Sinopsis Veera Episode 85 (ANTV)

Sinopsis "Veera Episode 85" (ANTV) yang tayang pada Senin 11 april 2016 bercerita tentang ,Sally Diandra Veera serta kawan temannya berada di rumah Veera, ketika itu Ratan sedang menghidangkan makanan untuk mereka serta Veera sangat senang, Ratan juga menghidangkan kudapan ringan itu untuk Baldev serta kawan temannya tetapi Baldev menolak dengan cara halus, sementara kawan sahabat Veera memuji makanan yang dibangun oleh Ratan, salah satu kawan Veera yang sempat bermain mata dengan Baldev ketika itu berdiri serta menghampiri Baldev kemudian mengambil gambar Baldev dengan tabletnya.

Sinopsis Veera Episode 85 ,Veera Episode 85

Baldev pribadi bergaya dengan gayanya yang sok cakep n lucu, Veera kemudian meminta semua kawan temannya untuk membikin suatu agenda yang seru, semacam umpama mengadakan api unggun tetapi Baldev menolaknya “Apa itu agenda api unggun ?” tanya Baldev polos, salah satu kawan Veera mencoba menjelaskannya ke Baldev “Api unggun itu, kita membakar berbagai potong kayu bakar kemudian semua orang duduk mengitarinya sambil bernyanyi nyanyi alias melakukan faktor yang menyenangkan” Baldev pribadi tertawa terbahak bahak sambil mengatakan “Lihat orang orang ini, kita ini baru saja memperoleh listrik kembali serta dirinya ingin membikin suatu agenda api unggun ?” tanya Baldev sambil semakin tertawa geli “Bagaimana jikalau kita melakukan permainan Kabadi antara orang desa dengan orang kota” pinta Baldev,

Namun Veera pribadi menolak permintaan Baldev “Heii Baldev, gunakan otakmu untuk berfikir ! Bukan untuk bermanja manja saja !” mereka berdua kemudian saling bertengkar, beradu pendapat satu sama lain serta saling mengata ngata satu sama lain “Kamu itu Ratu drama !” ejek Baldev “Kamu itu yang Raja drama” Veera juga tidak mau kalah, tiba tiba salah satu kawan mereka mengatakan “Nah itu dirinya ! Bagaimana jikalau kita main drama saja ?” semua yang hadir disana terperangah “Main drama ? Tapi drama apa yang akan kita mainkan ?” tiba tiba bibi nyeletuk serta menunjukkan usulan pada mereka “Bagaimana jikalau anda main drama Heer serta Ranjha” akhirnya semua setuju dengan usulan bibi Chaiji “Kalau begitu, aku yang akan bermain menjadi Heer serta Karan yang menjadi Ranjha, bagaimana ?” semua orang setuju tetapi tidak bagi Baldev “Aku tidak setuju ! Ini merupakan desaku lalu kenapa orang luar yang wajib menjadi Ranjha ? Akulah yang seharusnya menjadi Ranjha !” ucap Baldev dengan rasa percaya diri, tetapi kembali Veera tidak setuju dengan permintaan Baldev, mereka berdua kembali bertengkar serta beradu pendapat satu sama lain,

Bibi Chaiji yang memperhatikan mereka sedari tadi pribadi menunjukkan usulan kembali “Bagaimana jikalau kamu memilih mereka antara Baldev serta Karan dengan suatu kerudung ?” Veera merasa heran “Bagaimana caranya, bibi ?” kemudian bibi Chaiji meminta Veera untuk naik ke atas balkon serta melemparkan selendang kebawah, dimana selendang itu mendarat jadi dialah pria yang akan menjadi Ranjha, kemudian Veera naik keatas bersama salah satu temannya yang bernama Amrita, Veera merasa percaya diri jikalau keberuntungan akan berpihak padanya serta selendang tersebut akan jatuh di wajah Karan, Veera segera melemparkan selendang tersebut ke bawah, sementara itu dibawah semua orang telah menantikan ke mana arah angin akan mengangkat selendang tersebut jatuh, tergolong Baldev serta Karan.

Baldev merasa optimistis jikalau selendangnya akan jatuh padanya sambil mengatakan “Ini merupakan desaku serta angin akan rutin mendukungku” akhirnya selendang itu jatuh cocok di atas kepala Baldev serta menutupi wajahnya, Veera sangat kesal begitu mengenal jikalau Baldev lah yang memperoleh selendang itu sebab itu artinya Baldev yang akan memainkan tokoh Ranjha .Sementara itu Gunjan serta Ranvi sedang berlangsung jalan “Ranvi, apakah kamu dapat menjamin jikalau asa kita akan terpenuhi dengan mengunjungi daerah tersebut ?” Ranvi setuju kemudian mereka berdua mulai berlangsung ke arah sana “Aku sangat ingin berangkat ke luar negeri secepat mungkin, jikalau kamu sendiri bagaimana, Ranvi ?”

sebelum Ranvi sempat menjawab, tiba tiba angin bertiup sangat kencang, Gunjan yang ketakutan pribadi memeluk Ranvi dengan erat, Ranvi hanya dapat tertegun melihatnya, tidak lama kemudian hujan pun turun dengan derasnya, Gunjan terkejut serta tidak berharap hari itu turun hujan, kemudian mereka berdua menuju ke bawah pohon untuk berteduh, Gunjan meminta Ranvi untuk memegangi pesawat mainannya yang dibawanya sedari tadi, sementara dirinya sedang mengatur selendangnya, tetapi tiba tiba angin bertiup kencang jadi menerbangkan selendang Gunjan yang jatuh ke atas semak semak berduri, Ranvi segera mengambil selendang tersebut, tetapi selendang Gunjan tersangkut duri duri tersebut, jadi membikin Ranvi wajib sedikit memaksa untuk melepaskannya hingga tangannya terluka oleh duri, kemudian Ranvi menunjukkan selendang Gunjan, Gunjan kaget ketika menonton luka luka di tangan Ranvi .Tak lama kemudian mereka berdua telah hingga di suatu kuil untuk berdoa.

 Gunjan mulai berdoa, sementara Ranvi juga mulai berdoa “Yaaa Tuhan, aku berharap semua asa Gunjan akan menjadi kenyataan” Gunjan yang sempat mendengar doa Ranvi, terkejut serta ketika Ranvi hendak berangkat dari sana, Gunjan pribadi mencegahnya “Ranvi, mengapa ? Apa apan ini ? Persahabatan ? Rasa simpati ? Atau penyesalan ?” ucap Gunjan dengan nada tidak suka, ketika Ranvi hendak membahas pada Ranvi, Gunjan pribadi menyaut ucapan Ranvi “Ranvi, ini Darga ! Jangan berani beraninya kamu berbohong !” ucap Gunjan kesal “Ini bukan semacam itu, Gunjan ,,, ini hanya permintaan, kurang !” terang Ranvi kemudian berbalik meninggalkan daerah tersebut, Gunjan menonton ke arah Ranvi serta teringat pada kenangan manis yang sempat mereka habiskan bersama, Gunjan baru menyadari jikalau mengambarkan semacam ini artinya merupakan cinta, ketika itu Ranvi yang telah berada diluar memanggil Gunjan untuk pulang, akhirnya mereka keluar dari sana serta pulang ke rumah

Di kamar Veera, Veera sedang memperhatikan gambar dirinya serta Karan di laptopnya, Veera senyum senyum sendiri, ketika itu salah satu kawan Veera yang bernama Amrit masuk ke dalam kamar Veera serta mengatakan “Veera, kenapa kamu sembunyikan perasaan cintamu ? Apakah kamu ingin semacam yang lainnya, menantikan Karan datang untuk menyebutkan cintanya padamu ?” Veera tidak setuju dengan menggelengkan kepalanya “Tidak, aku ingin berbeda, kira kira apa yaa yang dapat menjadikan perbedaan antara aku dengan gadis gadis yang lain ? tapi tunggu, pertama aku wajib menantikan serta menceritakan ini semua pada kakakku” Amrit tertawa bahagia “Veera, abang kamu itu sangat menyayangi kamu, aku yakin dirinya tentu akan setuju” Veera juga ikutan tertawa

Demikianlah Sinopsis Veera Episode 85 ,liat juga sinopsis sebelumnya yaitu Veera episode 84 dan nantikan kelanjutanya di sinopisis Veera Episode 86 pada Selasa 12 april 2016

Subscribe to receive free email updates: