Sinopsis Mohabbatein Episode 45 (ANTV) ,14 September 2016

Drama serial "Mohabbatein" merupakan film India yang di tayangakan oleh ANTV. Film ini merupakan salah satu dari banyak film India yang telah ANTV tayangkan .Mohabbatein tayang di Indonesia untuk kedua kalinya pada 1 agustus 2016 yang dulu pernah juga ditayangkan oleh RCTI dengan judul RUHI TERSAYANG pada tahun 2015 akhirdan sekarang telah banyak mendapat kan penggemar seperti film Uttaran .Film Mohabbatein adalah film romantis yang mengisahkan percintaan pria dudu dan perempuan cantik yang merupakan seorang dokter .

Sinopsis Mohabbatein Episode 45, 14 September 2016

Sinopsis "Mohabbatein" (ANTV) Episode 45 Tayang rabu 14 September 2016 dimulai dari ,Ruhi sedang ngobrol dengan teman temanny di sekolah dan dia membuat sebuah cincin berhuruf R , saat itu Ruhi melihat ayahny datang ke sekolah, Ruhi sangat senang sekali “Ayah, apakah ayah datang untuk menemui saya ? Kalau iya, terima kasih untuk kedatangannya” kata Ruhi sambil menunjukkan cincin berhuruf R - ny “R untuk Raman” Raman terharu mendengarny “Aku benar benar tidak percaya, kamu bahkan datang kesini juga, untungny saya telah mengetahuiny !” kata Shagun lantang yang tiba tiba muncul di depan mereka “Jangan berteriak, Shagun ! Ini bukan tempatny untuk berteriak !” Shagun segera beradu pendapat dengan Raman

“Kamu ini benar benar mabuk, mau apa kamu datang kesini ? Kamu seharusny menunggu Ruhi dirumah ! Kenapa kamu kesini ?”, “Aku datang kesini untuk bertemu dengan Ruhi !” Shagun langsung menghina Raman ”Kamu sendiri bahkan tidak tahu dimana standar dirimu sendiri !” sindir Shagun, Raman meminta Shagun berhenti bicara seperti itu di depan Ruhi “Hentikan melakukan hal seperti ini atau saya akan pergi ke pengadilan !” Shagun segera membawa Ruhi bersamanya, Ruhi hany bisa pergi mengikuti ibuny sambil menatap ke arah Raman dengan perasaan sedih

Malam harinya, ketika keluarga Bhalla datang, Amma langsung mengabari Vandu “Vandu, mereka datang” kemudian keluarga Iyer menyambut kedatangan keluarga Bhalla, saat itu Simmi terkena flu, Appa menyambut mereka semua dan meminta mereka untuk masuk ke dalam rumahnya, mereka memainkan musik India Selatan (asal usul keluarga Iyer), tuan Bhalla kemudian memperkenalkan pamanny Raman “Lalu dimana Raman ?” tany Appa heran “Dia pergi ke kantor dulu tadi, dia bilang tadi akan langsung datang ke sini” sahut tuan Bhalla

“Raman itu tidak bisa tidur seharian ini, dia mungkin lelah” sela nyony Bhalla, Simmi rupany sedikit pusing dan meminta untuk mematikan saja musikny karena membuat pusing kepalany semakin bertambah berat, beberapa wanita yang hadir rupany menggosip soal Ishita, Vandu yang mendengar adikny di jelek jelekkan merasa marah dan hendak balik memarahi mereka tapi Mihika langsung mencegahny agar tidak marah pada mereka karena hari ini hari terpenting untuk Ishita

Sementara itu, Shagun berusaha menelfon Ishita “Kenapa Ishita tidak menjawab telfonku ? Apakah ada sesuatu antara Ishita dan Raman ? saya benar benar merasa cemas, apa yang harus saya lakukan ?” Shagun benar benar penasaran “Coba kamu telfon dengan nomerku” pinta Ashok, akhirny Mihika yang menerima telfon dari Shagun “Ashok, orang lain yang mengangkat telfonny bukan Ishita” kata Shagun, karena tidak tahu siapa yang menelfon, dengan polosny Mihika memberikan alamat gedung tempat pertunangan Ishita “Apakah saya bisa bicara sebentar dengan Ishita ?” pinta Shagun

“Maaf sekali, saat ini dia sedang sibuk dengan pesta pertunangannya” akhirny Shagun mengakhiri telfonny dan mengabarkan hal ini pada Ashok “Kenapa begitu tiba tiba sekali ? saya akan menelfonny nanti malam dan membicarakan tentang Raman”, “Kamu seharusny mencari tahu dengan siapa dia bertunangan dan menikah, ini penting, Shagun ,,, kita seharusny pergi kesana untuk mengucapkan selamat untuk pertunangannya” akhirny bergegas Shagun meminta supirny untuk mengantar mereka ke tempat tersebut.

Lihat juga: Dalam 5 Hari Warkop DKI Reborn: Jangkrik Bos Part 1 Tembus 2,2 Juta Penonton


Di gedung tempat perhelatan pertunangan Ishita dan Raman, Ishita memasuki gedung, Amma sangat senang melihat putriny ini, pamanny Raman juga langsung menyukai Ishita namun nyony Bhalla mengatakan hal yang buruk tentang Ishita, sementara itu tuan Bhalla menelfon Raman, sedangkan Rami menelfon kantorny Raman dan bertany tentang Raman, mereka baru tahu kalau Raman telah meninggalkan kantor sejak 2 jam yang lalu, Rinki dan Simmi juga berusaha menelfon Raman mencari tahu keberadaannya, nyony Bhalla merasa khawatir dengan keadaan Raman “Jangan khawatir, nyony Bhalla ,,, Raman pasti datang” Amma berusaha menghibur besanny ini, tiba tiba Simmi mempunyai sebuah ide “Bagaimana kalau melakukan pemujaanny dengan foto kak Raman saja ? Coba pikirkan, bibi ,,, waktu terbaikny akan segera berakhir dan ini ketiga kaliny kan untuk Ishita ?” kata Simmi polos

Bala yang mendengar ide Simmi yang tidak masuk akal seperti ini, langsung marah “Lelucon apa ini ?”, “Bagaimana bisa dia menghilang dari acara pertunanganny ?” Vandu menimpali ucapan suaminy “Tolong jangan tegang dulu” pinta Simmi, Simmi dan Vandu akhirny beradu pendapat lagi “Aku sangat mencemaskan Rama” kata nyony Bhalla sedih, tuan Bhalla dan Rumi bergegas mencari kemana Raman pergi, salah seorang wanita yang hadir disana menyindir Ishita untuk pertunanganny yang ketiga kaliny ini, Ishita sangat marah mendengarny dan meminta Mihika untuk memberikan ponselny

Kebetulan pada saat itu Shagun telah sampai di tempat pertunangan Ishita, Ishita berusaha menelfon Raman namun Raman tidak mengangkat telfonny “Apa apaan ini ? semua orang sedang menunggu dia disini, Raman malah menganggapny sebagai sebuah lelucon, dia bahkan tidak mengangkat telfonku, kenapa dia melakukan hal ini ? Ini sebuah penghinaan !” Ishita keluar dari gedung dengan perasaan marah, sementara itu Bala berkata pada Amma kalau dia akan mencari Ishita dan membawany ke tempat tersebut, sedangkan Shagun yang mulai memasuki gedung tersebut, langsung kaget begitu melihat ada keluarga Bhalla disana ”Apa yang mereka lakukan disini ?” tany Shagun heran, Ishita juga bertany tany “Kemana Raman pergi ? Kenapa saya mau saja setuju menikah dengan Raman” kata Ishita kesal, Amma juga bertany pada Appa “Dimana Raman ?”, “Tenang, jangan cemas, dia pasti akan datang” hibur Appa

Shagun pun semakin penasaran “Apa yang terjadi disini ?” Shagun mendengar beberapa wanita yang sedang menggosip tentang Raman yang menjadi tetangga Ishita, Bala segera mencegah Ishita yang hendak pergi ke kantor Raman “Ishita, tenang” dari kejauhan Shagun melihat Ishita yang sedang ngobrol dengan Bala, Shagun rupany salah paham karena dia mengira kalau Bala adalah tunangan Ishita, Shagun mendengar pembicaraan mereka dan sambil tersenyum, Shagun berkata “Jadi pria ini yang akan dinikahi oleh Ishita” Shagun merasa lega

Ketika melihat keluarga Bhalla datang, Shagun segera bersembunyi “Lebih baik nanti saja saya bicara dengan Ishita” kemudian Shagun memberitahu Ashok kalau semuany baik baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan

Vandu menangis sedih karena Raman tidak datang juga ke tempat pertunangan “Aku harus bilang ke Ishita” namun Mihika segera mencegahnya, saat itu Bala telah membawa Ishita masuk kembali ke dalam gedung “Aku tidak tahu bagaimana saya harus bersikap ? saya melakukan penikahan ini hany untuk kebahagiaan Amma, Appa dan Ruhi”, “Tersenyumlah, Ishita ,,, demi Amma dan Appa” pinta Bala “Aku tidak akan melepaskan Raman begitu saja !”, “Jangan terlalu agresif seperti itu, tenang saja” Bala mencoba menenangkan istriny “Mereka melakukan hal ini untuk menghina kita, Bala”, “Mungkin saja Raman saat ini benar benar sedang terjebak disuatu tempat” hibur Bala “Tapi waktu terbaikny (mahurat) telah berlalu” Bala mencoba mengajak istriny bercanda dan meminta Vandu untuk tersenyum “Aku rasa Bala benar, kita seharusny tidak begitu bertingkah berlebihan” bathin Vandu

Shagun sedang ngobrol dengan Ashok “Aku melihat sendiri calon suami Ishita, saya memang tidak bisa bertemu langsung denganny karena keluargany Raman ada juga disana, mereka ada disana karena mereka kan tetanggany Ishita” kata Shagun lega “Nanti saya akan bicara dengan Ishita dan mencari tahu keseluruhan ceritanya” Shagun merasa tenang sekarang

Di gedung, akhirny Raman datang juga, Rumi memberi tahu keluargany kalau Raman telah datang, semua orang melihat ke arah teras, Raman masuk ke dalam gedung “Raman, kamu ini dari mana saja ?” tany nyony Bhalla heran “Dia ini tertidur di dalam mobil” sela Mihir yang menemani Raman saat itu, Ishita sangat kaget begitu melihat kemunculan Mihir di pesta pertunangannya, Raman sendiri sedang memikirkan keadaan Ishita

Baca cerita sebelumnya Sinopsis Mohabbatein episode 44 dan episode selanjutnya yang tayang 15 september 2016 Mohabbatein episode 46

Subscribe to receive free email updates: