Sinopsis Uttaran Episode 225 senin 2 mei (ANTV)

Sinopsis pendek film yang berserial drama yaitu "Uttaran" bercerita tentang kisah dari Ichcha. Ichcha lahir di pinggir perkotaan yang sangat kumuh, hidupnya sederhana dan keterbatasan. Namun ada seseorang yang ingin membuat Ichcha behagia dan sangat menyayangi Icha dan tidak mau Ichcha hidup dengan keadaaan seperti ini terus, dia adalah sang ibu. Dengan harapan memberika Ichcha kehidupan yang baik, Ibunya rela bekerja di rumah orang kaya sebagai pembantu.Icha bersahabat dengan Tapasnya (Putri dari ibu Majikan), namun di kemudian hari dia mengerti bahwa orang miskin tidak mungkin menjadi bagian dari keluarga itu. tidak pedulu seberapa banyak pengorbanan yang dilakukan untuk keluarga itu.Namun hal tersebut berubah ketika Mahindra, kekasih Tapasya, jatuh cinta kepada Ichcha yang cantik dan baik hati. Apakah Ichcha berani untuk membela cinta mereka dan menghrapkan Mahindra?

Uttaran Episode 225

Sinopsis atau jalan cerita Uttaran Episode 225 yang tayang senin 2 mei 2016 selengkapnya dimulai dari ,Meethi bangun tepat jam 12 malam, dia meletakkan kado hadiah ulangtahun Mukhta diam-diam. Meethi mengucapkan selamat ulangtahun dan kembali keatas tempat tidur melanjutkan tidurnya. Paginya, Mukhta tersenyum bahagia melihat kado spesial dari Meethi beserta kartu ucapan, Mukhta memanggil-manggil nama Meethi namun tidak ada jawaban, Mukhta berfikir mungkin Meethi sudah lebih dulu berangkat ke kampus.Mukhta bersiap-siap dan turun ke bawah, dia memanggil-manggil kakeknya namun tidak ada siapapun dibawah. Tuan Takhur dan yang lainnya sedang bersembunyi, mereka ingin memberi kejutan di hari ulangtahun Mukhta.

Tuan Takhur dan yang lainnya keluar dari persembunyian sambil menyanyikan lagu 'happy birthday', Mukhta tersenyum bahagia dan meminta berkat dari mereka semua. Divya menutup mata Mukhta, Kanha lalu membawakan kue ulangtahun untuk Mukhta. Mukhta terlihat sangat senang, dia meminta maaf kepada Tuan Takhur dan Divya karena kali ini potongan kue pertamanya akan diberikan kepada Ichcha.Ichcha tersenyum, dia mengambil potongan kue yang diberikan Mukhta dan berkata,"Ini adalah hari ulangtahunmu. kamu lah yang harus memakan potongan kue pertama".

Nenek tiba-tiba datang dan melempar tangan Ichcha ketika Ichcha ingin menyuapi kue ke mulut Mukhta. Semua orang terkejut. Nenek berkata, "Beraninya kamu mengambil posisiku dan menyingkirkanku! Selama bertahun-tahun ini sayalah orang pertama yang memberikan manisan di hari ulangtahun Mukhta!","Nenek buyut, tidak ada yang namanya orang pertama dan orang kedua dalam kasih sayang, mengapa nenek merasa terhina jika saya memakan manisan nenek sesudah saya memakan kue dari tangan ibuku (Ichcha)?" Jawab Mukhta.

Nenek bertanya kepada Mukhta,"Sesudah semua kasih sayang yang saya berikan kepadamu, inikah balasanmu dengan cara berpihak kepada Ichcha?".Mukhta meminta nenek menghentikan dramanya, dia berbalik dan meminta maaf kepada Ichcha atas sikap buruk nenek buyutnya.Ichcha menjawab,"Jangan bersikap seperti itu kepada nenek buyutmu, saya tidak apa-apa".Damini berkata kepada nenek,"Semua orang juga tau siapa yang ingin menyingkirkan siapa","Kalian mengulangi hal yang sama seperti yang sudah kalian lakukan terhadap Tappu!" Jawab nenek.

Kanha meminta nenek untuk berhenti merusak suasana bahagia ini. Nenek malah melecehkan Kanha dan bertanya, "Lalu apa yang akan terjadi? Apa kamu akan mengusirku? Itu kan yang kamu inginkan? Itu kan alasanmu membeli rumah mewah ini, untuk mengusir kami satu persatu?".Kesabaran Kanha sudah habis, dia melawan nenek dan berkata,"Memang itu yang ada difikiranku sekarang. Generasi sebelumnya mungkin sudah memaafkan sifat licikmu yang seperti iblis itu tapi generasi baru tidak akan memaafkanmu semudah itu. Mulai sekarang kamu bukanlah anggota keluarga ini!".

Ichcha mencoba menghentikan Kanha tapi Kanha tetap pada pendiriannya. Tuan takhur membuang muka, nenek mencoba mencari pembelaan dari Divya tapi Divya tidak bisa membantu karena dia sadar posisinya di rumah itu. Kanha melanjutkan, "kamu bisa pergi sekarang, tidak ada seorangpun yang mau membelamu". Nenek berdiri membatu.Di rumah keluarga Bundela, Gunvanti sedang berbicara dengan pengacaranya lewat telfon. Gunvanti bertanya, "Apa Mukhta sudah menarik laporannya?","saya mendapat telfon dari pengacara Mukhta Rathore" jawab pengaca Gunvanti. Gunvanti tertawa, dia berfikir bahwa keinginannya sudah tercapai.

Gunvanti berkata, "Datanglah ke rumahku secepatnya, saya akan memberikanmu manisan","Bukan seperti itu Nyonya, pengacaranya ingin menemuimu","Ada apa?","saya tidak tau, tapi dari apa yg pengacara Mukhta Rathore katakan, tidak ada tanda2 mereka akan mencabut laporannya","Baiklah, suruh dia datang kesini jam 4 sore, tapi pastikan dulu apa keinginan mereka!".Gunvanti menutup telfon dan bertanya2,"Apa yang mereka fikirkan? saya fikir mereka akan mencabut laporannya?!".Gunvanti berjalan ke ruang tamu, dia melihat Tej sedang tidur di lantai. Gunvanti membangunkan Tej,Tej Mabuk"Tej Singh, pergi tidur di kamarmu sendiri!".Tej bangun dan meminta maaf,"Maaf saya ketiduran disini".

Tej melihat Amla membawakan teh dan bertanya,"Apa dia membawakan teh untukku?","Dia membawakannya untukku! kamu hanya minum minuman beralkohol siang dan malam! Pergi ke kamarmu!","saya satu2 orang yang tidak punya istri di rumah ini dan jika saya tidak menikah secepatnya, seluruh warisan milikku akan jatuh ke tanganmu. Jawab pertanyaan ku, saya juga bagian dari keluarga Bundela.. Dengan penampilan menarik, tubuh yang sehat, banyak uang, dari 50% harta warisan Bundela..",Gunvanti memotong, "Jika memiliki darah yang kotor, siapa yang mau menyerahkan gadis dari keluarga baik2 kepadamu?". Gunvanti pergi meninggalkan Tej.

Tej berfikir,"Baldev Singh, kamu sudah menikmati hidupmu dan memberikan cap (anak tidak sah) yang tidak bisa dihapus kepadaku..".Amla melihat Tej dan bertanya, "Jika kamu adalah keturunan Bundela, kenapa tidak kamu ajak saja seorang gadis kawin lari denganmu?","Ide bagus! Mau kah kamu kawin lari denganku?"Tej menggerlingkan matanya menggoda Amla. Amla berteriak,"Tidaaaaak", dia lari meninggalkan ruangan itu. Tej tertawa dan berkata, "saya akan membuat Mukhta ku kawin lari denganku".Kembali dikeluarga Takur, Nenek mengemasi barang2nya dan turun kebawah. Rohini menangis, dia tidak ingin ikut dengan nenek, dia hanya mendoakan agar nenek tetap bahagia hidup diluar sana. Nenek berjalan ke arah patung dewa didalam rumah. Nenek menangkupkan kedua telapak tangannya,

dan berkata, "Dewa, saya akan pergi dari rumah ini, tapi sebelum saya pergi, saya akan berdo'a untuk kedamaian dan ketenangan di rumah ini. saya hanya menginginkan berkatmu untuk rumah ini".Divya mendekati nenek. Nenek berkata, "Jangan hentikan saya, saya tidak ingin kamu juga ikut dihina. Jangan hentikan saya!","saya tidak ingin menghentikanmu, ibu" jawab Divya. Nenek shock mendengarnya.Divya berkata, "Hari ini saya tidak akan menghentikanmu".Divya memeluk nenek,"Kemanapun ibu akan pergi, tolong jaga dirimu sendiri",

"Luar biasa Divya, beruntungnya saya memiliki putri seperti dirimu! Bahkan kamu menjadi bagian dari keluarga seorang pelayan hari ini. kamu lupa, demi keluargamu, demi putrimu dan cucumu, saya sudah memberikan hidupku. kamu tau benar, saya selalu berpihak pada Tappu, dan hari ini tidak ada seorangpun yang membelaku","saya selalu mendukungmu, bu.. Tapi tidak ada yang tau kapan seseorang akan mendukungmu atau meninggalkanmu sendirian. Tidak ada yang tau. Ketika Tapasya diusir dari rumah ini karena kesalahannya, ibu lupa saat itu ibu juga meninggalkannya".

Nenek mengingat kejadian saat Tapasya diusir, dan Tuan Takhur menawarkan jika nenek mau, nenek bisa ikut pergi dari rumah ini bersama Tapasya, tapi nenek malah melepaskan genggaman tangannya dari lengan Tapasya. Divya melanjutkan kata2nya,"Tapasya sudah menjalani hukumannya sendirian, ibu juga harus menjalani hukuman atas kesalahan ibu sendiri. Jagalah dirimu baik2".Ichcha memberi kode kepada Mukhta. Mukhta lalu mendekati nenek dan berkata, "Nenek, jika nenek mau, nenek bisa tetap tinggal disini bersama kami".Ichcha tersenyum. Mukhta melihat ke arah Kanha dan berkata, "Jika kakak tidak keberatan, bolehkah saya meminta hadiah kecil di hari ulangtahunku? Kakak tidak akan menolaknya kan?".

Nenek kembali besar kepala dan berkata, "Sudah kuduga. saya sudah tau, Mukku ku tidak akan membiarkanku pergi, dia akan menghentikanku","Ya nek, saya tidak akan membiarkan nenek pergi karena ini adalah keinginan ibuku Ichcha" jawab Mukhta. Nenek melihat ke arah Ichcha dengan tatapan marah.Mukhta bertanya kepada Ichcha,"Ibuku Ichcha, ini kan yang ibu inginkan? saya sudah melakukannya","Oh, jadi ini taktik dari anak kampung itu?","Ini bukan rencana dari ibuku(Ichcha)! saya ingin nenek minta maaf kepadanya, sesudah itu baru nenek bisa tetap tinggal di rumah ini".

Nenek menolak syarat yang diberikan Mukhta dan pergi meninggalkan rumah. dia menarik kopernya keluar dan berhenti sebentar didekat pagar, menoleh kebelakang mengenang saat dia pertama kali datang ke rumah itu.Nenek berjalan tergopoh2 menarik kopernya, tidak ada satupun bajai yang mau berhenti. Nenek lalu melihat sebuah kedai teh dan memutuskan untuk beristirahat sebentar disana. Di kedai teh yang sama, Tej turun dari mobilnya, dia melihat nenek, Tej lalu menghampiri nenek dan berkata, "Dalam masa yang sulit, lebih baik bekerjasama dengan musuh".

Tej lalu mentraktir nenek di sebuah cafe, Tej memberikan burger kepada nenek dan berkata,"Makanlah, saya ini bukan orang yang pelit","saya tidak pernah berhutangbudi sebelumnya, saya juga tidak mau hidup dari kebaikan hati orang lain. saya akan mengembalikannya padamu suatu hari nanti. Demi dewa, percayalah padaku","Nenek, apapun yang diberikan, hanya diberikan dari dewa, mengapa darahmu mendidih? Seseorang yang menolongmu saat kamu sedang dalam masalah adalah satu2nya orang yang kamu miliki".

Tej mnyodorkan minuman dingin kepada nenek. Nenek berfikir, "Orang seperti dia tidak mungkin mnolongku dengan gratis. Apa yang dia inginkan dariku??".Semntara itu, Tuan Takhur bersama pengacaranya datang ke rumah keluarga Bundela, dia mmberitahu Gunvanti,"Drama surat kabar yang kamu tunjukkan kepada Mukhta ini tidak akan mnghentikan cucuku untuk mlanjutkan kasus ini, cucuku mndapat dukungan dari seluruh keluarga. saya juga bisa mmberitahu Veer kalau dia akan hancur karena sikapmu ini tapi saya tidak ingin mnghancurkan hubungan antara ibu dan anak, saya peringatkan kamu untuk tidak mngambil langkah seperti ini karena kamu mnghadapi kasus yang bukan hanya demi dirimu sendiri tapi demi semua wanita yang ada di dunia!".

Tuan Takhur lalu mninggalkan rumah keluarga Bundela tanpa mmberikan Gunvanti kesempatan untuk mnjawab.Meethi mrasa sedih dengan kepergian nenek, dia berfikir,"Nenek adalah satu2nya orang yang mndengarkan saya dan mnolongku. Bahkan dia sudah pergi dari rumah, sekarang saya tidak punya siapa2 lagi!".Vishnu mndekati Meethi. Tanpa mnoleh kebelakang, Meethi berkata, "kamu sudah datang?","Dengan siapa lagi kamu bertengkar? ","Apa kamu fikir saya akan terkejut setiap mlihatmu?","Itu artinya kamu sudah mnerima kenyataan bahwa saya selalu ada dimanapun kamu berada","Tidak, saya tau tidak ada orang yang bisa bersama denganku selamanya, saya percaya itu","Dimana temanmu? Kaleng bir nya? saya tidak mlihat nya ditanganmu","Itu bahkan tidak bisa mringankan kepedihanku","Apa masalahnya? kamu sudah mmiliki segalanya dalam hidupmu","Setidaknya jangan ceramahi saya. Kata2mu tidak bisa mringankan kepedihanku!",

"kamu fikir semua kepedihan dan penderitaan hanya ada dalam hidupmu? Tidak ada dikehidupan orang lain? Ayo kita pergi dan lihat!". Vishnu berjalan kearah motornya."saya tidak ingin pergi kemanapun" jawab Meethi."Ayo pergi denganku!","Asal kamu tau kampus ku sudah tutup jam segini","Ada satu kampus yang selalu terbuka, dimana kamu bisa banyak belajar tentang arti kehidupan. saya akan mnunggumu, saya tidak akan mmaksamu seperti sebelumnya. saya hanya mnunggumu disini".

Vishnu naik keatas motornya, tidak lama lalu Meethi ikut naik keatas motor Vishnu. mreka pergi ke suatu tempat yang dijanjikan Vishnu.Tej mnyewakan sebuah kamar hotel murah untuk nenek. Nenek mnutup hidungnya dan berkata, "saya tidak bisa tinggal disini. Tempat ini sangat kotor","kamu ingin tinggal di Taj Mahal? Apa saya harus buatkan 1 untukmu?","saya tidak bisa tinggal disini!","saya pernah tinggal di tempat yang lebih buruk dari ini. saya sudah mmbayar sewa kamar ini untuk 3 hari kedepan. kamu bisa makan apapun yang kamu inginkan. Semuanya tersedia disini",

"mngapa kamu mmbantuku dan mlakukan ini semua untukku? saya tau persis orang sepertimu bahkan tidak akan mnolong ibunya sendiri tanpa kepentingan pribadi".Tej tertawa dan berkata,"kamu benar2 sangat mngenalku. Seseorang akan sangat mngenal orang lain yang sama persis seperti dirinya","Tej Singh! saya bukan anggota keluarga Takhur yang tidak diakui seperti dirimu! Jangan pernah bersikap tidak sopan terhadapku dan katakan apa yang kamu inginkan?","Sekarang kamu mmbicarakan tentang bisnis, mmberi dan mnerima, Nyonya Takhur?","Katakan apa yang kamu inginkan!".

Tej bicara tidak jelas seperti orang gagap, nenek semakin marah,"mngapa kamu tergagap? Beritahu apa yang kamu inginkan! ","saya ingin mnikahi Mukhta!","saya akan mnarik lidahmu keluar jika berani mnyebut nama Mukhta!".Tej mmegang tangan nenek dan berkata,"saya butuh bantuan dan berkat darimu dalam niat baik ini!".Tej mletakkan tangan nenek diatas kepalanya, nenek terdiam. Tej bertanya, "Apa yang kamu fikirkan?","Pergi dari sini atau saya akan..","atau apa? kamu lupa bahwa ini bukanlah kamarmu? Ini kamar yang sudah saya sewakan untukmu!","kamu mulai kehilangan akal. Dimana akal sehatmu? kamu ingin mnikahi Mukhta? Pernahkah kamu mlihat wajahmu dicermin?!".

Tej bertanya,"Apa yang salah denganku? Para gadis akan mngantri untuk mnikah denganku. Tapi hati ini hanya mncintai Mukhta","Lupakan tentang hatimu. kamu sudah mulai pikun!","Laki2 tidak pernah mnjadi tua. saya akan mnikahinya, saya akan mnjaganya dengan penuh kasih sayang. Pernikahan ini akan terjadi. Pikirkanlah baik2, sekarang putuskanlah apakah kamu akan mnolongku atau tidak?","Itu tidak akan terjadi selama saya masih hidup","kamu sudah hidup dalam waktu yang lama dan sekarang tidak ada yang mnjagamu? Jika kamu mnolongku, saya akan mnolongmu","Jika kamu mngatakan ini didepan Jogi, dia pasti akan langsung mncekikmu!",

"saya sudah bertemu dan bicara langsung dengannya. Dia benar2 laki - laki yang sangat bijaksana. Dia tidak mnembakku dengan peluru","kamu harusnya mrasa malu, mnyukai gadis berusia 19-20 tahun","saya tidak ingin mndengarkan pendapatmu. saya berdiri dihadapanmu untuk mlamar cucumu. Beritahu saya jika kamu setuju, jika tidak, semoga dewa mnyertaimu"Tej mnangkupkan kedua telapak tangannya. Nenek juga mnangkupkan kedua telapak tangannya penuh emosi dan berkata, "Semoga dewa mnyertaimu juga!".

Sebelum Tej pergi,ia berkata,"Pernahkah kamu mlihat mainan per-per an? Semakin kamu mmbengkokkannya, semakin cepat per-nya kembali ke tempatnya semula. Hatiku juga sama seperti itu, semakin kamu bilang TIDAK, TIDAK. semakin hatiku bilang YA, YA. Itu lah mngapa dengan sangat sopan saya mmintamu untuk berfikir, tidak perlu terburu2. Apa kamu ingin makan sesuatu? ",Tej mnambahkan, "Kepala tidak akan bisa berfikir jika perut kita kosong".Sesudah Tej mninggalkan kamarnya, nenek berfikir, "Bagaimana caranya agar saya bisa terbebas dari setan ini?".Vishnu mngajak Meethi ke suatu tempat dimana banyak anak2 bermain. Meethi bertanya,"Tempat apa ini?",
"Ikut saya berkeliling tempat ini".

Meethi tersenyum mlihat anak-anak bermain. Vishnu berkata,"mreka adalah anak-anak yatim piatu tapi kamu tetap bisa mlihat senyuman diwajah mreka. mreka hidup serba kekurangan tapi mreka tetap mmiliki keinginan untuk hidup. Masih banyak anak-anak yang tidak bisa mndapatkan kasih sayang dari orangtua mreka, tapi didalam hati mreka, mreka tidak mmbenci siapapun. Siapapun yang mnggenggam tangan mreka dengan penuh kasih sayang adalah ibu bagi mreka".

Meethi dan Vishnu mlihat anak2 di kelompok yang lain. Seorang anak laki-lski mmberikan bunga kepada Meethi, Meethi tersenyum dan mengucapkan terimakasih. Vishnu bertanya, "kamu kagum pada mereka? Bukan berarti mereka tidak merindukan orangtua mereka, mereka sangat merindukannya karena sesungguhnya tidak ada yang bisa menggantikan posisi orangtua kandung, tapi anak2 ini sudah menemukan kebahagiaan kecil didalam hidup mereka karena seseorang sudah menunjukkan jalan yang benar dan memberikan mereka pendidikan yang baik. kamu tau apa yang salah, nona Meethi? Terkadang kita tidak menghargai sesuatu yang kita miliki. Kita baru menyadari betapa berharganya hal tersebut sesudah kita tidak memilikinya. Anak2 ini mengajarkan bahwa kita tidak boleh menangis untuk apa yang tidak kita miliki dan bersyukur atas apa yang kita miliki sekarang".

Vishnu berkata, "Menyerah dan menyalahkan diri sendiri itu tidak bisa dikatakan kehidupan".Seorang ibu guru mendekati mereka, ia mengenali wajah Meethi dan bertanya,"kamu adalah putri dari ibu guru Ichcha kan? Senang bertemu denganmu. Ibumu sudah banyak berjasa di kampung ini. Dia sudah membangun sekolah ini dan memberikan kehidupan baru untuk anak2 di kampung ini".Meethi lalu terkejut melihat plang bertuliskan 'Sekolah Damini'. Meethi berlari meninggalkan tempat itu, Vishnu mengejarnya dan bertanya,"Ada apa denganmu?",

"kamu membawaku kemari untuk melihat ini? kamu tau bahwa wanita yang membangun sekolah ini dan wanita yang sudah melahirkanku adalah orang yang sama! kamu ingin agar saya melihat betapa hebatnya wanita yang menjadi ibu dari seluruh anak2 yang ada disini?","Tidak, saya hanya ingin agar kamu menyadari bahwa kamu sudah salah paham dengan ibumu","kamu juga? kamu juga memujanya seperti orang lain?","kamu salah paham denganku",

"saya tidak ingin mendengarkanmu lagi. Wanita itu bisa menjadi Tuhan bagi kalian semua, tapi tidak untukku. saya tegaskan,beberapa saat yang lalu saya memang benar, bahwa saya tidak memiliki siapapun dalam hidupku. Tidak ada yang tinggal untuk waktu yang lama didalam hidupku!". Meethi menangis meninggalkan Vishnu.
Divya mulai mencemaskan keadaan nenek, ia berkata kepada Tuan Takhur,"saya setuju bahwa ibu sudah melakukan banyak kesalahan, tapi dia sudah seperti ibuku sendiri, dia menyayangiku seperti anak kandungnya sendiri".Mukhta menghampiri mereka seperti ingin mengatakan sesuatu tapi Divya melarangnya untuk memotong saat orangtua sedang berbicara.

Divya melanjutkan keluhannya kepada Tuan Takhur, "saya mulai cemas, dimana dia berada sekarang","saya mengerti, karena itu saya tetap diam melihat situasi ini","Tapi dia tidak punya siapa2 selain kita. Kemana dia akan pergi diusianya sekarang? Dia punya masalah sendi dan lutut, saya tidak tau apa dia bawa uang atau tidak. Dimana dia?","Itu tidak akan terjadi","Bisakah kita menelfonnya sekali saja untuk mencari tau keadaannya?".Mukhta berkata, "Tidak masalah nek, saya akan menelfon nenek buyut, nenek bicaralah dengannya".

Mukhta menelfon ponsel nenek, disaat yang bersamaan ketika nenek mengangkat telfon dari Mukhta, seorang pelayan hotel datang ke kamar nenek membawakan makanan. Nenek memarahi pelayan hotel itu, ia lupa kalau telfon dari Mukhta masih menggantung. Divya bertanya kepada Mukhta,"Ada apa?".Mukhta lalu menyalakan speaker, mereka bertiga mendengar dengan jelas kalau nenek sedang marah2 dengan pelayan yang membawakan makanannya.Mukhta mematikan telfon dan bertanya kepada Divya,"Bisakah nenek berhenti mencemaskan keadaan nenek buyut? Nenek dengar sendiri kan? Dia baik2 saja dan berada di sebuah hotel sekarang".

Tuan Takhur tersenyum dan mnambahkan, "Dia bahkan makan es krim. Sepertinya tidak masalah baginya ada atau tidak seseorang didalam hidupnya. Mukhta benar, biarkan dia mrasakan kenyataan hidup. Sesudah ini, tidak ada yang boleh mnelfonnya dan tidak ada yang boleh mngangkat telfon darinya".Nenek mnelfon balik ke rumah, tapi Tuan Takhur mlarang Divya untuk mngangkatnya.Ia mncoba mnelfon Meethi, ponsel Meethi tidak aktif.Akhirnya nenek mnelfon ke nomor ponsel Mukhta,awalnya Mukhta m-reject panggilan nenek.Nenek berusaha mnelfon sekali lagi, Mukhta mngangkat telfon dari nenek dan mnjawab,"Apa yang nenek inginkan?mngapa nenek mnelfonku lagi?",

"kamu bicara seperti ini seolah saya mlakukan kesalahan dengan mnelfonmu. saya hanya ingin ngobrol denganmu karena itu saya mnelfonmu.kamu tau hari2ku selalu dimulai dengan mngobrol denganmu","Hari2 itu sudah berakhir nek!","Apa yg kamu katakan?kamu bahkan mrasa keberatan bicara denganku?","Sekarang saya hanya akan bicara denganmu sesudah nenek mnyadari kesalahan nenek","Sekarang anak2 berani mngajariku apa yang harus dilakukan.Apa kamu tau dimana saya berada?Bagaimana kondisiku saat ini?Apa kamu tidak mncemaskanku?",

"Tidak, saya tidak mncemaskanmu. Dimanapun kamu berada kamu sedang hidup dalam kenyamanan dan sangat bahagia.kamu mnelfonku berpura2 tidak bahagia agar saya mmintamu untuk pulang ke rumah.Tapi maaf nek,sampai nenek mnyadari kesalahanmu dan mminta maaf kepada ibu Ichcha,saya tidak akan mnelfonmu dan mmintamu pulang ke rumah ini","kamu lupa kalau saya yang sudah mmbesarkanmu.saya satu2nya orang yang mmikirkanmu dan sekarang kamu mmberitahu kalau saya harus mminta maaf kepada putri dari pelayan itu?",

"Ya nek,saya sudah berhutangbudi padamu.Tapi saya mrasa sedih karena sudah mndengarkanmu. saya tidak akan berjalan di jalan yang benar jika saya mndengarkanmu. saya matikan telfonnya sekarang","Biarkan saya bicara dengan Divya","saya tidak sedang di rumah.Tapi jika nenek mnelfon ke rumah, nenek akan mndapatkan jawaban yang sama. Kakek dan nenekku juga tidak ingin bicara denganmu. Sekarang kami hanya akan bicara denganmu sesudah kamu mnyadari kesalahanmu!".

Nenek mrasa sangat marah dan mmbakar foto Mukhta. Nenek lalu mnelfon Tej dan berkata,"Waktunya sudah tiba, datanglah dan temui saya besok pagi".Tej sangat gembira mndengarnya.Nenek berkata kepada dirinya sendiri,"Tunggu dan lihatlah bagaimana saya akan mngubah hidupmu!"

Demikian Sinopsis Uttaran Episode 225  ,bagi yang ketinggalan cerita sebelumnya dapat di lihat di Sinopsis Uttaran Episode 224 dan tunggu cerita selanjutnya di Sinopsis Uttaran Episode 226 selasa 3 mei 2016

Subscribe to receive free email updates: