisa melihatnya".Manager toko kemudian memperlihatkan rekaman video tersebut kepada Meethi,Meethi sangat kecewa dengan teman2nya dan berkata, "Bagaimana bisa kalian melakukan hal ini kepada teman sendiri?". Teman2 Meethi pun dibawa security, manager meminta maaf kepada Meethi.Sebelum Meethi pergi,Vishnu berkata,"Terimakasih!"Meethi menoleh kebelakang melihat Vishnu, Vishnu melanjutkan,"Itu yang seharusnya kamu katakan padaku",

"Makasih!" Jwb Meethi sambil berlalu pergi.Vishnu melanjutkan,"saya tau yang ingin kamu katakan tapi tidak kamu katakan.kamu ingin mengatakan jika saya tidak ada disini sekarang, maka kamu akan difitnah. saya membuatmu menyadari sifat asli teman2mu hari ini!"."Maaf? saya sama sekali tidak ingin mengatakan itu, kamu salah paham. kamu selalu datang ketempat dimana saya berada,mengapa kamu selalu datang setiap saya terkena masalah? Itu artinya kamu membuntutiku kan!","saya tidak membuntutimu, kenyataannya adalah kamu selalu ada dimanapun saya berada. kamu harus kembali ke kampusmu, saya akan mengantarkanmu",

"saya tidak mau!".Vishnu menahan ponsel milik Meethi dan berkata, "Kalau kamu ingin ponselmu kembali, kamu harus pergi ke kampus", Meethi berlari mengejar Vishnu.Vishnu duduk diatas motornya, Meethi masih berusaha meminta ponselnya dikembalikan. Vishnu bertanya, "Apa kamu mau kembali ke kampus?","Tidak!","Duduk dibelakangku, kamu akan mendapatkan ponselmu kembali setelah sampai di kampus".Meethi akhirnya menyerah dan duduk dibelakang Vishnu. Meethi menggerutu sepanjang perjalanan ke kampus. Sesampainya di kampus, Meethi kembali meminta ponselnya.

Vishnu berkata, "Masuk ke kelasmu, baru kamu akan mendapatkan kembali ponselmu","kamu sudah melakukan banyak kebaikan untukku, sekarang lakukan 1 kebaikan lagi dan kembalikan ponselku!".Vishnu mengembalikan ponsel Meethi, bukannya langsung kembali ke dalam kelas, Meethi malah mengolok2 Vishnu dan berkata, "kamu fikir saya akan masuk ke dalam kelas yang membosankan? Anda kurang beruntung".Vishnu turun dan kembali merampas ponsel Meethi.Vishnu berkata,"Jika saya bisa mengambil ponselmu satu kali maka saya bisa mengambilnya lagi. Sekarang pergilah masuk ke dalam kelasmu",

Vishnu menarik tangan Meethi mengantarkannya masuk ke dalam kelas. Setelah mereka sampai di depan kelas, dosen Meethi bertanya,"Kemana saja kamu beberapa hari ini? Jika kamu terlalu banyak alfa kamu tidak akan bisa mengikuti ujian!".Vishnu pun tersenyum ketika Meethi masuk ke dalam kelasnya.Sebelum hari persidangan tiba, Tej membayar uang jaminan pembebasan Yuvraj, hubungan mereka pun semakin dekat. Yuvraj merasa dirinya senasib dengan Tej, mereka sama-sama memiliki ayah yang tidak memikirkan perasaan putranya. YuvrajdanTej memutuskan untuk bersenang-senang di sebuah tempat kasino.

Tej bertanya kepada Yuvraj,"Bagaimana penampilanku?","Keren!" puji Yuvraj.Disaat yang sama, Mukhta masuk ke dalam tempat kasino tersebut untuk mencari Mr.rathore, Mukhta ingin meminta bantuan dari papa nya untuk menangani kasusnya dengan Yuvraj.Tej berkata kepada Yuvraj,"Jika seseorang bertanya, katakan saya abangmu. Jangan bilang kalau saya adalah kakekmu!".Mukhta berjalan dibelakang mereka, ia menemui manager di lantai 2 untuk menanyakan keberadaan papanya. Manager menjawab,"Beberapa hari ini tuan Rathore pergi keluar kota untuk urusan bisnis",

Mukhta meminta nomor ponsel milik Mr.rathore yang lain, tapi manager hanya memiliki 1 nomor ponsel milik Mr.rathore, nomor tersebut tidak aktif sejak kemarin.Sementara itu dilantai bawah, Tej sangat gembira memenangkan permainan poker, Yuvraj tertawa melihat tingkah kakeknya. Ketika Yuvraj mengalihkan pandangannya ke lantai atas, mood nya langsung berubah drastis, ia melihat Mukhta.Yuvraj berkata, "Apa yang dia lakukan disini? Pasti dia sedang mencari petunjuk!",

"Mengapa kamu terlihat sangat ketakutan? Kita sudah menang!" kata Tej.Tej kemudian melihat ke arah Mukhta. Yuvraj memberitahu Tej,"Dia lah satu-satunya gadis yang menyebabkan diriku terlibat kasus dengan polisi".Tej tersenyum dan berkata kepada dirinya sendiri, "Dia adalah gadis impianku..".Tej bertanya kepada Yuvraj, "Apakah itu gadis yang kamu maksud? ","Ya, dialah satu-satunya, Mukhta Rathore!",

"Wow, kakek dan cucunya ternyata menginginkan gadis yang sama!" Jawab Tej.Yuvaj menerima telfon dari Gunvanti, ia tidak bisa mendengar suara Gunvanti dan pergi keluar untuk bicara lewat telfon. Tej kemudian mendekati Mukhta, ia menghalangi jalan Mukhta dan berkata, "Selamat malam".Mukhta teringat kejadian saat pertama kali melihat Tej. Tej memberikan bunga mawar kepada Mukhta, Mukhta melihat Tej dengan tatapan jijik dan melanjutkan langkahnya. Tej kembali menghalangi Mukhta dan berkata,"Malam itu berbeda dengan malam sekarang",

"Jangan bersikap tidak sopan kepadaku! ","saya tidak akan bersikap tak sopan kepadamu. Tidak akan pernah, saya ingin menghabiskan waktu bersamamu, maka malamku akan jadi lebih menyenangkan".Tej memotong-motong lalu menaburkan kelopak bunga mawar ke lantai dan meminta Mukhta untuk berjalan diatasnya. Mukhta berkata, "Apa kamu tidak mengerti? saya katakan kepadamu, jangan bersikap tidak sopan terhadapku!","kamu sudah mengatakannya, lalu kamu semakin marah, wajahmu menjadi merah, mau kah kamu meminum minuman berwarna merah bersamaku?". Mukhta kehilangan kesabarannya dan menampar Tej.

Manager menghampiri mereka dan bertanya, "Apa semuanya baik-baik saja?","Tidak. Dia tamu mu tapi dia melupakan jalan untuk keluar" jawab Mukhta.Setelah Mukhta pergi, Tej berfikir, "Setidaknya dia telah menyentuhku, walau dalam keadaan marah".Yuvraj kembali dan bertanya,"Apa yang telah terjadi?","saya telah mengatasi gadis itu. Apapun yang dia katakan, dia menyampaikannya dengan sangat baik dan penuh rasa hormat","Tolong jelaskan dengan singkat","saya bisa menenangkan siapapun!",

"Ngomong-ngomong, nenek menelfonku terus menerus. Kita harus segera pulang! Kita akan pulang ke rumah dan memberitahu nenek kalau kamu sudah bicara dengan Mukhta","Ini adalah rahasia, kamu tidak bisa membawa namaku dalam masalah ini! Oya, dimana gadis itu tinggal?","Kenapa? Apa kamu ingin memata2inya?".Tej tertawa mendengarnya, Yuvi kemudian menulis alamat Mukhta dan memberikannya kepada Tej.Tej datang ke rumah Takhur ketika nenek sedang mencari gelangnya yang tidak sengaja dibuang Rohini di tempat pembuangan sampah di depan rumah. Tej mendekati nenek dan memberi salam.

Nenek terkejut melihat Tej, Tej berkata,"Jangan salah paham nyonya..",Tej "kamu bahkan datang ke rumahku? kamu benar-benar tidak punya rasa malu!" Jawab nenek sambil memukuli Tej menggunakan kayu.Tej menangkis pukulan nenek setelah dipukuli beberapa kali. Tej berkata, "kamu fikir siapa diriku? Romeo pinggir jalan? saya adalah bagian dari keluarga Bundela. Namaku adalah Tej Singh Bundela!".Nenek terkejut mendengar nama Tej. Tej melanjutkan, "Mengapa kamu terdiam setelah mendengar namaku?saya datang kesini bukan untukmu. saya datang untuk menemui gadis impianku, Mukhta",

"Beraninya kamu bawa2 nama Mukhta! Apa kamu datang untuk mengancam kami?","Tidak, saya datang untuk urusan pribadi. Tolong panggilkan dia!","saya akan panggilkan kakeknya, Jogi Takhur. Lihatlah apa yang akan terjadi! Nak jogi! Jogi!".Tej langsung kembali ke mobilnya dan pergi meninggalkan rumah Takhur.Malamnya, nenek memikirkan kedatangan Tej ke rumah Takhur, nenek berfikir, "Tej adalah anggota keluarga Bundela yang tidak diakui. Apa yang dia inginkan dari Mukhta?".Meethi mencari Vishnu untuk meminta ponselnya kembali, ia terkejut melihat Vishnu sedang memberi makan fakir miskin.Vishnu berkata, "Lepaskan sandalmu dan letakkan diluar kuil, apa kamu lapar? kamu juga mau makan?",

"saya tidak lapar! Cepat kembalikan ponselku!".Vishnu mengabaikan Meethi dan melanjutkan tugasnya memberi makan fakir miskin. Vishnu berkata, "Lepaskan dulu sandalmu itu",Meethi akhirnya melepaskan sandal dan meminta Vishnu mengembalikan ponselnya. Vishnu berkata, "Tolong bantu saya","saya tidak mau". Vishnu kembali mengabaikan Meethi.Meethi akhirnya menyerah dan menolong Vishnu, Vishnu tersenyum melihatnya. Meethi terlihat sangat lelah setelah selesai membantu Vishnu, ia kemudian berteriak kepada Vishnu,"Sekarang cepat kembalikan ponselku! ",

"Prosesnya belum selesai, kita harus meletakkan makanan ini kedalam kuil, setelah itu baru selesai".Meethi semakin marah dan berkata, "Ambil saja ponsel itu untukmu! Anggap saja sebagai hadiah, saya tidak menginginkannya!","siapa yang bisa menolak hadiah?" Jawab Vishnu. Vishnu tersenyum melihat Meethi .Di rumah keluarga Bundela, Gunvanti berkata kepada Yuvraj,"Nenek menelfonmu berkali2 tadi malam, tapi kamu tidak punya waktu","Nenek, saya sedang sakit kepala","Bagaimana tidak sakit kepala, kamu minum-minum semalaman!".

Yuvi meletakkan kepalanya dipangkuan Gunvanti dan berkata,"Maafkan saya nek,sekarang beritahu saya kenapa nenek terus menerus menelfonku?","Nenek ingin memberitahu kalau nenek sudah menutup mulut Mukhta!".Yuvi duduk kembali di sofanya dan bertanya, "Bagaimana bisa nenek melakukannya?","Nenekmu bisa melakukan apapun!".Gunvanti tersenyum, ia memberikan surat kabar yang berisi fitnah tentang Mukhta kepada Yuvi,"Bacalah..".Gunvanti kemudian menceritakan kedatangannya ke kampus Mukhta. Yuvraj memuji Gunvanti, "kamu adalah nenek terbaik! saya sangat menyayangimu.Sekarang, Mukhta Rathore akan mengetahui siapa itu Yuvraj Singh Bundela!",

"Mukhta Rathore tidak akan punya keberanian melangkah ke pengadilan","Nenek benar!". Nenek dan cucu ini tersenyum atas kemenangan mereka.Tej datang kembali ke rumah Takhur, kali ini ia berhadapan langsung dengan Tuan Takhur. Tuan Takhur melihat Tej turun dari mobilnya dan bertanya, "Apa tujuanmu berkeliaran di sekitar rumahku?","saya sedang mengumpulkan keberanian untuk membicarakan sesuatu padamu,Tuan","Apa itu?","saya ingin menikahi cucumu, Mukhta","Jangan membuat lelucon seperti itu denganku!".Tuan Takhur mendorong Tej. Tej hampir mengeluarkan pistolnya, tapi ia berusaha mengendalikan diri dan berkata,

"saya jatuh cinta kepada Mukhta, kamu dan cucumu sangat beruntung, kami akan menjadi pengantin, dia akan dijemput dengan mobil yang mewah! saya adalah putra dari Baldev Singh Bundela, saudara tiri Umed. saya salah seorang yang memberikan berkat kepada putrimu ketika ia datang ke rumah keluarga Bundela dan sekarang saya datang untuk menikahi cucumu Mukhta".Tuan Takhur mengamuk, ia memaksa Tej masuk ke dalam mobil dan mengusirnya. Tuan Takhur tidak habis fikir, bagaimana mungkin lelaki tua itu berniat untuk menikahi gadis yang seperti cucunya sendiri.

Demikian Sinopsis Uttaran Episode 224  ,bagi yang ketinggalan cerita sebelumnya dapat di lihat di Sinopsis Uttaran Episode 223 dan tunggu cerita selanjutnya di Sinopsis Uttaran Episode 225 senin 2 mei April 2016

Subscribe to receive free email updates: