Sinopsis Mohabbatein Episode 63 (ANTV) ,2 Oktober 2016

Drama serial "Mohabbatein" merupakan film India yang di tayangakan oleh ANTV. Film ini merupakan salah satu dari banyak film India yang telah ANTV tayangkan .Mohabbatein tayang di Indonesia untuk kedua kalinya pada 1 agustus 2016 yang dulu pernah juga ditayangkan oleh RCTI dengan judul RUHI TERSAYANG pada tahun 2015 akhirdan sekarang telah banyak mendapat kan penggemar seperti film Uttaran .Film Mohabbatein adalah film romantis yang mengisahkan percintaan pria dudu dan perempuan cantik yang merupakan seorang dokter .

Sinopsis Mohabbatein Episode 63, 2 Oktober 2016

Sinopsis "Mohabbatein" (ANTV) Episode 63 Tayang minggu 2 Oktober 2016 dimulai dari ,Malam itu Raman akhirny pulang ke rumahny “Ayooo semuany pergi tidur !” pinta nyony Bhalla, Raman menatap kearah Ishita dengan perasaan kesal dan marah kemudian berlalu ke kamarny sendiri “Ishita, ibu yang akan tidur bersama Ruhi hari ini, kau kembalilah ke kamarmu” pinta nyony Bhalla, Ishita kemudian menyusul Raman masuk ke kamar saat itu Raman sedang ganti baju, Ishita menungguny diluar, kemudian Ishita masuk ke dalam kamar dan langsung ke kamar mandi untuk ganti baju disana,

Raman sedang menonton berita dikamarny, lampu kamar dimatikan, ketika Ishita keluar dari kamar mandi, Ishita menylakan lampu, Raman langsung mematikan lampuny, Ishita kembali menylakanny, mereka berdua berulang kali melakukan hal ini, kemudian Ishita mengambil pakaian Raman dan menaruhny di pojok ruangan,

Sementara Raman menguasai seluruh tempat tidur dan tidak menyisakan sedikitpun untuk Ishita, tanpa bicara sepatah kata, Ishita mengambil bantal dan tidur di sofa kemudian dimatikanny televisi tersebut, Raman menylakanny lagi dan menonton pertandingan cricket dengan suara yang keras, Ishita pun tidak bisa tidur “Aku mohon, tolong matikan televisiny, saya harus bangun pagi pagi besok” pinta Ishita namun Raman menolak dan mereka kembali beradu pendapat “Kamu tidur saja di ruangan depan ! saya capek ! Jangan ambil kedamaianku, televisi ini lebih baik daripada seorang istri !”, “Aku ini seorang manusia, bukan barang !” kata Ishita kemudian berbalik membelakangi Raman,

Raman mengira kalau Ishita sudah tidur, tiba tiba Ishita mematikan televisi dan lampuny lalu pergi tidur, Raman kembali menylakan lampuny namun Ishita menyembunyikan remote tv, Raman melihat remote tv itu ada pada Ishita dan mencoba untuk mengambilny “Ini dia efek samping dari sebuah pernikahan, suami tidak bisa menonton pertandingan dirumahny sendiri” Ishita tersenyum geli mendengarny

Keesokan hariny, nyony dan tuan Bhalla berusaha mengajak Raman bicara, Ruhi keluar dari kamarny bersama Ishita dan menypa semua orang “Ayoo sini sarapan dulu bareng kami” pinta nyony, Ruhi segera duduk didekat ibuny, nyony Bhalla nampak tidak suka melihat sikap Ruhi yang lebih condong ke Ishita daripada nenekny yang telah membesarkanny selama ini “Apakah ayah akan pergi ke kantor ?” tany Ruhi “Aku akan pergi ke kampusku untuk mencari jawabanny disana”

 Rumi mencoba membuat Ruhi tersenyum, saat itu Raman datang dan Ruhi takut pada ayahny sambil memeluk Ishita erat namun ternyta Raman belum memakai celana melainkan masih menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangny, Ruhi dan seluruh keluarga Bhalla tertawa melihatny, Simmi langsung menggoda Ishita,

Raman yang merasa kesal dengan tertawaan mereka malah membentak Rumi “Rumi, kalau kau gagal kali ini, rasakan nanti akibatny !” bentak Raman “Dan kau Simmi, tanykan pada suamimu itu apa yang dilakukanny di Dubai ?” Simmi juga kena semprot dari Raman, begitu pula Ishita “Ishita, jangan buat kamarku menjadi milikmu !”, “Sudah cukup !” hardik nyony Bhalla “Ayooo kita sarapan sekarang dan kau Raman, kau tidak boleh marah pada Ruhi, ini bukan kesalahanny, kau harus bicara dengan Ruhi dan antar dia ke sekolah !”, “

Tapi, bu ,,, saya ada pekerjaan dikantor, Ruhi bisa pergi ke sekolah naik bis sekolah kan ?” Ishita langsung menyela “Biar saya saja yang mengantarny, kebetulan sekolah Ruhi searah ke klinikku”, “Kalau begitu antar saya juga, Ishu ,,, saya harus pergi ke dokter untuk memberikan vaksin ke bayiku” pinta Simmi

Semua orang mengeluh ke Appa karena membolehkan orang luar memarkir mobil mereka di area parkir apartemen “Tapi itu adalah perintah dari nyony Bhalla” jelas security, saat itu nyony Bhalla datang dan bertany ada apa ? “Mereka datang untuk bertany tentang permasalahan parkir, nyony Bhalla”, “Itu mobil mobil temanku yang tergabung dalam pesta kitty” nyony Bhalla berusaha membela diriny sendiri “Aku akan mencoba melihat dulu permasalahanny” sela Appa “Dan lagi suamiku yang membuat tuan Iyer menjadi sekretaris, jadi saya akan melakukan apa yang saya inginkan !” nyony Bhalla nyolot,

Appa lalu meminta semua orang untuk pulang terlebih dulu, dengan perasaan kesal akhirny seluruh penghuni apartemen pulang ke apartemen mereka masing masing Begitu semua penghuni apartemen sudah pergi, nyony Bhalla mencoba memberikan masukan ke Appa “Tuan Iyer, anda itu terlalu lurus, jadi mereka seenakny mengambil keuntungan dari anda, kalau kami tidak perlu terlalu khawatir karena anda kan besan kami”, “Tapi ini salah, nyony Bhalla ,,, saya disini untuk membantu semua orang” kata Appa “Aku juga mau minta maaf, ini juga salahku karena saya juga ikut pesta kitty itu” sela Amma “Tidak apa apa, Amma” hibur Appa

Pada saat yang bersamaan Ishita sudah sampai di klinikny dan bertemu dengan temanny yang bernama Bani “Kenapa kau menikah secara terburu buru seperti ini, Ishu ? Ada masalah apa ? Apakah tuan Bhalla sudah tidak tahan untuk menunggu ? Lalu kenapa kalian berdua tidak pergi berbulan madu ?”, “Rasany itu tidak mungkin karena dia sangat sibuk sekali” kata Ishita, saat itu Ishita baru tahu kalau vaksin polio itu tidak baik, Ishita teringat pada Simmi yang akan memvaksin bayiny, Ishita segera menelfon Simmi dan dengan tergesa gesa meminta Bani untuk mengurusi pasienny dulu,

Sementara itu Raman mendengar dari para karyawanny yang sedang bergosip tentang perusahaan terbaru Ashok yang diberi nama Ruhi Industri, mereka pun bergunjing karena nama Ruhi itu kan nama anak Raman, begitu masuk ke dalam ruang kantorny, Raman sangat marah dan melempar semua yang ada di mejany, begitu pula ketika membaca koran, dibacany berita yang sama tentang Ruhi Industri,

Raman semakin meradang, saat itu Mihir menemui Raman dan bertany tentang meeting tadi malam, Raman tidak menggubrisny namun menunjukkan koran yang memuat berita Ruhi Industri, tepat pada saat itu Raman mendapat telfon dari sekolah Ruhi “Apakah Ruhi baik baik saja ?”, “Kami mengundang anda ke sekolah, tuan Raman ,,, karena ada sesuatu yang ingin kami bicarakan” pinta guru Ruhi, setelah menutup telfonny Raman meminta pada Mihir untuk menjelaskan pada ke seluruh karyawanny agar jangan bergosip

Sedangkan Ishita sudah sampai di tempat perawatan, security menahanny di pintu depan “Aku hany berharap kalau anakny Simmi baik baik saja” kata Ishita penuh harap, di sekolah Ruhi, Raman sedang ngobrol dengan kepala sekolah dan guru kelas Ruhi, guru Ruhi menunjukkan buku matematika dan bahasa inggris milik Ruhi “Ruhi sangat lemah dalam matapelajaran matematika”, “Aku dulu selalu yang teratas dalam matapelajaran matematika” kata Raman “Hal ini memang berhubungan dengan genetika, anda hany harus padany, jangan marah padany” kata guru Ruhi

Mereka meminta Raman untuk membawa Ruhi pulang bersamany, Ruhi saat itu sedang ngobrol dengan temanny tentang kepala sekolah yang memanggil ayahny, Raman yang saat itu sangat kesal tiba tiba memegang tangan teman Ruhi dan membawany bersamany, Ashok tiba disekolah Ruhi, Raman melihatny, Ashok hany tersenyum mengejek Raman, sekilas Raman melihat kearah Ashok lalu pergi dari sana

Baca cerita sebelumnya Sinopsis Mohabbatein episode 62 dan episode selanjutnya yang tayang 3 Oktober 2016 Mohabbatein episode 64

Subscribe to receive free email updates: