Sinopsis Mohabbatein Episode 68 (ANTV) ,7 Oktober 2016

Drama serial "Mohabbatein" merupakan film India yang di tayangakan oleh ANTV. Film ini merupakan salah satu dari banyak film India yang telah ANTV tayangkan .Mohabbatein tayang di Indonesia untuk kedua kalinya pada 1 agustus 2016 yang dulu pernah juga ditayangkan oleh RCTI dengan judul RUHI TERSAYANG pada tahun 2015 akhirdan sekarang telah banyak mendapat kan penggemar seperti film Uttaran .Film Mohabbatein adalah film romantis yang mengisahkan percintaan pria dudu dan perempuan cantik yang merupakan seorang dokter .

Sinopsis Mohabbatein Episode 68, 7 Oktober 2016

Sinopsis "Mohabbatein" (ANTV) Episode 68 Tayang jumat 7 Oktober 2016 dimulai dari , Di rumah sakit, Ashok kembali menyindir Raman “Aku akan mendonorkan darahku untuk Ruhi, Ruhi ada di dalam takdirku, sekarang saya mempunyi hubungan darah dengan Ruhi” sindir Ashok, sementara  perawat menghampiri mereka dan berkata “Jangan khawatir, Ruhi telah mendapat transfusi darah dari bank darah (PMI), siapa ibuny Ruhi ?” Shagun dan Ishita menjawabny berbarengan, saat itu Ishita yang dipanggil dokter yang menangani Ruhi “Ruhi telah keluar dari masa kritisny sekarang .

dia sangat berani dan akan segera sembuh” jelas dokter “Ibu Ishi , “Iya sayang ibu disini, kau akan segera sembuh, kau memang seorang gadis yang sangat pemberani” kata Ishita yang menemani Ruhi di dalam kamarny, Dokter lalu keluar kamar dan mengabarkan pada semua orang kalau Ruhi baik baik saja sekarang, nyony Bhalla sangat senang “Oh iya siapa itu tuan Ashok ?” tany dokter “Saya Ashok ! Saya teman ayahny Ruhi, saya datang kesini untuk mendonorkan darah saya yang B+” dokter mengucapkan terima kasih pada Ashok, kemudian berlalu dari sana,

Ashok juga mengajak Shagun untuk pergi dari sana “Ayoo Shagun, kita pergi” mereka berdua segera berlalu dari sana Raman meminta seluruhny keluargany untuk pulang karena Ruhi sudah membaik “Ibu tidak akan pulang, Raman !” sahut nyony Bhalla namun Raman tetap meminta mereka untuk pulang “Simmi, kau juga harus pergi di suamimu, pergilah dan jangan ketinggalan pesawat !”, “Kakak, tapi saya tidak bisa meninggalkan Ruhi dalam keadaan seperti ini” sela Simmi,

Tak lama kemudian akhirny Ruhi bisa pulang ke rumah, semua orang menymbut kedatangan Ruhi “Dimana Mutu Swamy ?”, “Ruhi, Mutu Swamy sekarang ada dirumah nenek” kata Amma menimpali pertanyan Ruhi, Ruhi terlihat sedih “Nenek akan merawat Mutu dirumah nenek dengan baik”, “Kalau begitu saya juga tinggal dirumah nenek saja” pinta Ruhi “Waah nanti ayahmu akan merindukanmu sayang”, “Iya Ruhi, ayah nanti akan sangat merindukanmu” Raman menimpali ucapan Amma “Kamu bisa melihat Mutu kapan saja kau mau, bagaimana ?

akhirny Ruhi menyetujuiny, kemudian Amma dan Appa pamitan pulang kerumah mereka “Suamiku, sekarang keluarga Ishita nampak lengkap, mereka adalah keluarga yang sempurna” puji Amma bangga .Raman membawa segelas susu untuk Ruhi, Ruhi memegang tangan ayahny dan memintany untuk duduk disebelahny “Terima kasih, ayah”, “Kenapa ?” tany Raman heran “Karena ayah tidak pergi ke kantor demi saya dan membawa saya pulang kerumah dalam pelukkan ayah, ayah juga mengatakan kalau ayah akan sangat merindukan aku, itu artiny ayah tidak marah lagi padaku” Raman terharu mendengarny “

Ayah tidak marah sama kamu, Ruhi , ayah minta maaf” kata Raman sambil menangis kemudian berlalu meninggalkan Ruhi, Ishita yang sedari tadi disana tersenyum melihat kebersamaan ayah dan anak itu “Ruhi, apa yang ibu bilang, ayahmu sangat menyyangi kau kan ?” Ruhi dan Ishita tersenyum .Raman sedang duduk di ruang tengah dan teringat pada ucapan ibuny dan Ruhi, saat itu Raman mendapat telfon dari Aditya, kakak Ruhi (anak Raman yang pertama dengan Shagun) “Adi ,” Raman sangat senang setelah sekian lama bisa mendengar suara Adi “Aku ayahmu, katakan ada apa ?”,

“Aku ingin bertemu denganmu, apakah ayah bisa kesini ?” pinta Adi “Apakah semuany baik baik saja sayang ?”, “Datanglah kesini dan temui saya besok !” Adi tidak menggubris ucapan Raman “Dimana, nak ? Apa disekolah ?”, “Tidak ! saya bersama ibu sekarang !” Raman terkejut mendengarny, Raman teringat pada ucapan Aditya yang ingin tinggal dengan Shagun, nyony Bhalla menemui Ramann dan dilihatny Raman sedang merasa gelisah “Raman, kenapa kau kelihatan cemas ? Berbagilah dengan kami, ada masalah apa ?”, “Adi baru saja menelfonku, ibu , dia ingin bertemu denganku” nyony Bhalla sangat senang mendengarny

“Kalau begitu saya akan ikut juga denganmu menemuiny”, “Dia agak nakal, dia seharusny ada disekolah karena ujianny sebentar lagi” kata Raman gusar “Apakah dia menelfon dari rumah Shagun”, “Kapan kau akan menemuiny ? kau akan mengetahuiny, Raman” sahut tuan Bhalla menimpali ucapan nyony Bhalla “Untunglah kita menyelamatkan Ruhi dari ibuny itu tapi kenapa Adi tiba tiba menelfon kau setelah sekian lama kalian tidak pernah bertemu ?” tany nyony Bhalla curiga “Kita tidak boleh bertemu denganny sesuai perintah hakim, saya rasa dia sedang dalam masalah, perasaanku tidak enak, ibu”, “Jangan khawatir, Raman” nyony Bhalla berusaha menghibur Raman “Dia menelfon setelah sekian lama, itu yang membuat saya berfikir” dari kejauhan Ishita mendengar ucapan mereka “Kenapa mereka begitu khawatir dengan Aditya ? Apakah masa lalu Aditya begitu menakutkan mereka ?” bathin Ishita heran

Mihir datang ke rumah keluarga Bhalla dan meminta sarapan pagi, Mihir meminta Ruhi untuk makan lebih cepat daripada diriny, Ruhi pun menang “Ruhi rupany sudah sembuh sekarang” saat itu Raman keluar menemui Mihir “Raman, kau mau kemana ?”, “Ke kantor” kata Raman “Saat ini kantor tutup karena ada penyemprotan hama”, “Aku ada meeting diluar” kata Raman datar “Mihir, saya akan pergi ke Dubai untuk menemui suamiku” sela Simmi “Aku minta maaf tidak bisa mengantarmu ke bandara, Simmi , karena saya ada meeting”, “Tidak apa apa, kak , saya akan pakai taksi saja, saya akan pergi sendiri” sahut Simmi

Raman akhirny sampai di rumah Ashok untuk menemui Aditya, Ashok menemuiny dan bertany “Mau apa kau kesini ?” “Aku datang kesini untuk bertemu dengan Adi” kata Raman “Adi ingin kau menandatangi surat”, “Aku ingin bertemu denganny, dimana dia ?” Raman sudah tidak sabar ingin bertemu Adi “Kamu yakin kau mau bertemu Adi ?”, “Adi yang menelfonku, jadi saya datang kesini untuk menemuiny” Ashok tersenyum sinis “Baiklah, saya bisa mengerti, ingatanmu memang lemah, apakah kau tidak ingat tentang perintah dari hakim kalau kau harus menjaga jarak dari Adi ?” sindir Ashok, Raman teringat ketika Adi memberikan pernytaanny yang melawan Raman disidang karena Raman telah memukulny dan menyiksany dan Shagun juga mengeluh melawan Raman

“Kalau begitu saya pergi saja tapi tolong katakan pada anakku kalau saya sudah datang untuk menemuiny” ketika Raman hendak pergi, Shagun mencegahny “Apakah kau mau pergi begitu saja tanpa menemui anakmu dulu ? dia ada di kamarny sekarang,temui dia !”, “Shagun, tapi perintah hakim ?” Ashok menyela “Biarkan dia bertemu dengan Adi, kita ini tidak seperti dia yang membatasi seorang ayah untuk bertemu dengan anakny sendiri”, “Baiklah, terserah kau saja” Ashok akhirny menuruti perintah Shagun, Raman lalu pergi ke kamarny Adi, Shagun dan Ashok tersenyum senang

Raman kemudian menemui Adi di kamarny “Adi ,” Adi melirik ke arah Raman “Apakah ayah sudah melihat surat itu ?”, “Kamu sudah besar sekarang, ayah sangat merindukanmu, setiap hari ayah memikirkan kamu, apakah kau memikirkan ayah juga ? Apakah semuany baik baik saja ?” Raman merasa senang bisa bertemu dengan anakny lagi “Aku ingin minta ijin ayah, saya ingin membuat visa dan merubah nama ayahku di pasporku ! Tolong tandatangani itu !” Raman kaget mendengarny “Adi, kenapa kau melakukan hal ini ? Apakah kau ingin balas dendam karena ayah tidak membelikan kau mainan baru untukmu ketika kau kecil dulu ?”, “Tolong jangan sia siakan waktuku ! Tanda tangani saja surat itu !” Raman hany menangis mendengar ucapan anakny

Baca cerita sebelumnya Sinopsis Mohabbatein episode 67 dan episode selanjutnya yang tayang 8 Oktober 2016 Mohabbatein episode 69

Subscribe to receive free email updates: