Sinopsis Uttaran Episode 405 (Antv) - 9 September 2016

Film "Uttaran" merupakan film yang berasal dari Negara India dengan genre Drama. Film ini disutradarai oleh Ketan Dubey dan diproduseri oleh Pintoo Guha bersama Rupali Guha. Film ini dibintangi oleh artis cantik Rashmi Desai, Tina Dutta, dan Tina Dutta. Film ini akan tayang di Channel AnTv.Serial TV Uttaran ini sementara sudah ditayangkan pada tahun 2008 lalu di Colors Tv India, namun baru kali ini akan ditayangkan di Indonesia. Melihat jadwal tayang nya yang mencapai 1549 episode, bisa ditebak kalau jadwal main 1 episodenya akan begitu lama juga.Dalam film Uttaran ini,anda akan di hibur dengan aksi-aksi yang romantis dan kisah cinta yang romantis.

Sinopsis Uttaran Hari Ini 9 september 2016 (ANTV) ,uttaran episode  405

Sinopsis Uttaran Hari ini episode  405 - jumat 9 september 2016 (ANTV)

Cerita "Uttaran episode  405"yang tayang hari ini pada tanggal "9 september 2016" selengkapnya dimulai dari ,Nandini masuk ke kamar Meethi dan mengambil patung Dewa milik Meethi diam2.
Nandini : Kukira kamu langsung masuk rumah sakit jiwa. kalau kejadian seperti itu terjadi 1 atau 2 kali lagi, semua orang akan benar-benar yakin kalau kamu sudah kehilangan akal. Ada apa? Apa kamu fikir saya adalah orang dibalik ini semua? Dewa menginginkan ini terjadi agar saya bisa mendapatkan hak ku kembali. Jangan fikirkan apapun saat kamu dikirim ke rumah sakit jiwa. saya ada disini untuk menjaga mereka semua. Sekarang kamu hany perlu menjaga dirimu sendiri.

Nandini berjalan keluar membawa patung dewa Ganpati milik Meethi.

Akash menelfon Damini.

Damini : kamu baru memberitahuku sekarang?

Akash : Kukira Meethi hany bermimpi buruk. namun kami baru sadar keesokan harinya, saat Meethi menyerang ibu. saya berusaha membuatny setuju untuk memeriksany ke dokter, namun dia tidak mau mendengarkanku. Apa yang harus saya lakukan?

Damini : Antar Meethi kemari.

Akash : Meethi tidak mau pergi kemanapun tanpa Rani. Kumohon nenek datanglah ke rumah. Hany nenek yang bisa membuat Meethi mengerti. saya benar-benar mencemaskannya.

Damini : Baiklah. saya akan membuatny setuju untuk pergi ke dokter.

Akash : Terimakasih banyak nek.

Vishnu sedang bicara dengan Akash melalui telfon kantor.

Vishnu : Untuk saat ini saya belum mendapat info apapun. namun jangan khawatir, saya akan mengawasiny setiap saat. saya akan langsung menelfonmu kalau dapat info.

Khana masuk ke ruangan Vishnu, Vishnu berpura-pura sedang menelfon Mukhta.

Vishnu : Ya Mukhta, nanti saya telfon lagi.

Vishnu menutup telfonnya.

Vishnu : Istriku yang menelfon.

Khana : Carilah kehidupan lain diluar rumah, nikmati hidupmu.

Vishnu keluar karena seseorang ingin menemuinya. Khana menekan tombol dial pada telfon, dia ingin mencari tau siapa yang baru saja Vishnu telfon. Akash mengangkat ponselnya.

Akash : Ya Vishnu?

Khana shock dan mematikan telfon.

Khana : saya benar. Vishnu yang memberikan semua informasi tentang diriku kepada Akash. Ini adalah penipuan. Vishnu tidak tau dengan siapa dia berurusan. Sekarang saya akan menghabisi mereka berdua.

Vishnu kembali, Khana menjebak Vishnu dengan berpura-pura menelfon seseorang.

Khana : Kubur jasad Aslam Khan di pemakaman umum.
Meethi menghiasi kuil dengan bunga-bunga segar, dia meminta pelayan untuk membawakan buah2an dari dapur.
Meethi : Kita membutuhkanny untuk ritual pooja.

Bel rumah berbunyi, Meethi membukakan pintu, dia tersenyum bahagia melihat kedatangan Damini.

Meethi : Nenek? Apa kabar? Pasti Akash yang meminta nenek datang kemari hari ini. Jangan dengarkan dia. saya baik-baik saja. Oh ya, nenek datang diwaktu yang tepat. Ibu ingin mengadakan ritual pooja untukku.

Damini : Kalau begitu nenek baru bisa pulang setelah ritual pooja berakhir.

Meethi mengajak Damini ke kuil, mereka berdua shock melihat kuil dihiasi dengan bunga-bunga layu.

Meethi : Bagaimana bisa? saya baru saja menghiasi kuil dengan bunga-bunga segar tepat sebelum nenek menekan tombol bel. Ibu sebentar lagi datang, apa yang harus kukatakan padanya?

Baru saja Meethi berkata seperti itu, Ekadish sudah berjalan mendekati kuil, sama seperti Meethi, Ekadish pun terkejut.

Ekadish : Siapa yang menaruh bunga layu di kuil? Sudah kubilang bawakan bunga segar untuk menghias kuil.

Meethi : saya juga tidak tau. saya sendiri yang menghiasny tadi. saya tidak tau kenapa ini bisa terjadi.

Gomti membaca beberapa mantra penangkal.

Meethi : Biar saya hias dengan bunga yang baru. Beri saya waktu 5 menit.

Ekadish : Berhenti menantu! Jangan dekati kuil. Ini menandakan bahwa roh jahat sudah merasukimu.

Nandini tersenyum melihat mereka dari jauh.

Ekadish : kamu tidak boleh mendekati kuil, kamu bisa mengotori kesuciannya.

Meethi terkejut mendengar ucapan Ekadish dan berlari meninggalkan kuil, Damini menyusul Meethi.

Ekadish : Gomti, percikan air suci ke kuil, bersihkan semuanya.
Akash sudah berada di pemakaman, dia menelfon Vishnu.
Akash : saya sudah di pemakaman bersama polisi, kami tidak bisa menemukan jasadny disini.

Vishnu : Apa?

Vishnu merasa bingung, dia mendengar dengan jelas saat Khana menelfon anak buahny meminta mereka mengubur jasad Aslam Khan disana. Akash pun mematikan telfon saat Inspektur menghampirinya.

Inspektur : kamu selalu memberi info yang salah pada kami. Dimana jasad Aslam Khan? Kita tidak bisa menuduh orang sembarangan tanpa bukti yang pasti. Kami sedang mencari Aslam Khan. Tolong biarkan kami melakukan pekerjaan kami. Jangan buang-buang waktu kami.

Akash : Maafkan aku.

Inspektur meninggalkan pemakaman itu diikuti oleh Akash, Akash tidak menyadari kehadiran Khana.

Khana bicara sendiri, "Sekarang saya sudah yakin, Akash dan Vishnu bekerjasama untuk melawanku. Vishnu bekerja di kantor ku dan membocorkan informasi dari dalam. Mereka tidak tau siapa aku".

Damini sedang menemani Meethi tidur di kamarnya, dia teringat ucapan Ekadish. Hany sesaat Damini mengalihkan pandangan dari Meethi, tiba-tiba Meethi sudah tidak ada diatas tempat tidur. Damini panik, dia berlari keluar untuk mencari Meethi.

Guru Ma sedang membaca mantra untuk mengirim sihir hitamny kepada Meethi. Pada saat yang bersamaan, Meethi berdiri didapur sambil memegang kalung bunga. Meethi membakar kalung bunga tersebut diatas kompor. Damini melihat Meethi berdiri di dapur.

Damini : Meethi? Apa yang sedang kamu lakukan? Lepaskan kalung bunga itu!

Ketika Damini tengah berusaha melepaskan kalung bunga tersebut dari tangan Meethi, Meethi mulai tertawa seperti orang yang tidak waras. Damini kesulitan melepaskan kalung bunga yang dipegang Meethi karena tenaga Meethi sudah tidak seperti wanita normal.

Guru Ma mengambil pisau dan menggores pergelangan tangannya, Meethi pun melakukan hal yang sama.

Damini : Meethi!!!

Damini berusaha melepaskan pisau dari tangan Meethi namun Meethi mendorongny hingga terbanting ke pintu. Damini menahan rasa sakit dilengannya, dia semakin panik melihat Meethi hendak melukai pergelangan tangan sekali lagi.

Damini dan Meethi tarik menarik pisau, Damini lalu menampar Meethi untuk menyadarkannya. Meethi akhirny lepas dari sihir hitam Guru Ma, dia melihat kedua telapak tanganny dan jatuh pingsan.
Tuan Takhur, Akash dan Damini memandangi Meethi yang sedang tidur. Rani masuk kedalam kamar menatap sedih kearah Meethi.
Rani : Ayah, ada apa dengan ibu Meethi? apakah ibu Meethi akan baik-baik saja?

Akash : Ibu Meethi mu akan segera sembuh, ayah ada disini bersamanya.

Tuan Takhur : Rani, Ibu Meethi mu akan baik-baik saja karena kamu ada bersamanya. saya tau kata-kata yang biasa dia ucapkan untuk menyemangati semua orang. kamu akan merasa tegar.

Rani : Mau kah kakek mengajariku?

Tuan Takhur : Baiklah, namun berjanjilah kamu akan pergi tidur setelah mendengarkannya.

Tuan Takhur mengucapkan puisi tentang kehidupan yang menjadi motto hidup Ichcha semasa hidupnya.

Tuan Takhur : Siapa yang berusaha. . .

Rani : Tidak akan pernah gagal.

Rani tersenyum.

Rani : Selamat malam. Ibu Meethi, kamu harus cepat sembuh. Nanti kita bermain lagi, menggambar lagi. . Ok? Selamat malam.

Setelah Rani keluar, Meethi sedikit menggerakkan kepala.

Akash : Meethi? Nenek Damini, saya harus membawa Meethi ke psikiater. Percayalah padaku. saya tidak akan membiarkan sesuatu terjadi padanya.

Damini : Baiklah, lakukanlah seperti yang kamu fikirkan. Nenek tidak tau apa yang sebenarny terjadi pada Meethi. Kenapa dewa selalu menguji orang-orang yang baik? Pertama Ichcha, sekarang Meethi.

Tuan Takhur : Damini, Ichcha tidak pernah menyerah. Dia tidak pernah menyalahkan Dewa ataupun keadaan. Dia selalu menerima takdirny dan berjuang dengan waktu.

Damini : Tuan benar. saya juga tidak akan menyerah. saya pun akan berjuang dengan takdir.

Damini meninggalkan rumah Bundela bersama Tuan Takhur.

Damini mengunjungi nenek Anjum dan menceritakan tentang kondisi Meethi kepadanya.

Nenek Anjum : Temuilah Manthan Mai.

Damini : Manthan Mai?

Nenek Anjum : Ya. Tidak ada yang tau kapan dia mau menemui orang yang datang kepadanya. Banyak orang yang jauh-jauh datang hany untuk menemuinya, namun dia hany mau menemui orang-orang yang sudah ditakdirkan oleh dewa. Harapan orang-orang yang datang kepadany selalu dikabulkan.

Damini : Baiklah, tunggu sampai Meethi pulih dan setuju untuk datang menemuinya. Dewa akan memberkati Meethi bukan?

Nenek Anjum : Ya, tentu saja.
Meethi tidak ada ditempat tidurny saat Akash bangun, Akash pun menjadi panik.
Akash : Meethi? !

Meethi : Selamat pagi.

Meethi baru saja selesai mandi, dia membawa secangkir teh hangat untuk Akash.

Akash : Meethi, kamu harus istirahat.

Meethi : saya baik-baik saja.

Nandini mengintip mereka dari balik pintu. Akash melihat pergelangan tangan Meethi yang terluka.

Akash : Lukany pasti sakit.

Meethi : Ck!tidak.

Akash : saya merasa tersiksa melihatmu begini.

Meethi : saya juga merasakan hal yang sama. saya tau terkadang saya bukanlah diriku lagi, namun saya tidak tau apa yang sebenarny terjadi. Ngomong2, saya tidak ingin membicarakanny lagi. saya ingin hidup seperti manusia biasa. Hidup bahagia. Kumohon jangan halangi keinginanku.

Meethi memberikan teh ke Akash.

Meethi : Teh hangat untukmu. saya akan membuatkanmu makan siang. saya akan membawakan bekal ke kantormu. Kita akan makan siang sama2.

Vishnu sedang berjalan di koridor kantor membawa koper.

Khana : Tunggu Vishnu.

Khana memberikan uang 5 ruppee kepada Vishnu.

Khana : Ini akan membuatny lebih mudah mengenalimu (sebagai anak buah Khana)

Vishnu : Apa yang ada didalam koper ini?

Khana : tidak perlu memikirkannya. saya tidak percaya pada siapapun, jgn beritahu apapun pada orang lain.

Khana tersenyum melihat Vishnu berjalan meninggalkan kantor.

Khana : Dia sudah menipuku, dia harus dihukum.

Meethi datang ke kantor Akash membawakan bekal, dia memaksa Akash berhenti bicara lewat telfon dan meletakkan ponsel Akash di meja kecil disamping tempat duduknya.

Meethi : Sdh waktuny makan siang.

Meethi membuka semua bekal dan terkejut melihat isinya. Semua makanan yang dibawa Meethi basi. Akash pun ikut bingung, dia tidak mengerti apa yang terjadi pada Meethi, dia memaksa Meethi untuk pergi ke dokter bersamanya.

Vishnu berusaha menelfon Akash saat diperjalanan.

Vishnu : Akash tidak mengangkat telfonku. Apa yang harus saya lakukan?

Nandini kembali mengunjungi Guru Ma bersama Khana, Guru Ma memberikanny boneka Voodoo yang sdh diberi mantra.

Damini berinisiatif mengunjungi Manthan Mai sendirian, dia menunjukkan foto Meethi.

Damini : Ini cucuku, Meethi.

Manthan Mai : Seseorang sedang mengirim sihir hitam kepada cucumu, orang itu ada di rumahnya, dia akan terluka kalau sihirny gagal.

Manthan Mai memberikan segenggam biji2an dan gelang suci kepada Damini.
Rani melihat patung Dewa Ganpati didalam laci meja kamar Nandini, Rani mengambilny sambil bertanya2.
Rani : Ini kan patung dewa Ganpati milik ibu Meethi. Knp ada disini?

Nandini masuk kedalam kamarnya, dia terkejut melihat Rani memegang patung dewa tersebut.

Nandini : Rani!Apa yang sedang kamu lakukan?

Rani : Patung dewa Ganpati milik ibu Meethi knp bisa ada disini?

Nandini : Berikan padaku. Ibu Meethi mu sudah memberikanny padaku.

Nandini diam-diam mengubur patung dewa Ganpati milik Meethi di taman depan rumah. Rani tidak sengaja melihatnya, dia pun terkejut.

Damini datang ke rumah Bundela mencari Meethi, Ekadish memberitahu bahwa Meethi dan Akash sedang pergi ke dokter.

Vishnu menyerahkan koper kepada rekan Khana, dia terkejut mengetahui bahwa koper yang dia bawa ternyata penuh dengan uang. Polisi tiba-tiba datang untuk menangkap Vishnu, Vishnu dimanfaatkan Khana menjadi kurir penggelapan uang dan sengaja menghubungi polisi untuk menjebak Vishnu.

Meethi dan Akash pulang ke rumah, mereka sedikit berdebat karena dokter menyatakan bahwa Meethi baik-baik saja. Damini menghampiri Meethi.

Damini : Meethi, kamu sedang terkena sihir hitam.

Damini menjelaskan tentang kunjunganny ke Manthan Mai namun Meethi tidak percaya dengan hal-hal seperti itu.

Nandini sdh mempersiapkan alat-alat sihir hitam dan boneka voodoo, Meethi merasakan sakit tak tertahankan saat Nandini mulai membaca mantra. Damini berusaha mengikatkan gelang suci ditangan Meethi.

Damini : Biarkan nenek mengikatkan gelang suci ini ditanganmu!

Ekadish : Menantu!Biarkan nenekmu melakukannya!

Damini : Nenek tidak akan sanggup menemui Ichcha kalau sesuatu terjadi padamu. Nenek mohon.

Setelah gelang dipasang, Meethi berlari ke kamar mandi lalu muntah2. Meethi keluar dari kamar mandi, dia terus menahan rasa sakit dan duduk diatas tempat tidur.

Sihir hitam Nandini lenyap saat Akash membacakan mantra penangkal. Lilin Nandini padam karena tertiup angin, dia terluka saat berusaha menutup jendela. Meethi jatuh pingsan, kamar Meethi dipenuhi aroma bau busuk.

Damini : Seseorang pasti sedang mengirim sihir hitam kepada Meethi. Manthan Mai bilang, orang yang melakukan sihir hitam pada Meethi akan terluka kalau sihir hitamny gagal.

Ekadish : namun siapa orgnya?

Akash : Nandini. tidak ada yang bisa melakukanny selain dia.

Akash dan Damini berlari kearah kamar Nandini.

Baca Sinopsis Uttaran 8 september 2016 dan Episode selanjutnya di  Sinopiss Utarran 10 september 2016

Subscribe to receive free email updates: