Sinopsis Fatmagul Episode 72 rabu 25 mei (ANTV)

Serial Drama Turki "Fatmagul" ialah Serial yang bersumber dari Turki dengan genre Drama serta Romance. Serial terakhir ANTV ini disutradarai oleh Hilal Saral serta naskahnya ditulis oleh Ece Yorenc bersama Melek Gencoglu.Serial Turki "Fatmagul" bercerita mengenai Fatmagul, Fatmagul ialah seorang gadis lugu serta cantik serta tinggal di sebuah tujuan wisata Cesme, pada bagian barat Turki. Fatmagul telah ditinggal meninggal orang tuanya serta saat ini ia hanya tinggal bersama saudaranya.Fatmagul akan segera menikah dengan seorang pria yang bernama Mustafa dalam berbagai waktu dekat. Fatmagul ingin segera cepat menikah serta sangat mencintai Mustafa supaya rasa sakit pada abang iparnya hilang.

Fatmagul Episode 72

Jalan cerita "Fatmagul Episode 72" yang tayang pada rabu 25 mei (ANTV) selengkapnya dimulai dari ,Meltem dan ibunya telah bersiap² untuk pergi ke bandara menuju Amerika. Setelah mengucap salam perpisahan pada Gaye, mereka pun pergi. Meltem sendiri kelihatannya ogah²an untuk berangkat.Di dalam sel, Erdogan nampak melamun menuju H-3 persidangan, Asude pun telah kembali ke Istanbul. Selim nampak mondar mandir gelisah, Erdogan dan Vural saling melamun kemudian Erdqogan kembali mencoret kalender pertanda H-2. Sementara Fatmagul dan anggota keluarga yang lain juga bersiap² menuju  Izmir. Dan lagi² Erdogan dengan hati gembira mencoret kalender ketika hari persidangan telah menjelang H-1.

Pada malam hari, Mukades terbangun dari tidurnya dan mendapati tak ada Salih disampingnya. Mukades pun bermaksud mencari Salih. Mukades melihat pintu kamar mandi terbuka, dia melihat Salih sedang menelpon dan diapun mencuri dengar pembicaraan Salih. Mukades pun tahu bahwa selama ini dia hanya diperalat oleh Salih. Setelah Salih menutup tlpnnya, Mukades pun meneriaki Salih, Salih merasa kelimpungan dan berusaha memberi penjelasan pada Mukades namun Mukades telah tidak epercaya dan kembali memaki Salih hingga membuat Salih ingin menamparnya, Mukades pun menantang Salih untuk menamparnya kemudian Mukades kembali berteriak mengatakan tentang 3 org pemerkosa. Dan perkataan Mukades membuat Salih terperanjat. Mukades pun bercerita dan Salih mendengar ini semua Salih pun merasa telah dibohongi Munir.

Salih merasa geram dan kemudian memyemangati Mukades untuk berbalik melawan Munir dan sekutunya. Salih pun  mendukung Mukades.Di dalam sel, Selim dan Erdogan sedang menunggu giliran untuk dicukur jenggotnya. Sedang Vural sempat terlibat pertikaian kecil dengan tukang cukur saat akan terkena pisau cukur.Sementara diluar pintu penjara, Rezat, Munir, Perihan dan Hilmiye sedang menunggu anak² mereka di dalam mobil. Rezat menanyakan tentang Asude pada Munir dan dengan gusar Rezat menyuruh Munir menelponnya. Munir pun menelpon Asude. Setelah mendapat jawaban dari Asude dan melaporkan pada Rezat, Munir pun bergegas masuk ke dalam penjara setelah sebelumnya menunjukkan identitas pada penjaga pintu penjara. Sementara Mustafa pun sedang dalam perjalanan.

Fatmagul sedang melamun ketika terdengar ketukan dipintu. Fatmagul pun membuka pintu dan Kadir, Meryem serta Kerim bergegas masuk. Di dalam kamar, Kadir memberikan semangat pada Fatmagul untuk menghadapi persidangan. Begitu juga bibi Meryem. Fatmagul pun merasa siap untuk menghadapi semuanya.Selim, Erdogan dan Vural kembali ke sel setelah bercukur. Mereka akan mempersiapkan diri untuk persidangan. Sementara Yasar menjemput Asude, Asude pun menanyakan tentang Mustafa pada Yasar.Mustafa telah berada di halaman gedung pengadilan, dia nampak sedang menelpon seseorang.Mukades dan Salih sedang dalam perjalanan menuju bandara, terlihat Mukades pun sedang menelpon.

Leman dan Semsi datang ke penjara, mereka menghampiri keluarga Yasaran yang berkumpul didepan pintu penjara. kemudian Munir membawa Selim, Erdogan dan Vural yang telah rapi memakai jas keluar dari penjara dan kemudian dibawa oleh mobil tahanan menuju pengadilan. Sementara para orang tua tersangka menatap cemas pada mobil itu.Kadir dan yang lain telah sampai, Fatmagul agak terlihat pening saat turun dari mobil dan Kerim mengkhawatirkannya. namun Fatmagul tetap berjalan menuju ruang sidang. Saat berjalan mereka melihat Mustafa, Kerim kembali meneriakinya. Kadir dan Emre berusaha menenangkan Kerim sedangkan Fatmagul menatap tajam penuh kebencian pada Mustafa. kemudian mereka semua segera masuk ke dalam.

Kerim masuk terlebih dahulu dan sempat melihat ketiga tersangka yang sedang duduk disebuah ruangan. Mereka saling bertatapan sebelum akhirnya pintu ruangan ketiga tersangka itu ditutup. kemudian Fatmagul dengan tegar berjalan melewati tempat dimana para orangtua tersangka sedang duduk. Fatmagul berani menatap ke arah mereka dan tidak merasa takut. Sementara di luar, Mustafa pun masuk ke dalam gedung setelah sebelumnya dia saling bertatapan dengan Asude yang baru datang.

Fatmagul telah siap berada diruang sidang. Begitu juga dengan Omer dan Munir. kemudian Kerim dan ketiga tersangka dibawa masuk ke dalam. Fatmagul menatap ketiga tersangka itu dengan tatapan tajam. Dia kembali teringat suara² pada malam kejadian itu. Erdogan dan Vural sempat menatap Fatmagul yang juga menatapnya, namun tatapan mereka sekilas saja, tatapan org yang bersalah. kemudian mereka semua berdiri saat Hakim datang. Kali ini Selim yang menatap Fatmagul dan Fatmagulpun balas menatap tajam tnp rasa takut. Kemudian Hakim menyuruh Kerim untuk memperkenalkan dirinya.

 Diluar ruang sidang, Mustafa menatap Murad dan mengedipkan mata padanya. Murad mandangnya dengan rasa benci dan meneriakinya. Rahmi pun menyuruh Murad untuk tidak menatapnya. Leman membicarakan keadaan Viral pada Semsi sedangkan Hilmiye bertanya pada Perihan dmn Asude. Tiba² Asude dtg dan Mustafa segera menghampirinya, Yasar menahannya namun Rezat menyuruh Yasar untuk membiarkannya. Asude pun pergi bersama Mustafa. Sementara Meryem bertatapan dengan Rezat dan mengatakan sesuatu padanya, Rezat menjawab dengan ketus dan Meryem pun membalas perkataan Rezat tnpa takut. Rahmi pun sempat menatap Yasar dan merasa pernah melihatnya namun dia tetapi tidak ingat kemudian Rahmi menanyakannya pada Meryem.

Di bandara, Mukades sedang berbicara dengan petugas bandara. Sepertinya Mukades hrus menunggu keberangkatannya. Mukades nampak gelisah dan Salih menenangkannya.Di ruang sidang, Hakim mulai mbuka sidang kemudian mempersilahkan pengacara ketiga tersangka untuk berbicara. Munir pun mulai buka suara. Dia mengatakan hal² yang memojokkan Fatmagul dan mengandung fitnah, sementara Erdogan berkali² melirik pada Fatmagul. Ucapan² Munir membuat Fatmagul hendak pingsan. Kerim mengkhawatirkannya, Kadirpun memberikan minuman pada Fatmagul. Setelah merasa kuat, Munir meminta Hakim melanjuntukan sidang dan mengatakan sesuatu yang mmbuat Kerim meradang. Hakim menegur Kerim. Sementara diluar Rezat mendengar Hakim sedang memarahi seseorang

Munir telah selesai dan Hakim mempersilahkan Kadir yang berbicara kali ini. Kadir menyangkal semua ucapan Munir. kemudian Hakim meminta Erdogan untuk berbicara dan seperti sebelum²nya, Erdogan menceritakan kebohongan², Fatmagul menatapnya dengan mata berkaca² dan penuh kebencian. Di luar ruang sidang, Meryem merasa risau. Sedangkan Yasar meladeni keluarga Yasaran dengan membawakan minuman kemasan. Saat Rezat ditawarinya, Rezat malah menyuruh Yasar untuk segera mencari tau dmn Asude. Yasar pun bergegas keluar mencari.

Di luar gedung, Asude dan Mustafa sedang berbicara. Saat Mustafa hendak mengancam Asude, Yasar berteriak memanggil Asude untuk masuk. Mustafa pun masih mencegah Asude untuk masuk dan kembali mengancam agar dia tidak membantu keluarga Yasaran. Asude pun berbalik mengatakan sesuatu yang membuat Mustafa terdiam lantas Asude pun bergegas masuk. Sepeninggal Asude, Mustafa pun terlihat cemas.Di ruang sidang, giliran Selim memberikan pernyataan palsu di iringi tangisan yang juga dibuat². Fatmagul pun berdiri dan memaki Selim. Hakim menegur Fatmagul untuk tenang. Kadir menenangkannya. kemudian Hakim menyuruh Selim untuk duduk dan berganti memanggil Vural, Vural sedang melamun hingga Hakim hrus memanggilnya 2x. Vural pun tersadar dari lamunan.

Diluar ruang sidang, Semsi yang mendengar Vural akan memberikan pernyataan segera memberitau keluarga yang lain yang dengan sigap lgs berdiri. Meryem menyindirnya, Leman pun tak terima namun Perihan berusaha menstabilkan keadaanVural pun berdiri namun dia diam saja, Erdogan melihat ke arah Munir. Munirpun berdiri hendak mengatakan sesuatu namun Hakim menolaknya. Vural melirik ke arah Fatmagul. kemudian dia mulai berbicara. Vural juga memberikan kesaksian palsu. Fatmagul pun putus asa. Kerim segera meneriakinya namun lagi² Hakim menegurnya. kemudian Vural kembali berbicara dan setelah itu Hakim meminta Kerim yang memberikan pernyataan.

Di bandara, Mukades masih menunggu keberangkatannya. Mukades meminjam ponsel Salih untuk menghubungi Rahmi namun tidak tersambung. Mukades pun meninggalkan pesan suara. kemudian tiba saatnya Mukades pergi. Salih hendak memgucapkan salam perpisahan dengan mencium pipi Mukades namun Mukades menolaknya dan memakinya.

Di luar ruang sidang, Mustafa saling bertatapan dengan Asude, Yasar mendekat pada Rezat kemudian tak beberapa lama Yasar pun pergi. Leman mengatakan sesuatu sambil melirik sinis pada Meryem, Meryem pun teringat saat dia dikelilingi wanita Yasaran sesaat setelah kejadian waktu itu, Meryem pun balas meneriaki Leman. Rezat meminta yang lain agar tidak terpancing dan menyuruh Meryem untuk diam. Tiba² terdengar panggilan untuk Meryem memasuki ruang sidang.Meryem memasuki ruang sidang dan meminta Meryem untuk bersaksi, Meryem pun mulai menceritakan awal dia menemukan Fatmagul tergeletak di pinggir pantai waktu itu. kemudian setelah bercerita, Meryem pun duduk dan berganti Rahmi masuk untuk bersaksi.

Kadir meminta Hakim untuk memanggil saksinya yaitu Emre daripada saksi Hacer Ovacik sementara Munir pun lgs berdiri menyatakan keberatannya bahwa lebih baik memanggil Hacer Ovacik daripada Emre namun Hakim lebih memilih Emre. Petugas pun memanggil Emre. Emre mengatakan pada Murad untuk tidak kemana² dan tetap menunggu kemudian Emre pun memasuki ruang sidang, untuk sesaat dia sempat menatap tajam pada Asude, sementara Murad masih menatap penuh kebencian pada Mustafa.

Demikian Sinopsis Fatmagul Episode 72 (ANTV) ,baca juga sinopsis sebelumnya yaitu Fatmagul Episode 71 dan tunggu cerita berikautnya Fatmagul Episode 73 yang tayang kamis 26 mei April 2016

Subscribe to receive free email updates: