Sinopsis Fatmagul Episode 75 sabtu 28 mei (ANTV)

Serial Drama Turki "Fatmagul" ialah Serial yang bersumber dari Turki dengan genre Drama serta Romance. Serial terakhir ANTV ini disutradarai oleh Hilal Saral serta naskahnya ditulis oleh Ece Yorenc bersama Melek Gencoglu.Serial Turki "Fatmagul" bercerita mengenai Fatmagul, Fatmagul ialah seorang gadis lugu serta cantik serta tinggal di sebuah tujuan wisata Cesme, pada bagian barat Turki. Fatmagul telah ditinggal meninggal orang tuanya serta saat ini ia hanya tinggal bersama saudaranya.Fatmagul akan segera menikah dengan seorang pria yang bernama Mustafa dalam berbagai waktu dekat. Fatmagul ingin segera cepat menikah serta sangat mencintai Mustafa supaya rasa sakit pada abang iparnya hilang.

Fatmagul Episode 75

Jalan cerita "Fatmagul Episode 75" yang tayang pada sabtu 28 mei (ANTV) selengkapnya dimulai dari ,Polisi pun mengatakan bahwa dia menerima laporan bahwa semalam dia sudah berkelahi dengann Vural. Kerim tidak menyangkalnya, lantas Kerim melihat mobil Mustafa dtg, dia nampak geram. kemudian polisi pun memborgolnya dengann tuduhan pembunuhan trhadap Vural. Kerim pun berontak dan mengatakan bukan dia pembunuhnya namun polisi membawanya masuk mobil dan pergi. Fatmagul mengejar mobil polisi sambil berteriak memanggil Kerim, sedangkan Meryem berusaha menelpon Kadir. Fatmagul terus berlari hingga dia terjatuh, Kerim terus melihat ke belakang dan dia melihat saat Mustafa membantu Fatmagul berdiri dari jatuhnya. Fatmagul terus menatap mobil polisi hingga menghilang ditikungan kemudian dia menghempaskan tangan Mustafa yang memegangi lengannya.

Saat pemakaman Vural, Leman tak henti2nya menangisi kepergian putranya itu, kemudian Semsi berlari dan berteriak memaki seseorang kemudian Mustafa dengan sigap menembakkan peluru ke dada Selim dan Erdogan yang juga ada di pemakaman. Sontak Mustafa terbangun dengann keringat membanjirinya, ponselnya berdering dan ternyata Asude yang menelponnya.Mustafa pun bertanya keperluan Asude menelponnya malam2. Asude pun mengatakan keinginannya mengetahui nomer telepon Fatmagul. Mustafa merasa heran kemudian bertanya lagi, kemudian dengann terisak Asude mengatakan bahwa Kerim bukan pembunuh Vural. Mustafa terkejut lantas dia ingin tahu mengapa Asude begitu yakin dan Asude pun menjawab bahwa malam itu dia ada di tempat kejadian itu.

Mustafa ketakutan dan dia langsung menanyakan dmnkah hotel tempat Asude menginap, sesudah Asude memberitahunya, Mustafa pun melempar ponselnya dan bergegas pergi.Sehari sebelumnya, Fatmagul dan Meryem sedang dalam perjalanan pindahan ke rumah baru, ponsel Meryem berbunyi, Kadir menelponnya. Kadir sedang mengecat ulang rmhnya untuk Fatmagul, disana sdh ada Rahmi dan Mukades dan seperti biasa Mukades sedang mencuri dengar pembicaraan Kadir. Saat Meryem masih berbicara ditelepon, Fatmagul melihat dari kaca spion bahwa dibelakangnya mobil Mustafa sedang mengikuti. Fatmagul pun meminta sopir menepikan mobil, kemudian Fatmagul turun dan membentak Mustafa yang selalu mengikutinya. Mustafa mencoba menjelaskan bahwa dia ingin melindungi Fatmagul namun Fatmagul menolak mentah2.

Meryem pun ikut memaki Mustafa. Fatmagul meminta Mustafa segera pergi. Ketika akan pergi Mustafa mengatakan sesuatu tentang Kerim yang membuat Meryem meradang, diapun mengambil batu dan mengancam akan melemparinya kalau tidak segera pergi. Mustafa pun bergegas pergi. Fatmagul dan Meryem pun melanjuntukan perjalanan.Di Izmir, di dalam sel nya, Kerim sedang menulis surat untuk Fatmagul, tak lama sipir penjaga pun datang dan memanggilnya krn pengacaranya ingin bertemu. Kerim pun melipat suratnya dan memasukkannya kedalam saku celana kemudian dia bergegas mengikuti sipir.Omer sudah menunggu Kerim, kemudian sesudah Kerim duduk, Omerpun menyodorkan berkas2 dan Omer mengatakan sesuatu yang mmbuat Kerim kecewa.

Fatmagul sudah sampai dirumah Kadir, rumah yang akan ditinggalinya. Murad dan Rahmi berlari menyambut Fatmagul. Saat akan masuk kehalaman Rahmi menyuruh Fatmagul melangkahkan kaki kanan dahulu. kemudian Fatmagul masuk sambil mengucap basmalah. Murad pun menunjukkan besarnya rumah yang akan mereka tinggali. Terlihat Mukades melambaikan tangan namun Fatmagul mengacuhkannya dan ini mmbuat Mukades kesal. kemudian Fatmagul pun beranjak masuk ke dalam rumah. Di pintu masuk Mukades menyapanya namun Fatmagul pun menanggapi dengann dingin.Mustafa dan mobilnya berbelok dan mengetahui dimana Fatmagul tinggal, Mustafa mengintai dari kejauhan.

Kadir menunjukkan ruangan2 dirumahnya pada Meryem dan Fatmagul, kemudian mereka naik ke lantai dua. Kadir menunjukkan kamar Fatmagul. Fatmagul dan Rahmi pun memasuki kamarnya yang menghadap ke pantai dan sangat indah. Sementara Kadir menunjukkan kamar Meryem. Mukades melihat itu semua dengann iri. Rahmi dan Fatmagul pun mengobrolkan kamar barunya dan juga tentang Kerim.Di penjara, Omer dan Kerim masih mendiskusikan kasusnya, Kerim lama kelamaan terlihat emosi, sipir menegurnya kemudian dia teringat saat di kantor polisi untuk pertama kali saat tertangkap, dia berdebat dengann Kadir dan hanya karena panggilan Fatmagul lah emosi Kerim mereda.

Omer meminta Kerim untuk bersabar, terlihat Kerim mengkhawatirkan Fatmagul krn Mustafa pasti mengikutinya. Omer kemudian mengatakan kalau Fatmagul tinggal bersama di rmh Kadir. Ini mmbuat Kerim tenang namun sejurus kemudian Kerim cemas krn Mukades juga tinggal bersama mereka. Omer meminta untuk tenang.Kadir masih menunjukkan bagian lain rumahnya pada Meryem kemudian tak lama kemudian mereka berkumpul, Kadir menjelaskan sesuatu  dan Mukades ikut bersuara namun tidak ada yang menanggapi. Rahmi pun mengajak Mukades pergi melihat suasana yang tidak mengenakkan.Sementara Mustafa masih mengintai rumah Kadir sebelum akhirnya dia bergegas pergi bersama mobilnya.

Selim dan Erdogan tiba di rumah sakit. Saat akan masuk, ponsel Selim berdering, Munir menelponnya. Lantas saat menutup teleponn, Semsi keluar dari ruangan bersama dokter sesudah itu Semsi menyambut mereka. Saat akan masuk ruangan bertepatan dengann Meltem dan ibunya yang akan keluar. Selim pun meradang dan mulai memaki Meltem. Meltem balas memakinya. Ender segera mengajak Meltem pergi. Sedangkan Semsi dan Erdogan menahan Selim agar tidak mmbuat keributan. Selim terus saja memaki Meltem dan ada makian Selim tentang Mustafa yang membuat Ender terkejut.Di luar rumah sakit, Meltem masih merasa kesal atas ulah Selim. Ender pun mulai bertanya tentang ucapan Selim yang mengenai Mustafa. Meltem meminta ibunya tidak mempercayai ucapan Selim. Sampai didalam mobil pun mereka msih berdebat. Sementara Selim mengawasi Meltem dari balik jendela rumah sakit. Meltem pun menatapnya penuh kebencian.

Erdogan mengatakan sesuatu yang membuat Selim menyuruhnya untuk diam. kemudian mereka berdua masuk ke dalam kamar Leman. Begitu melihat Selim dan Erdogan, Leman pun menangis, dia memeluk kedua teman anaknya itu sambil menanyakan keberadaan Vural. Semsi dan Erdogan mencoba menenangkan Leman yang terus menangis. kemudian mereka mengajak Leman untuk pulang kerumah.Kerim kembali ke dalam sel nya. Seorang napi menanyakan sesuatu, Kerim menjawabnya dengann lunglai kemudian Kerim mulai membuka suratnya lagi dan melanjuntukan menulis surat untuk Fatmagul.

Fatmagul sedang merapikan baju2nya di dalam lemari, Rahmi membantu memasukkan barang2nya yang lain kemudian Rahmi keluar dan Fatmagul menutup pintu, lantas Fatmagul pun membuka salah satu tas dan terlihatlah gaun pemberian Kerim, Fatmagul pun teringat saat Kerim memberikan gaun itu dan melamarnya. dengann perasaan yang teraduk2 Fatmagul memandangi gaun itu, tiba2 Meryem masuk dengann membawa barang2 Kerim dan Fatmagul segera menyimpan gaun itu.Meryem menemui Kadir dan menceritakan kesedihan Fatmagul kemudian dia bertanya sesuatu pada Kadir dan jawaban Kadir mmbuat Meryem senang.

Fatmagul membuka koper Kerim dan melihat kemeja Kerim mengingatkannya pada saat Kerim meyakinkannya di kantor polisi bahwa bukan dia pembunuh Vural. Fatmagul pun menata baju2 Kerim di lemarinya. Sementara itu Kadir dan Rahmi masih mengangkut barang2 yang ada di mobil .Fatmagul masih menata barang2 Kerim ketika Meryem masuk, kemudian mereka mengobrol sebentar kemudian Meryem pergi. Fatmagul pun melanjuntukan menata barang Kerim yang lain. Dia membuka sebuah kotak yang didalamnya terdapat mainan masa kecil Kerim dan foto2 lama Keriim. Fatmagul pun tersenyum saat melihat foto Kerim kecil dan bibi Meryem. kemudian Fatmagul melihat Kerim masih menyimpan bunga pemberiannya dl. Fatmagul pun menciumnya kemudian dia meletakkan kotak itu diatas lemari.

Kadir sedang berberes dengann Meryem, kemudian Rahmi dtg bersama Mukades, Mukades mengatakan sesuatu namun tidak dihiraukan. Tak lama Kadir dan Rahmi pun keluar. Sementara Fatmagul dan Meryem masih membereskan barang. Mukades kembali mengajak mereka berbicara namun lagi2 tak digubris. Mukades pun pergi dengann kesal.

Saat menata barang, tak sengaja Meryem melihat foto istri Kadir, kemudian dia mengambil foto itu dan mengamatinya. Sesaat kemudian Fatmagul pergi membawa barang2 ke dalam. Meryem pun menuju ke kamar Kadir dan mmbukanya sedikit. Mukades dtg lagi dan melihat tingkah Meryem. Mukades kemudian menjatuhkan timba yang dibawanya, Meryem terkejut dan menutup kamar Kadir. Meryem merasa malu krn kepergok oleh Mukades namun dia berusaha menutupi. Mukades pun berlalu dengann tersenyum sinis.Perihan dan Hilmiye mengunjungi Leman dirumahnya. Leman masih belum bs merelakan kepergian Vural. Perihan berusaha menenangkannya.

Demikian Sinopsis Fatmagul Episode 75 (ANTV) ,baca juga sinopsis sebelumnya yaitu Fatmagul Episode 74 dan tunggu cerita berikautnya Fatmagul Episode 76 yang tayang minggu 29 mei April 2016

Subscribe to receive free email updates: