Sinopsis Uttaran Episode 390 (Antv) - 25 Agustus 2016

Film "Uttaran" merupakan film yang berasal dari Negara India dengan genre Drama. Film ini disutradarai oleh Ketan Dubey dan diproduseri oleh Pintoo Guha bersama Rupali Guha. Film ini dibintangi oleh artis cantik Rashmi Desai, Tina Dutta, dan Tina Dutta. Film ini akan tayang di Channel AnTv.Serial TV Uttaran ini sementara sudah ditayangkan pada tahun 2008 lalu di Colors Tv India, namun baru kali ini akan ditayangkan di Indonesia. Melihat jadwal tayang nya yang mencapai 1549 episode, bisa ditebak kalau jadwal main 1 episodenya akan begitu lama juga.Dalam film Uttaran ini,anda akan di hibur dengan aksi-aksi yang romantis dan kisah cinta yang romantis.

Sinopsis Uttaran Hari Ini 25 agustus (ANTV) ,uttaran episode  390

Sinopsis Uttaran Hari ini episode  390 -  kamis 25 agustus 2016 (ANTV)

Cerita "Uttaran episode  390"yang tayang hari ini pada tanggal "25 agustus 2016" selengkapnya dimulai dari ,Ratna Bai membawa Rani ke rumah bordirny  dan mengancamny agar tdk kabur.

Mukhta menjelaskan kpd Meethi.
Mukhta:Aku berusaha menyelamatkanny tapi tdk berhasil.
Meethi:Kau mengorbankan hidup seorang anak utk menyelamatkan hidup anak yang lain!
Nenek:Cukup!Apa kau yang melahirkan Rani?Dia kembali dari tempat dia berasal.Bagaimana bisa kau membandingkanny dgn Manav?Mukhta yang sudah melahirkanny,knp kau mempertanykanny? Tanykan pada ibu mertuamu,dia juga tdk menginginkan darah kotor itu tinggal bersamamu.

Akash terkejut mendengarny.
Nenek:Lupakan saja Rani. Mereka adalah org2 yang berbahaya.Kau bisa kehilangan nywamu.
Meethi:Aku tdk peduli.Aku adalah ibuny Rani!
Divya:Meethi,knp kau keras kepala?
Meethi:Kalian membenarkan apa yang sdh dilakukan Mukhta.Aku juga bersikap keras kepala,tapi aku salah,knp?
Divya:Manav adalah darah daging Mukhta.Knp kau tdk mengerti perbedaanny?
Meethi:Kalian benar,tapi cara berfikirku tdk sama.

Tuan Takhur:Kakek mengerti perasaanmu.Tapi beritahu kami, apakah hany kau atau org lain juga merasa bahagia sejak Rani datang kedalam hidupmu?jugan salah paham dgnku,kakek tau butuh waktu bagimu utk melupakan Rani tapi lebih baik kau jugan memaksa utk membawa Rani kembali.Kakek mencemaskanmu krn kau adalah cucuku.
Meethi:Aku seperti cucumu,bukan cucumu. Tdk ada hubungan darah yang perlu kau cemaskan.Kau ingin agar aku melupakan Rani?kalau itu Mukhta,mungkinkah kau mengatakan hal yang sama tentang Manav?
Damini:Meethi!Cukup!Plg  dan  fikirkanlah baik2 apa yang sdh kukatakan padamu.
Meethi:Kalian benar.Aku harus plg dan memikirkanny sendiri krn cara berfikirku berbeda dgn kalian semua.Manav adalah cucu dari keluarga Takhur,anak dari wanita baik2,krn itu dia berhak hidup bahagia,sdgkan Rani tdk berhak krn dia adalah putriny wanita prostitusi!Itu adalah fikiran masyarakat,tp menurutku putriny wanita prostitusi juga berhak hidup seperti cucu keluarga Takhur!
Mukhta:Maafkan aku Meethi.
Meethi:Tdk masalah Mukhta.Dimatamu aku egois dan dimataku kau yang egois.Kau melakukan apa yang kau anggap benar krn kau adalah seorang ibu,aku pun begitu.Aku akan menyelamatkan Rani bahkan kalau aku harus mati sekalipun.
Chameli merasakan kesedihan Rani,ia terbangun dari mimpi buruk dan bicara sendiri,"Apa Rani ku baik2 saja? Apakah sesuatu sudah terjadi padany?Tlg lindungi dia Dewa,biarkan dia tinggal hany bersama nyony Meethi".Akash pulang dalam keadaan marah besar pada Ekadish.
Akash:Ibu!!!
Ekadish:Ada apa?Dimana Rani?
Akash:Hentikan sandiwaramu itu.Aku sudah tau kalau kau dan nenek buyut yang mengirim Rani ke rumah bordir Ratna Bai!
Meethi:Sebagai sesama wanita,bagaimana bisa ibu melakukan itu?

Ekadish berusaha menylahkan Mukhta dan nenek buyut tapi Meethi sdh tdk ingin mendengarkan penjelasan apapun lagi.
Meethi:Rani masih kecil.Kita semua yang bertanggungjawab atas apapun yang akan terjadi pada Rani nanti.
Ekadish:Itu hany akan menjadi kesalahanmu. Kau yang membawany kemari.Knp harus membawa darah kotor itu kemari?Anakku sangat mencintaimu,karena itu kau bisa melakukan apapun?Kau ingin menodai nama baik keluargaku?Aku sudah membersihkan seluruh ruangan dan menyerahkan Rani kpd para penjahat itu.Mereka sudah tau kalau Rani ada disini.Kalau aku tdk melakukanny maka akan ada pertumpahan darah ditempat ini.Takdir hany memberikan tempat di rumah bordir itu utk org yang dilahirkan disana.

Meethi:Anak gadis kecil itu bahkan tdk tau apa artiny takdir.kalau Rani bukanlah anakny wanita prostitusi melainkan anakny Akash,mungkinkah ibu akan melakukan hal yang sama?Sanggupkah ibu meninggalkan Rani di rumah bordir itu?

Ekadish menampar Meethi.

Tuan Takhur menghapus airmatany ketika Damini datang.
Damini:Maafkan aku Tuan,tapi Meethi tdk melakukan hal yang salah.Utk pertama kaliny aku merasa Meethi benar tapi fikiranku ingin menghentikanny karena akibatny mungkin tdk akan baik.Aku tdk ingin dia mendapat masalah apapun.Entah mengapa aku merasa takdir ingin menunjukkan sesuatu yang membuat Meethi tdk bisa melihat atau mendengar apapun.Aku juga sdh berusaha menjelaskan padany tapi tdk bisa.Dia sdh bersikap keterlaluan padamu.
Tuan Takhur:Meethi tdk salah.Dia mungkin tdk ada hubungan darah dgnku tapi dia adalah putriku seperti Ichcha.
Damini:Ichcha akan menunjukkan jalan yang benar kpd Meethi disaat yang tepat.

Ekadish menyesal sudah mengangkat tanganny kepada Meethi tapi dia tetap tidak terima dengan ucapan Meethi.
Ekadish: Maafkan aku. Aku tidak bisa mengendalikan diriku karena kau mengatakan sesuatu yang menykitkan hati. Kenapa anakny putraku harus lahir dari perut wanita prostitusi?
Meethi: Maafkan aku bu. Kau merasa marah, aku juga merasa marah. Akash adalah putramu, kau merasa marah saat aku mengatakan hal seperti itu tentang Akash. Sebagai ibuny Rani, aku juga merasa marah.
Ekadish: Aku sangat menyyangimu. Aku lebih lama hidup daripada kau. Jangan uji kesabaranku. Apa kau tau bagaimana rasany menjadi seorang ibu?
Ekadish mengakhiri perdebatan mereka dan pergi dari tempat itu.

Meethi: Aku tidak tau kenapa tidak ada yang mengerti. Dia memang putriny wanita prostitusi, tapi apa kesalahanny? Apa yang akan dilakukan ibu kalau Rani adalah putrimu?
Akash: Kalau begitu ibu pasti akan melakukan apapun untuk melindungi Rani. Dia tidak akan takut dengan apapun, dia bahkan bisa mengorbankan nywa untukny.
Meethi: Aku akan menyelamatkan Rani karena aku adalah ibuny.
Malvika membawakan air minum untuk Ekadish, ia meminumny dulu sebelum memberikanny pada Ekadish.
Malvika: Kau seharusny tidak marah2 diusia setua ini. Tidak seharusny kau mengangkat tanganmu pada Meethi. Dia sudah menganggap Rani seperti putriny sendiri, tentu saja hatiny akan menangis untuk putriny.
Ekadish: Diamlah, kau juga bernasib malang dan menjual bunga didepan kuil. Aku merasa kasihan padamu dan membawamu kemari tapi bukan berarti aku akan memberikan nama belakang keluargaku dan rumah ini kepadamu. Aku adalah mertuany Meethi, aku tidak akan membiarkanny melakukan apapun sesukany. Aku akan melindungi nama baik keluargaku. Aku sudah membesarkan anak2ku sesudah melalui banyk penderitaan.
Ambika berusaha mempengaruhi Sankrant.
Ambika: Mana mungkin Meethi tau bagaimana seorang ibu membesarkan anak2ny! Bagaimana kalau Rani adalah putriny Akash? Akash pergi ke tempat prostitusi? Putriny adalah anakny wanita prostitusi?
Sankrant: Ambika!! Berhenti berfikir seperti itu tentang kakakku!
Ambika: Ibu pasti merasakan kemarahan yang sama karena Meethi menyngkutpautkan nama Akash dengan wanita prostitusi. Aku tidak suka melihat kau diam saja saat Meethi mengucapkan hal keterlaluan seperti itu. Lagipula dia ingin membuat gadis seperti itu menjadi pewaris rumah ini! Akash tidak tau apa yang harus dia lakukan, jadi Meethi mengarahkanny seperti biasa. Dukunglah ibumu. Memang kakak ipar sudah seperti ibuny Rani tapi mana mungkin keturunan keluargamu adalah seseorang yang lahir dari tempat yang kotor. Bagaimana bisa Meethi bicara seperti itu? Baguslah ibu menamparny.

Ekadish: Meethi sudah memanfaatkan kasih sayangku. Dia bahkan tidak menyesali kesalahanny. Lihat Ambika, dia sedang berusaha. Menjadi menantu yang lebih muda, dia terus meminta maaf kepadaku sementara menantu tertua tidak mau berhenti untuk menghinaku.
Malvika: Benar. Lebih baik menyyangi anakny menantu yang lebih muda, dia akan segera menjadi seorang ibu. Meethi hany akan dipanggil ibu angkat.

Malvika bicara dalam hati,"Kau harus terus melakukan kesalahan,Meethi. Suatu hari aku akan mengusirmu dari rumah ini seperti Rani". Meethi dan Rani sama2 menangis di kamarny masing2. Di dalam penjara, Chameli juga merasa gelisah memikirkan Rani walaupun dia belum tau apa yang terjadi pada Rani.

Akash mengantarkan Meethi dan Mukhta ke tempat Chameli, Akash terkejut mengetahui bahwa ibuny Rani berada didalam penjara. Meethi menemui Chameli sementara Akash dan Mukhta menunggu diluar.
Chameli: Meethi? Kenapa kau datang kemari? Lupakan saja tentang diriku, tidak masalah bagi siapapun kalau aku hidup ataupun mati. Meethi, bagaimana kabar Rani ku?

Meethi terdiam, Chameli merasa khawatir melihat sikap diam Meethi.
Meethi: Rani menghilang. Ratna Bai merebutny dariku. Maafkan aku, kami tidak bisa melakukan apapun walaupun sudah berusaha keras.
Chameli: Sudah kubilang padamu, Ratna Bai ingin menghancurkan hidup putriku. Ratna Bai sangat berbahaya, tolong selamatkan putriku.
Meethi: Apa yang harus kita lakukan? Apakah aku harus meminta bantuan polisi?
Chameli: Jangan! Ratna Bai akan mengetahuiny.
Meethi: Aku akan menemukan Rani, dia juga putriku.
Diluar kantor polisi, Mukhta menjelaskan kenapa Chameli ada dipenjara dan mengapa mereka merahasiakanny dari Akash.
Rani sedang berbaris bersama gadis2 kecil lainny.
Rani: Kakak putih akan datang dan membawaku pergi dari sini! Kau mengerti?
Ratna Bai: Kalau kakak putihmu datang kemari untuk menyelamatkanmu maka dia akan mati.
Rani ketakutan mendengar ancaman Ratna.

Polisi penjaga menahan Akash saat Akash ingin masuk kedalam.
Akash: Istriku ada didalam, aku ingin menemuiny.
Polisi: Kau harusny masuk bersama istrimu, kalau tidak kau harus menunggu. Kami harus menanykanny pada ketua baru bisa mengizinkanmu masuk kedalam. Pergi dan tunggulah diluar.

Akash berteriak.
Akash: Meethi!!
Chameli dan Meethi terkejut mendengarny.
Chameli: Siapa itu?
Meethi: Itu suamiku.
Chameli: Suarany seperti tidak asing bagiku.
Meethi: Tidak mungkin, kau belum pernah bertemu denganny. Chameli, aku pasti akan menemukan Rani.
Chameli: Ratna Bai pasti akan berusaha menghabisimu.
Meethi: Tidak masalah kalau aku harus mati selama Rani bisa diselamatkan.
Chameli memberikan nomor ponsel Naina sebelum Meethi pergi meninggalkanny.

Rani melihat ponsel Naina tergeletak diatas tempat tidur,ia diam2 mengambil dan menyembunyikan dibalik saree ny.Seorang gadis mengeluh pada Naina,"Aku ingin pulang ke rumahku!".
Naina:Tdk ada tempat utk kembali bagi kita!
Rani:Temanku yang berkulit putih akan datang dan menyelamatkan kita semua!
Anak buah Ratna menyuruh Naina cepat2 mempersiapkan para gadis dan turun kebawah.
Rani menjauhi yang lainny dan bersembunyi utk menelfon Meethi tapi Naina memergoki dan memarahiny.
Naina:jugan lakukan itu, ibumu juga melakukan hal yang sama.
Rani:Kakak putih pasti akan datang utk membantuku!
Naina:Apakah ini nomor ponsel kakak putihmu?
Rani:Ya.
Naina lalu menelfon Meethi.

Meethi menemui Mukhta dan Akash diluar,Mukhta menanykan bagaimana keadaan Chameli sesudah mengetahuiny.
Meethi:Mukhta,saat kau mengetahui putrimu kembali ke tempat dimana kau menyelamatkanny, seperti itulah reaksi seorang ibu.
Akash:Mukhta sudah menjelaskan semuany padaku.
Meethi:Kita tdk tau siapa ayahny dan mengapa dia meninggalkan putriny.
Akash:Aku tdk tau siapa dia, yang ku tau Rani adalah anak (angkat) ku.
Seorang instruktur tari sedang mengajarkan gerakan tarian kpd para gadis,Rani menarik karpet sehingga wanita itu jatuh.
Ratna:Ada apa ini?

Instruktur itu mengatakan bahwa dia terpeleset dan kakiny terkilir.
Ratna:Naina,bawa wanita ini keluar dan cari instruktur tari yang baru!! Ratna melihat Rani tertawa lepas.
Ratna:Apa kau yang melakukanny?
Rani:Tidak.
Ratna:Kau mirip seperti ibumu.
Rani:jugan mengatakan apapun tentang ibuku atau aku akan melukaimu! Ibuku sudah tiada.
Ratna:Sudah tiada? Kenapa kau mempercayainy walaupun kau tidak menghadiri upacara pemakamanny?
Rani:Kakak putih yang mengatakanny padaku, kakak putih tdk pernah berbohong!
Ratna:Ibumu sudah menjualmu pada kakak putih itu dan dia memberikan uang yang banyk pada ibumu. Tanykan pada Naina kalau kau mau!
Rani:Dmn ibuku berada?
Ratna:Dia ada didalam penjara!
Rani:Aku ingin bertemu dgn Chameli,kumohon pertemukan aku dgn ibuku.Aku akan melakukan apapun.
Ratna:Baiklah.Aku akan membawamu ketempatny.Aku tdk akan berbohong seperti kakak putihmu.

Baca Sinopsis Uttaran 24 agustus 2016 dan Episode selanjutnya di  Sinopiss Utarran 26 agustus 2016

Subscribe to receive free email updates: