Sinopsis Mohabbatein Episode 32 (ANTV) ,1 September 2016

Drama serial "Mohabbatein" merupakan film India yang di tayangakan oleh ANTV. Film ini merupakan salah satu dari banyak film India yang telah ANTV tayangkan .Mohabbatein tayang di Indonesia untuk kedua kalinya pada 1 agustus 2016 yang dulu pernah juga ditayangkan oleh RCTI dengan judul RUHI TERSAYANG pada tahun 2015 akhirdan sekarang telah banyak mendapat kan penggemar seperti film Uttaran .Film Mohabbatein adalah film romantis yang mengisahkan percintaan pria dudu dan perempuan cantik yang merupakan seorang dokter .

Sinopsis Mohabbatein Episode 32, kamis 1 September 2016

Sinopsis "Mohabbatein" (ANTV) Episode 32 Tayang Kamis 1 September 2016 dimulai dari ,Simmi segera menghampiri nyony Bhalla dan menceritakn padany tentang semuany, nyony Bhalla langsung mendatangi Amma dan meminta Amma untuk tidak pergi dan menceritakn kebenaran tentang Raman dan Ishita pada klien Raman tersebut “Dulu mungkin Ishita sering menykiti Raman tapi sekarang dia sangat membantu Raman, klien itu sangat penting untuk Raman, mereka mengira kalau Raman dan Ishita adalah suami istri, jadi saya mohon ,,, diamlah, ini akn menjadi sebuah kebaikan terbesar” Amma sangat terkejut begitu mendengar ucapan nyony Bhalla, lebih lanjut nyony Bhalla meminta dengan amat sangat agar Amma diam saja untuk sementara waktu, akhirny Amma menyetujuiny, nyony Bhalla sangat senang dan berterima kasih pada Dewa, dia juga mengucapkan terima kasih pada Amma, kemudian pergi meninggalkan Amma.

Sepeninggal nyony Bhalla, Amma berkata pada diriny sendiri “saya menyetujuiny karena rasa keibuanku, kemana mereka selama ini ketika mereka merusak pertunangan Ishita ? saya tidak akn membiarkan Ishita menjadi bagian dari kebohongan ini, tidak akn pernah !” ujar Amma, sementara itu ketika sampai di tempat Simmi, nyony Bhalla langsung berkata pada Simmi untuk tidak perlu khawatir karena semuany baik baik saja, Simmi sangat berterima kasih pada Dewa, nyony Bhalla kemudian pergi ke gudang

Appa dan tuan Bhalla sangat senang melihat kebersamaan Ishita dan Raman juga Ruhi, Appa tersenyum melihat mereka, saat itu Mihika bertemu dengan Rumi, Rumi menypa sambil mengucapkan Happy Lohri, Mihika memberikan manisan pada Rumi dan mengucapkan Happy Lohri juga, Rumi mengajak Mihika untuk mena bersama, akhirny Mihika menari bersama Rumi, dari kejauhan Mihir melihat kebersamaan mereka dengan perasaan kecewa, sementara itu keluarga Tandon tertawa senang “Kalian berdua memang benar benar pasangan yang sempurna” ujar Shweta, Raman meminta Mihir untuk mencari tahu tentang jadwal penerbangan “Raman, tenang saja ada banyk jadwal penerbangan” ujar Mihir “Kalau begitu kita harus pergi sekarang” Raman sangat senang begitu mendengar ucapan tuan Rajeev “Kami harus segera check out dari hotel dan mengemasi barang barang kami, jadi kami harus pergi sekarang” ujar tuan Rajeev,

Saat itu nyony Bhalla sedang berada di dalam gudang mencari bunga, sementara Amma mengunci pintu gudang tersebut dari luar, dari kejauhan Mihir melihat Amma sedang berada di luar gudang dan merasa heran dengan apa yang dilakukan oleh Amma disana “Sekarang coba hentikan saya ! saya akn pergi dan memainkan permainan mereka” ujar Amma, pada saat yang bersamaan dari dalam nyony Bhalla mengedor gedor pintu gudang sambil berteriak “Apakah ada orang di luar ? Siapapun yang ada di luar, tolong bukalah pintuny !” teriak nyony Bhalla lantang namun tetap tidak ada yang mendengar

Mihir juga meninggalkan tempat itu karena dia harus mengantar tuan Rajeev, saat itu Amma mendekati keramaian tersebut, Vandu segera membisiki ibuny “Ibu, saya mohon jangan lakukan apapun” Amma tertegun, tiba tiba Amma berkata “Ishita itu terlalu lugu” kemudian Amma pergi setelah Raman dan Ishita meninggalkan tempat itu, sementara itu tidak ada seorangpun yang mendengarkan suara nyony Bhalla, nyony Bhalla berusaha terus menggedor gedor pintu gudang, pada saat yang bersamaan tuan Bhalla sedang ngobrol dengan Appa “Appa, saya sangat khawatir pada istriku karena dia sedang tidak sehat” saat itu keluarga tuan Tandon meninggalkan tempat tersebut, Appa segera mencegah Amma “Amma, saya mohon cukup, tolong jangan lakukan” pinta tuan Bhalla,

Pada saat itu Raman dan Ishita mengantar keluarga Tandon ke mobil mereka, sedangkan nyony Bhalla jatuh pingsan, Raman sangat berterima kasih pada Ishita atas bantuanny yang mau berpura pura menjadi istriny “saya melakukan semua ini untuk Ruhi, bukan untuk kamu tapi kamu yang membuat saya melakukan sandiwara ini, saya harus membawa Ruhi dan pergi sekarang juga” tepat pada saat itu ketika Ishita hendak pergi Amma menghampiri mereka sambil berteriak pada Raman, Vandu berusaha untuk mencegah Amma namun Amma terus berteriak, tidak peduli orang orang di sekitarny melihat kearah mereka “Raman ! Berani beraniny kamu melibatkan anakku dalam kehidupanmu, saya akn menunjukkan siapa kamu sesungguhny pada semua orang, kalau kamu melakukan semua ini hany untuk sebuah sandiwara belaka untuk sebuah kontrak yang kamu buat dengan klien kamu ! Kamu menggunakn anakku” Ishita terkejut begitu mendengar ucapan ibuny

“Ibu, ibu dengarkan saya, apa yang ibu lakukan ini ?” Amma tertegun dengan sikap Ishita “Raman Kumar ! Kamu pikir kamu bisa membeli kami ? Kalian semua telah mengirimkan kami ke penjara, lalu mengambil keuntungan dari keluguan Ishita, membebani Ishita dengan penculikan Ruhi, merusak pernikahanny dan sekarang kamu menggunakn anakku untuk kepentinganmu sendiri dengan klien itu, menyuruhny berpura pura menjadi istrimu ! Hebat sekali kamu !” cerocos Amma lantang, Simmi tidak terima dengan ucapan Amma “Amma, kamu ini sinting atau bagaimana, untung saja keluarga Tandon sudah pergi” ujar Simmi kesal “Sudah, sudah cukup, Amma kamu telah bicara cukup banyk, tapi asal kamu tahu saja, saya tidak pernah memaksa Ishita, kamu bisa menanykan sendiri pada anakmu, saya hany memintany dan dia setuju” sela Raman

“Nah itu masalahny ! Ishita itu terlalu baik sama semua orang, dia itu selalu suka menolong orang lain” timpal Amma kesal “Lihat kan ,,,, ?” sela Raman lagi “Ibu, semua orang memperhatikan kita, ini tidak baik, ibu” ujar Ishita yang tidak enak mereka jadi bahan tontonan semua orang “Ayoo, Amma kita pulang kerumah” sela Appa, orang orang mulai bergunjing soal ini, Appa meminta maaf pada semua orang karena telah merusak acara festivalny, Appa langsung menyeret Amma pulang “Apa yang Amma lihat sama kamu, Ishita ? Kamu ini bukan anak kecil lagi, saya yakin kamu melakukan ini semua setelah memikirkanny, kita nanti akn ngobrol” ujar Vandu sambil berlalu dari sana

Sesampainy dirumah, Appa segera menegur perbuatan Amma “Amma, apakah kamu tidak percaya dengan anakmu sendiri, apakah kamu pikir Ishita akn mengambil keputusan yang salah ?” tegur Appa, sementara itu dibawah Ruhi yang tidak mengerti dengan keadaan yang terjadi, bertany pada Ishita “Tante Ishita, kenapa semua orang saling bertengkar ?” Ishita mencoba menenangkanny, tuan Bhalla yang melihat Ruhi dan Ishita, segera menghampiri mereka, Ishita meminta maaf atas apa yang telah dilakukan oleh ibuny, tuan Bhalla tidak mempersoalkan hal itu, tuan Bhalla malah sangat berterima kasih karena Ishita membawa Ruhi ke rumah mereka “Apakah saya harus mengantarny ke rumahny ?” tuan Bhalla tidak menjawab, hany memeluk cucu kesayanganny itu dan menangis

“Ishita, kamu selalu menjaga Ruhi dengan baik, saya minta maaf” ujar tuan Bhalla “saya tidak merasa kasihan pada diriku sendiri, saya malah merasa kasihan pada Ruhi, di usiany yang masih belia seperti saat ini, dia selalu merasa ketakutan, mereka akn mengirimny ke asrama” tuan Bhalla terkejut mendengar ucapan Ishita “Kamu selalu ingin yang terbaik kan untuk Ruhi ? Nenekny juga sangat merindukanny, jika kamu bisa menunggu, dia pasti ingin bertemu dengan Ruhi juga” pinta tuan Bhalla “Baiklah, kami akn menunggu, pergilah dan bawa nyony Bhalla kemari” tuan Bhalla sangat senang dan segera berlalu mencari istriny

Tuan Bhalla memanggil Simmi dan Rinki dan bertany pada mereka tentang nyony Bhalla dan meminta mereka untuk mengajakny turun ke bawah, Simmi segera mencari dimana ibuny itu, semua orang juga mulai mencari nyony Bhalla, tuan Bhalla merasa gelisah ketika nyony Bhalla tidak juga di temukan “Tante Ishita, dimana papa ?”, saat itu Simmi memberitahu Raman kalau ibu mereka menghilang “Raman, ibu nggak ada, tapi katany dia mau pergi ke gudang untuk mengambil bunga tapi lalu menghilang begitu saja” semua orang saling berpandang pandangan dan secara bersamaan mengatakn “Gudang !” saat itu penjaga gudang sedang membuka pintu gudang yang terkunci dan menemukan nyony Bhalla disana, penjaga segera memanggil keluarga Bhalla,

Sementara itu Amma dan Iyers yang berada dirumah, mendengar ada keributan diluar Rupany nyony Bhalla sudah dibawa ke luar, Ishita dan Ruhi juga melihat nyony Bhalla “Tante Ishita, nenek kenapa ?” keluarga Bhalla kaget, Ishita segera merawat nyony Bhalla dan berkata “Denyut nadiny sangat lemah”, “Dia tadi kami temukan di gudang dan gudang itu dikunci dari luar” ujar penjaga “Siapa yang telah mengunciny dari luar ?” teriak Simmi kesal, Raman juga benar benar terkejut.

Baca cerita sebelumnya Sinopsis Mohabbatein episode 31 dan episode selanjutnya yang tayang 2 september 2016 Mohabbatein episode 33

Subscribe to receive free email updates: