Sinopsis Mohabbatein Episode 69 (ANTV) ,8 Oktober 2016

Drama serial "Mohabbatein" merupakan film India yang di tayangakan oleh ANTV. Film ini merupakan salah satu dari banyak film India yang telah ANTV tayangkan .Mohabbatein tayang di Indonesia untuk kedua kalinya pada 1 agustus 2016 yang dulu pernah juga ditayangkan oleh RCTI dengan judul RUHI TERSAYANG pada tahun 2015 akhirdan sekarang telah banyak mendapat kan penggemar seperti film Uttaran .Film Mohabbatein adalah film romantis yang mengisahkan percintaan pria dudu dan perempuan cantik yang merupakan seorang dokter .

Sinopsis Mohabbatein Episode 69, 8 Oktober 2016

Sinopsis "Mohabbatein" (ANTV) Episode 69 Tayang sabtu 8 Oktober 2016 dimulai dari , Raman tercengang ketika mengetahui keinginan Adi mengundangny kesana untuk mengganti nama ayahny “Tolong jangan buang buang waktuku ! Tanda tangani saja surat itu !” Raman menangis sambil melihat surat itu lalu melirik kearah anak laki lakiny ini “Apakah kau yakin, Adi ?” Adi mengangguk  “Iya ! Dan mulai sekarang namaku akan menjadi Aditya Ashok Khanna”, “Ayah akan memberikan kau kesempatan untuk menjalankan hidupmu yang sesuai dengan keinginanmu sendiri, kalau kau merasa paman Ashok akan menjadi ayahmu yang lebih baik, ayah siap untuk menandatangani surat ini demi kebahagiaanmu” kata Raman sedih

Kemudian Raman menandatangani surat tersebut sambil berkata “Ayah melakukan apa yang kau inginkan, kau senang sekarang ?  Apakah kau masih kesal dan marah dengan ayah ?”, “Waktuny sudah habis ! saya rasa kau harus pergi” Adi tidak menggubris pertanyan Raman “Adi, ayah bahagia ketika kau lahir dulu, ayah rasa ibuku telah memberikan hadiah yang terbaik untukku, ayah bisa melihat kepercayaanmu dari balik matamu, mungkin kepercayaan itu salah kali ini, ayah tidak menylahkanmu, ayah memang telah menjadi seorang ayah yang buruk, namun ayah ingin mengucapkan terima kasih padamu karena kau telah membuat ayah merasa seperti seorang ayah hari ini” Raman mencoba menjelaskanny panjang lebar agar Adi mengerti

“Coba dicek lagi, apakah ayah membuat kesalahan ? kalau kau memerlukan ayah, ayah akan selalu ada disini” saat itu Raman melihat sepatu Adi yang belum di ikat taliny, Raman teringat bagaimana dulu Adi mengikat tali sepatuny ketika dia masih kecil, kemudian ketika Raman hendak mengikatkan tali sepatu Adi, Adi langsung berkata “Tunggu ! saya bisa melakukanny sendiri”, “Baiklah, kalau begitu, ayah pulang dulu, selamat tinggal” Raman segera berlalu meninggalkan Adi, Shagun dan Ashok melihat Raman yang keluar dari rumah mereka

Sesampainy dirumah, Raman hany terdiam dan terlihat kesal “Dia sepertiny sedang kesal, apakah mungkin dia baru saja bertemu dengan Adi ?” bathin Ishita yang merasa heran melihat sikap Raman “Dirumah nggak ada orang, Ruhi sedang tidur dikamar, tolong jangan nylakan televisi”, “Baiklah” kata Raman dingin menimpali ucapan Ishita “Apakah kau mau minum kopi ?”, “Aku mau buat teh sendiri” Raman kemudian menuju ke dapur, mereka berdua membuat kopi dan teh bersama sama, tiba tiba kaki Ishita tergelincir dan botol yang berisi gula itu terlepas dari tangan Ishita dan jatuh, Ishita mengira kalau Raman akan memberikan tanganny untukny ternyta Raman malah menangkap botol gula itu bukan diriny, Ishita merasa kesal dan menaruh banyk gula ke dalam kopiny dengan perasaan kesal,

Raman melihatny dan menghentikan ulah Ishita sambil memegang tanganny, namun saat itu Raman dapat telfon dari kantor dan dia pun ngobrol dengan staff karyawanny, kebetulan saat itu tehny telah matang “Apa yang harus saya lakukan ? Aah biarkan saja, biar dia yang mengurusiny sendiri” bathin Ishita, saat itu Raman melihat tehny sudah matang, tanpa sengaja tanganny menyentuh panci yang berisi teh tersebut, tangan Raman terbakar “

Kamu seharusny lebih berhati hati” kata Ishita sambil mencelupkan tangan Raman ke dalam wadah yang berisi air, Raman melihat kepedulian istri yang sangat dibenciny ini, Raman lalu berfikir “Apa yang Shagun lakukan ketika tanganku terbakar dulu ? Shagun tidak merawat saya malah sangat sibuk memuji Ashok” bathin Raman “Aku bisa mengurusi diriku sendiri dan saya minta kau tetap memperhatikan Ruhi” kata Raman kemudian berlalu meninggalkan Ishita “Dasar bodoh !” kata Ishita kesal

Raman mengunjungi sebuah bar dan meminum wine disana, Raman sedang memikirkan tentang Shagun dan Aditya, hingga akhirny bar ny mau tutup, Raman lalu bertany pada pelayan yang ada disana “Apakah kau sudah menikah ? Dan puny anak ?”, “Iyaa, satu anak laki laki dan satu anak perempuan” Raman lalu menceritakan tentang tragediny “Siapa namamu ?”, “

Jeevan, tuan” Raman kemudian membagikan penderitaanny pada Jeevan, tiba tiba Raman membuka tutup botol dengan giginy sendiri dan gusiny mulai berdarah, Jeevan segera menawariny es untuk menghentikan pendarahan, Raman bergegas menelfon dokter giginy, Raman mengatakan kalau giginy sakit “Tuan Raman, anda perlu operasi saluran akar” kemudian dokter meminta Raman untuk bergegas datang ke klinikny, lalu dokter gigi tersebut menelfon asistenny dan meminta agar dia  mengatur seorang dokter gigi untuk mengurusi pasienny

Di rumah keluarga Bhalla, nyony Bhalla ingin agar Ruhi tidur bersamany “Tidak Toshi, kau istirahat hari ini, kami yang akan mengurusi Ruhi” kata tuan Bhalla, saat itu Ishita mendapat telfon dari temanny yang bernama Neeta “Selamat menempuh hidup baru, dokter Ishita” kemudian Neeta mengatakan pada Ishita tentang operasi darurat yang harus segera dilakukanny di rumah sakit “Baiklah, saya akan datang”, “Terima kasih, Ishu” kata Neeta, Raman datang ke klinik dokter gigi yang ada di rumah sakit, Ishita juga sampai disana, Ishita ngobrol dengan Neeta, Neeta bertany tentang semuany antara Ishita dan suaminy

“Suamiku bekerja hingga larut malam, jadi saya rasa itu menyenangkan” kata Ishita senang “Lalu seperti apa suamimu itu ?”, “Kamu tahu, bahkan sampai saat ini saya belum tahu banyk tentang diriny” Ishita dan Neeta tertawa terbahak bahak “Lalu bagaimana wajah suamimu itu ?”, “Iyaa, kadang kadang dia mengira kalau dia itu Shahrukh Khan” kata Ishita sambil masuk ke dalam ruangan dan dilihatny Raman sudah duduk disana, Raman juga terkejut ketika melihat Ishita

Baca cerita sebelumnya Sinopsis Mohabbatein episode 68 dan episode selanjutnya yang tayang 9 Oktober 2016 Mohabbatein episode 70

Subscribe to receive free email updates: