Sinopsis Uttaran Episode 379 (Antv) - 14 Agustus 2016

Film "Uttaran" merupakan film yang berasal dari Negara India dengan genre Drama. Film ini disutradarai oleh Ketan Dubey dan diproduseri oleh Pintoo Guha bersama Rupali Guha. Film ini dibintangi oleh artis cantik Rashmi Desai, Tina Dutta, dan Tina Dutta. Film ini akan tayang di Channel AnTv.Serial TV Uttaran ini sementara sudah ditayangkan pada tahun 2008 lalu di Colors Tv India, namun baru kali ini akan ditayangkan di Indonesia. Melihat jadwal tayang nya yang mencapai 1549 episode, bisa ditebak kalau jadwal main 1 episodenya akan begitu lama juga.Dalam film Uttaran ini,anda akan di hibur dengan aksi-aksi yang romantis dan kisah cinta yang romantis.

Sinopsis Uttaran Hari Ini 14 agustus (ANTV) ,uttaran episode  379

Sinopsis Uttaran Hari ini episode  379 -  minggu 14 agustus 2016 (ANTV)

Cerita "Uttaran episode  379"yang tayang hari ini pada tanggal "14 agustus 2016" selengkapnya dimulai dari ,Ekadish dan Gomti sedang bicara dengan seorang pendeta di ruang tamu.
Pendeta : kamu akn menjadi seorang nenek.
Ekadish : Bagaimana bisa? Menantu tertuaku tidak bisa hamil, sementara pernikahan putra bungsuku sudah hancur.
Pendeta : Putra tertuamu yang akn memberi pewaris pertama untukmu.
Ekadish : Itu artiny menantuku bisa hamil? Aku berjanji akn menyumbangkan emas ke kuil jika itu terjadi.
Rani bangun dari tidurny, ia tidak sengaja menabrak pintu lemari karena masih mengantuk, sebuah papan seluncur terjatuh dari dalam lemari.
Gomti : Apa akn ada masalah nantiny?
Pendeta : Ya. akn ada masalah.
Ekadish : Apa ada jalan keluarny?
Pendeta : Jangan berusaha menyingkirkan masalah itu karena itu hany akn menambah masalah lagi untuk kalian. Yang bisa menyelamatkanny hany jika kamu mau berkompromi atau belajar menerimany dengan baik.
Rani meluncur dengan papan seluncurny dan jatuh kearah Ekadish. Rani bicara dalam hati, "1 lagi wanita tua".

Pendeta : Ini masalah yang baru saja kubicarakn.
Meethi masuk kekamar Rani, ia panik karena Rani tidak ada di kamarny.
Meethi : Kemana perginy dia? Semoga dia blm bertemu dengan ibu.
Meethi turun kebawah mencari Rani.
Ekadish : Siapa kamu? kamu menemukan papan seluncur ini dari dalam lemari lantai atas kan? kamu pencuri? Gomti, telfon kantor polisi.
Rani mulai berlari menghindari Ekadish, Ekadish dan Gomti berusaha menangkapny. Ekadish akhirny menangkap Rani ketika Rani terpeleset.
Rani : Lepaskan aku! Lututku terluka!
Meethi mematikan telfon sebelum Gomti menelfon kantor polisi.
Meethi : Dia bukan pencuri. Aku yang membawany kemari. Dia adalah putriny temanku. Dia akn tinggal disini selama beberapa hari.

Ekadish : iih, lihat cara berpakaianny. Putriny temanmu? Hei bandariya (monyet betina), Kenapa kamu tidak bilang padaku jika menantu yang membawamu kemari? Hah?
Meethi : Ayo Rani, kembali kekamarmu, kamu harus mandi.
Rani mengambil papan seluncur itu dan berjalan menuju kamarny bersama Meethi.
Rani menolak ketika Meethi berusaha mengobati memar dikakiny.
Rani : Aku mendapat luka setiap hari. Ini tidak penting.
Meethi : Beristirahatlah. Berbaring disini sebentar, kamu akn merasa lebih baik. Blh aku tany sesuatu? dimana kamu tinggal?
Rani : Rumahku. .
Rani menghentikan kata2ny karena teringat dengan permintaan Chameli(jangan memberitahu latarbelakng kehidupanny).

Meethi : kenapa setiap kamu bersemangat ingin bicara namun tiba-tiba kamu diam? kenapa begitu? Apa masalahny? Apa kamu tidak ingin menceritakn apapun tentang dirimu dan ibumu? kamu juga sangat ketakutan ketika melihat paman(Akash), kamu memastikan padaku jika tidak ada pria yang akn datang kemari. kenapa? Apa sesuatu telah terjadi padamu? Apakah seseorang dirumahmu memukul atau mengancammu? Ayahmu? Aku berjanji tidak akn mengatakn pada siapapun jika kamu mau menceritaknny padaku.
Rani : Pria itu tidak baik. Para pria di tempat tinggalku sama sekali tidak baik. Mereka memukuli semua wanita. Ibuku dari rumah bordil.
Meethi shock mendengarny.
Malvika berjalan kearah kamar tamu(kamar Rani) karena mendengar suara Meethi.
Malvika : Meethi?

cerita Uttaran Episode 379 (Antv) - 14 Agustus 2016

Meethi terkejut melihat Malvika berdiri didepan pintu. Meethi berfikir, "Apa bibi Malvika mendengarny? Sepertiny tidak".
Malvika : Siapa dia? kenapa kalian berhenti bicara tiba2? Aku belum pernah mendengar suara anak kecil di rumah ini. Anak ini sangat manis. Apa kamu akn bekerja disini mulai hari ini?
Meethi : tidak. Dia adlh putriny temanku. Sekarang dia akn tinggal bersama kita selama beberapa hari.

Malvika : Apa kamu mau bermain denganku nak?
Rani : Aku tidak mau bermain dengan orangtua!
Meethi : Rani baru saja tinggal disini, beri dia waktu. Dia akn segera akrab denganmu.
Malvika mengangguk.
Meethi menutup pintu setelah Malvika prg.
Rani : Berapa orang wanita yang tinggal disini? Apa kalian tinggal bersama seperti para wanita ditempatku?

Mata Meethi berkaca-kaca mengetahui asal usul Rani.
Meethi : Maafkan aku Rani. Rani : jangan menangis. kamu tidak cantik jika menangis.
Meethi : jangan beritahu siapapun semua yang kamu katakn tadi. Berjanjilah padaku.
Rani meminta sesuatu sebagai imbalanny, ia menginginkan majalah penuh dengan foto artis. Meethi berjanji akn memberikanny.
Mukhta dan Vishnu datang ke rumah Bundela untuk menemui Meethi.
Mukhta : Bagaimana keadaan Rani?
Meethi : Dia baik-baik saja.

Mukhta : tidak mudah mengurusny. .
Meethi : Aku sdh tau segalany, aku tau apa yang ingin kamu katakn.
Mukhta : Bibi Ekadish akn membuat drama besar jika dia sampai tau. Entah apa yang akn dikataknny padamu. Di rumah kami tidak masalah karena hany ada kami berdua.
Meethi : Aku tau kamu ingin membicarakn tentang ibuny, dia sudah memberitahu segalany padaku, tentang diriny dan ibuny. Aku akn mengurus Rani. tidak ada yang akn tau tentang segalany. Rani adlh tanggungjawabku skrg. Aku tidak akn membiarkan sesuatu terjadi padany. Aku tidak bisa hamil namun aku bisa memberikan kasih sayang seorang ibu.
Vishnu : Memang benar yang kukatakn. Meethi adalah putriny bu guru Ichcha. Dia bisa menerima Rani dengan mudah.

Mereka bertiga tidak menydari kehadiran Rani diatas tangga.
Meethi : namun Mukhta, dimana ibuny? Dia sangat merindukan ibuny. Kapan dia akn dtg?
Mukhta : Aku tidak tau apa dia akn kembali. Dari awal aku tidak mengerti apa2. Pertama dia menitipkan uangny kepadaku, lalu dia menitipkan putriny. Mungkin dia memberikan uang agar kita tidak terbebani dengan putriny. Aku akn menggunaknny diketika yang tepat. Mungkin dia berusaha memisahkan diriny dari putriny dengan suatu alasan, karena itu dia meninggalkan Rani untuk selama2ny.

Rani shock mendengarny, ia bicara sendiri, "Aku ingin bertemu Chameli, dia tidak boleh meninggalkanku seperti ini!".
Gomti diam-diam juga mendengar pembicaraan Meethi dan Mukhta.
Malvika menelfon Ambika.
Malvika : kamu harus memberikan seorang pewaris untuk keluarga ini. Setelah itu seluruh pintu di rumah ini akn terbuka untukmu. Apa kamu sdh melakukan test?
Ambika : Aku sedang sibuk.

Uttaran Episode 379 (Antv) - 14 Agustus 2016

Malvika bingung mendengar suara tangisan bayi.
Ambika : Ini adlh bayiku. kamu akn menjadi seorang nenek. Aku akn kembali ke rumah Sankrant dengan penuh rasa hormat dan seorang bayi.
Ambika menimang-menimang dan melempar boneka bayi itu.
Ambika : Aku sedang berlatih dengan boneka. jangan cemas, aku akn menjadi seorang ibu dan kamu akn menjadi nenek. Aku sdh menerima laporanku. Aku hamil. Sebelumny aku hany pura-pura hamil, namun kali ini sungguhan.
Rani menangis di kamarny mengenang kata-kata terakhir yang diucapkan Chameli.
Rani : Itu artiny, Chameli sudah tau jika dia akn meninggalkanku disini? Dia tidak akn kembali? Itu tidak boleh terjadi! Dia tidak bisa meninggalkanku! Dia sangat menyyangiku! Aku akn menelfonny dan memintany membawaku dari sini!
Chameli menghampiri seorang penjual teh, ia menutupi wajahny dengan saree.
Chameli : Tolong telfon Naina suruh dia datang kemari.
Penjual teh : Dia pasti akn datang.

Chameli duduk sambil menunggu Naina.
Chameli : Aku tidak bisa menggunakn ponselku, bagaimana jika anak buah Ratna Bai menangkapku?
Ponsel penjual teh itu berdering, ia memberikan teh kepada Chameli dan berjalan menjauhi Chameli untuk mengangkat ponsel. Penjual teh itu memberi info jika Chameli ada ditempatny.
Anak buah Ratna datang untuk menangkap Chameli.
Penjual teh : Maafkan aku, aku harus bekerja disini, aku tidak bisa terlibat dalam masalah.
Chameli menyiram wajah salah seorang anak buah Ratna dengan teh panas, ia melarikan diri.
Meethi menunggu Rani di meja makn, ia sedih memikirkan nasib Rani.
Meethi : Aku tidak boleh membuatny kehilangan sosok ibuny. Aku akn menyyanginy. Aku tau bagaimana rasany dibesarkan tanpa kasih sayang seorang ibu.
Meethi menghapus airmatany.
Meethi : Aku akn membuatny bahagia. Aku akn menjadi ibuny. Kenapa dia belum turun? Dia pasti sedang bermain di kamarny.

Meethi masuk kedalam kamar Rani.
Meethi : Rani, ayo turun kebawah untuk sarapan!
Meethi tidak melihat Rani di kamarny, ia memeriksa kamar mandi, namun Rani juga tidak ada disana. Rani sedang berlari ditengah hutan menggendong bonekany.
Meethi menelfon Akash memberitahu tentang hilangny Rani, Meethi meminta Akash segera menyusulny. Rani tiba di sebuah pasar, ia melihat kuil kecil dan berdo'a pada dewi.
Rani : Dewi, tolong pertemukan aku dengan Chameli sekali saja. Aku akn memberimu prashad 5 ruppee sebagai imbalanny. Janji!
Meethi tiba di pasar yang sama, ia mulai mencari Rani sambil menunggu Akash menyusulny.
Rani memutuskan untuk menelfon Chameli. Akash sudah menyusul Meethi, mereka berpencar mencari Rani. Chameli yang sedang berlari dikejar anak buah Ratna tidak sengaja menabrak Meethi. Chameli bersembunyi dari anak buah Ratna, ia berdiri tidak jauh dari telfon umum tempat Rani berada, mereka tidak melihat satu sama lain.
Rani menelfon ponsel Chameli 2 kali namun tidak tersambung. Rani akhirny menelfon Kajal, wanita yang bekerja ditempat yang sama dengan Chameli. Chameli juga menelfon temanny yang bernama Naina.
Terjadi dialog yang terdengar seolah Rani dan Chameli sedang bicara berdua, padahal Rani sedang menelfon Kajal dan Chameli sedang menelfon Naina.
Rani : Kenapa ponselmu mati? Aku juga akn berhenti bernafas jika ponselmu mati!
Chameli : Jangan bicara seperti itu.
Rani : Aku sangat merindukanmu, bawa aku dari sini.
Chameli : Aku tau itu, aku tau Rani ku akn merindukanku namun Rani adalah putriku yang mau mendengarkanku.

Rani : Tidak! Bawa aku dari sini. Sekarang!
Chameli : Aku tidak bisa melakukanny.
Rani : Kak Kajal, bawa aku dari sini atau aku akn melarikan diri.
Chameli : Naina, bicaralah pada Kajal. Jika dia bicara pada Rani, dia pasti bisa menjelaskanny. Aku tidak bisa bicara denganny. Para penjahat sedang mengejarku.
Naina : Ya ya.
Naina mematikan ponselny dan bicara pada Kajal.
Naina : Hei Kajal, Chameli barusan menelfonku.
Kajal : Chameli? Aku baru saja bicara dengan Rani. Cepat telfon balik Chameli!
Akash akhirny menemukan Rani, ia mengetuk kaca telfon umum. Akash memberi kode kepada Meethi. Chameli melihat Akash dan Meethi yang sedang membelaknginy. Tubuh Akash menutupi Rani. Chameli kemudian menerima telfon dari Naina, Naina memberitahu jika Rani baru saja menelfon Kajal.
Chameli baru menydari jika gadis yang ia lihat sekilas didalam telfon umum itu adalah Rani. Chameli memandangi Rani, Meethi dan Akash yang berjalan menuju mobil. Chameli bahagia melihat Rani bersama orang yang baik.
Anak buah Ratna berhasil menemukan Chameli dan membawany kembali ketempat Ratna Bai.

Baca Sinopsis Uttaran 13 agustus 2016 dan Episode selanjutnya di Utarran 15 agustus 2016

Subscribe to receive free email updates: