Saturday, September 3, 2016

Sinopsis Mohabbatein Episode 34 (ANTV) ,3 September 2016

Drama serial "Mohabbatein" merupakan film India yang di tayangakan oleh ANTV. Film ini merupakan salah satu dari banyak film India yang telah ANTV tayangkan .Mohabbatein tayang di Indonesia untuk kedua kalinya pada 1 agustus 2016 yang dulu pernah juga ditayangkan oleh RCTI dengan judul RUHI TERSAYANG pada tahun 2015 akhirdan sekarang telah banyak mendapat kan penggemar seperti film Uttaran .Film Mohabbatein adalah film romantis yang mengisahkan percintaan pria dudu dan perempuan cantik yang merupakan seorang dokter .

Sinopsis Mohabbatein Episode 34, sabtu 3 September 2016

Sinopsis "Mohabbatein" (ANTV) Episode 34 Tayang sabtu 3 September 2016 dimulai dari ,Penjaga memberitahu Sarika jika ada lelaki kaya yang mencariny. Sarika memintany utk mengatakan jika diriny tdk berada dirumah. Penjaga menemui Raman kembali dan berkata bahwa Sarika tdk ingin bertemu denganny. Raman memaksa dengan alasan bahwa dia ada pekerjaan yang harus diselesaikan bersama Sarika tapi penjaga tetap melarangny. Raman pun berpikir mengapa Sarika takut padaku. Raman teringat Parmeet sudah membuat alasan hari itu. Raman juga menydari jika Parmeet berbohong kalau dia tdk kenal dengan Sarika. Raman merasa jika Ishita memang tdk bersalah, Raman bergumam bahwa dia harus memberitahu semua orang.

Ishita pulang dari berbelanja bersama ibuny, Ishita melihat ibu mertuany berjalan membawa barang berat. Ishita berniat membantu meski ibuny sudah melarang. Toshi pun menolak bantuan Ishita dengan kasar. Dia memaki2 Ishita. Madhavi tdk terima dan dia balas memaki Toshi. Mereka akhirny bertengkar di jalanan apartemen dan orang2 semua melihatny. Ishita melerai pertengkaran tersebut. Simmi hany melihat pertengkaran ibuny. Parmeet sendiri merasa senang karena Toshi membelany, dia pun berujar jika selama ibu mertuany selalu mendukungny maka Ishita tdk akan dapat melakukan apapun.

Shagun mendatangi hakim yang menangani kasus hak asuh Ruhi. Dia berkata bahwa keputusan hakim memberikan Ruhi pada Raman dan Ishita adalah kesalahan karena pada kenytaanny sekarang Raman dan Ishita telah berpisah. Shagun meminta hakim mengembalikan hak asuh Ruhi kembali padany. Hakim lalu berkata jika dia akan mendatangi rumah Raman dan melihat, setelah itu baru memberikan keputusanny.

Parmeet menelpon Sarika dan mengancam bahwa dia tdk akan melepaskan Sarika dan ibuny jika Sarika bertindak macam2. Sarika menjawab bahwa dia tdk akan menemui siapapun. Raman mendengar percakapan Parmeet dan berkata bahwa diriny telah bertindak salah pada Ishita, Raman tengah berpikir utk mendapatkan bukti agar bisa menendang Parmeet keluar dari rumahny. Raman juga berujar jika diriny harus bertindak lebih pintar.

Mihir menelpon Raman. Saat Raman menerima telpon Mihir itulah hakim dan Shagun mendatangi rumahny. Raman pun terkejut. Raman mempersilahkan hakim masuk ke rumahny. Hakim mengatakan bahwa dia ingin bertemu Ishita. Hakim bertany pada Raman apakah dia dan Ishita telah berpisah dan melakukan semuany hany demi mengambil hak asuh Ruhi. Raman menjawab jika semua itu hany rumor. Ishita kemudian muncul dan menypa semuany, lalu dia berkata bahwa dia lupa jika hari ini seharusny diriny dan hakim saling bertemu. Shagun terkejut melihat kehadiran Ishita. Dia lalu mengatakan bahwa Raman dan Ishita sedang berakting dan Shagun menyrankan utk bertany pada tetangga mereka karena mereka sering bertengkar dan Ishita sekarang tinggal dirumah ibuny. Ny. Bhalla menyhut bahwa suaminy melakukan sesuatu hingga diriny dan ibu Ishita harus bertengkar dihadapan semua orang.

Raman menegaskan pada hakim bahwa semua ini hany ulah Shagun dan Ashok utk mengambil Ruhi kembali. Hakim lalu berkata jika dia akan meninjau ulang semuany dan jika tinjauanny buruk maka Ruhi akan kembali pada Shagun. Hakim lalu memanggil beberapa wanita dari perkumpulan apartemen. Dia menanykan apakah mereka melihat pertengkaran Raman dan Ishita. Pammi membela mereka dan mengatakan jika Raman dan Ishita adalah pasangan romantis, dia menceritakan keromantisan mereka berdua dan juga bagaimana mereka merawat Ruhi dengan baik. Shagun kembali terkejut mendengar jawaban orang2 tersebut dan dia menangis. Orang2 itu memuji Ishita. Raman berujar bahwa dia tdk akan pernah meninggalkan Ishita. Dia memegang tangan Ishita dan mereka saling memandang satu sama lain.

Hakim kemudian berkata bahwa ini pekerjaan rutinny dan dia meminta maaf sudah mengganggu Raman. Ruhi datang dan memeluk Ishita. Ishita meminta Ruhi menypa Shagun. Ruhi menypany. Hakim bertany mengapa Ruhi terlihat takut pada Shagun. Ruhi berkata pada hakim “ jangan bawa aku kembali pada ibu Shagun, anda sangat baik telah memberiku ibu Ishita yang baik, ayah dan ibu Ishita mencintaiku”.

Raman meminta Romi membawa Ruhi masuk ke kamar. Hakim memarahi Shagun dan berkata bahwa terlihat aneh jika Ruhi takut melihat ibu kandungny sendiri. Hakim juga mengatakan jika Shagun membuang2 waktuny lagi maka diriny akan menempatkan Shagun dalam penjara. Shagun masih mencoba membela diri tapi hakim mengatakan dia sudah tau semuany. Hakim pun kemudian pergi bersama Shagun.

Ishita mengucapkan terima kasih pada Mihir karena telah memberiny informasi ini tepat pada waktuny. Raman bertany bagaimana Mihir bisa tahu jika hakim akan datang. Mihir berkata jika dia pergi ke pengadilan dan lantas mengetahui semua ini. Raman mengucapkan terima kasih pada Mihir, keluarga Bhalla memberkatiny. Mihir lalu berujar bahwa dia harus ke kantor karena banyk pekerjaan.

Ishita dan Raman saling memandang, lantas Ishita kembali ke rumahny. Simmi bertany mengapa Raman tdk mencegahny pergi sedangkan sejak tadi Raman asik memandanginy. Raman berkata dia melakukan semua ini didepan hakim utk melindungi Ruhi. Parmeet lalu muncul dan berkata bahwa diriny dan Simmi akan meninggalkan rumah. Toshi meminta Raman menghentikan mereka. Raman berkata jika semua terserah mereka. Raman tengah berpikir bahwa diriny harus mencoba menghentikan aksi Parmeet.

Parmeet tengah berpikir semuany telah membenci Ishita. Dia lalu pergi ke toilet. Raman memasuki kamar Parmeet  dan melihat ponselny. Raman lalu pergi ke kamarny dan mengambil ponselny dari laci yang mirip dengan ponsel Parmeet. Dia lalu kembali ke kamar Parmeet dan menukar ponselny.

Parmeet keluar dari toilet dan melihat Raman di tengah2 pintu kamar. Raman lalu mengajak Parmeet berbicara. Raman mengatakan banyk hal seolah2 dia membela Parmeet. Raman meminta sebelum Parmeet pergi agar menemuiny terlebih dahulu. Parmeet mengiyakan dan berkata bahwa nanti malam dia akan pergi. Raman lalu beranjak pergi. Parmeet sendiri tengah berpikir mengapa Raman banyk bicara dan terlihat mendukungny. Parmeet merasa curiga jika Raman mengetahui sesuatu, dia lalu mencoba utk menelpon Sarika karena dia berpikir Sarika telah mengatakan sesuatu pada Raman. Parmeet melihat ponselny mati dan dia pun mengecharge ponselny dan akan menelpon Sarika nanti.

Raman lalu mencoba mencari nomer ponsel Sarika melalui ponsel Parmeet yang telah ditukarny. Dia menemukan dan mengirim pesan bahwa dia akan menemuiny. Sarika mengira jika Parmeet yang mengirim pesan dan dia merasa takut . Raman menuju rumah Sarika dan melihat motor Sarika diluar rumah. Raman lalu mengetuk pintu. Sarika membukany dan menanykan siapakah Raman. Raman berkata bahwa dia suami Ishita. Sarika lalu berujar bahwa dia tdk mengetahui apapun.

Raman meminta agar Sarika tdk takut padany karena dia lah yang mengirim pesan dari ponsel Parmeet. Sarika berkata akan memanggil keamanan tapi Raman mengatakan jika ini permintaanny dan berhubungan dengan kehidupan Ishita. Sarika mempersilahkan masuk. Raman pun menceritakan apa yang terjadi pada Ishita. Raman juga meminta agar Sarika melawan Parmeet kembali. Raman berjanji bahwa diriny akan membebaskan Sarika dari cengkeraman Parmeet jika Sarika bisa membantuny.

Trisha menunjukkan beberapa gaunny pada Ishita dan merasa bersemangat dengan pernikahanny. Kemudian Vandu, Bala dan Shravan datang. Vandu meminta Trisha menunjukkan gaun2ny pada Shravan. Trisha pun beranjak pergi. Vandu menatap Ishita dan Ishita menangis. Bala dan Vandu lalu menyemangati Ishita utk lebih menjadi kuat.

Raman meminta Sarika menceritakan semuany dari awal. Sarika pun bercerita mengenai diriny dan Parmeet di Dubai hingga sampai Parmeet mengancam jika dia akan membunuh ibuny. Sarika juga bercerita bahwa Parmeet memberiny hany 3 ribu rupee dari 15 ribu rupee yang diberikan Raman.

Bala berkata bahwa dia telah menghubungi seorang temanny yang juga pengacara. Vishwa meminta ini semua diselesaikan dengan kekeluargaan karena ini adalah masalah keluarga. Bala pun membalas jika mereka mengambil langkah membawa kasus Parmeet ke pengadilan utk keadilan, bukan utk Ishita tapi utk semua wanita.

Raman mengatakan bahwa keterdiaman Sarikalah yang membuat Pameet merasa kuat. Sarika menjawab jika dia mengkhawatirkan ibuny. Raman berujar jika Sarika bersamany dan Raman berjanji akan mengobati perawatan ibuny juga membebaskanny dari Parmeet. Raman meminta Sarika membantuny agar diriny bisa membantu Ishita dan Sarika dalam kasus Parmeet. Raman meminta Sarika melakukan beberapa pekerjaan, Raman berujar bahwa dia akan mengajari Parmeet cara bagaimana menghormati seorang wanita.

Simmi memeluk ibuny dan berkata dia siap utk pergi. Simmi juga memeluk Romi dan berpesan agar Romi menjaga sang ibu. Raman kemudian datang dan mengatakan pada Parmeet bahwa ponselny ada padany. Raman berkata mengapa Parmeet terlihat buru2 dan seolah2 ingin lari dari Raman. Parmeet menjawab jika taksi sudah menunggu. Raman lalu berkata jika ada seseorang yang ingin bertemu. Raman membawa Sarika masuk dan Parmet terkejut. Raman kemudian bertany mengapa Parmeet tekejut melihat Sarika padahal Parmeet tdk mengenalny. Raman lalu teringat semua ucapan Ishita dan dia menjadi geram.

Raman meminta Sarika utk duduk dan dia memberiny air minum. Simmi dan semuany melihat Sarika. Toshi bertany siapa Sarika. Raman menjawab bahwa Parmeet yang akan memberitahukanny. Simmi lalu berkata jika Sarika adalah gadis yang membawa Ishita ke kantor polisi, Simmi berkata dia tdk peduli dengan Sarika dan bergegas hendak pergi. Raman mencegahny dan mengatakan tdk ada seorangpun yang akan pergi.

Keluarga Iyer datang dan Vishwa bertany mengapa Raman menelponny utk datang ke rumahny. Ishita melihat Sarika dan bertany apakah Sarika baik2 saja. Toshi kembali menanykan siapakah Sarika. Raman meminta Parmeet utk berbicara tapi Simmi menyela. Raman menyuruh Simmi diam dan menyuruh Parmeet mengatakan pada semua orang kebenaranny.

Parmeet mulai berkata bahwa Sarika dan diriny sama2 bekerja di Dubai. Tn. Bhalla berkata “inikah gadis itu?”. Raman mengiyakan dan dia berujar bahwa Parmeet merubah cerita sebenarny. Parmeet berkata bahwa Sarika telah menylahkan diriny. Raman berujar bahwa Parmeet berbohong. Raman berkata bahwa dia akan menghancurkan mulut Parmeet jika berbohong lagi. Raman pun mengatakan kebenaranny jika Parmeet lah yang telah menganiaya Sarika dan mengancamny utk tutup mulut lalu Parmeet lari ke Dehi. Raman meminta Sarika menceritakan semuany dan memintany agar jangan takut karena semua orang mendukungny.

Dengan menangis Sarika bercerita jika Parmeet telah mengancamny sejak enam bulan yang lalu bahwa dia akan membunuh ibuny. Raman lalu kembali mengungkap semuany, Simmi tetap tdk percaya. Parmeet merasa diatas angin karena Simmi membelany. Dengan muka memelas dia berkata seolah2 diriny tertindas oleh Raman.Simmi pun mengatakan jika Parmeet tdk berbohong. Raman lalu menasihati Simmi dengan mengatakan apa makna seorang lelaki sebenarny. Raman juga meminta maaf pada ayah mertuany, dia berkata bahwa dia dari awal tau Ishita tdk bersalah tapi dia diam karena Par meet suami adikny. Ishita menangis  mendengar ucapan Raman.

Raman lalu meminta Ishita mendekat padany dan memegang tanganny lalu membawany pada Parmeet. Simmi pun menangis. Raman meminta Simmi menyingkir dari hadapan Parmeet dan meminta Ishita utk menampar Parmeet. Ishita hendak mengangkat tangan menampar Parmeet tapi Simmi memegang tangan Ishita dan berkata jika Ishita berani menampar Parmeet maka diriny akan mematahkan tangan Ishita. Parmeet berakting memelas dan mengatakan pada Simmi agar membiarkan Ishita menamparny. Parmeet berkata bahwa Raman lupa Ishita telah mengirim SMS godaan padaku. Parmeet juga mengatakan jika Ishita memiliki affair dengan Bala. Ishita melepaskan tangan Simmi dan menampar Parmeet. Simmi tdk terima dan hendak memukul Ishita tapi Romi menahanny. Raman pun menampar dan menghajar Parmeet.

Inspektur datang  dan meminta Raman menghentikan pukulanny. Semua orang terkejut melihat polisi. Inspektur berkata akan mengajukan kasus ini. Raman berkata inilah saatny Sarika mengajukan pernytaanny. Inspektur pun menangkapm Parmeet. Simmi menangis. Sarika meminta maaf pada Ishita karena pernah membela Parmeet hingga membuatny dipenjara. Ishita berkata bahwa dia tdk perlu ucapan maaaf Sarika tapi Sarika harus berjanji utk membuka suarany. Sarika pun berjanji dia akan mengatakan semuany dan tdk membiarkan hal yang sama terjadi pada orang lain. Sarika lalu beranjak pergi.

Ishita memandang Raman. Madhavi berkata bahwa Bala yang memanggil polisi utk membawa parmeet ke penjara. Toshi berkata dia telah memberi Simmi obat tidur dan membuatny tertidur. Tn. Bhalla meminta maaf pada Vishwa atas ketdk adilanny utk Ishita. Ishita lalu mengajak keluargany pulang ke rumah. Raman menghen tikan Bala dan mengajakny berbicara.

Raman mengatakan banyk hal pada Bala, tentang posisiny antara istri dan adikny. Raman sekarang merasa bingung menghadapi Ishita dan Simmi. Raman kembali berkata pada Bala ”jika apa yang telah aku lakukan dirasa masih kurang olehmu maka aku hany bisa meminta maaf karena aku tdk bisa melakukan hal yang lebih, aku tdk akan meminta maaf pada siapapun karena ini antara istri dan adikku, aku tdk bisa mengatakan apa2 lagi sekarang”.  Ishita sempat mendengar semua ucapan Raman.

Toshi mendatangi Simmi dan mengajakny berbicara. Simmi berada di kamar yang gelap dan meminta ibuny tdk menghidupkan lampu. Simmi mengeluhkan hidupny yang telah hancur karena Ishita. Dia berkata bahwa mereka semua pembohong. Toshi menghiburny dan memintany utk makan. Simmi meminta ibuny meninggalkanny sendiri. Toshi beranjak pergi dan berkata bahwa diriny juga tdk akan makan sama seperti Simmi. Setelah ibuny pergi, Simmi mendapat panggilan telepon dan ia terkejut.

Tn. Bhalla menanykan keadaan Simmi pada istriny. Toshi mengatakan bahwa Simmi terus menangis dan ini semua karena Ishita. Tn. Bhalla menjelaskan bahwa Ishitalah yang telah menyelamatkan hidup Simmi dari orang seperti Parmeet.

Toshi memarahi Raman karena mengirim Parmeet ke penjara dan membela Ishita. Raman berusaha menjelaskan pada ibuny tapi Simmi muncul. Toshi menyuruhny makan tapi Simmi berkata bahwa dia akan pergi. Toshi mengatakan jika dia akan ikut bersama Simmi. Tn. Bhalla meminta istriny utk memberikan waktu pada Simmi. Simmi pun pergi.

Raman mengatakan bahwa dia juga mengkhawatirkan Simmi. Raman menanykan Ishita. Romi berkata jika Ishita pulang ke rumahny. Raman pun menyhut jika dia melakukan semua ini utk Ishita tapi dia tdk pernah mengerti. Raman pun berkata agar membiarkan Ishita tinggal dirumah ayahny.

Tn. Bhalla meminta Romi membujuk Ishita utk kembali ke rumah Bhalla. Romi pun mencoba membujuk Ishita tapi Ishita bersikeras bahwa dia tdk akan pulang dan meminta Romi kembali ke rumahny. Bala melihat Romi.

Romi berkemas2 dan mengatakan bahwa dia akan tinggal di rumah Ishita utk mendukungny meski dia tdk suka Idli dan juga Sambar. Raman menyuruhny tetap diam di tempat. Tn. Bhalla meminta Raman meminta maaf pada ishita dan membawany kembali. Raman bersikeras dia tdk akan membawa Ishita.

Akhirny Tn. Bhalla sendirilah yang meminta Ishita kembali ke rumahny, dia juga meminta maaf. Madhavi masih terlihat marah pada keluarga Bhalla. Vishwa mengajak Madhavi masuk ke dalam kamar. Ishita kembali berbicara dengan ayah mertuany. Ishita mengatakan bahwa sangat berat un tukny kembali ke rumah keluarga Bhalla. Ishita berkata bahwa dia melakukan keadilan utkny tapi rumah tangga Simmi hancur. Tn. Bhalla pun memahami Ishita dan dia berkata jika dia hany bisa meminta maaf dan semua terserah pada Ishita.

Ruhi dan Shravan bertengkar. Shravan berkata bahwa ayah dan ibu Ruhi bertengkar hingga ibu Ruhi kembali ke rumahny. Ruhi tdk percaya ucapan Shravan dan mengatakan Shravan pembohong. Ruhi pun pergi menemui ayahny utk bertany.

Raman merasa marah karena Ishita tdk mendengarkan ayahny dan menghinany dengan tdk kembali ke rumah. Tn. Bhalla berusaha menenagkan Raman. Ruhi datang dan bertany apakah ayahny telah membuat Ishita keluar dari rumah. Raman berkata bahwa itu semua bohong. Ruhi meminta kakekny utk memarahi ayahny. Kakek Ruhi berkata jika Ishita hany sedang kesal. Romi lalu menyut jika Ishita akan datang hany jika Raman meminta maaf. Ruhi pun meminta ayahny pergi dan membawa Ishita kembali. Raman setuju dan beranjak pergi.

Raman datang menemui Ishita. Semua keluarga Iyer menatapny. Bala menawariny makan tapi Raman menolak dengan halus. Raman lalu berkatan bahwa dia ingin bicara dengan Ishita. Ishita berkata bahwa dia tdk akan ikut dengan Raman. Raman lalu memegang tangan Ishita dan berkata pada semua orang bahwa dia akan berbicara dengan istriny dan tdk mau ada yang mengganggu. Raman membawa Ishita ke kamar.

Raman meminta maaf pada Ishita, dia berkata bahwa dia salah karena terjebak oleh istri dan adik. Raman kemudian menjelaskan semuany pada Ishita. Raman lalu berkata bahwa dia akan pergi. Ishita bertany apakah dia akan pulang ke rumah. Raman mengiyakan. Ishita kembali bertany apakah dia akan pulang sendiri. Raman memandang Ishita. Ishita kembali mengatakan apakah Raman tdk akan mengajakny. Raman pun tersenyum dan kemudian mengajak Ishita pulang. Ishita pun tertawa. Ishita memegang tangan Raman dan berterima kasih. Mereka sama2 tersenyum dan kemudian sama2 memegang telinga masing2 sambil mengucap kata maaf. Raman tersenyum dan memberi tanda pada Ishita utk segera pergi. Mereka berdua pun beranjak pergi.

Baca cerita sebelumnya Sinopsis Mohabbatein episode 33 dan episode selanjutnya yang tayang 4 september 2016 Mohabbatein episode 35

Artikel Terkait

Sinopsis Mohabbatein Episode 34 (ANTV) ,3 September 2016
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email