Sinopsis Uttaran Episode 247 selasa 24 mei (ANTV)

Sinopsis pendek film yang berserial drama yaitu "Uttaran" bercerita tentang kisah dari Ichcha. Ichcha lahir di pinggir perkotaan yang sangat kumuh, hidupnya sederhana dan keterbatasan. Namun ada seseorang yang ingin membuat Ichcha behagia dan sangat menyayangi Icha dan tidak mau Ichcha hidup dengan keadaaan seperti ini terus, dia adalah sang ibu. Dengan harapan memberika Ichcha kehidupan yang baik, Ibunya rela bekerja di rumah orang kaya sebagai pembantu.Icha bersahabat dengan Tapasnya (Putri dari ibu Majikan), namun di kemudian hari dia mengerti bahwa orang miskin tidak mungkin menjadi bagian dari keluarga itu. tidak pedulu seberapa banyak pengorbanan yang dilakukan untuk keluarga itu.Namun hal tersebut berubah ketika Mahindra, kekasih Tapasya, jatuh cinta kepada Ichcha yang cantik dan baik hati. Apakah Ichcha berani untuk membela cinta mereka dan menghrapkan Mahindra?

Uttaran Episode 247

Sinopsis atau jalan cerita Uttaran Episode 247 yang tayang selasa 24 mei 2016 selengkapnya dimulai dari ,Tej: kamu tampaknya sangat senang melihat aku seperti ini. Tej Singh tidak pernah takut dengan polisi ataupun penjara! Aku sudah menjadi kalajengking yang berbisa sejak aku lahir! Veer Singh Bundela, aku akan segera kembali untuk menggigitmu!

Tn.rathore berlari kearah Tej untuk menghajarnya, tapi polisi menahan Tn.rathore dan meminta Tn.rathore untuk tidak main hakim sendiri. Sebelum dibawa polisi, Tej berteriak,"Kalian semua ingat ini baik-baik! Aku akan segera kembali!". Keluarga Takhur dan Tn.rathore akhirnya membawa Tapasya ke rumah sakit.

Saat operasi Tapasya sedang berlangsung, nenek buyut melampiaskan kekesalannya pada Damini.
Nenek: Tidak ada yang memahami Tappu, dia sudah melakukan semua ini demi anak kampung itu tapi apa balasannya? Mengapa tidak ada yang datang menyelamatkannya? Mengapa? Damini, dimana putrimu sekarang? Mengapa dia tidak ada disini sekarang? kalau sesuatu terjadi pada Tappu, aku tidak akan memaafkan anak kampung itu.

Tuan Takhur: sudah cukup bu, apa kamu tahu, kalau Tapasya tidak datang menyelamatkan Mukhta,maka Ichcha lah yang akan berada disini sekarang. Dan ibu menanyakan keberadaan VeerdanIchcha sekarang? Mereka pasti akan segera datang. Dalam hal ini tidak ada yang bisa disalahkan.
Mukhta: Ini semua salahku. Ini semua terjadi karena salahku. Aku yang seharusnya mati!
Tn.rathore: Jangan berkata seperti itu.

Mukhta: nenek Damini, apakah ibuku akan segera sembuh?
Damini: Jangan berkata seperti itu. Saat seperti ini kita harus kuat dan tetap berdoa kepada dewa untuk kesembuhan Tapasya.Ibumu akan baik-baik saja.Nenek sangat mengenal ibumu.Dia akan bertarung melawan kematian dan segera kembali.Dia sangat kuat. Dia bukan orang yang mudah menyerah.

Dokter kemudian memberi info kalau keadaan Tapasya benar-benar sangat kritis, dia kehilangan banyak darah.

Tn.rathore: Jangan berkata seperti itu. Katakan apa yang kamu inginkan,dokter-dokter terbaik,Obat-obataan darimanapun diseluruh dunia,aku akan mendapatkannya untukmu, tapi jangan sampai hilang harapan.
Dokter: Aku hanyalah seorang dokter,bukan Tuhan.
Tn.rathore: Jangan berkata seperti ini padaku. Bagiku tidak ada yang namanya Tuhan,hanya ada kamu!

Ada saja cara Ekadashi untuk menyakiti Meethi,namun dia bermain dengan sangat rapi. Di depan Meethi,dia berpura-pira menjadi ibu mertua yang baik, namun diam-diam membuat Meethi menderita.Mulai dari menyiram air ke wajah Meethi dengan alasan untuk menjauhkan Meethi dari mata iblis,sampai menyuruh seorang guru( atau pendeta,bukan guru sekolah) untuk mengatakan kepada Meethi bahwa Meethi tidak ditakdirkan untuk memakai sindoor.Guru tersebut mengatakan hanya ada 1 jalan keluar agar Meethi tidak cepat menjadi janda,yaitu dengan cara menimba air dari sumur dan menyiramkannya ke patung rumah dewa,kegiatan ini harus dilakukan hingga matahari terbenam dan harus dengan kaki telanjang,dia hanya boleh melakukannya sendirian,kalau ada yang membantu maka hal tersebut tidak ada gunanya.

Akash pura-pura keberatan dengan cara ini,namun Meethi yang polos langsung menyetujuinya dan mengatakan bahwa dia telah berjanji akan melakukan apapun demi suaminya(sumpah saat pernikahan). Meethi pun mulai melaksanakan perintah atau petunjuk dari guru itu,dia kesulitan saat menimba air di sumur.Ketika berhasil,dia malah tersandung dan menumpahkan airnya,Meethi merasa sedih,tapi dengan tekad yang kuat dia kembali menimba air lagi di sumur. Ekadashi dan Akash diam-diam memperhatikan Meethi dari balik pohon,mereka sangat senang melihat Meethi menderita.

Untung saja di keluarga Chatterjee masih ada 1 orang yang baik.Namanya adalah Kajri,Kajri merupakan istri dari saudara sepupu Akash. Namun keberadaannya tidak banyak membantu,dia pun sering dianiaya oleh suaminya.Setidaknya Meethi punya teman yang mengerti penderitaannya disana.Kajri kemudian mengambilkan air dingin untuk Meethi,Meethi memasukkan kakinya dan menangis kesakitan.Kajri pun ikut menangis melihatnya.

Keesokan harinya,Meethi melihat saudara sepupu Akash menampar Kajri. Meethi tidak tahan melihatnya,dia mengajak Kajri menemui Ekadashi untuk melaporkan hal ini.Lucunya, Ekadashi pura-pira memarahi keponakannya itu (sepupunya Akash).

Ekadashi:Beraninya kamu menyakiti menantuku!Aku malu memiliki keponakan sepertimu!
Paman kemudian masuk ke dalam rumah dan menampar putranya.Sandiwara ini hanya untuk mencari simpati Meethi.

Demikian Sinopsis Uttaran Episode 247  ,bagi yang ketinggalan cerita sebelumnya dapat di lihat di Sinopsis Uttaran Episode 246 dan tunggu cerita selanjutnya di Sinopsis Uttaran Episode 248 rabu 25 mei 2016

Subscribe to receive free email updates: