Sinopsis Uttaran Episode 231 minggu 8 mei (ANTV)

Sinopsis pendek film yang berserial drama yaitu "Uttaran" bercerita tentang kisah dari Ichcha. Ichcha lahir di pinggir perkotaan yang sangat kumuh, hidupnya sederhana dan keterbatasan. Namun ada seseorang yang ingin membuat Ichcha behagia dan sangat menyayangi Icha dan tidak mau Ichcha hidup dengan keadaaan seperti ini terus, dia adalah sang ibu. Dengan harapan memberika Ichcha kehidupan yang baik, Ibunya rela bekerja di rumah orang kaya sebagai pembantu.Icha bersahabat dengan Tapasnya (Putri dari ibu Majikan), namun di kemudian hari dia mengerti bahwa orang miskin tidak mungkin menjadi bagian dari keluarga itu. tidak pedulu seberapa banyak pengorbanan yang dilakukan untuk keluarga itu.Namun hal tersebut berubah ketika Mahindra, kekasih Tapasya, jatuh cinta kepada Ichcha yang cantik dan baik hati. Apakah Ichcha berani untuk membela cinta mereka dan menghrapkan Mahindra?

Uttaran Episode 231

Sinopsis atau jalan cerita Uttaran Episode 231 yang tayang minggu 8 mei 2016 selengkapnya dimulai dari ,Sebelum masuk ke ruang sidang, Yuvi mendekati Ichcha dan berkata,"Ibu,saya benar-benar jahat kan? saya adalah putra terburuk diseluruh dunia". Yuvraj menangis di kaki Ichcha,"saya sudah melakukan kesalahan besar, saya sudah melakukan hal yang kotor,menyakiti hatimu, saya tau tidak ada yang bisa memaafkanku. ingin kah ibu memaafkanku sekali saja? Sekali saja, saya pastikan kepadamu saya akan menjadi putra yang baik. inginkah kamu memberikanku kesempatan untuk berjalan dijalan yang benar?". Yuvraj lalu berdiri dan memasuki ruang pengadilan. Yuvraj melakukan ini hanya untuk menggoyahkan hati Ichcha dalam kesaksiannya untuk Mukhta.

Sidang pengadilan kasus Mukhta dan Yuvraj pun dimulai, Ichcha diminta berdiri di tempat saksi. Ichcha mengatakan yang sebenarnya meskipun sulit, dia bersumpah melihat sendiri saat Yuvraj berusaha memperkosa Mukhta. Seorang pengacara menyudutkan Ichcha dengan mengatakan bahwa Ichcha dibesarkan di rumah keluarga Takhur, tentu saja dia membela Mukhta yang notabene nya adalah cucu dari Tuan Takhur. "Memang benar Mukhta sudah seperti putriku sendiri, namun Yuvraj adalah putraku! Darah dagingku!" Jawab Ichcha sambil menangis.

Giliran Mukhta yang berdiri ditempat saksi. Pengacara bertanya kepada Mukhta,"Mengapa kamu pergi menemui Yuvraj di hotel pada jam 8 malam? Apa tujuanmu?"saya dan Yuvraj belajar di kampus yang sama, kami adalah teman"Apa benar yang saya dengar? kalian adalah teman? Seorang gadis pergi ke hotel bersama temannya?"Malam itu Yuvi yang menelfon dan menyuruhku datang ke hotel"Apa yang terjadi selanjutnya?"Dia membawaku naik ke lantai 3. Mukhta mulai menangis. Pengacara kembali mendesak mukhta untuk mengatakan apa yang terjadi setelah itu. Mukhta menjawab,"Berkali2 saya berusaha untuk keluar namun dia menghentikanku!","Dia pasti sudah menyentuhmu! Dibagian mana dia sudah menyentuhmu?"Apa yang ingin kamu ketahui? kamu tau semua yang terjadi! saya fikir dia adalah temanku. saya hanya ingin menemui seorang teman. Apa salahku?! Polisi lalu datang menangkapnya, ini bukan salahku" jawab Mukhta.

Tapasya berdoa agar persidangan Mukhta berjalan lancar, dia berdoa di kuil tempat Vishnu tinggal, dia juga membuat janji bertemu dengan Mr.rathore disana. Tapasya menghampiri Mr.rathore dan berkata,kamu tidak berubah sedikitpun,kamu bilang ada hal penting yang ingin dibicarakan? Bisa kita bicara di suatu tempat?". Pada saat yang sama, Meethi juga berdoa di kuil itu untuk kasus yang sedang dihadapi Mukhta dipersidangan. Tapasya berkata kepada Mr.rathore,"Nasib buruk,saya kembali setelah bertahun-tahun namun tidak bisa berada didekat putriku dalam masa sulitnya. saya hanya bisa berdoa di kuil","Semua orang ada untuknya sekarang, seluruh keluargamu, nyonya Ichcha, saya juga ingin pergi kesana,namun kamu bilang ada hal penting yang ingin dibicarakan, jadi saya datang kesini dulu".

Tapasya menceritakan betapa paniknya Tej setelah Chanda kembali, dia yakin kalau Tej sedang merencanakan sesuatu untuk melawannya. Tapasya lalu melihat Meethi, dia mengira Meethi adalah Ichcha. Tapasya meneteskan air mata. Mr.rathore bertanya,Ada apa?. Tapasya melihat ke arah meethi. Mr.rathore memberitahu,"Dia adalah Meethi, putri dari nyonya Ichcha. Wajahnya sama persis dengan nyonya Ichcha namun dia sangat membenci ibunya". Tapasya terkejut mendengar ucapan Mr.rathore. Mr.rathore lalu bertanya,"Apa ada yang ingin kamu sampaikan pada Mukhta?Berikan manisan ini kepada seluruh keluargaku, namun jangan katakan ini dariku atau mereka tidak akan ingin menyentuhnya","Lalu apa yang harus saya katakan pada mereka? saya pergi ke kuil untuk mendapatkan manisan(persembahan) ini?Tidak ada yang akan menertawakanmu.

Katakan saja kamu pergi ke kuil berdoa untuk putrimu. Tidak bisakah kamu melakukan ini untuk putrimu? Mr.rathore mengambil manisan itu dan berkata,"Jagalah dirimu. Telefon saya jika kamu butuh bantuan"
Yuvi mendekati Ichcha ketika jaksa agung meminta waktu 1 jam untuk memutuskan hasil persidangan. Yuvi berkata kepada Ichcha,"Ibu.. kamu adalah ibuku. Ibu, ibu, ibu, terimakasih karena bayanganmu tidak pernah mendekati masa kecilku. Lihat apa yang kamu berikan kepadaku dari ketidakhadiranmu itu? Borgol, pengadilan, dan sekarang mungkin penjara", Ichcha menangis mendengarnya. "Lebih baik tidak punya ibu daripada punya ibu sepertimu. Pernahkah kamu berfikir mengapa putramu, suamimu dan keluargamu tidak ada untukmu? saya beritahu kamu, karena kamu tidak menghargai dan tidak peduli dengan orang-orang yang menyayangimu. kamu ingin darah dagingmu dihukum, kamu ingin mengirimku ke penjara!

Sejak kecil hingga sekarang, saya sama sekali tidak punya ibu" kata Yuvi.Mr.rathore tiba di pengadilan,dia memberikan manisan kepada Mukhta. Mr.rathore menolak ketika Mukhta mengajaknya masuk ke dalam,"Ayah akan berdiri disini dan mendengarkan dari luar,jika ayah masuk, maka akan muncul kasus baru, ayah tidak ingin melihat wajahnya(Yuvraj), semuanya akan baik-baik saja" kata Mr.rathore.Sidang pengadilan kembali dimulai, jaksa agung memuji keberanian Ichcha karena tidak berpihak pada putranya demi keadilan. Yuvraj dijatuhi hukuman 5 tahun penjara. Gunvanti menangis, sedangkan perasaan Ichcha bercampur aduk. Polisi memborgol tangan Yuvraj. Yuvraj berteriak pada Ichcha,"kamu sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan! kamu sudah puas sekarang? saya harap tidak ada lagi yang mendapatkan ibu sepertimu! saya tidak akan pernah memaafkanmu Ichcha Bharty!".

Gunvanti menghampiri Ichcha dan ingin menamparnya, namun Damini menahan tangan Gunvanti dan berkata ini semua terjadi karena Gunvanti salah mendidik Yuvraj. Gunvanti meninggalkan mereka, Umed meminta maaf atas sikap kasar Gunvanti kepada Ichcha.Ichcha lalu teringat saat dia menyusui Yuvraj ketika Yuvraj masih bayi, Ichcha terduduk dilantai dan menangis sejadi-jadi nya .Meethi  dan  Vishnu sedang boncengan diatas motor. Meethi memarahi Vishnu karena mengendarai motor terlalu kencang.Vishnu menghentikan motornya dan berkata,"kamu ajari saya bagaimana cara mengendarai motor dan bagaimana cara mengerem","Bukan begitu maksudku","kamu satu2nya orang yang mengatakan saya tidak bisa mengendarai motor.

Sekarang ajari saya"saya bilang begitu karena saya ketakutan duduk dibelakangmu.saya tidak bisa mengendarai motor,Haruskah saya mengajarimu?,Tidak.saya ingin pergi.Vishnu menarik tangan Meethi ketika Meethi berjalan meninggalkannya. Vishnu berkata,"Apa kamu tidak percaya padaku?,Baiklah, ajari saya.Vishnu duduk dibelakang dan mengajari Meethi cara mengendarai motor.Meethi terlihat sangat gembira.Damini tiba2 menelfon dan menyuruh Meethi utk segera pulang.Vishnu lalu mengantar Meethi pulang ke rumahnya.Ichcha lgsg berdoa di kuil setelah pulang dari pengadilan.Vishnu menghampirinya,Ichcha pun menceritakan kesedihannya kepada Vishnu.Vishnu berkata,"Mungkin kamu tidak percaya, tadi Meethi datang ke kuil ini utk mendoakanmu dan Mukhta.

Dia tidak sama seperti sebelumnya,kemarahannya sdh mereda.Dia banyak tersenyum","Semua ini berkat dirimu","Ini semua bukan karena saya.Suatu hari Meethi akan menghargai kasih sayangmu. Ketika saya kehilangan ayahku, saya tidak pernah berhubungan dengannya. namun ketika saya kehilangan sosoknya.saya merasa setidaknya saya harus berada didekatnya ketika dia meninggal","Sudah berapa lama sejak ayahmu meninggal?" Meethi tiba2 datang dan bertanya kepada Vishnu,"kamu mengenal wanita ini?","Sebenarnya saya ingin mengatakannya kepadamu" jawab Vishnu.Ichcha berkata, "saya tidak ingin berbohong pada putriku.saya sudah mengenal Vishnu sejak lama".Meethi menjawab,"Dengar,saya tidak ada keluhan denganmu.namun dengan pria ini,saya sangat marah.Dia sudah membohongiku!saya menganggapnya sebagai teman namun dia menipuku! Yang kamu lakukan padaku pasti karena wanita ini yang menyuruhmu.Mungkin untuk balas budi bukan?". Ichcha dan Vishnu mencoba menjelaskan kalau mereka tidak bertemu setiap hari secara rutin.Meethi berteriak,"Cukup!saya membenci kalian berdua!"

Tapasya memandangi foto Veer dan Ichcha,dia berkata,Oh dewa.Berikan kekuatan kepada Ichcha".Chanda sedang mencari kaset rekaman kematian kakek di kamarnya, dia berfikir mungkin Tej sudah mengambilnya.Tapasya masuk ke dalam kamar Chanda dan bertanya,Mengapa kamu terlihat sangat cemas?Ada yang bisa saya bantu?saya dengar kamu belum makan.Apa kamu ingin saya buatkan sesuatu?,Tidak mungkin kamu memperhatikan seseorang tanpa alasan.Apa yang kamu inginkan dariku?,saya harus menyelamatkanmu dari suamiku,Ini bukan pertama kalinya saya bertemu denganmu.Lebih baik jika kamu tidak mengkhawatirkan kehidupanku lagi,Baiklah. Haruskah saya memberikan kaset video ini kepadanya?, Tapasya mengeluarkan sebuah kaset dan menunjukkannya kepada Chanda.Chanda mulai panik dan bertanya,

"Bagaimana bisa kaset itu ada padamu?,saya melihat Tej sedang mencari kaset ini,ketika saya menemukannya saya rasa kamu sedang dalam bahaya.Jadi saya selamatkan nyawamu dulu,baru saya mengambil kaset ini". Chanda berusaha merebut kaset itu, Tapasya mengelak dan berkata,"Jika kamu menginginkan kaset ini, saya tidak akan memberikannya kepadamu atau kepada orang lain. saya akan mencari tau semua yang ada didalam dikaset ini". Chanda mulai gugup, dia bergumam,Kakek.. dia.. Tej tiba-tiba memanggil nama Chanda dan menghampiri mereka berdua. Tapasya berkata kepada Chanda,Jika kamu punya masalah dengan siapapun di rumah ini. kamu bisa mengatakannya kepadaku. Setelah Tapasya pergi, Tej bertanya kepada Chanda,"Mengapa dia datang kemari?,Mengapa kamu menanyakan segalanya kepadaku?

kamu yang telah menikah dengannya bukan? Dia sedang mencari bukti kejahatanmu,kaset rekaman yang saya sembunyikan di kamar". Tej tertawa dan berkata,"saya sudah lama menghancurkan barang bukti itu!,Apa?? Lalu kaset rekaman apa yang ada padanya?,kamu pasti sudah mengatakan sesuatu padanya?,Mulutku tidak sengaja menyebut nama kakek,Mengapa kamu mengatakannya?! Apa kamu tidak mengenal penyihir itu? Dia membuat 2+2=8, bukannya 4!. Tej Singh merasa semakin terancam dengan keberadaan Tapasya, dia mulai memikirkan rencana untuk menyingkirkan Tapasya.

Demikian Sinopsis Uttaran Episode 231  ,bagi yang ketinggalan cerita sebelumnya dapat di lihat di Sinopsis Uttaran Episode 230 dan tunggu cerita selanjutnya di Sinopsis Uttaran Episode 232 senin 9 mei 2016

Subscribe to receive free email updates: