Saturday, September 17, 2016

Sinopsis Mohabbatein Episode 55 (ANTV) ,24 September 2016

Drama serial "Mohabbatein" merupakan film India yang di tayangakan oleh ANTV. Film ini merupakan salah satu dari banyak film India yang telah ANTV tayangkan .Mohabbatein tayang di Indonesia untuk kedua kalinya pada 1 agustus 2016 yang dulu pernah juga ditayangkan oleh RCTI dengan judul RUHI TERSAYANG pada tahun 2015 akhirdan sekarang telah banyak mendapat kan penggemar seperti film Uttaran .Film Mohabbatein adalah film romantis yang mengisahkan percintaan pria dudu dan perempuan cantik yang merupakan seorang dokter .

Sinopsis Mohabbatein Episode 55, 24 September 2016

Sinopsis "Mohabbatein" (ANTV) Episode 55 Tayang sabtu 24 September 2016 dimulai dari ,Raman dan Ishita pulang dari hotel, Ishita tersenyum geli dan semua orang merasa senang begitu melihat mereka berdua “Sepertiny semalam mereka berdua tidak tidur sama sekali” goda Simmi “Sudah pergilah sana ke kamarmu dan ganti baju dulu dan bersiaplah untuk sarapan pagi bersama kami , Rinki, tunjukkan kamar kakak iparmu ini” Rinki menuruti permintaan ibuny dengan menunjukkan kamar untuk Ishita

”Kak Ishita, ini kamarmu, kalau kau membutuhkan sesuatu, kakak bisa mengatakanny padaku” kemudian Rinky berlalu dari sana, Ishita bertany pada Raman “Dimana saya bisa menaruh pakaianku ini ? Cari saja sendiri, lemari ini punyku !” mereka mulai beradu pendapat lagi “Kamu bisa saja menaruhny di rumah ibumu itu, kau bisa mengambilny kapan saja dari sana, sekarang saya harus berangkat ke kantor”, “Aku juga harus pergi ke klinikku ! Baru kemudian ke pengadilan !” kata Ishita kesal .

Ishita melihat nyony Bhalla sedang melakukan yoga “Nyony Bhalla, apakah saya bisa mandi di kamar mandi yang lainny ? Karena saya sedang terburu buru”, “Waah sayang sekali tidak bisa karena kamar mandi lainny juga masih dipakai, tunggulah beberapa menit” Ishita semakin kesal “Aduuuh apa yang akan saya lakukan ?” sementara itu ketika Appa sangat merindukan Ishita, Ishita datang dan berkata “Tolong, buatkan saya kopi, ibu , saya hampir terlambat” Amma sangat senang melihat Ishita “Ishita, kenapa kau kesini ?”, “Ishita itu sudah hampir terlambat, makany dia datang kesini” sahut Amma “Kalau begitu buatkan manisan juga buatny, dia datang kesini untuk pertama kaliny setelah menikah” kata Appa,

Sementara itu Mihika mulai menggoda Ishita dengan bertany “Kakak, apa yang terjadi tadi malam ? Ayoo katakan padaku”, “Kamu tahu akhirny saya tertidur setelah beberapa saat dan dia tidur di kamar mandi ! Dia tidak mengijinkan saya masuk ke dalam kamar mandi, bisa kau bayangkan itu ?” Mihika langsung tertawa tergelak mendengar celoteh kakak sepupuny “Heiii namun apa perluny susu yang kau bawa tadi malam ?”, “ saya membawa mentega cair, kakak , saya tidak tahu bagaimana bisa berubah seperti itu” kata Mihika heran “Ya sudah, saya pergi dulu ya, daah ibu, daah ayah” kata Ishita

“Ishita, kau terlihat sangat cantik dengan kain saree itu, ayoo sini duduk dekat ayah 2 menit saja” kata Appa sambil melirik ke arah Amma yang menatap ke arah Ishita sambil tersenyum “Memangny ada apa, ayah ?”, “Tidak ada apa apa, makanlah manisan ini dulu karena kau baru datang pertama kaliny setelah menikah” Ishita tersenyum dan berkata “Aku akan selalu datang kesini setiap hari, tidak usah pakai formalitas, ayah , ya sudah saya hampir terlambat ke klinik” Ishita kemudian berlalu meninggalkan kedua orangtuany dan kembali ke rumah Raman

Sesampai dirumah tuan Bhalla “Dari mana saja kamu, Ishita ? Ayyoo sarapan dulu” ajak nyony Bhalla, Ishita melihat makanan diatas meja makan itu non vegetarian semua, sedangkan Ishita seorang vegetarian “Aku tidak lapar, ibu , saya minum teh saja” tuan Bhalla melihat ke arah makanan yang ada didepanny dan bisa memahami penolakan Ishita “Apakah kau ingin yang lain ?” tany nyony Bhalla, Ishita tetap menggeleng, rupany tuan Bhalla menyelinap keluar rumah menuju ke rumah tuan Iyer “Tuan Iyer saya datang untuk meminta idlis (makanan vegetarian)” pinta tuan Bhalla

“Silahkan tuan Bhalla, kebetulan idlisny masih panas” tuan Bhalla kemudian mencari cari alasan dan meminta mereka untuk membungkus makanan itu untukny, kemudian tuan Bhalla membawa makanan itu untuk Ishita, Ishita terkejut melihat kepedulian ayah mertuany ini “Makanan ini buatan ibumu”, “Aku juga ingin makan” sela Rinki begitu melihat idlis itu “Rupany udara disini sudah berubah”, “Jangan khawatir, Simmi” hibur nyony Bhalla “Aku harus pergi ke kantor” sela Raman, tuan Bhalla langsung mengingatkan Raman untuk datang ke pengadilan tepat pada waktuny

Shagun dan Ashok sedang berada di ruang pengadilan “Shagun, saya rasa mungkin hari ini Raman tidak akan datang”, “Dia mungkin sedang mulai putus asa” Shagun menimpali ucapan Shagun, Ashok benar benar meremehkan Raman “Aku pikir dia tidak akan datang” ejek Ashok .Di ruang sidang pengadilan, akhirny Raman datang di ruang sidang pengadilan “Halllo, Raman , apa kabar ?” Ashok menypa Raman dengan senyumny yang mengembang kemudian berbisik ke arah Shagun “

Ingat, Shagun , dia telah menantang kita kalau kita akan mengantarkan Ruhi ke rumahny” Shagun tersenyum sinis “Kamu kira kau akan menikahi Ishita dan hal itu akan berjalan dengan baik ? Ini adalah sebuah pelajaran untuk menunjukkan kalau Ashok Khanna selalu menang”, “Cukup, Ashok !” Raman mulai balik mengejek Ashok, Raman melirik ke arah Ruhi “Apakah kau lihat, dia ini takut padaku”, “Ayooolah kita masuk ke dalam” Shagun meminta Ashok berhenti ”Shagun, telfon Ishita, dia itu orang yang sangat penting !”, “Dia akan datang, jangan khawatir, dia akan mengutarakan semuany yang menentang Raman” kemudian Shagun membawa Ruhi masuk ke dalam ruang sidang,

Saat itu Ishita datang, Ashok dan Shagun kaget melihat Ishita yang ternyta sudah menikah, Raman yang melihat reaksi mereka berdua, langsung memperkenalkan istri baruny itu “Kenalkan dia ini nyony Ishita Raman Kumar Bhalla” Shagun kaget, Ishita langsung duduk di sebelah Raman, nyony Bhalla tersenyum melihat Shagun yang terperangah “Aku tidak percaya ini ! Ishita menikah dengan Raman ?”, “Apa apaan ini, Shagu ? kau bilang semuany sudah bisa kau kendalikan saat ini” Shagun menggeleng “

Aku juga tidak tahu, Ashok , kenapa dia melakukan ini semua, saya harus bicara denganny !” Shagun langsung mengirimkan sebuah sms ke Ishita untuk ngobrol diluar berdua, Ishita menerimany dan ketika hendak beranjak keluar, Raman bertany “Mau pergi kemana kau ?”, “Berikan saya waktu 2 menit, nanti saya kembali” kemudian Ishita keluar dari ruang sidang, Ketika di luar ruang sidang, Shagun langsung memberondong pertanyan pada Ishita “Ishita, kenapa kau melakukan hal ini ?

Aku minta maaf, Shagun , saya memang harus menikah” sahut Ishita “Apa yang kau katakan ?”, “Aku hany ingin menyelamatkan Ruhi itulah mengapa saya menikah dengan Raman, dengan begitu saya bisa berada diantara mereka berdua” Shagun tertegun “Tapi seharusny kau itu mendukung kami dan kau tidak perlu menikah dengan Raman !” kata Shagun sengit “Shagun, apakah kau bisa membuat Ruhi selalu bahagia ? kau akan mengirimkan Ruhi ke asrama bukan ? saya tidak mengkhawatirkan diriku sendiri, saya melakukan ini semua demi kebahagiaan Ruhi” jelas Ishita,

Sementara itu di dalam ruang sidang, Ruhi mengatakan pada Ashok kalau diriny ingin pergi ke kamar mandi, Ruhi pun keluar dari ruang sidang bersama Ashok, di luar ruang sidang Shagun marah pada Ishita “Kamu itu telah mengkhianati saya !”, “Aku melakukan semua ini untuk Ruhi, Shagun !” Shagun kemudian menghina Ishita “Shagun, apapun yang kau katakan tentang Raman itu benar namun saya akan tetap melakukan semuany untuk Ruhi” saat itu Ashok mendengar semua pembicaraan mereka, akhirny Ishita dan Shagun kembali ke dalam ruang sidang

Sidang hak asuh Ruhi pun dimulai, hakim memanggil Ruhi, Shagun tersenyum sambil membawa Ruhi kedepan, Ruhi melirik ke arah Ishita, Ishita tersenyum menatapny, kemudian hakim bertany pada Ruhi “Ruhi, dengan siapa kau ingin tinggal sekarang ? Ayah atau ibu ?” sesaat Ruhi diam kemudian berkata “Aku ingin tinggal dengan ibu” Ishita mengira kalau Ruhi sedang membicarakan tentang diriny, Ishita pun tersenyum senang namun Ruhi buka suara lagi “Dengan ibu Shagun” Raman dan Ishita terkejut, Shagun tersenyum senang dan tidak percaya dengan ucapan Ruhi “Jadi ini keputusan Ruhi !” kata hakim, kemudian Ruhi dibawa menuju ke Shagun, Ishita menangis ketika Ruhi lewat didepanny sambil menatap diriny,Shagun segera berdiri dan memeluk Ruhi begitu Ruhi sudah ada di depanny, Ashok tersenyum sinis menatap ke arah Raman yang terlihat kesal

Baca cerita sebelumnya Sinopsis Mohabbatein episode 54 dan episode selanjutnya yang tayang 25 september 2016 Mohabbatein episode 56

Artikel Terkait

Sinopsis Mohabbatein Episode 55 (ANTV) ,24 September 2016
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email