Sinopsis Mohabbatein Episode 33 (ANTV) ,2 September 2016

Drama serial "Mohabbatein" merupakan film India yang di tayangakan oleh ANTV. Film ini merupakan salah satu dari banyak film India yang telah ANTV tayangkan .Mohabbatein tayang di Indonesia untuk kedua kalinya pada 1 agustus 2016 yang dulu pernah juga ditayangkan oleh RCTI dengan judul RUHI TERSAYANG pada tahun 2015 akhirdan sekarang telah banyak mendapat kan penggemar seperti film Uttaran .Film Mohabbatein adalah film romantis yang mengisahkan percintaan pria dudu dan perempuan cantik yang merupakan seorang dokter .

Sinopsis Mohabbatein Episode 33, jumat 2 September 2016

Sinopsis "Mohabbatein" (ANTV) Episode 33 Tayang Jumat 2 September 2016 dimulai dari ,Masih di halaman apartemen mereka, semua orang mulai berfikir siapa yang telah mengunci nyony Bhalla di gudang, dari atas Amma mendengar ada keributan dan bertany pada Vandu “Vandu, apa yang terjadi, ayoo kita lihat kesana”, “Amma tenang saja” bujuk Vandu “Apakah mereka melakukan sesuatu ke Ishita ? Ayooo kita kesana dan mengecekny” Amma langsung turun ke bawah, sementara itu di bawah Simmi bertany ke penjaga yang menemukan nyony Bhalla “Siapa yang telah mengunci ibuku di dalam gudang, pak ?” para penjaga hany menggelengkan kepalany “Kami tidak tahu, nyony ,,, saat itu kami sedang berjaga di pintu” Raman sangat marah begitu mengetahui dari Mihir kalau diriny melihat Amma ada di dekat gudang saat itu,

Ishita sangat terkejut mendengarny, tepat pada saat itu Amma mendekat kearah kerumunan tersebut dan melihat nyony Bhalla sedang terbaring lemas, Raman segera bertany pada Amma “Amma, katakn pada kami, apakah begini carany membalas dendam ? Ibuku bisa saja meninggal karena kamu telah mengunciny di dalam gudang !” Amma hany terdiam dan kelihatan menyesal dengan apa yang telah di perbuatny, Ishita langsung maju dan mendukung Amma “Apa buktiny ?”, “saya melihatny dengan mata kepalaku sendiri, saya memang tidak tahu apa yang dilakukanny namun Amma saat itu ada didepan gudang” sela Mihir, Amma hendak mengatakn sesuatu namun Ishita segera mencegahny “Jangan katakn apa apa, Amma” pinta Ishita “Jangan lindungi dia, Ishita ! Biarkan dia bicara !” Ishita langsung berdebat dengan Raman “Mana buktiny !”,

“Mihir ini bohong karena dia ingin menunjukkan padaku dan keluargaku agar kami terpuruk !” ujar Mihika yang juga ikut mendukung kakakny, mereka langsung berdebat satu sama lain, semua orang memperhatikan mereka, sementara Amma semakin gelisah, sedangkan Rummi sangat senang melihat mereka bertengkar “saya yakin dengan pasti kalau itu adalah Amma” sela Mihir “Ya, mungkin Mihir benar” Rummi mencoba menjelaskan sesuatu sambil berupaya menyelamatkan Amma, Mihika sangat senang ketika Rummi mendukungny namun Simmi langsung menegur Rummi karena mendukung Amma “Ibuku telah hilang sejak dia pergi dan meminta Amma agar tidak berbuat sesuatu, namun kemudian Amma malah mengunciny di dalam gudang dan kalian semua sungguh sangat menyebalkan ! Semua orang yang ada disini terlibat !” bentak Simmi,

Ishita kemudian menyebut Raman sebagai seorang pembohong karena telah menggunakn diriny sebagai istriny untuk tujuan bisnisny semata, perdebatan mereka beralih ke perbedaan pendapat yang saling membenci “Mihir, kamu telah meninggalkan saya hany untuk orang seperti ini ?” ujar Mihika mengejek Mihir, Raman saling bersitegang dengan Ishita, tuan Bhalla segera menghampiri mereka dan menghentikan perdebatan mereka “telahlah, kalian berhenti bertengkar, lebih baik pulang cepat pulang dan lihat keadaan ibu kalian ! Bentak tuan Bhalla lantang “Jika sampai terjadi sesuatu pada ibuku, saya akn menciptakn  malapetaka  yang lebih besar !’ ujar Raman kemudian berlalu dari sana sambil melirik ke arah Ishita,

Amma menangis dan berkata pada Rummi “Rummi, memang sayalah yang mengunci nyony Bhalla di dalam gudang” Rummi kaget mendengarny “Tidak apa apa, bibi ,,, bibi tenang saja” ujar Rummi “saya sangat marah dan membalas dendam”, “Jangan khawatir, ibuku baik baik saja, jika ada seseorang yang tahu tentang hal ini, maka mereka tidak akn membiarkan kamu, Amma” kemudian Rummi menyuruh Mihika untuk membawa Amma masuk ke dalam rumah,

Sementara itu di rumah nyony Bhalla, nyony Bhalla mulai siuman dan keluar menemui keluargany di ruang tamu “Ibu, apakah ibu baik baik saja ? Ayooo ibu lebih baik masuk ke dalam kamar saja, namun tiba tiba dari arah pintu depan, Ruhi berlari dan memeluk nenekny, Ishita juga ada disana menemani Ruhi, nyony Bhalla menangis melihat Ruhi, sementara Raman masih marah pada Ishita “Ruhi, kita harus pergi sekarang, ucapkan selamat tinggal pada semua orang” sambil menangis Ruhi meninggalkan keluarga ayahny bersama Ishita, nyony Bhalla terus menangis melihat kepergian Ruhi

Di rumah Shagun, Ishita menjelaskan semuany ke Shagun, Shagun tersenyum dan berkata “Baiklah, Ishita ,,, ketegangan ini akn segera berakhir, keputusan hakim tentang sidang hak asuh Ruhi akn segera di umumkan dalam beberapa hari maka semua ini akn segera berakhir, bagaimana Ruhi akn beradaptasi denganku kalau dia sering sekali mengunjungi mereka ?", “saya harus pergi sekarang” ujar Ishita, belum juga Ishita pergi keluar dari rumah Shagun yang mewah, pelayan Shagun mencegah Ishita “Nona Ishita, Ruhi ingin bertemu denganmu”, “Temuilah dia sekali lagi, Ishita ,,, kalau tidak dia tidak akn bisa tidur” pinta Shagun, Ishita menyetujui permintaan Shagun “saya harus memastikan ke Ishita kalau Ruhi sangat penting bagiku” bathin Shagun dalam hati,

Sementara itu di rumah nyony Bhalla, Simmi menceritakn pada nyony Bhalla apa yang Amma lakukan pada nyony Bhalla, tuan Bhalla segera menghentikan ucapan Simmi “Simmi, hentikan ! Dan pergilah, bawa alat pengecek tekanan darah” Simmi akhirny keluar dari kamar nyony Bhalla, sementara tuan Bhalla mengambi selimut dari dalam lemari dan merawat istriny dengan penuh kasih sayang dan mengatakn padany kalau semua orang sangat menikmati perayaan hari ini sambil menyelimuti tubuh istriny, namun nyony Bhalla masih sangat merindukan Ruhi “telah jangan mengkhawatirkan Ruhi, lebih baik kamu istirahat saja” pinta tuan Bhalla

Di rumah Shagun, Ishita menemani Ruhi di kamarny sambil menceritakn beberapa dongeng untuk Ruhi dan menghabiskan waktuny bersama Ruhi “Tante Ishita, tadi saya tidak mengucapkan selamat tinggal ke papa, apakah dia akn merasa kecewa dan marah padaku ?” Ishita segera memelukny dan berkata “Papamu sangat mencintai kamu, dia tidak akn terganggu dengan hal semacam itu” ujar Ishita, sementara itu di tempat Raman, Raman sedang berfikir kalau mereka tidak mempunyi maknan “Mihir, menginaplah di rumahku saja karena hari telah sangat malam” ujar Raman sambil teringat akn Ruhi, Raman merindukan Ruhi, nyony Bhalla meminta Rummi pergi dan memberikan prasad untuk Ruhi

“Biar saya saja yang memberikanny” sela Raman “Apakah kamu benar benar mau kesana ?” tany nyony Bhalla heran “Iyaa, anakku ada disana” nyony Bhalla tersenyum “Katakn padany kalau kamu mencintainy dan nenekny mengirimkan ini untukny dengan penuh cinta” Raman mengangguk menuruti permintaan ibuny dan berlalu dari sana “Raman memang sangat mencintai Ruhi, dia menyembunyikan cintany dengan penderitaan yang mendalam didalam hatiny” ujar nyony Bhalla begitu melihat anakny pergi “Keputusan sidang mengenai Ruhi akn di umumkan besok, hati kecilku mengatakn kalau kita akn segera bertemu denganny” sela tuan Bhalla

Di rumah Shagun, Ishita meminta Ruhi untuk tidur, Shagun dan Ashok menemui Ruhi dengan sebuah boneka yang baru “Kami juga membelikan sebuah gaun untukmu, Ruhi” ujar Ashoka “Waah, sesuai warna kesukaan Ruhi, pink !” sela Ishita “Terimakasih, Ishita ,,, kamu memang tidak pernah salah” Ashok memuji Ishita “Ishita, ini hadiah untuk kamu, terima kasih karena kamu telah mendukung kami, kami melihat senyum di wajah Ruhi, itu semua karena kamu” Shagun memberikan sebuah hadiah untuk Ishita “namun saya tidak bisa menerima ini” Ishita menggelengkan kepalany “Kamu harus menerimany dan datanglah besok di sidang untuk mendengar keputusan hakim” Ishita tertegun mendengar ucapan Shagun “Apa yang akn saya lakukan disana ?” Shagun memintany dengan amat sangat “Untuk kepentingan Ruhi tentu saja”, “saya minta maaf, saya tidak bisa membantu kamu dalam hal ini, saya harus pergi sekarang ,,, Ruhi, tante harus pulang sekarang, selamat malam ya” Ruhi mengangguk dan berkata “Ucapkan selamat malam untuk papaku karena saya lupa mengataknny” Ishita tersenyum dan berkata “Baiklah” ujar Ishita

Dirumah Amma, Amma menangis sambil memikirkan apa yang telah dilakukanny pada nyony Bhalla, Mihika menghampiriny dan bertany “Kenapa bibi menangis ?”, “Mihika, bibilah yang mengunci nyony Bhalla di gudang” Mihika kaget “Bibi tidak tahu kalau hal ini bisa terjadi” Mihika mencoba menenangkanny “Bibi ingin menunjukkan pada semua orang apa yang Raman lakukan dan saya telah mengataknny pada Rummi” ujar Amma sambil menangis “saya akn meminta maaf atas nama bibi, ikutlah denganku” ujar Mihika,

Sementara itu Raman telah sampai di rumah Shagun dan memberikan prasad itu ke penjaga rumah yang berjaga di halaman depan rumah Shagun dan memintany untuk memberikanny ke Ruhi “Katakn pada Ruhi kalau nenekny yang mengirimkanny”, “Dia itu anakny tuan Ashok” Raman sangat marah mendengarny, dari kejauhan Ishita melihat Raman, Raman juga melihat Ishita, mereka berdua saling menatap dengan perasaan kesal satu sama lain, kemudian Ishita berjalan di sebelah Raman, Raman mencoba mengejekny namun Ishita tidak mendengar “Apa katamu ?” tany Ishita penasaran “Iya kamu itu ! Kamu dan Shagun berkomplot ! Apakah Ashok tidak bisa mendapatkan seseorang yang lebih baik dari pada kamu ? Memangny berapa hargamu ?” Ishita sangat marah mendengar ejekan Raman.

Baca cerita sebelumnya Sinopsis Mohabbatein episode 32 dan episode selanjutnya yang tayang 3 september 2016 Mohabbatein episode 34

Subscribe to receive free email updates: