Sinopsis Uttaran Episode 250 jumat 27 mei (ANTV)

Sinopsis pendek film yang berserial drama yaitu "Uttaran" bercerita tentang kisah dari Ichcha. Ichcha lahir di pinggir perkotaan yang sangat kumuh, hidupnya sederhana dan keterbatasan. Namun ada seseorang yang ingin membuat Ichcha behagia dan sangat menyayangi Icha dan tidak mau Ichcha hidup dengan keadaaan seperti ini terus, dia adalah sang ibu. Dengan harapan memberika Ichcha kehidupan yang baik, Ibunya rela bekerja di rumah orang kaya sebagai pembantu.Icha bersahabat dengan Tapasnya (Putri dari ibu Majikan), namun di kemudian hari dia mengerti bahwa orang miskin tidak mungkin menjadi bagian dari keluarga itu. tidak pedulu seberapa banyak pengorbanan yang dilakukan untuk keluarga itu.Namun hal tersebut berubah ketika Mahindra, kekasih Tapasya, jatuh cinta kepada Ichcha yang cantik dan baik hati. Apakah Ichcha berani untuk membela cinta mereka dan menghrapkan Mahindra?

Uttaran Episode 250

Sinopsis atau jalan cerita Uttaran Episode 250 yang tayang jumat 27 mei 2016 selengkapnya dimulai dari ,Sesudah kematiannya, Dokter memberitahu kepada keluarga Tapasya bahwa wanita yang baru saja meninggal sudah bersedia mendonorkan jantungnya kepada Tapasya.Tentu saja hal itu membuat semua Keluarga berterima kasih. Mereka berusaha mencari tahu identitas mayat wanita yg baik hati itu.Pada akhirnya semua mengetahui bahwa Mayat itu adalah Icha. Semua menjadi Histeris, terutama Ibu Damini. Bahkan Nenek Tapasya sendiri yg notabene sangat membenci Icha, kini merasa sangat terpukul atas kepergian Icha. Nenek sangat menyesal. Anak kampung itu sekarang sudah membuatnya sadar.

Dr. Murthy memberitahu keluarga Tapasya jika wanita yang baru saja meninggal dunia itu bersedia mendonorkan jantungnya. Mereka semua berterimakasih dan memutuskan untuk segera mencari tau siapa keluarga dari wanita itu.Mereka menangkupkan kedua telapak tangan kepada Ichcha di kamar mayat. Naluri keibuan Damini membuatnya terdiam sejenak namun karena mayat Ichcha ditutup kain putih, dia tidak bisa melihat wajahnya, Damini pun beranjak dari kamar mayat.Damini kemudian berpas-pasan dengan ibu dari anak kecil yang diselamatkan Ichcha, ibu itu membawa barang-barang milik Ichcha, gelang Ichcha kemudian jatuh dan menggelinding kearah Damini.

Damini : Ini gelang milik Ichchky.

Damini mengambil plastik yang dipegang ibu itu, dia melihat mangalsutra dan saree milik Ichcha, Damini mulai histeris.Ibu itu berkata,"Ini adalah barang-barnag milik wanita korban kecelakaan yang mendonorkan jantungnya itu. Apakah anda salah satu kerabatnya?.Damini berteriak histeris,"Ichchky !.Ibu itu kebingungan dan tak tau harus berbuat apa. Damini kemudian melihat kearah kamar mayat dan jatuh pingsan.Nenek dan Divya baru saja kembali ke rumah sakit, mereka sudah mendapat info jika ada seorang wanita korban kecelakaan yang bersedia mendonorkan jantungnya.

Nenek : Siapa nama wanita itu? Tolong cari tau namanya dan alamatnya. Aku ingin menemui keluarganya untuk berterimakasih.

Ibu dari anak kecil yang diselamatkan Ichcha itu kemudian berlari ke arah keluarga Takhur,"Wanita yang bersama kalian (Damini) jatuh pingsan,mungkin dia punya hubungan kerabat dengan wanita korban kecelakaan itu, dia(Damini) melihat barang-banrang milik wanita yg sudah meninggal itu kemudian jatuh pingsan, dia berteriak memanggil nama seseorang. . . Ichchky".Semua orang shock mendengarnya.Divya kemudian mengambil bungkusan barang-barang milik Ichcha yang dipegang ibu itu dan melihat saree, gelang dan mangalsutra milik Ichcha.Tn.Takhur berkata,"Dia tidak mungkin Ichcha,Ichcha pergi ke kuil. Orang itu tidak mungkin Ichcha",

"Dia menyelamatkan putriku didekat kuil" jawab ibu itu.Veer,Tn.Takhur, Mukhta, nenek dan Divya kemudian berlari kearah kamar mayat. Mr. rathore terdiam membatu.Veer membuka kain penutup mayat Ichcha, dia teringat saat Ichcha menyuruhnya untuk segera kembali ke rumah sakit.Ibu yang anaknya diselamatkan oleh Ichcha itu berkata kepada Tn.Takhur,"Dia adalah seorang dewi. Dia sudah menyelamatkan putriku dan berlari kearah truk. Dia bahkan sudah memberikan jantungnya kepada putrimu".

Tn.Takhur kemudian mendekati mayat Ichcha, dia melihat gambar yang ada di pergelangan tangan Ichcha dan teringat saat Ichcha mengatakan jika dia sudah membuat takdirnya sendiri di pergelangan tangannya.Mukhta kemudian berlari kearah mayat Ichcha dan berusaha membangunkannya.

Mukhta: Kumohon bangunlah ibu. Kumohon bangunlah.

Divya menangis memeluk Mukhta.

Mukhta: Tolong bangunkan ibu Ichcha nek.. Veer menangis sejadi-jadinya di bahu Tn.Takhur.

Nenek berjalan mendekati mayat Ichcha.Seolah tak percaya, Nenek Berkata,"Dengar anak kampung. Sandiwara macam apa lagi ini? Bangunlah! Apa kamu tidak mendengarkan aku?""Bangunlah.. Bangunlah sekarang. Bagaimana bisa kamu pergi dengan cara seperti ini? Seumur hidupku aku selalu mengutukmu. Selalu meragukan niat baikmu.""Seumur hidupku aku selalu memberitahu jika kamu adalah satu-satunya orang yang merenggut kebahagiaan Tappu ku dan hidup selamanya dengan barang bekas dari Tappu"

Nenek kemudian mengingat kejadian saat dia merusak dandanan Ichcha dengan make up berlebihan saat sekolah Ichcha dan Tapasya mengadakan kontes menari ketika mereka masih kecil.Nenek berkata lagi,"Anak kampung, aku tidak mengerti denganmu. Apa yang sudah kamu lakukan? Bahkan sesudah kamu meninggal dunia, kamu memberikan jantungmu kepada Tappu. Aku merasa malu dengan diriku sendiri atas semua yang sudah aku lakukan padamu! kamu memberikan kehidupan baru padanya"

"Hari ini aku tidak sanggup untuk melihatmu. Aku pernah mendengar jika jiwa seseorang yang sudah meninggal masih ada di dunia selama 13 hari sesudah kematiannya dan bisa melihat semuanya""Dimanapun kamu sekarang kumohon lihatlah! Aku menyentuh kakimu... Maafkan aku anakku! Beritahu aku sekali saja anakku, jika kamu sudah memaafkanku"

Nenek: Dimanapun kamu sekarang kumohon lihatlah! Aku menyentuh kakimu... Maafkan aku anakku! Beritahu aku sekali saja anakku, jika kamu sudah memaafkanku.

Tn.Takhur menenangkan nenek dan memeluknya.Nenek: Jogi anakku? Tolong katakan padanya untuk memaafkan aku. Dia selalu mendengarkanmu kan? Tolong katakan padanya Jogi, maafkan aku, maafkan aku.Mr.rathore kemudian berjalan mendekati patung dewa Ganesha dan berkata,"kamu selalu senang melakukan semua ini, kamu senang melihatku tak berdaya. Aku memintamu untuk menyembuhkan Tapasya. Aku mengatakan kepadamu jika semua orang membutuhkannya. Sebagai imbalannya kamu mengambil nyawa nyonya Ichcha? Dia selalu berdoa padamu setiap kali ada masalah.""Sekarang aku tidak mau lagi berdiri dihadapan yang disebut dewa. Siapapun yang percaya padamu, aku tidak peduli lagi. Hari ini aku ingin mengatakan bahwa dewa itu sudah mati. Tidak ada lagi yang namanya dewa disini. Tidak ada lagi keadilan sekarang".

Sementara itu di Aatishgarh, Akash membohongi Meethi, dia berpura-pura menelfon Ichcha, padahal yang bicara bukanlah Ichcha, melainkan bibi nya Akash yang bernama Pavitra.Meethi sangat merindukan ibunya dan berkata,"Maafkan aku atas sikap kasarku selama ini bu. Sekarang aku sudah menjadi putrimu yang baik. Aku sangat menyayangimu ibu".Damini berdiri di lorong rumah sakit, keluarga Takhur berjalan mendekatinya.Damini: Mengapa anda menangis nyonya? Ichcha akan segera kembali. Aku sudah bilang supaya dia tidak pergi terlalu jauh. Dia hanya pergi ke kuil. Wanita yang ada didalam itu tidak mungkin Ichcha kan. Nyonya besar, anda tidak mungkin salah mengenalinya kan? Di pusat perbelanjaan tidak hanya 1 saree yang modelnya seperti itu.

Tn.Takhur: Ichcha sudah pergi jauh meninggalkan kita. Damini... dia sudah tiada.
Damini: Tidak!

Damini tidak mau menerima kenyataan, seluruh keluarga Takhur semakin sedih melihatnya.

Demikian Sinopsis Uttaran Episode 250  ,bagi yang ketinggalan cerita sebelumnya dapat di lihat di Sinopsis Uttaran Episode 249 dan tunggu cerita selanjutnya di Sinopsis Uttaran Episode 251 sabtu 28 mei 2016

Subscribe to receive free email updates: