Thursday, October 13, 2016

Sinopsis Mohabbatein Episode 76 (ANTV) 14 Oktober 2016

Drama serial "Mohabbatein" merupakan film India yang di tayangakan oleh ANTV. Film ini merupakan salah satu dari banyak film India yang telah ANTV tayangkan .Mohabbatein tayang di Indonesia untuk kedua kalinya pada 1 agustus 2016 yang dulu pernah juga ditayangkan oleh RCTI dengan judul RUHI TERSAYANG pada tahun 2015 akhirdan sekarang telah banyak mendapat kan penggemar seperti film Uttaran .Film Mohabbatein adalah film romantis yang mengisahkan percintaan pria dudu dan perempuan cantik yang merupakan seorang dokter .

Sinopsis Mohabbatein Episode 76, 14 Oktober 2016

Sinopsis "Mohabbatein" (ANTV) Episode 76 Tayang jumat 14 Oktober 2016 dimulai dari ,shita teringat ketika Raman mendukungny di pesta, juga ketika menamparny dengan keras, Ishita merasa reaksiny sangat berlebihan ke Raman “kalau Raman tidak ikut campur, maka permasalahanny akan menjadi semakin buruk kemarin, saya harus minta maaf pada Raman” kata Ishita,  saat itu Raman sedang mandi dan tiba tiba airny mati, kebetulan tubuh Raman masih penuh dengan sabun,

Raman kemudian berteriak memanggil ibuny, adikny, kebetulan saat itu Rummi masuk ke dalam kamarny, Raman mendengar suara Rummi dan memanggilny namun Rummi tidak mendengar panggilan Raman, Rummi mengira kalau Raman sudah pergi, Rummi segera berlalu dari kamar Raman, sementara Raman mengira kalau Rummi masih berada di kamarny “Rummi, tolong ambilkan air !” kebetulan Ishita yang memasuki kamar,

Ishita tidak menemukan Raman disana “Mungkin dia sedang mandi” kata Ishita sambil mengeluarkan baju Raman dari dalam lemari dan menyiapkanny di atas tempat tidur, dari dalam kamar mandi, Raman masih berteriak meminta dibawakan air “Apapun masalahny, saya harus meminta maaf sama Raman, namun dimana Raman ?”  Ishita kemudian mengetuk pintu kamar mandi “Buka saja !” kata Raman, Ishita masuk ke dalam kamar mandi dan langsung merasa malu begitu melihat Raman “Ada sabun dimataku, saya tidak bisa melihat apa apa” Ishita segera mengisi air di dalam ember dan menaruhny di depan kamar mandi “Masukkan emberny di dalam” Ishita berusaha mendorong ember itu agar masuk lebih ke dalam, Raman kemudian menylahkan pada penjaga gedung dan keluarga Iyer yang mengurusi apartemen

“Tapi mereka telah menjalin hubungan denganku sekarang, jadi saya tidak bisa mengatakan apa apa lagi pada mereka” Raman masih mengoceh soal keluarga Iyer sambil menutup matany “Dimana gayungny ?” Ishita memberikan gayung itu ke Raman, Raman kemudian menyingkap tirai dan masih mengira kalau yang membantuny adalah Rummi “Ruummi, tolong sabuni punggungku” Ishita melihatny dan berteriak, Raman kaget dan segera menutup tirai tersebut lalu mengambil handuk

Raman, apakah kau masih marah ?”, Apa yang kau lakukan disini ?”  tany Raman heran “Apakah kau terluka, Raman ?”, “Masuklah dan lihat saja sendiri” sindir Raman “Aku tidak tertarik melihat kamu”, “Lalu kenapa kau masuk kesini ?” tany Raman heran “Kamu kan yang meminta air tadi !”, “Tapi tadi saya kan memanggil Rummi, apakah saya sudah gila dengan memanggilmu masuk ke dalam ?” mereka berdua kembali berdebat

“Rummi tidak ada disini !”, “Aku tidak percaya padamu ! kau masuk kesini pasti dengan tujuan tertentu untuk menggangguku kan ?” bentak Raman kesal “Kamu memang sangat kejam !  saya datang kesini untuk membantu kau dan kau bukanny berterima kasih, kau malah menylahkan aku, saya ini tidak seperti kamu, saya tidak akan membuat masalah denganmu disini, seperti yang kau lakukan pada seseorang dengan meninggalkanny sendirian disebuah pesta” Raman lalu menyibak tirai itu lagi dan Ishita kembali berteriak “Aku sudah pakai handuk ! Apakah kau akan tetap berdiri disitu atau membiarkan saya mandi ?”, “Lakukan apapun yang ingin kau lakukan !” Ishita segera berlalu dari sana, Raman kemudian mengunci pintu kamar mandi sambil berujar “Siapa tahu dia akan kembali lagi kesini !” kata Raman kesal

Rummi sedang berada di luar bersama teman temanny “Tidak usah tegang, kita pasti akan lulus dengan nilai yang tertinggi !” Rummi menghibur salah satu temanny “Kalau kau puny uang, maka tidak ada yang tidak mungkin” saat itu nyony Bhalla menelfon Rummi “Rummi, apa yang terjadi pada tandon air, apakah Raman sudah menanykan padamu tentang hal ini ?” tany nyony Bhalla “Urusi semuany dengan cepat ! Raman sudah marah marah dari tadi !” setelah menutup telfonny, Rumi bilang pada teman temanny kalau pacarny yang menelfonny “Biasa pacarku sangat kangen padaku, jadi saya pergi dulu !” Rummi segera pergi meninggalkan teman temanny

Raman keluar dari kamar mandi dan berkata pada diriny sendiri “Apakah bisa seseorang masuk ke dalam kamar mandi seperti itu ?” kata Raman kesal dan dilihatny bajuny sudah ada diatas tempat tidur “Siapa yang mengeluarkan bajuku ?” Ishita masuk ke dalam kamar dan berkata “Aku yang melakukanny !”, “Apa yang kau pikir ? Apakah saya ini seorang Iyer dan akan mengenakan semua pakaian ini ?” sindir Raman “Ini kan hany kombinasi yang klasik”, “Kalau begitu terapkan kombinasi klasik ini untuk dirimu sendiri”  kata Raman sambil mengembalikan baju pilihan Ishita ke dalam lemari lagi “Tapi saya telah melihat kombinasi seperti itu sebelumny”, “Kamu ini buta warna atau apa ? Coba kau cek lagi, cek dengan matamu !” Raman mengeluarkan baju pilihanny sendiri dan berkata

“Ini dia yang disebut kombinasi” dari luar Mihika mendengar ucapan mereka, Mihika langsung masuk ke kamar Ishita dan Raman sambil berkata “Jadi seperti ini caramu bicara dengan kakakku ? Kemarin kau mendukungny dan hari ini kau kembali bertengkar denganny”, “Apakah dalam keluarga Iyer selalu memberikan ceramah setiap saat dan lagi ini adalah kamarku,  saya bisa melakukan apapun yang saya suka, ini bukan masalahmu Mihika” kata Raman menimpali sindiran Mihika “Aku juga tidak tertarik masuk ke kamarmu, saya hany mendukung kakakku saja !” balas Mihika, Ishita mencoba menengahi mereka berdua “Ishita, katakan pada adikmu ini untuk bicara yang sopan”,

“Kakak, katakan pada suamimu ini untuk bicara yang sopan kalau sedang bicara sama kamu” Mihika balas menyindir “Mihika, lebih baik kau pergi sekarang, kita akan ngobrol nanti” Mihika akhirny berlalu meninggalkan mereka “Raman, bersiaplah karena kita harus pergi ke sekolah Ruhi” Raman mengangguk, sedangkan Ishita keluar dari kamar, Raman lalu berkata pada diriny sendiri “Tadi ada masalah di dalam kamar mandi, sekarang ada masalah lagi di dalam kamar, mereka memang tidak pernah membiarkan saya hidup dengan tenang” kata Raman kesal

Di luar apartemen, Ishita menghentikan langkah Mihika dan meminta maaf atas nama Raman “Raman saat ini sedang setres, itulah alasanny”, “Kakak, apakah dia menyiksa dirimu ?” Ishita menggeleng “Tidak, Mihika ,,, ini hany permasalahan antara suami dan istri yang tidak bisa saya jelaskan padamu” Mihika kemudian menggoda Ishita

Tak lama kemudian Ishita pergi ke toko buku untuk membeli beberapa keperluan sekolah untuk Ruhi, ketika Ishita hendak masuk ke mobil, Ishita seperti melihat Simmi, adik iparny yang saat itu sedang berada di sebrang, Ishita kaget “Aaah rasany tidak mungkin, Simmi kan sedang ada di Dubai,  dia tidak mungkin berada disini” kata Ishita pada diriny sendiri, namun ketika Ishita mendengar suara Simmi, Ishita semakin heran karena suarany sama namun Ishita berfikir kalau itu hany halusinasiny belaka karena Simmi tidak mungkin ada Delhi, kemudian Ishita menjalankan mobilny

aman dan Ishita akhirny sampai di sekolah Ruhi, Ruhi mengenalkan kedua orangtuany ini pada guruny “Kami senang akhirny kedua orangtua Ruhi datang berdua, meskipun belakangan hari ini banyk orangtua yang tidak mempunyi waktuny untuk anak anak mereka” kata guruny Ruhi  “Apapun yang akan kalian lakukan, apakah kalian bisa melakukanny dengan cepat ?”, “Tentu saja !” kemudian guru Ruhi masuk ke dalam bersama Ruhi, sementara Ishita langsung menegur Raman “Raman, paling tidak bersikaplah baik di depan guruny Ruhi”, “Kamu bisa berpura pura kalau kau mau, Ishita” Ishita merasa kesal mendengar jawaban Raman namun mencoba untuk mengendalikan emosiny “Aku masuk ke kamar tadi untuk sebuah alasan, saya ingin mengucapkan terima kasih dan minta maaf padamu” Raman tertegun


“Buat apa ?”, “Terima kasih karena kau telah mendukung saya semalam dan saya minta maaf karena saya telah menampar kamu” kata Ishita lirih “Lain kali mungkin bisa jadi yang kebalikanny, tanganku dan wajahmu”, “Kita lihat saja nanti, tanganku juga tidak terikat” balas Ishita “Jadi seperti ini cara keluarga Iyer mengucapkan terima kasih ?”, “Aku sudah mengatakanny secara baik baik namun kau ,,,” Raman segera menyela dan menyuruh Ishita untuk menyimpanny untuk diriny sendiri, kemudian Raman masuk ke dalam ruangan tempat berlangsungny acara, Ishita mengikutiny dibelakang Raman sambil berguman kesal

Acara pun dimulai, salah satu guru memberikan pidatony lalu mereka memulai sebuah permainan “Omong kosong apa ini ?” Ishita mencoba mengingatkan suaminy kalau mereka berada di sekolah “Ini kan pertemuan orangtua murid dan guru namun disini mereka malah bermain sebuah permainan, saya tidak mau ikut dalam permainan itu” Raman segera menghentikan salah seorang guru dan bertany berapa lama lagi acara ini akan berlangsung ?  “Hari ini kita akan menghabiskan sepanjang hari kita dengan anak anak, jadi lebih baik lupakan pergi ke kantor, tuan” jelas bu guru lalu pergi meninggalkan Raman “Apakah kau tidak bisa memberikan satu harimu saja untuk anakmu sendiri ?”, “Aku bisa memberikan seluruh hidupku untuk Ruhi namun masalahny adalah ibuny” kata Raman,

Saat itu guru mengumumkan kalau permainan yang pertama adalah “Jab We Met” , Ishita langsung melirik ke arah Raman dengan tatapan aneh “Ada apa ?” tany Raman heran, Ishita hany mengendikkan bahuny sebagai tanda bahasa tubuhny kalau tidak apa apa “Dalam permainan ini, orangtua akan menceritakan pada anak anak bagaimana mereka bertemu yang pertama kali” kemudian semua orangtua secara satu per satu mulai menceritakanny diatas panggung, Ishita tersenyum, sementara Raman menatap kearahny tajam, ketika Ishita menengok dan menatap kearah Raman, Raman menyuruh Ishita untuk menatap kedepan, akhirny giliran mereka pun tiba, keduany baik Ishita maupun Raman kaget “Ishita, saya merasa tidak nyman kalau harus menceritakan tentang kehidupan pribadiku dan apa yang telah saya lalui”  kata Raman jengah

Ishita melihat wajah sedih Ruhi yang menatap ke arah mereka dan berkata “Aku yang akan menceritakanny” Ruhi langsung senang begitu Ishita bersedia untuk maju ke depan “Kamu ini terlalu introvert (tertutup), sudah santai saja, biar saya yang maju ke atas panggung”, “Oke, silahkan maju” Ishita bergegas berdiri dan maju ke depan, dalam hatiny Raman berkata “Dia pasti akan membuat drama lagi disana” bathin Raman gusar, begitu sampai di depan panggung, Ishita mulai bercerita tentang bagaimana Ruhi yang sakit gigi dan Raman membawany ke klinikny,

Ishita menceritakan semua yang baik baiktentang Raman, dari tempatny duduk Raman merasa heran “Dia ini seorang dokter gigi atau penulis cerita ?” bathin Raman dan Ishita masih terus berbohong dan memuji suaminy itu  “Ayahny Ruhi itu mempunyi hati yang sangat mulia dan dia juga sangat mencintai Ruhi, dia memang seorang ayah yang penuh kasih” kemudian Ishita mulai menceritakan tentang keluarga mereka berdua “Kedua keluarga kami memang sangat jauh berbeda namun cinta kami memenangkan hati setiap orang” Raman langsung menutupi wajahny,

Kemudian Ishita mulai menceritakan tentang acara pernikahan mereka berdua dan makananny “Ayahny Ruhi sangat menikmati makanan ala Tamil” lalu Ishita juga bercerita soal Ruhi “Kami sangat beruntung memiliki Ruhi dalam kehidupan kami, Ruhi telah mengikat kami untuk bersama, cintany telah membuat kami bertiga menjadi sebuah keluarga, I love you, Ruhi” Ruhi langsung membalas “I love you too, ibu Ishi” semua orang bertepuk tangan setelah Ishita selesai bercerita kemudian Ishita bergabung kembali dengan Raman dan duduk di sebelahny,  Ruhi segera menghampiri mereka dan berkata “Ibu Ishi, ibu telah bercerita sangat baik sekali” puji Ruhi bangga, lalu beralih bertany pada ayahny “Ayah, apakah ayah sangat mencintai ibu Ishi ?” Raman tertegun dan menatap ke arah Ishita

Baca cerita sebelumnya Sinopsis Mohabbatein episode 75 dan episode selanjutnya yang tayang 15 Oktober 2016 Mohabbatein episode 77

Artikel Terkait

Sinopsis Mohabbatein Episode 76 (ANTV) 14 Oktober 2016
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email