Sinopsis Mohabbatein Episode 72 (ANTV) ,11 Oktober 2016

Drama serial "Mohabbatein" merupakan film India yang di tayangakan oleh ANTV. Film ini merupakan salah satu dari banyak film India yang telah ANTV tayangkan .Mohabbatein tayang di Indonesia untuk kedua kalinya pada 1 agustus 2016 yang dulu pernah juga ditayangkan oleh RCTI dengan judul RUHI TERSAYANG pada tahun 2015 akhirdan sekarang telah banyak mendapat kan penggemar seperti film Uttaran .Film Mohabbatein adalah film romantis yang mengisahkan percintaan pria dudu dan perempuan cantik yang merupakan seorang dokter .

Sinopsis Mohabbatein Episode 72, 11 Oktober 2016

Sinopsis "Mohabbatein" (ANTV) Episode 72 Tayang selasa 11 Oktober 2016 dimulai dari , Di tempat pertandingan karambol, Ishita akhirny bisa memenangkan semua peserta yang ikut pertandingan ini, hal ini tentu saja membuat keluarga Iyer bangga, saat itu Raman datang dan ikut bermain menantang Ishita, keluarga Bhalla nampak senang melihat kemunculan Raman “Untung saja kakak datang, kakak telah menyelamatkan reputasi keluarga kita, kak” kata Rumi senang “Ayooo, mari kita tunjukkan pada mereka siapa kita yang sebenarny !” kata Raman kesal, Mihika melirik kearah Mihir dan memberikan kode ke arahny, nyony Bhalla memberikan dukungan untuk Raman “Sekarang kau harus menang, Raman !  Dan tunjukkan pada kami !” kata nyony Bhalla girang,

Amma sendiri terkejut begitu mengetahui kalau Raman juga suka bermain karambol, Raman kemudian duduk di depan Ishita dan siap untuk bermain, Ishita dan Raman saling memandang  satu sama lain dengan tatapan yang saling menantang, akhirny pertandingan pun dimulai, semua orang bertepuk tangan memberikan semangat pada keduany, Amma yang memperhatikan pertandingan itu dengan serius berkata kalau Raman bermain sangat baik, Mihika memberikan semangat pada kakak sepupuny, sedangkan Mihir memberikan semangat pada Raman, sahabatny, tak lama kemudian tiba tiba ponsel Ishita berdering,  Mihika yang mengangkatny dan memberikan telfon itu ke Ishita “Kakak, ada telfon dari teman kakak” kata Mihika,

Pertandinganpun berhenti sesaat karena Ishita sedang ngobrol dengan seseorang di telfon kemudian Ishita mengucapkan terima kasih banyk pada orang itu, Ishita sangat senang “Kenapa kau sangat bahagia ? kau masih harus bermain !” akhirny pertandingan berlanjut dan dimenangkan oleh Raman, semua orang bertepuk tangan untuk Raman, nyony Bhalla juga sangat senang karena putrany menang lagi “Untukku saya telah menang dari kedua sisi yaitu putriku dan menantuku” kata Appa senang, begitu juga Amma yang juga sangat senang “Sudah kukatakan padamu posisi ratu selalu berada dibelakang raja !” Ishita tersenyum mendengar ucapan Raman “Ada sebuah bukti diatas sana untuk kamu, tuan Raman Kumar Bhalla ! Ayo kita lihat kesana ! Kita akan tahu siapa yang bermain dengan baik dan siapa yang tidak !” sindir Ishita

“Baiklah ! Baru kemudian kau bisa merayakan kegagalanmu !” akhirny Raman menuju ke kamarny  kemudian Ishita datang sambil membawa hasil test uji DNA tersebut, berikanny hasil tersebut ke Raman “Apa ini ?”, “Buka saja ! Dan lihatlah” akhirny Raman menuruti permintaan Ishita membuka hasil test uji DNA ny dan Ruhi, dibacany dengan seksama, Raman sangat terkejut dan bahagia begitu membacany, Raman teringat pada ucapan Ashok dan Ruhi, Raman tersenyum, Ishita melihat ke arahny “Ruhi itu anakmu,  saya tidak mengerti bagaimana kau bisa berfikir kalau dia itu anaknny Ashok ?” Ishita kemudian berlalu dari sana

Pada upacara pemberian hadiah, keluarga Bhalla mendapatkan piala tersebut, Ruhi juga sangat bahagia, keluarga Bhalla langsung menari nari, Ruhi juga ikut menari dengan piala ayahny,  Raman menghampiri Ruhi, Ruhi menunjukkan piala itu pada ayahny dan berkata “Kita menang, ayah !” Ishita tersenyum senang melihat kegembiraan mereka semua, Raman kemudian memeluk Ruhi penuh haru, semua orang melihat kearahny, Raman menangis dan berkata “Iya sayang, kita menang ! Ayah menang !” dalam hati Ishita berkata “Dia lagi lagi memikirkan tentang kemenangan dan pertandingan dalam semua hubungan” bathin Ishita,  nyony Bhalla meminta Raman untuk ikut denganny untuk makan Golgappa “Ibu, gigiku masih sakit” Raman menolak permintaan ibuny

Raman kemudian masuk ke dalam kamarny dan berkata pada diriny sendiri “Awalny saya takut melakukan test ini namun Ishita melakukanny, saya seharusny mengucapkan terima kasih padany namun bagaimana mengatakan padany ? saya akan mencobany” kemudian Raman berpura pura mengucapkan terima kasih pada Ishita sambil berkaca di depan cermin “Terima kasih banyk, Ishita ,,, namun mengucapkan terima kasih saja itu akan terlihat biasa, dia pasti tidak setuju” Raman berfikir keras “Aku akan mengucapkan terima kasih padany melalui sebuah kartu atau email ?” saat itu Ishita memasuki kamar, Raman melihatny dan menghentikan langkah Ishita “Aku ingin mengatakan sesuatu ,,, terima kasih karena kau telah melakukan hal ini untukku”, “Aku tidak perlu ucapan terima kasihmu itu” Ishita menyebut Raman tidak puny perasaan

“Apakah kau butuh sebuah laporan untuk menerima anak kandungmu sendiri ? Apakah kau bahagia dengan kemenanganmu ini ?” tany Ishita geram “Ashok yang mengatakan hal ini”, “Bagaimana bisa kau mempercayainy, bagaimana bisa kau tidak melihat kalau Ruhi itu adalah anakmu ? kau tidak mau mendonorkan darahmu padany karena keraguan ini kan ?” Ishita mulai mengomel “Aku tidak tahu golongan darahku, saya hany takut di suntik, itu saja” Ishita kembali menegur Raman “Kamu ini tidak pintar atau apa ? Hah ? Cobalah pahami sebuah hubungan, kau hany memiliki ego yang terlalu besar dalam dirimu ! saya datang ke rumah ini baru 20 hari namun saya sudah bisa melihat Ruhi adalah anakmu dan kau tidak bisa mengenaliny ? Bagaimana bisa kau berfikiran seperti itu, Raman ?” Raman hany terdiam

“Ashok, Shagun dan kau saling menykiti satu sama lain namun yang sangat terluka dalam hal ini adalah Ruhi !  Tidak bisakah kau melihat penderitaan Ruhi, dia hany menginginkan cinta darimu dan kau menarik dirimu sendiri dariny !”, “Cukup, Ishita ! Pikirkan lidahmu sendiri, saya sudah berterima kasih padamu, saya juga sudah meminta maaf, sekarang pergilah” Raman kembali kesal pada Ishita “Aku tidak butuh ucapan terima kasihmu dan permintaan maafmu, saya melakukan semua ini demi Ruhi, dia sedang menderita, ibumu menjelaskan padaku untuk bertahan demi Ruhi, jadi saya tidak mengharapkan apapun darimu dan saya juga tidak ingin apapun darimu !” kata Ishita,

Kemudian Ishita menyinggung sedikit tentang Aditya, Raman jadi marah “Kamu bilang kau akan mengembalikan Ruhi pada Ashok dan Shagun”,  “Aku tidak sadar waktu itu, tetaplah pada batasanmu, Ishita ! Jadilah ibuny Ruhi ! Jangan coba coba menjadi istriku !” Ishita segera berlalu dari sana dengan perasaan jengkel, Raman juga berbalik dengan perasaan kesal

Baca cerita sebelumnya Sinopsis Mohabbatein episode 71 dan episode selanjutnya yang tayang 12 Oktober 2016 Mohabbatein episode 73

Subscribe to receive free email updates: