Thursday, October 6, 2016

Sinopsis Mohabbatein Episode 71 (ANTV) ,10 Oktober 2016

Drama serial "Mohabbatein" merupakan film India yang di tayangakan oleh ANTV. Film ini merupakan salah satu dari banyak film India yang telah ANTV tayangkan .Mohabbatein tayang di Indonesia untuk kedua kalinya pada 1 agustus 2016 yang dulu pernah juga ditayangkan oleh RCTI dengan judul RUHI TERSAYANG pada tahun 2015 akhirdan sekarang telah banyak mendapat kan penggemar seperti film Uttaran .Film Mohabbatein adalah film romantis yang mengisahkan percintaan pria dudu dan perempuan cantik yang merupakan seorang dokter .

Sinopsis Mohabbatein Episode 71, 10 Oktober 2016

Sinopsis "Mohabbatein" (ANTV) Episode 71 Tayang senin 10 Oktober 2016 dimulai dari , Ishita akhirny mendapatkan sebuah ide yaitu test DNA “Raman akan puas begitu tahu kalau Ruhi adalah anakny, tapi rasany sulit untuk mendapatkan sample rambut Raman” kata Ishita sambil berfikir keras, begitu Ishita keluar dari kamar mandi, dilihatny Raman sedang menyisir rambutny sambil menelfon temanny namun kemudian Raman membersihkan sisirny dan membuang sisa rambut yang menempel di sisir itu ke tong sampah dan berlalu dari sana, Ishita bergegas memeriksa sisir Raman namun tidak ditemukan satu lembar pun rambut Raman disana, tiba tiba Raman masuk kembali ke kamar dan bertany  “Apa yang kau lakukan ?” Ishita kaget

“Aku hany sedang melihat lihat sisir ini saja”, “Sisir itu milikku, jangan sentuh barangku !” bentak Raman kesal dan berlalu lagi dari sana, Ishita akhirny pasrah harus membuka tong sampah didepanny “Aku harus memasukkan tanganku ke dalam tong sampah ini, tapi semua ini saya lakukan demi Ruhi, iya saya melakukanny demi Ruhi jadi saya harus melakukanny” Ishita mencoba menyemangati diriny sendiri, ketika Ishita sedang mengorek ngorek tong sampah yang berada dikamarny, saat itu nyony Bhalla melintas didepan kamarny dan merasa heran dengan apa yang dilakukan oleh menantuny ini, apalagi ketika akhirny Ishita bisa mendapatkan rambut Raman,  Ishita bersorak kegirangan,

Nyony Bhalla langsung masuk ke dalam kamar Ishita “Heiii sedang apa kau ?” Ishita kaget dan berusaha membuat alasan yang masuk akal di depan ibu mertuany ini “Jangan bohong sama saya ! Rambut siapa itu ? kau tidak bisa membodohi aku, saya yakin kau pasti mau melakukan ilmu hitam kan pada anakku ?” Ishita berusaha menjelaskan pada ibu mertuany tapi nyony Bhalla langsung berteriak memanggil pembantuny “Nilu ! Bersihkan tong sampah dan kamar ini setiap satu jam sekali !” kata nyony Bhalla lantang kemudian berlalu dari sana “Sekarang saya harus melakukanny dengan hati hati” kata Ishita sedih karena rambut Raman terjatuh ketika Ishita kaget karena teguran nyony Bhalla

Raman yang masih merasakan sakit gigi memaksakan diriny untuk tetap bekerja di rumah  “Raman, kenapa kau tetap bekerja dengan keadaan sakit seperti itu ?” Raman tidak menggubris ucapan Mihir dan tetapa melanjutkan bekerja, tak lama kemudian Rumi datang dan mengatakan pada seluruh keluargany tentang pertandingan karambol di lingkungan rumah mereka “Kakak, ayo ikutan, kak ! Kakak kan selalu menang dalam lomba karambol” pinta Rinki, Raman yang tidak berkenan untuk mengikuti lomba segera menghardik Rumi dengan perasaan kesal, Rumi akhirny meninggalkan mereka dengan perasaan dongkol “Waduuuh kacau ! Rencanaku bisa berantakan kalau Raman tidak setuju, apa yang harus saya katakan pada Mihika ? Bisa runym semuany” gumam Mihir bingung

Malam hariny, Raman sedang menonton pertandingan di dalam kamarny, sementara Ishita tidur di atas sofa, Ishita sedang menunggu Raman tidur sehingga dia bisa mencabut rambut Raman, tak lama kemudian Raman mematikan lampuny dan tertidur, selang beberapa saat kemudian Ishita bangun dan berjalan menuju ke arah Raman, dilihatny Raman sudah tertidur lelap, tiba tiba Raman berbalik, Ishita naik ke atas tempat tidur dan tepat berada diatasny sambil mencari cari kesempatan untuk mencabut rambut Raman, tiba tiba Raman bangun dan kaget ketika melihat Ishita berada tepat diatasny “Apakah kamuu gila !”,  “Aku hany mengecek bengkakmu ini saja” Ishita mencoba mencari alasan, Raman bergegas bangun dan meninggalkan Ishita dengan perasaan kesal

Keesokan hariny, Ishita sedang membersihkan tempat tidur dan tiba tiba Ishita mendapati ada beberapa helai rambut Raman diatas bantal, Ishita sangat senang sekali “Akhirny saya mendapatkanny !” Ishita kegirangan dan langsung menaruh rambut tersebut dalam kantong plastik kecil “Kemarin saya sudah mendapatkan sample kuku Ruhi dan sekarang rambut Raman, uji DNA akan dilakukan !” kata Ishita senang

Ketika Ishita akan pergi, nyony Bhalla langsung bertany “Heiii mau kemana kau ?”, “Aku ada panggilan darurat di klinikku, bu”, “Baiklah” Ishita kemudian pergi dari sana, ketika sampai di luar Ishita segera menelfon dokter yang mengetes DNA dan mengabarkan kalau diriny ingin melakukan test uji DNA “Untuk siapa ini ?”, “Untuk tuan Raman Kumar Bhalla” kata Ishita “Tuan Raman ? Kemarin dia datang juga kesini untuk melakukan test DNA tapi kemudian membatalkanny di saat saat terakhir, apakah semuany baik baik saja ?” tany sang dokter “Semuany baik baik saja tapi hal ini sangat penting sekali, tolong berikan hasilny hany pada saya saja, saya ingin hasilny segera !”, “Baik dokter Ishita, hasilny akan keluar 3 sampai 4 hari tapi saya akan mengatakan pada anda hasilny besok” Ishita sangat senang sekali mendengarny dan berterima kasih pada dokter tersebut, setelah menutup telfon, Ishita berdoa untuk kebahagiaan Ruhi sambil tersenyum

Mihir menelfon Mihika dan mengabarkan padany “Tidak ada seorangpun yang tertarik dengan acara ini, Mihika”, “Coba saya pikirkan dulu” sahut Mihika “Bagaimana kalau kau mengatakanny pada Ishita”, “Aku pasti akan mengatakanny” telfon mereka pun berakhir “Kak Ishita harus setuju dengan event ini !”  kata Mihika

Tak lama kemudian Ishita datang ke rumah Amma sambil membawa sayuran “Amma, tolong buatkan Sambar untuk malam nanti” Mihika kemudian mengabarkan pada Ishita tentang lomba karambol tersebut, pada saat yang sama keluarga Bhalla juga sedang membahas lomba itu “Raman pasti akan ikutan mewakili keluarga kita” kata nyony Bhalla, sedangkan Mihika juga meminta Ishita ikutan lomba ini mewakili keluarga Iyer “Iya Ishita, kau harus ikutan mewakili pihak kita dan jangan biarkan keluarga Bhalla menang !”, “Baiklah, ibu ,,, saya akan datang kesana jam 4 sore” kata Ishita,

Sementara itu Raman tetap bersikeras tidak mau ikut lomba, semua orang mencoba meyakinkanny “Aku ini sedang setreess, saya tidak bisa ikut lomba !” bentak Raman kesal, saat itu Ishita masuk ke dalam rumah dan dilihatny Raman sedang bersedih, saat itu Mihir dan tuan Bhalla sedang ngobrol berdua “Raman tidak setuju untuk ikutan lomba ini”, “Sementara Ishita sudah siap untuk bermain dari pihak keluarga Iyer, ini adalah cara yang tepat untuk mengurangi perasaan setres Raman, paman” kata Mihir “Raman, kau harus bermain karambol !” pinta Mihir

Akhirny pertandingan karambol dimulai, nyony Bhalla memuji muji Raman “Suamiku, siapa nanti yang akan bermain dari pihak kita ? saya mohon tolong yakinkan Raman untuk ikutan lomba ini” pinta nyony Bhalla cemas, saat itu Raman sedang marah marah pada staff karyawaanny dan meminta mereka untuk melaporkanny ke Mihir “Raman, di mana semua orang ?” tany Mihir heran “Mereka semua sedang pergi ke lomba karambol yang konyol itu !” kata Raman kesal, di tempat lomba Rumi mengabarkan pada keluargany kalau sepertiny Raman tidak akan datang,

Saat itu Ishita sedang menikmati Sambar buatan Amma “Kakak, ayoo makanny yang cepat dan ikut denganku cepat !” pinta Mihika, Mihir segera mengabarkan pada Mihika kalau Raman masih saja tidak setuju “Apa yang harus saya lakukan padany, Mihika ?”, “Kakakku akan menantangny, bawa saja Raman kesini, saya akan menyiapkan semuany” kata Mihika, akhirny Ishita sudah siap “Kakak, apakah kakak yakin bisa memenangkan pertandingan ini ? Karena Raman juga akan ikut bermain dan dia pasti akan menang, kak ,,, karena dia itu juara karambol disetiap pertandingan karambol” Mihika berusaha memprovokasi Ishita “Aku akan melihat bagaimana dia !” Ishita segera menemui Raman dan menantang Raman untuk pertandingan karambol tersebut

“Pasti saya yang terbaik !” kata Raman sombong, Mihir tersenyum senang “Dasar perempuan sinting !”, “Aku juga heran, bagaimana bisa dia bicara seperti itu ? Kenapa juga Ishita bermain mewakili pihak keluarga Iyer ? kau harus melakukan sesuatu, Raman !” Mihir mulai memprovokasi Raman “Kamu ini bicara seperti seorang menantu saja, hentikan ! saya harus menunjukkan padany hari ini ! Ayo kita pergi kesana !” kata Raman kesal

Baca cerita sebelumnya Sinopsis Mohabbatein episode 70 dan episode selanjutnya yang tayang 11 Oktober 2016 Mohabbatein episode 72

Artikel Terkait

Sinopsis Mohabbatein Episode 71 (ANTV) ,10 Oktober 2016
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email