Sunday, May 15, 2016

Sinopsis Uttaran Episode 240 selasa 17 mei (ANTV)

Sinopsis pendek film yang berserial drama yaitu "Uttaran" bercerita tentang kisah dari Ichcha. Ichcha lahir di pinggir perkotaan yang sangat kumuh, hidupnya sederhana dan keterbatasan. Namun ada seseorang yang ingin membuat Ichcha behagia dan sangat menyayangi Icha dan tidak mau Ichcha hidup dengan keadaaan seperti ini terus, dia adalah sang ibu. Dengan harapan memberika Ichcha kehidupan yang baik, Ibunya rela bekerja di rumah orang kaya sebagai pembantu.Icha bersahabat dengan Tapasnya (Putri dari ibu Majikan), namun di kemudian hari dia mengerti bahwa orang miskin tidak mungkin menjadi bagian dari keluarga itu. tidak pedulu seberapa banyak pengorbanan yang dilakukan untuk keluarga itu.Namun hal tersebut berubah ketika Mahindra, kekasih Tapasya, jatuh cinta kepada Ichcha yang cantik dan baik hati. Apakah Ichcha berani untuk membela cinta mereka dan menghrapkan Mahindra?

Uttaran Episode 240

Sinopsis atau jalan cerita Uttaran Episode 240 yang tayang selasa 17 mei 2016 selengkapnya dimulai dari ,Veer meminta berkat dari Damini dan Tn.Takhur, dia berjanji mulai hari ini tidak ada yang bisa menghentikannya membawa Ichcha kembali ke rumahnya, bahkan Gunvanti sekalipun.

Veer: Ada seseorang yang telah kehilangan keluarganya demi menyatukan kembali saya dan Ichcha. Dia menjadikannya ambisi dalam hidupnya. Dan hari ini, saya ada disini dan mendapatkan ingatanku kembali karena dia. Coba tebak siapa dia?
Ichcha: Tappu!
Veer: Benar. Tn.Takhur, dia ialah putrimu, Tapasya.

Veer kemudian menelfon ponsel Tapasya, bunyi panggilan masuk ponsel Tapasya terdengar didepan pintu rumah Takhur. Tapasya muncul secara perlahan. Veer mempersilahkan Tapasya masuk kedalam, Tn.Takhur membalikan tubuhnya membelakangi Tapasya.

Divya: Ichcha, sahabatmu akhirnya pulang.
Ichcha: Tidak. Dia bukan sahabatku, namun orang lain. Tappu kita tidak akan sanggup jauh dari kita. Orang ini memberikan segalanya kepada orang lain namun dia sendiri tidak mengerti betapa kita menyayanginya walau dalam kemarahannya sekalipun.
Tapasya: saya membuat banyak masalah dalam hidupmu namun kamu selalu menyayangiku.
Ichcha: Bagaimanapun keadaanmu, saya selalu menyayangimu! Itulah artinya sahabat.
Tappu dan Ichcky berpelukan dan menangis, mereka mengenang masa kecil mereka yang penuh kebahagiaan.
Tapasya: saya membuat banyak masalah dalam hidupmu namun kamu selalu menyayangiku.
Ichcha: Bagaimanapun keadaanmu, saya selalu menyayangimu! Itulah artinya sahabat.
Tappu dan Ichcky berpelukan dan menangis, mereka mengenang masa kecil mereka yang penuh kebahagiaan.

Tapasya menolak saat Ichcha menarik tangannya masuk kedalam rumah, dia menggelengkan kepala dan menatap kearah Tn.Takhur. Ichcha kemudian menghampiri Tn.Takhur.

Ichcha: Ayah, kumohon maafkanlah putrimu Tappu, untuk kesalahannya di masa lalu. Ayah harusnya bangga dengan apa yang dilakukannya hari ini.
Tn.Takhur masih membelakangi Tapasya. Nenek buyut, Damini dan Rohini juga melakukan hal yang sama. Mereka semua mendekati Tn.Takhur dan memohon agar Tn.Takhur ingin memaafkan Tapasya. Veer berjalan kearah Tn.Takhur.
Veer: Seingatku, ayah selalu menegakkan kebenaran dan keadilan. telah waktunya ayah membawa putrimu pulang.

Tn.Takhur masih belum bergeming, kemudian Divya berdiri dihadapan Tn.Takhur menangkupkan kedua telapak tangannya dan memohon... *

chcha: Ayah, kumohon maafkanlah putrimu Tappu, untuk kesalahannya di masa lalu. Ayah harusnya bangga dengan apa yang dilakukannya hari ini.

Tn.Takhur masih membelakangi Tapasya. Nenek buyut, Damini dan Rohini juga melakukan hal yang sama. Mereka semua mendekati Tn.Takhur dan memohon agar Tn.Takhur ingin memaafkan Tapasya. Veer berjalan kearah Tn.Takhur.

Veer: Seingatku, ayah selalu menegakkan kebenaran dan keadilan. telah waktunya ayah membawa putrimu pulang.

Tn.Takhur masih belum bergeming, kemudian Divya berdiri dihadapan Tn.Takhur menangkupkan kedua telapak tangannya dan memohon.Tapasya merasa telah tidak ada tempat untuknya di rumah ini,dia berbalik hendak meninggalkan kediaman Takhur. Tn.Takhur: saya lah yang seharusnya minta maaf, saya lah yang menutup pintu rumah ini dihadapan putriku dan berhenti menyebutnya 'anak'. Putriku itu telah menunjukkan bahwa seseorang bisa berubah seiring berjalannya waktu. saya yang harusnya minta maaf, bukan putriku.

Tapasya berbalik dan tersenyum bahagia. Tn.Takhur menghadap kearah Tapasya dan merentangkan kedua lengannya siap menyambut Tapasya kedalam pelukannya. Tapasya berlari kearah Tn.Takhur. Mereka berpelukan sambil menangis dan saling minta maaf dan mengungkapkan rasa sayang.
Tn.Takhur: saya lah yang seharusnya minta maaf, saya lah yang menutup pintu rumah ini dihadapan putriku dan berhenti menyebutnya 'anak'. Putriku itu telah menunjukkan bahwa seseorang bisa berubah seiring berjalannya waktu. saya yang harusnya minta maaf, bukan putriku.

Tapasya berbalik dan tersenyum bahagia. Tn.Takhur menghadap kearah Tapasya dan merentangkan kedua lengannya siap menyambut Tapasya kedalam pelukannya. Tapasya berlari kearah Tn.Takhur. Mereka berpelukan sambil menangis dan saling minta maaf dan mengungkapkan rasa sayang. Divya mendekati Tapasya dan memeluknya. Tapasya kemudian mendekati satu persatu anggota keluarga Takhur berserta Damini. Tn.Takhur kembali memeluk Tapasya, Tapasya kemudian memberikan tangannya untuk Ichcha, mengajak Ichcha bergabung dengan dirinya, ayahnya dan juga Divya. Ichcha termenung sejenak, dia teringat akan masa lalu ketika Tapasya menuduhnya telah mencuri kasih sayang kedua orangtuanya, namun kemudian Ichcha mendekati Tapasya dan Tn.Takhur. Mereka bertiga berpelukan dalam tangis bahagia.
Tn.Takhur: Akhirnya keluarga ku kembali lengkap. saya sangat bahagia sekarang

Demikian Sinopsis Uttaran Episode 240  ,bagi yang ketinggalan cerita sebelumnya dapat di lihat di Sinopsis Uttaran Episode 239 dan tunggu cerita selanjutnya di Sinopsis Uttaran Episode 241 rabu 18 mei 2016

Artikel Terkait

Sinopsis Uttaran Episode 240 selasa 17 mei (ANTV)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email