Sinopsis Mohabbatein Episode 85 (ANTV) 23 Oktober 2016

Drama serial "Mohabbatein" merupakan film India yang di tayangakan oleh ANTV. Film ini merupakan salah satu dari banyak film India yang telah ANTV tayangkan .Mohabbatein tayang di Indonesia untuk kedua kalinya pada 1 agustus 2016 yang dulu pernah juga ditayangkan oleh RCTI dengan judul RUHI TERSAYANG pada tahun 2015 akhirdan sekarang telah banyak mendapat kan penggemar seperti film Uttaran .Film Mohabbatein adalah film romantis yang mengisahkan percintaan pria dudu dan perempuan cantik yang merupakan seorang dokter .

Sinopsis Mohabbatein Episode 85, mohabbatein 23 Oktober 2016

Sinopsis "Mohabbatein" (ANTV) Episode 85 Tayang minggu 23 Oktober 2016 dimulai dari ,Raman bingung setengah mati dengan sikap Adi “Kenapa Adi melakukan hal ini ?”, “Ini pasti Ashok dan Shagun yang melakukanny, Raman” sahut tuan Bhalla, saat itu mereka melihat mobil Ishita ada di jalan, Raman langsung berfikir “Apa yang dilakukanny disini ?” bathin Raman heran “Dia meninggalkan ibu dirumah sendirian , lebih baik ayah pulang bareng Ruhi saja, saya akan pulang dengan Ishita” kata Raman, saat itu Ishita sedang bicara dengan seseorang dan meminta padany untuk memproses peminjaman uang .

Raman mencoba mencari Ishita “kalau mobilny ada disini, dia mungkin juga ada disekitar sini namun apa yang dilakukanny disini pada jam segini ?” Raman mulai bertany tany, ditempat Ishita, Raman melihat Ishita sedang ngobrol dengan dua orang laki laki .“Kita harus melakukan hal ini apapun carany” pinta Ishita, saat itu Raman melihat Ishita “Kenapa dia berbohong padaku ? Dia bersandiwara menjadi seorang ibu yang baik dan semua itu ialah drama belaka, apa yang dilakukanny ? saya harus mencari tahu” kata Raman geram

Mihir sedang menelfon seseorang dan berkata “Kita harus mengatur acara perayaan holi nanti” dilihatny foto Mihika di dalam laptopny dan berkata “Aku sangat merindukan kamu, Mihika , kau tidak tahu ini semua ialah salahku, kau telah mempercayai saya dan cintaku terbagi dua, apa yang harus saya lakukan ? Raman itu melebihi saudara untukku, seharusny kau mengerti tentang hal ini” kata Mihir pada foto Mihika “Ketika kau mengetahui fakta yang sebenarny kalau saya masih mencintai kamu, tiba tiba Raman meminta saya untuk menemui Trisha, saya tidak tertarik padany, saya akan membuat kau percaya .

Mihika kalau kau ialah cintaku dan saya tidak bisa hidup tanpa kamu, saya akan datang untuk meyakinkan kamu” kata Mihir, Sementara itu Mihika dan Rumi sedang bersama sama sambil ngobrol satu sama lain dan tertawa bersama, Mihir menemui mereka dan menypa mereka berdua “Hi , saya ingin bicara denganmu,  Mihika”, “Aku tidak mau bicara denganmu !” kata Mihika kesal “Mihika, apakah paman dan bibimu sudah pulang ?” sela Rumi “Apa yang Rumi lakukan disini ?

sahut Mihir heran “Apakah saya harus menanykan padamu ? Siapa teman yang boleh saya undang ? Ini ialah Rumi adikny Raman, kau seharusny menghormati preach dia sama seperti Raman”, “Aku perlu bicara denganmu, Mihika , Rumi, bisakah kau meninggalkan kami berdua ?” Mihika heran “Heiii berani benar kau berkata seperti itu ?” Mihika langsung menegur Mihir dan menyebut Mihir sebagai orang asing “Aku ini orang asing buatmu ?” kata Mihir kesal,

Sedangkan Rumi nampak senang “Aku datang kesini untuk membicarakan tentang kita berdua” Mihika langsung menyela “Kita ? Bukan kita ! saya sendirian dan kau tidak mempunyi hak untuk ikut campur dalam kehidupanku ! saya akan melakukan sesuai keinginanku dan saya juga bisa menemui siapa saja ! Apakah saya ikut campur dalam kehidupanmu ?  Tidak kan ?” Mihika mulai nyerocos “Ingat ini ! kau itu nggak ada apa apany buatku !”, “Ini sama sekali tidak adil ! Kenapa kau tidak memberikan saya sebuah kesempatan untuk bicara ? Baiklah ! saya akan pergi” Mihir akhirny pasrah “Ya sudah sana pergi ! Siapa yang akan mencegah kau ?

Rumi nampak senang melihat pertengkaran mereka berdua “Aku pergi !”, “Keluar sana !”  Mihir akhirny meninggalkan mereka berdua, Rumi mencoba bicara dengan Mihika .Di luar Mihir berkata pada diriny sendiri “Ini sudah cukup ! saya sudah banyk dihina, dia pikir dia itu siapa ? saya datang kesini untuk bicara denganny dan dia , baiklah, go to hell ! Raman memang benar, tidak ada seorangpun yang bisa mengerti perempuan !” Mihir benar benar kesal,  sementara itu dirumah semua orang sedang menunggu kepulangan Ishita,

Raman menceritakan semuany pada keluargany tentang Ishita dan ketika Ishita pulang, mereka semua melihat ke arah Ishita “Bagaimana pestany tadi ?” kata Ishita santai seolah olah tidak terjadi apa apa “Kamu dari mana ?” sela Raman “Aku tadi pusing jadi saya pergi beli obat”, “Begitu banyk kebohongan, kenapa ? kau tidak pergi ke klinik tadi, saya tidak peduli siapa yang kau temui, namun jangan berbohong pada ibuku dan putriku” Ishita hany terdiam,

Sementara Raman menegurny dengan keras “Bagaimana bisa kau melakukan hal ini, Ishita ? kau harus menjawab pertanyanku !” bentak Raman “Aku tidak akan menjawabny, saya datang kerumah ini hany demi Ruhi, saya menikahimu juga karena dia, kenapa kau menanyi saya seperti layakny seorang suami ?” tany Ishita heran sambil berlalu ke kamarny, Raman langsung mencegatny  “Cukup, Ishita ! kau meminta saya untuk lebih bertanggung jawab dan hari ini saya bertany padamu bagaimana hal ini akan berimbas pada putriku ? kau tadi minum kopi dengan orang yang tidak saya kenal !

 nyonya Bhalla ikutan menegur Ishita, Raman juga menyindirny “Perempuan sepertimu ini memang tidak mengerti tentang cinta dan harga diri, ini ialah rumahku, berikan jawaban atau keluar dari sini !”, “Aku tidak akan mengatakanny !” Ishita tetap pada pendirianny .“Baik, keputusanku ialah kau harus pergi dari rumah ini !” tiba tiba Parmeet datang dan mencegah tindakan Raman “Hentikan !” semua orang terkejut melihatny “Ini ialah kesalahanku, bukan kesalahan Ishita, dia hany membantu aku” kata Parmeet “Bagaimana kau bisa ada disini, Parmeet ?”

Parmeet kemudian menypa nyonya dan tuan Bhalla yang notabene ialah mertuany dan mereka bertany tentang Simmi, istriny Parmeet “Simmi dan anak kami baik baik saja, saat ini kami sedang mengalami musibah,  saya berada jauh dari Simmi dan mencoba untuk membuat keuangan keluarga kami membaik, seorang perempuan dari kantorku melaporkan saya dengan tuduhan pelecehan sexual sehingga saya dipecat dari pekerjaanku” semua orang terdiam mendengarkan cerita Parmeet

“Aku sangat malu dan rasany saya tidak bisa menunjukkan wajahku pada semua orang, saat itu saya mendapat hukuman, saya meminta pada perempuan itu untuk mengatakan yang sebenarny kalau saya ini tidak bersalah dan dia menginginkan sejumlah uang untuk menarik kembali laporanny namun saya tidak mempunyi uang jadi saya minta waktu padany dan menelfon Simmi” keluarga Bhalla mulai mengerti “Jadi saya datang kesini dan menceritakanny pada Simmi,  saya juga meminta Simmi untuk tidak mengatakan pada kalian semua, saya hampir saja mati ketika bertemu dengan Simmi, dia datang dan menemui aku,

saya memintany untuk mengatakan pada kalian semua kalau saya menelfonny dari Dubai, sebenarny kami tinggal di Delhi dan mulai mencari uang, kami tinggal di rumah kontrakan" kata Parmeet dengan nada gusar.Semua orang lalu duduk untuk ngobrol “Kami sangat lelah untuk berjuang dan mencari uang itu, namun saya sudah berjanji untuk membuat Simmi selalu bahagia” Ishita lalu menyela ucapan Parmeet  “Simmi tidak mengatakan apa apa padaku namun suatu hari saya melihatny naik bajaj”

nyonya Bhalla juga menyela “Iyaaa, kau memang mengatakanny padaku namun saya tidak percaya padamu waktu itu”, “Iyaa kemudian saya dan Raman bertengkar dan saya meninggalkan rumah, saat itu saya bertemu dengan Simmi dan Parmeet di jalan” sahut Ishita “Ishita, telah mendengar cerita kami dan menolong kami, dia bersama kami ketika dia pulang larut malam malam itu,  Simmi juga sangat gugup, kemudian Ishita membawakan makanan rumah untuk membuat Simmi senang, kami tidak bisa mendapatkan uang dan saya juga merasa terancam, Ishita kemudian mencoba meminjam uang dari bank untuk memberikan uang pada perempuan itu dan menyelesaikan masalah kami” jelas Parmeet

“Aku juga meminta Simmi untuk pergi ke rumah orangtuaku namun Simmi khawatir dengan bayi kami, lalu Ishita meminta kami untuk bersabar, Simmi berterimakasih pada Ishita untuk bantuanny, karena Ishita juga memperbaiki ponselny dan memberikan bayi kami obat” Raman sangat malu dengan sikapny pada Ishita  “Simmi dan saya mempunyi sebuah harapan namun ternyta pinjaman uang Ishita tidak disetujui, saya tahu kalau kalian semua pasti akan mencurigai Ishita, tadi saya melihat kak Raman ada disana, untungny saya cepat cepat kesini, kalau tidak Ishita akan mengalami masalah besar gara gara aku” Raman melirik ke arah Ishita dengan perasaan canggung

Baca cerita sebelumnya Sinopsis Mohabbatein episode 84 dan episode selanjutnya yang tayang 24 Oktober 2016 Mohabbatein episode 86

Subscribe to receive free email updates: