Wednesday, August 31, 2016

Sinopsis Uttaran Episode 398 (Antv) - 2 September 2016

Film "Uttaran" merupakan film yang berasal dari Negara India dengan genre Drama. Film ini disutradarai oleh Ketan Dubey dan diproduseri oleh Pintoo Guha bersama Rupali Guha. Film ini dibintangi oleh artis cantik Rashmi Desai, Tina Dutta, dan Tina Dutta. Film ini akan tayang di Channel AnTv.Serial TV Uttaran ini sementara sudah ditayangkan pada tahun 2008 lalu di Colors Tv India, namun baru kali ini akan ditayangkan di Indonesia. Melihat jadwal tayang nya yang mencapai 1549 episode, bisa ditebak kalau jadwal main 1 episodenya akan begitu lama juga.Dalam film Uttaran ini,anda akan di hibur dengan aksi-aksi yang romantis dan kisah cinta yang romantis.

Sinopsis Uttaran Hari Ini 2 september 2016 (ANTV) ,uttaran episode  398

Sinopsis Uttaran Hari ini episode  398 - jumat 2 september 2016 (ANTV)

Cerita "Uttaran episode  398"yang tayang hari ini pada tanggal "2 september 2016" selengkapnya dimulai dari ,Nandini masuk kedalam kamar Akash membawakan secangkir kopi ketika Akash dan Meethi tengah asik bermesraan.
Nandini :  Akash.
Meethi :  Kau pasti tidak mengetuk pintu dulu sebelum masuk.
Nandini :  saya tau semua itu tapi saya juga punya hak yang sama denganmu karena saya adalah ibunya putrimu. Akash, saya adalah cinta pertamamu! Kau menikahi Meethi hanya karena saya tidak ada dalam hidupmu saat itu. Meethi juga pernah meninggalkanmu, tapi kau memaafkannya saat dia kembali, kenapa kau tidak bisa memaafkanku?

Ekadish yang mendengarkan keributan dari kamar Akash datang dan memarahi Nandini, Meethi menamparnyanya karena Nandini telah melewati batas.
Nandini tersadar dari lamunannya, ia lalu mengetuk pintu sebelum masuk. Nandini memberikan secangkir kopi yang dia bawakan untuk Akash.

Akash :  Kau memasukkan jahe kedalam kopi ini?
Nandini :  Ya Akash,kita selalu meminumnya setiap kali saya membuatkannya untukmu. Dulu kau sangat menyukainya.
Akash meletakkan kembali kopi itu.
Akash :  Sebanyak itu waktu bisa merubah segalanya. Sekarang saya tidak bisa meminumnya lagi. Terimakasih.

Nandini menatap kearah Akash dan Meethi sebelum meninggalkan kamar. Akash menanyakan sebuah kata saat mengisi TTS, Meethi menjawabnya tanpa berfikir. Meethi sedang memikirkan sikap Nandini tadi dan bicara dalam hati,"Hari ini saya melihat kebencian untukku dimata Nandini". Nenek buyut menelfon Mukhta dan memberitahu kalau Nandini tinggal di rumah Meethi.
Nenek :  Bicaralah pada Meethi, kenapa dia mengizinkan Chameli tinggal di rumahnya.

Setelah nenek buyut mematikan telfon, Mukhta teringat dengan sumpahnya kepada Meethi saat dia kehilangan Manav, Mukhta pernah berkata bawa Meethi juga akan kehilangan seluruh kebahagiaannya seperti Mukhta kehilangan Manav. Mukhta merasa bersalah dan bicara dalam hati,"saya telah mengutuk Meethi, karena diriku hidup Meethi kini dalam bahaya".

Tuan Khana menyerahkan map berisi berkas sebuah perusahaan kepada asistennya.
Tuan Khana :  Ini berkas2 perusahaannya. saya ingin membeli perusahaan itu.
Asisten :  Tapi Tuan, perusahaan ini tidak bisa dibeli.
Tuan Khana :  saya menginginkan perusahaan itu. Cari tau semua tentang pemilik perusahaan tersebut, gunakan segala cara untuk membelinya.
Asisten :  Baik Tuan.

Mukhta menelfon Meethi.

Meethi :  Ya Mukhta?
Mukhta :  Meethi, kenapa Chameli tinggal bersama kau dan Akash? saya telah mengetahui semuanya.
Meethi :  Tidak ada yang perlu ditakuti, kami semua hidup bahagia.
Mukhta :  Maaf karena saya telah mengutukmu waktu itu.
Meethi :  Tidak perlu minta maaf, keluarga kami telah lengkap. saya, Akash dan Rani.
Mukhta :  Dan Chameli. Untuk apa Chameli tinggal bersama kalian?
Meethi :  Karena dia adalah ibunya Rani, dia hanya masa lalunya Akash.
Mukhta :  Terkadang saya merasa marah dengan kepolosanmu.
Meethi :  Tidak ada yang perlu dicemaskan.

Nandini sedang menggerutu di halaman rumah saat Naina datang mengunjunginya. Naina ingin masuk tapi Nandini melarang karena takut pada Ekadish.
Naina :  Baiklah. Bagaimana kabarmu Chameli?
Nandini :  Namaku bukan Chameli lagi, tapi Nandini.
Naina menjewer telinganya sendiri.
Naina :  Baiklah, Maaf. Bagaimana kabarmu Nandini?
Nandini :  Baik. Naina, terkadang saya berharap saya bisa kembali ke masa lalu.
Naina :  Kendalikan Akash, dia masih mencintaimu. Itu akan jadi lebih mudah buatmu.
Nandini :  Benar. saya adalah kekasihnya Akash. Ibu dari anaknya. saya punya hak atas dirinya.

Setelah Naina pergi, Nandini bicara dalam hati,"saya akan memenangkan hati Akash dan menjadikannya milikku, setelah itu apapun yang saya lakukan tidak ada yang bisa menghentikanku".
Meethi membantu Akash memasangkan dasinya saat Akash sedang sibuk membicarakan kerjasama perusahaannya dengan perusahaan lain. Meethi terus menghindar setiap kali Akash ingin memeluknya.

Meethi :  Tidak ada kesepakatan dengan siapapun seperti yang kau katakan padaku.
Akash :  saya telah membuat kesepakatan besar dengan orang penting. Namanya adalah Nona Meethi. saya telah mengunci semua kesepakatanku dengannya.
Meethi memaksa Akash untuk segera bersiap2 berangkat ke kantor saat Akash minta dicium.
Meethi :  Oya Akash, saya butuh uang.
Akash :  Untuk apa?
Meethi :  Untuk Nandini. Lebih baik kita memberikannya uang sebelum dia memintanya pada kita.
Akash :  Baiklah. saya akan mencari cara untuk membantunya.
Meethi :  Terimakasih.

Mukhta mengeluh tentang keputusan Meethi kepada Tuan Takhur.
Mukhta :  Meethi telah membuat kesalahan dengan membiarkan Chameli tinggal bersamanya. Kenapa kakek diam saja? Apa kakek fikir saya salah?
Tuan Takhur :  Kau tidak salah. Meethi selalu memilih jalan yang sulit tapi selalu berhasil membuktikan kalau yang dia lakukan itu benar.
Tuan Takhur menemukan kemeja Vishnu yang penuh darah dibagian lengan, dia teringat kejadian saat ia melihat seorang pria mirip Vishnu tertabrak mobil.
Tuan Takhur :  Sepertinya pria yang mengalami kecelakaan waktu itu benar2 Vishnu.

Seorang kurir mengantarkan paket untuk Nandini. Nandini membuka amplopnya dan menemukan kartu kredit didalamnya.
Akash :  Itu adalah kartumu.
Rani :  Ibu, itu adalah kartu kredit. Kita bisa belanja apapun menggunakan kartu itu.
Akash :  Kau bisa berbelanja menggunakan kartu itu, tagihannya akan dibayar melalui rekeningku.

Nandini bicara dalam hati,"Itu artinya kau masih mencintaiku". Nandini :  Terimakasih Akash. saya sering melihat ini ditangan orang lain.
Akash :  Tidak perlu berterimakasih.
Rani :  Ayo kita pergi berbelanja Chameli!

Ekadiah :  Kenapa kau memberikannya kartu kredit padanya Akash? Suatu hari dia juga bisa mengusirku keluar dari hidupmu!
Akash :  Tidak perlu cemas seperti itu bu. Nandini tau kalau Meethi adalah istriku, dia juga tau posisinya dimana.
Ekadish :  Kau bodoh!

Taksi yang dikendarai Mukhta hampir menabrak mobil yang sedang melaju kencang dari arah berlawanan.Mukhta turun untuk memarahi pengemudi mobil tersebut.Rani turun dari mobilnya setelah melihat Mukhta.
Rani : Kakak!
Mukhta : Rani,bagaimana kabarmu?
Rani : saya baik2 saja.
Nandini : Mukhta?
Nandini berjalan mendekati Mukhta.
Nandini : sekarang saya tinggal di rumah Akash,semua ini berkat dirimu.
Mukhta : Kami masih menyimpan uangmu.

Nandini : saya telah tidak membutuhkannya lagi,Akash yang mengurus semua keperluanku.Ini,Akash memberikan kartu kredit ini padaku.
Rani : Kakak tau?Kami banyak berbelanja dan membayarnya menggunakan kartu ini.
Mukhta : Apa kau telah berterimakasih kepada paman dan kakak putih?
Rani : Sekarang saya memanggil ayah pada paman dan ibu Meethi pada kakak putih.saya akan mengucapkan terimakasih nanti.
Setelah Rani dan Nandini pergi,Mukhta bicara dlm hati,"Nandini menyebuntukan nama Akash dengan bersemangat,kenapa saya merasa kalau dia belum benar2 melupakan kenangan tentang Akash?" Rani dan Nandini memperlihatkan belanjaan mereka pada Meethi.Rani memberikan oleh2 bingkai foto pada Meethi.

Rani : Dan yang ini untuk nenek.
Meethi : Kalau begitu cepat berikan pada nenek.
Rani berlari kebawah. Meethi bicara dlm hati,"saya senang Akash memberikan kartu kredit itu pada Nandini.Mungkin mereka bisa memenangkan hati ibu jika memberikan sesuatu untuknya".Meethi keluar dari kamar.Nandini bicara dlm hati,"Kau benar2 bodoh Meethi.saya akan memberikan hadiah yang kubelikan untuk Akash". Rani menyerahkan bingkisan kepada Ekadish.

Rani : Nenek,ini hadiah untukmu.
Ekadish membukanya,bingkisan tersebut berisi syal.Ekadish langsung memakainya untuk menyenangkan hati Rani.
Ekadish : Bagus sekali.
Gomti : Apa kakak akan terus memakainya?
Ekadish : Tentu saja.Pasti Meethi yang telah membelikannya.
Rani : tidak nek,saya dan Chameli yang membelikannya.Kami membelinya menggunakan kartu kredit yang diberikan ayah!

Suasana hati Ekadish langsung berubah,ia melempar syal itu ke lantai.
Ekadish : saya tidak membutuhkan syal darimu!
Nandini melihat kejadian itu dari balik tirai.
Nandini : Ibu,tidak lama lagi akan tiba harinya dimana kau akan menerima pemberianku

Baca Sinopsis Uttaran 1 september 2016 dan Episode selanjutnya di  Sinopiss Utarran 3 september 2016

Artikel Terkait

Sinopsis Uttaran Episode 398 (Antv) - 2 September 2016
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email