Sinopsis Mohabbatein Episode 48 (ANTV) ,17 September 2016

Drama serial "Mohabbatein" merupakan film India yang di tayangakan oleh ANTV. Film ini merupakan salah satu dari banyak film India yang telah ANTV tayangkan .Mohabbatein tayang di Indonesia untuk kedua kalinya pada 1 agustus 2016 yang dulu pernah juga ditayangkan oleh RCTI dengan judul RUHI TERSAYANG pada tahun 2015 akhirdan sekarang telah banyak mendapat kan penggemar seperti film Uttaran .Film Mohabbatein adalah film romantis yang mengisahkan percintaan pria dudu dan perempuan cantik yang merupakan seorang dokter .

Sinopsis Mohabbatein Episode 48, 17 September 2016

Sinopsis "Mohabbatein" (ANTV) Episode 48 Tayang sabtu 17 September 2016 dimulai dari ,Di butik tempat Raman membeli pakaian pengantin untuk Ishita ternyta ada Shagun disana yang juga sedang berbelanja, saat itu Shagun sedang belanja sambil ngobrol dengan temanny yang bernama Anjali “Kenapa saya harus peduli siapa yang akan di nikahi oleh Raman ?” tany Shagun heran menjawab  pertanyan temanny yang kepo, sementara itu nyony Bhalla bertany pada Raman “Raman, dimana Ishita ?”, “Tadi saya telah menelfonny, bu , katany dia telah dalam perjalanan kesini” tepat pada saat itu Shagun melihat Raman ada di butik yang sama dimana dia berbelanja, Raman ada di lantai atas bersama ibuny, sedangkan  Shagun ada di bawah “Kalau Raman ada disini, berarti gadis itu pasti ada di sini juga

tapi dimana dia ?” bathin Shagun dalam hati, dari lantai atas rupany Raman melihat Shagun “Shagun juga ada disini ? Gawat ! Dia bisa saja melihat Ishita juga ada disini” bathin Raman cemas, Setelah selesai berbelanja, akhirny teman Shagun pun pulang, ketika Shagun juga akan pulang, tepat pada saat itu Shagun bertemu dengan Ishita yang baru saja masuk ke butik tersebut “Heii Ishita, kamu kesini juga  rupany, koleksi baju baju disini bagus bagus, tapi ngomong ngomong Raman dan ibuny juga ada disini, sepertiny mereka juga akan membeli baju pengantin untuk calon menantu mereka” Ishita hany terdiam mendengar ucapan Shagun .

sementara itu Raman yang terburu buru harus kembali ke kantor, meminta ibuny untuk belanja dengan cepat “Ibu, ayoo kita pergi sekarang karena saya ada meeting”, “Raman, kita harus menunggu Ishita atau kamu katakan saja pada  ibu warna apa yang akan kita beli ?” tany nyony Bhalla, saat itu Raman melihat Ishita ada dibawah bersama Shagun, Raman kemudian menunjuk Ishita kepada pelayan butik dan memberikan kartu kreditny padany pelayan itu untuk Ishita, kemudian Raman bergegas meninggalkan butik tersebut bersama ibuny

“Ishita, saya telah selesai berbelanja, apakah ada yang bisa saya bantu ?”, “Oh tidak, terima kasih,  Shagun , karena sepertiny saya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk berbelanja, saya akan mengurusiny sendiri” akhirny Shagun meninggalkan butik itu, namun saat itu lamat lamat Shagun mendengar kalau Raman meninggalkan kartu kreditny untuk Ishita, Shagun kembali bertany tany dalam hati “Kenapa Raman membayari belanjaan Ishita ? Ini sepertiny Raman memang berusaha menyuap Ishita” bathin Shagun kesal “Ishita, mereka itu benar benar salah dengan membujuk kamu untuk berada di pihak mereka” sindir  Shagun sinis “Aku melakukan apa yang hati kecilku katakan” kata Ishita santai, Shagun kemudian keluar dari butik tersebut

Di rumah Ashok, Ruhi sedang memecah celengan tanah liatny dengan sebuah palu dan mengambil uangny yang berada disana “Ini adalah pernikahan bibi  Ishita, saya ingin membeli sebuah hadiah untukny” kemudian Ruhi meminta pengasuhny untuk mengajakny ke sebuah toko untuk membeli hadiah, pengasuh Ruhi membawa Ruhi ke sebuah toko yang menyediakan berbagai macam hadiah, saat itu Ruhi melihat ada sebuah  piala yang bertuliskan ‘Ibu terbaik sedunia’ , tepat pada saat itu Tanu melihat Ruhi sedang melihat lihat di toko, Tanu segera menelfon Shagun dan memberikan kabar tersebut padany

”Shagun, selamat ya, akhirny kamu bisa memenangkan hati putrimu sendiri, terbayar telah,  putrimu membeli piala ‘ibu terbaik sedunia’ untukmu” Shagun sangat bahagia mendengar hal ini, Shagun jadi teringat pada ucapan Ruhi sambil tersenyum, Shagun mendapatkan foto Ruhi dengan pialany yang dikirimkan oleh Tanu “Sekarang saya akan menunjukkanny ke Ashok, dia harus tahu bagaimana saya telah merawat Ruhi dengan baik dan kasus hak asuh Ruhi pasti akan jatuh  ke tanganku karena Ruhi dan Ishita ada dipihakku saat ini” bathin Shagun penuh semangat

Ishita sedang bersiap siap untuk acara Sangeet, Mihika memelukny erat dan membantuny berdandan, saat itu Ruhi datang menemui Ishita dengan piala itu,  Ishita memelukny penuh haru “Ibu Ishita, kamu kelihatan sangat cantik”, “Terima kasih, sayang” kemudian Ruhi meminta Ishita untuk menutup matany “Ini adalah rahasiaku” Ishita menuruti kemauan Ruhi dengan menutup matany kemudian Ruhi menunjukkan hadiah itu ke Ishita dan meminta ibu baruny itu untuk membuka matany, Ishita sangat bahagia sekali begitu melihat hadiah tersebut “Terima kasih, sayang”  Ruhi tersenyum manis “Dia memecah celenganny untuk membeli hadiah ini” Ishita langsung membuka hadiah itu dan dilihatny sebuah piala bertuliskan ‘Ibu terbaik sedunia’, Ishita sangat tersentuh sambil menangis haru, Ishita teringat pada ucapan Subbu

“Ruhi, saya sangat menyukai piala ini, sayang , ini adalah hadiah terbaik sedunia, tidak ada  seorangpun yang pernah memberikan hadiah seperti ini padaku, hany Ruhi yang bisa memberikanny, ibu sangat mencintai kamu, sayang”, “Aku juga mencintai ibu tapi saya harus pergi sekarang” kata Ruhi dengan tatapan matany yang polos “Selamat ya, nyony , untuk piala ibu terbaikny” puji pengasuh Ruhi kemudian berlalu dari sana bersama Ruhi, setelah Ruhi pulang, Ishita menunjukkan piala itu ke Mihika “Kakak, masih ingat ketika saya memintamu  untuk tidak menikah dengan Raman ? Ternyta itu salah, karena ternyta kamu sangat bahagia dengan pernikahan ini” Ishita dan Mihika tersenyum bersama

Semua orang sedang sibuk mempersiapkan acara Sangeet, Rinki mengatakan pada ibuny kalau semuany akan bergaya ala India Selatan “Tidak bisa ! Kamu akan lihat apa yang akan ibu lakukan ,  sekarang kamu pergilah dan tetap awasi keluarga Iyer” saat itu Simmi bersiul kencang, Rumi membawa seember air dan berkata “Siap semuany ?” rupany Rumi mencampur air jus dengan wine bersama sama “Kita akan menari tarian India Selatan dengan gaya Punjabi !” teriak nyony Bhalla lantang

Appa menymbut kedatangan keluarga Bhalla, nyony Bhalla membawa air jus ituu dan meminta mereka untuk membagikanny ke para tamu yang datang,  Appa juga meminumny, Rumi membagikanny ke semua orang, Appa sangat menyukai jus tersebut, Rumi memberikanny lagi ke Appa, Simmi juga meminta Amma untuk meminumny, Amma pun menurut dan meminumny “Rasany seperti jus buah yang pahit”  kata Amma heran namun nyony Bhalla membodohi Amma, saat itu Ishita datang dan Amma langsuung meminta mereka untuk memulai pestany,

Tak lama kemudian Raman datang bersama Mihir, Raman melihat ke arah jus tersebut dan bertany “Jus apa ini ?” Rumi meminta Raman untuk meminumny tapi Raman tahu kalau  dalam jus itu ada campuran wine-ny “Rumi, apakah ayah tahu ? Buatlah semua orang meminumny sampai banyk, dengan begitu mereka semua tidak bisa mengontrol diri mereka sendiri” nyony Bhalla  tersenyum mendengar ucapan Raman “Lihat Raman , apa yang kita lakukan pada mereka” Raman tersenyum senang melihatny

Baca cerita sebelumnya Sinopsis Mohabbatein episode 47 dan episode selanjutnya yang tayang 18 september 2016 Mohabbatein episode 49

Subscribe to receive free email updates: