Sinopsis Mohabbatein Episode 41 (ANTV) ,10 September 2016

Drama serial "Mohabbatein" merupakan film India yang di tayangakan oleh ANTV. Film ini merupakan salah satu dari banyak film India yang telah ANTV tayangkan .Mohabbatein tayang di Indonesia untuk kedua kalinya pada 1 agustus 2016 yang dulu pernah juga ditayangkan oleh RCTI dengan judul RUHI TERSAYANG pada tahun 2015 akhirdan sekarang telah banyak mendapat kan penggemar seperti film Uttaran .Film Mohabbatein adalah film romantis yang mengisahkan percintaan pria dudu dan perempuan cantik yang merupakan seorang dokter .

Sinopsis Mohabbatein Episode 41, 10 September 2016

Sinopsis "Mohabbatein" (ANTV) Episode 41 Tayang sabtu 10 September 2016 dimulai dari ,Kedua keluarga besar itu saling terkejut dan tidak percaya satu sama lain ketika mereka akhirny bertemu sesuai dengan permintaan tuan Bhalla dan tuan Iyer untuk membahas pernikahan Raman dan Ishita, Simmi dan Vandu mencoba memecah ketegangan ini dengan bertany pada ayah mereka masing masing “Ayah, bagaimana ayah bisa memutuskan tentang pernikahan mereka, bagaimana bisa ayah berfikir tentang kebahagiaan mereka ?”

Sementara itu Shagun sedang ngobrol dengan Ashok “Ashok, saya tidak yakin ini, Raman tidak mungkin menikah lagi”, “Kenapa memangnya?” tany Ashok penasaran “Aku meninggalkannya, saya juga sudah menghancurkan hatiny dan yang sangat kebetulan sekali Ishita juga datang kesini  untuk bertemu dengan seseorang yang akan menjadi calon suaminya” Ashok semakin penasaran “Aku jadi ingin tahu siapa yang akan dinikahi oleh Raman”, “Hati hati, Ashok , pernikahan Raman bisa berimbas pada hak asuh Ruhi” sela Tanu “Ayooo kita pulang saja, Ishita ada di pihak kita, kita akan memenangkan kasus hak asuh ini” Ashok tertawa mendengar ucapan Shagun

Bala, kakak ipar Ishita mencoba bicara dengan tuan Bhalla “Tuan Bhalla, apakah kamu ingin menjalin hubungan dengan Ishita, dengan begitu kami bisa menarik kembali kasus Mihir ?  Kamu sudah memanfaatkan ayah kami” keluarga Bhalla sangat marah mendengarnya, Rumi juga sangat marah pada Bala “Heii, Bala , tany ibumu itu, dia itu sudah mengunci ibuku di gudang pada hari perayaan Lohri kemarin” semua orang terkejut mendengarny  ”Ibu, apakah itu benar ?” tany Vandu heran “Itu memang kesalahanku, waktu itu saya mau meminta maaf namun Rumi malah mencegahku” mereka kemudian beradu pendapat lagi seperti biasa

“Appa, mereka ini sudah mengirimkan kita ke penjara dan menghancurkan pertunangan Ishita, bagaimana bisa kamu berfikiran akan menikahkan mereka ?” tany Amma kesal, nyony Bhalla  juga berkata pada suaminy agar menentang keluarga Iyer, Amma dan nyony Bhalla sama sama mengatakan “Kami tidak akan membiarkan pernikahan ini terjadi ! Titik !” ujar mereka sengit “Aku dan tuan Iyer sudah memutuskan hal ini, kalian sudah membuat sebuah kesalahan, pikirkan tentang Ruhi, Ishita sangat menyayangi Ruhi dan Ruhi juga sangat menyayangi Ishita,  Raman membutuhkan seorang istri yang baik dan Ruhi membutuhkan seorang ibu yang baik” tuan Bhalla mulai memberikan alasanny ingin menikahkah Raman dan Ishita

“Ishita ini sempurna, dia sangat mencintai Ruhi, ego kalian pasti akan terluka dengan pernikahan ini namun Ruhi dia akan mendapatkan cinta dan sebuah rumah, Ruhi akan mendapatkan seorang ibu yang baik” semua orang terdiam mendengar penjelasan tuan Bhalla “Itulah mengapa  kami berdua ingin Raman dan Ishita menikah” nyony Bhalla langsung menyela “Raman, bagaimana pendapatmu, nak ? Apakah kamu akan menikahiny ?” Raman menatap kearah Ishita lalu berjalan kearahnya,

Vandu segera menghadang Raman dengan berdiri diantara Ishita dan Raman “Tolong, minggir” pinta Raman kemudian Raman dan Ishita beradu pendapat lagi di depan semua orang, Raman menyebut Ishita sebagai perempuan mata duitan “Aku juga tidak tahu kalau itu adalah kamu !” balas Ishita ketus “Aku tidak akan menikah denganny !”, “Bahkan saya juga tidak ingin menikah denganny ! Dan saya juga tidak mau melihat wajahny lagi !” Ishita membalas ucapan Raman dengan tidak kalah sengit, nyony Bhalla dan Simmi kaget “Aku juga benci wajahmu !”, “Kalau begitu bisakah kami pulang sekarang ?” akhirny kedua keluarga itu pergi meninggalkan tempat itu dengan perasaan dongkol di dada mereka masing masing, tinggal tuan Iyer dan  tuan Bhalla yang tertinggal “Tuan Bhalla, saya tidak pernah berfikir kalau hubungan ini akan terwujud", “Kita harus bicara dengan mereka, pernikahan ini tetap akan terjadi” ujar tuan Bhalla

Tuan Bhalla mencoba mengajak Raman ngobrol dari hati ke hati tentang rencanany ini “Raman,  pikirkan tentang Ruhi dan lupakan semua masalahmu bersama Ishita” tuan Bhalla kemudian memuji Ishita didepan Raman karena sangat peduli dengan Ruhi “Raman, ayah harap kamu bisa menyetujui pernikahan ini dan pikirkan hal ini secara tenang, apalagi Ruhi sudah memilih Ishita, ayah tahu kalau kamu tidak benar benar membenci Ishita namun kamu membenci dirimu sendiri” Raman hany terdiam mendengar penjelasan ayahny “Lihat Ruhi sudah menemukan seorang ibu untuk diriny sendiri,  sekarang adalah giliranmu, berikan dia seorang ibu, Raman , kamu bisa mengambil Ruhi kembali dari Shagun, hany kalau kamu bisa menikahi Ishita” ucapan tuan Bhalla membuat Raman berfikir,

Pada saat yang sama Appa juga berusaha untuk meyakinkan Ishita untuk lamaran Raman ini “Aku bahkan tidak menyukai Raman, ayah”, “Tapi kamu mencintai Ruhi kan ? Dan kamu juga peduli dengannya” Ishita menangis begitu teringat akan Ruhi “Raman itu sebenarny  bukan pria yang buruk dan kamu belum bisa melihatnya, lihat di mata Ruhi, lihat kepolosannya, kamu tahu kan kalau dia membutuhkan kamu, dia membutuhkan seorang ibu yang menyayanginya, Raman tidak mempunyai waktu untuk Ruhi dan Shagun juga sudah mengabaikanny selama ini, apa yang akan Ruhi lakukan ?” Ishita hany terdiam mendengar penjelasan Appa  “Tidak ada seorangpun yang bisa mendapatkan semuany dikehidupan ini dan kamu akan kehilangannya, jadi ayah minta padamu pikirkan tentang hal ini secara baik baik” Ishita menggeleng

“Kalau Raman, tidak ayah”, “Sampai saat ini ayah tidak memaksamu, Ishita , namun kamu juga tidak bisa memutuskan hal ini hany karena egomu semata, jadi ayahlah yang akan membuat keputusan, ayah tidak akan menyentuh makanan apapun sampai kamu menyetujui pernikahan ini” semua orang yang mendengar ucapan tuan Iyer kaget  “Ayah juga bisa keras kepala sama seperti dirimu, Ishita” kemudian Appa masuk ke dalam kamarnya, begitu Appa masuk ke kamar, Mihika berkata pada Amma “Bibi, kak Ishita harus memikirkan hal ini dengan baik” ucapan Mihika membuat Amma menangis meratapi nasib putriny

Tak lama kemudian, Mihir menemui Mihika, Mihika memintany untuk pergi “Mihika, apakah kamu kira saya ini menyukai MMS itu ? Kita harus bisa menyatukan Raman dan Ishita, ini semua demi kebahagiaan Ruhi, pikirkan tentang Ruhi  “Jangan berani beraniny kamu berkata begitu ! Kakakku tidak akan menikah dengan orang yang kasar dan sombong seperti kakakmu itu !” Mihika benar benar marah pada Mihir “Dan lagi kita berdua sudah tidak mempunyai hubungan apa apa lagi diantara kita !” Mihikan segera meninggalkan Mihir  dengan perasaan kesal, Mihir berharap kalau diriny bisa mengatakan pada Mihika kalau dia benar benar peduli dengan kebahagiaan Ruhi

Saat itu Ishita sedang memikirkan Ruhi, namun kemudian Ishita juga teringat pada ucapan Raman yang pedas, Ishita menangis sambil mengingat kata kata Appa kalau Ruhi membutuhkan diriny sebagai ibunya, Mihika menemui Ishita dan berkata “Kakak, saya mohon, jangan mau menikah dengan Raman,  mereka itu orang orang yang jahat, kamu tidak bisa masuk dalam keluarga itu yang sudah menghancurkan hidupku, kalau kamu menikah denganya, saya takut, kakak , saya mohon, jangan menikah dengannya”, “Tenang, Mihika , saya tidak akan menikah dengan Raman” ucapan Ishita membuat Mihika lega

Tuan Bhalla datang dan menemui Appa, Appa menyapany dan memintany untuk masuk ke dalam rumahny “Ada sebuah kabar baik, tuan Iyer , Raman akhirny setuju dengan pernikahan ini, kami ingin persetujuan juga dari Ishita” saat itu Ishita datang menemui mereka dan berkata  “Aku setuju dengan pernikahan ini namun dengan satu syarat !” tuan Iyer menatap kearah Ishita dengan tatapan heran

Ishita datang dan bicara dengan Raman tentang syaratny “Aku tidak bisa menikah dengan pria yang mendukung perbuatan Mihir”, “Apa ini ?” tany Raman heran “Aku siap untuk menikah kalau Mihir menyerahkan diri ke polisi”, ujar Ishita ketus “Aku tidak akan melakukan hal ini ! Apa kamu pikir saya ini akan mati kalau tidak menikah denganmu ? Yang benar saja ! saya mau menikahimu hany untuk Ruhi ! saya tidak akan melakukan hal ini pada temanku, tidak akan !” ujar Raman sengit “Aku juga tidak tertarik untuk menikah denganmu,  kalau kamu bisa menerima syaratku ini, katakan padaku, yang pasti saya tidak akan menikah sampai Mihir menyerahkan diriny ke polisi” Ishita segera pergi meninggalkan Raman, Mihir mendengar pembicaraan mereka

Baca cerita sebelumnya Sinopsis Mohabbatein episode 40 dan episode selanjutnya yang tayang 11 september 2016 Mohabbatein episode 42

Subscribe to receive free email updates: