Sinopsis Uttaran Episode 253 senin 30 mei (ANTV)

Sinopsis pendek film yang berserial drama yaitu "Uttaran" bercerita tentang kisah dari Ichcha. Ichcha lahir di pinggir perkotaan yang sangat kumuh, hidupnya sederhana dan keterbatasan. Namun ada seseorang yang ingin membuat Ichcha behagia dan sangat menyayangi Icha dan tidak mau Ichcha hidup dengan keadaaan seperti ini terus, dia adalah sang ibu. Dengan harapan memberika Ichcha kehidupan yang baik, Ibunya rela bekerja di rumah orang kaya sebagai pembantu.Icha bersahabat dengan Tapasnya (Putri dari ibu Majikan), namun di kemudian hari dia mengerti bahwa orang miskin tidak mungkin menjadi bagian dari keluarga itu. tidak pedulu seberapa banyak pengorbanan yang dilakukan untuk keluarga itu.Namun hal tersebut berubah ketika Mahindra, kekasih Tapasya, jatuh cinta kepada Ichcha yang cantik dan baik hati. Apakah Ichcha berani untuk membela cinta mereka dan menghrapkan Mahindra?

Uttaran Episode 253

Sinopsis atau jalan cerita Uttaran Episode 253 yang tayang senin 30 mei 2016 selengkapnya dimulai dari ,Sebelum mengetahui kematian icha, Tapasya selalu menanyakan keberadaan sahabatnya itu, namun tidak ada ynag bisa menjawab. Tapasya hanya tahu sebelumnya bahwa icha sedang pergi jauh.Jawaban itu memang benar, "Icha sedang pergi jauh". namun kenyataan yang belum diketahui tapasya adalah "icha pergi takkan kembali".Belum lagi kenyataan bahwa Sahabat sejatinya itu sudah memberikan Jantungnya sendiri ynag kini sedang berdenyut didada Tapasya.Hingga akhirnya Tapasya pulang, terdiam dan membatu saat melihat sebuah karangan bunga melingkar pada foto icha sahabat kecilnya.Sanggupkah Tapasya menerima kenyataan itu?

Tapasya meminta Damini datang menemuinya, karna kabarnya Ichcha sedang pergi jauh. Damini kemudian masuk ke dalam kamar Tapasya.

Tapasya : Ibu(Damini) lihatlah, Ichcha sama sekali tidak mencemaskanku. Hey, kenapa ibu menangis? hari-hari penuh penderitaan sudah berakhir. Sekarang semua orang akan berbahagia.Tapasya memegang tangan Damini dan meletakkannya di dada sebelah kirinya. Ia berusaha menghibur damini dengan memperlihatkan kebahagiaanya sekarang
.Tapasya : Jantungku berdetak mengucapkan terimakasih atas donornya, dalam kebahagiaan ini sahabatku tidak ada disini. Katakan padanya, tidak usah kembali, tidak apa, aku baik2 saja.

Damini merasa sangat sedih, baik karna kehilangan putrinya maupun karna Ketidaktahuan Tapasya. Namun ia berusaha tegar dan meyakinkan Tapasya agar tetap bahagia.

Damini : Dia selalu ada bersamamu Tapasya.

Mukhta meneteskan air mata mendengar ucapan Damini. Divya kemudian mengajak Damini pulang (karna masih ada ritual 13 hari kematian Ichcha). tidak Lupa Tapasya meminta Divya mengirimkan doa untuk seseorang yang sudah mendonorkan jantungnya.

Tapasya : Ibu, boleh aku menanyakan satu hal? Siapa orang ynag sudah mendonorkan jantungnya padaku?

Tentu saja Semua orang terdiam. Merasa tidak sanggup lagi Divya kemudian menangis memeluk Tapasya.

Divya : Dia adalah orang ynag berhati mulia.
Tapasya : Baiklah, tidak apa- apa. Jangan menangis.

Di Aatishgarh, Mr.rathore  dan  Tn.Takhur telah menemukan rumah keluarga Chatterjee dan Mendatanginya. Mereka memperlihatkan foto Meethi dan Akash kepada penghuni rumah. namun Agarth  dan  Kak Nir sengaja mengelak, dengan mengatakan tidak mengenal orang di foto tersebut.tidak lama sesudah itu, Meethi berjalan membawakan minuman untuk tamu yang datang, posisi Meethi berada dibelakang tempat duduk Mr.rathore dan Tn.Takhur.namun sayang, sebelum Mr.rathore maupun Tn.Takhur melihat Meethi, Kak Nir cepat-cepat menghalangi Meethi. Meethi pun tidak bisa melihat mereka, begitupula sebaliknya.Sepertinya Belum waktunya Mr.rathore dan Tn.Takhur membawa Meethi pulang.

Tapasya berencana memberikan kejutan kepada keluarganya, ia pulang tanpa memberitahu siapapun. Hal ini membuat nenek yang saat itu bersamanya menjadi kerepotan. nenek sudah melarangnya, namun seperti biasa, Tapasya tetap keras kepala.Nenek lalu menelfon semua orang untuk memberi tahu bahwa Tapasya akan pulang, namun tidak ada ynag mengangkat.Kemudian saat Nenek  dan  Tapasya sedang berada diperjalanan menuju rumah, Tn.Takhur menelfon nenek, bagaimanapun juga semuanya sudah terlambat. Mereka hampir sampai.Tapasya turun dari mobil lalu tanpa sengaja menyentuh tempat abu jenazah Ichcha, dia terus berjalan masuk ke dalam rumah.

Tapasya : Puja untuk apa ini?

Tapasya lalu melihat foto Ichcha dgn kalung bunga.

Tapasya: Ichcha..

Tapasya sock, terdiam dan membatu. Pandangan matanya kosong. Tapasya merasa tidak percaya akan apa ynag dilihatnya. Sampai akhirnya ia kehilangan kesadaran dan jatuh pingsan.Dalam pingsannya,Tapasya bertemu dengan Ichcha..

Tapasya : Ichcky, mau pergi kemana kamu? Kenapa kamu meninggalkanku? kamu tidak boleh pergi tanpa memberitahuku, aku juga akan ikut bersamamu.
Ichcha : Tidak Tappu, kamu tidak bisa ikut denganku. Aku harus pergi sendiri. Tidak ada yang pergi kesana bersama orang lain.
Tapasya : Tunggu Ichcky, kamu pergi ke kuil untuk mendoakan kesembuhanku tetapi mengapa kamu meninggalkan aku seperti ini? Sampai sekarang kamu tidak bisa membuat keputusan apapun dalam hidupmu. Aku ynag memutuskannya. Mulai dari makanan, pakaian, sekolah, waktu bermain kita, hanya aku yang membuat keputusan untuk semuanya. ku akan ikut bersamamu, aku tidak bisa hidup tanpa sahabatku.

Ichcha : "Ini bukan keputusanku, namun kehendak dewa. Dia menginginkanku untuk pergi. Sekarang waktuku sudah habis. Aku sudah memenuhi semua kewajibanku. "
Ichcha :"Selama bertahun-tahn kamu sudah hidup jauh dari keluargamu. Sekarang giliranmu menghabiskan waktu yang berharga bersama keluargamu. Semua tanggungjawab ada ditanganmu sekarang, terutama tanggungjawab atas Mukhta dan Meethi. Mereka adalah tanggungjawabmu sekarang."
Ichcha : "Jagalah mereka baik-baik. Mereka sangat membutuhkanmu. Ingatlah, ketika seseorang meninggalkan dunia ini hanya kenangannya yang tersisa bagi orang lain. Saat kamu pergi, pergilah sesudah melakukan hal yang benar. Aku harus pergi sekarang. kamu juga harus kembali sekarang. Semua orang sedang menunggumu. Pergilah "

Keluarga Takhur menangis memanggil-manggil nama Tapasya.

Damini : Tapasya!Tapasya!kamu harus bangun demi sahabatmu.

Tapasya akhirnya membuka matanya.

Damini : Nyonya Takhur, mungkin ini adalah kehendak dewa. Sudah waktunya kita memberitahu yang sebenarnya. Tapasya, jantung Ichcky ku sekarang ada didalam tubuhmu. Dia sudah memberikan jantungnya kepadamu ketika dia pergi meninggalkan dunia ini agar dia tetap bisa tinggal bersamamu selamanya. Dia tetap tinggal bersama kita semua.

Damini mulai menangis.

Tapasya : Di dalam tubuhku ada jantung Ichcky?

Damini menganggukkan kepalanya, Tapasya melihat kearah foto Ichcha.

Tapasya : Ichcky, kamu benar-benar sudah pergi meninggalkanku sendirian.

Tapasya menangis dan memutuskan untuk mengikuti puja kematian sahabatnya.

Demikian Sinopsis Uttaran Episode 253  ,bagi yang ketinggalan cerita sebelumnya dapat di lihat di Sinopsis Uttaran Episode 252 dan tunggu cerita selanjutnya di Sinopsis Uttaran Episode 254 selasa 31 mei 2016

Subscribe to receive free email updates: