Tuesday, August 16, 2016

Sinopsis Uttaran Episode 383 (Antv) - 18 Agustus 2016

Film "Uttaran" merupakan film yang berasal dari Negara India dengan genre Drama. Film ini disutradarai oleh Ketan Dubey dan diproduseri oleh Pintoo Guha bersama Rupali Guha. Film ini dibintangi oleh artis cantik Rashmi Desai, Tina Dutta, dan Tina Dutta. Film ini akan tayang di Channel AnTv.Serial TV Uttaran ini sementara sudah ditayangkan pada tahun 2008 lalu di Colors Tv India, namun baru kali ini akan ditayangkan di Indonesia. Melihat jadwal tayang nya yang mencapai 1549 episode, bisa ditebak kalau jadwal main 1 episodenya akan begitu lama juga.Dalam film Uttaran ini,anda akan di hibur dengan aksi-aksi yang romantis dan kisah cinta yang romantis.

Sinopsis Uttaran Hari Ini 18 agustus (ANTV) ,uttaran episode  383

Sinopsis Uttaran Hari ini episode  383 -  rabu 18 agustus 2016 (ANTV)

Cerita "Uttaran episode  383"yang tayang hari ini pada tanggal "18 agustus 2016" selengkapnya dimulai dari ,Rani sibuk mengemasi barangny sambil menggerutu.

Rani : saya tidak akn minta maaf pada siapapun, saya tidak melakukan kesalahan!saya tidak akn minta maaf pada si rambut pendek kuno itu!

Rani memasukkan boneka kedalam tasny, sebelum beranjak dari kamar, Rani teringat dengan janjiny kepada Meethi.

Di penjara, seorang polisi menanykan identitas Chameli.

Polisi : Sebuntukan nama aslimu.

Chameli : Nandini.

Polisi : Sebuntukan darimana kamu berasal.

Chameli : Aatishgarh.

Polisi : Apa ada anggota keluarga yang ingin kamu kabari?

Chameli memikirkan Rani, ia kemudian teringat dengan Mukhta.

Chameli : saya ingin menelfon temanku.

Polisi mengizinkan Chameli untuk menelfon Mukhta.
Ekadish minta maaf kepada dewa karna pernah menyentuh Rani, ia membersihkan diriny dengan air suci. Ekadish menyiram seluruh tubuhny dengan seember air.

Ekadish : Malvika, Gomti, bersihkan seluruh rumah ini!Percikan air suci kesetiap sudut ruangan!Buang semua barang dari kamarny dan bakar!Meethi, Rani tidak bisa tinggal di rumah ini lagi!Jelaskan itu padany!

Meethi : Ibu, Rani masih kecil, dia tidak puny siapa-siapa lagi selain kita. Kemana dia akn prg? Akash, kamu bisa memahamiku bukan? Tolong jelaskan pada ibu. Dia akn mendengarkanmu.

Akash : kenapa kamu sangat tertarik pada anak itu? Dia bahkan bukan anak kita, kenapa kamu melakukan semua ini untukny?

Meethi : saya tau Rani bukan anak kita, namun kita sudah mulai menerimany sebagai anak kita. Kita menyyanginy seperti putri kita sendiri. Dia masih kecil. Kita bahkan tidak tau siapa ayahny.

Ekadish : Siapa ayah dari anak seperti itu? Pria itu pasti sama rendahny. Kukatakn padamu, anak itu tidak boleh tinggal di rumah kita!

Meethi : Beri kesempatan sekali saja. saya akn merubahny menjadi lebih baik.

Ekadish : Wanita seperti itu adlh ular ditengah-ditengah masyarakat. Kalau ibuny adlh wanita prostitusi, jadi apa lagi putriny setelah dewasa nanti?

Rani turun dari kamar, ia mendengar semuany.

Rani : saya datang untuk minta maaf. namun tidak jadi, saya tidak akn minta maaf. Kukira kakak putih benar, namun saya tidak akn pernah minta maaf pd orang yang menjelek2an ibuku. saya akn pergi dari sini. saya tidak mau tinggal disini!

Rani berlari menuju pintu keluar.
Meethi berlari mengejar Rani dan menghentikanny.

Meethi : kamu mau pergi kemana?

Rani : saya tidak bisa tinggal disini.

Akash menyusul Meethi.

Meethi : Tinggallah disini demi saya. kamu menyyangiku bukan? Lakukan ini untukku. Kumohon.

Akash : Tunggu Rani.

Akash memegang tangan Rani dan berlutut dihadapanny.

Akash : saya tidak akn menghentikanmu kalau kamu tetap ingin pergi. kamu tidak salah, namun saya ingin mengatakn sesuatu padamu. saya tau kamu tidak menyukaiku namun saya berjanji, tidak seorangpun di rumah ini yang akn menjelek2an ibumu lagi. Setelah itu apakah kamu tetap ingin pergi? saya minta maaf padamu mewakili ibuku.

Akash : kamu sangat menyyangi ibumu. kamu merasa marah saat seseorang mengatakn hal buruk tentang ibumu. saya pun juga akn merasa marah jika seseorang bicara tidak sopan kepada ibuku. saya tau ucapan ibuku berlebihan, namun seorang ibu tidak akn bisa menykiti anak kecil. Hati seorang ibu selalu bersih. Hatiny juga bersih. kamu lebih muda dariny, kamu harus memaafkanny.

Gomti : saya tidak mengerti kenapa kamu sangat baik padany, dia tidak menghormati ibumu.

Akash : Anak ini bereaksi seperti ini karna hari ini seseorang sdh menghina ibuny. Dmn letak kesalahanny? Sebagai orangtua, kita berganggungjawab untuk memaafkan anak-anak karna mereka belajar dari orangtua. Berapa umurny skrg?

Rani : Umurku 9 tahun.

Akash : saya sendiri sudah banyk berkelahi saat seumuran denganny. Bibi Gomti, kamu ingat? saya pernah membakar semua saree mu saat kamu mengatakn sesuatu tentang sikap ibuku.
Akash mendekati Ekadish dan memelukny dari belakng.

Akash : Lihatlah dia(Rani). Anggap dia adlh saya dan maafkanlah dia.

Meethi : Kumohon, bu. .

Ekadish : Hei nak, saya tidak akn mengatakn apapun lagi tentang ibumu. Naiklah keatas!

Rani dan Meethi bertukar senyuman.

Meethi : Rani, ibu sudah mengakui kesalahanny walaupun dia lebih tua darimu, skrg giliranmu.

Rani : saya minta maaf. saya bilang maaf.

Ekadish teringat saat Akash masih kecil.

Ekadish : Akash juga selalu minta maaf seperti ini waktu dia kecil. Hei nak, ini adlh rumahmu skrg!

Rani : Terimakasih kakak putih.

Meethi : Sekarang ini adalah rumahmu dan kami semua adalah keluargamu. Jangan pernah meninggalkan rumah ini lagi. Janji?

Rani : Janji.

Meethi berterimakasih kepada Ekadish.

Meethi : Terimakasih bu, ibu sudah mau memaafkan dan menerima Rani.

Ekadish : saya bisa melakukan apapun untukmu.

Meethi, Akash dan Rani naik keatas.

Gomti : Apa maksudny ini kak?

Ekadish : saya tidak bisa menolakny hari ini, atau Meethi akn meninggalkan rumah ini diikuti oleh Akash.

Malvika : Syukurlah kamu menghentikan Rani. Meethi tidak bisa puny anak, kamu bisa mendapatkan seorang pewaris dengan cara seperti ini.

Ekadish mencekik Malvika.
Ekadish : saya tidak akn melepaskanmu jika kamu mengucapkan itu lagi! Seorang anak dari wanita prostitusi tidak akn bisa menjadi pewaris di keluargaku! Bersihkan seluruh rumah ini!

Malvika shock dengan reaksi Ekadish, ia bicara dalam hati, "saya harus menyingkirkan Rani dari rumah ini. Apa yang akn terjadi dengan bayiny Ambika jika ada anak lain yang mengambil posisiny di rumah ini? saya tidak akn membiarkan orang lain menjadi pewaris di rumah ini!". Akash sibuk bekerja dengan laptopny. Akash terlihat kelelahan, Meethi mendekati Akash dan memijat kepalany. Suasana langsung berubah romantis, Akash menarik Meethi kepangkuanny.

Akash : kamu bisa berusaha menjauh dariku sebisamu namun kamu tidak akn pernah bisa jauh dariku.

Meethi : saya juga tidak mau. kamu terlalu baik. Siapa lagi yang akn mencintaiku seperti ini? Terimakasih sudah bicara dengan Rani dan mendamaikanny dengan ibu. Terimakasih karna sudah mendukungku.

Akash : saya hany melakukan apa yang kuanggap benar.

Meethi : saya merasa kita semakin dekat sejak kehadiran Rani disini.

Akash : kamu benar. namun apa kamu tidak merasa waktumu semakin berkurang untukku?

Akash dan Meethi ingin berciuman namun tiba-tiba ponsel Meethi berdering.

Meethi : Ya Mukhta?

Mukhta : saya tidak mengganggumu kan?

Meethi : Tidak. Ada apa?
Mukhta : Ibuny Rani menelfonku.

Meethi : Ibuny Rani?

Mukhta : Ya. Dia ingin bertemu dengan keluarga yang memberikan tempat tinggal untuk Rani. Kalau kamu tidak keberatan.

Meethi : Baiklah. saya akn menemuiny besok.

Mukhta belum memberitahu dimana keberadaan Chameli, ia akn menjemput Meethi besok pagi.

Rani minta ikut setelah mengetahui kalau Meethi ingin pergi menemui Chameli.

Meethi : Kak Mukhta mrmintaku untuk datang sendirian kali ini. saya tidak tau kami mau pergi kemana.

Rani : Ooh, saya tau, Chameli akn menangis jika melihatku. Kalau begitu bawa Chameli pulang bersamamu. Janji?

Meethi : Janji.

Meethi mencium Rani.

Meethi : Selama saya pergi, jadilah anak baik disini. saya akn segera kembali.

Mukhta sudah menunggu Meethi didalam taksiny. Meethi meminta maaf, dia sedikit terlambat karna harus memberi pengertian dulu kepada Rani.

Meethi : Kemana kita akn pergi?

Mukhta : Penjara.

Meethi : Penjara?

Mukhta : Ya Meethi. Kita akn pergi ke penjara karna Chameli ada disana.
Malvika melihat mereka dan menyusul dengan bajai.

Penjaga mengantarkan Mukhta ke sel Chameli.

Mukhta : Chameli? Bagaimana kamu bisa ada disini?

Chameli : saya melakukan kejahatan untuk melindungi putriku.

Mukhta : Beritahu apa yang terjadi, saya akn membantumu.

Chameli : saya tidak bisa meminta bantuanmu lagi. Hari itu saya melihat Rani bersama suami istri yang kaya(Chameli melihat Rani masuk kedalam mobil), siapa mereka?

Mukhta memanggil Meethi.

Meethi : Salam.

Mukhta : Dia adalah temanku. Dia mengambil tanggungjawab untuk mengurus Rani karna kakiku terkilir.

Chameli : Meethi, kamu terlihat penyyang dan perhatian.

Chameli ingin menyentuh kaki Meethi, namun Meethi menghentikanny.

Chameli : Jangan sungkan denganku. saya adalah wanita yang menjual kehormatanny demi bertahan hidup.

Meethi : kamu adalah seorang wanita, seorang ibu. Rani adalah anak yang baik. Dia selalu menceritakn tentangmu. Dia sangat merindukanmu. saya sudah berjanji padany untuk mempertemukanny dengan ibuny hari ini namun saya tidak tau kamu ada disini.

Mukhta : Rani sangat merindukanmu Chameli.

Meethi : Dia benar-benar membutuhkanmu. Dia merindukanmu setiap menit, setiap detik.

Mukhta : Apa yang sebenarny terjadi? saya akn membayar pengacara dan membantumu keluar dari sini.

Meethi : Kami akn membantumu. Apa yang akn kami katakn pada Rani saat pulang nanti?

Chameli terdiam, ia teringat kalau Ratna Bai sudah menjual Rani.

Chameli : Beritahu Rani kalau ibuny sudah mati.

Baca Sinopsis Uttaran 17 agustus 2016 dan Episode selanjutnya di Utarran 19 agustus 2016

Artikel Terkait

Sinopsis Uttaran Episode 383 (Antv) - 18 Agustus 2016
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email