Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 114 minggu 8 mei (ANTV)

Film "Efsun dan Bahar" (ANTV) merupakan film bergenrekan drama yang berasal dari Negara Turki.Drama Turki Efsun dan Bahar ini sudah di tayangkan di Turki pada 2014 yang lalu.Film drama serial ini di sutradarai oleh Merve Girgin dan di tulis oleh  Gul Abus Emerci, Ahmet Saatcioglu dan Ozer Cetinel.Film "Efsun dan Bahar" akan di tayangkan di stasion tv "ANTV" pada tanggal 16 Februari 2014 dan pertama kalinya hadir dii Indonesia.Dalam 1 Episodenya,film ini berdurasi 30 menit dan rencananya kan berjumlah 70 episode.

Efsun dan Bahar Episode 114

Sinopsis dan cerita "Efsun dan Bahar Episode 114ANTV yang tayang minggu 8 mei 2016  becerita tentang ,Hulya lalu berpapasan dengan Hasret juga Efsun dan Bahar. Mereka berjalan bersama sambil melepas rindu dan tiba-tiba saja ada Hulya di depan mereka. Hulya mengajak Bahar bicara empat mata lalu Bahar ikut dengan Hulya. lalu Hulya ngobrol dengan Bahar di warung sambil minum teh. Hulya membicarakan info baru dia dengar tadi. "sebuah informasi jika ates adalah seorang pengecut yang memanfaatkan efsun untuk bals dendam pada keluarga attahn". Bahar sedih karena ucapan Hulya. Lalu Hulya meninggalkan Bahar.

Medic telah berpisah dengan Ates. Medic jalan bersama anak buahnya dan bertemu dengan Salih di jalan. Anak buahnya hendak menghalangi Salih namun Medic menyuruh tenang. Dan mereka bertengkar hingga anak buah Medic mengusir Salih. Salih digiring keluar oleh dua pengawal Medic.Bahar menemui Ates di kantor. dia marah dengan Ates." Kamu memanfaatkan kami berdua hanya untuk tujuanmu semata membalas dendam dan semua telah berhasil sekarang. Tega sekali kau Ates... kau telah berencana mendekati Efsun sejak awal dan itu unruk bals dendam !!"

Saat itu Efsun mendengar dari balik pintu. Bahar emosi dan Efsun masuk. Bahar sendiri langsung pergi karena sangat kecewa dengan. Ates ingin mengejar Bahar namun ditahan oleh Efsun. Efsun sendiri lalu terus berdebat dengan Ates dan lalu Efsun pergi. Efsun bilang " Sekarang kamu adalah musukuuuuuu"Lalu Ates juga keluar karena stress. Dan dari seberang tingkat gedung Hulya senang dan menyindir Ates. Tunggulah pembalasanku Ates!!Bahar berlari sedih sampai dia menabrak tukang teh. Hasret melihatnya dan mengejar Bahar. Bahar sendiri terus menangis di jalan. dia berlari melwati pasar dan pertokoan sampai dia kehabisan tenaga dan berhenti di sebuah tempat. lalu Hasret berhasil menyusulnya. Ada apa Bahar! kamu kenapa? Bahar menangis dan menceritakan pada Hasret.

 Hasret pun memeluk Bahar yang menangis.lalu Bahar bilang ke Hasret kalalu Ates ternyata adalah orang yang busuk. dia memanfaatkan Efsun untuk membalas dendam. Aku sangat mencintai Ates tapi ternyata Ates adalah orang yang salah untukku. Aku percaya padanya namun dia sebenarnya adalah orang yang busuk. Hasret pun terus menenangkan Bahar.Di kantor polisi Efsun mendatangi Ismail. Ada si Pelontos dan dia disuruh pergi dulu. Efsun pun mengatakan kebusukan Ates pada Ismail. Efsun bilang selama ini ternyata Ates memanfaatkan aku agar aku mengejarnya dan aku mendengarnya sendiri dari Bahar. Baiklah jika kau tak percaya padaku silahkan saja.

Namun Ismail mengacuhkan Efsun dan meninggalkannya sendiri. dia pergi naik mobil.Sementara Mehmet di kantor marah-marah setelah mengetahui kondisi perusahannya dalam keadaan pailit. dia memanggil Kepala Direktur dan Onur. lalu Onur menjelaskan bahwa keadaan ini dikarenakan masalah pribadi Tuan Mehmet Emir sendiri. Kondisi keluarga atau pribadi seperti Nyonya Edibe yang dipenjara, Hulya gila, Tuan Mehmet sendiri didakwa kriminal dan itu semua jelas membuat para investor tidak percaya dan mulai menarik diri. Selain itu imbasnya pun menjadi masalah berantai di mana bank jadi sulit untuk meminjamkan uang ke perusahaan kita. Mehmet emosi dan meminta mereka mencari solusinya.

Tak lama lalu Hasret datang dan mengatakan soal Ates dan rencananya Ates yang ingin menghancurkan Mehmet dari dalam. Dari Efsun anaknya juga dari dalam perusahaan. Mehmet yang sedang kacau semakin kacau pikirannya mendengar hal itu.Ismail menemui Ates di pinggir pelabuhan. Meski tadi dia mengacuhkan Efsun namun sepertinya itu hanya gengsi Ismail saja. dia langsung turun mobil mendatangi Ates dan ingin menghajar Ates dengan memegang kerah baju Ates. Ates sendiri masih membela dirinya. Ismail menanyakan soal rencana busuk Ates dan Ates mengakuinya meski itu adalah dulu sebelum bertemu Bahar. Perdebatan usai ketika Ismail akhirnya memilih pergi.

Bahar kembali ke rumahnya. Efsun juga tiba di rumah. Lalu Nuran memanggil Bahar yang ada di kamar. Nuran berusaha mendamaikan kedua anaknya itu. dia telah bilang dari awal bahwa Ates memanfaatkan kalian namun kalian tidak pernah percaya. Namun meskipun Bahar telah tahu kebusukan Ates dia masih juga belum bisa memaafkan Efsun. Bahar pun masuk kamar dan Efsun juga keluar rumah. Efsun kembali ke rumah besar.Di rumah besar ada Hulya di ruang tengah. Sepertinya pertarungan bibi dan keponakan ini tidak akan pernah selesai. Mereka berdebat sampai Efsun benar-benar tersinggung bahkan dia melempari Hulya dengan vas dan piring hingga pecah. Hulya bersembunyi di balik sofa.

Nuran yang tak tega melihat anaknya dimainkan oleh Ates, mendatangi rumah Ates. Sampai rumah dia masuk dan marah-marah dengan Ates. Ates juga tak terima dicaci oleh Nuran. Ates membalas perkataan Nuran.Di Gilincik, Guleser sedang menjemur pakaian tiba-tiba dia melihat ada seorang yang mengamatinya. dia berteriak memanggil Ilyas dan orang itu pun lari. Ilyas mengejarnya namun karena kondisi fisiknya lemah Ilyas pun tak mampu menangkap orang itu. Orang itu berhasil melarikan diri.Ates mendatangi rumah pondok. Bahar ada di sana. Ates mengetuk namun Bahar tidak ingin membuka. Satpam rumah saat itu menelepon Beyza kalau ada Ates. Beyza pun bilang ke Hulya. Hulya keluar dan mengusir Ates.

Bucela mendatangi Salih yang berada di bengkelnya dan dia marah-marah kepada Salih. Bucela mengira Salih yang mengirim mata-mata ke Gilincik. Mereka berdebat dan Bucela akan pergi. Tapi anak buah Salih terlanjur membuat teh. Akhirnya terpaksa Bucela meminum teh tersebut sambil bicara dengan Salih. Tak lama Bucela menaruh teh di meja dan dia pergi.Di kantor Onur menemui Mehmet dan bicara tentang kondisi perusahaan di mana dia akan berusaha membujuk bank agar tetap meminjamkan modal. Onur sempat membahas tentang Ates yang juga termasuk pemegang saham.Nuran telah kembali ke Gilincik dia marah-marah dan bertengkar dengan Ilyas.

Di kantor Hulya datang dan saat itu akan diadakan rapat pemegang saham karena kondisi perusahaan sedang krisis. Ates pun datang. Lalu rapat dimulai. Mehmet mengatakan keadaan saham yang anjlok. Mulanya Mehmet masih memberi kesempatan pada Ates. Namun Ates tidak ingin tanda tangan dan malah bicara seenaknya padahal Attahan Holding sedang bangkrut Mehmet pun tidak bisa menahan emosi. Saat Ates pergi Mehmet pun menyusulnya dan mereka bertengkar. Mehmet lalu juga membahas soal Efsun yang dimanfaatkan oleh Ates.

Lalu setelah Bucela sampai ke Gilincik tak lama Salih datang. dia membawa seorang yang memata-matai rumah Gilincik.Akhirnya Ismail bertemu dengan Efsun di restoran. Ismail minta maaf karena tidak percaya dengan Efsun selama ini. Efsun mulanya enggan memaafkan namun lalu Ismail berdiri dan bilang pada semua orang yang ada direstoran bahwa dia mencintai gadis yang ada di depannya ini. Ismail pun mencium Efsun di depan umum dan semua orang bertepuk tangan.Efsun pun pamit pada Ismail. dia mencium Ismail dan pergi tapi Efsun masih memegang gelas di tangannya. dia pun balik lagi dan menaruh gelas itu.

Mehmet sedang bersama Hasret di rumah Hasret di Gilincik. Lalu Fulya mendatangi mereka. Fulya marah-marah dia menganggap mereka telah melakukan zina. Mehmet balik marah-marah namun Fulya semakin emosi. dia teriak-teriak agar semua orang kampung mendengar bahwa suaminya telah melakukan zina dengan Hasret. Semua orang pun datang. Dalam pertengkaran yang ditonton orang kampung itu akhirnya Hasret masuk ke rumah dan Mehmet menyuruh Fulya pergi. Fulya pun pergi. dia menangis di mobilnya. Hasret sendiri juga menangis karena dia merasa difitnah. Mehmet malam itu masih berada di rumah Hasret bersama Efsun.

Malam itu juga menjadi malam yang sedih bagi Ates dan Bahar. Bahar menangis mengenang kebersamaan dengan Ates. dia tidur di kasurnya sembari menangis. Kesedihan Bahar membuat Ilyas tidak tega. Ilyas masuk ke kamar Bahar dan memeluk anaknya. Sedangkan Ates hanya memandangi foto Bahar di ruang tengah rumahnya di depan perapian.Pagi hari, Efsun telah berada di rumah besar dia bicara di telepon dengan Onur. Onur berada di Yayasan saat itu ada acara peresmian kios di Yayasan. Efsun kesana. saat dia ingin turun dia berpapasan dengan Beyza yang menangis sedih. Efsun bingung.

lalu Efsun melihat Hulya terduduk lesu dan sedih di tangga karena perusahaan. Efsun mengejek Hulya dan mereka bertengkar. Mehmet tahu dan melerai mereka. Hulya marah dan dia naik ke atas. Mehmet lalu bilang ke Efsun kalau perusahaannya kini juga diambang kehancuran. Penyebab utamanya adalah Ates.Setelah itu Efsun pamit ke luar dan mampir ke rumah pondok dulu. Sampai di rumah pondok dia menggedor pintu dan segera masuk. dia pun bilang ke ibunya Mehmet Emir bangkrut karena Ates. Ada juga Bucela dan Hasret juga disana. Bahar langsung memakai jaket dan berlari keluar.

Demikian lah sinopsis kali ini ,semoga dapat membantu Baca juga Sinopsis "Efsun dan Bahar Episode terakhir (TAMAT) " .Terima kasih :)

Itulah Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 114  Baca juga sinopsis Sebelumnya yaitu Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 113 dan tunggu Sinopsis Efsun dan Bahar Episode 115 yang tayang senin 9 mei 2016

Subscribe to receive free email updates: