Sinopsis Mohabbatein Episode 57 (ANTV) ,26 September 2016

Drama serial "Mohabbatein" merupakan film India yang di tayangakan oleh ANTV. Film ini merupakan salah satu dari banyak film India yang telah ANTV tayangkan .Mohabbatein tayang di Indonesia untuk kedua kalinya pada 1 agustus 2016 yang dulu pernah juga ditayangkan oleh RCTI dengan judul RUHI TERSAYANG pada tahun 2015 akhirdan sekarang telah banyak mendapat kan penggemar seperti film Uttaran .Film Mohabbatein adalah film romantis yang mengisahkan percintaan pria dudu dan perempuan cantik yang merupakan seorang dokter .

Sinopsis Mohabbatein Episode 57, 26 September 2016

Sinopsis "Mohabbatein" (ANTV) Episode 57 Tayang senin 26 September 2016 dimulai dari ,Ishita sedang memikirkan ucapan Shagun sambil memasak, Ishita sangat marah, Simmi dan Rinki yang melihat Ishita sedang masak di dapur merasa heran karena caranya bekerja seperti sebuah mesin yang sangat cepat sekali, tuan Bhalla kemudian memberikan Nek sambil berkata “Ini ritual kami, kau sedang membuat makanan untuk Ruhi bukan ? namun ini adalah pertama kalinya kau memasak di rumah kami” Ishita menerimanya dan menyentuh kaki ayah mertuanya ini “Terima kasih, paman”, “Paman ?” Ishita tersenyum “Terima kasih, ayah” semua orang tersenyum melihatnya Saat itu Ashok mengantarkan Ruhi ke rumah Raman, Raman melihat kedatangan mereka, Ruhi segera berlari kearah Raman sambil berteriak memanggilnya “Ayaaaah” Ruhi langsung memeluk Raman erat,

Shagun melihat kebersamaan mereka dari dalam mobil, nyonya Bhalla menyindir Ashok dan Shagun, Raman berjalan kearah Ashok dan berkata “Apa yang kau pikirkan, Ashok ? saya sudah mengatakannya padamu kan, kalau kau akan mengantarkan Ruhi padaku, sudah lebih baik kau pulang saja” sindir Raman namun Ashok yang merasa kesal, juga balik menyindir Raman “Kamu belum benar benar menang, Raman , kau ini seorang pencundang dan akan selalu menjadi pecundang ! kau menikahi Ishita untuk mendapatkan Ruhi, Ishita di depan seluruh dunia yang tidak menghargai kamu, dia tidak akan pernah mencintai kamu” Ishita mendengar pembicaraan mereka “Kamu terjebak dalam sebuah pernikahan dimana istrimu sendiri tidak mencintai kamu” Ashok menghina Raman dengan ucapannya yang pedas,

Saat itu Shagun menghampiri mereka dan berkata “Ayoo, Ashok , mari kita pulang”, “Satu menit lagi, Shagun , biarkan saya membuat skornya jadi sama “Kamu memang benar tentang Ishita namun kenyataan yang sebenarnya adalah kau telah membawa Ruhi padaku dan Ishita itu lebih baik daripada Shagun” Ashok tersenyum mendengar sindiran Raman “Sungguh sikap yang luar biasa untuk perempuan itu”, “Perempuan itu adalah istriku, saya menikah dengannya dengan berbagai macam ritual, dia adalah nyonya Raman Kumar Bhalla, bicaralah dengan sopan” Raman lalu menghina Shagun “Sebutan apa yang harus saya katakan pada Shagun ? dia tidak punya identitas diri dan kau Ashok , tidak usah mencemaskan diriku karena saya bukan bawahanmu lagi namun jauh diatasmu, saya adalah CEO tahun ini !” sindir Raman ketus,

Ishita memikirkan apa yang diucapkan oleh Raman, Raman berfikir kalau Ruhi adalah pialanya, Raman membuat Ashok sangat marah “Sudahlah, Ashok , ayoo kita pergi”, “Pergilah, jangan sampai tersesat” sindir Raman sinis, Ishita segera menghentikan langkah Shagun dan mengembalikan kalung berlian pemberian Shagun, Shagun mengambilnya dengan perasaan dongkol dan bergegas meninggalkan tempat itu, dari tempatnya berdiri, Raman berkata pada dirinya sendiri “Aku telah menyingkirkan satu masalah dan menikah dengan masalah yang lain lalu membawanya kerumahku” kata Raman

Semua orang merasa senang begitu melihat Ruhi kembali ke rumah keluarga Bhalla, mereka memberikan Ruhi sebuah coklat dan hadiah “Aku bahka membawa hadiah untuk semua orang” kata Ruhi senang, saat itu Raman dan Ishita masuk ke dalam rumah lalu melihat ke arah Ruhi, Ruhi memberikan bunga mawar untuk semua orang, hingga akhirnya tersisa sekuntum bunga mawar, Ruhi berfikir pada siapa bunga mawar itu akan diberikannya, Ishita atau Raman, tiba tiba Ruhi memiliki sebuah ide, Ruhi mengatakan pada ayahnya “Ayah, berikan bunga mawar ini ke ibu Ishita di hari valentine” Ruhi lalu memberikan bunga mawar itu ke Raman dan Raman memberikannya ke Ishita, semua orang bertepuk tangan dengan penuh kegembiraan,

Ruhi lalu menari “Ruhi, apakah kau lapar sayang ?”, “Iya, saya lapar, ibu Ishita” saat itu Rumi dapat telfon dari seseorang dan bergegas keluar dari rumahnya Rumi menemui temannya dan bertanya tentang pengiriman paket karangan bunga, kebetulan saat itu Mihika datang, Rumi segera menyuruh temannya pergi secepatnya “Hai Rumi, apakah Ruhi sudah datang ?” Rumi mengangguk “Iya, dia sudah datang” kata Rumi sambil memberikan sekuntum bunga mawar pemberian Ruhi tadi pada Mihika “Selamat hari valentine dari seorang teman” Mihika tersenyum dan menerima bunga mawar itu “Terima kasih”, “Ayoo masuk kedalam, untuk bertemu Ruhi” Mihika menuruti permintaan Rumi

Shagun sangat marah sama Ashok karena tidak membicarakannya terlebih dulu dalam pembelaannya “Kamu tidak juga menikahi aku, kau bilang padaku kalau kau akan menikahi saya setelah kasus hak asuh ini, kasus ini telah berakhirdan Raman menang, saya tidak peduli namun kapan kau mau menikahi saya ?” kata Shagun kesal “Hentikan, Shagun ! Raman juga menghina saya !”, “Kalau begitu tutup mulutnya ! Nikahilah aku, jika saya menjadi nyonya Khanna maka hal ini akan menampar mukanya juga” kata Shagun sambil menangis “Raman benar, saya memang tidak mempunyai identitas apapun”, “Shagun, berilah saya waktu, percayalah padaku, saya akan melakukannya, saya harus membalas dendamku ke Raman, tunggu dan lihat nanti, dia kira dia bisa memenangkan dunia dengan memenangkan Ruhi, saya akan membuat dunianya seperti di neraka !” kata Ashok geram

Di rumah keluarga Bhalla, Ishita sedang membuat makanan ala Tamil untuk Ruhi, Ishita menyuapkannya ke Ruhi dengan tangannya sendiri, Ruhi sangat menyukai makanan itu, Rinki juga sangat menyukai makanan buatan Ishita “Bolehkah saya makan telur ?”, “Simmi, hari ini kita semua akan makan makanan yang dibuat oleh Ishita” sahut tuan Bhalla, saat itu Raman datang “Ayah, duduklah di dekat ibu Ishita” pinta Ruhi “Ibu Ishita, suapi ayah dengan tanganmu” Ishita dan Raman sama sama kaget dan berkata “Ruhi !”, “Ruhi, ayahmu ini bukan bayi kecil lagi, dia bisa makan sendiri” Ishita mencoba menolak secara halus “Kalau begitu saya tidak akan makan kalau ibu Ishita tidak menyuapi ayahku juga” Ruhi mulai merajuk

Baca cerita sebelumnya Sinopsis Mohabbatein episode 56 dan episode selanjutnya yang tayang 27 september 2016 Mohabbatein episode 58

Subscribe to receive free email updates: