Friday, September 23, 2016

Sinopsis Mohabbatein Episode 60 (ANTV) ,29 September 2016

Drama serial "Mohabbatein" merupakan film India yang di tayangakan oleh ANTV. Film ini merupakan salah satu dari banyak film India yang telah ANTV tayangkan .Mohabbatein tayang di Indonesia untuk kedua kalinya pada 1 agustus 2016 yang dulu pernah juga ditayangkan oleh RCTI dengan judul RUHI TERSAYANG pada tahun 2015 akhirdan sekarang telah banyak mendapat kan penggemar seperti film Uttaran .Film Mohabbatein adalah film romantis yang mengisahkan percintaan pria dudu dan perempuan cantik yang merupakan seorang dokter .

Sinopsis Mohabbatein Episode 60, 29 September 2016

Sinopsis "Mohabbatein" (ANTV) Episode 60 Tayang kamis 29 September 2016 dimulai dari ,Dirumah tuan Bhalla, Ruhi sedang menunggu Ishita dan Raman pulang, Ruhi kemudian menemui nenekny dan dilihatny nenekny sudah tidur, Ruhi kemudian mengajak bicara Mutu, anak anjingny “Mutu, kita berempat akan tidur bersama sama dalam satu tempat tidur, itu pasti akan sangat menyenangkan”  tak lama kemudian Ishita sampai juga dirumah dan bertany pada seseorang dimana Raman “Tuan Raman sangat mabuk, nyony , dia sudah ada di rumah”,

 “Ishita, saya antar kau ke dalam rumah ya” pinta Shagun, saat itu Raman sedang mabuk dan marah, Ruhi mendengar ada suara keributan diluar dan melihat Raman yang sudah pulang, Ruhi segera menghampiri Raman “Ayah, saya belum ngantuk, dimana ibu Ishi ?” Raman menatap ke arah Ruhi sambil teringat pada ucapan Ashok,

Sedangkan di tempat Ishita, Shagun meminta maaf pada Ishita “Ishita, maafkan aku, apa yang kau dengar di pesta tadi, kau mungkin merasa tidak nyman namun jujur saya katakan itu memang benar, Raman masih mencintai aku, dia tidak terima kalau saya telah pergi meninggalkanny, dia menikahi kau hany untuk Ruhi” kata Shagun sedih”Dia selalu melakukan semua hal itu untuk menunjukkan padaku, kalau dia bisa, dia menjadi CEO itu juga untuk menunjukkan padaku, kau bisa mengerti kan ?

Ishita hany terdiam “Cintany ditutupi oleh kebencian, dia belum bisa melupakan aku, kau tahu kan kalau Raman tidak mempedulikan Ruhi ? Itu karena tahi lalat yang ada di atas bibir Ruhi, sama seperti punyku, tahi lalat Ruhi itu mengingatkan Raman padaku, dia merasa kalau saya selalu bersamany, maafkan aku, Ishita” Shagun mencoba membuat Ishita ilfil dengan Raman

“Sudah cukup, Shagun , itu adalah masalahmu pribadi, saya tidak bisa membencimu hany karena tahi lalatmu yang sama dengan Ruhi dan saya juga tidak bisa membenci Ruhi, saya tidak tahu siapa siapa yang bersalah dalam hal ini, namun saya ingin bertany padamu, kenapa kau meninggalkan Raman yang sangat mencintai kau ?

 Ishita hany terdiam tidak menjawab pertanyan Ishita “Baik, terima kasih, paling tidak saya tahu kalau dia tahu tentang apa itu cinta, dia itu juga seorang suami yang baik dan saya juga tidak ingin kau mengkhawatirkan aku, saya tidak menyesal menikah dengan Raman karena saya tahu dia itu bukan seorang suami yang baik, saya menikah dengan seorang pria yang menjadi ayahny Ruhi dan Ruhi adalah segalany buatku” Shagun nampak marah mendengar ucapan Ishita

“Raman tidak pernah bicara denganmu sebanyk yang kau lakukan padany kan ? saya kira kau akan kehilangan diriny, saya menyesal telah kehilangan diriny” saat itu Ashok menghampiri mereka, Ishita langsung mengalihkan pembicaraan “Shagun bicara banyk tentang anda, tuan Ashok , dia sangat membanggakan dirimu”, “Ooh ya ? Shagun sayang, kau memang sangat mencintai aku” kata Ashok bangga “Baik, terima kasih untuk tumpanganny dan selamat malam” Ishita lalu masuk ke dalam apartemenny

Ketika Ishita sampai di dalam apartemenny, Ishita melihat Raman yang sedang menatap Ruhi dengan tatapan kesal dan mendorongny, Ishita segera menghampiri mereka dan bertany “Raman, ada apa ini ? Kenapa kau mendorong Ruhi ?” Ruhi pun menangis, Ishita segera membawa Ruhi ke kamar kemudian keluar kamar untuk menegur Raman dan berkata “Jangan lupa saya ini adalah ibuny Ruhi sekarang, berani benar kau menyentuhny !”, “Aku tidak melakukan apapun?” bela Raman, Ishita mulai beradu pendapat lagi dengan Raman

“Kamu merasa kalau anakmu ini adalah musuh terbesarmu, saya kira Shagun salah, mungkin dia hany ingin menipuku dan meninggalkan kau hany demi uang, namun ternyta saya selalu salah, kau memang tidak menyyangi Ruhi, Shagun itu benar, kau mengambil Ruhi hany untuk menundukkan Shagun” Ishita terus nyerocos di depan Raman “Dengarkan saya !”, “Aku ini ibuny Ruhi ! Dan kalau kau menyentuh anakku, saya tidak segan segan mematahkan tanganmu ! Cam kan itu !” bentak Ishita

Ishita kemudian masuk ke dalam kamar menemui Ruhi “Ibu Ishi, apakah ayah sedang tidak enak badan ?”, “Ayahmu baik baik saja sayang, ibu minta maaf atas nama ayah atas apa yang dilakukanny tadi” Ishita merasa iba dengan Ruhi “Apakah ayah akan tidur ?

“Iya, setelah kau tertidur nyenyk” Ruhi lalu memeluk Ishita dan berkata “Aku akan tidur bersama ibu”, “Iya, sayang tentu saja, oh ya ibu membawa sesuatu buat kamu” Ishita memberikan bunga mawar pada Ruhi “Terima kasih, ini kan bungaku”, “Iya, ini memang bungamu tadi untuk bonekamu, selamat hari valentine sayang” Ruhi tersenyum dan bertany

“Ibu Ishi, apa itu valentine ?”, “Ketika kita mencintai seseorang, kita bisa menyebutny itu adalah valentine” jelas Ishita “Lalu siapa valentinemu ?”, “Kamu !” Ruhi tersenyum senang “Ibu Ishi, apakah benar kalau ada seseorang untuk setiap orang ?” Ishita mengangguk “Iya, itu benar sayang, Tuhan menciptakan kau untuk aku” malam itu mereka berdua ngobrol berdua dengan penuh kasih sayang satu sama lain, kemudian Ishita menidurkan Ruhi, Ruhi pun tertidur, Ishita mencium keningny dengan lembut

Keesokan hariny, Raman memasuki kamarny dan dilihatny Ruhi sedang tertidur, Raman teringat dengan ucapan Ruhi, Raman pun menangis dan teringat juga dengan ucapan Ashok, saat itu Ishita juga masuk ke kamar, Raman berusaha menjelaskan “Aku hany ,”, “

Aku tidak peduli dengan masalah perangaimu itu namun itu seharusny tidak berimbas ke Ruhi, bicaralah dengan Ruhi ketika kau tidak mabuk, saya tidak akan mengatakan pada siapapun di rumah tentang kejadian kemarin malam namun kalau kau melakukanny lagi, saya akan memberitahu ke polisi juga !” ancam Ishita “Aku tidak perlu belajar darimu tentang bagaimana saya harus bersikap di depan Ruhi”

Saat itu Ruhi terbangun, Ishita segera membawakan susu hangat untuk Ruhi “Ayooo kita bersiap siap dulu” Ishita kemudian mengajari Ruhi bagaimana carany menggosok gigi dengan benar, Raman masuk ke kamar mandi dan berkata “Aku bisa terlambat datang ke kantor !”, “Selamat pagi, ayah” Ruhi menypa Raman dengan senyum polosny “Sebentar lagi, Ruhi sedang mandi”, “Aku harus pergi ke kantor !” kata Raman lagi “Laki laki keluar !” mendengar ucapan Ishita, Mutu pun keluar, Ishita dan Ruhi tertawa geli melihat Mutu yang keluar, Raman akhirny juga keluar dari kamar mandi

Dirumah Appa, Amma memuji Ishita dan Raman, ibuny Bala berkata “Pernikahan mereka berdua memang benar benar menghibur” saat itu teman teman Amma datang untuk bertemu dengan Ishita dan Raman, Raman kebetulan datang ke rumah Amma “Kamu disini rupany ?”

 Amma merasa heran “Ishita dan Ruhi sedang menggunakan kamar mandi, saya bisa terlambat datang ke kantor, apakah saya boleh menggunakan kamar mandimu ?”, “Tentu saja !” sahut Appa, Amma lalu memberikan pilihan untuk Raman, tak lama kemudian Raman pun mandi dikamar mandi mereka, sementara itu Appa sedang menyetrika baju Raman, ibuny Bala yang merasa kepo langsung bertany

“Apakah Raman selalu mandi disini setiap hari ?”, “Tidak, kali ini Ishita sedang memandikan Ruhi di rumahny sana dan Raman rupany ada meeting penting, jadi dia kesini untuk mandi disini” jelas Amma, Appa membawakan baju Raman yang sudah disetrikany “Ini bajumu, sudah saya setrika tadi”

 Raman merasa tidak enak dengan Appa “Seharusny tidak perlu disetrika, tuan Iyer , saya minta maaf telah membuat masalah”, “Ini kan juga rumahmu, kau bisa datang kapan saja” kata Appa tulus, sementara itu di ruang tamu, teman teman Amma memuji ketampanan Raman “Menantumu itu sangat tampan, nyony Iyer” puji mereka sambil tersenyum senyum penuh kagum

Sesampainy dirumah keluarga Bhalla, tuan Bhalla langsung menghardik Raman yang telah meninggalkan Ishita sendiri di pesta dan pulang ke rumah sendirian, Raman langsung melirik kearah Ishita yang juga ada disana dengan perasaan kesal “Kenapa kau menatapny ?

Dia tidak mengatakan apa apa pada kami ! Jangan menatapny seperti itu ! Security yang mengatakan padaku kalau kau pulang sendirian dan Ishita baru pulang kemudian !” tegur tuan Bhalla ”Kamu harus meminta maaf pada istrimu ini !” bentak tuan Bhalla, semua orang menatapny

Baca cerita sebelumnya Sinopsis Mohabbatein episode 59 dan episode selanjutnya yang tayang 30 september 2016 Mohabbatein episode 61

Artikel Terkait

Sinopsis Mohabbatein Episode 60 (ANTV) ,29 September 2016
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email