Saturday, October 1, 2016

Sinopsis Mohabbatein Episode 65 (ANTV) ,4 Oktober 2016

Drama serial "Mohabbatein" merupakan film India yang di tayangakan oleh ANTV. Film ini merupakan salah satu dari banyak film India yang telah ANTV tayangkan .Mohabbatein tayang di Indonesia untuk kedua kalinya pada 1 agustus 2016 yang dulu pernah juga ditayangkan oleh RCTI dengan judul RUHI TERSAYANG pada tahun 2015 akhirdan sekarang telah banyak mendapat kan penggemar seperti film Uttaran .Film Mohabbatein adalah film romantis yang mengisahkan percintaan pria dudu dan perempuan cantik yang merupakan seorang dokter .

Sinopsis Mohabbatein Episode 65, 4 Oktober 2016

Sinopsis "Mohabbatein" (ANTV) Episode 65 Tayang selasa 4 Oktober 2016 dimulai dari ,Pagi itu Simmi mendapat telfon dari seseorang, Simmi mengatakan pada orang tersebut kalau dia selamat dari pandangan curiga Ishita “Tenang saja sudah bisa saya urusi namun saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan selanjutny?” ujar Simmi bingung, orang itu rupany memberikan sebuah rencana ke Simmi, Simmi merasa senang lalu mengakhiri telfonny,

Mihir sedang ngobrol dengan nyony Bhalla “Mihir, datanglah kemari dan temui saya namun jangan katakan pada siapapun tentang hal ini, saya akan memberikan kau sepaket makanan yang harus kau berikan ke Raman”, “Bibi, saat ini saya ada di ruang kerjany Raman dan disini sudah ada 3 kotak bekal, untuk sarapan pagi, makan siang dan salad” nyony Bhalla terkejut “Makanan ini dikirimkan dari rumah, bibi”, “Coba saya lihat, siapa yang mengirimkan bekal makanan itu ?" nyony Bhalla mulai berfikir "Apakah Ishita yang mengirimkanny ? Apakah dia bermain ganda ? Apakah dia mencoba membuat saya menjauh juga ? Dia memang pintar ! namun saya tidak akan membiarkanny bermain permainan apapun !” ujar nyony Bhalla geram

Nyony Bhalla kemudian menanykan tentang bekal makanan tersebut ke Ishita “Ishita, apakah kau membuat semua makanan di rumah ibumu itu ? kau juga kan yang telah membuat suamiku melawan anaknny dan sekarang kau mengirimkan bekal makanan untuk Raman ! kalau kau memang benar benar peduli pada suamimu itu, lakukan hal yang lain !” Ishita bingung “Aku tidak mengirimkan bekal makanan apapun, ibu ,,, sejak pagi saya ada di klinikku, lalu siapa yang mengirimkan bekal makanan itu ?”, “Aku akan pergi ke Dubai, karena suamiku menyuruhku kesana, pesawatku terbang besok pagi” sela Simmi tiba tiba, Ishita langsung menanyi Simmi “Tidak usah ikut campur, Ishita ,,, dia itu suamiku, dia bisa menyuruhku kemana saja ,,, ibu, berikan pasporku” saat itu Ruhi baru pulang dari sekolah, nyony Bhalla meminta Ishita untuk mengurusi Ruhi dulu

“Ruhi, apakah kau memberikan pesan ibu ke gurumu ?” Ruhi mengangguk “Iya, ibu guru tersenyum dan ibu Ishi bisa bertemu denganny” Ruhi dan Ishita ngobrol bersama “Ibu Ishi, buatkan saya mie goreng”, “Nenekmu sudah membuat makanan yang enak buat kamu, kalau kau tidak memakanny, nenek pasti akan sedih, jadi makan mie gorengny nanti malam saja ya, bagaimana ? Nanti akan ibu buatkan buat kamu” Ruhi akhirny setuju, Ishita mulai berfikir untuk membuatkan mie goreng tersebut namun dirumah dilihatny tidak ada mie, akhirny Ishita menelfon penjual sayur dan memesanny “Tolong kirimkan mie ke apartemenku”, “Nyony, tadi seorang anak telah mengambil semuany baru saja” ujar penjual sayur “Kirimkan ke apartemen keluarga Bhalla, “Oh iya, saya lupa kalau kau sudah menikah” Ishita langsung tahu kalau Amma yang memesan Rajma, Ishita bergegas menuju ke rumahny,

Begitu Ishita sampai dirumahny, dilihatny Raman sedang makan dirumah orangtuany, Raman yang juga melihat Ishita langsung berkata kata manis pada Amma, Mihika menyjikan makanan yang hangat untuk Raman “Aku akan membawakan bekal makanan untukmu ke kantor, Raman” Ishita baru tahu kalau ternyta keluargany sendiri yang mengirimkan bekal makanan untuk Raman “Maafkan ibu, Raman ,,, karena ibu tidak membuat makanan dari daging dagingan” ujar Amma, dalam hati Ishita berkata “Aku benar benar tidak percaya, ibuku sendiri memanjakan Raman” bathin Ishita geram, Raman dengan sengaja menyebut Appa yang telah menyetrikakan baju kerjany, Raman tertawa senang, Ishita segera masuk ke dalam rumah orangtuany

“Ayah, ibu ,,, ada apa ini ? Raman apa yang kau lakukan disini ?” tany Ishita heran “Apakah saya tidak boleh melakukanny untuk menantuku ? Ada apa dengan kamu, Ishu ,,, dia ini menantuku, apakah ibu tidak boleh memberiny makanan ?”, “Kita boleh saja memberiny makanan, ibu ,,, namun semua orang saat ini sedang memboikot dia” Amma tersenyum “Raman sudah menceritakan pada kami semuany, Ishu”, “Tapi dia berbohong, ibu !” Ishita berusaha meyakinkan ibuny “Ini terlalu berlebihan, Ishu ,,, dia ini suamimu sekarang, jangan katakan sesuatu yang melawan diriny, kau telah membuat orangtuany melawan diriny, itu tidak baik, Ishu ,,, kalian berdua seharusny menjadi sebuah tim, ayooo sini dan duduk disebelahny, yang lain tinggalkan saja” pinta Amma,

Kebetulan nyony Bhalla juga berkunjung ke rumah keluarga Iyer dan melihat Raman ada disana “Orang orang ini telah menguasai kamu, Raman”, “Yang pasti mereka tidak memboikot aku, ibu” sahut Raman “Tapi Ishita telah membuat ayahmu melawan kamu, ibu tidak terima melihat kau makan disini, ibu minta maaf, ayooo pulang ! Ibu akan membuat ayam mentega buat kamu” ujar nyony Bhalla sambil mengajak Raman bersama diriny “Aku akan datang lagi, Amma” ujar Raman sambil berterima kasih pada mereka lalu berlalu dari sana, Ishita mengikutiny dibelakang

Sesampainy dirumah, Raman mengajak ngobrol Ishita “Kamu tahu, Amma dan ibuku akan selalu mendukungku”, “Aku melakukan semua ini untuk Ruhi dan kami memboikot dirimu karena kau berlaku tidak pantas pada Ruhi” Raman jadi marah padany “Kamu memang tidak pernah berubah, saya jadi ragu bagaimana bisa Ruhi menjadi putrimu ?”, “Cukup ! kau pikir kau ini siapa ? kau selalu memanfaatkan Ruhi sebagai perisaimu, di hari ketika saya mengatakan kenytaan yang sebenarny, kalian semua tidak akan bisa bicara ! kalau kau memperingati saya lagi, saya akan menendang kau keluar, jaga batasanmu sendiri !” Ishita merasa heran dengan sikap Raman “Ada apa dengan dia ? Kemarahan itu memang normal namun dia itu tersinggungan, sepertiny ada sesuatu yang lain” bathin Ishita

Raman langsung memecahkan sebuah gelas dan berteriak “Ruhi adalah anakku !” Ishita melihatny sekilas “Maaf, saya kehilangan kesabaranku” ujar Raman tanpa ditany, Ishita langsung masuk ke dalam kamarny dan menutup pintu kamar, Raman melihat kearah pecahan gelas dan mengangkatny, dilihatny sebuah kertas yang bersegel, Raman mulai mengecekny dan membacany kalau ayahny akan mewariskan rumah ini ke Ruhi “Ibu, apa maksudny ini ?”, “Ayahmu sudah mengambil keputusan ini, Raman” sambil membersihkan lantai, Raman bertany lagi “Kenapa ayah melakukan hal ini ?” tany Raman heran

“Karena kami sangat mencemaskan anakmu itu, dia membutuhkan cintamu, Raman ,,, dan kau tidak mencintainy, ketika kau menegurny, Ruhi menangis dan berkata kalau kau tidak mencintainy, hari ini kami disini namun bagaimana dengan besok ketika kami sudah meninggal, Ruhi seharusny tidak merasa tidak ada seorangpun yang memikirkanny, jadi rumah ini dan semuany yang ada didalamny akan menjadi milikny” jelas nyony Bhalla

Baca cerita sebelumnya Sinopsis Mohabbatein episode 64 dan episode selanjutnya yang tayang 5 Oktober 2016 Mohabbatein episode 66

Artikel Terkait

Sinopsis Mohabbatein Episode 65 (ANTV) ,4 Oktober 2016
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email