Saturday, May 28, 2016

Sinopsis Uttaran Episode 254 selasa 31 mei (ANTV)

Sinopsis pendek film yang berserial drama yaitu "Uttaran" bercerita tentang kisah dari Ichcha. Ichcha lahir di pinggir perkotaan yang sangat kumuh, hidupnya sederhana dan keterbatasan. Namun ada seseorang yang ingin membuat Ichcha behagia dan sangat menyayangi Icha dan tidak mau Ichcha hidup dengan keadaaan seperti ini terus, dia adalah sang ibu. Dengan harapan memberika Ichcha kehidupan yang baik, Ibunya rela bekerja di rumah orang kaya sebagai pembantu.Icha bersahabat dengan Tapasnya (Putri dari ibu Majikan), namun di kemudian hari dia mengerti bahwa orang miskin tidak mungkin menjadi bagian dari keluarga itu. tidak pedulu seberapa banyak pengorbanan yang dilakukan untuk keluarga itu.Namun hal tersebut berubah ketika Mahindra, kekasih Tapasya, jatuh cinta kepada Ichcha yang cantik dan baik hati. Apakah Ichcha berani untuk membela cinta mereka dan menghrapkan Mahindra?

Uttaran Episode 254

Sinopsis atau jalan cerita Uttaran Episode 254 yang tayang selasa 31 mei 2016 selengkapnya dimulai dari ,Tapasya sendiri mengatakan kepada Rathore bahwa ia takkan sanggup bertahan hidup jika Rathore terlambat menyelamatkan meethi.Tapasya sangat menyesal karena selama ini tidak mempercayai Mukta akan kejahatan Akash. Rathore kembali bergerak mencari keberadaan Meethi.Sementara itu, Ekadashi merasa terancam atas kedatangan Rathore waktu lalu. Ia segera menyuruh akash untuk membunuh Meethi.Namun Akash menolak dengan alasan sudah tidak ada gunanya membunuh Meethi, sebab icha sudah mati. Ekadashi kemudian mengiris tanganya sendiri agar Akash mau menuruti perintahnya.Dalam keadaan bimbang dan berat hati, Akash pun menuruti ibunya untuk membawa Meethi ke hutan dan membunuhnya. Siapa sangka kisah cinta Akash dimulai dari sana..

Ekadashi merasa sangat terancam dengan kedatangan Tn. rathore dan Tn.Takhur ke rumahnya, ia akhirnya memutuskan sudah saatnya Akash menghabisi nyawa Meethi dengan tangannya sendiri. Ekadashi pun memanggil Akash ke dalam kamarnya.

Ekadashi : Putraku, darahku mengalir didalam tubuhmu. kamu telah menghapus semua rasa sakitku. Aku sudah membuatmu berada didalam hubungan palsu. Pergilah anakku. Mulai hari ini dan seterusnya, bebaskanlah dirimu dan Meethi dari hubungan palsu ini.
Akash : Aku juga ingin mengatakan kepada ibu tentang hal yang sama. Kita harus membiarkan Meethi pergi. Ibu hanya mengatakan kalau aku harus menikahinya dan membawanya kemari untuk membalas dendam.
Akash : namun satu-satunya orang yang menjadi tujuan balas dendam kita telah meninggal dunia. Sekarang apa gunanya lagi menahan Meethi disini? Kita harus membiarkannya pergi.

Ekadashi : Lihatlah, putraku memahami keinginan ibunya. Kita sama-sama ingin membebaskan Meethi. Kita harus mengirimnya pulang. kamu menikahinya untuk membalas dendam, namun musuh kita sudah mati, kemudian apa yang bisa kita lakukan dengan Meethi?
Ekadashi : Kita sudah membuatnya sangat menderita. Sekarang akhiri semua penderitaannya. Akhiri kehidupannya. Bebaskan jiwanya. Bawa dia jauh ke dalam hutan dan habisi dia!

Akash terkejut dan meneteskan air mata. Ekadashi kemudian mengambil sebilah pisau dari dalam lemari.

Ekadashi : Ada apa nak? Kenapa kamu diam?
Akash : Dia hanyalah 'alat' bagi kita, orang yang menjadi tujuan kita untuk membalas dendam telah pergi dari dunia ini. Apa yang akan kita dapatkan dengan menghabisi nyawa Meethi? Aku tahu Ichcha telah melakukan kesalahan terhadap keluarga kita, namun apa kesalahan Meethi disini?
Agarth : Apa kamu ingin mengkhianati ibumu? Apa kamu mulai mencintai gadis itu melebihi ibumu sendiri?

Akash mulai berdebat dengan pamannya, Ekadashi meminta mereka berhenti, ia mulai menangis dan melukai telapak tangannya dengan sebilah pisau, tangan Ekadashi mengeluarkan banyak darah. Akash panik dan menangis melihatnya.

Ekadashi : Dengar anakku, siapa yang kamu inginkan untuk tetap hidup, ibumu atau putri dari Ichcha?
Ekadashi memerintahkan Akash untuk menghabisi nyawa Meethi menggunakan pisau yang baru saja dia gunakan untuk melukai dirinya sendiri. Dengan berat hati, Akash berjanji akan menuruti keinginan ibunya.

Meethi sangat gembira ketika Akash memberitahu kalau ia akan segera bertemu dengan keluarganya, namun rencana yang sangat mendadak ini membuat Kajri curiga.Sementara itu, Tn. rathore dan Tn.Takhur kembali ke Mumbai karena mencemaskan keadaan Tapasya, mereka takut terjadi sesuatu setelah Tapasya mengetahui tentang kematian Ichcha, mereka akhirnya menceritakan kepada Tapasya dan Damini kalau Meethi dan Akash tidak pergi ke Swiss dan mereka belum berhasil menemukan keberadaan Meethi dan Akash.

Tn. rathore berjanji kepada Damini bahwa ia akan terus mencari keberadaan Meethi. Kembalinya Tn. rathore dan Tn.Takhur dengan tangan kosong ini membuat Veer kecewa dan menangis.Meethi dan Akash pamit meninggalkan rumah Chatterjee.

Ekadashi : Putraku, kamu tidak boleh lupa dengan tujuanmu. Pastikan Meethi bertemu dengan ibunya.
Meethi : Paman Agarth, kamu bisa melihat masa depan, tolong berkati kami agar bisa menghabiskan sisa hidup kami dengan penuh kebahagiaan.
Agarth : Aku bisa melihat masa depanmu, karena itulah kami mengirimmu pulang. Ini adalah waktu yang tepat untuk bertemu dengan ibumu.
Seluruh keluarga Chatterjee melepas kepergian Meethi dengan senyum kemenangan, hanya Kajri yang mencemaskan kepergian Meethi. Akash dan Meethi masuk ke dalam hutan menggunakan mobil Jeep.

Sepanjang perjalanan, kata2 Ekadashi menggema di kepala Akash, "Siapa yang kamu inginkan untuk tetap hidup, ibumu atau putri dari Ichcha? ".Akash kemudian menghentikan mobilnya dipinggir danau dan memberitahu Meethi kalau mobilnya mogok. Akash ingin menghabisi nyawa Meethi disana, namun sikap manis Meethi membuatnya kembali goyah.

Akash kemudian mengajak Meethi berjalan kaki mencari bantuan. Sepanjang perjalanan, bukannya mencari cara untuk menghabisi nyawa Meethi, Akash malah melindunginya, menangkap Meethi saat dia terpeleset di bebatuan, membantu mengeluarkan duri yang menancap di kaki Meethi dan melindungi Meethi dari serangan ular.
Tapasya tiba-tiba terbangun dari tidurnya memanggil nama Meethi.

Tn. rathore : Apa kamu bermimpi buruk?

Tapasya menganggukkan kepalanya.

Tapasya : Aku tidak tahu dmn Meethi berada sekarang. Kemana Vishnu akan membawanya pergi? Aku selalu bermimpi hal yang sama, Meethi dalam bahaya.
Tn. rathore : Jika kamu terus-terusan memikirkannya siang dan malam, tentu saja kamu akan bermimpi tentang hal yang sama. Dokter menyarankan agar kamu tidak terlalu stress.
Tapasya : Semuanya akan berbeda jika aku mendengarkan kata2 Mukhta sebelumnya.
Tn. rathore : Jangan hidup dalam bayang-bayang masa lalu, kamu tidak boleh depresi. Dokter memintamu untuk istirahat.

Tapasya : Ichcha telah melakukan byk kebaikan kpd kita. Kita sangat berhutang budi padanya. Dia telah melakukan tanggungjawab seorang ayah dan ibu kepada putri kita. sekarang Meethi sedang dalam bahaya. Aku tahu kamu sudah berjanji akan menemukannya, namun jika terjadi sesuatu padanya, aku tidak sanggup lagi untuk hidup.

Tapasya mulai menangis, Tn. rathore kemudian memeluknya dan menenangkannya.

Tn. rathore : jangan berkata seperti itu, Meethi akan baik-baik saja. Aku berjanji aku akan menemukannya dalam keadaan selamat.

Veer dan Tn.Takhur datang ke kantor polisi untuk kembali melacak keberadaan Meethi.

Inspektur : Ponsel keduanya sama-sama tidak aktif, kita belum bisa melacak keberadaannya.
Veer : Kapan kalian bisa menemukannya? Setelah hidupnya tidak terselamatkan lagi? !

Tn.Takhur berusaha menenangkan Veer.Sementara itu Meethi melihat Akash mendekatinya dan melemparkan pisau kearahnya, pisau tersebut menancap dipohon dekat Meethi berdiri. Meethi mulai meragukan Akash, ia merasa nyawanya tengah terancam.Tetapi setelah Akash menunjuk kearah pohon tersebut, Meethi menyadari bahwa Akash berusaha menyelamatkan dirinya dari serangan ular. Meethi berlari kearah Akash dan memeluknya.

Meethi : Tolong maafkan aku Vishnu, bagaimana bisa aku mencurigai seseorang yang selalu menjagaku setiap menit dan setiap detik. kamu adalah penyelamatku, mana mungkin kamu akan membunuhku.

Meethi mencium wajah Akash dengan mesra.Mereka kembali berjalan dan menemukan pemukiman penduduk. Penduduk disana adalah kaum gypsi yang hidupnya nomaden (Suku pedalaman yang hidupnya berpindah-pindah tempat).Seorang wanita berjalan kearah mereka. .Wanita gypsi itu bertanya siapa mereka, mereka kemudian menjelaskan kalau mobil mereka mogok dan mereka tersesat. Wanita itu kemudian menunjukkan jalan setapak yang menuju ke jalan besar.Akash berfikir, "Jalannya ada didepan namun aku tidak tahu kemana tujuanku. Aku tidak bisa keluar dr masalah ini. Apa yang harus aku lakukan? Dewa, hanya kamu yang bisa membantuku memilih jalan yang benar".

Di rumah keluarga Chatterjee, Kajri berdoa dihadapan patung dewa, "Aku tahu Meethi dan Akash saling mencintai. Kumohon kali ini biarkan cinta yang menang".Akash akhirnya menyadari perasaannya setelah Meethi mengajaknya menari bersama penduduk disana.Akash berfikir, "Aku sudah mempermainkan hubungan yang sakral ini. Saat itu aku hanya memikirkan balas dendam, namun sekarang tidak ada lagi kebencian. yang ada hanyalah cinta. Hari ini aku bersumpah untuk menjagamu selamanya".Akash sudah membulatkan tekadnya, ia melempar pisau yang diberikan ibunya ke dalam api. Akash mulai memikirkan cara untuk menyuruh Meethi pulang ke Mumbai sendirian.

Seorang wanita gypsi kemudian meramal telapak tangan Meethi, ia berkata, "Jalanmu kedepannya akan semakin sulit, kamu akan menghadapi byk rintangan namun cintamu akan mengalahkan segalanya".
Meethi tersenyum mendengarnya. Meethi kemudian memaksa Akash untuk diramal juga. Wanita gypsi itu kemudian meramal Akash dan berkata,"Cinta istrimu telah diberkati dewa dalam kehidupanmu. Dia akan menghapus semua kepedihanmu. Dengan rahmat dewa dia akan menyelamatkan hidupmu. kamu akan menghadapi masalah baru. Istrimu akan mengorbankan hidupnya demi dirimu".

Meethi kemudian mencairkan suasana dengan bertanya apakah Akash akan memiliki 2 istri nantinya, Akash merasa tidak nyaman dengan pertanyaan Meethi.Mereka berdua pun sedikit bertengkar, Akash memanfaatkan situasi ini agar meethi kembali ke Mumbai sendirian. Akash kemudian mengantar Meethi ke jalan besar dan membiarkan Meethi naik ke dalam bis sendirian.Setelah bis brgkt, seekor ular menggigit lengan Akash, ia merasa pusing dan mulai tak sadarkan diri. Perasaan Meethi tidak enak, dia meminta sopir bis berhenti, ia pun kembali ke tmpt Akash. Betapa terkejutnya Meethi melihat Akash terbaring di tanah, "Vishnu!!".

Demikian Sinopsis Uttaran Episode 254  ,bagi yang ketinggalan cerita sebelumnya dapat di lihat di Sinopsis Uttaran Episode 253 dan tunggu cerita selanjutnya di Sinopsis Uttaran Episode 255 abu 1 juni mei 2016

Artikel Terkait

Sinopsis Uttaran Episode 254 selasa 31 mei (ANTV)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email