Wednesday, May 25, 2016

Sinopsis Uttaran Episode 249 kamis 26 mei (ANTV)

Sinopsis pendek film yang berserial drama yaitu "Uttaran" bercerita tentang kisah dari Ichcha. Ichcha lahir di pinggir perkotaan yang sangat kumuh, hidupnya sederhana dan keterbatasan. Namun ada seseorang yang ingin membuat Ichcha behagia dan sangat menyayangi Icha dan tidak mau Ichcha hidup dengan keadaaan seperti ini terus, dia adalah sang ibu. Dengan harapan memberika Ichcha kehidupan yang baik, Ibunya rela bekerja di rumah orang kaya sebagai pembantu.Icha bersahabat dengan Tapasnya (Putri dari ibu Majikan), namun di kemudian hari dia mengerti bahwa orang miskin tidak mungkin menjadi bagian dari keluarga itu. tidak pedulu seberapa banyak pengorbanan yang dilakukan untuk keluarga itu.Namun hal tersebut berubah ketika Mahindra, kekasih Tapasya, jatuh cinta kepada Ichcha yang cantik dan baik hati. Apakah Ichcha berani untuk membela cinta mereka dan menghrapkan Mahindra?

Uttaran Episode 249

Sinopsis atau jalan cerita Uttaran Episode 249 yang tayang kamis 26 mei 2016 selengkapnya dimulai dari ,Sesudah melakukan Perjanjian Keramat dengan dewa dikuil, Icha dihadapkan dengan situasi seorang anak kecil yang diambang maut, dimana sebuah truk melaju kencang hendak manabrak anak tersebut.Tanpa pikir panjang Icha menyelamatkannya, tapi sayang, icha sendirilah yang menjadi korban Tabrakan dan dilarikan kerumah sakit terdekat. Yaitu Rumah sakit yang sama dengan tempat Tapasya terbaring. Icha dan Tapasya sama-sama diambang ajal.

Dan yang membuat semakin kita sedih adalah tidak ada satupun keluarga yang tahu kalau icha tengah sekarat didekat mereka. Bahkan Icha yang berlumuran darah begitu rupa sempat memegang tangan Ibunnya(Damini) saat berpapasan di lorong Rumah sakit. Damini hanya sedikit kaget tanpa mengetahui bahwa itu adalah anaknya.Oh.. Betapa pilu hati Ibu Damini, Andaikan dia tahu bahwa tangan yang memegangnya itu merupakan sentuhan terakhir dari putrinya. Andaikan dia tahu bahwa hal itu juga merupakan salam perpisahan.

Saat menuruni tangga kuil, Ichcha melihat 2 gadis kecil sedang merayakan holi, Ichcha kemudian mengenang masa kecilnya dengan Tapasya.Ichcha berfikir,"kamu lihat kan Tappu? Masa kecil kita, masa kecil yang sangat indah. Kita juga selalu merayakan holi bersama. kamu melihatnya kan? kamu tidak bisa meninggalkanku sendirian. kamu harus segera kembali. Aku tahu kamu akan pulih secepatnya".

Ichcha kemudian melihat sebuah truk melaju kencang kearah salah satu gadis kecil itu, dia berteriak,"Tappu!", Seolah gadis kecil itu adalah sahabatnya.Tanpa pikir panjang Ichcha berlari untuk menyelamatkan gadis kecil itu. Ichcha berhasil menyelamatkannya namun tidak sempat menghindari truk tersebut.Ichcha tertabrak dengan benturan yang sangat keras, sepertinya dia melayang beberapa meter dari tempat dia berdiri sebelumnya. Ichcha tergeletak di jalan tidak sadarkan diri.Ibu dari anak kecil tadi memeluk putrinya ketakutan,dia bergegas melihat kondisi Ichcha dan meminta pertolongan agar Ichcha segera dibawa ke rumah sakit.

Orang-orang yang menyaksikan mengira-ngira apakah Ichcha masih hidup atau sudah meninggal. Ichcha pun langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.Ichcha pun langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Yaitu Rumah sakit yang sama dengan tempat Tapasya terbaring.Saat berpapasan dilorong rumah sakit, Seperti ada kontak batin antara Damini dan Ichcha, Ichcha memegang tangan Damini. Namun Damini tidak bisa mengenali wajah Ichcha yang berlumuran darah.

Sementara Ibu dari gadis kecil tadi menceritakan kepada Damini kalau wanita yang sedang sekarat itu sudah menyelamatkan nyawa putrinya, Damini menenangkan ibu itu dan berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja.Sesudah Ichcha dibawa pergi, Mukhta bicara kepada Damini.

Mukhta  : Nenek Damini, tangan nenek penuh dengan darah.
Damini  : Wanita itu memegang tangan nenek seolah nenek adalah ibunya. Entah apa yang akan terjadi kalau anggota keluarganya melihat kondisinya.

Pada saat itu, Suster belum membawa Ichcha masuk ke dalam ruang operasi. Ibu dari gadis kecil itu memarahi suster,"Jangan berdiri saja, cepat panggilkan dokter! Wanita ini membutuhkan pertolongan!","Wanita ini mengalami kecelakaan,kita tidak bisa membawanya masuk ke dalam sebelum melaporkannya pada polisi", Jawab suster.Ibu itu membantah, "kalau operasinya terlambat dia bisa kehilangan nyawanya, setiap detik sangat berarti baginya dan kamu ingin melaporkan pada polisi terlebih dahulu?".

Tn. Takhur kemudian membantu ibu itu.Tn. Takhur : "Apa kamu tidak dengar tadi? Wanita ini sudah mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan seorang anak kecil dan kamu hanya membuang-buang waktu berdiri disini membicarakan masalah peraturan!".Dokter kemudian menghampiri Tn. Takhur dan bertanya mengapa Tn. Takhur membuat keributan disekitar ruangan ICU. Sesudah Tn. Takhur menjelaskannya, dokter akhirnya membawa Ichcha masuk ke dalam. Ibu dari gadis kecil itu pun berterimakasih kepada Tn. Takhur.

Veer kemudian datang dan menanyakan kondisi Tapasya, Veer kemudian memberitahu Damini kalau Ichcha tidak mengangkat ponselnya sejak tadi.Damini : Dia pasti sedang dijalan untuk kembali kemari. Ibu sudah bilang supaya jangan pergi terlalu jauh. kamu kan tahu dia tidak mau berbagi kesedihan dengan siapapun. Dia pasti sedang duduk sendirian di suatu tempat.sahabat ini kemudian berjuang antara hidup dan mati. Ingatan tentang masa kecilnya bersama Tapasya melintas dibenak Ichcha. Dokter yang menangani operasi Ichcha meminta suster untuk menjaga agar Ichcha tidak kehilangan kesadarannya.

Dokter : Apa kamu ingin menelfon kerabatmu?

Ichcha tidak sanggup mengeluarkan suaranya.Dokter yang merawat Tapasya(Dr.Murthy) masuk ke ruang operasi Ichcha dan bicara dengan dokter yang merawatnya(Dr.Malhotra).

Dr.Murthy : Pasienku, Tapasya, membutuhkan donor jantung secepatnya.

Ichcha mendengarkan pembicaraan mereka dan menyebut nama Tappu secara perlahan.

Dr.Murthy : Apakah wanita ini(Ichcha) korban kecelakaan?
Dr.Malhotra : Ya, dia kehilangan banyak darah. Peluang hidupnya sangat kecil.

Sementara itu Veer mulai khawatir karena Ichcha tidak ada kabar.

Veer : Aku tidak bisa menemukan Ichcha dimanapun. Ponselnya juga tidak bisa dihubungi.

Tn. Takhur : Apa kamu sudah mencarinya di rumah?

Veer : Sudah, dia tidak ada disana.

Veer kemudian mengingat saat Ichcha berkata kalau dia ingin pergi ke kuil sesudah menjenguk Tapasya, dia pun memberitahu anggota keluarga yang lain.Tn. Takhur : Ya, dia selalu pergi ke kuil setiap kali menghadapi kejadian yang diluar kuasanya.

Mr.rathore : Dia memiliki keyakinan yang sangat kuat terhadap dewa serta doa2nya. Mungkin kekuatan doanya bisa menyembuhkan Tapasya.

Damini : Biarkan dia berada disana beberapa saat lagi, kita tidak tahu, mungkin doanya sudah dikabulkan dan Tapasya bisa mendapatkan kehidupannya kembali.

Di koridor rumah sakit, Mr.rathore berjalan kearah patung dewa Ganesha dan berkata,"kamu sudah merenggut segalanya dariku, semua orang yang aku sayangi dan menyayangiku. kamu sangat senang melakukannya. kamu hanya menginginkan ini bukan? Tapi aku tidak akan pernah menyerah. Di duniamu, yang miskin menjadi semakin miskin dan yang kaya melalui garis keturunannya semena-mena dengan orang lain"

"Ini adalah keadilan bagimu! Apakah seperti ini caranya kamu mengadili orang-orang? kamu membuat Tapasya tertembak? Mengapa bukan aku atau Tej Singh? Aku adalah musuhmu, harusnya kamu mengambil nyawaku saja.""Dia sudah mencoba memperbaiki kesalahan-kesalahannya di masa lalu, apakah ini masuk akal?! Dia adalah seorang putri, seorang sahabat, seorang ibu, bagaimana bisa kamu merenggut kebahagiaan dari keluarganya? Apa yang kamu inginkan?",Mr.rathore kemudian menundukkan kepalanya, dia menangis dan berkata.

"Hari ini aku sudah kalah. Aku menyerah. Hanya ini yang kamu inginkan bukan? Raghuvendra Pratap Rathore memohon kepadamu, jangan ambil dia dari hidupku, jangan ambil apapun lagi dariku".
Dr.Murthy menyadari kalau Ichcha ingin mengatakan sesuatu padanya.Dr.Murthy : Aku bisa mengerti apa yang ingin kamu katakan dari gerakan mulutmu.Sedikit tidak jelas Ichcha bersuara  : "Donor.."
Dr.Murthy mencoba membantu  : "Ya, katakan saja"

Dr.Murty mulai mendengar dan berkata  : "Donor..?"
Ichcha : "Jantung.. Donor jantung"
Dr.Murthy : "Maksudnya kamu ingin mendonorkan jantung? Apa aku tidak salah dengar, donor jantung. Jangan terlalu cepat menyerah, kami sedang melakukan yang terbaik untuk menyelamatkanmu"

Ichcha mulai kesulitan bernafas, suster kemudian menempelkan cap jari Ichcha diatas berkas pernyataan bersedia menjadi donor jantung kalau terjadi sesuatu padanya.Saat dokter berusaha menolong nyawa keduanya, terjadi pembicaraan melalui kontak batin antara Ichcky dan Tappu.Tapasya : Ichcky, aku rasa sekarang aku tidak akan bisa hidup kembali.Ichcha : Tidak Tapasya. kamu harus tetap hidup. kamu tidak boleh menyerah sekarang. kamu harus kuat.

Tapasya : Aku rasa persahabatan kita sudah berakhir sekarang. Aku akan pergi, aku bahkan tidak bisa lagi mendengar suara detak jantungku sendiri.
Ichcha : Tapi aku masih bisa mendengarkannya Tappu. kamu akan tetap hidup. Persahabatan kita tidak selemah itu. Aku bisa mendengarkan detak jantungmu Tappu.

Tapasya kemudian memanggil nama Ichcha.Adegan kemudian berubah ke tempat yang gelap dan penuh dengan asap putih. Tapasya mengejar Ichcha, memanggil-maggil namanya, Ichcha kemudian masuk ke dalam sebuah pintu dan pintu itu tertutup ketika Tapasya ingin menyusulnya. Ichcha pun meninggal dunia ketika Tapasya kembali bernafas.

Demikian Sinopsis Uttaran Episode 249  ,bagi yang ketinggalan cerita sebelumnya dapat di lihat di Sinopsis Uttaran Episode 248 dan tunggu cerita selanjutnya di Sinopsis Uttaran Episode 250 jumat 27 mei 2016

Artikel Terkait

Sinopsis Uttaran Episode 249 kamis 26 mei (ANTV)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email