Monday, May 23, 2016

Sinopsis Veera Episode 128 selasa 24 mei (ANTV)

Veera adalah suatu serial drama India, Serial Drama India Veera ini di sutradarai oleh Mohit Hussain serta Drama Veera yang tayang di stasiun TV ANTV ini nantinya berjumlah 805 Episode.Sebenarnya Drama Veera ini telah tayang semenjak 29 Oktober 2012 - 8 August 2015 akan melainkan baru di awal bulan Januari ini baru mulai tayang di ANTV. Cerita Veera di awal episode sangat keren sekali yaitu mengenai kekerabatan antara saudara Ranveer serta Veera.

Sinopsis Veera Episode 128

Sinopsis atau Jalan cerita "Veera Episode 128" (ANTV) yang tayang pada selasa 24 mei 2016 menceritakan tentang , Ranvi sedang berada di kamarny, Ranvi sedang duduk diatas ranjangny sambil memperhatikan foto Sampooran yang dibawany ketika pergi dari rumah mencari ayahny, Ranvi mulai mengajak ngobrol foto ayahny “Ayah, kenapa ayah meninggalkan kami hany karna sebuah pertengkaran kecil dengan ibu ? Kenapa ayah tidak memikirkan kami, ibu, saya dan Veera dan kapan ayah akan kembali ?” Ranvi mulai menangis sambil terus mengajak ngobrol foto ayahny “Ayah dulu pernah berkata jika cinta akan semakin kuat sesudah melalui sebuah pertengkaran, namun bagaimana ayah melupakan hal itu ? saya sangat berharap ayah segera kembali sehingga ayah dan ibu bisa saling memaafkan satu sama lain dan berbaikan kembali seperti dulu” tepat pada saat itu Veera memasuki kamar dengan topeng diatas kepalany dan sebuah tongkat yang dipegangny di pundak.

 Veera sekilas mendengar ucapan Ranvi “Kakak, kenapa ayah dan ibu harus saling memaafkan satu sama lain ? Mereka kan tidak melakukan sesuatu yang salah” ujar Veera dengan rasa penasaranny yang tinggi, Ranvi langsung menaruh foto ayahny disebelahny dan menurunkan kakiny kebawah ranjang sehingga bisa menghadap ke arah Veera yang saat itu berdiri didepanny .“Veera, kita berdua tidak akan pernah bertengkar satu sama lain, meskipun nanti kita bertengkar, kita seharusny saling memaafkan satu sama lain dan memperbaiki hubungan kita, kamu setuju ?” ujar Ranvi sambil mengulurkan tanganny, Veera pun setuju dengan permintaan Ranvi dan menymbut uluran tangan Ranvi, sehingga tangan mereka bertumpukkan satu sama lain.

kemudian Ranvi memeluk adik satu satuny ini sambil melirik ke arah kaca rias di kamarny, Ranvi lalu pergi ke depan kaca rias tersebut dan merasa kecewa karna diatas bibirny belum tumbuh kumis, Veera yang melihat hal ini merasa geli dan berkata “Jangan khawatir, kakak ,,, saya pasti akan menemukan kumismu” ujar Veera dengan senyum manisny .Malam hariny, ketika Ranvi sedang tertidur pulas dikamarny, tiba tiba Veera yang tertidur di sebelahny terbangun dan berjalan berjingkat jingkat agar tidak bersuara melalui koridor dan turun ke bawah, sesudah sampai dibawah Veera mulai membuka laci laci lemari yang berada dibawah, hingga akhirny Veera menemukan sebuah gunting, Veera merasa senang ketika melihat gunting tersebut

Dan keesokan hariny, Ranvi yang masih tertidur mulai terbangun, Ranvi kemudian melihat ke arah kaca riasny dan langsung kaget begitu melihat ada sebuah kumis diatas bibirny, Ranvi segera berteriak memanggil ibu dan bibiny dengan keras, bibi Moti dan Ratan yang berlari ke arah kamarny langsung tertawa begitu melihat kumis Ranvi yang aneh, Veera juga memasuki kamar dan tertawa senang, mereka semua baru menydari jika semua ini adalah perbuatan iseng dan kenakalan Veera, Ranvi segera menegur Veera yang sudah memotong rambutny sendiri lalu membuatny menjadi sebuah kumis di atas bibirny “Tenang tenang, kakak” ujar Veera yang berusaha meredam kemarahan kakakny ketika dilihatny ada kekesalan di wajah Ranvi.

kemudian mereka berduapun berpelukkan, bibi Moti yang masih berdiri disana bersama Ratan mulai menggoda Veera karna kenakalan Veera yang cerdas .Di rumah Baldev, saat itu Baldev masih tertidur di ranjangny, Bansuri yang sangat memanjakan Baldev menemaniny, sementara itu Balwant, ayah Baldev memasuki kamar Baldev “Dia demam” ujar Bansuri sedih, tadiny Balwant mempercayainy namun ketika Baldev hendak bangun tiba tiba sebuah bawang merah jatuh dari kaosny, Balwant mulai mengerti bagaimana suhu tubuh Baldev meningkat tinggi, Balwant segera mengambil bawang merah itu sambil menegur Baldev yang sudah melewati batasanny.

Bansuri mencoba membela anak sulungny ini “Dia ini masih anak anak” namun Balwant segera menghentikan ucapan istriny “Kamu ini selalu saja memanjakan dia, contoh itu Ranvi ! Dia itu seorang anak yang ideal dan bertanggungjawab !” ucapan Balwant benar benar membuat Bansuri dan Baldev tidak suka, sesudah Balwant pergi meninggalkan mereka berdua “Ibu, suatu hari nanti saya juga akan lari dari rumah, dengan begitu saya akan disebut sebagai anak yang bertanggungjawab seperti Ranvi” Bansuri kaget mendengarnny .Sementara itu, Nihal yang masih berada di rumah bibi Moti, mulai merasa tidak berdaya “saya sudah melakukan hal yang tidak benar dengan menyembunyikan kenytaan yang pahit dibelakang Ratan dan mengapa saya tidak mempunyi keberanian untuk mengatakan hal ini padany ?” tiba tiba seseorang menelfon ponselny, ternyta Veera yang menelefon.

Nihal segera mengangkat telfonny “Paman Nihal, kamu tahu jika saya ini sedang berbicara dengan utusan Tuhan" suara Veera terdengar diujung sana "saya ini sangat menyukai paman Nihal, apalagi paman Nihal sudah menjaga saya layakny seperti yang dilakukan oleh seorang ayah lainny” Nihal hany terdiam mendengarkan suara Veera yang terdengar berbisik bisik karna memang saat itu Veera sedang menelfon Nihal sambil memperhatikan disekelilingny, jika saja ada yang mendengar pembicaraan mereka “Paman Nihal, namun kenapa paman Nihal tidak tinggal bersama kami disini ? Paman Nihal tahu, jika saya mempunyi satu keinginan terbesar yaitu membuat paman Nihal tinggal bersamaku dirumah ini” ujar Veera polos namun Nihal hany terdiam mendengarkan ucapan Veera tanpa memberikan respon apapun.

tak lama kemudian Ratan mengambil alih telfon Veera dan menyuruh Veera untuk menyelesaikan tugas sekolahny, Ratan melanjutkan telfon Veera ke Nihal “Nihal, apakah kamu bisa menemani saya menjual hasil panen kita besok ?” tany Ratan “Iyaaa, saya akan menemani kamu”, “Baiklah, saya tunggu besok ya, selamat malam” sesudah sambungan telfon mereka terputus, Nihal kembali terduduk lemas “Yaaa Tuhan, berilah saya petunjuk untuk menghadapi semua permasalahan ini, saya tidak mungkin bisa pergi menjauh dari mereka” ujar Nihal gelisah

Demikianlah Sinopsis Veera Episode 128,liat juga sinopsis sebelumnya yaitu Veera episode 127 dan nantikan kelanjutanya di sinopisis Veera Episode 129 pada rabu 25 mei  2016

Artikel Terkait

Sinopsis Veera Episode 128 selasa 24 mei (ANTV)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email