Sinopsis Mohabbatein Episode 31 (ANTV) ,31 Agustus 2016

Drama serial "Mohabbatein" merupakan film India yang di tayangakan oleh ANTV. Film ini merupakan salah satu dari banyak film India yang telah ANTV tayangkan .Mohabbatein tayang di Indonesia untuk kedua kalinya pada 1 agustus 2016 yang dulu pernah juga ditayangkan oleh RCTI dengan judul RUHI TERSAYANG pada tahun 2015 akhirdan sekarang telah banyak mendapat kan penggemar seperti film Uttaran .Film Mohabbatein adalah film romantis yang mengisahkan percintaan pria dudu dan perempuan cantik yang merupakan seorang dokter .

Sinopsis Mohabbatein Episode 31, rabu 31 Agustus 2016

Sinopsis "Mohabbatein" (ANTV) Episode 31 Tayang rabu 31 Agustus 2016 dimulai dari ,Di apartemen, Mihika mencari cari Rumi, Rumi menemuiny dan menypany, Mihika segera memberikan prasad Pongal “Terima kasih, kamu mengingatkan saya dengan temanku” kemudian Rumi memaknny namun tiba tiba merasa Rumi merasa kepanasan “saya kan telah bilang tadi kalau prasad ini agak panas” ujar Mihika, dari kejauhan Mihir melihat Mihika sedang meniup niup wajah Rumi, Rumi juga tahu kalau Mihir sedang memperhatikan mereka, Rumi segera mengundang Mihika untuk ikut merayakn Lohri di rumahny, Mihika menolak dengan sopan kemudian berlalu meninggalkan Rumi,

Sementara itu di rumah nyony Bhalla, nyony Bhalla sangat senang karena Raman akn datang kerumah mereka dan merayakn Lohri bersama sama “saya akn menunjukkan pada mereka Lohri yang sebenar benarny” nyony Bhalla sangat bersemangat dan menceritakn pada semua orang untuk mendekorasi rumah mereka seindah mungkin, melihat tingkah nyony Bhalla yang seperti itu membuat Mihir sedikit menyesal, sedangkan tuan Bhalla malah senang melihat istriny merasa senang “Sebentar lagi Raman akn pulang ke rumah, kita akn membuat perayaan Lohri yang special hari ini”

Di rumah Ishita, Amma masih ngobrol dengan Vandu “Kamu tahu, Vandu , keluarga Bhalla mulai berulah lagi, nyony Bhalla menyuap semua orang agar suaminy menang di pemilihan” Vandu hany tersenyum mendengarkan ucapan Amma, tak lama kemudian Appa menemui mereka dan berkata “Biarkan mereka melakukan apa yang mereka inginkan, ini adalah festival mereka” ujar Appa “Ini juga perayaan kita, kita juga akn menunjukkan pada mereka” kemudian Amma meminta Appa dan Bala untuk pergi ke pasar, sementara Mihika merasa senang akhirny Appa bisa menang dalam pemilihan tersebut

Di tempat Shagun, Shagun bertany pada Ashok tentang kepergianny ke London “Tenang, tenang, Shagun” bujuk Ashok “Kalau begitu saya ikut dengan kamu seperti biasany” pinta Shagun “Lalu bagaimana dengan Ruhi ?”, “saya telah menitipkanny di Ishita” Ashok nampak tidak suka dengan perbuatan Shagun “Kamu gila !”, “Kita akn kembali sebelum keputusan sidang nanti, pokokny saya ikut dengan kamu ! Titik !” ujar Shagun lantang “Apakah kamu takut kalau saya akn meninggalkan kamu seperti ketika kamu meninggalkan Raman ? Kamu tidak bisa ikut denganku kali ini” ujar Ashok “saya membawa Ruhi ke rumah ini karena saran kamu, jadi saya akn bersama kamu dalam keadaan apapun !” bentak Shagun

Di klinik Ishita, Ishita dan Ruhi sedang menggambar sambil menunggu Shagun “Tante Ishita, bawa saya ke rumahmu saja”, “Itu ide yang bagus, Ruhi ! Kalau begitu tante minta ijin sama mamamu dulu ya” namun ternyta Shagun tidak menerima telfon Ishita ketika Ishita menelfonny “Mamamu tidak menjawab telfonny, Ruhi” saat itu Shagun masih terus berdebat dengan pacarny, Ashok “Shagun, dengarkan saya, saya tidak ingin kalah dalam kasus ini, kelakuanmu yang sangat kekanak kanakkan sekali ini bisa membuat saya kalah” ujar Ashoka, kembali ke tempat Ishita, akhirny Ishita memutuskan membawa Ruhi ke rumahny “Keluarga Ruhi pasti sangat merindukan Ruhi, baiklah saya akn membawa Ruhi ke rumahny” bathin Ishita dalam hati “Ruhi, kita akn pergi ke rumah kakek dan nenek kamu, tante akn mengantar kamu kesana, ayooo !” Ruhi sangat senang mendengarny

Di rumah tuan Bhalla, semua orang sedang merayakn Lohri, Simmi menypa semua orang yang datang “Klien penting Raman yang datang dari London akn datang ke rumah kita” ujar nyony Bhalla senang, tak lama kemudian Raman datang kesana dan meminta Mihir untuk memperhatikan semuany “Lalu bagaimana dengan Ruhi dan Ishita ?” tany Mihir cemas “Kita harus meminta maaf pada tuan Tandon tapi tetap mencoba mencari mereka, tuan Tandon ini sangat penting, Mihir ! Temukan Ishita secepat mungkin” pinta Raman, tepat pada saat itu Rumi sedang menunggu Mihika yang saat itu sedang tertawa tawa dengan teman temanny, sementara itu tuan dan nyony Bhalla mulai menylakn lilin untuk Lohri dan memulai pemujaan, semua orang bergabung untuk ikut melakukan pemujaan, setelah selesai melakukan pemujaan, semua orang pun menari

Di rumah Ishita, Amma meminta pada semua orang untuk cepat cepat melakukan pekerjaanny, sementara Appa mengajak Amma untuk turun ke bawah karena tuan Bhalla mengundang mereka “saya juga akn pergi kesana” ujar Mihika, kemudian berlalu dari sana, semua orang menari mengitari api, tepat pada saat itu keluarga Tandon datang ke tempat mereka, Mihir segera menerima mereka, Raman juga memeluk Rajeev dan mengenalkan keluargany satu per satu pada keluarga Tandon, semua orang merasa senang “Happy Lohri” ujar Shweta “Anak anak pasti akn senang sekali hari ini” ujar Shweta lagi, Mihir sangat berharap mereka tidak bertany tentang Ishita dan Ruhi, saat itu nyony Bhalla sangat merindukan Ruhi “saya baik baik saja, paling tidak Raman ada disini bersama kita” ujar nyony Bhalla,

Tepat pada saat itu dari kejauhan Ishita dan Ruhi datang ke tempat tersebut, Ruhi sangat senang melihat Lohri “Ayoo, cepat Ruhi kita kesana” ujar Ishita, Raman menyuruh Mihir untuk mengajak keluarga Tandon bersamany, tepat pada saat itu nyony Bhalla yang merasa senang dengan keberadaan Raman, melihat Ruhi dari kejauhan dan merasa takjub “Cucuku Ruhi ??” nyony Bhalla segera berlari dan memeluk Ruhi, Ishita sendiri sangat terkejut ketika melihat Shweta dan Rajeev ternyta ada disana juga “Ishita, ayooo pergilah ke Raman !” ujar Shweta “Oooh tidak saya harus bermain sandiwara lagi” bathin Ishita dalam hati, sementara Raman merasa lega begitu melihat kehadiran Ishita, Appa dan Mihika yang juga datang ke perayaan Lohri itu melihat kebersamaan Raman dan Ishita

Rumi segera menujukkan Mihika pada teman temanny, Rumi melihat Mihika bersama Mihir, Mihir menghentikan langkah Mihika, Mihika merasa terganggu dan melihat ada Shweta yang juga ada disana “Apa yang dia lakukan disini ? Itu artiny Ishita harus bersandiwara lagi ? Ini benar benar memalukan !” ujar Mihika kesal “saya mohon, Mihika , jangan lakukan atau katakn apapun, itu akn jadi sebuah masalah” pinta Mihir “saya tidak peduli !”, “Asal kamu tahu saja, kami tidak memaksa Ishita untuk melakukan hal ini, dia itu gadis yang bijaksana” ujar Mihir, sementara itu di tempat Raman, Raman meminta maaf pada Ishita dan berterima kasih karena akhirny Ishita datang ke perayaan Lohri ini “saya tidak akn berpura pura lagi, Raman !” bisik Ishita “Proyek ini sangat penting untukku” ujar Raman dengan wajah memelas “Ini bukan masalah sepele, saya tidak bisa berbohong selamany”, “Ini hany formalitas belaka” ujar Raman lagi “saya membawa Ruhi kemari untuk membuatny bertemu dengan nenekny” ujar Ishita, tepat pada saat itu Ruhi menghampiri mereka agar merayakn Lohri bersama sama dengan diriny, Raman dan Ishita hany berpandang pandangan

Pada saat yang bersamaan boneka boneka mulai di mainkan, tuan Singh mulai menynyikan lagu Lohri dan semua orang juga ikut menynyi bersama sama dengan diriny sambil menari, keluarga Tandon sangat menikmati perayaan Lohri ini, nyony Bhalla dan Simmi merasa heran ketika melihat kebersamaan Ruhi bersama Raman dan Ishita, begitu pula Appa dan tuan Bhalla yang juga melihat kebersamaan mereka, mereka semua terkejut, Simmi segera memberi saran pada ibuny “Ishita itu sangat pintar, ibu , kita harus menghentikanny untuk bertemu dengan Ruhi, lihat kan bagaimana dia berhubungan dengan klienny Raman, seolah olah kalau dia itu istriny Raman” ujar Simmi “Tolong hentikan” ujar Mihir “Hari ini kami sangat membutuhkan Ishita” Simmi dan nyony Bhalla nampak tertegun,

Tak lama kemudian Amma juga turun ke bawah sambil membawa laddu yang dia bagikan pada semua orang karena Amma ingin Appa menang dalam pemilihan nanti, Amma meminta semua orang untuk mendukung dan memberikan suarany untuk Appa “Apa yang Amma lakukan ? Ini sungguh sangat memalukan” bathin Vandu yang melihat ulah Amma dari jauh “Ibu, saya ingin melihat api unggun !”ujar Shravan, Vandu segera membawany ke sana dan melihat kebersamaan Ishita dan Raman “Ishita dan Raman ini memang sangat cocok satu sama lain” puji Shweta “Iyaa, betul , anak mereka juga sangat lucu” ujar Rajeev, Vandu yang mendengarny merasa tidak terima, Vandu segera menceritakn hal ini pada Amma, Amma sangat marah “Ini adalah permainan terbaru keluarga Bhalla !” ujar Amma, saat itu Simmi mendengar pembicaraan mereka dan berfikir untuk mengakhiri tindakn ini

Baca cerita sebelumnya Sinopsis Mohabbatein episode 30 dan episode selanjutnya yang tayang 1 september 2016 Mohabbatein episode 32

Subscribe to receive free email updates: