Sinopsis Mohabbatein Episode 30 (ANTV) ,30 Agustus 2016

Drama serial "Mohabbatein" merupakan film India yang di tayangakan oleh ANTV. Film ini merupakan salah satu dari banyak film India yang telah ANTV tayangkan .Mohabbatein tayang di Indonesia untuk kedua kalinya pada 1 agustus 2016 yang dulu pernah juga ditayangkan oleh RCTI dengan judul RUHI TERSAYANG pada tahun 2015 akhirdan sekarang telah banyak mendapat kan penggemar seperti film Uttaran .Film Mohabbatein adalah film romantis yang mengisahkan percintaan pria dudu dan perempuan cantik yang merupakan seorang dokter .

Sinopsis Mohabbatein Episode 29, selasa 29 Agustus 2016

Sinopsis "Mohabbatein" (ANTV) Episode 30 Tayang selasa 30 Agustus 2016 dimulai dari ,Di rumah tuan Bhalla, saat itu tuan Bhalla menawarkan minuman pada istriny, nyony Bhalla “Sekarang saya tidak bisa berharap bisa memilikiny lagi, suamiku” tuan Bhalla mencoba utk menghibur nyony Bhalla “Besok, kita akn merayakn Lohri”, “utk apa kita merayakn festival Lohri, sementara saya masih menangis memikirkan Ruhi” nyony Bhalla sangat merindukan Ruhi, dia berharap Ruhi bisa kembali suatu saat nanti “saya berharap saya bisa mendapatkan sebuah harapan baru di perayaan Lohri kali ini” ujar nyony Bhalla

Keesokan hariny, Amma memanggil Mihika dan Ishita utk merayakn Pongal, mereka memiliki ritual khusus di rumah mereka, sementara beberapa orang mulai memainkan musik, yang lainny menikmati pesta “saya sangat merindukan Soumya” ujar Amma, saat itu Appa kedatangan banyk tamu di rumah mereka, Vanda, Bala dan Shravan juga datang ke sana dan mengucapkan Happy Pongal.

Ishita memeluk Shravan erat, Ishita sangat senang bisa bertemu dengan Shravan “Waaah Amma, dekorasiny bagus banget, happy Pongal, Appa” Appa sangat senang bisa bertemu dengan Vandu, sementara itu Ishita mendapat telfon dari Ruhi, Ruhi mengucapkan Happy Pongal “Terima kasih, sayang ,,, Happy Lohri juga buat kamu” ujar Ishita tulus “Mamaku tidak mengatakn demikian padaku” ujar Ruhi dari sebrang sana “Yaa mungkin dia ingin memberikan kejutan buat kamu” ujar Ishita, sesudah Ishita menutup telfonny, tepat pada saat itu Amma bertany padany “Apakah itu Ruhi yang menelfon ?” Ishita mengangguk “Ibu akn meminta padany utk tidak menelfon kamu lagi, karena kamu selalu terganggu kalau sudah ngobrol dengan dia, jangan kecewa, sayang ,,, Ruhi saat ini bersama ibuny, saya juga ibumu, ini memang hak ibu utk melihat kamu bahagia, ayooo tersenyumlah” Ishita tersenyum manis sambil memeluk ibuny erat

Di rumah Raman, Simi mendapat telfon dari paman Sodhi “saya akn memberitahu ayah kalau dia pulang nanti” Simmi melihat ibuny sedang kecewa “Semua orang menelfon kita, hal ini membuat mood ibu jadi membaik” ujar Simmi yang saat itu melihat Raman yang hendak pergi “Raman, pulanglah cepat, hari ini perayaan festival Pongal”, “saya tidak peduli, saya akn pergi ke kantor !” ujar Raman lugas dan segera berlalu dari sana, sepeninggal Raman, nyony Bhalla kembali merasa sedih “Bagaimana kita bisa merayakn Lohri tanpa Ruhi ?” tuan Bhalla yang melihat kesedihan di wajah istriny, berkata pada Rumi “Rumi, nampakny ibumu kecewa karena Ruhi tidak ada”, “Ibu sedikit depresi, ayah” ujar Rumi “saya tidak tega melihat kalau dia depresi seperti itu, saya akn pergi dan mengatur semuany, ini terlalu berlebihan, meskipun saya juga merindukan Ruhi tapi kita akn membuat ibumu bahagia” ujar tuan Bhalla

Di rumah Ishita, Amma dan Appa saat itu sedang ngobrol berdua “Akhirny sesudah beberapa hari, hari ini saya bisa melihat Ishita tersenyum” Appa mengangguk menyetuji pendapat istriny, sementara itu di rumah tuan dan nyony Bhalla, saat itu tuan Bhalla dan Rumi sedang menyiapkan perayaan Lohri, sedangkan Amma menyuruh Mihika utk mengambil prasad dan memberikanny pada Appa agar di maknkan pada sapi mereka, ketika di luar rumah, Mihika bertemu Rumi, mereka berdua saling mengucapkan Happy Pongal dan Happy Lohri, kemudian mereka ngobrol satu sama lain, Rumi rupany mengata ngatai Mihir di depan Mihika terutama ketika Raman menamparny pertama kali “saya tidak peduli dengan Mihir” Rumi tersenyum senang begitu mendengar ucapan Mihika,

Kemudian Mihika memberikan prasad pada Appa, tuan Bhalla mengucapkan Happy Pongal “Saat ini nyony Balla sangat merindukan Ruhi” ujar tuan Bhalla “Jangan khawatir, semuany akn baik baik saja, Happy Lohri” ujar Appa, kemudian Appa membantu tuan Bhalla mempersiapkan segalany, tepat pada saat itu Appa bertemu dengan tuan Singh “Waah, luar biasa kalian merayakn Lohri juga rupany” ujar tuan Singh “Saya ini setengah Punjabi, tuan Singh” ujar Appa yang kemudian memberitahukan pada tuan Bhalla kalau Ishita sekarang sudah mau tersenyum sesudah sekian lama “saya yakin nyony Bhalla juga akn baik baik saja” hibur Appa

Sementara pada saat itu Raman dan Mihir sedang menandatangani perjanjian dengan Rajeev “Hari ini adalah hari yang besar, kita harus merayaknny, saya sangat ingin melihat Lohri” ujar Rajeev “Tuan Bhalla saat ini sedang merayaknny” sela Mihir “Bagus kalau begitu ! saya akn datang ke rumah kamu, maka dengan begitu Shweta, istriku bisa bertemu dengan istrimu, Ishita, anak anakku belum pernah melihat Lohri yang khas orang orang India” Raman dan Mihir terkejut “Ooh itu tidak tidak begitu besar, sebuah perayaan kecil di kompleks kami, sangat biasa sekali” ujar Raman cemas

“Kamu memiliki keluargamu, itu sangat menyenangkan, saya baru terbang nanti malam, jadi saya akn pergi ke hotel dulu dan menjemput istri dan anak anakku kemudian datang ke rumah kamu” ujar Rajeev kemudian bergegas meninggalkan mereka, sepeninggal Rajeev, Mihir sangat ketakutan melihat ekspresi muka Raman yang mulai marah “saya minta maaf, Raman”, “saya seharusny tidak melakukan kesalahan, kamu seharusny berfikir dahulu sebelum berkata apa apa !” ujar Raman kesal

Di rumah Shagun, saat itu Ruhi sedang menangis “Apa yang terjadi, sayang ?” ujar Shagun, kemudian Shagun menunjukkan padany sebuah mainan baru dan bertany pada Ruhi, apakah Ruhi mau bermain mainanny atau menonton film kartun, Ruhi menggeleng tidak mau melakukan itu semua “Nyony, Ruhi sedang sakit gigi” sela pelayan Shagun “Ooo, kalau begitu mama akn tany sama om Ashok tentang dokter gigi langgananny” ujar Shagun “Tante Ishita itu dokter gigi ! Papa membawa saya kesana dulu” timpal Ruhi “Baiklah, mama akn menelfon tante Ishita” ujar Shagun,

Pada saat yang bersamaan di rumah Ishita, Amma sedang ngobrol dengan Vandu dan mengabarkan padany kalau Appa ikutan pemilu utk pembangunan pos sekretariat, sementara tuan Bhalla berupaya membantu Appa, sedangkan Ishita menerima telfon dari Shagun “Ishita, Ruhi sedang sakit gigi” suara Shagun terdengar di ujung sana “Baiklah, saya akn pergi ke klinikku, kalian berdua juga kesana saja” ujar Ishita kemudian sesudah menutup telfonny, Ishita mengabarkan pada ibuny kalau Ruhi sedang sakit gigi, jadi diriny harus segera pergi ke klinikny.

Pada saat yang bersamaan, Shagun membawa Ruhi ke klinik Ishita, sesampainy disana, Ruhi sangat senang bertemu dengan Ishita, sementara Shagun merasa cemas “Sepertiny tadi pagi, Ruhi baik baik saja tapi entah kenapa tiba tiba dia mulai menangis” ujar Shagun cemas, Ishita segera mengecek kondisi gigi Ruhi, Ruhi memberikan kode ke Ishita kalau dia sedang bersandiwara, Ishita tertegun, Ruhi langsung tertawa, tepat pada saat itu Shagun sedang menerima telfon dan meninggalkan mereka berdua “Tante Ishita, gigiku nggak sakit, saya cuma kangen sama tante” Ishita pura pura marah “Ruhi kamu sudah berbohong rupany”, “saya minta maaf, tante” Ishita segera menggelitik perut Ruhi, Ruhi tertawa tawa senang,

Sementara itu Shagun mendapat telfon dari pelayanny kalau Ashok sedang bersiap siap dan hendak pergi ke London, Shagun heran, kenapa Ashok berbuat seperti itu “Apakah ada seseorang dalam kehidupan Ashok ? Apa alasanny dia meminta saya utk membawa Ruhi ke rumah sehingga saya bisa sibuk denganny” Shagun mulai bertany tany, Shagun segera menghampiri Ishita “Ishita, saya harus pergi sekarang, ada hal yang penting yang harus saya lakukan, apakah aku bisa menitipkan Ruhi padamu ?” Ishita mengangguk mengiyakn, Ruhi sangat senang, tak lama kemudian Shagun berlalu dari sana, Ruhi dan Ishita sangat senang bisa bersama sama, lagu Dil se dil ka rishta jo hai mulai terdengar

Baca cerita sebelumnya Sinopsis Mohabbatein episode 29 dan episode selanjutnya yang tayang 31 agustus 2016 Mohabbatein episode 31

Subscribe to receive free email updates: