Sinopsis Mohabbatein Episode 80 (ANTV) 18 Oktober 2016

Drama serial "Mohabbatein" merupakan film India yang di tayangakan oleh ANTV. Film ini merupakan salah satu dari banyak film India yang telah ANTV tayangkan .Mohabbatein tayang di Indonesia untuk kedua kalinya pada 1 agustus 2016 yang dulu pernah juga ditayangkan oleh RCTI dengan judul RUHI TERSAYANG pada tahun 2015 akhirdan sekarang telah banyak mendapat kan penggemar seperti film Uttaran .Film Mohabbatein adalah film romantis yang mengisahkan percintaan pria dudu dan perempuan cantik yang merupakan seorang dokter .

Sinopsis Mohabbatein Episode 80, mohabbatein 18 Oktober 2016

Sinopsis "Mohabbatein" (ANTV) Episode 80 Tayang selasa 18 Oktober 2016 dimulai dari ,Mihir bisa mengerti kalau Mihika marah padany “Aku harus melakukan sesuatu” bathin Mihir, Mihir langsung berfikir keras “Lebih baik, saya menulis sebuah pesan, biasany cara seperti ini berhasil” Mihir kemudian menulis sebuah pesan dan menaruhny disana namun sayangny Mihika tidak mendapatkan pesan tersebut, Raman datang dan melihat pesan tersebut “Apa ini ?

saat itu Mihir menelfon Raman,  akhirny semua orang menonton pertandingan cricket bersama sama, sementara saat itu Ishita mendapatkan pesan milik Mihir dan membacany ‘Mari kita lupakan apa yang terjadi, mari kita mulai yang baru’ pembantuny berkata “Nyony, tadi pesan itu ada ditangan tuan Raman” Ishita teringat kalau Raman juga mengatakan hal yang sama,

Ishita mengira kalau Raman menaruhny disana untuk diriny, Ishita sempat mendengar kalau Raman pernah berkata permulaan yang baru itu diperlukan, Mihir menulis pesan lagi untuk Mihika, Ishita masuk ke kamarny dan menutup pintu dan dibacany pesan yang lain, Ishita sangat senang membacany, pesan itu berisi ‘Mari kita mulai lagi, ini adalah kesalahanku, saya menerimany, saya minta maaf, mari kita buat sebuah hubungan yang baru’ Ishita merasa heran

“Apa maksudny semua ini ? saya hany berterima kasih padany karena telah membantu Amma dan dia membuat sesuatu yang lain” Ishita bertany tany dalam hati “Raman Kumar Bhalla, kenapa kau menulis ini semua ? Apa yang ada dalam pikiranmu ?” Ishita teringat pada ucapan Raman dan berkata “Sikap Raman tidak seperti biasany, saya benar benar tidak bisa mengerti hal ini” Ishita kemudian menaruh pesan pesan itu di dalam dompetny

Saat itu Ishita melihat ke arah Raman dan bergegas menghampiriny, Ishita mulai bertany tentang pesan pesan yang ditemukanny namun sayangny Raman tidak mengerti,  Raman melihat kearahny, tepat pada saat itu angin bertiup diantara mereka, mereka berdua saling memandang satu sama lain, rupany ada sesuatu dibibir Ishita,

Raman segera membersihkanny, Amma melihat kebersamaan mereka yang saling dekat satu sama lain, Amma tersenyum senang dan bergegas meninggalkan mereka, Raman kemudian memegang tangan Ishita dan berkata “Bersihkan wajahmu kalau habis makan” Raman berlalu dari sana, Ishita tersenyum senang

Sementara itu Amma menghampiri Appa dan angin juga bertiup diantara mereka, Amma dan Appa juga saling memandang satu sama lain, kebetulan saat itu ada sisa nasi yang menempel di bibir Appa, Amma melakukan seperti yang dilakukan oleh Raman tadi tapi Appa langsung membersihkanny sendiri dan bertany “Ada apa, Madu ?” tany Appa heran, saat itu Mihika datang menemui mereka dan berkata “Kekuatan datang !”, “Kami akan pergi sekarang” kata Amma dan Appa kompak kemudian mereka pun pergi dari sana

Ishita sedang berganti baju, tiba tiba Ishita bertabrakan dengan Raman “Malam ini sangat penting, apapun yang kita lakukan, kita harus melakukanny nanti malam” saat itu Raman sedang ngobrol dengan seseorang ditelfon sambil melirik kearah Ishita, rupany Ishita salah mengerti ucapan Raman, rupany Raman sedang bicara dengan Mihir “Kita harus mendapatkan kesepakatan ini, hal ini sangat penting”  mulai ketakutan dan berkata “Apa yang Raman pikirkan ?

Ishita kemudian mengganti bajuny dan mendengar Raman sedang bersiul, Ruhi menghampiri mereka dan berkata “Aku akan tidur disini”, “Ooooh terima kasih banyk” kata Ishita namun nyony Bhalla berkata “Ruhi, kau akan tidur bersama kami” nyony Bhalla langsung membawa Ruhi bersamany,

Raman langsung menutup pintu kamarny dan melakukan pekerjaanny, Ishita melihat kearahny “Apa yang akan dia lakukan ?” tiba tiba sofa yang Ishita tempati rusak dan Ishita terjatuh, Raman langsung memegang tangan Ishita dan bertany “Apakah kau baik baik saja ? kau tidur di atas tempat tidur saja malam ini, saya akan mengurusiny, Raman kemudian menyingkirkan file fileny dan berkata “Tidurlah disini” Ishita mengambil bantal dan berkata “Aku akan tidur diluar”, “Terserah” Ishita bergegas keluar kamar menuju ke ruang tengah dan berkata

“Aku tidak mengerti, Raman kan tahu kalau pernikahan ini hanylah sebuah kontrak hany untuk Ruhi, kemudian kenapa dia melakukan ini ?” dilihatny Raman keluar dari kamar, Ishita langsung menutupi tubuhny dengan selimut,  Raman kemudian mengambil fileny sambil berkata “Perempuan sinting, menyembunyikan fileku dibawah bantal, dasar bodoh !” Raman kemudian berlalu dari sana, begitu Raman pergi, Ishita berkata pada diriny sendiri .

Yang dia perlukan itu hany sebuah file, dia benar benar sangat menakutkan aku, saya sekarang merasa lega, dasar Ravan Kumar” Ishita pun tertidur .Keesokan hariny Ishita berfikir kalau Raman sudah kembali normal, saat itu Raman sedang memberikan tanda selamat tinggal pada seseorang, Ishita mengira kalau Raman memberikan kode padany sambil tersenyum,

tak lama kemudian Ishita sudah sampai di klinikny dan melihat pesan pesan itu kembali dan bertany pada diriny sendiri “Kenapa Raman menulis pesan pesan ini ? saya tidak mengerti apa yang ada dalam pikiranny ?” Ishita kemudian membacany lagi dan merasa bahagia “Apa yang terjadi pada Ravan Kumar ? Dia kan tidak pernah melakukan hal ini” kata Ishita heran,

Tak lama kemudian Raman datang ke klinik Ishita kemudian menunjukkan sakit giginy karena tambalanny lepas, Ishita tahu kalau Raman Bhalla datang ke klinikny “Mau apa dia datang ke sini ?” tany Ishita heran, sementara diluar Raman sedang bersungut sungut “Dasar, dokter gigi buruk ! Baru dua hari di tambal tapi sudah lepas”  sungut Raman, sementara itu di dalam ruang kerjany Ishita merasa ada yang tidak beres “Sepertiny ada yang tidak beres, dia mencoba untuk lebih dekat denganku,

apakah ini tidak terlalu tiba tiba ?” Ishita memperhatikan Raman dari ruang kerjany dan berkata “Aku tidak akan menemuiny !” Ishita kemudian menyuruh asistenny untuk menemui Raman, akhirny asisten Ishita menemui Raman .“Siapa kau ?”, “Aku pegawai magang disini” kata asistenny Ishita “Panggil dokterny ! Ini adalah kesalahanny !” Raman langsung menemui Ishita dan menegurny dengan keras karena Ishita tidak mengerjakan pekerjaanny dengan benar “Kamu ini sengaja kan mengirimkan asistenmu ini !

Apakah kau ingin agar dia mengeksperimen saya ?” kata Raman kesal “kemudian bagaimana dengan pesan pesan ini ?” Ishita mencoba mencari tahu tentang pesan pesan yang ditemukanny “Jadi kau kira saya datang kesini untuk menemui kau ?”, “Kamu benae benar membingungkan saya !” kata Ishita kesal

“Pesan apa ? Kenapa saya menulisny ? Memangny saya bisu sehingga harus menulis ?” Ishita kemudian menunjukkan pesan pesan tersebut ke Raman “Ini bukan tulisan tanganku ! Ini tulisanny Mihir ! cobalah untuk mengerti, Mihir menulisny untuk Mihika !”, “Kenapa kau memaksany untuk menemui adikny tuan Tandon ?” bentak Ishita “Aku tidak memaksany !”,  “kemudian kenapa dia menulis pesan seperti ini ?

Raman bergegas menelfon Mihir dan memintany untuk menemuiny dirumah “Ayoo ikut saya sekarang !”, “Tunggu, saya akan mengobati gigimu dulu” Raman menolakny tapi Ishita bersikeras dengan menunjukkan padany sebuah suntikkan, akhirny Raman setuju dengan perasaan takut

Baca cerita sebelumnya Sinopsis Mohabbatein episode 79 dan episode selanjutnya yang tayang 19 Oktober 2016 Mohabbatein episode 81

Subscribe to receive free email updates: