Sunday, October 9, 2016

Sinopsis Mohabbatein Episode 74 (ANTV) ,13 Oktober 2016

Drama serial "Mohabbatein" merupakan film India yang di tayangakan oleh ANTV. Film ini merupakan salah satu dari banyak film India yang telah ANTV tayangkan .Mohabbatein tayang di Indonesia untuk kedua kalinya pada 1 agustus 2016 yang dulu pernah juga ditayangkan oleh RCTI dengan judul RUHI TERSAYANG pada tahun 2015 akhirdan sekarang telah banyak mendapat kan penggemar seperti film Uttaran .Film Mohabbatein adalah film romantis yang mengisahkan percintaan pria dudu dan perempuan cantik yang merupakan seorang dokter .

Sinopsis Mohabbatein Episode 74, 13 Oktober 2016

Sinopsis "Mohabbatein" (ANTV) Episode 74 Tayang kamis 13 Oktober 2016 dimulai dari , Raman mengatakan mari kita pergi Ishita. Ia membawa ishita denganny. ia membawany ke rumahny. Ishita mengatakan biarkan saya pergi, orang tua ku ulang tahun. Raman mengatakan ayolah, mari kita pergi. Ishita bilang saya tidak ingin ke mana-mana. Raman mengatakan memberitahu apa yang harus saya lakukan, memberikan tangan mu. Ishita mengatakan tidak. Raman memegang tanganny dan menarikny ke dalam ruangan. Ishita mengatakan Amma.

Raman membawany ke kamar mandi dan mengatakan sekarang tenang. Raman mulai mandi. ia mengatakan biarkan saya pergi, yang dingin. Ishita mengatakan efek anggur akan menjadi lebih, berdiri di bawah ini. Raman memegangny dan ia juga akan basah kuyup. Dil Kahin rukta nahi .. memainkan .. sambil memegang erat-erat. Raman memegang wajahny dan menatapny. Ishita datang ke indrany. Raman mengatakan sekarang kamu tahu, ketika seorang pria mabuk, ia tidak tahu apa yang ia lakukan, kamu seperti negara ku hari ini dan kamu bersalah hari ini.

Berdiri di sini dan mendengarkan ku, berdiri sampai kamu mendapatkan indera mu yang membuat mengolok-ngolok orang hari ini. Raman pergi. ishita berpikir apa yang ia lakukan di pesta itu. Ishita berpikir tentang bagaimana ia bertingkah dengan ibu Bala. Ishita mengatakan apa yang saya lakukan, Amma dan Appa pasti merasa malu karena aku. Ishita pikir Raman membuatny minum anggur dan marah. Ishita mengatakan bagaimana berani kamu datang kepadaku.

Ishita mendorong ny dan menampar ny. Raman melihat dengan terkejut kepadany. Ishita mengatakan kamu adalah pria yang mengerikan, kamu tak tahu malu. Ishita mengatakan apa yang ada di pikir mu, kamu membalas dendam kepadaku. Ishita mengatakan kamu mencoba untuk menghina mereka dengan membuat ku minum seperti itu. Bagaimana kamu bisa melakukan itu, kamu telah menykiti perasaan ku.

Raman hany mengatakan cukup dan mengatakan saya tidak puny waktu untuk berbuat seperti itu pada mu, saya tidak melakukan kesalahan apapun, kamu yang melakukan kesalahan. Duduk di sini dan berpikir berapa banyk orang yang kamu miliki dan apa yang telah kamu lakukan itu adalah kesalahan. saya dihina oleh mu berkali-kali tapi hari ini kamu telah melampaui batas. Raman mengatakan ini adalah pertama dan terakhir kaliny, kamu membuat kesalahan untuk menampar ku, lain kali saya akan melupakan mu sebagai ibu Ruhi.

Raman mengatakan dalam batasan mu. Ishita menangis.Pagi hariny, Raman mengangkat tanganny dan merasakan kesegaran udara di pagi hari. ia melihat foto Ruhi dan berpikir tentang diriny. Raman tersenyum dan mencoba untuk menhilangkan jenggotny. Raman mencukur jenggot dan kumis karena tidak harus menykiti Ruhi. Raman melihat diriny di cermin dan melihat tanda tamparan. Raman menatapny dan mengatakan ia tampak begitu polos seperti peri saat ia tidur.

Ishita bangkit dan bertany apa yang kamu lakukan. Ishita merasa sakit kepala. ia mengatakan itu akan terjadi seperti kamu meminum anggur, ini disebut mabuk. Ishita bilang saya sudah terlambat. Raman mengatakan dunia telah berhenti untuk mu. Raman mengatakan jangan stres, ibu membuat Ruhi untuk siap-siap. Raman memberikan tas ,pakaian dan tersenyum melihatny.

Ishita mengatakan lucu sekali saya terlihat seperti ini. Ishita mengambil obat-obatan. Raman mengatakan kamu mengatakan kepada ku untuk tidak mengambil obat-obatan saat mabuk. Raman mengatakan minum air lemon saja sebagai gantiny dan pergi. Ishita katany mencolok satu liners. Ibu Bhalla bertany kepada Raman soal Ishita. Raman mengatakan ia pulih. Tuan Bhalla bertany siapa memberiny minuman. ia bilang saya tidak memberikanny. Ishita datang dan menypa semua orang.

Ishita bilang saya minta maaf saya bangun terlambat, saya benar - benar tidak baik, saya sedang membuat air lemon. Ibu Bhalla dan Raman tertawa. Ishita berbicara kepada Ruhi tentang minuman yang dimuat. Ibu Bhalla mengatakan hany orangtua yang minum. Ruhi mengatakan apa yang kamu minum setiap malam dengan kakek. Semua orang tertawa.

Ibu Bhalla melihat tanda tamparan di wajah Raman dan bertany apa itu. Raman mengatakan kucing liar telah tergores wajahku. Raman bilang saya sedang bercanda, yang ruam bercukur. Ibu Bhalla mengatakan hari tuany 'di sekolah Ruhi, kallian berdua harus pergi. Ruhi mengatakan luarbiasa, orang tua ku akan datang tahun ini. ia menari dengan sukacita. Raman mengatakan janji kami akan datang dan menciumny.

Ruhi mengatakan wow, janggutny tidak menykiti hari ini, sangat lembut. Amma mebawa permen. ia bilang saya datang untuk melihat Ishita. Ishita menandatangani Raman untuk diam. Amma bertany tentang Ishita dan bertany apa yang terjadi pada mu. Ishita bilang saya  baik. Raman tersenyum.

Raman mengatakan mabuk ny. Amma bertany apakah kamu memiliki apa-apa. Ibu Bhalla mengatakan apa-apa, Raman yang menggodany. Amma mengatakan pulang, saya akan membuat nasi untuk mu. Ibu Bhalla tertawa. Ishita berkata bersantai Amma, kamu pergi, saya akan datang. Ishita melihat Raman. Amma melihat hadiah.

Dia melihat hadiah Ibu. Bhalla. Ishita bilang saya akan pergi sekarang. Amma datang untuk mengetahui bahwa itu adalah hadiah untuk Raman dan Ishita dalam pernikahan mereka. Amma mengatakan begitu murah, jika saya katakan kepada Ishita, ia akan merasa buruk, saya akan kembali hadiahny.

Mihika berbicara kepada Mihir dan menceritakan bagaimana Raman yang didukung dihadapan ibu Bala. Ishita mendengar pembicaraan mereka. ia mengatakan hal ini terjadi karena mu, saya pikir Raman mulai merawat Ishita. Mihir senang dan mengatakan kita hany berteman benar. Mihika tersenyum dan mengakhiri panggilan. Ishita berpikir tentang kata-kata Mihika dan berpikir bagaimana Raman yang berpihak kepadany.

Ishita berpikir ia telah menampar Raman. Ishita merasa buruk dan mengatakan Raman mendukung ku dan saya telah melakukan ini padany. Ishita menangis. ia bilang saya harus meminta maaf padany.

Baca cerita sebelumnya Sinopsis Mohabbatein episode 73 dan episode selanjutnya yang tayang 14 Oktober 2016 Mohabbatein episode 75

Artikel Terkait

Sinopsis Mohabbatein Episode 74 (ANTV) ,13 Oktober 2016
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email