Sinopsis Mohabbatein Episode 86 (ANTV) 24 Oktober 2016

Drama serial "Mohabbatein" merupakan film India yang di tayangakan oleh ANTV. Film ini merupakan salah satu dari banyak film India yang telah ANTV tayangkan .Mohabbatein tayang di Indonesia untuk kedua kalinya pada 1 agustus 2016 yang dulu pernah juga ditayangkan oleh RCTI dengan judul RUHI TERSAYANG pada tahun 2015 akhirdan sekarang telah banyak mendapat kan penggemar seperti film Uttaran .Film Mohabbatein adalah film romantis yang mengisahkan percintaan pria dudu dan perempuan cantik yang merupakan seorang dokter .

Sinopsis Mohabbatein Episode 86, mohabbatein 24 Oktober 2016

Sinopsis "Mohabbatein" (ANTV) Episode 86 Tayang senin 24 Oktober 2016 dimulai dari ,Di rumah keluarga Bhalla, akhirny keraguan Raman akan Ishita sebagai ibu yang baik untuk Ruhi terjawab sudah dengan datangny Parmeet, suami Simmi alias adik ipar Raman yang mereka kira selama ini bekerja di Dubai ternyta mengalami masalah dan Ishita mengetahuiny sementara Simmi tidak ingin aib keluarga kecilny ini diketahui oleh seluruh anggota keluarga Bhalla “Kenapa kau tidak mengatakanny padaku, Ishita ?  saya pasti akan memberikan uangny” kata Raman yang merasa canggung di depan Ishita karena sudah mengira yang bukan bukan tentang Ishita

Aku yang meminta Ishita untuk tidak mengatakanny padamu kak Raman, dia sudah menjaga reputasiku” sela Parmeet “Kami ini mempercayai kamu, Parmeet , kami tidak akan percaya pada orang lain” nyonya Bhalla ikut buka suara .“Lagian ini bukan kesalahanmu, Parmeet , beberapa perempuan memang hany membutuhkan uang saja, namun tidak usah cemas, kami semua bersamamu, saya juga bersamamu”, “Tinggalkan rumah kontrakan dan tinggallah bersama kami” tuan Bhalla menimpali ucapan Raman

Kami tidak bisa”, “Kalian tetap akan tinggal bersama kami” kata Raman, kemudian Raman menyuruh Rumi untuk menjemput Simmi, Rumi bergegas pergi, kemudian tuan Bhalla berkata pada Ishita “Ishita, seharusny kau menceritakanny pada kami semua,  kau memang benar benar membanggakan, kita semua sangat beruntung mempunyi menantu seperti dia, Ishita sudah berbuat banyk untuk putri kita” puji tuan Bhalla “Maafkan aku, ayah , Simmi yang meminta saya untuk tidak mengatakanny pada kalian semua” semua orang pun tersenyum

nyonya Dolly, tetangga nyonya Bhalla meminta nyonya Bhalla untuk datang dan merayakan pembakaran holi, nyonya Bhalla kemudian meminta Ishita dan Rinki untuk mengambil piring puja dan turun ke bawah bergabung bersama tetangga yang lain, mereka kemudian mengadakan pembakaran Holika, mereka semua mengitari api pembakaran Holika, tak lama kemudian Simmi datang dan langsung memeluk orangtuany “Aku merindukan kalian semua” kata Simmi sambil menangis “Simmi, kau sudah menyembunyikan semuany dari ibu” kata nyonya Bhalla haru melihat putriny kembali,

Tepat pada saat itu Appa dan Amma juga datang ke perayaan pembakaran Holika dan mengucapkan selamat hari Holi pada keluarga Bhalla “Dalam tradisi kami, kami tidak merayakan Holi namun saya sudah membuat Bhujiyas ini untuk Raman” kata Amma sambil menunjukkanny pada semua orang, Amma memang sengaja menunjukkan pada nyonya Bhalla sebuah panci stainless steel yang bertertuliskan hadiah untuk Raman dan Ishita” nyonya Bhalla merasa malu karena tertangkap basah sudah memberikan hadiah pernikahan Raman dan Ishita untuk ulang tahun pernikahan Amma dan Appa kemarin,

Simmi langsung menyela dan menypa Amma kemudian mengenalkan Parmeet, suaminy pada Amma, Ruhi juga bertemu dengan Amma dan Appa dan mengucapkan selamat hari Holi “Bolehkah saya mengajak Ruhi ?” pinta Amma “Boleh, silahkan nyonya Iyer” sahut nyonya Bhalla “Asyyiiik saya akan tidur dengan Mutu Swamy dan mandi bersama Mutu juga” semua orang tertawa senang melihat tingkah Ruhi yang lucu dan polos

Di dalam rumah, Ishita kemudian meminta Raman untuk mengatakan pada Parmeet untuk tidur di kamar mereka “Kak Ishita, terima kasih banyk, kau sudah melakukan banyk hal untukku” tak lama kemudian Ishita keluar kamar bersama Raman, begitu mereka keluar Simmi berkata pada Parmeet “Parmeet, sekarang semuany akan baik baik saja, jadi jangan cemas” kata Simmi “Iyaa benar dan kita harus memberikan uang pada perempuan itu”, “Sekarang kak Raman sudah mengetahui semuany, dia pasti bisa mengurus semua” Parmeet memeluk Simmi erat

Raman dan Ishita akhirny mengalah tidur di ruang tamu karena tidak ada kamar yang lain, Ishita kemudian bertany soal pesta ulang tahun Adi “Bagaimana dengan pesta ulang tahun Adi ?”, “Baik” kata Raman sambil teringat pada peristiwa yang terjadi di pesta itu “Ayah dan Ruhi pasti sangat senang bertemu dengan Adi kan ?  ini pertama kaliny Adi dan Ruhi bertemu satu sama lain, saya berharap saya bisa datang tadi”, “Iya semua orang menikmati pestany” Raman kemudian menyuruh Ishita untuk tidur di sofa sedangkan Raman akan tidur dilantai menggunakan tikar, tiba tiba kepala mereka berbenturan “Aku akan pergi ke rumah Amma dulu untuk mengecek Ruhi” Ishita segera berlalu ke rumah Amma

Sesampainy di rumah Amma, Ishita segera menemui Ruhi dan dilihatny hadiah untuk Adi masih dipegang oleh Ruhi “Ruhi, kenapa kau tidak memberikan hadiah ini pada kakakmu ?”, “Aku sudah memberikan hadiah ini padany namun saya melihat hadiahny jatuh ke lantai” kata Ruhi sedih “kemudian bagaimana pestany ? ibu ketinggalan semuany”, “Kak Adi mempunyi banyk hadiah, ibu”  saat itu Mihika datang dan langsung menyela pembicaraan mereka “Kakak, saya tadi bertemu dengan Mihir dan kami bertengkar hebat namun saya akan fokus pada acara perayaan Holi, saya akan baik baik saja .

Ya sudah, jaga diri baik baik ya” Ishita kemudian pamit ke Ruhi kemudian berlalu meninggalkanny, Mihika segera memeluk Ruhi sambil tersenyum padany .Ketika Ishita pulang ke rumah keluarga Bhalla, dilihatny Raman tidak bisa tidur dilantai, rupany punggungny sakit “Rasany sakit ya ? itu karena kau tidur di lantai”, “Sudah kau tidur saja” Ishita kemudian memberikan balsem untuk Raman “Sini biar saya olesi punggung kamu”,  “Tidak usah, saya akan mengolesiny sendiri” Raman kemudian melepas bajuny dan mulai mengolesi balsam itu ke punggungny dengan susah payah,

Ishita melihatny sambil tersenyum geli karena Raman tidak bisa mengolesi balsem tersebut karena tanganny tidak sampai pada tempat yang dituju, kemudian Ishita duduk disebelah Raman dan mulai mengolesi balsem itu ke punggung Raman, Raman kaget “Apa yang kau lakukan ?”, “Sudah diam saja !” kemudian Ishita memijat punggung Raman dengan lembut  “Sudah cukup, cukup , sekarang kau tidur saja”, “Apakah kau pikir saya akan membunuhmu ? kau selalu saja salahpaham sama aku” kata Ishita kesal “Apakah saya meminta bantuanmu ?”, “Dasar laki laki jahat, tidak puny sopan santun sama sekali, tidak ada kata maaf, tidak ada kata terima kasih, dasar Ravan Kumar !” Ishita bergumam dengan perasaan kesal kemudian tertidur di sofa

Keesokan hariny, Simmi sedang ngobrol dengan Parmeet “Simmi, kita harus menunggu selama dua hari sampai kita mendapatkan uangny” Ishita menyela pembicaraan mereka “Aku sudah mengatur semuany dikamar mandi”, “Kami semua sudah menyusahkan kamu, Ishita” sela Parmeet “Sekarang lebih baik kau mandi dulu, Parmeet” kata Simmi “Jika kalian butuh apa apa, katakan saja padaku” sela Ishita “Bayiku menangis terus seharian ini, saya benar benar bingung” kata Simmi cemas

Saat itu semua orang sedang menikmati sarapan pagi sambil saling mengucapkan selamat hari Holi satu sama lain, Rumi datang dan memberikan warna pada semua orang, Raman juga ikut bergabung dengan keluargany dan Rumi hendak mengoleskan warna pada wajah Raman,  Raman langsung menatapny dengan perasaan marah, Rumi akhirny tidak jadi melakukanny, Ishita hany terdiam memperhatikan mereka “Rumi, jangan buat masalah dengan kakakmu ! bukankah kau tahu kalau kakakmu itu tidak suka bermain Holi” Raman segera pergi dari sana, sedangkan Simmi mengeluh karena Parmeet tidak mendapatkan makanan yang enak “Maaf, saya membuat makanan ala Tamil” sela Ishita namun ternyta Parmeet menyukai Idlis buatan Ishita, Ishita sangat senang

“Parmeet, ambil uang ini dan berikan pada perempuan itu untuk mencabut kembali laporanny”, “Kami tidak bisa menerima uang ini, kak Raman” Parmeet merasa sungkan sama Raman namun Raman bersikeras memberikanny “Atau mungkin lebih baik saya saja yang pergi dan menemuiny kemudian memberikan uang ini padany”, “Iyaa, benar juga ! kau seharusny menemuiny dia, Raman” Ishita mendukung ucapan Raman “Tapi dia itu sangat licik, biar saya saja yang memberikan uang ini padany dan ini adalah pinjamanku, saya akan mengembalikanny, kak” sela Parmeet “Baiklah, pergilah sana dan pulanglah segera

Parmeet kemudian berlalu dari rumah keluarga Bhalla  “Kakak, terima kasih atas bantuan kakak, dengan begitu Parmeet bisa memberikan uang itu pada perempuan tersebut” kata Simmi haru .Parmeet bertemu dengan perempuan tersebut yang bernama Sarika “Aku tidak bisa mencari uang lebih banyk lagi, saya juga tahu kalau kau juga kehilangan pekerjaanmu namun maaf saya tidak bisa membantu, ambil ini dan pergilah” kata Parmeet

Aku mempunyi seorang istri dan anak, saya juga tidak bisa lupa ketika kau menylahkan aku, sekarang ambil uang 3 lakhs ini dan pergilah,  ini adalah kotaku jadi jangan hubungi saya lagi !” Sarika langsung mengambil uang itu dan berkata “Kamu itu seharusny masuk ke penjara !”, “Oke ! pergi sana dan laporan saya ! masukkan saya ke dalam penjara, saya akan mengatakan pada semua orang kalau kau itu melakukan hal ini demi uang, kau sudah bersandiwara dan membuat saya dipecat, sekarang kau memeras saya !” bentak Parmeet

Baca cerita sebelumnya Sinopsis Mohabbatein episode 85 dan episode selanjutnya yang tayang 25 Oktober 2016 Mohabbatein episode 87

Subscribe to receive free email updates: