Sinopsis Mohabbatein Episode 35 (ANTV) ,4 September 2016

Drama serial "Mohabbatein" merupakan film India yang di tayangakan oleh ANTV. Film ini merupakan salah satu dari banyak film India yang telah ANTV tayangkan .Mohabbatein tayang di Indonesia untuk kedua kalinya pada 1 agustus 2016 yang dulu pernah juga ditayangkan oleh RCTI dengan judul RUHI TERSAYANG pada tahun 2015 akhirdan sekarang telah banyak mendapat kan penggemar seperti film Uttaran .Film Mohabbatein adalah film romantis yang mengisahkan percintaan pria dudu dan perempuan cantik yang merupakan seorang dokter .

Sinopsis Mohabbatein Episode 35, 4 September 2016

Sinopsis "Mohabbatein" (ANTV) Episode 35 Tayang minggu 4 September 2016 dimulai dari ,Ruhi bertany pada Romi apakah Ishita akn kembali atau tdk. Tiba2 Ishita dan Raman datang. Ruhi pun merasa senang sekali mengetahui Ishita kembali. Dia pun berlari memeluk Ishita.  Lalu Ruhi mengobrol dengan Ishita. Raman menanykan keberadaan Simmi dan tiba2 dia muncul dari arah pintu. Simmi terkejut melihat Ishita. Tn. Bhalla memintany utk makn malam tapi Simmi mengatakn jika diriny sedang lelah dan ingin tidur. Simmi pun pergi ke kamar. Raman kemudian berkata bahwa diriny akn berbicara dengan Simmi tapi Ishita menghentikanny dan mengatakn bahwa dirinylah yang akn berbicara pada Simmi. Dia ingin mengatakn yang sebenarny pada Simmi. Raman pun membiarkan Ishita pergi menemui Simmi.

Ishita mendatangi kamar Simmi dan mengajakny berbicara. Ishita mencoba membuka mata Simmi kebenaran akn kelakuan asli sang suami. Simmi hany terdiam. Ishita kembali berkata jika dia akn terus mendukung Simmi. Simmi berkata bahwa ini semua tdk mudah utkny. Tapi Ishita meminta Simmi utk terus mencoba dan menyemangatiny. Ishita lalu meminta Simmi utk keluar dan makn malam. Simmi menyuruh Ishita utk pergi dulu dan nanti dia akn menyusul setelah mengganti pakaian bayiny.

(Scene fashback) saat Simmi berbohong pada keluargany dan dia keluar rumah utk menemui Parmeet di penjara. Simmi berkata pada Parmeet jika diriny akn membawa Parmeet keluar dari penjara dan mereka akn pergi jauh. Parmeet juga tengah memikirkan cara utk keluar dari penjara karena kali Raman tdk akn membantuny. Parmeet meminta Simmi utk tetap diam dan tinggal dirumah. Flashback berakhir). Simmi pun berkata pada diriny sendiri jika dia sangat membenci Ishita karena telah menghancurkan hidupny. Tapi Simmi berjanji suatu saat akn membalas dendam pada Ishita disaat yang tepat.

Tn. Bhalla sedang berbicara dengan istriny. Dia menanykan mengapa Toshi masih menylahkan Ishita. Tn. Bhalla mencoba memberi pengertian jika apa yang dilakukan Ishita adalah benar.  Toshi pun mengatakn jika putriny akn selalu menjadi prioritas tertingginy. Dan jika diriny disuruh memilih antara anak dan menantu, Toshi berkata bahwa diriny memilih sang anak. Toshi kemudian pergi sambil menangis.

Romi sedang berada di restoran bersama Bala dan mencoba utk berbicara dengan manis. Bala meminta Romi mengenalkan diriny pada semua teman2ny. Lalu Bala pun menggali info dari mereka tentang seputar suap yang telah mereka lakukan. Bala berharap dia akn mengetahui masalah penyuapan ini hingga ke akar2ny utk membantu Vandu.

Ishita meletakkan saree2ny di dalam lemari. Raman lalu muncul, dia berkata manis pada Ishita hingga membuat Ishita tersipu malu tapi kemudian Raman berubah kasar dan menyuruh Ishita mengeluarkan semua saree2ny dari dalam lemari karena Raman mengklaim bahwa itu adalah lemariny. Ruhi kemudian muncul dan melihat wajah Ishita yang terlihat marah. Ruhi pun bertany tapi Raman memberi kode pada Ishita utk diam. Ishita tapi tetap buka suara dan menceritakn pada Ruhi bahwa ayahny melarangny meletakkan baju di dalam lemari. Ruhi pun mengomeli ayahny dan akhirny Ishita menyuruh Raman meletakkan kembali saree2ny kedalam lemari lalu dia melenggang pergi bersama Ruhi.

Mihir mendatangi rumah keluarga Iyer utk bertemu Trisha. Mihir heran karena Trisha mengatakn bahwa dia sedang sakit. Trisha pun beralasan sakit karena sudah 4 hari Mihir selalu menolak ajaknny utk menyiapkan persiapan pertunangan. Trisha pun mengatakn jika seharian ini Mihir akn bersamany utk melakukan persiapan. Trisha kemudian pergi ke kamar dan bersiap2.

Mihir menelpon seseorang dan membooking tempat utk Ishita dan Raman. Mihika tdk mendengar pembicaraan Mihir di awal, dia hany mendengar saat Mihir berkata tentang persiapan harus menjadi yang paling utama.  Mihika salah paham dan memperolok Mihir. Mihir hany bisa berkata dalam hati semoga saja Mihika memahami bahwa apa yang sedang dia lakukan ini demi Ishita dan Raman. Mihir lalu menitip pesan pada Madhavi bahwa dia akn pergi ke rumah Raman dan memintany utk memberitahu Trisha agar menemuiny setelah Trisha siap. Madhavi pun menjadi geram.

Raman sedang bermain karambol dengan ayahya dan juga Romi. Ishita membawakn sarapan utk mereka. Mihir datang dan kemudian mengabarkan pada Raman bahwa akn ada jamuan makn malam bersama rekan bisnis dan mereka akn membawa istri2 mereka. Raman pun menggerutu. Ishita pun berkata jika dia tdk akn ikut karena tdk mengenal siapapun. Ishita juga berkata bahwa dia akn menjaga Ruhi. Tn. Bhalla meminta Ishita utk ikut agar bisa mengenal semuany. Mihir pun bersikeras agar Ishita setuju utk ikut. Mihir meminta mereka memakai pakaian formal. Mihir pun senang karena mereka setuju utk pergi bersama tapi Ishita dan Raman sendiri tdk merasa senang.

Raman berada di kamar bersama Ishita. Mereka kembali bersitegang tentang saree yang akn dipakai Ishita. Ishita memutuskan memakai saree berwarna merah dan Raman mengejekny dan kemudian beranjak pergi. Mihir sendiri sedang menjelaskan rencanany pada semua orang di rumah Raman agar Raman dan Ishita bisa menghabiskan waktu bersama2. Mihir juga meminta Ruhi merahasiaknny dan tdk menceritakn pada Ishita. Mihir lalu berpamitan karena akn menyiapkan beberapa persiapan terakhir.

Tn. Bhalla  berkata jika Mihir telah melakukan banyk hal utk Raman, dia berpikir akn membooking aula Emerald utk pertunangan Mihir, Toshi merasa marah dan kemudian berdebat dengan suaminy mengenai Simmi dan mengatakn mereka semua akn keluar rumah utk menghibur Simmi.

Ishita mendengar semua orang akn pergi bersama2, Ishita berharap bisa ikut pergi bersama mereka daripada harus pergi dengan Raman.

Vandu mendengar beberapa mahasiswi memuji Bala dan akn mengambil kuliah Minggu denganny. Vandu lalu mendatangi Bala dan mengomentari pakaianny yang semakin trendi. Bala lalu memegang Vandu dan semakin mendekat, tiba2 Romi muncul dan Vandu pun menjauh dari Bala. Romi lalu menanykan kertas pada Bala dan Bala memberi kode pada Romi utk diam karena Vandu sedang memandangi Romi. Setelah Romi pergi, Vandu pun bertany mengapa Bala sekarang dekat dengan Romi. Bala pun memberikan alasan pada Vandu, kemudian Vandu meminta Bala pulang dengan segera karena mereka harus makn malam dengan Shravan. Vandu kemudian bergegas pergi. Bala pun bergumam meminta maaf pada Vandu karena tdk menceritakn semuany.

Ruhi sedang bersama Romi, Raman lalu datang dan meminta pendapat mereka tentang penampilanny. Ruhi mengatakn ayahny mirip James Bond. Ruhi lalu menanykan baju apa yang dipakai Ishita. Romi mengatakn sampai sekarang Ishita belum terlihat. Raman pergi ke lantai bawah apartemen dan sopirny mengatakn jika dia akn mengisi bensin. Raman menyuruhny cepat kembali setelah mengisi bensin. Kemudian Raman mengomel karena Ishita tdk terlihat juga. Raman pun mencari Ishita sambil mengomel karena Ishita masih berada di dalam kamar mandi. Raman pun berkata agar Ishita buru2 bersiap karena ini hany makn malam dan akn segera berakhir. Rajeev Tandon lantas menelpon Raman, Raman menjawab agar Rajeev tdk khawatir karena pertunangan Mihir dan Trisha akn berlangsung dengan baik.

Tn. Bhalla lalu bertany apakah Raman sudah berangkat, Romi menjawab iya karena mobilny juga tdk berada di parkiran. Toshi mengeluh karena Raman tdk berpamitan padany. Mereka melihat keluarga Iyer tdk berada dirumah, mereka juga mengunci rumahny.

Raman mengetuk pintu kamar mandi agar Ishita segera keluar. Raman kemudian mengetahui dirumah tdk ada orang, dia juga melihat rumah dalam keadaan terkunci, Raman pun berteriak memanggil ayahny dan juga Romi dari balik jendela. Ishita muncul dan bertany mengapa Raman berteriak. Raman berbalik dan terkejut melihat Ishita dalam balutan gaun biru yang pernah dihadiahkan olehny utk Ishita. Ishita terlihat begitu cantik. Ishita pun bertany melihat Raman sedang memandanginy. Raman berkata “tdk ada sepatah katapun utk pertama kaliny yang bisa ku ucapkan, kamu terlihat sangat baik”. Raman lalu mengatakn bahwa mereka terkunci dirumah karena semua orang sedang keluar sekarang.

Ishita pun menylahkan Raman hingga mereka bisa terkunci. Mereka lalu duduk di ruang makn dan mulai berdebat. Ishita lalu bercerita bahwa dia pernah juga terkunci bersama Subbu di rumah Vandu tapi beruntung Bala datang karena ada barang yang tertinggal. Ishita berkata kini dia mengalami hal yang sama bersama Raman. Tapi Raman mengatakn bahwa ini berbeda, dulu Ishita terkunci dengan Subbu dan pasti merasa senang. Mereka lalu kembali berdebat. Ishita lantas berinisiatif utk menukar baju. Tapi Raman melarang karena jika keluargany pulang, diriny dan Ishita bisa langsung berangkat utk bertemu para investor. Raman lalu menyuruh Ishita duduk dan menikmati minuman dingin.

Raman kemudian menceritakn cerita palsu mengenai seorang gadis di kampusny dulu yang bernama Sona. Raman memuji Sona dan membuat Ishita cemburu. Raman menceritakn segalany tentang Sona lalu dia bercerita bahwa dia pernah duduk begitu dekat dengan Sona dan dia juga memegang tangan Sona. Raman mempraktekkan sambil memegang tangan Ishita, mereka lalu berpandangan satu sama lain. Ishita lalu melepas tanganny dari genggaman tanga Raman dan berkata “ini tanganku, bukan tangan Sona”. Raman menjawab mengapa kau terlihat jengkel. Ishita berkata bahwa dia tdk jengkel dan tdk peduli dengan cerita Raman. Raman pun mengatakn bahwa ceritany tentang Sona itu bohong dan Raman berkata bahwa dia bisa melihat Ishita cemburu bagai jagung yang terbakar.

Ishita pun mengomel dengan cerita cinta palsu Raman dan dia pergi ke kamar. Raman sendiri mencoba menelpon Mihir karena klienny pasti sedang menunggu. Sedangkan Mihir sedang makn malam bersama Trisha, Trisha menyuruh Mihir menjawab telepon. Mihir berkata jika dia akn dimarahi Raman karena telah membohonginy tentang jamuan makn malam jadi Mihir memutuskan tdk menerima telepon Raman.

Raman pun menelpon Tn. Mehta, dia meminta maaf karena tdk bisa datang tepat waktu. Tn. Mehta sendiri bingung dengan perkataan Raman dan Raman pun menydari jika Mihir telah membohonginy. Raman pun berkata pada Tn. Mehta jika dia telah salah menelpon. Raman mengakhiri panggilan dan bergumam bahwa Mihir telah membodohiny.

Ishita berdiri di balkon dan menunggu. Raman berada di dapur dan mengatakn jika diriny lapar dan tak ada satupun maknan yang bisa di makn. Ishita pun menawarkan membuat maknan utk Raman tapi Raman menolak. Listrik kemudian padam. Ishita pun bergerak hendak mencari lilin . Tapi dia tergelincir dan Raman memeganginy. Mereka pun saling berpandangan. Raman pun kemudian berkata akn mencari lilin, Ishita bertany dengan apa Raman akn mencari lilin. Raman pun menjawab dengan lampu di ponselny. Ishita pun berkata agar Raman berhati2. Raman pun menjawab jika ini rumahny sendiri dan dia bisa berjalan sambil menutup mata. Lalu Raman terjatuh. Ishita bertany apa yang terjadi. Raman berkata bahwa ponselny terjatuh. Ishita kembali bertany kenapa suarany sangat berisik. Raman menjawab jika ponselny jatuh bersama diriny juga. Ishita pun tertawa.

Raman menylakn lilin. Dan Ishita mengusulkan utk order maknan, Raman mengingatkan Ishita bahwa pintu terkunci. Ishita mengatakn jika hany ada Suji yang tersedia. Raman berkata Suji lebih baik daripada mati kelaparan. Raman lalu membantu Ishita memasak. Ishita membawa pisau dan kemudian jariny terkena pisau dan berdarah. Raman lalu mengambil tangan Ishita dan mengikat lukany dengan saputangan.

Setelah itu Ishita berkata bahwa dia yang akn memandu Raman utk memasak. Raman kemudian memotong sayuran dan bawang. Ishita tersenyum melihat Raman memasak, dia membantuny menggunakn tangan kiri. Mereka pun memasak bersama. Mereka membuat Suji ka Ukma.

Seorang pencuri datang dan berkata jika seluruh Delhi sedang mati listrik dan ini saatny utk beraksi. Pencuri itu mendengar jika keluarga Bhalla sedang keluar dan tdk ada orang di flat 302. Ishita sedang berdebat dengan Raman mengenai maknan yang sedang dimasak. Pencuri kemudian masuk. Ishita bertany pada Raman apakah dia mendengar suara. Raman menjawab jika itu mungkin suara diluar. Lalu mereka mendengar suara  lagi di kamar ibu Raman. Ishita menyuruh Raman utk melihat.

Pencuri pun bersembunyi tapi Raman kemudian menemukanny bersembunyi di balik tirai. Raman lalu malah mengobrol dengan pencuri tersebut. Ishita mendengar percakapan mereka dan dia menyuruh Raman utk berhenti mengobrol dan segera memanggil polisi. Lelaki pencuri itu malah mendukung Ishita utk memanggil polisi dan mengirimny ke penjara. Raman lalu mengajakny berbicara dan pencuri itu mengatakn namany Sadhuram. Sadhuram menceritakn jika istriny lah yang menyuruhny mencuri. Ishita pun berkata bahwa dia yang akn memukul pencuri itu jika Raman tdk bisa melakukanny. Raman pun mencegah Ishita. Dan kemudian Raman membebaskan Sadhuram dan menyuruhny pergi. Raman juga berpesan agar Sadhuram menghubunginyn jika memerlukan sesuatu.

Ishita merasa surprise melihat Raman berbicara dengan seorang pencuri, dia mengatakn jika ada yang salah dengan Raman dan berkata Raman membutuhkan psikiater. Ishita kemudian pergi dan dia membuka ikatan saputangan Raman. Ishita lalu memutar radio dan mendengar penyiar radio berbicara mengenai cinta dan bertany pada para pendengar tentang cerita mereka setelah menikah. Ishita terkejut mendengar suara Raman yang menelpon radio tersebut dan berbagi cerita tentang pernikahan dan menyindir Ishita. Ishita lalu melakukan hal yang sama. Dia juga menelpon radio tersebut utk berbagi cerita secara on air.

Sang penyiar radio kewalahan menghadapi Ishita dan Raman lalu dia menghentikan mereka dan berkata agar mereka menyelesaikan masalah mereka di rumah dan bukan di radio. Ishita dan Raman kemudian saling berhadapan satu sama lain dan mereka berdebat. Raman hendak pergi dan dia melihat tongga penopang tirai jatuh, Raman berlari ke arah Ishita dan melindunginy. Mereka terjatuh dan terbungkus dalam tirai yang sama dan mereka saling pandang. Raman berkata jika tanganny terhimpit, begitu juga dengan Ishita. Mereka lalu memikirkan bagaimana carany keluar dari lilitan tirai tersebut.

Semua orang kemudian datang dan terkejut melihat Ishita-Raman. Romi berkata mereka seperti film Hollywood. Raman meminta Romi utk segera melepaskanny. Tn. Bhalla lalu bertany bagaimana mereka bisa masuk karena rumah terkunci dari luar. Mereka lalu melihat tonggak penopang tirai yang jatuh. Ishita kemudian mengkhawatirkan tangan Raman. Romi berkata jika dia melihat Raman pergi dan mobilny tdk berada diluar. Raman menjawab jika sopirny sedang membeli bensin dan diriny sedang menerima telepon Rajeev di dalam kamar, Ishita berada di kamar mandi. Romi pun meminta maaf pada Raman. Raman lalu menanykan bagaimana makn malam keluargany dan Raman juga menanykan Simmi. Tn. Bhalla mengatakn Simmi baik2 saja dan sekarang sedang mengobrol bersama Pammi dan akn segera datang bersama Ruhi dan bayiny. Tn. Bhalla lalu menyuruh Raman dan Ishita pergi tidur. Tn. Bhalla lalu berkata pada istriny jika Raman dan Ishita rasany ingin tinggal berdua dan tdk menelpon mereka saat mengetahui rumah terkunci, mereka kini semakin dekat. Toshi menjawab bahwa dia hany ingin Raman bahagia.

Parmeet sedang berbicara sendiri didalam penjara, sementara Ashok datang ke kantor polisi dan menemui Inspektur utk membicarakn mengenai kasus penipuan tanah tempo hari. Ashok berdebat dengan Inspektur. Lalu Inspektur memberikan dokumen pada pengacara Ashok. Ashok lalu pergi menelpon sambil berjalan mendekati sel, dia lalu melihat Parmeet dan mengingatny sebagai adik Raman. Ashok lalu bertany tentang kasus Parmeet pada Inspektur. Inspektur menjelaskan jika Parmeet ditahan karena mencoba melecehkan istri Raman yaitu Ishita.

Ashok lalu menemui Parmeet dan Parmeet mengenaliny sebagai Ashok Khanna, musuh terbesar Raman. Ashok lalu berkata jika Parmeet ingin, diriny bisa menjadi temanny, Ashok menambahkan jika mereka memiliki musuh yang sama dan Ashok menyuruh Parmeet berpikir persahabatanny dengan Ashok memiliki keuntungan atau tdk.

Raman dan Ishita berada di kamar, tangan Raman terluka. Ishita pun mencoba mengobati luka Raman. Mereka pun saling pandang. Raman lalu menjerit kesakitan dan Toshi segera datang utk mengetahui apa yang terjadi. Raman lalu menjelek2kan Ishita didepan ibuny dan setelah ibuny pergi Raman berkata pada Ishita jika tadi hany leluconny saja. Ishita lalu merasa sakit punggung. Ishita berkata jika dia terkilir. Raman mencoba mengobatiny dengan mengoleskan balsem. Raman meminta Ishita memindahkan rambutny dan Raman mengoles bagian punggung Ishita dengan balsem. Simmi tiba2 masuk dan terkejut melihat kedekatan Ishita dan Raman. Simmi pun berkata dia akn kembali lagi nanti dan kemudian pergi. Raman mencegah Simmi pergi. Simmi pun berkata dalam hati bahwa setelah Ishita berhasil menghancurkan pernikahanny maka dia tdk akn membiarkan Ishita mendapatkan cinta Raman.

Rajeev Tandon memberikan kejutan pada Trisha dengan datang ke India. Rajeev telah berada di rumah keluarga Iyer dan mengucapkan terima kasih pada Madhavi karena telah merawat Trisha, dia membawakn hadiah utk keluarga Iyer dan mengucapkan terima kasih juga pada Vishwa. Rajeev juga mengundang keluarga Iyer utk datang dalam acara pertunangan Trisha. Mihir melihat Mihika yang nampak marah.

Raman dan Ishita datang menypa Rajeev. Ishita menatap Mihir dengan marah. Rajeev pun memuji Mihir dan meminta keluarga Iyer mengatur persiapan pernikahan dan biddai. Lalu Raman dan Rajeev pergi ke kantor dan Mihir mengikuti mereka.

Ishita menemui Mihir di sebuah restauran. Ishita pun bertany mengapa Mihir melakukan pertunangan ini padahal dia sangat mencintai Mihika. Mihir pun menjawab semua ini demi Raman. Ishita  berharap Mihir menentukan jalan hidupny sendiri. Mihir membalas bahwa Raman selalu membuat keputusan yang benar utk hidupny. Mihir menambahkan jika dia mengerti Ishita mengkhawatirkanny tapi Mihir berharap Ishita bisa memahami keadaanny.

Romi menemui Bala di ruanganny. Bala pun menanykan keperluan Romi. Romi berkata bahwa dia mengundang Bala ke pertunangan Trisha dan Mihir. Bala pun menjawab bahwa dia dan Vandu akn datang. Romi lalu meminta bocoran soal ujian tapi Bala menyuruhny pulang dan belajar utk ujian, dia berkata akn mengembalikan uang Romi. Romi pun terkejut tapi dia pun akhirny melangkah keluar dari ruangan. Beberapa saat kemudian Romi berbalik ke ruangan Bala dan mendengar Bala sedang membicaraknny pada Vandu melalui telepon. Romi pun sadar bahwa Bala telah menipuny dan akn membongkar kelakuanny. Romi pun berkata bahwa dia tdk akn melepaskan Bala.

Ishita menemui Raman dan mengajakny berbicara mengenai Mihir. Ishita ingin Raman tahu bahwa sesungguhny Mihir mencintai Mihika. Raman tdk mau berdebat dengan Ishita dan memintany utuk mendukung keputusanny.  Raman juga meminta Ishita besok utk datang bersamany dan tdk mengatakn apapun. Raman kemudian pergi.

Ishita lalu mendatangi Mihika utk berbicara juga mengenai Mihir. Mihika menjawab bahwa hatiny terluka tapi dia tdk akn mati hany karena seorang pria. Mihika meminta Ishita utk tdk mengkhawatirkanny. Ishita mengatakn bahwa dia akn menghentikan Raman melakukan semua ini. Mihika berkata jika sekarang tdk bisa melakukan apa2 lagi. Ishita pun berjanji akn memainkan permainan yang lebih baik dari permainan Raman.

Baca cerita sebelumnya Sinopsis Mohabbatein episode 34 dan episode selanjutnya yang tayang 5 september 2016 Mohabbatein episode 36

Subscribe to receive free email updates: