Sinopsis Uttaran Episode 239 senin 16 mei (ANTV)

Sinopsis pendek film yang berserial drama yaitu "Uttaran" bercerita tentang kisah dari Ichcha. Ichcha lahir di pinggir perkotaan yang sangat kumuh, hidupnya sederhana dan keterbatasan. Namun ada seseorang yang ingin membuat Ichcha behagia dan sangat menyayangi Icha dan tidak mau Ichcha hidup dengan keadaaan seperti ini terus, dia adalah sang ibu. Dengan harapan memberika Ichcha kehidupan yang baik, Ibunya rela bekerja di rumah orang kaya sebagai pembantu.Icha bersahabat dengan Tapasnya (Putri dari ibu Majikan), namun di kemudian hari dia mengerti bahwa orang miskin tidak mungkin menjadi bagian dari keluarga itu. tidak pedulu seberapa banyak pengorbanan yang dilakukan untuk keluarga itu.Namun hal tersebut berubah ketika Mahindra, kekasih Tapasya, jatuh cinta kepada Ichcha yang cantik dan baik hati. Apakah Ichcha berani untuk membela cinta mereka dan menghrapkan Mahindra?

Uttaran Episode 239

Sinopsis atau jalan cerita Uttaran Episode 239 yang tayang senin 16 mei 2016 selengkapnya dimulai dari ,Akhirnya sang Ayah Tapasya meminta maaf kepada putri kandungnya karena telah berbuat baik dan membanggakan sang ayah. Dan semua bahagia saling berpelukan.Sementara itu Veer dan Icha memberi kejutan untuk putri kesayangan mereka (meethi) yang sedang berulang tahun. Mengetahui bahwa Veer ialah ayah kandungnya, Meethi pun sangat terkejut.

Ichcha: Ayah, kumohon maafkanlah putrimu Tappu, untuk kesalahannya di masa lalu. Ayah harusnya bangga dengan apa yang dilakukannya hari ini.

Tn.Takhur masih membelakangi Tapasya. Nenek buyut, Damini dan Rohini juga melakukan hal yang sama. Mereka semua mendekati Tn.Takhur dan memohon agar Tn.Takhur ingin memaafkan Tapasya. Veer berjalan kearah Tn.Takhur.

Veer: Seingatku, ayah selalu menegakkan kebenaran dan keadilan. telah waktunya ayah membawa putrimu pulang.

Tn.Takhur masih belum bergeming, kemudian Divya berdiri dihadapan Tn.Takhur menangkupkan kedua telapak tangannya dan memohon...

Tapasya merasa telah tidak ada tempat untuknya di rumah ini,dia berbalik hendak meninggalkan kediaman Takhur.

Tn.Takhur: saya lah yang seharusnya minta maaf, saya lah yang menutup pintu rumah ini dihadapan putriku dan berhenti menyebutnya 'anak'. Putriku itu telah menunjukkan bahwa seseorang bisa berubah seiring berjalannya waktu. saya yang harusnya minta maaf, bukan putriku.

Tapasya berbalik dan tersenyum bahagia. Tn.Takhur menghadap kearah Tapasya dan merentangkan kedua lengannya siap menyambut Tapasya kedalam pelukannya. Tapasya berlari kearah Tn.Takhur. Mereka berpelukan sambil menangis dan saling minta maaf dan mengungkapkan rasa sayang.

Divya mendekati Tapasya dan memeluknya. Tapasya kemudian mendekati satu persatu anggota keluarga Takhur berserta Damini. Tn.Takhur kembali memeluk Tapasya, Tapasya kemudian memberikan tangannya untuk Ichcha, mengajak Ichcha bergabung dengan dirinya, ayahnya dan juga Divya.

Ichcha termenung sejenak, dia teringat akan masa lalu ketika Tapasya menuduhnya telah mencuri kasih sayang kedua orangtuanya, namun kemudian Ichcha mendekati Tapasya dan Tn.Takhur. Mereka bertiga berpelukan dalam tangis bahagia.

Tn.Takhur kembali memeluk Tapasya, Tapasya kemudian memberikan tangannya untuk Ichcha, mengajak Ichcha bergabung dengan dirinya, ayahnya dan juga Divya.

Ichcha termenung sejenak, dia teringat akan masa lalu ketika Tapasya menuduhnya telah mencuri kasih sayang kedua orangtuanya, namun kemudian Ichcha mendekati Tapasya dan Tn.Takhur. Mereka bertiga berpelukan dalam tangis bahagia.

Tn.Takhur: Akhirnya keluarga ku kembali lengkap. saya sangat bahagia sekarang. Tapasya, hari ini ayah sangat bangga menyebutmu putriku.
Ichcha: Ya ayah, dia ialah sahabat terbaikku.
Tapasya: Ayah, saya rasa kita harus meninggalkan Ichcha dan Veer berdua saja agar mereka bisa melepaskan rindu setelah berpisah selama bertahun2.
Veer dan Ichcha berencana memberikan kejutan untuk Meethi karena dimasa kecilnya, Meethi tidak pernah merayakan ulang tahun bersama kedua orangtuanya.
Meethi masuk kedalam rumah dalam keadaan gelap gulita,1 lampu kemudian dinyalakan, dia melihat banyak hadiah di dalam rumah dan kartu ucapan selamat ulang tahun yang pertama, ke-2, ke-3, dst.

Veer mendekat dan berdiri dihadapan Meethi, namun Meethi tidak bisa melihat wajah Veer.

Veer: saya kehilangan saat2 untuk bisa memelukmu dan bermain denganmu saat kamu masih kecil. Bahkan saya telah pernah melihatmu namun saya tidak tahu kalau kamu ialah putriku. Hari ini saya datang menemuimu untuk mengakhiri jarak diantara kita.
Meethi: Siapa itu?
Veer: saya datang untuk memenuhi segala penantianmu selama 19tahun. saya ialah ayahmu.
Meethi: Ayah!

Lampu pun dinyalakan. Meethi bisa melihat wajah Veer dengan jelas dan menghentikan langkahnya untuk mendekati Veer.

Meethi: Tuan? saya telah pernah bertemu denganmu sebelumnya. Apa yang anda lakukan disini?
Veer: Ya, kita pernah bertemu sebelumnya, namun saat itu kita belum tahu hubungan apa yang terjalin antara kita berdua. saya ialah ayahmu. Apa kamu tidak ingin memelukku?
Meethi: Tuan? saya telah pernah bertemu denganmu sebelumnya. Apa yang anda lakukan disini?
Veer: Ya, kita pernah bertemu sebelumnya, namun saat itu kita belum tahu hubungan apa yang terjalin antara kita berdua. saya ialah ayahmu. Apa kamu tidak ingin memelukku?

Ichcha menghampiri mereka dan menganggukan kepalanya kepada Meethi. Meethi tersenyum bahagia dan langsung memeluk Veer.

Meethi: saya telah lama mencarimu namun saya tidak bisa menemukanmu.
Meethi menangis bahagia. Semua orang kemudian turun dari lantai atas.
Meethi: saya sangat menyayangimu ayah! Kak Kanha, dia ialah ayahku!
Kanha: Dan dia ialah temanku.

Meethi melihat Tapasya dan untuk pertama kalinya dia menyebut,"Ibu Tapasya". Meethi dan Tapasya pun berpelukan.Veer kemudian meminta izin kepada Tn.Takhur, upacara pernikahan Meethi  dan  Vishnu akan berlangsung di rumah Bundela.

Tapasya: Ditempat ini banyak kenangan buruk yang mengubah hidup kita.
Ichcha: Jangan mengingat hari2 yang buruk itu. Apa yang kita dapatkan jika mengenangnya?
Tapasya: saya berjanji, apa yang terjadi pada kita tidak boleh terjadi kepada putri2 kita
Ichcha: Tapasya, tinggallah di rumah ini, Mukhta pasti akan merasa senang.
Tapasya: saya harus membantumu masuk ke rumah Bundela terlebih dahulu.

Ichcha kemudian sedih memikirkan nasib Amla.

Tapasya: Fikirkan saja dirimu sendiri. Veer dan Amla telah tidak punya hubungan apa - apa lagi. Amla sendiri yang mengatakan semuanya dan Gunvanti telah menceraikan Amla dari Veer.
Ichcha: Semua yang dilakukan ibu(Gunvanti) terhadap Amla itu salah
Tapasya: Ibu (Gunvanti) selalu melakukan kesalahan, seperti memisahkanmu dari Veer.
Ichcha: Terimakasih, Tappu. kamu telah menghapuskan semua kesalahpahaman.
Tapasya: Jangan bilang terimakasih, kalau tidak..
Pergi dengan Yuvraj Karena Marah Pada Aman
Ichcha: Kalau tidak apa?

Ichchky dan Tappu mulai bertengkar seperti anak kecil. Damini bahagia melihat keakraban mereka berdua.

Damini: Ibu ingin mengatakan sesuatu padamu Tappu, bagaimana caranya ibu berterimakasih untuk semua yang telah kamu lakukan?
Tapasya: Jangan berterimakasih bu, saya tidak melakukan apa - apa. Ichcha akan berdandan seperti pengantin baru ketika kembali ke rumah mertuanya. Kedatangan Ichcha akan disambut dengan meriah!Mereka berpelukan dan tersenyum bahagia.

Demikian Sinopsis Uttaran Episode 239  ,bagi yang ketinggalan cerita sebelumnya dapat di lihat di Sinopsis Uttaran Episode 238 dan tunggu cerita selanjutnya di Sinopsis Uttaran Episode 240 selasa 17 mei 2016

Subscribe to receive free email updates: